*14MEI* PART2
CAST:
kim minseok
xi luhan
byunbaekhyun
wu yi fan aka kris
~
minseok yang masih shok dengan apa yang dia lihat kini kembali di kagetkan dengan orang yang berdiri di depannya, wajahnya cantik namun juga tampan ranbutnya putih seputih salju hanboknyapun putih bersih, dan dia memegang sebuah kipas yang di ujung kipasnya terdapat 2 buah lonceng dan juga tanda bulan sabit di dahinya dan minseok sempat berpikir bahwa dia lu anjing putihnya.
"siapa kau "
"saya xi luhan atau sering anda panggil lu"
~
minseok terus menatap namja di depannya antara percaya dan tidak, sedangkan namja yang di tatap, duduk bersila di depan minseok sambil mengibas ngibaskan kipasnya.
"kau sungguh sungguh lu? anjing putih itu?"
"ini sudah seribukali anda bertanya hal yang sama pada saya dan jawaban saya tetap sama "
"kau bisa berubah menjadi manusia?"
"hem"
"ini gila selama aku hidup bersamamu baru kali ini aku tau kau bisa berubah menjadi manusia"
"saya siluman jangan samakan saya dengan manusia"
"lalu kenapa kau tak berubah saat aku memintamu berubah?"
"untuk apa? untuk menjadi pembantu anda? sudah lah kita henikan pembicaraan aneh ini"
luhan berdiri di depan minseok dan meraih tangan kiri minseok, luhan mencabut 1 lonceng yang tergantung di kipasnya dan loncengitu di ikat dengan seutas beang merah dan memakaikannya ke pergelangan minseok.
"apa ini?"
"pakai saja, saya punya pirasat buruk jika tak melakukannya "
minseok mendengus kesal dan mencoba melepaskan lonceng yang melingkar indah di pergelangan tangannya.
"sekeras apapun anda mencoba melepasnya anda tak akan bisa melepaskannya, jika bukan saya yang melepaskannya tak akan ada seorang pun yang dapat melepasnya"
minseok cengo mendengarnya dan semakin gencar melepaskan lonceng tersebut.
"ini gila "
luhan tak banyak bicara dia meraih tangan minseok dan segera menariknya keluar ruangan itu.
ting ting
tap
ting ting
tap
minseok terus menatap luhan yang berjalan di sampingnya, suara lonceng dan langkah kaki luhan membuat minseok mendengus kesal, ahirnya minseok memutuskan untuk bermain dengan ponselnya,
"di sini sungguh sungguh ta ada sinyal? aish aku seperti masuk mesin waktu dan terdampar di era pemerintahan joseon"
"anda ini singguh sungguh tak punya otak"
minseok memandang sebal pada namja di sampingnya.
"tak bisakah kau berubah menjadi anjing lagi?"
"aku tak mau "
minseok semakin di buat sebal oleh luhan
"dan bisakah kau tak menggerakan kipasmu lonceng mu itu mengganggu gendang telingaku"
"ini sangat berguna, mungkin suara lonceng ini membuat telinga anada tergangu tapi, ini sangat efektif untuk mahluk rendah seperti hantu, suaranya bisa mengusirmereka"
minseok tak mendengarkan ocehan luhan dia malah lebih memilih fokus pada ponselnya, dan tanpa mereka sadari seorang yeoja berhanbok merah terusmengawasi mereka.
BRUKK
karna terlalu fokus pada ponselnya minseok tak sadar kakinya tersandung oleh seutas kain,minseok berdiri dan melihat sekitarnya tak ada siapapun di sana, luhan pun tak ada minseok sungguh sungguh tak tau ada dimana, minseok merogoh ranselnya dan mengambil sebuah senter,tak ada apapun yang ada hanya lorong gelap di depannya.
minseok memincingkan pandangannya, minseok melihat 2 bocah itu lagi berdiri di depannya dan menunjuk sebuah lorong minseok mengarahkan senternya kearah mereka namun senternya mati secara tiba tiba minseok memukul mukul senternya dan aat menyala kembali ke 2 bocah itu menghilang entah ke menegu ludahnya kasar, minseok mulai berpikir antara mengikuti bocah itu atau pergi ketempat semula.
setelah lama berpikir ahirnya minseok memutuskan untuk mengunakan jalan yang di tunjuk ke dua bocah itu.
setelah sekian lama minseok berjalan dia melihat sebuah ruangan yang bercahaya minseok mendekati ruangan tersebut,minseok mematikan senternya dan bersembunyi di balik tembok. minseok melihat seorang yeoja berhanbok putih sedang duduk dan membuat sebuah boneka kayau sambil bersenandung.
"sepertinya aku pernah melihat yeoja itu tapi di mana yah, "
minseok mencoba mengingat yeoja itu
"aha yeoja di jembatan itu "
yeoja itu mulai berdiri dan mengambil sesuatu di lemari nya
"aku yakin kalo dia ini manusia, karna dia masih menapak pada tanah"
TUKKK
minseok memandang senternya yang tiba tiba terjatuh dan menggelinding di lantai, sejak kapan senternya lepas dari tangannya minseok yakin bahwa dia memegangnya dengan erat
BRUKK
minseok mengalihkan pandanganya ke arah yeoja itu yang terlihat sangat ketakutan, tangan dan kakinyabergetar hebat minseok tak tega melihatnya dan mulai mendekati yeoja itu
"tenanglah nona."
"pergi cepat pergi"
yeoja itu menjauhi minseok, dan memasuki sebuah kamar dan menguncinya rapai rapa, minseok berdiri di depan pintu kayu tersebut.
"nona anda tak apa apa"
"mohon ampuni saya nyonya, ampuni saya, mohon jangan bunuh saya, saya mohon "
minseok mengerutkan dahinya.
"nyonya "
minseok melihat seluruh tubuhnya dia tak terlihat seperti seorang yeoja.
"maaf nona anda salah mungkin aku minseok kim minseok "
tak ada jawaban dari dalam minseok menghelankan nafasnya dan mencoba beranjak dari sana
TOK TOK TOK
suara ketukan memberhentikan langkahnya minseok
"apa anda masih di luar?"
terdengar suara yeoja iitu dari dalam, minseok merapatkan diri pada pintu kayu tErsebut.
"yah aku masih di sini"
"apa anda bukan siluman?"
"siluman hahaha tak ada siluman yang tampan sepertiku ""
"baik lah jika anda bukan siluman buktikan"
"dengan cara?"
"ambilkansebuah lonceng yang tergantung di jendela di kamar di ujur lorong sebelah kiri mu"
minseok memandang sebelah kirinya matanya membulat sempurna, mulutnya mengaga lebar , kala melihat lorong tersebut, di sana tak ada sedikit pun pencahayaan , minseok meneguk ludahnya kasar .
"ok kim minseok kau anak seorang cenayang jadi kau tak perlu takut pada hal seperti itu"
minseok menghelankan nafasnya panjang
"ok nona aku akan mengambilnya untuk mu"
minseok mulai melangkah dan tak menyadari seorang yeoja berhanbok merah berdiri di belakangnya sesaat dengan senyum mengarikan lalu menghilang, dan minseok pun tak menyadari senyum menngerikan yeoja yang berada di balik pintu tersebut
"saya serahkan dia untuk anda tuan "
~
luhan berjalan sambil terus mengamati sekitarnya.
"aku yakin suho sajangmin yang melakukannya , auranya terasa smpai ke sini, pantas saja dari tadi aku tak melihat siluman atau hantu yang berkeliaran selain yeoja itu dan juga ke dua bocah itu."
lihan merasa aneh karna tak mendengar ocehan minseok
"sepertinya anda sudah lelah mengoceh tuan muda"
tak ada jawaban sama sekali, luhan memberhentikan langkahnya dan melihat sekitarnya
NIHIL
tak ada minseok di sekitarnya
"sial, kurasa mereka mencoba memisahkan aku dan bocah itu. aish mereka pikir mereka bisa melukai bocah itu, aku xi luhan siluman tertampan siluman bangsawan , tamp[an dan kuat, jika sampai bocah itu terluka itu aakan menjadi aib dalam hidupku "
~
seorang namja dengan hanbok kuningnya telah mengelilingi sebuah perpustakaan dan beberapa kali dia melihat sebuah buku usang.
TES
sesuatu cairan menyentuh pipinya dan dia menyentuh pipnya dan mencium baunya
"ini darah"
namja itu segera mendongkakakan wajahnya tapi dia tak menemukan apapun di atas sana .
BRAKK
"KRSS HYUNG"
namja yang di panggil kris itu mengalihkan pandanganya ke arah pintu yang menampakkan seorang namja mungil berpakayan sama dengannya yang kini mulai berdiri di depannya, sambil mengatur nafasnya
"tak bisakah kau sedikit tenang baekhyun , suara gaduh yang kau ciptakan itu akan mengundang siluman mendekat pada kita"
"mian hyung tapi-"
"aku tau minjung menghilang "
baekhyun hanya menganggukkan kepalanya.
"jadi"
"aku merasakan aura minjung menghilang tadi dan aku benar benar takut"
"rasa takut lah yang akan mengantarkita pada kematian baek, tenaglah, siapa saja yang bisa kau rasakan
"suho sajangmin pastinya aku yakin orang tak peka pun bisa merasakannya, lay hyung anjing putih lu dan tuan muda minseok "
kris menghentikan pergerakannya kala mendengar nama terahir.
"maksudmu anjing putih lu? lalu tuan muda minseok?"
"iya "
"bagai mana tuan muda sampai berada di sini?"
"aku sendiri tak tau tadi aku bertemu dengannya "
"dan kau meninggalkannya ?"
"aku pikir jika aku berada di sana aku hanya akan menghalangi anjing putih itu, lagi pula aku merasakan aura yang luar biasa dari anjing puth itu"
kris menghelankan nafasnya.
"kau benar dulu saat suho sajang min memintaku berlatih denganya, aku hampir kehilangan nyawaku, apa lagi saat dia sudah berubah kekuatannya jaug lebih hebat "
"berubah maksud hyung anjing putih itu bisa berubah?"
"hem, bentuk manusianya benar benar luar biasa apa lagi kekuatanya itu mengerikan, aku tak tau apa yang di lakukan suho sajangmin sampai bisa membuat siluman sekelasnya membuat janji setia"
"suho sajangmin memang hebat "
"yah, kau sudah menemukan sesuatu"
"aku bingung, aku seperti berjalan di tempat yang sama, tempat ini benar benar mengarikan"
"aku merasa ada dalang di balik semua ini"
"maksud hyung?"
"yah seperti seseorang yang mengendalikan semua ini"
"orang?"
"apa kau tak merasakannya? selain kita masih ada orang di sini kan"
"yah meski samar selain kita masih ada beberapa orang yang masih hidup"
"ayo kita pergi"
"yah"
~
minseok merapatkan punggungnya pada dindinag lorong yang gelap itu dan berjalan selangkah demi selangkah.
"aish kenapa aku menuruti permintaan yeoja itu? dan kenama anjing putih itu? aku tak suka bentuknya yang sekarang aku lebih suka saat dia menjadi seekor anjing, aku bisa memeluknya dan menelus bulunya yang lembut. jika sekarang bahkan tingginya saja lebih dari aku hua appa kau di mana ?"
SREK SREK SREK
minseok langsung menyembunyikan diri di samping sebuah lemari di lorong tersebut.
SEREK SREK
sosok iti berdiri tepat di samping minseok, minseok menutup mulutnya dan matanya melebar kala mencium bau amis yang sangat menyengat minseok merasakan detak jantungnya berpacu dengan cepat saat sosok itu tak melakukan pergerakan sama sekali bahkan minseok hawatir detk jantungnya bisa terdengar sampai keluar ,
SREK SREK
sosok itu kembali melangkah dan menghilang, minseok menghelan nafas lega api tak bisa bi pungkiri jika tangan dan kakinya bergetar ter lebih melihat jejak darah yang tercipta saat sosok itu lewat dan minseok tau sosok itu sosok ysng sama dengan yang minseok lihat di jembatan tadi, minseok kembali melangkah minseok ahirnya melihat sebuah ruangan, sinar lembulan menyinari ruangan tersebut, minseok menghentikan langkahnya saat melihat seorang yeoja berhanbok merah berdiri di samping pintu, dia menundukkan wajahnya membuat rambutnya menutupi seluruh kepalanya juga hanboknya , tak berapa lama yeoja itu beranajak pergi dari sana, setelah itu minseok melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu di sana tak ada apapun ruangan itu kosong hanya ada beberapa batang kayu yang bersandar di samping pintu.
minseok mengedar kan pandanganya ke seluruh ruangan dan minseok melihat sebuah lonceng tergantung di atas jendela lonceng kuning panjang, minseok melangkah kan kakinya mendekati jendela yang memang sudah terbuka, minseok mencoba meraih lonceng itu namun tanganya tak bisa mencapai lonceng tersebut.
"andai saja aku mempunyai tinggi seperti kris mungkin ini akan mudah"
gumam minseok, ahirnya minseok memutuskan untuk menaiki jendela tersebut dan tangannya bisa meraih lonceng itu.
GREB
mata minseok membulat saat melihat sebuah tangan memegang pergelangan tangannya darah menetes ke pipi minseok dan saat minseok mendongkakkan wajahnya dan dia menemukan sesosok wajah yang wajahnya tak berbentuk lagi beberapa helai rambutnya mengenai pipi minseok, minseok yang kaget terjungkal dan berhasil lepas dari genggaman nya, minseok terus menatap sosok yang darang dari atap itu dari bajunya minseok yakin dia sosok yang sama dengan yang minseok temui di lorong dan jembatan tadi, minseok mencoba berdiri dan melarikan diri namun saat minseok berdiri sosok itu sudah berdiri di depannya, hambok khas mentri yang sudah tak berbentuk lagi rambut yang acak acakan tak tertata, lidah yang menjulur sampai ke lantai.
minseok meneguk ludahnya kasar dan mundur selangkah demi selangkah, sosok itu menghilang tiba tiba dan
GREB
sosok itu kini tepat berada di belakang minseok lidahnya melingkar pada leher minseok, dan perlahan namun pasti mulai mencekik lehernya lalu kini tubuhnya terangkat ke udara hingga kakinya tak berpijak pada lantai.
' apa aku akan mati sekarang? appa aku mencintai mu ' batin minseok mata minseok beralih pada pergelangan tangannya minseok melihat lonceng yang di berikan luhan padanya, bersinar dan terus berbunyi.
"l..u"
JLEB
sebuah pedang menembus dada minseok, dan minseok pun ambruk dan jatuh ke lantai, minseok terus memegang dadanya.
minseok melihat telapak tanganya .
"tak berdarah"
minseok mendudukkan tubuhnya
"aku baik baik saja "
TING TING TING
TAP TAP
minseok melihat hanbok putih di depannya, minseok mendongkakkan wajahnya dan yang minseok temukan adalah wajah sok keren dari seorang xi luhan dengan pedang putih di tangannya memandang malas minseok. minseok melihat pedang yang berada di tangan luhan, pedang yang sama dengan pedang yang menembus dadanya.
"kau yang melakukannya?"
minseok berdiri dan menunjuk wajah luhan
"melakukan apa?"
jawab luhan polos
"kau mau membunuhku? kau menancapkan pedang padaku?"
"saya tak melakukannya pada anda tapi pada mahluk di belakang anda dan kebetulan menembus dada anda"
mata minseok melebar dengan mulut mengaga nada bicara luhan sangat santai.
"kau mau membunuh ku"
"sudah saya katakan saya berniat memusnahkan mahluk di belakang anda tapi sepertinya mahluk itu belum musnah"
minseok yang merasakan sosok itu terkapar tepat di belakangnya segera berlari dan memeluk tangan luhan
luhan menatap minseok yang memeluk tangannya dan minseok yang merasakan seseorang memandangnya balas memandang luhan, luhan terus memandang minseok, minseok mulai elepaskan genggamannya pada tangan luhan, luhan terus mendaekatkan wajahnya pada wajah minseok.
"APA, APA ADA YANG SALAH DENGAN WAJAH TAMPANKU?"
"cih tampan apanya anda justru terihat sangat manis dan cantik menurutku"
PELETAK
tangan mungil minseok berhasil mendarat di kepala luhan
"APA YANG ANDA LAKUKAN"
"apa yang aku lakukan seharusnya aku bertanya apa yang kau lakukan tadi? kau ingin membunuhku yah? bagai mana jika aku mati tadi? lalu kau bilang tadi apa aku manis dan cantik yakk anjing gila aku ini tampan tau T.A.M.P.A.N"
"saya tau anda memang pemalas, saya juga tau anda tak tertarik pada hal mistis tapi setidaknya anda sedikit belajar tentang siluman di sekitar anda"
"memang kenapa"
"siluman yang membuat janji setia dengan manusia, tak akan pernah bisa melukai manusia tersebut juga tak akan bisa membunuh manusia tersebut apa lagi yang memiliki hubungan darah dengan manusia tersebut apa anda mengarti?"
"jadi kau tak bisa membunuh ku dan appa ?"
"hem "
minseok hnya beroh ria
"lu"
"hem"
"ambilkan itu"
minseok menunjuk seuah lonceng yang masih tergantung dengan indah di tempatnya
"saya tidak mau saya di tugaskan melindungi anda bukan untuk menjadi pelayan anda"
luhan memutar pedangnya dan alam sekejap pedangnya berubah menjadi kipas putihnya dan kembali mengibas ngibaskan kipasnya
TING TING TING
lonceng kecil itu kembali bersuara,
"dasar anjing menyebalkan"
"saya ini siluman"
"AKU TAK PERDULI"
minseok menghentakkan kakinya ke lantai dan beranjak mendekai jendela, minseok mencoba meraihnya berulang kali namun tangannya tak dapat menggapainya
"siluman, siluman macam apa dia benar benar menyebalkan"
GREB
SRET
luhan memeluk pinggang minseok dan mengangkatnya hingga tangannya dapat meraih lonceng itu.
"saya ini siluman yang memiliki martabat jadi jangan memerintah pada saya hal yang benar benar merepotkan seperti itu"
"sekarang turunkan aku cepat "
"baik lah"
SrET
perlahan tubuh minseok merosot dan saat itu wajah mereka saling memandang, minseok menatap wajah luhan yang terlihat sangat tampan di tambah dengan sinar lembulan yang menerpa wajahnya, membuatnya terlihat ber kali kali lipat lebih tampan, lalu minseok seakan merasa bunga bung berjatuhan di sekitarnya.
TAP
kaki minseok sudah menyentuh lantai namun tangan minseok masih menyentuh bahu luhan dan pandangan minseok tak beralih dari wajah luhan. di tambah lagi tangan luhan yang masih melingkar iah di panggang minseok senyum terulas dari wajah minseok
"apa keturunan suho sajangmin memang memiliki kaki pendek yah"
PRANG
senyum itu luntur dalam hitungan detik, minseok melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya , lupakan soal wajah luhan yang tampan, lupakan soal bunga yang bertaburan mohon lupakan semua itu luhan memang siluman menyebalkan, sepertinya minseok benar benar akan menyelupkan sosok di belakangnya ke kubangan lupur.
minseok terus melangkahkan kakinya ke luar ruangan itu sepertinya kini minseok berubah menjadi pemberani karna rasa kesalnya
luhan meatap sesosok yeoja yang melayang di atas tubuh mentri yang kini berubah menjadi debu dengan ujung matanya.
yeoja itu kini berada tepat di belakang luhan
"kau tak akan bisa menyentuhku mahlu rendah, jadi pergilah sebelum aku memusnahkanmu "
yeoja itu tersenyum mengerikan dan menghilang
minseok berjalan menyusuri lorong itu, anehnya kini lorong itu tak terlalu gelap seperti saat pertama minseok melewatinya. minseok menghentikan langkahnya saat melihat sesuatu bergerak di dinding lorong tersebut, minseok mendekatkan dirinya pada dinding dan minseok melihat seekor kupu kupu , saat minseok mendekati kupu kupu tersebut kupu kupu itu pergi dan dari dinding itu terlihat sebuah cahaya, minseok mendekatinya dan melihat ada lubang di sana minseok pun mencoba mengintip.
minseok melihat sebuah ruangan dan di balik pintu minseok bisa melihat seorang yeoja berhanbok putih, yeoja itu yeoja yang meminta minseok untuk mengambil loncengitu kemudian mata minseok melihat rambut yang menjulut dari atas lemari dan minseok melihat sosok itu lagi, sosok yeoja berhanbok merah minseok menatap sosok itu dan sosok itu membalas tatapan minseok, minseok yang kaget segera menjauh dari dinding, minseok mengatur nafasnya kembali dan memberanikan diri melihat ke lubang itu lagi, tak ada apapun selain yeoja yang setia berdiri di depan pintu, namuan mata minseok membola kala melihat sosok itu mendekati sang yeoja lalu tiba tiba berada di depan minseok, minseok terjatuh karna kaget dan minsok segera berdiri dan berlari menuju pintu tersebut.
KYAAAAAA
suara teriakan menggema di dalam ruangan itu, tubuh minseok menegang kala melihat darah ke luar dari bawah pintu tersebut.
ting ting
tangan minseok di tarik hingga kini minseok menatap wajah luhan, luhan membenamkan wajah minseok pada dadanya dan tangan satunya memeluk pinggang minseok, lalu minseok merasakan kakinya tak berpijak lagi di tanah, luhan melihat darah yang mulai mengalir di bawah kakinya dan minseok, luhan membawa minseok ke sisi lain diruangan tersebut.
tap
sepatu minseok kembali menyentuh lantai kayu ruangan itu, minseok menatap wajah luhan yang terus menatap pintu kayu itu, minseok yang akan memalingkah wajahnya melihat apa yang luhan lihat, tangan dingin luhan menyentuh pipi minseok.
"jangan lihat, saya yakin anda tak akan mau melihatnya"
mata biru minseok berubah kelam seakan memberikan ancaman pada sosok yang melayang di depan pintu kayu itu, sosok yeoja berhanbok merah itu menatap luhan dengan senyum misteriusnya, di tangan yeoja itu terdapat sebuah pisau yang sudah terlumuri darah.
luhan menarik tangan minseok dan membawa minseok dari tempat itu , luhan bisa membaca dengan jelas gerakan bibir yeoja itu yang berkata
"selanjutnya adalah dia"
~
~
TBC/END
ok beres dengan tidk elitnya maaf jika mengecewakan heheheheheeh. ini bener benar aneh deh menurut ku
jangan lupa RNR
dan gomawo udah mau baca
