-TUGAS BERAT! DARI PERI BIRU-
Sasuke dan Naruto berjalan menyusuri hutan, mungkin saja mereka akan menemukan seseorang yang bisa memberikan penjelasan lebih jelas mengenai keanehan di dunia dongeng.
"Sasu-teme! lihat disana sepertinya ada Kerumunan." seru Naruto dengan semangat menunjuk ke arah yang tak jauh dari tempat mereka berdua berada sekarang.
Sasuke yang melihat tingkah Naruto yang sangat hyperaktif hanya bisa mengerutkan alisnya. Lalu tangan putih pucatnya ditarik oleh Naruto untuk menghampiri kerumunan bercahaya itu.
Sesampainya disana, ternyata yang berkumpul atau kerumunan itu adalah para peri yang berada di dalam berbagai cerita dongeng. Ada ibu peri cinderella, ada ketiga peri dari putri tidur, bahkan ada peri biru dari cerita pinokio.
"Ah, para peri apa yang sedang kalian lakukan disini?" Naruto memotong obrolan para peri yang rawut wajahnya sedang tak menggambarkan peri banget! karena mereka sedang mendiskusikan mengenai keanehan dunia dongeng.
"Apa kau kerudung merah?" tanya salah seorang peri.
"Iya, dan aku sedang bersama Robin Hood, Sasuke." Naruto menarik lengan Sasuke agar sosoknya terlihat oleh para peri. "Maaf sebelumnya, aku mau tanya apakah kalian tau mengapa dunia dongeng jadi agak kacau? lihatlah masa dalam cerita si kerudung merah dan serigala aku menemukan Robin Hood dan kakak adik hyuuga?"
Para peri awalnya memandang Naruto dan Sasuke dengan ragu, tapi setelah diam beberapa saat mereka memperhatikan kedua orang tersebut senyum terkembang di wajah salah seorang peri.
"Kalian pas! sangat cocok." peri biru terbang menghampiri Naruto dan Sasuke
"Maksud peri biru apa?" Naruto sedikit takut dengan sikap peri yang satu itu, ia takut jika ia akan dijadikan persembahan agar dunia dongeng kembali seperti semula. "Tolong ja-jangan jadikan aku persembahan."
Sasuke memutar bola matanya malas, rasanya ia baru kali ini menemukan seseorang yang bodohnya melebihi musuhnya si prince Deidara.
"Tentu saja tidak kerudung merah," peri biru yang ternyata bernama asli Shizune itu tersenyum lembut. "Maksudku, kalian pas sebagai kandidat penyelamat dunia dongeng."
"Penyelamat dunia dongeng?" seru Sasuke dan Naruto bersamaan. Mendengar mereka saling mengucapkan kalimat yang sama membuat Sasuke dan Naruto saling berpandangan lalu kemudian kembali memandangi peri biru.
"Iya! ini yang harus kalian lakukan!" TRRINGGG~
Munculah berbagai tumpuk buku di hadapan keduanya dan semakin membuat keduanya bingung. Shizune atau peri biru tersebut menyadari kebingungan kedua orang dihadapannya tersebut.
"Ini semua adalah buku-buku asli mengenai berbagai cerita di dunia dongeng, dan tugas kalian adalah mengembalikan para tokoh karakter yang kalian temui selama di perjalanan dan mengembalikannya ke dalam buku ini, maka secara otomatis mereka akan kembali ke ceritanya masing-masing." jelas Shizune panjang lebar.
"Cara mengembalikannya bagaimana?" tanya Naruto dengan ekspresi wajah yang masih sangat bingung.
"Mudah, hanya dengan membuka salah satu buku tersebut dan ketika menemukan salah satu karakter tersebut tinggal katakan nama tokoh tersebut maka ia akan kembali sendiri."
"Kenapa tidak kalian saja yang melakukan, aku tak ingin melakukannya." Sasuke dengan wajah datar melipat kedua tangannya di dada.
Salah seorang dari peri di cerita sleeping beauty menghampiri Sasuke. "Kami harus melakukan sesuatu kepada para penyebab ini semua, tolong bantu kami."
"Iya, Sasu-teme kalau kita tidak melakukan ini bagaimana cara kamu kembali ke ceritamu sendiri?" Naruto menatap Sasuke dengan mata berbinar.
Tak kuat dengan tatapan moe eyes milik Naruto akhirnya Sasuke menyetujui rencana tersebut. Berbagai buku yang tebalnya minta ampun itu di sihir oleh peri biru menjadi lebih kecil dan diletakkan di dalam keranjang Naruto.
Dan perjalanan mereka mengembalikan dunia dongeng dimulai…
..
..
..
Si Kerudung Merah dan Robin Hood
Disclaimer Naruto by : Masashi Kishimoto
semua dongeng by : Walt Disney
this Fiction by : Kanon1010
Genre : Fantasy, adventure, romance
..
..
Naruto dan Sasuke berjalan menerusui hutan, sesekali Naruto terdengar bersenandung riang menyanyikan sebuah lagu yang tak pernah di dengar Sasuke. Ia mengikuti arah langkah bocah laki-laki bertampang 'agak' manis tersebut dari belakang.
Sejujurnya ia sedikit terganggu dengan suara berisik dari si bocah berkerudung merah tersebut.
"Ne, Sasuke apa kau sungguh ingin kembali ke cerita aslimu?" tanya Naruto tiba-tiba sambil menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Sasuke.
"Hn."
"Kenapa? padahal kalau dipikirkan lagi ya, dunia dongeng menjadi lebih seru karena bisa bertemu karakter dari cerita lain." senyum Naruto dengan cerah, membuat Sasuke tertegun sesaat melihat senyum polos Naruto. "Kau tau,-" lanjut Naruto. "Meskipun kita semua sudah di mind set dengan jalan cerita yang seharusnya, terkadang perasaan jenuh sering kali muncul."
Sasuke hanya menaikan sebelah alisnya, pertanda ingin mendengar lanjutan perkataan Naruto.
"Iya, aku harus selalu kerumah nenek dan juga bertemu paman serigala yang selalu ingin memakanku." jelas Naruto dengan wajah lesu.
"Ada yang ingin kutanyakan dari awal," Sasuke mulai menanggapi pembicaraan Naruto.
"Hn? ada apa?"
"Setauku dalam cerita si kerudung merah, bukankah si kerudung merah adalah anak perempuan, sedangkan kau adalah laki-laki." Sasuke bertanya namun ekspresi wajahnya tetap datar, malah membuat Naruto tertawa kecil.
"Hahah entahlah, ku kira aku juga perempuan tetapi seperti yang kau tau aku laki-laki dengan wajah bisa dikatakan mirip anak perempuan," Naruto melihat-lihat buku yang ada dikeranjangnya. "Lagipula masih banyak rahasia di negeri ini yang tidak kita ketahui 'kan…."
Sasuke kembali tertegun dengan senyum khas dari Naruto, entah mengapa ia merasa perjalanan mengembalikan dunia dongeng ini akan menjadi perjalanan yang mengesankan…..
Dan tak buruk juga…..
"Ah! itu paman Gepeto, dari cerita Pinokio." seru Naruto tiba-tiba dengan girang, hingga membuat Sasuke yang sempat terpana kembali mendecak kesal dengan tingkah Naruto.
..
..
Naruto dan Sasuke menghampiri orang yang ia panggil paman Gepeto tersebut. Tampak seorang kakek berambut merah dengan sebuah boneka di pangkuannya.
"Permisi, apakah anda paman Gepeto dan Pinokio?" tanya Naruto sambil duduk disebelahnya.
"Betul, saya Sasori dan ini boneka saya Kankuro. Kami bingung kenapa tiba-tiba berada di hutan, padahal kami tadi sedang berada di dalam perut ikan paus." si kakek berwajah imut itu nampak kebingungan .
"Tenang kek, aku Naruto si kerudung merah dan Sasuke si robin hood akan meolong kalian untuk kembali ke cerita kalian."
"Be-benarkah? terima kasih."
Naruto pun mengucapkan nama paman Gepeto dan Pinokio sambil membuka buku cerita aslinya. Setelah itu buku tersebut lenyap, menghilang. Menandakan bahwa seluruh karakter cerita tersebut telah lengkap, jika buku tersebut belum hilang berarti masih belum lengkap.
"Satu tugas telah terlaksana, senangnya! ternyata kakek Sasori imut ya pantas saja ia suka membuat boneka." puji Naruto sambil membayangkan wajah pak tua Sasori.
"Sudahlah dobe, ayo kita teruskan perjalanan ini." tarik Sasuke mengajak Naruto agar lebih cepat berjalan.
….
Setelah bertemu tokoh dari cerita pinokio, mereka jugabertemu dengan beberapa karakter lainnya, seperti putri rapunzel si Shion, lalu ada Hyuuga bersaudara dalam cerita hansel dan gratel. Mungkin sudah hampir setengah buku terselesaikan, walaupun ada beberapa yang belum lengkap meskipun telah bertemu dengan salah satu karakternya.
"Sasuke, bagaimana kalau kita beristirahat dulu? aku lelah." ujar Naruto sambil mengelap peluh keringat yang mengalir di keningnya.
"Hn, sepertinya disana ada rumah." tunjuk Sasuke pada sebuah pondok kecil yang tampak mengepulkan api dari cerobong asapnya.
Keduanya berjalan menuju pondok mungil tersebut.
Tokk…Tok…Tok….
"Permisi….!" ucap Naruto dengan sedikit teriak.
Tak lama kemudian, muncullah sosok makhluk berbulu yang besar dengan taring menghiasi giginya. Sasuke langsung bersiaga berdiri di depan Naruto dan mengacungkan pedangnya. Si binatang tersebut kaget dan hendak melawan sebagai perlindungan diri, tetapi niat keduanya terhenti ketika Naruto memanggil nama binatang tersebut.
"Paman Serigala?"
Si bintang alias Serigala tersebut langsung menengok ke belakang tubuh Sasuke dan menemukan sosok yang sangat dikenalnya. "Na-naru-chan? kerudung merah?"
Naruto keluar dari belakang tubuh Sasuke, dan memeluk tubuh serigala tersebut.
"Paman serigalaaaa~ Naru kangen, akhirnya kita bertemu juga." si serigala tersebut membalas pelukan Naruto, sedangkan Sasuke menyarungkan kembali pedangnya.
"Ayo, masuk ke dalam." ajak serigala, dan keduannya masuk kedalam pondok sederhana tersebut.
..
..
"Makanlah, hanya ini saja yang bisa ku sajikan." ujar serigala yang telah berubah menjadi sosok manusia dewasa dengan kedua tato segitiga merah di kedua pipinya.
"Terima kasih, Paman Kiba." balas Naruto dengan riang dan dengan lahap memakan sup jamur buatan Kiba.
Setelah makan, mereka berbincang sebentar dan Naruto menjelaskan ke Sasuke bahwa serigala tersebut sebenarnya siluman, jadi dia bisa berubah menjadi manusia dengan memakai nama Kiba.
Naruto bertanya kepada Kiba apakah ia ingin kembali ke dalam cerita atau tidak, dan Kiba mengatakan ingin kembali ke cerita bersama-sama Naruto jadi dia akan ikut mendampingin Sasuke dan Naruto menyelesaikan tugasnya.
"Cih, masa serigala dan kerudung merah malah akur dan tampak akrab pula." Sasuke berdecak sedikit tak suka dengan keakraban yang tercipta diantara Naruto dan Kiba.
Kesal sebenarnya yang dirasakan Sasuke, ia bagaikan tak dianggap ada oleh keduannya. Mungkin itu salah Sasuke juga yang daritadi hanya diam memperhatikan sosok pemuda berambut pirang dengan baju merah tersebut.
"Sasuke," panggil Kiba membuyarkan lamunannya dan menoleh ke arah siluman serigala tersebut. Alangkah kagetnya ketika ia melihat Naruto berada dalam gendongan Kiba ala bridal style. "Jika kamu mau tidur, bisa tidur di kamarku saja. Aku harus mengantar Naruto ke kamar dulu, sepertinya ia kelelahan."
"Hn."
Kiba menaikan bahunya mendengar kata yang diucapkan Sasuke dan segera membawa tubuh Naruto yang telah tertidur tersebut ke sebuah kamar. Sasuke sebenarnya sedikit tak suka dengan apa yang Kiba lakukan. Hello! dia Cuma seorang serigala dan kenapa pula dia bisa menjadi manusia seperti itu, jangan katakan kalau serigala tersebut menyukai si dobe?
Sasuke segera menepiskan pikirannya yang mulai melenceng kemana-mana, mungkin tidur bisa mengembalikan pikiran kacaunya mengenai di bocah berambut pirang tersebut.
Keesokan paginya, ternyata Naruto bangun lebih awal dan sibuk di dapur kecil milik Kiba. Sasuke yang baru saja terbangun memandang bingung apa yang sedang dilakukan Naruto.
"Ah, kau sudah bangun Sasuke, ayo lekas mandi kita akan segera memulai perjalanan kita setelah aku selesai membuat bekal untuk kita bertiga." ujar Naruto sambil sebelah tangannya memegang spatula, membuat ia tampak manis di mata Sasuke.
..
Persiapan untuk perjalanan telah lengkap, bahkan Kiba sudah kembali ke wujud aslinya sebagai serigala, membuat Sasuke menyeringai karena ia merasa kembali menjadi satu-satunya pria dewasa bersama Naruto.
Perjalanan mereka kali ini lumayan memakan tenaga mereka bertiga. Entah kenapa ada-ada saja halangan yang memperlambat mereka, seperti saat ini Kiba dan Sasuke sedang melawan para perompak dari cerita Aladin.
"Naru-chan! cepat cari buku Aladin dan lampu ajaib… auuuuu." Kiba dalam wujud serigalanya melolong seraya sesekali memberikan cakaran dan gigitan kepada para perompak tersebut.
"Dobe, cepatlah!" hardik Sasuke yang sudah lumayan lelah dengan perbedaan jumlah orang.
"I-Iya… sabar," Naruto yang panik membongkar buku-buku yang berada di dalam keranjangnya. "Ah! ketemu, Para perompak dari dongeng Aladin dan lampu ajaib kembalilah ke cerita asalmu."
Usai mengatakan itu, para perompak tersebut menghilang bersama dengan buku dongeng itu. Naruto mengelap peluh keringat karena kejadian yang begitu menegangkan tadi. Kiba yang sudah berubah kembali ke wujud manusianya tidur terlentang diatas tanah dan diikuti Sasuke, nampak keduanya begitu kelelahan dan terdapat beberapa goresan di wajah dan tangan.
"Kemarikan wajahmu," Naruto menghampiri Sasuke dan menyentuh wajah pemuda bermata onyx itu.
"Hn?"
"Kupasangkan plester, ada luka di wajahmu." Naruto dengan hati-hati memasangkan plester luka yang dibawanya di dalam keranjang.
"Ouch, pelan-pelan dobe,"
"Manja."
"Apa kau bilang dobe!" Sasuke tak terima ia dikatakan manja oleh Naruto.
"Sudah selesai, ini diminum dulu, pasti kalian kelelahan." Naruto beranjak berdiri untuk memberikan Kiba minum, namun tangannya dipegang oleh Sasuke. "Ada apa?"
"Terima kasih." walau pelan, tapi Naruto bisa dengar ucapan sang robin hood tersebut dan seketika sesuatu berdegup kencang di dalam dadanya.
"Sa-sama-sama." sepertinya wajah Naruto mulai memanas sehingga ia mengipasi wajahnya menetralkan sesuatu yang tak bisa dijelaskannya.
..
…..
Tampak dari kejauhan, terlihat bangunan-bangunan seperti rumah dan kastil menjulang menandakan bahwa mereka akan segera keluar dari kwasan hutan tersebut. Tinggal 5 buku lagi yang berada di keranjang Naruto termasuk cerita Sasuke dan Naruto, berarti sisa 3 cerita lagi yang harus segera mereka selesaikan.
Tak terasa mereka telah sampai di pemukiman warga, sebuah desa yang asri dan dimana terdapat sebuah istana indah berdiri dengan kokohnya.
"Selamat datang di desa kami." sapa seorang ibu-ibu bertubuh tambun dengan senyum ramahnya.
"Terima kasih, bibi boleh kami tau kami ada di cerita apa ya?" tanya Naruto membalas sapaan dari ibu-ibu tersebut.
"Oh, kalian ada di…." wanita tersebut menggantungkan perkatannya, membuat Naruto lebih mendekat dengan wanita tersebut.
"AWAS NARUTO!" teriak KIba yang baru menyadari ada yang tak beres dengan si wanita tersebut.
Namun sayang, Kiba terlambat menyelamatkan Naruto. Sekarang Naruto berada di dalam sebuah dekapan makhluk berwujud ular besar. Sasuke mengeram kesal karena telat menyadari.
"Kalian ada di dalam jebakan sihirku! hahahaha." tawa sosok tersebut.
"TURUNKAN AKU SEKARANG ULAR JELEK!" Naruto mengamuk di dalam lilitan ular tersebut dan meronta-ronta untuk dilepaskan.
Sebenarnya wanita itu adalah si penyihir jahat Orochimaru dari cerita putri tidur sengaja menyamar dan membuat ilusi sebuah desa untuk menjebak Naruto dan kawan-kawan.
"Siapa yang kau bilang jelek heh! dasar bocah." Orochimaru geram dengan umpatan yang terus dilontarkan Naruto dan ia semakin mempererat lilitannya ke tubuh Naruto.
Sasuke dan Kiba berusaha menyelamatkan Naruto, tapi sayang kekuatan Orochimaru sangatlah kuat sehingga mereka kewalahan apalagi mereka berdua tak memiliki ilmu sihir.
"Cih, sial! apa yang harus kita lakukan? bisa-bisa Naruto kehabisan nafas." Kiba mengelap darah yang mengalir di sudut bibirnya karena terkena serangan dari Orochimaru.
Tiba-tiba Sasuke maju menghunuskan pedangnya ke arah Orochimaru, namun sayang penyihir tersebut bisa membaca gerakan Sasuke dan malah menyerang balik sehingga Sasuke terpelanting jauh menabrak batang pohon.
"SASUKEEEEEE!" teriak Naruto yang melihat Sasuke sekarat dan Orochimaru menyeringai.
"Itulah hukuman buat kalian yang sudah mengacaukan rencana jahatku untuk menghancurkan dunia dongeng. Dan sekarang kalian semua harus musnah karena berani melawanku." Orochimaru mulai membacakan mantra untuk memusnahkan Naruto. Akan tetapi gerakannya terhenti dengan sebuah serangan terduga dari berbagai arah.
"Siapa kalian?" sosok Orochimaru telah berubah menjadi orang biasa lagi, bukan ular besar seperti sebelumnya. Sedangkan Naruto yang pingsan telah diselamatkan seseorang dan dibawa ke tempat yang aman.
Setelah itu munculah sekitar 10 orang bertopeng mengelilingi Orochimaru.
"Kami terpaksa turun tangan karena anda sudah mencoba membunuh para tokoh dongeng dan itu tak bisa dibiarkan, itu adalah pelanggaran terbesar di dalam dunia dongeng." salah seorang bertopeng itu maju mendekati Orochimaru.
"CIh, siapa kalian? beraninya kalian mengangguku."
"Kami adalah Anbu."
..
..
…
To Be Continue
…
Pojokan Kanon :
hohohoho lama ya? gomen, gomen kanon lagi sibuk menyusun skripsi sekarang, jadi ga sempat menulis fic. Untuk fic ini kanon hanya membuat 3 chapter aja (mungkin). makasih buat semuanya yang sudah baca ^^
makasih buat yang review di chapter pertama.
Widi Orihara, Gunchan CacuNalu Polepel, Evilian Niiu, Beakren , Seizo Kamikaze, Tsukihime Akari, Rin Miharu-Uzu, Ritard. , desroschan, ca kun, Roronoa D. Mico , dwidobechan , dan Iria-san. serta silent reader dan yang udah fav dan follow ^^
..
ditunggu saran, kritik dan masukan di chapter ini ^^
