Genre : Romance/Humor/Drama
Rate : M
Warning : BL, Yaoi, Rape, OOC, Dirty Word, Swearing Word, Miss Typo, etc.
Pairing : Clifford D. Lewis x Yoichi Hiruma
Disclaimer : The characters are Riichiro Inagaki's & Yusuke Murata's
Summary : Cliff…stop it…I…can't take it…any…longer…/YOU JUST DID WHAT?!/He is still not wake up yet, I thing he was fainted after I take him…around ten times/ARRGH…YOU ARE SO FUCKING DEATH, YOU DAMN FUCKING POINTED NOSE!
DO NOT LIKE
DON'T READ
I ALREADY WARNED YOU
HAPPY READING
"Aku tidak keberatan selama kami tidak harus membawa Clifford." Jawab Riku.
"K-kami juga." Jawab Monta dan Sena.
"Baiklah, bocah nakal, kau yang bawa Clifford." Perintah Mr. Don pada Hiruma.
"Heh?! Tadi kau bilang apa raksasa tua sialan?"
"Kau bawa Clifford ke kamarnya."
"Cih, like hell I will."
"Bring him to his room or I won't help you. Which is you choose?"
~CliffHiru~
Dan setelah berbagai macam perdebatan dengan Mr. Don dan bujukan dari Sena, Rikku, dan Monta, akhirnya dengan amat sangat dongkol Hiruma setuju untuk mengantar Clifford ke kamarnya.
"Papah dia dengan benar, dan jangan diseret, ini kunci kamarnya." Jelas Mr. Don yang memberikan kunci kamar Clifford pada Hiruma.
"Cih, merepotkan."
Setelah dengan susah payah dan menahan emosinya yang sudah hampir meledak karena Clifford yang mabuk sudah mulai bertingkah, dan meracau tidak jelas mulai tentang betepa hebatnya dia hingga membahas betapa merepotkannya Hiruma. Sementara Hiruma hanya memutar bola matanya dengan bosan.
"Hey brat, do you know that you're like a cat." Racau Clifford saat akhirnya Hiruma barhasil membewanya sampai di kamarnya tanpa melemparnya di tengah lorong.
"And you're the rat, and then I can kill you." Jawab Hiruma seenaknya sambil memapah Clifford mendekat ke ranjangnya.
"No, no, no, I'm not a rat, rat is disgusting. I'm a lion, the king." Ucap Clifford.
"Ya, ya, ya, whatever." Jawab Hiruma sambil mendorong Clifford ke tempat tidurnya, walau dalam hati dia berkata lain.
'Lion the king your ass, lionfish is closer.' Gerutu Hiruma dalam hati.
Tadinya Hiruma berencana langsung meninggalkan Clifford setelah melemparnya ke tempat tidur tapi melihat kondisi Clifford yang cukup mengenaskan Hiruma jadi tidak tega juga walau pun mereka musuh dan Hiruma itu bagai Iblis tapi sebenarnya dia juga berhati baik. Jadi disinilah dia sekarang sedang berkutat dengan kaki Clifford untuk melepaskan sapatu dan kaos kakinya.
"Cih, sebaiknya kau berterima kasih padaku nanti, tapi akan lebih baik kalau kau tidak mengingatnya." Gerutu Hiruma, walau pun ia melakukannya sambil menggerutu tapi dia melepaskan sepatu Clifford dengan hati-hati. Yang tidak Hiruma ketahui bahwa sebenarnya Clifford masih memiliki 20% dari 100% tingkat kesadarannya, jadi dia masih bisa mengingat apa yang ia alami, dan tanpa Hiruma sadari Mr. Don tengah mengawasinya karena Mr. Don khawatir Hiruma akan melempar Clifford entah kemana mengingat mereka berdua seperti kucing dan anjing saat sedang bersama. Tapi saat melihat Hiruma dengan telaten (walau diselingi beberapa gerutuan) melepas sepatu dan kaus kaki, mengganti kemeja Clifford dan melepas ikat pinggang Clifford serta menata posisi tubuh Clifford agar dia bisa istirahat dengan nyenyak, membuat Mr. Don meresa tenang dan pergi meninggalkan mereka, lalu kembali memindahkan anggota team yang belum ia pindahkan. Selama dia berjalan kembali ke kamar Panter dia mulai merubah pendapatnya tentang Hiruma,
Hiruma baru saja kembali dari kamar mandi Clifford untuk meletakkan kemeja Clifford dikeranjang cuci, saat itu dia melihat Clifford telah bangun.
"If you're already wake then I'll leave now." Ucap Hiruma yang langsung menuju arah pintu keluar, namun saat dia membuka pintu ada subuah tangan yang dengan lancangnya menutupnya kembali dan membalik tubuhnya dengan kasar untuk menghadap pada sang pelaku yang tidak lain adalah Clifford sendiri.
"What the hell are you mhn…" Sebelum Hiruma menyelesaikan kalimatnya Clifford telah memotongnya dengan cara menciumnya. Hiruma mencoba untuk mendorong Clifford tapi Clifford memeluknya erat, tangan kirinya ia gunakan untuk menekan kepala Hiruma sementara tangan kanannya mulai menjelajahi punggung Hiruma dan saat tangan Clifford dengan usilnya meremas pantat Hiruma, Hiruma langsung melotot dan mendorong lebih keras namun yang ia dapat adalah Clifford menekannya hingga menubruk pintu cukup keras dan secara tidak sadar memberikan akses masuk bagi lidah Clifford untuk menjelajah mulutnya, mengajak lidah Hiruma bertarung untuk menentukan siapa yang mendominasi.
"Ngh…" Hiruma mengerang tidak suka saat Clifford berhasil mendominasinya dan memperdalam ciuman mereka. Seolah tak membutuhkan oksigen Clifford terus menjelajah setiap inci mulut Hiruma mengecap rasa mint dari buble gum yang selelu dimakan Hiruma, hingga akhirnya tangan Hiruma yang sejak tadi berusaha mendorongnya bergerak menuju belakang kepalanya dan menarik rambutnya dengan kasar memutuskan tautan bibir mereka.
"Shit, its hurt." Gerutu Clifford, namun kedua tangannya masih bertengger di pinggang Hiruma. Clifford mengamati Hiruma yang masih berusaha memperoleh oksigen yang ia butuhkan, kedua tangan Hiruma meremas kemeja depen Clifford. Saat Hiruma masih berkonsentrasi menetralisir pernafasannya Clifford menggunakan kesempatan ini untuk mengangkat Hiruma dengan posisi masih memeluknya.
"Bastard, put me down you fucking pointed nose!" Protes Hiruma namun tidak dipedulikan oleh Clifford.
"Soon, after we arrive to your punishment place." Ucap Clifford dengan santainya membawa Hiruma menuju ranjangnya. Hiruma yang menyadari kemana Clifford membawanya langsung menatap Clifford dengan horror, jika tatapan Hiruma diucapkan dalam kalimat maka akan menjadi 'You-got-to-be-fucking-kidding-me'.
"I'm absolutely fucking serious." Jawab Clifford yang langsung menjatuhkan Hiruma di ranjangnya dan langsung menindihnya.
"Shit, what the hell are you doing fucking pointed nose? Get off of me!" Protes Hiruma, ia berusaha melawan tapi apa daya 80% kekuatannya sudah terkuras habis dalam pertandingan football dan 5% tenaganya sudah ia gunakan untuk menghadiri pesta dan membawa Clifford ke kamarnya, dia hanya memiliki 15% tenaga yang tersisa dan itu tidak akan cukup untuk melawan Clifford yang secara proposi lebih unggul dibanding Hiruma.
"I'm not approving your order and what I'm doing now is give you some marks because you're mine." Jawab Clifford yang kini mulai menjilat dan menghisap perpotongan leher Hiruma, meninggalkan bercak merah disana.
"Ahn…stop make fucking joke with…nnh…me!" Ucap Hiruma disela-sela menahan desahan yang ia tahan.
"I'm not making joke of you. I'm serious." Jawab Clifford sambil tersenyum dan mencium kening Hiruma.
"Get off of me!" perintah Hiruma kedua tangannya yang sejak tadi berusaha mendorong Clifford untuk menjauh kini tengah dipegang erat oleh Clifford hanya dengan tangan kanannya saja.
"I refuse." Ucap Clifford dengan tangan kirinya yang mulai menjelajahi tubuh Hiruma.
"Brengsek…Akh!" Umpatan Hiruma berubah menjadi pekikkan saat Clifford meremas 'barang' Hiruma tanpa peringatan.
"You have good voice, why don't you use it to moaning my name than swearing." Ucap Clifford yang kini tengah sibuk memberikan hand job pada 'barang' Hiruma yang masih tertutup oleh celananya.
"Stop it…I'm fucking your…nnhh…enemy, remember?" Ucap Hiruma barusaha menyadarkan Clifford.
"I refuse and I remember it clearly, but I don't mind since it's you." Balas Clifford yang semakin gencar menyerang Hiruma. Sementara Hiruma yang sudah mulai kualahan melawan Clifford memilih untuk mengikuti permainan Clifford, bukannya dia tidak mau mencoba melawan hingga akhir, hanya saja dia sudah tahu bahwa kali ini pun kesempatannya untuk menang dari Clifford bukan hanya 0% tapi amat sangat tidak mungkin.
'The last things I don't want to be happening are someone see us in this fucking situation.' Batin Hiruma, saat Clifford berhasil melepas seluruh pakaian Hiruma dan menggunakan baju Hiruma untuk mengikat tangan Hiruma karena jika ia menggunakan ikat pinggang ia yakin kulit tangan Hiruma akan terkelupas saat Hiruma mencoba memberontak. Setelah itu Clifford mulai memberikan beberapa kiss mark ditubuh Hiruma sementara tangannya memberikan hand job pada Hiruma. Disisi lain Hiruma yang mendapat rangsangan di tubuhnya pun mulai tidak bisa menah sesuatu dalam dirinya yang memberontak untuk keluarkan. Menyadari Hiruma yang sudah mendekati climaknya Clifford pun mempercepat handjobnya.
"Ahng…nh." Hiruma yang tanpa sadar mendesah saat mencapai climaxnya langsung menggigit bibirnya untuk menahan desahannya.
"Hmm, why you hold it? You got good voice though." Bisik Clifford seductive ditelinga Hiruma.
"Shut up." Ucap Hiruma saat dia berhasil mengumpulkan suaranya kembali.
"You have cute face too, but you aren't tired yet, do you? Cause we just start it." Tanya dan jelas Clifford sambil menikmati pemandangan dibawahnya. Mata Hiruma terlihat sayu dan wajahnya merona (entah karena marah atau malu), nafasnya juga masih tersengal karena climax yang baru dia alami, dengan keringat, saliva dan sperma yang membasahi tubuhnya, di mata Clifford, Hiruma terlihat hopeless yet so damn sexy at the same time. Melihat expresi Hiruma membuat Clifford tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi, dengan menggunakan sperma Hiruma sebagai lubricant pada ketiga jarinya, Clifford memasukan jari tengahnya ke lubang Hiruma tanpa memperingatkan Hiruma terlebih dahulu.
"Fuck!" umpat Hiruma saat ia merasa ada benda asing yang menerobos memasuki analnya yang tidak lain adalah jari Clifford.
"Of course I will fuck you, just be patience." Ucap Clifford yang masih mencoba membuat Hiruma terbiasa dengan jarinya, setelah merasa Hiruma sudah cukup terbiasa Clifford memasuk jari kedua dan ketiga.
"Ugh…" Hiruma yang merasa sakit pada analnya menahannya dengan menggigit bibirnya. Clifford yang menyadari reaksi Hiruma menghentikan gerakan jarinya di dalam anal Hiruma.
"Does its hurt?" Tanya Clifford dengan nada sedikit kawatir.
"Don't ask a question which you already know the answer, Bastard."
"Sorry, just deal with it for a while, I'll try to find your spot." Ucap Clifford yang membuat Hiruma sedikit tidak percaya.
'Apa tadi dia baru saja minta maaf?' tanya Hiruma pada dirinya sendiri. Clifford yang menyadari bahwa pikiran Hiruma mulai tidak focus pada kegiatan mereka pun langsung menyerang bibir Hiruma, sementara jarinya mualai bergerak untuk menemukan spot Hiruma.
"Nghh…" Desahan Hiruma tertahan oleh ciuman Clifford saat Clifford berhasil menemukan spot Hiruma dan langsung menusukkan jarinya ketitik tadi dan hasilnya Hiruma mendesah lagi meskipun masih tertahan oleh Clifford. Saat meresa kebutuhan oksigen semakin meningkat Clifford melepaskan tautan bibir mereka. Clifford menyeringai melihat ekspresi Hiruma yang terlihat sangat menggoda dimata Clifford. Tidak ada orang lain yang tahu dan tidak akan Clifford biarkan orang lain tahu betapa menggoda ekspresi Hiruma yang hopeless dan sedang terangsang.
"I'll never let anyone know how sexy you are, because you're mine." Bisik Clifford ditelinga Hiruma.
"Khh…I'm not…property…and I'm neither your…ugh…nor anybody else…ahng." Balas Hiruma dengan terbata karena menahan desahannya akibat dari pergerakan jari-jari Clifford di dalam dirinya namun gagal saat Clifford menjilat dan mengulum cupping telinganya tepat dimana sepasang antingnya berada, membuat Hiruma harus menggit bibirnya lagi untuk menahan desahannya.
Clifford yang merasa sudah cukup mempersiapkan Hiruma pun mengeluarkan ketiga jarinya, membuat Hiruma bernafas lega karena ia berfikir Clifford sudah selesai. Namun saat melihat Clifford melepas pakaiannya pandangan Hiruma langsung berubah horror, dan saat melihat Clifford yang menyiapkan 'barangnya' yang jujur saja sebagai laki-laki Hiruma agak iri dengan ukurannya di depan lubang Hiruma, dan itu membuat Hiruma untuk pertama kalinya dalam hidupnya merasakan panic tingkat dewa.
"Fucking Pointed Nose, you…aren't going to…put it in, are you?" Tanya Hiruma dengan nada yang sedikit bergetar. Baik Hiruma akui dia sedikit(sangat) takut, hei dia laki-laki dan tidak ada laki-laki waras yang merasa bahagia saat dia dirape oleh laki-laki terlebih laki-laki itu adalah musuhnya sendiri, hell fucking no.
"It does will be hurt for a while, so hold it till I find your spot." Ucap Clifford yang sekarang mencoba memasukan kepala barangnya pada lubang Hiruma.
"Bastard, stop it! It won't fit!" teriak Hiruma dengan panic saat merasakan 'barang' Clifford yang mulai menerobos lubangnya.
"You're so thigh, just relax or you will hurt yourself." Ucap Clifford yang sekarang sedang mencoba mengalihkan perhatian Hiruma dengan cara memberikan hand job pada 'barang' Hiruma.
"Khh…stop it…, it won't fit Bast…AKH." Racauan Hiruma terpotong saat Clifford berhasil membenamkan seluruh 'barangnya' di dalam Hiruma, hingga membuat Hiruma memekik menahan sakit dibagian bawahnya. Melihat hal itu Clifford mencoba menenangkan Hiruma dengan menciumnya dan melakukan hand job pada 'barang' Hiruma untuk mengalihkan perhatian Hiruma dari rasa sakitnya.
"Engh…hmmph." Erang Hiruma disela-sela ciumannya menahan sakit dan nikmat secara bersamaan. Clifford melepaskan tautan bibir mereka saat ia merasa Hiruma sudah lebih relax.
"May I move?" tanya Clifford sambil menghapus bekas saliva di dagu Hiruma.
"You will move although I forbid you, don't you?" balas Hiruma dengan pertanyaan yang bagi Clifford adalah sebuah ijin untuknya bergerak.
"Then I'll move, endure the pain till I find your spot." Ucap Clifford sambil mencium kening Hiruma.
"Just hurry up and finish it." Ucap Hiruma yang ingin ini semua segera berakhir agar dia bisa menghajar Clifford setelahnya.
Mendengar hal itu Clifford pun mulai bergerak, dia tarik keluar 'barangnya' hingga hanya menyisakan kepala 'barangnya' saja yang tertanam di rectum Hiruma, dan memasukkannya dalam satu sentakan, Clifford terus melakukan gerakan in-out dengan ritme yang teratur. Hingga pada tusukan ke tiga Clifford berhasil menemukan sweet spot Hiruma.
"AHNG." Desah Hiruma tanpa sadar saat dia merasakan sensasi asing dari pergerakan Clifford. Clifford yang menyadari hal itu pun kembali menyerang titik tadi. Sementara itu tangan Clifford tak pernah menganggur sekali pun, tangan kirinya sibuk melakukan hand job dengan ritme jauh dari kata pelan dan teratur, sedangkan tangan kanannya sibuk memilin nipple sebelah kanan yang ada di dada Hiruma dan lidahnya sibuk bermain dengan nipel sabelah kiri.
"Ahhnng…engh…sshhh…hnng." Desahan dan erangan Hiruma mengalun dengan indahnya ke telinga Clifford, dan hal itu membuat Clifford semakin menggila dan semakin mempercepat in-outnya, sementara tangan kanan Clifford bermain dengan nipel yang ada di dada kana Hiruma dan tangan kirinya sibuk memanjakan 'barang' Hiruma yang hampir terlupakan, tak lupa bibir Clifford yang sibuk memeberikan beberapa kiss mark di leher, tengkuk, dan bahu Hiruma.
"Hngh…engh…ahng…engh."
"Call my name." kata Clifford dengan nada seduktif yang memepercepat hand jobnya dan pergerakan in-outnya.
"I…nghh…refuse…ugh." Tolak Hiruma.
"Heh, just like I thought." Ucap Clifford. Tapi Clifford mempercepat in-outnya saat merasakan rectum Hiruma menjepit miliknya yang ada di dalam begitu juga dengan 'barang' Hiruma yang sudah menegang. Dan dalam waktu yang sama mereka mengeluarkan sarinya, Hiruma mengeluarkan cairannya pada tangan Clifford dan pada perutnya, sementara Clifford pada lubang Hiruma. Mereka berdua sama-sama terengah-engah setelah mencapai klimak, namun Clifford masih belum mengeluarkan 'barangnya' dari anal Hiruma.
"Take it out alrea…" ucapan Hiruma terputus dan pandangannya berubah jadi horror saat merasakan 'barang' Clifford yang masih tertenam dalam dirinya kembali menegang.
GLUP
'You must be fucking kidding me.' Batin Hiruma.
"You don't think I'll finish in one round, are you?" tanya Clifford dengan seringai yang menghiasi wajahnya saat melihat ekspressi horror Hiruma.
"You freak, enough! take it…nghh." Dan tanpa mengindahkan protes Hiruma, Clifford pun memulai permainannya lagi.
~CliffHiru~
Hiruma merasa tubuhnya lengket dan basah oleh keringat dan sperma entah miliknya atau milik Clifford. Dia juga merasa tubuhnya benar-benar lelah akan tetapi Clifford masih belum menyelesaikan 'permainannya'.
'I'm fucking tired.' Umpat Hiruma dalam hati, karena dia merasa tenaganya habis terkuras, nafasnya pun sudah seperti orang yang baru selesai lomba marathon 25 Km.
"Cliff…stop it…I…can't take it…any…longer…ngh" Ucap Hiruma dengan sisa tenaganya, dia sudah tidak sanggup lagi, ini sudah ronde ke sepuluh, jika Clifford masih belum ingin berhenti maka ia harus melakukannya sendiri karena saat ini pandangan Hiruma sudah mulai mengabur dan tepat saat Clifford mencapai klimaksnya dan menyelesaikan ronde kesepuluh, Hiruma langsung ambruk dan pingsan. Clifford pun mengeluarkan miliknya dari anal Hiruma dan melepas ikatan Hiruma lalu berbaring di samping Hiruma dan terlelap karena kelelahan.
TBC
Shiroi : Ini FF rate M pertama yang saya publis, apakah kalian suka?^_^
Hiruma : HELL FUCKING NO!#nembakin senapan ke Shiro
Shiroi : GYAAA#kabur
Clifford : Not bad.
Hiruma : 'Not bad' you say? IT'S FUCKING RIDICULOUS!
Clifford : Just shut up, you brat, and don't forget to review if you like it, readers.
Shiroi : See you next chap~, ^_^
