The Power of Elemental

Disclaimer : Naruto Mashashi Kishimoto & Highschool DxD Ichie Shibumi

Author : Namikaze Fansboy

Rated : T

Genre: Adventure/ Supernatural/ Scy-fi/ Other

Pair : [Naruto X Rias]

.

.

.


Summary : Karena sebuah kesalahan ia harus dibuang namun itu bukan akhir melainkan awal perjalanan barunya dengan hidup dan ingatan baru ia akan memulai kehidupan yang berbeda dari yang sebelumnya. NaruRias Strong!Naru Supernatural/ Romance/ Scy-fi.


Rias memperhatikan Naruto dengan seksama karena menurutnya kekuatan Naruto adalah kekuatan yang unik bahkan lebih dari Sacred Gear sekalipun.

"Jadi kekuatanmu berasal dari jam tangan ini?" Tanya Rias pada Naruto.

Naruto mengedikkan bahunya. "Sungguh aku tak tahu Buchou aku hanya melakukan secara spontan saja"

Mendengar ucapan jujur dengan nada polos itu Rias yakin bahwa Naruto tidak tahu menahu tentang kekuatannya.

"Sudahlah jangan kau pikirkan lebih baik kau istirahat karena besok kita harus bangun pagi" Naruto mengangguk kemudian memasuki kamar disebelah kamar Rias.

Sepeninggal Naruto jujur saja Rias masih memikirkan kejadian tadi. "Elemen Tanah dan Petir? Sebenarnya kekuatan apa?"

"Lebih baik aku melatih Naruto secara berkala mungkin saja ia bisa menyelsaikan masalahku" Lanjut Rias kemudian mengikutu langkah Naruto yang sudah terlebih dahulu beristirahat.

Sedangkan dikamar, Naruto masih belum tertidur dan rasanya ia bisa terjaga sampai pagi karena sedari tadi ia mengamati jam tangannya yang dari tadi berubah pola mulai dari lambang petir, tanah, dan angin yang berganti secara berurutan.

'Sebenarnya siapa aku sebenarnya dan apa hubunganku dengan jam tangan ini" Pikir Naruto karena ia tidak dapat mengingat tentang masa lalunya jangankan ingatan, petunjukpun tak ada tapi anehnya ia merasa familiar dengan jam tangan itu.

Kesal! Naruto bangkit kemudian berdiri didepan jendela memperhatikan malam berbintang. "Entah apa dan siapa aku dimasa lalu tapi sekarang aku disini akan melindungi teman -temanku"

Naruto mengepalkan tangannya didepan dada dan seketikan ketiga lambang elemen itu berputar dan berhenti dalam lambang petir.

~XXX~ The Power of Elemental ~XXX~

Pagi hari sudah datang menyingsing menyinari kota Kuoh yang aman dan tentram jika dilihat dari luarnya.

"Huaaahhh"

Nampak pemuda bersurai pirang sedang menggeliat dari tidurnya.

Naruto bangun dari tidurnya dan menengok kearah jam. "Masih jam 5"

Tok! Tok!

Terdengar sebuah ketukan pintu membuat Naruto bangkit dari kasurnya menuju ambang pintu.

Cklek!

Mata Naruto menyipit tak biasanya Buchounya mendatanginya pagi -pagi. "Ada apa Buchou?"

"Kau tahu ini masih jam 5 setidaknya masih ada waktu satu jam setengah sebelum berangkat jadi aku ingin melatihmu terlebih dahulu" Jawab Rias.

Naruto menautkan alisnya mendengar ucapan Rias. "Lalu dimana yang lainnya?"

"Tidak ada yang lainnya hanya kita berdua" Pungkas Rias.

"Tapi apa harus sepagi ini? dan kenapa tidak dengan yang lainnya?" Tanya Naruto.

"Kau itu terlalu cerewet! Aku ingin melihat potensimu"

"Baiklah" Naruto menyetujui permintaan Rias.

Saat ini Naruto dan Rias berada dihalaman belakang ruang klub yang cukup luas.

"Jadi latihan apa yang akan kita lakukan hari ini Buchou?" Tanya Naruto pada Rias.

Rias nampak berpikir dan sedetik kemudian tahu latihan apa yang harus dijalani. "Kau cukup membuat dinding tanah untuk melindungi dirimu dari seranganku secepat yang kau bisa"

"Hai Buchou"

"Bagus, untuk pertama aku akan menggunakan kekuatan skala kecil" Rias sudah bersiap dengan bola -bola power of destructionnya.

Wush!

[Earth Wall]

Blaaar! Blaaar!

Serangan dari Rias hanya menghantam dinding tanah yang dibuat oleh Naruto.

[Wind Crushing]

Sebuah tekanan udara melaju keaeah Rias yang sudah siap dengan lingkaran sihirnya.

Rias tersenyum. "Selanjutnya"

Rias menembakkan bola -bola lagi namun dengan kecepatan yang berbeda tapi dengan sigap Naruto menahan serangannya dan untuk mematangkan Rias mengulang -ngulang terus serangannya hingga menurut Rias sudah pantas untuk level berikutnya.

Wush!

"Cho... Choto Matte"

Bola Powet of destruction dengan skala sedang mengarah cepat ke arah Naruto yang tak sempat membuat perlindungan karena letih.

"Uaghhhhh..."Teriak Naruto kesakitan kala bola itu mendarat ditubuhnya.

Melihat Naruto tak bisa mengelak membuat Rias cemas. "Naruto"

Rias berlari kearah Naruto yang tergeletak karena seranganmya kemudian mengecek keadaan Naruto.

"Apa kau tak apa Naruto?" Tanya Rias.

"Aku tak apa Buchou hanya dadaku sedikit sesak" Jawab Naruto jujur.

"Kalau begitu latihan hari ini cukup! Masih ada waktu lima belas menit sebelum sekolah lebih baik kita obati dulu lukamu" Naruto mengangguk karena walau tak sakit tapi lebih kearah nyeri.

"Arghhhh..." Naruto menjerit kesakitan karena Rias mengoleskan cairan pembersih luka tanpa sadar menekannya.

Melihat Naruto menjerit sontak menghentikan kegiatannya. "Gomen aku terlalu menekannya terlalu keras"

"Tidak apa Buchou aku hanya kaget" Rias tersenyum melihat tingkah Pawnnya yang polos.

"Kurasa sudah cukup jadi siap -siaplah untuk sekolah My Innoncent Pawn" Rias beruca sambil tersenyum sembari masuk kedalam kamarnya.

Naruto memandang punggung Rias dengan pandangan tak mengerti dan hanya dapat membatin. 'Innoncent?'

"Hah sudahlah lebih baik aku bersiap daripada membuat Buchou menunggu" Naruto bangkit kemudian masuk kekamarnya untuk membersihkan diri sebelum berangkat sekolah.

~XXX~ The Power of Elemental ~XXX~

"Ugh... Pelan -pelan Buchou kakiku rasanya nyeri"

Rias menghela nafas. "Ini sudah pelan baka"

Akeno, Kiba, Koneko, dan Issei memandang Rias dan Naruto dengan pandangan heran pasalnya Rias membantu Naruto untuk berjalanan.

"Ara.. Ara.. apa yang terjadi pada Naruto-kun sehingga kau menatihnya Buchou?" Tanya Akeno.

Rias menghela nafas sejenak sebelum menjawab. "Tadi aku dan Naruto berlatih sebentar dan ia terluka karena serangan Power of Destruction milikku"

"Apa Naruto memiliki Sacred Gear?" Tanya Kiba.

"Tidak tapi aku merasa Naruto memiliki sesuatu yang unik, bukn begitu Naruto?" Rias mengalihkan padangannya pada Naruto.

"Ha -Hai Buchou" Jawab Naruto gugup.

"Spesial seperti apa Buchou?"

"Nanti sepulang sekolah akan kuberitahu" Balas Rias.

Sedangkan Issei yang melihat tingkah gugup Naruto membuatnya memandang penuh selidik dan otak mesumnya kini sudah aktif. "Hey Naru kenapa kau gugup? Apa kau melakukan yang tidak -tidak pada Buchou?"

"Yang tidak -tidak bagaimana Senpai?" Tanya Naruto tak mengerti dengan tampang polos.

"Sudahlah Naru jangan kau dengar ucapan Issei nanti kau ikut -ikutan mesum seperti Issei" Sontak saja sahutan dari Rias membuat Issei tundung ditempat.

"Hancur sudah impianku"

Kemudian Rias dan Peeragenya berlalu memasuki halaman sekolah Kuoh Academy, saat memasuki halama sekolah kelompok ini tak henti -hentinya menjadi tatapan iri para siswa maupun siswi disini.

"Kenapa mereka menatapku seperti itu? apakah ada yang salah dengan diriku?" Gumam Naruto sambil memperhatikan pakaiannya jikalau ada yang salah.

"Fufufu... Tahukah kau bahwa dirimu sangat salah" Naruto menoleh kesamping dan mendapati sang Queen Buchounya sedang menatapnya dengan senyum yang terkesan aneh dimata Naruto.

"Err... Apa maksud Akeno-senpai?" Tanya Naruto ragu.

"Salahmu adalah karena wajahmu yang tampan dan sifatmu yang terlewat polos ini fufufu..." Jawab Akeno sambil membelai pipi berkumis milik Naruto.

"Sudahlah Akeno... sudah berapa kali kubilang untuk tidak mengisi pikiran Naruto dengan hal -hal yang tabu" Ucap Rias memperingatkan Queennya yang terkenal sadis dan suka menggoda orang yang polos.

"Fufufu Buchou cemburu"

"Apa? Ak-..."

Teng! Teng!

Ucapan Rias terpotong kala suara nyaring bel pertanda pelajaran sudah dimulai berbunyi membuat Peeragenya bubar menuju kelasnya masing -masing begitu juga dengan Naruto.

"Ohayou Minna" Sapa Naruto setelah memasuki kelas bertuliskan 10-D.

Sontak mendengar ucapan selamat pagi Naruto membuat penduduk kelas itu membalasnya dengan senyuman terutama para siswi. "Ohayou Naruto-kun"

Naruto berjalan pelan karena kakinya yang nyeri karena latihan tadi menuju bangkunya.

"Ada apa denganmu Namikaze-san? kenapa kau jalan agak tertatih?" Tanya Seorang gadis bersurai kuning cerah.

"Emmmm... Tadi aku hanya sedang berlatih dengan Buchou tapi aku tidak dapat menghindari serangannya Ehmmm..." Naruto nampak bingung untuk memanggil gadis cantik didepannya ini.

"Namaku Lucy Heartfilia kau bisa memanggilku Lucy, jadi bisa aku lihat"

Naruto menatap Lucy tak mengerti. "Apa maksudmu Lucy-san?"

"Maksudku aku bisa sedikit tahu tentang ilmu pengobatan tradisional siapa tahu aku bisa membantumu" Jawab Lucy.

"Ilmu pengobatan tradisional?" Gumam Naruto tak mengerti karena pasalnya ia tidak mengingat apapun dan juga dulu ia hidup diangkasa yang semua alatnya sangatlah canggih.

Lucy menghela nafas sejenak sebelum berucap. "Ya... itu adalah kemampuan turun temurun dari keluargaku"

Naruto mengangguk kemudian memperlihatkan luka bengkak dibetisnya.

"Ini mudah" Lucy berkata pelan kemudian menempelkan tangan kanannya ke betis Naruto.

"Ugh..." Naruto mendesis Sakit.

"Sudah selesai" Lucy tersenyum kearah Naruto.

Naruto menatap Lucy dengan bingung tapi kemudian ia melihat bekas lukanya dan matanya langsung terbelalak. "Bagaimana kau melakukan ini? apa kau juga Akuma?"

Lucy hanya terkikik mendengar ucapan polos dari Naruto.

"Kau akan mengetahuinya suatu saat nanti Letnan" Ucap Lucy sambil terkikik geli.

"Apa Mak-..."

Naruto tak sempat menyelsaikan kalimatnya karena sang sensei yang mengajar jam pertama sudah memasuki kelas dan jujur saja ia penasaran dengan siapa sebenarnya Lucy.

~XXX~ The Power of Elemental ~XXX~

Lucy dengan gembira memasuki kediamannya dengan hati membuncah hingga tak menyadari keberadaan sang Ibu yang sedari tadi memperhatikannya.

"Cup... Cup... Apa sesenang ini anak Kaasan sampai tak memberi salam saat masuk rumah?" Lucy menengok kesumber suara dan langsung memasang wajah cengengesan saat mendapati ibunya tersenyum penuh arti.

"Gomen Kaadan Aku terlalu senang sampai belum mengucapkan salam"

"Jadi apa yang membuatmu senang?" Ibunya bertanya dengan nada menggoda.

Nampak Lucy dalam pose berpikir. "Coba Kaasan tebak"

"Ehmmm... Kau mendapat uang yang banyak?" Lucy yang mendengar jawabbn Ibunya hanya dapat memayunkan bibirnya.

"Mou Kaasan aku tidak mengira kau berpikir aku materialistis"

Mendengar ucapab anaknya membuat mau tak mau sang ibu tertawa. "Hahaaha... jadi apa yang membuatmu senang kalau bukan uang?"

"Apa Kaasan mengingat peristiwa Andromeda 2 tahun yang lalu?" Lucy bertanya pada sang Ibu.

"Tentu saja Ibu akan mengingatnya selalu karena karena dia kita bisa selamat dan hidup dengan damai seperti sekarang, namun apa hubungan peristiwa Andromeda dengan hal yang membuatmu merasa senang?"

"Karena aku bertemu dengan Letnan"

"Naru..."

"Narutoooo"

"Ahhh ya ada appa Buchou?" Naruto langsung bangkit dari lamunannya karena suara teriakan Rias.

"Sebenarnya ada apa denganmu kenapa kau melamun?" Rias bertanya dengan tajam.

"Aku tidak apa Buchou hanya sedang berpikir" Naruto membalasnya dengam senyum kaku.

Rias nampak tak percaya dengan ucapan Naruto dan masih menatapnya tajam. "Jadi My Innoncent Pawn ini sudah tahu berbohong ya?"

"Aku memang tidak berbohong Buchou, aku memang sedang berpikir" Ucap Naruto yang merasa dirinya jujur.

"Lalu apa yang kau pikirkan?" Rias bertanya dengan heran.

"Lucy Heartfilia"

Mendengar jawabaan Naruto membuat Rias melotot dan langsung menarik daun telinga Naruto membuat sang empu mengaduh sakit.

"It... Ittai Buchou... Itta"

"Dasar mesum! ternyata sekarang kau sudah berani memikirkan tubuh wanita" Rias masih bersikukuh tidak melepaskan jewerannya.

"Ittai... biar aku jelaskan dulu"

Rias akhirnya melepaskan jawerannya kemudian berujar. "Baiklah jelaskan dan jangan mengada -ada seperti Issei"

"Anoo... sebenarnya aku bingung karena ia dapat menyembuhkan luka dikakiku dan ia menyebutku Letnan sebenarnya apa itu Letnan?" Tanya Naruto.

"Kurasa gadis yang bernama Lucy itu memiliki sesuatu yang unik dan soal Letnan itu biasanya pangkat tertinggi kedua setelah Kapten dijajaran sub unit pasukan komando" Jawab Rias.

"Sub unit komando?" Naruto bertanya tak mengerti.

"Sudahllah lebih baik kita menuju halaman belakang karena yang lainnya sudah menunggu kita" Naruto mengangguk kemudian mengikuti langkah Rias.

'Lucy Heartfilia siapa sebenarnya dia?' Pikir Rias.

Sedangkan ditempat Lucy ia baru saja menceritakan pertemuannya dengan Naruto pada ibunya.

"Apa kau yakin itu Letnan bukan orang yang mirip Letnan?" Tanya sang ibu memastikan.

Lucy mengangguk yakin kemudian berkata. "Aku sangat yakin Kaasan karena tak ada orang menggunakan sfera elemental kecuali Letnan, tapi..."

"Tapi apa?" Tanya sang ibu penasaran.

"Sepertinya ia mengalami Amnesia dan sekarang ia menjadi Iblis Peerage dari Rias Gremory" Jawab Lucy.

"Aku yakin Letnan dibuang karena melanggar peraturan demi kepentingan orang lain dari sob komando angkasa"

Lucy mengangguk pertanda sependapat dengaan sang Ibu. "Tapi walau seperti itu aku akan membelanya dimanapun ia berdiri seperti dulu disaat Letnan melindungi Kita dan kini kesempatan itu datang untuk aku membalas kebaikannya"

[Flashback]

Nampak dua perempuan berbeda umur sedang berjalan tertatih dengan tubuh penuh luka.

"Mau lari kemana kalian?" Dua Wanita itu menoleh dan mendapati seorang pria bersurai putih panjang.

"Mau apa kau? Tidak puas sub komando membunuh suamiku?" Tanya Wanita bersurai kuning itu dengan keras.

Pria itu hanya tersenyum licik. "Apa mauku? Tentu saja karena aku ingin menangkap kalian dan menjadikan kalian budakku hahaha"

"Dalam mimpimu"

"Selena Heartfilia ucapanmu terdengar sombong tapi itu tidak lama" Pria itu menyeringai.

[Shockwave]

Sebuah getaran dengan gerakan cepat langsung mengenai tubuh Selena membuat Selena langsung tumbang, Lucy yang melihat itu tak tinggal diam ia langsung mendekati ibunya dan langsung menyalurkan energi penyembuhannya.

"Kaasan.. bertahanlah! Jangan tinggalkan Lucy sendirian" Lucy tak dapat menahan tangis melihat kondisi Ibunya.

Pria itu nampak jengah melihat drama didepannya. "Hohoho Drama yang mengharukan tapi sayang ini harus berakhir"

"Katakan Selamat tinggal pada semuanya" Lanjutnya dengan membuat sebuah bola seukuran bola basket.

[Plasma Shockwave]

Wush!

'Berakhir'

[Cyclone Shield]

Sebuah perisai angin melindungi tubuh Lucy dan Ibunya dari serangan pria tadi.

"Apa yang kau lakukan disini Letnan?" Tanya pria berambut putih tadi pada pemuda bersurai pirang.

Pemuda itu mendecih. "Seharusnya aku yang bertanya apa yang ingin kau lakukan pada mereka Letnan Kimimaro"

"Aku hanya ingin bersenang -senang dengan mereka saja" Jawab Kimimaro.

"Tsk.. kau hanya berani melawan perempuan saja" Pemuda itu tersenyum mengejek kearah Kimimaro.

"Kalau begitu kita buktikan saja"

Ia tersenyum santai. "Kalian tinggalkan tempat ini kapal angkasa berada di arah barat daya dan biar aku yang urus Kimimaro"

"Kenapa? Kenapa kau membantu kami?" Tanya Lucy tak mengerti kearah Letnan.

Pemuda itu menarik senyum sesaat. "Karena aku salut padamu yang berani melindungi ibumu walau kau sadar kau tak akan menang"

Lucy nampak membantu mendengar ucapan sang Letnan pirang tak mengira orang yang disebut kunci dari sub komando pasukan angkasa memiliki hati besar seperti ini.

"Terimakasih Letnan aku akan membalas kebaikanmu, jika tidak bisa masa sekarang aku akan membalasnya dikehidupan selanjutnya"

Ia menoleh sesaat. "Aku juga berharap bisa bertemu denganmu lagi jika aku selamat dari ini"

[Thunderstorm Mode]

Yang terakhir Lucy lihat adalah dimana sang Letnan yang berubah dengan menggunakan jaket hitam aksen merah berhodie yanh sedang bertarung dengan Kimimaro karena ia segera berlari bersama ibunya menuju kapal angkasa seperti petunjuk dari Letnan.

[Flashback End]

Lucy sejenak memejamkan mata mengingat jasa yang dulu Letnan lakukan pada mereka.

"... Dan aku sangat senang karena dengan bertemu dengan Letnan lagi"

"Jadi nama Letnan adalah Naruto ya?" Sang Ibu hanya menghela.

Lucy mengangguk kemudian berkata. "Tapi yang membuatku tak habis pikir kenapa Letnan bisa menjadi Peerage dari Rias-senpai?"

"Entahlah tapi bisa jadi suatu hal yang buruk terjadi pada Letnan waktu itu" Lucy mangut -mangut mendengar jawaban sang Ibu.

"Tapi aku tetap harus mengawasi Letnan, karena aku yakin kekuatan yang tertidur suatu saat akan bangkit tinggal dimana ia berpihak"

~XXX~ The Power of Elemental ~XXX~

Sedangkan ditempat dimana latihan klub Occult Research Club nampak Naruto yang sudah bersiap untuk berlatih.

"Naruto coba kau hadapi Akeno"

Mendengar ucapan atau lebih tepatnya perinrah dari sang Buchou membuat Naruto melotot pasalnya ia tidak ingin berakhir gosong seperti Issei tadi.

"Ta -Tapi Bu-..:

Akeno dengan cepag memotong ucapan Naruto dengam kalimatnya. "Fufufu... Apa kau takut Naruto-kun?"

"Tentu saja Senpai mana ada yang ingin berakhir seperti Issei-senpai tadi" Mendengar ucapan polos Naruto membuat Rias beserta Peeragenya tertawa.

"Hahaaha... kalau kau tak ingin berakhir seperti Issei maka kau harus dapat mengalahkan Akeno" Ucap Rias.

Naruto hendak bersua namun tak jadi karen sebuah suara masuk kedalam pikirannya.

"Yakinlah pada dirimu dan gunakan nalurimu"

Akhirnya Naruto memberanikan dirinya dan berusaha yakin ia bisa mengalahkan Queen atau paling tidak ia tidak berakhir seperti Issei tadi.

"Aku siap Buchou" Naruto menghembuskan nafasnya sesaat. 'Aku harus yakin' Lanjutnya dalam hati.

"Ara.. Ara.. Kita akan bersenang -senang Naruto-kun" Akeno tersenyum manis kearah Naruto.

Slap!

Naruto mendongak dan melihat sambaran petir menuju kearahnya.

[Earth Shield]

Blar!

Ledakan kecil tercipta serangan Akeno mengenai dinding tanah yang melindungi sisi atas Naruto.

[Earth Ravage]

Blar! Blar!

Sebuah tanah lancip muncul dadi lapisan tanah secara berurutan dengam radius 10 meter dengaan tinggi 5 meter membuat Akeno yang terbang rendah sempat tergunjang.

[Holly Thunder]

[Thunder Strike]

Blaaaar!

Ledakan lagi -lagi tercipta dari serangan petir milik Akeno dengan sebuah pisau petir yang dilempar Naruto.

"Giliranku Akeno-senpai"

Blaaar!

Naruto memukul tanahn dan seketika segumpal tanah naik mengudara.

[Wind Vortex]

Sebuah pusaran angin berukuran sedang muncul dan menghancurkan tanah yang mengudara tadi membuat suasanana seperti badai pasir

"Ugh..." Akeno menyipitkan matanya jujur saja pusaran angin ini menganggu penglihatannya.

[Lightning Move]

[Thunder Shock]

Akeno tak menyadari keberadaan Naruto dan sebuah pijaran warna kuning keluar dari tubuh Naruto membuat dirinya merasa seperti tersengat oleh aliran listrik.

[Holly Thunder]

Sebuah petir berukuran besar menyambar membuat badai pasir buatan Naruto menghilang. Dari kejauhan nampak Rias dan Peeragenya terhibur dengan pertunjukan didepannya ini.

Issei termangu melihat adik kelasnya dapat mengimbangi pertarungan Akeno. "Aku tak menyangka Naruto bisa menandingi Akeno-senpai"

"Ya aku juga tidak menyangka tapi walau begitu itu masih belum cukup karena aku meminta Akeno untuk tidak mengeluarkan kemampuan penuhnya" Sahut Rias.

Sedangkan dipertarungan Naruto kini jatuh terduduk dengan nafas tersenggal karena jantungnya berpacu dengan cepat kalau saja ia tidak menghindar tadi sudah pasti ia akan menjadi gosong sekarang.

"Fufufu.. Apa kau masih kuat Naruto-kun?" Naruto mendongak mendapati sang Senpai sedang terbang dengan bugarnya.

"Apa yang harus kulakukan?" Gumam Naruto sendiri tiba -tiba ia mengingat suara ghaib tadi bahwa ia harus menggunakan nalurinya.

Naruto mulai berdiri "Naluri huh?"

Memejamkan mata sambil berkonsentrasi, tiba -tiba jam kanannya muncul tiga pola elemen yang berputar yang kemudian membesar membentuk sebuah portal yang berisikan tiga lingkaran elemen Petir, Tanah, dan Angin.

Slap!

Naruto melompati portal dan seketika itu pula ketiga pola itu berpijar.

[Sfera Power : Three]

"Tidak mungkin" Rias menatap ujung portal itu dengan menganga.

Berbeda dengan Peerage lainnya yang menatap kejadian absurd didepannya dengan takjub. "Sugoi"

Mereka benar -benar takjub dan terkejut melihat kemampuan Naruto yang membelah diri menjadi tiga tapi nyatanya sepertinya ketiga persona Naruto itu memiliki gaya yang berbeda yang didepan normal seperti Naruto, yang sisi kiri berekspresi dingin dengan gaya pakaian tertutup, dan yang kanan tampak selalu tersenyum dengan gaya pakaian kebalikan dari kiri yaitu terbuka.

"Lets Play"

[Stone Crusher]

[Strong Winds Swirl]

Persona Tanah dan Angin menggabungkan kekuatannya hingga membuat pusaran Angin besar dengan disertai bebatuan yang dihancurkan.

[Earth Hand]

[Highlands]

Akeno tak sempat menyadari sebuah bongkahan tanah manghantamnya dari bawah karena sibuk mempertahankan diri dari amukan pusaran angin besar itu.

[Land Holding]

Crak!

Tubuh Akeno langsung tercengkram erat oleh batuan yang dibuat oleh persona Tanah.

[Lightning Move]

[Thunder Knife]

"Sepertinya bukan aku yang akan gosong melainkan kau Akeno-senpai" Ucap Naruto dengan nada datar.

Duaaar!

Naruto melemparkan Pisau petir itu kearah Akeno membuat tubuh Akeno tersengat oleh listrik dari serangan Naruto.

Persona petir menoleh dan mendapati Angin yang sedang girang. "Hohohoho... Sekarang giliranku"

[Cyclone Ball]

"Cukup!"

Sebuah teriakan dari Rias membuat Angin menghentikan gerakannya yang sedang menerjang kearah Akeno.

"Hueeee... Kenapa kau menghentikannya Buchou" Rengek Angin pada Rias.

Rias menghela nafas dan satu hal yang ia sadari bahwa persona Naruto sangat berbeda dengan kepribadian Naruto yang asli. "Latihan hari ini cukup, selanjutnya aku akan menjelaskan tata cara menjadi Iblis yang baik dan benar"

~XXX~ Tobe Continued ~XXX~


Konichiwa bertemu lagi dengan saya... pertama saya mohon maaf karena janji saya sebelumnya untuk Update Sfrea Power tapi ehh malah Update yang ini... itu dikarenakan saya sedang mencari konflik yang pas untuk The Sfera Power...

Dan Bagaimana menurut kalian di chap ini? pasti tidak akan ada yang menduga akan ada Lucy dan Fairy Tails apalagi berasal dari Galaxy Andromeda hehe... tapi apapun itu apakah kalian puas dengan Chapter ini? atau ada yang kurang?... untu Chapter depan sepertinya akan ada Arc penyelamatan Ashia namun tentu saja ini berbeda dengan di Canon saya akan membuat Varias saya sendiri tapi gak terlalu banyak variasi nanti malah jadi prematur hahahaha...

Oke... dan pengumuman untuk Fic The Invoker akan saya Delete karena Kakak saya yang tidak bertanggung jawab tidak lagi mengirim file Updatean jadi terpaksa saya hapus tapi tenang saja akan saya buatkan Fic lainnya tapi untuk Fic yang gak jalan lainnya akan saya lanjutkan bila Fic The Sfera Power Season 1 and The Miracle Of Love udah kelar.

Dan kemungkinan besok buat Fic Ganti untuk The Invoker atau Update The Sfera Power. Jaa ne

Tanya Jawab :

Q : Eh, apa nggak aneh ya, make jam tangan dua?

A : Emang Standarnya seperti itu.

Q : Seven sfera kuasa itu power dari BBB the movie ya..? Soal nya saya belum liat movie nya.

A : Ya.

Q : Kekuatan naruto ni di ambil dari mana.? Kok menggelikan sekali melihat kepolosan naruto ya.?

A : Boboiboy. Namanya juga Amnesia permanen haha.

Q : Udah bikin baru lagi ya? Jangan lupa apdet fic yg lain ya. Next.

A : Salahkan kakakku yang tidak bertanggung jawab.

Q : Ceritanya bgs tapi pairnya itu lho ... Aku gak terlalu suka ama rias gara2 yang besar2 itu gak baik buat kesehatan :v

A : Tapi yang besar malah berisi dan menyahatkan tubuh haha :v

~ Sekian ~

Dont Forger For

R

E

V

I

E

W