Title : My Cool Idol

Author. : Darkdeyminn

Genre. : Romance

Main Cast. : Namja Jung Yunho

Shim Changmin ( Jung Changmin )

Park Yoochun

Yeoja Kim Jaejoong

Kim Junsu

Cho Kyuhyun

And other*

Rating : NC-17

Disclaimer : Semua cast hanyalah milik Tuhan YME, autor hanya mencoba untuk meminjam nama para cast.

Warning : Cerita gak jelas, hanyalah sebuah khayalan autor, banyak typo(s) dimana-mana, dkk.


"Nuguya eonn?"

"isshh, Yunho Oppa... Jung Yunho Oppa Kyunie."

Junsu yang baru saja menyelesaikan ke-loadingan pikirannya, tiba-tiba

MWOo,?!

.-.-.-.-.

Capster 2

"Jonggie, Jonggie tidak bercandakan?"

...

"Yahh, Yunho oppa Jonggie ... Jung Yunho oppa."

Jaejoong tak habis pikir, kenapa kedua sahabatnya itu bisa histeris setelah mendengar nama itu. Mungkinkah ...

Theeett

Suara bel tanda masuk membuyarkan semua pikiran-pikiran Jaejoong. Entahlah, dia tidak mau ambil pusing karna masalah itu. Baginya kejadian tadi pagi hanyalah sebuah kecelakaan yang tidak disengaja yang berhasil membuat tangannya sakit sampai sekarang.

Didalam kelas, Jaejoong hanya menatap kedepan menatap sang songsaenim yang asik menjelaskan pelajan hari ini. Dia tidak ingin menyianyiakan waktu belajarnya, dia ingin membuat eomma tercintanya bangga dengan dirinya. Yahh, meskipun Jaejoong termasuk gadis yang pintar, dia tetap saja belajar dan belajar. Hingga dia menyadari ada sebuah gulungan kertas kecil yang dilempar tepat kearahnya.

Jonggie... kapan Jonggie mau ketemu Yunho oppa lagi?

Pokoknya nanti kalau Jonggie ingin ketemu, Jonggie wajib ajak Su-ie sama Kyunie ikut, arasseo.?

Jaejoong hanya menarik nafasnya panjang tanpa mempedulikan kedua sosok sahabatnya itu. Dia kembali asik berkurik dengan pelajarannya hingga tak menyadari wajah-wajah ditekuk lesu yang ada dibelakangnya.

Ada apasih dengan mereka, ada apa juga dengan seorang Jung Yunho? Apa dia orang terkenal? Apa dia anak presiden? Atau jangan-jangan dia seorang kriminal? Akkkhhh ... Ada apa dengan diriku? Kenapa aku jadi memikirkan ini,aishh.

Jaejoong mulai berdialoh dengan dirinya sendiri, mungkin setelah ini dia juga akan tertular penyakit gila mendadak seperti sahabat-sahabatnya.

.-.-.-.-.-.

Di tempat lain, seorang namja bertubuh tegap berisi terlihat sedang menikmati sarapannya dibalkon rumah yang bisa dibilang seperti istana itu. Ditangannya terdapat sebuah dompet lucu bergambar Hello Kitty. Dia tersenyum sendiri melihat benda itu.

"Kim Jaejong ... Hmmb, menarik." Katanya entah dengan siapa.

Yunho kembali menyeruput kopi latte kesukaannya.

"Ekhem ekhem" terdengar suara dehem dari arah belakannya.

"Hyung, kau belum berangkat kelokasi?" Tanya seseorang yang terlihat lebih muda darinya. "bukannya kau harus sampai kelokasi jam sepuluh nanti hyung? ingat sekarang sudah jam sembilan dan perjalananmu memakan waktu juga loh hyung."

...

Merasa tak mendapatkan respon, ia menaikkan oktaf suaranya satu level. "Yak Yunho hyung ... Jung Yunho hyung ... Apa kau masih ada disitu?"

"Aissh, kau kenapa Jung kecil? Kenapa pagi-pagi kau sudah berteriak keras eoh?"

"Yahh kenapa? Q aku hyung yang tanya begitu, tanya kenapa hyung sudah melamun pagi-pagi?"

" Ahh itu ... Hmbb anniya Minnie." Yunho menggaruk tengkuknya yang sama sekqli tidak gatal.

Sedangkan si adik hanya tertawa melihat tingkah kakaknya yang seperti seorang maling yang tertangkap basah mencuri.

"Haha ... Hyung kau lucu sekali."

"Yak ! Apa yang kau tertawakan Jung kecil."

"haha ... Anni hyung."

"Ishh dasar bocah."

"Yahh hyung ... Minnie bukan bocah lagi, coba nih lihat tubuh Minnie yang udah gede gini." Jelasnya dengan wajah selugu mungkin.

Sekarang giliran Yunho yang tertawa "Haha ... mana ada anak yang sudah gede memasang wajah lugu anak kecil begitu Minnie sayang."

...

"Nde nde ... Minnie sudah gede bukan bocah lagi. Khaa sekarang jangan cemberut gitu."

...

"Ya sudah kalau masih cemberut hyung gak akan ngajak Minnie ke Cafe temen hyung yang baru dibuka."

"Yahh ... pally hyung, Minnie mau ikut."

"Shiruh, hyung gak mau ngajak anak yang cemberut."

"Enggak lagi hyung, Minnie gak cemberut hihihii."

"Smart boy."

Yunho memanglah sangat menyayangi adik semata wayangnya ini. Meskipun tak jarang mereka saling menjahili dan bertengkar, namun itu semualah yang membuat mereka menjadi semakin dekat, semakin mengerti satu sama lain. Hubungan yang sangat natural membuat keduanya bisa saling memahami setiap keadaan mereka. Tak pernah ada yang bisa dibohongi. Tak pernah ada yang bisa disembunyikan. Mereka akan saling tahu meskipun tak ada yang berbicara.

"Minnie kenapa gak berangkat sekolah eum?"

"Minnie berangkat hyung tapi nanti siang."

...

"Berangkat cuma untuk mempersiapkan besok hyung."

"Memangnya besok ada apa?"

"Besok ada lomba Sains sekota Seoul."

"Ohh ... Wahh adik hyung memanglah anak pinter nde, belajar yang rajin dan besok harus jadi juara, oke!"

"Ship hyung."

Mereka tertawa bersama dipagi yang hangat itu. Bila ada orang yang melihat, pasti mereka semua akan beranggapan bahwa keluarga ini sangatlah bahagia. Tapi memang begitulah keluarga yang dikepalai seorang Jung Siwon pemilik Jung Comporation ini.

" Hyung ... Hyung tidak berangkat?"

" Ah nde, habis ini hyung berangkat Minnie."

" Ohh ..."

" Khaa hyung berangkat dulu nde, Minnie baik-baik dirumah."

" Siap bos!"

" Hahaa .." Yunho mengacak rambut adiknya dan berlalu meninggalkannya.

" Hyung jangan lupa berposelah sebaik mungkin, buat semua para yeoja diseluruh kota ini terpukau melihatmu hyung." Teriaknya tiba-tiba.

Yunho tak menjawab adiknya, dia hanya membuat tanda bulat dari ibu jari dan jari telunjuk sebagai pertanda oke.

Kini Yunho telah ada dkdalam mobil sport kebanggaannya. Dia menyusuri jalanan kota yang sudah tidak padat lagi. Hari-harinya memanglah sungguh sangat padat. Bayangkan saja, dia harus kuliah sambil menjadi seorang aktor dan model yang prefesional. Belum lagi dia juga harus berhati-hati disetiap waktu, menghindari para fans yang selalu membuntutinya. Sungguh sangat melelahkan. Tapi bagaimana lagi, dia sangat menyukai kedua hal ini, dia tidak ingin melepas salah satunya.

Setelah memakan waktu setengah jam, akhirnya Yunho sampai ditempat pemotretan juga. Karena kali ini bertemakan summer pemotratan diambil di salah satu pantai yang terletak dipinggir kota Seoul. Semua kru sudah bersiap-siap. Yunho langsung mengganti bajunya dan bersiap untuk dimake up.

" Annyeong, akhirnya kau sudah sampai juga oppa."

" Ahh nde Ahra-shi."

" Ahh .. Padahal aku sudah menunggumu dari tadi oppa."

Yunho tak menjawab, dia hanya memberikan senyuman tipis kepada gadis yang disampingnya.

" Oppa, apa oppa tahu ... Aku adalah penggemar beratmu oppa. Aku sangat menyukai gaya-gaya oppa waktu bermain film. Aku juga sangat kagum waktu oppa menjadi seorang model, oppa terlihat sangatlah profesional. Aku ingin seperti oppa." Jelas Ahra panjang lebar tanpa memperhatikan wajah bosan orang yang disampingnya. " Dan oppa juga harus tahu, aku sangat menantikan hari ini oppa. Menjadi pasangan model bersama Yunho oppa adalah impianku. Aku sangat bahagia oppa."

Karna sudah tak tahan dengan keadaan seperti ini, Yunho langsung saja beranjak pergi.

" Yahh ... Oppa mau kemana?"

" Aku sudah selesai, jadi aku keluar dulu Ahra-shi." Yunho langsung saja berlalu dari tempat make up.

Ahra yang merasa diacuhkan begitu saja oleh Yunho, berdecak kesal merutuki dirinya.

ihh kenapa oppa membiarkanku begitu saja, kenapa oppa tak mau membalas kata-kata ku. Padahal kan aku sudah berbicara panjang lebar. Ihh ihh ihh aku sebal sama oppa, oppa orang yang dingin. Tapi aku cinta sama oppa. Pokoknya aku akan membuat oppa mencintai ku juga. Tunggu saja oppa, kau hanya akan menjadi milik Go Ahra seorang.

Ahra tersenyum sendiri pada pantulan dirinya dikaca, seakan dia adalah seorang yang pasti akan selalu menang dan mendapatkan semua yang dia ingin.

Cahaya matahari sungguhlah bersahabat kali ini. Membuat acara pemotretan semakin lancar.

Yunho, dia memakai kemeja putih tipis dengan kancing yang terbuka disetiap bagiannya, menampakkan setiap lekuk didada bidangnya. Dengan lengan kemeja yang dilipat sampai sepertiga lengan dan celana pendek, membuatmya semakin terlihat menawan. Jangan lupakan sebuah kaca mata hitam yang la bawa. Dengan menatap kehamparan air biru dan dengan angin yang menghembus pelan namun pas, membuat semua foto yang diambil terlihat sangat sempurna.

Pose demi pose la gayakan, dan semuanya sungguh sempurna. Para kru memberikan ucapan selamat dan terima kasih diakhir pemotretan. Pemotretan kali ini berjalan sangat baik dan tak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.

Kini Yunho kembali berada didalam mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Ia tidak ingin terburu-buru karena memang sekarang dia tidak sda jadwal lagi. Tidak ada jam kuliah hari ini, dan itulah yang membuatnya semakin gembira. Dia melirik sebuah dompet di jog srbelahnya dan tersenyum.

.-.-.-.-.-.-.

"Su-ie ... Jonggie pinjem uang Su-ie dulu nde, dompet Jonggie hilang dan tidak mungkin juga Jonggie pulang jalan kaki, kaki Jonggie masih terasa sakit." Jelas Jaejoong dengan wajah memelasnya.

" Nde Jonggie. Jonggie tidak usah pinjam, ini buat Jonggie aja." Ucap Junsu sambil menyodorkan uang lembar 50.000 won kepada sahabatnya itu.

" Anni Su-ie ... Jonggie hanya mau pinjam dan besok pasti Jonggie kembalikan."

" Terserah Jonggie sajalah."

" Gomawoyo."

Jaejoong memeluk sahabatnya itu sebagai tanda terima kasih. Kini mereka berjalan menuju halte bus bersama.

" Jonggie yakin mau naik bus?"

" Nde Su-ie."

" Kenapa tidak bareng Su-ie saja, biar nanti Su-ie yang mengantar Jonggie pulang."

" Tidak usah Su-ie, lagian supir Su-ie kan juga telat jemputnya."

" Tapi nanti kalau ada apa-apa dengan "

Belum selesai Junsu dengan kata-katanya, Jaejoong langsung mendahuluinya. " Su-ie jangan berfikiran macam-macam, Jonggie tidak akan kenapa-kenapa."

Junsu yang tak ingin berdebat lebih lama lagi karena dia pasti tau akan sia-sia, hanya bisa menerima keputusan sahabatnya yang satu ini.

Memang diantara mereka bertiga Jaejoong dan Kyuhyun adalah tipe gadis yang sangat ber-ego tinggi. Mereka tidak ingin merepotkan siapa saja dalam suatu hal apalagi selama mereka bisa melakukan hal itu sendiri.

Mereka berdua mengobrol sambil menunggu bis datang. Dan tanpa mereka sadari ada sebuah mobil sport yang berhenti tak jauh dari mereka berada.

" jaejoong ... Hey Kim Jaejoong."

Jaejoong menyadari ada seseorang yang memanggil namanya. Dia pun mengedarkan matanya kesemua arah, mencari dari mana suara itu berasal.

" Hey, aku disini."

Jaejoong menatap heran mobil hitam sport dengan kaca yang terbuka sedikit. Dengan memberanikan dirinya, Jaejoong melangkah mendekati mobil itu dan menghiraukan sahabatnya yang menatap heran.

Jaejoong menatap tak percaya siapa dibalik kaca mobil tersebut. Pikirannya teringat kembali kebebera saat yang lalu.

flashback

" Jonggie ... Jonggie benar-benar tidak tahu siapa Jung Yunho itu?" Tanya Junsu waktu mereka sedang dikantin sekolah.

" Tidak, wae?"

" Jonngie memang tidak pernah melihat majalah atau TV?"

Jaejoong menatap heran kedua sahabatnya yang terlihat sangat shock waktu dirinya tidak tahu siapa Jung Yunho sebenarnya.

" Aissh, eonnie porselin ku sayang ... Perlu eonnie tahu yaa, Jung Yunho itu adalah aktor sekaligus model yang sangat banyak dibicarakan gadis-gadis muda sekarang ini."

" Jinjja?"

" Nde Jonggie, makanya tadi Jonggie beruntung sekali bisa tertabrak oleh Yunho oppa, apalagi sampai diantar sekolah."

" Yahh mana ada tertabrak itu beruntung Su-ie ... yang ada sekarang kaki dan tangan Jonggie sakit tahu." Ucap Jaejoong sambil menatap tangannya.

" Tapikan setidaknya Jonggie diantar sama orang terkenal yang bak pangeran itu."

" Nah, betul tuh kata eonnie dolpin. Eonnie tuh salah satu gadis yang beruntung."

Jaejoong menatap malas keduanya. Kenapa sekarang sahabatnya malah memuji orang yang sudah menabraknya itu.

flashback end

Yunho mengedarkan telapak tangannya didepan wajah tanpa cacat itu.

" Yak jangan melamun, ayo masuk."

" Ehhh?"

" Masuk kedalam mobil Kim Jaejoong. Khaa cepat masuk." Suruh Yunho tak sabar. Dia benar-benar tak bisa berlama-lama ditempat seperti ini, apalagi jika ada orang yang mengenalinya. Dia sedang tidak ingin meladeni para fans dadakan saat ini.

" Ahh, aku sedang bersama sahabatku oppa."

" Ajak saja dia juga."

Tanpa berfikir panjang Jaejoong melambaikan tangannya, isyarat bahwa Jaejoong memanggil Junsu.

" Nde?"

Junsu yang tidak mengerti segera mendekati Jaejoong, dia pun langsung shock saat mengetahui siapa yang ada didalam mobil itu. Dengan segera dan tanpa aba-aba Jaejoong menutup mulut Junsu, dia sangat tahu apa yang akan terjadi jika dia telat mengunci mulut sahabatnya itu.

" Jangan keluarkan suara lumba-lumba mu itu Su-ie."

Junsu hanya mengangguk dengan telapak tangan Jaejoong yang masih menempel mengunci mulutnya. Junsu langsung mengambil nafas sebanyak-banyaknya setelah terlepas dari Jaejoong, seakan dia sudah lama tak bertemu oksigen.

" khaa kita masuk Su-ie."

" Ehh?"

" Ayoo Su-ie." Jaejoong langsung menarik tangan Junsu masuk ke kursi belakang mobil.

Setelah keduanya masuk Yunho langsung menjalankan mobilnya meninggalkan wilayah sekolah itu. Semua untuk beberapa saat terdiam tak ada yang membuka susra terlebih dahulu. Hingga akhirnya Yunho membuka suara.

" lni dompetmu Jae." Yunho menyodorkan dompet bergambar Hello Kitty iru ke kursi belakang dimana Jaejoong dan Junsu berada.

" Kyaa ... Dompet Jonggie ketemu." Keriak Jaejoong girang sambil memeluk sabahatnya. " Gomawo oppa, oppa sudah menemukan dompet Jonggie yang hilang."

" Dompet itu tidak hilang Jonggie, hanya saja tadi tertinggal di jok mobil."

" Ohh, berarti tadi pagi dompet Jonggie jatuh di jok mobil oppa."

" Nde Jonggie." Yunho tersenyum melihat ekspresi Jaejoong dari balik kaca yang ada didalam mobil itu.

Junsu yang sama sekali tidak mengerti hanya berdehem menyadarkan sahabarnya jika ada dirinya disini.

" Ahh, oppa ini kenalin sahabat Jonggi."

" Annyeong oppa, Junsu imnida."

" Annyeong Junsu-ah."

" Oppa, oppa kok bisa disini memangnya oppa tidak sibuk?" Tanya Junsu.

" Ehh, Junsu-ah kenal siapa oppa?"

" Yahh, siapa sih yang tidak kenal dengan seorang aktor sekaligus model profesional seperti oppa, euh kyang kyang."

" Tapi tadi pagi sahabatmu itu..."

" Haha, kalau Jonggie jangan heran oppa, dia memang tidak tau masalah begituan."

Merasa kesal Jaejoong langsung mencubit lengan sahabatnya itu.

" Kyaa kenapa Jonggie cubit lengan Su-ie, sakit tahu." Junsu mempoutkan bibirnya sambil mengusap bekas cubitan dilengannya.

" Biarin suruh siapa menjelak-jelekkan Jonggie." Jaejoong menjulurkan lidahnya kearah Junsu.

" Yak yak yak."

Yunho hanya tertawa melihat aksi kedua sahabat yang sibuk bertengkar ria itu. " Sudah tidak usah bertengkar, kalian lapar tidak?"

" Lapar oppa, Su-ie lapar."

" Kajja kita makan dulu, biar oppa yang traktir."

Junsu bersorak ria karena itu, tapi tak sama halnya Jaejoong.

" Eum, Jonggie mau pulang aja oppa."

" Ehh?" Yunho menyerngitkan dahinya.

" Jonggie wae?"

" Jonggie harus pulang Su-is, eomma Jonggie pasti sudsh menunggu Jonggie dirumah."

" Ahh nde, kalau begitu Su-ie juga tidak jadi makan, kita pulang aja Jonggie."

" Tapi Su-ie."

" Tidak ada tapi-tapian Jonggie." Junsu menatap wajah sahabatnya itu dan kembali berbicara kepada Yunho " Oppa, kita langsung kerumahnya Jonggie aja nde."

" Nde, tapi rumahnya dimana?"

" Dideket tempat yang tidak sengaja kita tertabrak tadi oppa."

" Ohh didaerah sana, oke."

Yunho langsung melajukan mobil hitamnya membelah jalanan. Mereka masih asik mengobrol didalam mobil, hingga tak lama berselang waktu, mereka sudah sampai didepan rumah yang sederhana tapi terlihat sangat nyaman. Bunga-bubga tumbuh subur disekeliling rumah itu. Benar-benar rumah yang indah.

" Ayo oppa kita masuk." Ajak Jaejoong kepada Yunho.

" Ahh nde Jae."

Jaejoong membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Yunho untuk masuk. Junsu yang memang sudah biasa keluar masuk rumah itu, tentu saja langsung menerobos masuk tanpa menunggu dipersilahkan sang pemilik rumah.

" Eomma, Jonggie pulang." Teriak Jaejong. Dia mengedarkan seluruh pandangannya mencari dimana eommanya berada.

" Eomma ... Eomma ..."

" Nde Jonggie sayang eomma sedang didapur." Jawab eommanya.

" Eomma Jonngie pulang bersama Su-ie dan teman baru Jonggie."

" Nde eomma segera kesana."

Jaejoong tersenyum kepada Yunho dan Su-ie.

" Oppa, oppa santai saja ya disini. Anggap seperti rumah sendiri." Kata Jaejoong ramah.

" Ahh nde Jae." Yunho hanya bisa mengangguk sambil tersemyum.

Dari arah dalam, eomma Kim muncul. Dia merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan akibat kegiatannya didapur.

" Hey anak eomma sayang ... Wahh sudah pulang, pasti Jonggie capek nde." Eomma Kim membelai lembut surai hitam anaknya.

" Eomma, Jonggie pulang bersama Su-ie dan geman Jonngi."

Eomma Kim langsung mengedarkan pandangannya kearah Junsu. " Su-ie apa kabar nak? Wahh Su-ie sudah lama tidak mampir kesini nde."

" Hehe, baik Eommanim. Miyanhae belakangan ini Su-ie sibuk eommanim." Junsu memeluk erat eomma Kim, dia sudah menganggap eomma Kin adalah eommanya sendiri.

" Eomma, ini kenalin teman Jonggie namanya Jung Yunho oppa."

Eomma Kin melihat kearah Yunho dan deg ...

Jung? Kenapa marganya Jung? Dan kenapa matanya sama persis dengan mata itu ... Apa ini? Kebetulan atau kah memang dia ... dia .. dia anak dari orang itu?

Tbc.

,, kyaa akhirnya caps.2 deyminn tulis juga.

miyan buat semua reader, ceritanya masih begini, masih kurang begitu jelas. Huwaa Jeongmal miyanhae.

Tetep Deyminn tunggu reviewnya buat caps.2 nde...^,~)

Buat yang sudah Review di caps.1 gomawo /:kecup atu-atu:/