Black

Author : Kim Siska/ Medusa Kim

Length : chaptered

Rating : M

Main cast : KrisTao

.

.

A/N: akan ada project KaiSoo dan KrisTao milik aku yang baru. Namun, aku tempatkan paling akhir, setelah kalian membaca cerita ini sempatkanlah membaca A/N nya. ^^


BLACK


" Bisakah kalian mencari tempat yang lain untuk melakukan hal ini." Seseorang berucap ketus pada pasangan yang tengah tenggelam dalam kedamaian mata masing-masing. Pria dengan tinggi hampir menyamai Yifan itu sangat terkejut mendapati keduannya.

Tao dengan segera melepaskan tangan Yifan yang melingkar erat di pinggangnya hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras lalu meninggalkan perpustakaan dengan cepat. Yifan dan pria tadi terkejut, hingga beberapa detik Yifan mulai merasakan tangannya sakit. Ia memeluk tangannya di dada dan berteriak tanpa suara.

" Apa sakit?"

Yifan memicingkan mata kepada pria yang tengah menahan tawa tersebut. Namun, wajah itu ia kembalikan lagi menjadi datar dan tidak bersahabat.

" Apa kau ingin merasakannya Chanyeol?" tantang Yifan yang merasa pertanyaan tersebut konyol.

" No, thanks. Dan jangan sekali-kali menyebut nama asliku di sekolah Yifan." Ucapnya tegas

Yifan mulai berdiri, ia meregangkan otot-otot yang tadi terasa kaku karena Tao bertumpu pada tubuhnya, dengan gerakan cepat ia melepaskan seragam yang sudah tidak layak pakai itu.

" Jangan pamer tubuh di depanku."

" Apa sebenarnya masalahmu denganku? Dari tadi kau selalu marah-marah."

Chanyeol mendengus kesal, ia membuka tas lalu mengeluarkan baju lain dari dalamnya. Tanpa sopan santun, ia melempar seragam itu tepat di wajah Yifan.

" Kau itu terlalu lengah Yifan, bagaimana mungkin kau dapat membuka jati dirimu yang sesungguhnya dengan mudah kepada gadis bermata panda itu. tidak cukupkah wanita yang selalu kita temani setiap malam?"

Gelak tawa Yifan terdengar " semua yang kau katakan benar, orang-orang seperti kita memang harus menyembunyikan identitas. Tapi sungguh, gadis itu membuatku sangat bergairah." Ucapnya tanpa beban sambil mengancing seragam yang cukup pas di tubuhnya.

" Bergairah … jadi selama ini kau tidak bergairah dengan wanita-wanita kaya itu?"

" Oh shit! Shut your mouth Dai Mitsuo. Bisakah kita tidak membawa-bawa pekerjaan dalam pembicaraan ini?"

Chanyeol menyeringai lagi, ketika ia ingin membuka mulutnya pintu perpustakaan di buka seseorang. "kalian ada disini rupanya Dai, Ryuki." Seorang pria berkulit kecoklatan dengan penampilan nerd juga, berjalan mendekat menuju Yifan dan Chanyeol.

" Hey! Ada apa dengan penampilan kalian?"

" Aku baru saja dibully oleh sekelompok gadis-gadis." Jawab Yifan tenang.

Lalu ia berpaling menatap Chanyeol, " kalau kau?"

" Kacamataku rusak, tadi diinjak oleh masaru. Pria sok kaya itu menyebalkan Kai."

Pria yang tadi dipanggil Kai hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya lemah, ia melepaskan kacamata dan melonggarkan dasi yang hampir mencekik lehernya karena terlalu kuat dan rapi.

" Yaa! Jangan ikut-ikutan. Bagaimana kalau ada yang melihat sekumpulan anak nerd berpenampilan berbeda seperti ini." Yifan menasehati, ia memasang kembali kacamatanya dan merapikan rambut yang tadi acak-acakan.

" Tenang saja, pintu sudah aku kunci dengan rapat. Oh ya, tadi aku bertabrakan dengan seorang gadis yang berlari ketakutan, sepertinya ia satu kelas denganmu Yifan."

Chanyeol dan Yifan saling berpandangan, sampai akhirnya keduannya saling tertawa.

" Gadis itu benar-benar polos."


Tao menyandarkan tubuhnya pada pintu toilet, ia menstabilkan nafasnya yang memburu. Hingga beberapa menit setelah ia sudah tenang, matanya yang indah mengeluarkan bulir bening dan membuat pandangannya mengabur.

" Memalukan." Tao menatap pantulan dirinya di cermin besar, bibirnya bengkak dan wajahnya terlihat menyedihkan. Tangan lentik Tao menyapu daerah yang dijamah oleh Yifan tadi.

Bibirnya yang tegas menyentuh bibir Tao

Lidahnya yang basah membelai ke dalam mulut Tao

Liurnya yang hangat bahkan masih terasa

Rahang kuat itu mengunci semuanya

Helaian rambut sehitam malam begitu lembut saat Tao mencari tempat untuk melampiaskan hasratnya.

Tao terbuai, ia melepaskan dirinya begitu saja dalam dekapan Yifan yang memabukkan. Aroma pria itu bahkan masih menempel di setiap rongga kulit yang dilalui oleh tangan besarnya.

Tao mengigil

Ia ingin merasakan sentuhan itu lagi, sentuhan dari seorang pria kutu buku yang memiliki sisi liar di dalam dirinya.

" Apa yang kupikirkan?"

.

.

" Tao kau dari mana saja?" Yumi langsung bertanya saat Tao berjalan gontai menuju kelas. Gadis bermata panda tersebut menjatuhkan pandangan ke bangku Yifan, sosok yang sudah membuatnya seperti ini tidak ada di kelas.

Yumi mengikuti arah pandangan Tao " tadi ia izin pulang, tiba-tiba saja Ryuki masuk saat mata pelajaran matematika dan mengatakan tubuhnya tidak sehat."

Tao tersenyum lebar, paling tidak ia bisa bernafas lega karena tidak harus melihat wajah lelaki sok polos namun mesum luar biasa itu.

" Kau manis sekali!" Yumi berteriak heboh, karena jarang sekali Tao mau tersenyum lebar.

Tao terkejut namun kemudia ia mencubit kedua pipi Yumi yang kenyal, merah dan berisi " kau itu lebih manis dariku yumi." Ia lepaskan tangannya dan segera menerima serangan-serangan kecil dari tangan Yumi pada pinggangnya.

Tanpa mereka sadari, ada seorang pria berkulit kuning kecoklatan khas orang asia yang memandang kagum.


Musik yang dimainkan Chanyeol di atas panggung DJ menghentak keras, orang-orang mulai berhamburan menuju dance floor, mencari pasangan dan menari menikmati alunan musik yang menggoda. Aroma parfum, minuman keras bahkan uang pun terasa kental.

" Dapat pelanggan?"

Yifan mengalihkan pandangan kepada Kai yang memandangnya remeh dengan segelas vodka ditangan. " untuk apa aku harus mencari, bukankah mereka akan datang sendiri." Yifan menghembuskan asap rokok yang mengental dan akhirnya berbaur bersama udara, mengeluarkan aroma alami seorang Wu Yi Fan, aroma yang bisa disebut sebagai feromon yang menguar bersama sosoknya yang terlihat dewasa dan jantan disaat yang bersamaan.

" Cih sombong." Ucap Kai yang menghabiskan vodkanya dalam sekali teguk, ia memandang kembali ke tempat seharusnya ia berada. Seorang wanita cantik yang terlihat glamour menjatuhkan kepalanya di meja, ia sudah terlalu mabuk untuk menemani Kai minum lagi.

" Kau apakan dia?" tanya Yifan.

Kai menyeringai, bahkan tanpa sopan santun ia menuangkan minuman milik kris ke dalam gelasnya "hanya sedikit taruhan. Bila ia mampu meminum tequilla dalam sekali teguk maka ia boleh menyentuh tubuhku selama 30 detik. Akan tetapi jika ia kalah, maka ia harus minum satu gelas lagi."

Kris terkekeh, menyesap kembali vodkannya " tamuku datang." Kai menolehkan kepalanya ke belakang dan ia mendapati seorang wanita setengah baya yang cantik dengan berbagai perlengkapan yang 'wah' semakin menunjang penampilannya.

" Mangsamu mahal Yifan."

" Bahkan bila malam ini kau mendapatkan 5 orang wanita, kau masih belum bisa menandingi tamuku."

Kai mengumpat kesal dalam hati namun ia segera beranjak dari duduknya dan mempersilahkan wanita itu untuk duduk bersama Yifan.

.

.

Tubuh Tao menggeliat di dalam tidur, ia menggerang tertahan saat mimpi mendatanginya. Dahi Tao mengerut dalam ketidaknyamanan, bulir-bulir keringat merembes dari celah pori-pori Tao bahkan gadis itu bergumam tidak jelas.

Saudari tiri Tao yang tidur disampingnya terbangun dan cukup terkejut mendapati adiknya itu resah dalam bunga tidurnya. Maka dengan cepat ia membangunkan Tao, sedikit guncangan masih belum bisa membangunkan tao, terpaksa gadis tersebut mengguncang keras dan berteriak di dekat telinga Tao.

Tao terbangun dengan mata yang terbuka lebar, ia segera menghirup udara dengan rakus. Disentuhya dada kiri yang mendapat degupan-degupan yang melampaui batas, Tao menatap kakaknya dengan mata yang berair lalu memeluknya erat.

"Baekhyun jie … hiks." Tangis Tao pecah dalam pelukan Baekhyun, ia semakin memeluknya erat sampai Baekhyun merasa sesak.

" Zitao .. ung, ada apa?"

" Pria brengsek itu, hiks … " Baekhyun mengelus rambut Tao dengan sayang, ditepuknya dengan pelan punggung Tao yang bergetar sambil berguman kalau Tao baik-baik saja.

"Sudah lebih tenang?" Tao mengangguk pelan, sesekali ia menghapus lelehan ingus dan air mata yang mulai mengering di wajahnya.

" Jadi maukah kau bercerita kepadaku?"

Tao terdiam, ia merasa malu untuk bercerita tentang mimpi tadi maka hasilnya adalah jawaban yang tidak diharapkan Baekhyun. Namun, gadis yang lebih tua 4 tahun itu tidak ingin memaksa Tao. Baekhyun menguap setelah memastikan Tao kembali memejamkan matanya dan tidur.


Yifan berjalan sempoyongan, ia terpaksa melepaskan kacamatanya yang memang membuatnya sulit melihat jelas. Benda bulat itu hanyalah alat kamuflase untuk Yifan menjadi dirinya yang lain di pagi hari hingga sore.

Kai dan Chanyeol yang sudah menunggu Yifan di depan pintu apartement, mereka berdua memandang kesal karena Yifan bergerak seperti siput.

" Apa yang terjadi padamu?"

"Aku terlalu banyak minum." Jawabnya cepat, Chanyeol hanya menatap datar sedangkan kai terus-terusan menggodanya.

.

.

Tao membuang pandangannya ke luar jendela karena tanpa sengaja matanya menangkap siluet tubuh tinggi Ryuki yang sekarang ia panggil Yifan dalam hati. Sesekali ia merutuki kebodohannya yang mengingat kegiatan cukup abnormal yang dilakukannya di perpustakaan, apalagi ditambah dengan mimpinya yang lebih membuatnya kacau.

" Huang Zi Tao."

Helaan nafas Tao cukup keras tapi hanya Yumi teman sebangkunya yang dapat mendengar.

" Huang Zi Tao."

" Huang Zi Tao!" Tao tersentak kaget, suara itu betul-betul keras dan menggelegar. Ia segera menghadap ke depan dan mendapati gurunya memandangnya dengan mata besar yang mengerikan.

Tao membungkuk berkali-kali dan merasa sangat malu disaat semua mata tertuju padanya, bagaimana mungkin ia dpat melamun di depan guru paling mematikan di sekolah.

Dan setelah ini mungkin … –

"Pulang nanti kau harus membersihkan kelas."

-ia diberi hukuman.

Tao mengeluh panas, sudah tidak terhitung berapa kali gadis tersebut mengusap keringat dingin yang melewati dahinya, umpatan demi umpatan ia keluarkan untuk guru yang sudah memberinya hukuman seberat ini.

"Selesai!"

Dengan langkah cepat Tao melewati setiap kelas yang dilaluinya, jam menandakan hari semakin sore dan akan sangat bahaya bagi seorang gadis sepertinya berkeliaran di sore hari. Namun, kaki jenjang Tao terhenti karena mendengar suara yang menurutnya membahayakan.

Desahan.

Oh god! Siapa orang yang tidak punya otak melakukan hal seperti –mendesah- itu di sekolah. Tao berpikir keras, jika ada yang mendesah maka ….

Ada yang bercinta!

Tao mendengus jijik, namun di dalam hatinya ia merasa penasaran. Ia mengikuti darimana asal suara tersebut hingga ia menemukan ruangan laboratorium, dengan sedikit keberanian ia mengintip dari celah pintu.

Lucia, Tao mengenal betul siapa gadis yang tengah bercinta di ruangan tersebut. Gadis yang memiliki reputasi buruk namun cantik itu benar-benar telanjang bulat seakan-akan memamerkan tubuhnya yang sempurna. Namun Tao justru merasa penasaran dengan pria yang membelakangi pintu, baju seragamnya masih terpasang lengkap tapi kusut.

Urat malu Tao benar-benar sudah putus, ia menyaksikan sendiri adegan 25+ itu tanpa berkedip sedikitpun. Bagian bawahnya terasa tergelitik, namun sesuatu menutup matanya.

Gelap. Siapa?

" Ini tidak baik untukmu, ZiTao." Suara berat itu membuat seluruh tubuh Tao meremang dan ia merasakan tubuhnya ditarik secara paksa oleh seseorang yang menutup matanya.

Suara, aroma dan tangannya Tao kenal sekali, semua ini milik Ryuki ahh Yifan. Pergumulan singkat keduanya dapat membuat Tao menghapal semua yang ada pada diri Yifan.

Hebat sekali.

" Bi .. sa lepaskan tanganmu." Suaranya bergetar, entah kenapa setiap berurusan dengan Yifan, Tao kehilangan kendali dirinya.

Mata Tao dibebaskan dan bertemu langsung dengan dua manik benik milik Yifan yang tidak terhalang oleh kacamata.

See, hati dan pikiran Tao sudah memberikan alarm bahaya dan mendorongnya untuk segera pergi. Akan tetapi, kembali tubuhnya kehilangan kendali. Ia ingin merasakan tubuh Yifan yang tegap memeluknya, bibir tebal itu menyesap bibirnya dan ia ingin merasakan lagi tektur unik urat-urat yang menonjol di setiap lekukan tangan Yifan.

Oh … betapa tubuh Tao mendambakan itu semua.

.

.

" Sial … kemana kedua orang itu?" Kai memandang keluar, ia berdiri di depan pintu masuk dengan wajah kesal. Sesekali mulut kai mengeluarkan sumpah serapah yang pedas.

" Kai! Bersiap-siaplah, 1 jam lagi club akan buka."

Akhirnya Kai berjalan lesu kedalam club, sepertinya malam ini ia harus mendengar omelan wanita setengah baya pemilik klub yang sangat tidak berperikemanusiaan itu. kai menuju ruang ganti pakaian dengan malas-malasan, melepas seragam sekolah dan menggantinya dengan baju yang lebih casual.

Setelah beberapa kali mengganti pakaiannya sampai menurutnya pas, Kai terdiam menatap pantulan dirinya di sebuah cermin besar.

" kurasa aku cukup tampan tapi kenapa mata cantikmu sama sekali tak menyadari keberadaanku." Ia menghembuskan nafas kasar lalu memasang kacamata yang selalu digunakannya di sekolah sama seperti Chanyeol dan Yifan.

" Apa karena aku adalah Jiro Isamu?" kai menyandarkan kepalanya di dinding. Ia menatap langit-langit ruangan dengan mata hampa.

" Daisukida. Yumi-san."

.

.

Tubuh basah dan lengket karena keringat bagaikan sebuah lem itu menyatukan kedua anak Adam yang tengah bergumul dalam dosa. Tao mendesah hebat saat bibir Yifan hinggap di atas pucuk mahkotanya bagaikan seekor kupu-kupu yang menghisap madu bunga. Tangan-tangan Tao mengcengkram kuat rambut Yifan sampai pria itu terdongak ketika Tao sampai ke puncak kenikmatanya.

Wajah Tao yang menyiratkan rasa puas yang disalurkan melalui mimiknya yang merangsang Yifan untuk melakukan lebih.

Tenggorokan Tao menjadi haus dan pengobatnya adalah

Cumbuan Yifan

" Ada apa denganmu?"

Shit, lagi-lagi Tao melamunkan mimpinya. Ia segera berpaling dari kedua mata Yifan yang mempesona, mata itu seperti memiliki kekuatan magis yang menariknya semakin jatuh kedalam kesesatan dan Tao semakin tidak mengenal dirinya sendiri.

" Maafkan aku." Tao membungkukkan kepala berkali-kali , sungguh memalukan membayangkan s** di hadapan orangnya langsung. Dimanakah tata krama keluarga Huangnya cina dan keluarga Byunnya di jepang yang sudah mengajarkan dengan sangat baik.

Yifan hanya memandang datar Tao terus-terusan meminta maaf hingga ia menghentikan gerak Tao dengan mencengkram tangan gadis itu. Namun, dengan cepat Tao melepaskannya lalu berlari meninggalkan Yifan yang masih tercengang dengan perbuatan Tao.

" Apa-apan reaksinya tadi … memangnya aku mau memperkosanya."

Yifan mendengus kesal, ia segera melangkahkan kakinya menuju laboratorium.

" Sudah selesai?"

Chanyeol merapikan bajunya yang berantakan dan kusut akibat cengkraman lucia. " menurutmu."

Kris tersenyum sinis. " dia meminta bercinta kepadaku tapi kenapa malah kau yang melayaninya."

(…)

Yifan menghembusan nafasnya kasar saat Chanyeol masih bungkam. Chanyeol malas menjawab, ia segera memasang kembali alat penyamarannya dan segera mengikuti Yifan yang sudah terlebih dahulu berjalan pulang.


" Kris … " wanita itu mendesah tepat di telinga Yifan, jari-jarinya masuk dan meraba dada Yifan dari dalam kemeja yang sengaja ia buka dua kancing teratas.

Wanita dewasa yang lihai.

Hal itu terbukti dari caranya merangsang Yifan, pria itu memejamkan mata mencoba menahan gejolak panas yang berkumpul di pusat tubuhnya bagian selatan.

Damn! Yifan benar-benar harus waspada. Kali ini tamunya sangat agresif dan ia tidak ingin kalah ditengah-tengah permainan.

" Hanano-sama. Kau tahu kan aturan klub ini, kita tidak diizinkan berbuat lebih." Ucap Yifan penuh sensual, bibirnya berkata lain dengan tindakannya saat ini.

Sebuah jebakan yang licik.

Wanita itu menjauhkan dirinya beberapa senti dari Yifan. " kubilang berhenti memanggilku dengan sebutan 'sama' Kris. Bisakah kau memanggilku dengan kata 'chan'saja?" tanyanya manja.

Yifan tersenyum simpul, " surely. My queen, perintahmu adalah kewajibanku."

Wanita yang dipanggil Yifan dengan nama Hanano tersebut kembali tersenyum cerah dan mengisi kembali gelas Yifan dengan minuman berwarna kecoklatan bening dan mengangkat gelasnya tinggi.

" Bersulang." Ucapnya ringan disertai senyuman yang menggoda.

Yifan juga mengangkat gelasnya ke atas untuk menyambut keinginan tamunya" bersulang."

Setelah beberapa teguk, tequila tersebut mengalir masuk ke tenggorokan Yifan yang merindukan sensasinya yang luar biasa, terbakar dan hangat disaat yang bersamaan. Sama seperti bercinta dan lebih konyolnya lagi Yifan selalu menyamakan s** dengan minuman keras.

" Kalau kau selalu menuruti perintahku, maka layani aku Yifan." Hanano merendahkan tubuhnya agar bajunya yang berdada rendah itu dapat dilihat oleh Yifan.

" Buat aku merasakan kehebatanmu di ranjang. Isi diriku dengan dirimu, jadikan malam ini sebagai pembuktian kalau kau pria dewasa yang liar."

Yifan mengusap pipi Hanano dengan lembut dan hati-hati. " sungguh suatu kehormatan bagiku. Tapi kau tahu bukan kalau di club ini kami hanya dapat melayani dalam bentuk kontak fisik yang terbatas." Bisiknya yang membuat Hanano melayang ke pikiran yang penuh fantasi kotor.

Hanano mengeluarkan kartu hitam dengan nomor 143 yang tertera jelas.

Kunci hotel.

" temui aku dan bayarannya akan kau temukan di rekeningmu pagi nanti." Ia mengecup bibir Yifan sekilas dan melemparkan winknya lalu beranjak pergi meninggalkan Yifan yang masih tersenyum manis untuknya.

Hidup seperti ini

Sungguh memuakkan

.

.

" Baekhyun jie. Apakah memikirkan s** dengan seorang pria adalah suatu kebodohan?"

Baekhyun membulatkan matanya kaget mendengar pertanyaan Tao yang terlampau polos padanya. "apa kau pernah memikirkannya?"

Tao mengangguk lemah, " aku bahkan memimpikannya." Ucapnya lirih.

" Wow. Selamat Zitao sayang! Kau sudah menjadi seorang wanita sekarang." Teriak Baekhyun sambil memeluk tubuh Tao gemas.

" Apa itu wajar." Tanyanya lagi setelah Baekhyun berhenti berteriak dan memeluknya.

" Tentu saja, panda. Itu artinya kau sudah mulai membuka dirimu untuk pria. Jadi ceritakan padaku orang itu seperti apa?"

Tao sedikit gelisah, matanya bergerak kesana-kemari sedangkan baekhyun masih diam menunggu jawaban dari adik tirinya itu. " ia seorang pria yang misterius dan penuh aura hitam. Namun, ia menutupnya dengan berpenampilan yang bertolak belakang sehingga penilaian awalku dengan dirinya sedikit menakutkan."

"Lalu apa yang kau rasakan saat berdekatan dengannya?"

" Aku merasa tubuhku panas-dingin dan diluar kendali, bahkan aliran darahku rasanya berkumpul di perut dan membuatku lemas dan gatal di tempat-tempat tertentu." Jawabnya polos.

Baekhyun tertawa keras dan menepuk-nepuk perutnya yang terasa kram. " Zitao sayang, itu namanya terangsang. Aku tidak tahu apa yang sudah dilakukannya padamu sampai kau seperti ini dan pastinya ia seorang pria yang hebat dan menarik dari apa yang sudah kau jabarkan padaku." Baekhyun tersenyum manis dan meninggalkan Tao yang masih diam dalam pikirannya.

" Dia memang hebat jie karena pria itu sudah membuatku jatuh."

Jatuh ke lubang gelap tanpa dasar

Dan Zitao masih belum mengetahuinya

Seperti apa caranya agar bangkit dan meninggalkan

Cerita erotis penuh dengan jebakan

Yang Yifan tanamkan padanya

.

.

TBC

A/N : oke langsung saja. Project kali ini author kembali mengambil inspirasi dari lagu G Dragon yaitu CROOKED & BLACK. Di dalamnya akan author akan menyertakan lirik dan keterkaitan lirik itu dengan ceritanya. Kalian bisa mencari arti lagunya di google. jadi isi pilihan kalian di kolom review.

Misal :

kaisoo (crooked/black)

KrisTao ( crooked/black)

Kkkkkkkk …. Mudahkan Dan kalau kalian nga srek sama project ini. aku RAXOXO! Dan add aku di fb ya ( Medusa Kim ) buat tanya lebih lanjut.

Jangan lupa kasih juga review tentang chapter kedua black author karena review kalian adalah penyemangat author. Di chapter-chapter awal memang kurang panjang tapi semakin bertambah chap, author akan berusaha membuat lebih panjang lagi. Big thanks ya buat yang udah follow, fav dan review, kiss satu-satu deh ^.~

See you next chapter.