Cast : Do Kyungsoo (gs)
Oh Sehun
Hunsoo area
Romance/Family
~Author pov
"Ehem"
Dehaman singkat tapi cukup keras itu berhasil mengembalikan perhatian Kyungsoo pada Sehun yg sudah berdiri di belakangnya sambil membawa nampan berisi dua gelas minuman dan camilan.
"Ah Sehun-shi. Maaf aku terlalu asik dengan Jongin" sesal Kyungsoo lalu menunduk untuk menurunkan Jongin dari gendongannya. Tapi yg ada anak itu justru semakin mengeratkan pelukannya di leher gadis itu seolah tak ingin berpisah.
"Jongin, lepas dulu. Itu ada daddy-mu" ucap Kyungsoo lembut.
"Tidak mau. Jongini ingin terus seperti ini dengan Soo-i nuna" balas Jongin dengan nada yg begitu manja.
"Jongin kemari. Kasihan Soo-i nuna menggendongmu terus. Kau itu berat Jongin" ucap Sehun berusaha membantu Kyungsoo.
"Cih, bilang saja daddy iri tak bisa seperti ini dengan Soo-i nuna sepertiku" anak itu mendecih dan di akhiri dengan menjulurkan lidah pada daddy-nya yg sukses membuat wajah Sehun memerah.
"Ja.. jangan dengarkan dia Kyung. Aku tidak iri sama sekali" ucap Sehun gugup.
"Ah tak apa" balas gadis itu yg hanya bisa tersenyum melihat perdebatan ayah dan anak itu. Terlihat sekali bahwa mereka berdua saling menyayangi walaupun caranya tidak terlihat manis. Karena Kyungsoo tau, anak kecil akan selalu begitu untuk mencari perhatian dari orang yg ia sayang.
"Sehun, siapa gadis cantik ini ?" tanya wanita paruh baya yg duduk di sebelah Sehun.
"Oh iya aku sampai lupa. Namanya Kyungsoo, dia yg ku ceritakan waktu itu. Orang yg menolong Jongin" jelas Sehun pada wanita itu.
"Jadi ini yg menolong Jongin? Cantik ya. Terima kasih banyak Kyungsoo, tante tidak tau harus melakukan apa untuk membalas kabaikanmu. Kalau tidak ada kamu, cucu tante mungkin masih di rumah sakit hingga sekarang karena kecerobohan anak tante, Sehun" ucap wanita paruh baya itu yg ternyata adalah nenek Jongin sambil menekankan kata ceroboh menyindir anaknya sendiri yg sekarang memasang wajah masam.
"Tidak masalah tante. Lagi pula saya hanya kebetulan lewat waktu itu" balas Kyungsoo masih dengan Jongin dalam gendongannya.
"Apanya yg bukan masalah. Jaman sekarang susah mencari orang yg benar-benar baik dan perduli sepertimu. Kebanyakan orang hanya akan lewat lalu menelpon ambulan saja. Sedangkan kamu sampai bersusah payah membawa Jongin ke rumah sakit. Tante benar-benar mengucapkan terima kasih banyak sama kamu sayang" jelas wanita itu yg tetap bersikeras mengucapkan terima kasih.
"Tapi-"
"Sudah Kyung, tidak perlu di teruskan lagi. Eomma ku memang keras kepala" ucap Sehun memotong sanggahan Kyungsoo yg di yakininya pasti akan menjadi lebih panjang lagi jika di teruskan sekaligus membalas sindiran eommanya.
"Seperti kau tidak saja Sehun" ucap wanita paruh baya itu tak terima di sebut keras kepala oleh anaknya sendiri.
"Jongin, ayo sini sama nenek. Kamu harus makan biar bisa minum obat" lanjut wanita itu lagi sambil berjalan menghampiri tempat Kyungsoo duduk dengan Jongin di pelukannya.
"Tidak mauuuu. Jongini cuma mau sama Soo-i nuna" ucap anak itu semakin mempererat dekapannya.
"Jongin tidak boleh merepotkan orang terus. Nuna-mu ini mau bicara dengan daddy-mu. Jadi kau harus ikut nenek" ucap sang nenek sambil terus berusaha melepaskan dekapan Jongin di leher Kyungsoo.
"Tidak mau. Pokoknya Jongin cuma mau sama Soo-i nuna. Titik!" seru anak itu lagi tak mau lepas.
"Ah tak apa tante. Biar Jongin denganku saja" kata Kyungsoo menengahi.
"Nanti ngerepotin kamu"
"Engga kok tante. Jongin kenapa ga mau makan? Nanti ga bisa minum obat terus ga sembuh-sembuh emangnya Jongin mau?" tanya Kyungsoo selembut mungkin pada Jongin sambil mengelus belakang kepalanya sayang.
"Makanannya pahit. Jongini ga suka. Obatnya juga pahit" kata Jongin dengan bibir mencebik yg membuatnya terlihat semakin menggemaskan.
"Benarkah? Bagaimana kalau nuna yg buatin bubur terus suapin Jongin? Apa Jongin tetap ga mau?" tanya Kyungsoo lagi berusaha membujuk anak itu agar mau makan.
"Nuna bisa masak?" tanya Jongin polos.
"Tentu saja bisa. Nuna yakin kalau Jongin makan masakan nuna, pasti tidak akan terasa pahit. Bagaimana?" tawar Kyungsoo lagi dengan senyumnya yg meneduhkan.
"Hmmmm baiklah kalau begitu. Tapi nuna janji ya bakal nyuapin Jongini?" ucap anak itu lagi dengan mata berbinarnya walau pun kini wajahnya agak pucat karena sakit.
"Janji. Sekarang Jongin dengan daddy dulu ya, supaya nuna bisa masak buat Jongin" jelas gadis itu meyakinkan. Jongin hanya mengangguk antusias mendengar ucapan Kyungsoo.
Saat menyerahkan Jongin pada Sehun, mau tak mau wajah Kyungsoo jadi begitu dekat dengan Sehun. Pria itu terdiam sejenak tanpa kedip sambil memandangi wajah ayu Kyungsoo yg teramat dekat. Ia tersadar dengan wajah memerah saat ibunya berdeham mencoba menggodanya lagi.
Kyungsoo yg tak memperhatikan wajah Sehun hanya memandang ibu Sehun sesaat lalu tersenyum sembari meminta ijin memakai dapur mereka.
"Kau tertarik dengannya?" bisik wanita paruh baya itu saat Kyungsoo sudah menjauh dari mereka dan asik di dapur dengan bahan makanan yg berjarak tak jauh dari ruang makan yg kini mereka tempati.
"Eomma ini bicara apa sih" balas Sehun terdengar cuek, tapi ia tak sadar bahwa sekarang wajahnya bersemu yg terlihat kentara karena kulitnya yg sangat putih.
"Sudah ketahuan, mengelak lagi. Kalau dia di ambil orang lain saja baru menyesal" sarkas sang eomma.
"Aku tidak punya waktu untuk hal seperti itu eomma. Pekerjaanku banyak dan aku juga harus fokus membesarkan Jongin" elaknya lagi sambil memperhatikan Jongin yg asik menonton kartun di layar ponselnya.
"Justru itu Sehun. Memangnya mau sampai kapan kau jadi jomblo? Sampai Jongin kuliah? Atau jangan-jangan sampai eomma punya cicit dari Jongin? Ingat sekarang umurmu sudah 28, sudah waktunya untuk memulai keluarga sendiri. Lagi pula bukankah lebih baik kau membesarkan Jongin dengan istrimu nanti agar Jongin bisa merasakan kasih sayang seorang ibu" jelas eomma Sehun panjang lebar pada anaknya yg keras kepala itu.
"Ayolah eomma, aku masih muda. Lagi pula anak eomma yg satu ini cukup tampan untuk bisa mendapatkan gadis mana pun yg aku mau" kata Sehun berlagak dengan wajah angkuhnya.
"Lihat Jongin siapa yg bicara? Ngakunya tampan, bisa dapetin cewe mana aja, tapi taunya jomblo dari lahir" sindir eommanya lagi sambil memperhatikan Jongin yg asik sendiri.
"Eomma!" seru Sehun kesal.
"Makanannya siap" seru Kyungsoo datang mendekat dengan nampan di tangannya yg berhasil menghentikan perdebatan ibu dan anak itu.
"Asiiikkkk Jongini sudah tidak sabar mencicipinya" kata Jongin berseru dengan riang. Dengan segera ia merentangkan tangannya meminta di gendong lagi oleh nuna kesayangannya itu.
"Wooooaaahhhhh beruang" seru anak itu dengan wajah berbinar memandang semangkuk bubur yg sudah di tata apik oleh Kyungsoo hingga membentuk wajah karakter hewan yg terlihat menggemaskan.
"Jongin suka?" tanya Kyungsoo.
"Ne. Jongini jadi tidak sabar mencoba rasanya" celoteh bocah itu riang di pangkuan Kyungsoo.
"Jongin duduk dengan daddy ya. Supaya nuna bisa menyuapi Jongin" ucap gadis itu diiringi anggukan antusias dari Jongin.
Selama Kyungsoo menyuapi Jongin yg berada di atas pangkuan Sehun, pemuda itu tak henti-hentinya memandang kagum pada gadis itu. Sosoknya terlihat begitu indah dengan senyum hati yg selalu merekah. Sesekali gadis itu menyelipkan candaan agar perhatian Jongin tidak terfokus pada air ludahnya yg terasa pahit. Hingga tanpa terasa satu mangkuk bubur tandas tak bersisa.
"Wah Jongin hebat. Makanannya habis tanpa sisa" puji gadis itu sambil mengusap puncak kepala Jongin dengan sayang.
"Tentu saja. Itu karena Soo-i nuna yg membuat dan menyuapi Jongini. Jongini benar-benar suka bubur buatan nuna, tidak pahit seperti buatan nenek" celoteh anak itu lagi tanpa menghiraukan raut kesal dari sang nenek yg duduk di kursi seberang mereka.
"Hey tidak boleh bicara begitu anak manis. Sekarang waktunya Jongin minum obat" tanggap Kyungsoo yg merasa tak enak hati akan perkataan polos dari bocah menggemaskan itu.
"Obat itu pahit. Jongini tidak suka" jawab bocah itu dengan bibir mencebik.
"Kalau Jongin mau minum obat, nanti nuna kasih hadiah loh" bujuk Kyungsoo tak mau menyerah.
"Woah hadiah. Jongini mau hadiah" seru Jongin semangat dengan mata berbinar.
"Tapi Jongin harus janji dulu mau minum obat" tawar Kyungsoo lagi yg hanya di angguki dengan semangat oleh Jongin yg mendapat iming-iming sebuah hadiah.
Setelah minum obat dengan memencet hidungnya, Jongin kembali meringkuk dalam dekapan Kyungsoo dan menagih hadiahnya.
"Mana hadiah Jongini?" tagih bocah itu sambil menengadahkan tangannya.
"Apa Jongin suka cerita dongeng?" tanya Kyungsoo mengindahkan pertanyaan Jongin.
"Dongeng? Jongini suka mendengarnya saat di sekolah" balas anak itu.
"Sungguh? Kalau begitu, bagaimana kalau hadiahnya nuna menceritakan sebuah dongeng untuk Jongin?" tawar Kyungsoo lagi.
"Sungguh? Nuna bisa menceritakan dongeng?" tanya Jongin antusias.
"Tentu. Nuna tau banyak dongeng yg bagus" jawab Kyungsoo lagi.
"Kalau begitu ceritakan. Jongini ingin mendengarnya" balas Jongin antusias. Sehun yg memperhatikan interaksi kedua orang itu hanya bisa tersenyum. Ia bahkan lupa kapan terakhir Jongin bisa senyaman itu berada di sekitar orang lain selain dirinya dan sang nenek.
"Gadis itu benar-benar keibuan. Beruntung sekali laki-laki yg nanti akan menjadi suami dan ayah dari anak-anaknya" suara eomma Sehun kembali terdengar setelah Kyungsoo dan Jongin menghilang di balik pintu kamar Jongin.
"Eomma aku tau Kyungsoo gadis yg baik, tapi—"
"Eomma bahkan sudah tidak ingat kapan terakhir kali melihat Jongin tertawa secerah itu. Eomma tak ingin memaksamu, tapi sebaiknya kau pikirkan baik-baik dan eomma yakin kau sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan sendiri" tutur wanita paruh baya itu memotong kalimat Sehun dengan wajah sendu.
"Ne eomma" jawab Sehun dengan pelan.
Kyungsoo akhirnya pulang setelah berhasil menidurkan Jongin diiringi sebuah dongeng. Sehun dan eommanya tak berhenti mengucap terima kasih karena sekali lagi gadis itu membantu merawat Jongin yg sedang sakit. Kyungsoo sempat larut dalam suasana bahagia dapat berjumpa lagi dengan bocah kecil menggemaskan itu hingga hampir lupa dengan tujuan utamanya datang ke rumah Sehun, mengembalikan dompet eommanya yg terjatuh di jalan.
Mereka sempat berdebat saat Kyungsoo pamit untuk pulang karena ia punya kesibukan lain. Eomma Sehun terus bersikeras agar anaknya itu mengantarkan Kyungsoo ke tempat tujuannya, tapi Kyungsoo yg memang masih merasa tak nyaman dekat dengan pria itu menolak dengan halus dan berakhir menaiki bus sendirian.
Hari itu adalah akhir pekan saat Sehun libur dari pekerjaannya dan Jongin juga sudah sembuh dari sakitnya. Jongin bersikeras meminta pergi ke taman bermain sejak pagi hari. Ia bahkan mengancam tak mau makan jika daddynya tak mau membawanya ke taman bermain.
Sepanjang perjalanan menuju taman bermain, Jongin tak henti-hentinya tersenyum sambil sesekali bernyanyi lagu anak-anak dengan riang. Sehun yg melihat hal itu hanya bisa ikut tersenyum. Kali ini Sehun berpenampilan sederhana yg terlihat santai dengan baju kaos hitam polos di balik kemeja yg dibiarkan terbuka. Kacamata hitam serta topi menjadi pelengkap ketampanan pemuda bermarga Oh itu.
Ketika tiba di taman bermain, mata Sehun membulat lucu. Kehadirannya di sambut oleh senyum hati milik Kyungsoo yg melambaikan tangannya di depan pintu masuk. Gadis itu terlihat begitu cantik dengan dress putih sebatas lutut dan rambut di gerai. Dandanannya yg tak berlebihan membuat kecantikan alaminya kian memikat.
"Nunaaaaa!" seru Jongin langsung berlari menghampiri gadis itu tanpa menghiraukan daddynya yg kini masih terpaku memandangi sang gadis.
"Apa kabar Jongin ? Kau sudah sehat ?" tanya Kyungsoo sambil berjogkok di depan bocah menggemaskan itu.
"Tentu saja. Jongini rajin minum obat supaya bisa cepat bertemu nuna" celoteh bocah itu menjawab pertanyaan Kyungsoo dengan semangat.
"Aigo, anak pintar" balas Kyungsoo sambil mengacak rambut Jongin dengan gemas.
"Kyungsoo, kau di sini ?" tanya Sehun dengan dahi berkerut.
"Ah Sehun-shi. Apa Jongin tak memberitahumu ?" tanya gadis itu menanggapi pertanyaan Sehun yg hanya mendapat gelengan kepala dari pria tinggi itu.
"Jadi begini. Waktu itu saat aku membacakan dongeng untuk Jongin, dia tidak mau tidur. Dia bilang kalau dia takut aku pergi lagi seperti waktu di rumah sakit. Jadi aku menjanjikannya untuk bertemu di akhir pekan jika ia sudah sembuh" jelas Kyungsoo pada Sehun.
"Ah maaf merepotkanmu. Lagi-lagi Jongin membuat ulah" sesal pria itu dengan raut menyesal.
"Tak apa. Lagi pula aku tak ada pekerjaan di akhir pekan dan aku juga senang bisa menghabiskan waktu bersama Jongin" balas Kyungsoo dengan senyum hati yg merekah.
"Nuna ayo cepat masuk. Jongini sudah tidak sabar menaiki wahana di dalam sana" rengek Jongin menginterupsi perbincangan kecil dua orang dewasa berbeda gender itu.
Mereka masuk dengan Jongin menggenggam tangan Kyungsoo di sisi kirinya sedangkan Sehun di sisi kanannya. Mereka bertiga benar-benar terlihat seperti keluarga yg bahagia. Bahkan sebagian orang yg melihat keceriaan mereka memandang iri dengan pasangan yg terlihat begitu serasi itu.
Tawa Jongin tak pernah berhenti sepanjang hari dari satu wahana ke wahana lain. Sesekali bocah itu merengek minta di gendong saat ia mulai lelah berjalan mengitari taman bermain yg begitu luas. Sehun tak henti-hentinya terpesona dengan keceriaan yg di bawa Kyungsoo pada bocah menggemaskan yg kini tengah berada di kamar mandi karena kebanyakan minum.
"Terima kasih banyak untuk hari ini. Aku dan Jongin sangat menikmati jalan-jalan bersamamu" ucap Sehun membuka percakapan saat mereka duduk berdua di sebuah bangku panjang yg berada tak jauh di depan toilet umum di taman bermain itu.
"Tak perlu sungkan. Aku juga bersenang-senang hari ini. Jongin benar-benar anak yg menggemaskan. Aku senang bisa menghiburnya" balas Kyungsoo
"Yah, dia memang sangat menggemaskan. Tapi sungguh aku benar-benar berterima kasih padamu. Sudah lama aku tak melihat Jongin tertawa seceria itu semenjak ia kehilangan kedua orang tua kandungnya. Dia benar-benar sangat menyukaimu" balas Sehun sambil sesekali melirik wajah gadis yg duduk di sebelahnya.
"Kau berlebihan. Aku hanya melakukan apa yg bisa ku lakukan. Lagi pula aku memang sangat menyukai anak kecil, jadi ku rasa karena itu juga Jongin bisa dengan mudah akrab denganku. Sejak dulu aku sangat ingin punya adik, tapi orang tuaku tak pernah mengindahkannya. Dan kebetulan aku memiliki banyak keponakan jadi aku sudah terbiasa dengan tingkah mereka yg terkadang sedikit menyebalkan" balas gadis itu sambil sedikit terkekeh mengingat tingkah keponakannya yg selalu ribut memperebutkan perhatiannya.
"Kau benar-benar memiliki sifat keibuan. Aku saja kadang masih kesal saat Jongin berulah dan merengek meminta sesuatu" balas Sehun yg kini memandang Kyungsoo dengan tatapan kagum.
"Ne ? Ah tidak, aku sama sekali tidak keibuan. Aku hanya terbiasa dengan anak-anak" balas gadis itu dengan pipi bersemu mendengar pujian dari Sehun.
"Wah kalian benar-benar pasangan yg manis. Biarkan aku mengambilkan foto kalian berdua" suara seseorang terdengar menyapa pendengaran dan menginterupsi perbincangan mereka berdua. Pria itu nampak membawa sebuah kamera polaroid di tangannya.
"Ah kami bukan-"
"Daddy! Aku sudah selesai" seru Jongin yg baru keluar dari toilet dang langsung berlari menghampiri Sehun.
"Oh ternyata kalian pasangan yg sudah menikah. Anak kalian sangat menggemaskan" kata pria bermata sipit itu lagi dengan senyum mengembang.
"A..aniya. Kami ini-"
"Asik kita bisa foto. Ayo cepat ambil foto kami ahjussi" seru Jongin memotong sanggahan Kyungsoo dan langsung menyelip duduk ke atas pangkuan gadis itu yg masih terdiam.
"Ah benar-benar keluarga yg manis, mari lakukan beberapa pose lagi" sahut pria bermata sipit itu lagi sambil mengarahkan kameranya pada mereka bertiga yg terlihat sedikit canggung saat mata Kyungsoo tak sengaja bertemu dengan mata sipit Sehun. Pria itu hanya berdehem sesaat sebelum mengambil inisiatif meletakkan lengan kanannya melingkari bahu Kyungsoo dengan Jongin di tengah-tengah mereka.
Kyungsoo tampak terkejut dengan aksi Sehun, lalu kembali tenang saat melihat senyum Jongin yg merekah dengan mata menyipit ke arah kamera. Sehun tak bisa menyembunyikan senyumnya saat mereka berjalan menuju sebuah toko ice cream sambil menggenggam hasil foto mereka.
Ia berjalan di belakang gadis itu yg kini tengah menggendong Jongin sambil sesekali menunjuk sesuatu yg menarik perhatiannya dan menghasilkan tawa kecil dari bibir mungil Jongin. Sesekali Sehun memandangi foto mereka bertiga yg terlihat begitu manis. Pose terakhir yg berhasil di abadikan kamera polaroid itu sungguh membuat hati Sehun menghangat. Di foto itu tampak Jongin tersenyum dengan lebar yg berhasil membuat matanya menghilang sementara kedua pipinya di kecup oleh Sehun dan Kyungsoo saat bersamaan. Mereka benar-benar terlihat seperti keluarga harmonis. Kyungsoo yg melihat hasil foto mereka pun hanya bisa mengulum senyum dengan pipi merona.
Hari itu berlalu dengan penuh keceriaan. Bahkan setelah mereka pulang ke rumah pun Jongin tak henti-hentinya menceritakan pengalaman menyenangkannya dengan penuh semangat pada sang nenek. Bahkan Jongin sudah membuat janji lagi untuk kembali menghabiskan akhir pekan selanjutnya bersama gadis itu yg sempat mendapat delikan dari Sehun karena merasa tak enak terus-terusan merepotkan Kyungsoo. Namun gadis itu kembali membalas sanggahan Sehun dengan tenang di sertai senyumnya yg kini menjadi candu bagi Sehun.
Hari demi hari berlalu. Akhir pekan menjadi hari yg paling di nantikan untuk Jongin dan juga Sehun secara tidak langsung. Pria itu masih tak mau mengakui bahwa ia jatuh hati pada pesona gadis itu dan menjadikan kebahagiaan Jongin sebagai alasan untuk kembali bersua dengan sang gadis pemilik senyum berbentuk hati.
Waktu menunjukan pukul 18.35 KST saat Kyungsoo berhasil membuat Jongin menangis tersedu dalam dekapannya. Anak itu tak mau melepaskan dekapannya saat mengetahui kenyataan bahwa gadis itu tak akan bisa menemaninya bermain akhir pekan selanjutnya setelah tiga bulan penuh yg mereka habiskan bersama-sama setiap kali gadis itu memiliki waktu luang selain akhir pekan yg menjadi hari wajib mereka bertemu.
Kyungsoo sudah menjelaskan alasannya yg mengharuskannya pergi dan tak dapat menemui anak itu. Tapi Jongin tetap keras kepala dan terus menangis hingga ia tertidur karena kelelahan. Sehun yg waktu itu sedang menerima telepon dari sekertarisnya mengenai pekerjaan tak sempat mendengarkan penjelasan gadis itu hingga ia hanya bisa mengusa punggung jongin untuk menenangkannya.
Ketika Jongin terbangun dan menemukan ia sudah berada di dalam kamarnya sendiri anak itu kembali menangis dengan keras. Ia bergumam tak jelas sambil terisak saat Sehun mencoba menenangkannya. Yg dapat di tangkap oleh pendengaran Sehun hanyalah kalimat Jongin yg terus menyalahkannya akan kepergian nuna kesayangannya itu.
Sehun terus merenungkan informasi yg di terimanya dari jongin saat ia sendiri di dalam kamarnya. Jongin berkata bahwa Kyungsoo akan pergi ke luar kota bersama seorang ahjussi tampan yg waktu itu bertemu dengan mereka di rumah sakit dan tidak akan kembali lagi dalam waktu yg lama. Dan Jongin menyalahkan Sehun karena tidak bisa menahan kepergian nunanya.
Sehun berpikir keras sambil memandangi foto mereka saat di taman bermain. Ia berperang dengan pikirannya sendiri yg ingin terus mempertahankan egonya dan membohongi kata hatinya sendiri. Sesekali ia mengerang frustasi bingung memilih antara mengikuti kata hati atau pikirannya.
Hari kepergian Kyungsoo sudah di depan mata, tapi Sehun masih belum bisa mengambil keputusan. Bahkan kefrustasiannya semakin bertambah dengan Jongin yg mengacuhkannya selama berhari-hari yg mendapat dukungan dari sang eomma.
"Apa lagi yg kau pikirkan ? Bukankah sudah jelas kalau kau menyukai gadis itu ?" tanya sang eomma di tengah kegusaran Sehun.
"Tapi eomma, aku..." Sehun menggantung kalimatnya dengan helaan nafas berat.
"Kau kenapa ? Kau merasa tak pantas untuknya ? Atau kau yg merasa ia tak pantas untukmu ?" tanya nyonya Oh lagi.
"Bukan begitu. Aku hanya-"
"Ikuti kata hatimu sebelum kau menyesal sayang. Eomma yakin kata hatimu akan memberikan jawaban yg terbaik. Jangan terus membuat alasan yg akan kau sesali nantinya" nasehat sang eomma sebelum beranjak menghampiri Jongin yg berdiam diri di kamar tak mau menemui daddynya yg berada di ruang tamu.
Berbekal tekad dan keyakinan hati setelah mendengarkan nasehat sang eomma, kini Sehun tengah berlari di bandara yg cukup ramai sambil sesekali melihat jadwal keberangkatan menuju luar kota yg tak di ketahuinya dengan pasti kemana tujuan gadis itu pergi. Jam sudah menunjukan pukul 15.50 KST saat Sehun akhirnya memilih pergi ke meja informasi.
Tak lama setelah itu sebuah pengumuman terdengar menggema memenuhi bandara yg sibuk menyuarakan sebuah nama yg tengah di tunggu seseorang di pusat informasi. Seorang gadis yg tengah duduk di ruang tunggu keberangkatan tampak tersentak saat namanya di sebut melalui pengeras suara tersebut.
"Kyungsoo-shi, apa terjadi sesuatu ?" tanya seorang pria berbadan tinggi yg duduk berseberangan dengan sang gadis bermata bulat yg masih memasang wajah terkejutnya.
"Aku tidak yakin Chanyeol-shi. Tunggu di sini sebentar, aku akan kembali secepat mungkin" jawab sang gadis beranjak dari duduknya pada pria yg ternyata adalah Chanyeol.
"Permisi, aku yg bernama Do Kyungsoo" ucap gadis itu pelan saat ia tiba di pusat informasi.
"Ah Kyungsoo-shi. Seorang pria menunggu anda di ruangan itu" balas petugas itu ramah sambil menunjuk salah satu ruangan dekat pusat informasi. Kyungsoo hanya mengangguk dan tersenyum sekilas pada petugas yg memberikannya informasi.
"Nuguseyo ?" tanya Kyungsoo saat memasuki ruangan dan melihat punggung seorang pria yg tengah membelakanginya.
"Kyungsoo" gumam pria itu sambil berbalik menatap mata sang gadis yg kini membulat memandangnya.
"Sehun ? Apa yg kau-"
"Kajima" ucap Sehun lirih sambil mendekap gadis itu erat membuat perkataannya terhenti seketika dengan mata semakin membelalak.
"Tu..tunggu dulu. Apa yg kau-"
"Kumohon, kajima. Tetaplah di sini bersamaku" potong Sehun lagi sambil mengeratkan pelukannya saat gadis itu tergagap dan berusaha melepaskan pelukannya.
"Sehun-ah, jangan begini" balas Kyungsoo sambil terus berusaha melepaskan pelukan pria itu yg mulai membuat jantungnya berdetak tak karuan.
"Kumohon Kyung. Aku tau selama ini aku salah, aku egois. Aku akui aku pengecut karena tak berani mengakui perasaanku sendiri. Aku selalu saja menjadikan Jongin sebagai alasan untuk terus bertemu denganmu. Bahkan saat tau kau akan pergi aku terus berkata pada diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja. Padahal kenyataannya aku adalah orang yg paling kehilanganmu, bukan Jongin" Sehun menjeda ucapannya sejenak untuk melepaskan pelukannya dan menatap langsung padapada manik gadis itu.
"Aku selalu mengingkari kata hatiku sendiri. Tapi sekarang aku sudah sadar bahwa aku tak akan sanggup untuk kehilanganmu. Jadi kumohon dengan sangat jangan pergi. Demi aku dan juga Jongin" lanjut Sehun sambil menatap lurus pada kedua mata bulat Kyungsoo dengan ekspresi memohon.
"Tunggu dulu. Aku tidak mengerti dengan apa yg kau bicarakan" balas Kyungsoo dengan wajah bingungnya.
"Kyungsoo, aku menyukaimu. Aniya, aku mencintaimu" ungkap Sehun yakin dengan mata tak berkedip berusaha meyakinkan gadis itu untuk tetaptinggal.
"Mwo?" tanya Kyungsoo dengam ekspresi terkejutnya. Ia tidak yakin dengan kata-kata Sehun yg baru saja memasuki indera pendengarannya.
"Saranghae, Do Kyungsoo" tegas Sehun lagi.
"Aku—"
"Kyungsoo-shi? Ah maaf mengganggu" sesal pria yg baru saja memasuki ruangan yg mereka tempati memotong kalimat yg akan di lontarkan sang gadis.
"Chanyeol-shi? Jadi.. kau benar-benar.. akan pergi.. dengannya?" tanya Sehun lemah dengan tangan yg perlahan terlepas dari bahu Kyungsoo.
"Ah Sehun-ah, aku—"
"Semoga kau bahagia" ucap Sehun lemah memotong penjelasan gadis itu.
"Tunggu dulu. Aku tidak mengerti dengan maksud ucapanmu itu, tapi aku harus pergi sekarang. Pesawat kami akan berangkat sepuluh menit lagi" kata Kyungsoo pada Sehun yg masih memasang raut wajah kecewanya.
"Apa yg tidak kau mengerti? Kenyataan bahwa aku mencintaimu? Kita sudah menghabiskan banyak waktu bersama, itu bukan hal yg tak mungkin. Tapi sekarang kau akan pergi dengan pria lain. Lalu sekarang jelaskan padaku, aku bisa apa untuk mencegahmu pergi?" mata Sehun terlihat berkaca-kaca saat pertanyaan itu terlontar dari bibirnya. Chanyeol yg tak mengerti apa-apa hanya bisa diam dengan dahi berkerut memandangi mereka berdua secara bergantian.
"Kau tau bukan itu yg aku maksudkan. Dengar Sehun, jujur aku juga merasakan hal yg sama denganmu tapi aku benar-benar harus pergi sekarang jika tidak kami akan ketinggalan pesawat" balas Kyungsoo sedikit frustasi.
"Kalau benar kau memiliki perasaan yg sama denganku, kenapa kau lebih memilih pergi dengannya Kyung?" tanya Sehun lagi yg semakin membuat dahi Chanyeol berkerut.
"Begini Sehun. Kau tau kan pekerjaanku sebagai seorang jurnalis di majalah wisata, Chanyeol adalah partner kerjaku jadi aku harus pergi dengannya. Lagi pula kami ke Jeju hanya selama dua minggu, kau tidak perlu—"
"Tunggu dulu, kau bilang Jeju? Dua minggu?" tanya Sehun meyakinkan pendengarannya memotong penjelasan Kyungsoo.
"Ne, kami harus melakukan observasi langsung di lapangan selama dua minggu. Kita bisa membicarakan masalah ini nanti setelah aku pulang" jelas Kyungsoo lagi.
"Ma.. maksudmu kau tidak pergi untuk selamanya? Untuk pindah dan menetap di sana?" tanya Sehun lagi meyakinkan dirinya sendiri.
"Tentu saja tidak. Kenapa aku harus menetap di sana?" tanya Kyungsoo balik dengan wajah bingung.
"Tapi Jongin bilang..." kalimat Sehun menggantung ketika ia menyadari bahwa ia telah di bodohi oleh anaknya sendiri. Sehun ingat betul waktu itu Jongin mengatakan bahwa Kyungsoo akan pergi dan pindah keluar kota dengan seorang pria karena daddynya yg tak pernah bertindak.
Sadar akan kebodohannya, Sehun manutup wajahnya yg memerah malu dengan kedua telapak tangannya. Meninggalkan Kyungsoo dan Chanyeol terdiam dengan ekspresi penuh tanya.
"Sehun, apa semua baik-baik saja? Ada apa dengan Jongin? Apa yg ia katakan?" kalimat Kyungsoo memecah keheningan sesaat. Sehun mengangkat wajahnya perlahan tapi matanya bergulir kesana kemari tak mau menatap langsung pada dua orang di depannya.
"Emhhh ku rasa aku sedikit salah paham. Jadi, yah begitulah" jawab Sehun tak jelas.
"Ne?" Kyungsoo benar-benar di buat bingung karenanya. Ia hendak bertanya lagi ketika Chanyeol menginterupsi dan mengatakan pesawat mereka akan segera lepas landas.
"Aku benar-benar tak mengerti dengan apa yg kau bicarakan. Tapi aku harus pergi sekarang. Sampaikan salamku untuk Jongin" kata Kyungsoo mulai mengambil langkah meninggalkan ruangan itu.
"Kyungsoo!" seru Sehun ketika gadis itu berada tepat di depan pintu yg berhasil menghentikan langkahnya dan menatap Sehun penuh tanya.
"Aku serius soal perkataanku tadi. Saranghae" ucap Sehun lagi sedikit pelan pada kata terakhir.
Gadis itu mengembangkan senyum hatinya sebelum berlari kecil ke arah Sehun sembari berjinjit dan mengecup pipinya singkat lalu berbisik,
"Nado saranghae, Oh Sehun" lalu meninggalkan pria itu dengan senyum bodoh serta tangan kanan terangkat mengusap pipinya yg baru saja di sentuh benda kenyal berwarna merah hati itu.
END
Finaly, end juga Gimana endingnya? Sesuai harapan ga? Maaf ya kalau endingnya mengecewakan dan momennya kurang manis. Di tungfu reviewnya ya. Oke dari pada pembaca pada bubar, happy reading aja deh. Typo alert!!!
