Warning! YAOI/Typos/DLDR/RnR

ZeloZee

proudly present

.

.

With you With you

bagian 2

(i'm not a bad boy)

.

.

Daehyun rupanya sungguh-sungguh dengan ucapannya kemarin. Setelah membuat Himchan heboh dengan kehadirannya pagi tadi -untuk menjemput Junhong- pagi ini pun seisi sekolahnya dibuat heboh karena Daehyun datang bersama Junhong, dengan tangan yang saling bertautan. Bukan hanya itu, Daehyun juga mengantar Junhong sampai di depan kelasnya. Dan sebelum meninggalkan Junhong Daehyun menyempatkan diri untuk mengacak pelan rambut kekasihya. Kebiasaan barunya mungkin.

Sepeninggal Daehyun, Junhong bisa merasakan tatapan penuntut penjelasan dari hampir semua orang di kelasnya. Dengan malas Junhong mendudukkan diri di bangkunya, mengabaikan tatapan penuh tanya dari orang bermata indah di sampingnya.

"Yah! Aku menunggu penjelasan" seru suara di sebelahnya, sedikit merajuk. Junhong berfikir sebentar. Haruskah dia menceritakan semua pada Jongup? Setelah berfikir sedikit keras, Junhong pun memutuskan untuk membagi ceritanya pada Jongup.

"Apaa?!" Pekik Jongup, membuat hampir semua kepala di kelas itu menatap mereka.

"Pelankan suaramu,," Junhong berbisik sambil menutup bibir indah sahabatnya itu dengan telapak tangannya.

"Demi apapun Choi Junhong, aku tahu kau memang tidak waras.. Tapi aku benar-benar tidak mengira jika kau segila ini" seloroh Jongup. Membuat Junhong mendelik marah padanya. "Pokoknya, apapun alasanmu.. Aku harap kau bisa lebih menjaga dirimu mulai sekarang.." Saran Jongup yang tidak dimengerti Junhong.

oO-withyouwithyou-Oo

Sepertinya benar kata Jongup, Junhong mulai benar-benar gila. Buktinya sedari tadi dia memandangi sekumpulan sunbae yang sedang berlarian mengejar bola lewat jendela di samping kelasnya -untuk sekedar info Junhong duduk di samping jendela- yang lebih gila lagi, yang Junhong perhatikan adalah seorang berambut hitam dengan baju yang lepek oleh keringat, dia Jung Daehyun.

Kalau dipikir-pikir, normal sebenarnya memandangi kekasihmu yang sedang berkeringat mengejar bola, bukannya itu seksi? Tapi kalau lebih dipikir-pikir lagi, berhakkah Junhong melakukannya? seharusnya dia sudah cukup puas dengan Hoverboard impiannya sebagai imbalan kan?, tapi Junhong benar-benar tak mengerti. Ah biarlah, Junhong malas memikirkannya.

'tuk tuk' Jongup mengetuk-ngetuk meja Junhong meminta perhatian.

"Apa?" bisik Junhong selirih mungkin agar Kang sonsaengnim tidak mendengarnya. Bisa celaka kalau sampai Junhong tertangkap basah 'lagi' oleh guru killer itu.

"Istirahat nanti, bantu aku 'kabur' lagi ya?" ujar Jongup tak kalah lirih.

"Aku sudah taken nanti siang,"

Jongup merengutkan bibir seksinya lucu, mata sipitnya menyipit tidak suka. Junhong hanya mengangkat bahunya tak peduli.

Setelah bel istirahat berbunyi, Jongup dengan gesit menghilang entah kemana. Dengan wajahnya yang datar menggemaskan itu tentu banyak yang mengincarnya, mulai dari wanita hingga pria agresif membuat Jongup cukup jengah. Selama ini Junhong selalu membantunya keluar dari kerumunan penggemarnya tadi, tapi jika Junhong sudah memiliki kekasih, apa yang bisa dilakukannya? yah cara satu-satunya adalah kabur.

Junhong mencoret-coret bukunya malas, Daehyun bilang akan mengajaknya makan siang. Jadi Junhong sedang menunggunya dengan perut yang terus berbunyi minta diisi.

'Sekali sial, tetap saja sial. Kenapa dia hobi sekali membuat orang menunggu?' gerutu Junhong malas sambil mencoret-coret bukunya makin beringas. Tidak tahan menunggu Daehyun, Junhong memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan hasrat yang ditahannya sejak jam pelajaran Kang sonsaengnim tadi.

Di kamar mandi, dengan buru-buru Junhong memasuki sebuah bilik dan lansung menguncinya dari dalam.

"Yah,, kau tahu Daehyun sunbae berpacaran dengan Choi Junhong" kata seseorang dari luar bilik toiletnya, membuat Junhong menajamkan pendengarannya seketika saat mendengar namanya disebut-sebut.

"Heh,, Choi Junhong yang selalu bermasalah dengan Kang sonsaengnim itu?" timpal suara yang lain. Membuat Junhong mendengus sebal.

'Berani-beraninya mereka menggosipkanku? Awas saja' batin Junhong sambil buru-buru merapikan pakaiannya.

"Tapi kan Junhong memang manis," imbuh suara yang lain. Membuat Junhong melupakan niatnya, tanpa sadar pipinya memerah. "Hm,, dia juga lucu, suaranya imut, tawanya juga menggemaskan" lanjut suara itu membuat Junhong mendudukkan dirinya di kloset dengan tersipu-sipu.

"Heh,, yang namanya pembuat onar tetap saja pembuat onar" balas suara lainnya. Membuat mata Junhong melebar tak terima. Juhong berniat merekam pembicaraan mereka di ponselnya, namun setelah mengaktifkan perekam suara, omongan-omongan tadi tidak terdengar lagi, membuat Junhong penasaran. Junhong menyembulkan kepalanya dari bilik pintu, menoleh ke kanan dan kiri namun tidak menemukan satu orangpun di sana. Karena tidak menemukan siapapun, Junhong pun keluar dari toilet.

Tubuhnya terlonjak kaget saat mendapati Daehyun yang tengah menyandarkan tubuhnya dengan santai di salah satu westafel dengan tangan yang menyilang di dada dan matanya yang terpejam rapat.

"Lama sekali.." ucapnya, matanya masih menutup rapat.

Junhong tak membalas, masih sibuk menenagkan jantungnya yang hampir lepas saking kagetnya. Karena lama tak mendengar balasan Junhong, Daehyun membuka matanya. Tersenyum lembut saat melihat Junhong yang masih melongo kaget.

"Ayo,, aku lapar" tanpa aba-aba, Daehyun menggandeng tangan Junhong, menyeretnya keluar dari toilet Junhong hanya bisa pasrah.

oO-withyouwithyou-Oo

"Apa?!" pekik Junhong, membuat seluruh perhatian penghuni kafetaria itu menoleh padanya. "kenapa aku harus melakukannya?" tanya Junhong dengan intonasi yang lebih halus.

"Karena kau kekasihku.." jawab Daehyun enteng sambil memakan kimbabnya.

"Y-ya,, tapi kenapa aku harus belajar untuk menghadapi ujian?" Junhong masih tidak mengerti.

"Karena kau kekasih Jung Daehyun, paling tidak kau tidak boleh membuatku malu dengan menempati peringkat terbawah lagi kan?"

Ah jawaban Daehyun barusan benar-benar menohok Junhong tepat di kerongkongannya sehingga membuatnya susah payah memakan makan siangnya.

"Aku tidak memintamu untuk menjadi yang terbaik Choi Junhong. Paling tidak, jangan menjadi yang terakhir lagi" jelas Daehyun sayang sambil mengelus pucuk kepala Junhong.

"B-baiklah" ucap Junhong berat. Meskipun sulit, Junhong akan mencobanya. Toh Daehyun akan membantunya kan?

oO-withyouwithyou-Oo

Pulang sekolah, Daehyun masih menggenggap erat tangan Junhong. Angin musim gugur masih berhembus kencang, membuat Junhong bergidik. Daehyun menggenggam tangan Junhong semakin erat, menariknya lembut menuju kantung jaket merah maroon yang tengah digunakannya. Junhong diam tak memberontak, tangannya terasa hangat.

"Jadi,, kita mulai belajar hari ini?" tawar Daehyun.

"Hm,," sedikit menimang-nimang, "bolehh" lanjut Junhong sambil tersenyum lebar.

"Di tempatku? atau di tempatmu?" tanya Daehyun.

"Huh?"

"Ah tidak-tidak, lebih baik belajar di tempatku saja" putus Daehyun sambil menarik Junhong menuju rumahnya yang tak sebegitu jauh dari tempat mereka berada.

Rumah Daehyun adalah sebuah apartemen. Cukup luas untuk ditinggali sendiri. Apartemen ini didominasi oleh warna hitam, putih dan abu-abu. Daehyun menyuruh Junhong duduk di sofa beludru berwarna abu-abu, sedangkan dia sendiri menyibukkan diri untuk menyiapkan kudapan untuk Junhong.

Sambil menunggu Daehyun, Junhong mengelilingi rumah Daehyun, dia bisa melihat berbagai macam piagam dan piala di salah satu rak. Mulai dari piala akademis, sampai bidang non akademis seperti berenang, sepak bola dan bernyanyi. Ah,, Junhong baru tahu kalau Daehyun bisa menyanyi.

"Eoh,, Hyung bisa menyanyi?" celetuk Junhong sambil mengamati piagam penghargaan dengan nama Jung Daehyun. "Waw,, juara satu? Kau pasti sangat hebat saat bernyanyi.."

"Hm,, itu dulu,, kalau sekarang,, entahlah.. sudah lama sekali aku tidak bernyanyi" jawab Daehyun sambil meletakkan nampan di atas meja. "Jadi, pelajaran apa untuk ulangan besok?"

"Bahasa Inggris,," jawab Junhong sambil berjalan ke arah Daehyun.

"Ah,, aku tidak terlalu menguasai bahasa Inggris,," gumam Daehyun. "Ini,, pelajari buku ini,," kata Daehyun sambil menarik Junhong pelan agar duduk di sampingnya. Sangat dekat sampai-sampai Junhong bisa mencium keringat Daehyun yang membuatnnya sedikit bergetar.

"Kalau nilaiku meningkat saat ulangan besok, apa yang akan kau berikan padaku?" tanya Junhong sambil memiringkan kepalanya.

"Apapun yang kau inginkan?" kata Daehyun.

"Apapun?" tanya Junhong meyakinkan.

"Ne,, apapun"

Mendengar jawaban Daehyun membuat semangat belajar Junhong mulai berkobar, bahasa Inggris? jangan salah, dulu sekali Junhong pernah tiggal di Amerika untuk beberapa tahun. Jadi sebenarnya Junhong paling menguasai pelajaran ini, hanya saja selama ini ia terlalu malas untuk belajar dan selalu menjawab soal dengan asal-asalan. Jadi kalau dia sedikit saja belajar dan bersungguh-sungguh saat mengerjakan soal, dia pasti bisa memenangkan taruhan kan?

Junhong benar-benar belajar kali ini, sudah lama sekali rasanya dia belajar sampai badannya pegal-pegal, saat menolehkan kepalanya dia mendapati Daehyun yang masih bersandar di pada sofa di belakangnya tengah memejamkan matanya. Lelah mungkin, seharian tadi Junhong melihat Daehyun berlarian kesana-kemari mengejar bola.

"Hm,, kalau begini,, Jung Daehyun lumayan menggemaskan juga" bisik Junhong tanpa sadar. Mata itu, hidung itu, bibir itu, Junhong baru menyadari kalau selain brengsek _menurutnya_ Jung Daehyun juga lumayan tampan. Tanpa sadar tangan Junhong terulur hendak meraih wajah terpejam Daehyun.

"Jangan coba-coba menyerang saat aku tertidur, Choi Junhong" tiba-tiba saja Daehyun membuka matanya, membuat Junhong tergagap, dengan reflek dia menjauhkan tangannya. Namun dengan lincah, Daehyun mencengkram lengannya kuat. "Lakukan saat aku siap,,"

Setelahnya Daehyun menarik lengan Junhong, tangannya yang menganggur bergerak untuk menarik tengkuk Junhong, mendorongnya hingga kedua bibir mereka menempel. Setelah lama dan tidak ada tanda penolakan dari Junhong, Daehyun mulai berani menggerakkan bibir tebalnya. Membuat Junhong menutup matanya perlahan.

oO-To be Continue-Oo

Hallooooooo '-')/

terimakasih buanyak buat yang review

terimakasih juga buat yang mau baca :'D

jangan bosan-bosan baca dan ngereview ya :'D

maaf kalo chapt ini garing T.T

mampet ide, DaeLo nya pun kurang nendang, maklum lagi UAS jadi banyak pikiran *alesan

Akhir kata,

19 juni 2016

With love,

ZeloZee