Pertama-tama mau ngucapin terima kasih, respon buat FF part 1 sangat bagus.
Aku baca Review kalian senyum-senyum sendiri :D
Karena, Review kalian Kimmie semangat buat melanjutkannya FF 'Thanatos and Ker' Part 2 ini publish berkat respon kalian loh^^ Oke deh itu aja.
Tittle : Thanatos and Ker
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Humor, Action, DC
Pairing : KyuSung
Slight Pair : HaeSung, WonSung/YeWon and BumYe/KiSung
Cast : Member Super Junior
Member Boyfriend
Member EXO
Yonghwa CNBlue
Member SNSD
Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Sment, Fans ya ^^
Dan, FF ini murni hasil kerja keras Kimmie ngetik~
Rating : K/T
Warning : YAOI (Boy X Boy ) yang ga suka Yaoi jangan baca, arraso !
Typo atau alur ga jelas harap maklum.
Ga suka sama FF dan Pairing ya, lebih baik langsung OUT deh.
Summary:
Dewa Kematian dua jiwa satu tubuh. Buruk & baik. Ketika sosok Buruknya memakan Jiwa dari 12 pemegang elemen(EXO).Ia harus ,Siapa sangka jika Dewa kematian diberikan sebuah nama –Yesung- oleh manusia bernama Kyuhyun. Berhasilkah Pemegang elemen (EXO) membalaskan dendam kepada Yesung. Petualangan Yesung beserta 4 Guardian hadir disini :)
Preview
.
.
(Seoul, Korea Selatan. 24 Januari 2014)
"KYUUU PABOOO! BARU INGAT KALAU RUMAH KAKEK SEBESAR INI! MOOOMY...DASAR PENYIHIR!." Umpat Kyuhyun frustasi saat dirinya sekarang sudah berada di depan gerbang rumah sang nenek dan kakek. Rumah besar yang sudah tidak terawat, bisa dilihat banyak pohon-pohon yang sudah tumbuh merambat ke dinding-dinding bangunan dan rumput liar yang panjang, debu dan sarang laba-laba sudah bertengger di gerbang. Dan, sialnya Kyuhyun harus membersihkan rumah seluas ini dalam waktu lima hari untuk mendapatkan uang jajan lebih yang akan digunakan untuk liburan ke Seoul dan tanpa tahu ada 'sosok itu' yang sedang mengamati gerak langkah Kyuhyun.
"Bersabarlah. Kita akan bebas...Dan, akan kuhabisi pemegang elemen itu."
.
.
Thanatos and Ker
Part 2
Happy Reading
.
.
(Flasback)
"Ayolah dad...Kyu pergi dengan Kibum dan Donghae juga kan."
"Tidak...Dady tidak percaya dengan mu Kyu, kau pasti akan melakukan hal aneh disana yang akan menyusahkan dady."
"Tidak akan dad. Percayalah..."
"Sekali tidak tetap tidak Kyu."
Saat ini Kyuhyun sedang berusaha meminta izin pada Hanggeng untuk ke Seoul. Kyuhyun yang ditolak mentah-mentah hanya dapat mengumpat kesal. Kyuhyun tahu Ayahnya tidak akan mudah mengizinkan dirinya membuat party setelah apa yang Kyuhyun lakukan 1 tahun lalu yaitu membuat party disebuah rumah kosong yang ia sewa dimana isinya wanita-wanita penghibur dan minum-minuman keras.
Dan, Sial bagi Kyuhyun, karena ada seseorang yang melapor ke polisi. Sehingga, Kyuhyun yang masih dibawah umur harus ikut kekantor polisi. Dan, mulai dari situ Hanggeng tidak akan mengizinkan Kyuhyun membuat party lagi.
"Honey...Kasian Kyuhyun. Itu adalah hari dimana Kyuhyun lahir. Tidak apa-apakan jika bersenang-senang." Mendengar perkataan momynya, Kyuhyun langsung berbinar senang. Di ancungkannya jempol kanan miliknya pada sang momy. 'Bagus mom, Saranghae.' Batin Kyuhyun sumringah.
"Heechul, jangan memulai lagi."
"Bagaimana jika kau memberi sejumlah uang pada Kyuhyun. Jadi, Kyuhyun tidak akan berbuat macam-macam dan membuang-buang uang mu lagi Honey." Hanggeng yang mendengar usul dari Heechul istri tercintanya langsung mengganguk setuju. Sedangkan, Kyuhyun hanya memandang horor sang ibu.
"Baiklah, berikan kartu kredit mu Kyu. Dan, ini uang untuk kau bersenang-senang dengan teman mu." Dengan Senyum lembut, Hanggeng menyodorkan sejumlah uang tunai dimeja untuk Kyuhyun.
"Daaad~...Ayolah, kalau segini cuma cukup buat tempat penginapan saja."
"Loh...Kalian cuma jalan-jalan kan, segini cukup. Bahkan masih ada lebih."
Kyuhyun sekarang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, berlibur dengan uang yang menurut Kyuhyun tidaklah cukup atau berdiam diri dirumah selama liburan berlangsung. Oh No.
"Kyu...Momy punya penawaran, Jika kau bisa membersihkan rumah Nenek dan Kakek selama lima hari. Momy akan menambahkan uangnya menjadi dua kali lipat. Bagaimana ?." Sambung Heechul tiba-tiba, dirinya ingat bahwa mendiang Ibu dan Ayah mertuanya sudah meninggal lima tahun lalu. Karena, penyakit yang diderita. Sehingga, membuat rumahnya sekarang yang berada di Seoul menjadi tidak ter-urus.
"Benarkah ? Baiklah, besok Kyu akan pergi, siapkan uangnya Mom" Kyuhyun pun tersenyum, ternyata syarat yang diberikan oleh sang momy sangat mudah.
"Tapi...kau harus sendirian, tidak boleh dibantu oleh siapapun."
"APAAAAAAAA ?." Teriak Kyuhyun kaget saat mendengar lanjutan Heechul.
"Bagaimana, eum ?" Sejenak Kyuhyun berpikir, ternyata dibalik syarat yang mudah tersimpan sesuatu yang menyulitkan.
"Baiklah nenek sihir." Belum sempat Hanggeng melayangkan protesnya. Karena, mengatai Heechul, Kyuhyun langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Hanggeng dengan membawa uang yang tentunya tadi telah disepakati sambil berlari.
"Aish...dasar anak itu! dan kau Chullie kenapa kau bicara seperti itu."
"Tidak apa-apa kan. Hitung-hitung membersihkan rumah Ibu dan Ayah supaya mereka senang cucunya sudah berbuat baik membersihkan rumahnya dan biar dia tahu rasa bagaimana capeknya bekerja."
Hanggeng yang mendengar alasan Heechul langsung tertawa renyah. Istrinya ini sangat jahil sekali, apa lagi jika sudah dengan anaknya. Kadang, Hanggeng suka heran. Heechul itu bisa meranggkap sebagai Ibu, Kakak, dan juga teman dengan anaknya. Itulah kenapa Heechul dan Kyuhyun terlihat kompak dan sangat akrab sebagai Ibu dan Anak. Tapi, berkat Heechul. Dewa Kematian bisa bertemu kembali dengan Kyuhyun.
(Flasback_END)
.
.
Thanatos and Ker
Part 2
.
.
CEKLEKK...dibukanya daun pintu besar itu dengan sekali dorong, dengan pelan dilangkahkan kaki panjangnya masuk kedalam. Empat kata yang dapat keluar dari mulut Kyuhyun saat pertama kali menginjak rumah Kakek dan neneknya...
"Ini rumah apa gudang." Begitulah,sangat berbeda ketika Kyuhyun pertama kali menginjak-kan kaki dirumah ini waktu berusia 5 tahun. Dengan santainya Kyuhyun menaruh tas ranselnya disalah satu sofa panjang yang berada di ruang tengah. Selama lima hari dia harus bisa membuat rumah ini bersih.
Dinyalakan saklar lampu di seluruh ruangan, mengecek apakah listrik dirumah ini mati atau tidak. Ternyata listrik dan air menyala dengan baik. Sekarang, dibukanya kain-kain putih yang sudah berubah warna menjadi agak menguning dari patung-patung, lemari, meja dan sofa yang berada di ruang tengah.
"Woaah...Kakek memang hebat." Gumam Kyuhyun saat melihat benda-benda yang baru ia buka.
"Barang disini pasti berharga mahal semua." Ucapnya lagi saat sedang menelusuri benda-benda yang berada dirumah kakek dan neneknya.
Dari kecil Kyuhyun memang sangat menggagumi sang Kakek Cho Yonghwa yang seorang ilmuan itu. diruang tengah Kyuhyun tersenyum lebar saat melihat lukisan atau bisa dibilang sebuah foto yang sangat besar terpajang, didalam foto itu terlihat kedua orangtuanya beserta dirinya yang masih berusia lima tahun dipeluk oleh Hanggeng dan Heechul sedang tertawa bahagia.
"Ah...dari kecil aku memang sudah tampan." Narsis Kyuhyun pada dirinya sendiri, Kyuhyun bangga melihat dirinya dari dulu sampai sekarang terlihat tampan. Itulah salah satu sifat dari sekian banyaknya yang Kyuhyun miliki.
"Toooloong." Tiba-tiba terdengar suara seseorang minta tolong dari arah belakang Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar sontak menjadi kaget dan merinding. Dilihatnya kekanan-kekiri-depan-belakang tidak ada siapapun disini selain dirinya.
"Ah...sepertinya aku sudah kelelahan, sebaiknya aku tidur sebentar. Habis itu aku akan mulai membersihkan rumah ini." Dan, detik kemudian Kyuhyun berjalan ke kamar masa kecilnya yang dulu pernah ia tempati. Dibersihkannya tempat tidur yang sudah berdebu itu dengan sebuah sapu lidi yang Kyuhyun temukan di belakang lemari pakaian. Tanpa memakai selimut, Kyuhyun langsung tertidur pulas menuju alam mimpinya.
.
.
(Negeri Myrtos, xx XX xxxx)
"Sekarang 1000 tahun sudah terlewati. Waktunya menjemput Dewa Kematian dari hukumannya."
Mendengar Raja paling berkuasa di negeri Myrtos berucap membuat para Dewa yang sedang berkumpul menjadi takut. Mereka semua takut karena Dewa kematian akan bebas dari hukumannya. Dan, itu membuat mereka semua khawatir. Mengingat 1000 tahun lalu saudara kembar dari Dewa Thanatos membunuh dan mengambil jiwa dari salah satu Dewa penjaga keseimbangan bumi dan Dewa dari negeri ini yaitu Healing (Pemulihan) yang bernama Dewa Healing Lay.
"Bagaimana jika kami yang menjemputnya yang mulia." Tawar salah seorang Dewa yang maju menghadap dengan membungkukkan badannya.
"Kami sangat ingin menjemputnya yang mulia. Jadi izinkanlah kami." Kali ini teman seanggotanya yang berucap sambil tersenyum ambigu.
Raja yang melihat sorot mata masing-masing dari Dewa yang tepat berada di depannya, hanya tersenyum, dengan sekali melihat mata mereka semua ,Raja dapat merasakan dendam yang sudah lama mereka pendam selama 1000 tahun.
"Baiklah...aku izinkan Dewa Teleportatio Kai, Dewa Fire Chanyeol, Dewa Droplet Suho, Dewa Earth DO, Dewa Light Baekhyun, Dewa Wind Sehun, Dewa Telekinesis Luhan, Dewa Fly Kris, Dewa Time Controller Tao, Dewa Thunder Chen, dan Dewa Frost Xiumin. Jemput Dewa Kematian dan musnahkanlah dengan belati Dewa ini tepat dijantungnya."
Seluruh Dewa yang mendengar perintah sang Raja, langsung memasang wajah bingung dan ruangan yang tadinya tenang menjadi rusuh seketika. Karena, banyak Dewa yang bertanya-tanya kenapa Raja melayangkan perintah seperti itu. Bukankah ada sebagian Dewa Kematian yang tidak bersalah, karena tindakan saudara kembarnya. Jika, Dewa kematian dimusnahkan. Maka, Dewa Kematian Thanatos yang tidak bersalah akan ikut musnah.
"Kalian mungkin bertanya-tanya. Kenapa aku memerintahkan mereka seperti itu. Aku ingin menjaga keseimbangan dunia kita dan dunia manusia. Seperti yang kalian ketahui. Sisi buruk Dewa kematian bisa melakukan apa yang ia mau. Dan, Dewa kematian itu sudah membaca 'gulungan suci'kita."
"Apaaa."
"Tidak mungkin, gulungan suci yang hanya bisa diakses oleh Raja telah dibaca."
"Dia harus dimusnahkan."
Begitulah perkataan-perkataan yang keluar dari para Dewa yang berada di ruangan. Gulungan suci dinegeri Myrtos berisi semua rahasia dunia manusia dan negerinya, apapun yang kau ingin tahu tertulis semua disana. Dan, hanya Raja yang boleh tahu. Bahkan Dewa yang paling kuat dan tinggi derajatnya pun tidak akan boleh membacanya.
"Baik yang mulia. Kami akan menjalankan perintah anda." Dan, detik kemudian para Dewa yang beranggotakan 11 orang ini langsung menghilang dari ruangan dan bergeges untuk turun ke bumi. Dimana tepatnya bumi bagian utara, tempat dimana Dewa Kematian telah dikurung.
.
.
-Kyuhyun Side-
"Siapa...siapa kau."
"Engh Siapa...Siapa...disana."
Kyuhyun yang sedang tidur tiba-tiba mengigau, bertanya-tanya siapa orang yang sedang menangis didalam mimpinya. Didalam mimpi Kyuhyun, dia melihat sesosok laki-laki manis melayang diudara. Dibawah sosok laki-laki itu terhampar jurang yang sangat dalam, menangis terisak sambil menundukkan kepalannya. Sehingga Kyuhyun tidak bisa melihat wajah dari sosok laki-laki itu.
Di ulurkannya tangan Kyuhyun yang kini sudah tepat berada di tepi jurang. Kyuhyun bermaksud menolong laki-laki yang mengeluarkan sinar yang sangat indah itu. Tapi, ada yang aneh dengan sosok di hadapannya ini. kenapa di punggungnya sayap itu berwarna hitam dan putih.
"Siapa...kenapa menangis." Berkali-kali Kyuhyun bertanya, tapi tetap orang yang berada dihadapannya tidak memperlihatkan wajahnya. Dia terus menangis tanpa mau menyambut uluran tangan Kyuhyun dan tiap laki-laki didepannya ini menangis, suara tangisan itu membuat hati Kyuhyun entah kenapa menjadi sakit.
"Selamatkan aku...Kumohoooon."
"Selamatkan ? siapa yang menyakiti mu?."
"Kumohooon..."
Lagi-lagi Kyuhyun tidak mengerti, apa maksud dari kata untuk menyelamatkan dirinya. Kyuhyun sudah mengulurkan tangan kanannya untuk ia pegang dan Kyuhyun akan menariknya. Tapi, kenapa dia tidak bergerak dari posisinya. Akhirnya, Kyuhyun tanpa sadar maju perlahan, dan ketika kakinya sudah ikut melayang diudara Kyuhyun...
"AAKHHHHH.." Teriak Kyuhyun saat jatuh ke dalam jurang. Menutup matanya dalam-dalam. Dan, saat dirinya membuka mata untuk melihat kebawah, bukannya pohon, air atau tanah yang ia temui. Kyuhyun malah melihat sebuah tombak yang tertanam dengan mata pisau yang mengacung keatas. Sehingga, bagian runcingnya seperti sedang menanti Kyuhyun untuk jatuh kesana.
"GYAAAAAA.." Kyuhyun langsung bangun dari mimpinya. Dengan nafas ter-enggah-enggah dan keringat dingin yang sudah mengucur banyak.
"Sial...untung saja hanya mimpi." Umpat Kyuhyun saat dirinya sadar bahwa tadi hanyalah mimpi. Kyuhyun pun menetralkan kembali nafasnya agar tenang.
"Jam 4 sore." Ucap Kyuhyun saat melihat jam dinding dikamarnya.
"Toolong...Toolong...akuu." DHEG...Terdengar lagi rintihan meminta tolong. Kali ini bukan mimpi, Kyuhyun dapat mendengarnya sangat jelas. Suara meminta tolong ini sangat jelas sekali. Seperti berada tepat dibelakang dirinya. Dilihatnya seluruh bagian kamar ruang Kyuhyun. Menatap sudut-sudut ruangan itu.
"Apa mungkin rumah ini ada hantunya ?." Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Dengan, berani Kyuhyun keluar dari kamar untuk mengecek dimana suara itu berasal. Lagipula ini masih sore dan matahari masih bersinar. Jadi, buat apa Kyuhyun takut.
Kreeeet...Terdengar suara decitan kayu yang sudah tua saat Kyuhyun membuka salah satu pintu kamar yang ia yakini suara itu berasal.
"Tidak ada ...dasar Kyuhyun, itu hanya perasaan mu saja" Hibur Kyuhyun pada dirinya sendiri agar tidak berpikir yang aneh-aneh.
"Tooloong..."
"Si-siapaa itu ?."
"Kyuu...Toloooong...Kumohoooon."
"GYAAAA...SIAPAAA KAAUU...K-KALAU BERANI, KELUAR!." Teriak Kyuhyun yang sudah merasa tidak nyaman dan agak takut. Masalahnya suara misterius itu memanggil nama panggilannya. Sekuat apapun manusia, pasti akan merasa takut dengan hal yang sudah menyangkut hal mistis seperti ini.
Sendirian didalam rumah besar yang ditemani barang-barang purba pula. Sejantan-jantannya Kyuhyun kecuali Donghae yang sudah pasti akan langsung kabur. Pasti akan ciut nyalinya. Lalu, Kibum. Ah...dia laki-laki yang sudah pasti tidak akan takut dengan hal seperti ini. Jadi, sudah tahukan siapa yang sangat jantan disini.
Dengan kaki agak gemetaran Kyuhyun terus melangkah, hingga kakinya kini berada dihalaman belakang. Kyuhyun melihat sebuah gudang kecil. Entah kenapa kaki Kyuhyun melangkah dan terus melangkah hingga akhirnya berhenti disini. Perasaan Kyuhyun merasakan disinilah sumber masalah ketakutannya.
"Kenapa aku ke sini ?." Tanya Kyuhyun pada gedung kecil tua dan reot. Tentu saja tidak akan ada yang menjawab pertanyaan kyuhyun. Dia bertanya pada benda mati.
"Tooloooong..."
DHEG...suara itu terdengar lagi ditelinga Kyuhyun. Dan, kali ini semakin kuat dan jelas Kyuhyun mendengarnya. Dibukannya gedung kecil itu dan masuklah Kyuhyun kedalam ruangan yang sempit.
"Tidak ada siapapun pun ? Hahaha...tentu saja, diruangan sempit begini mana ada orang yang tinggal." Kyuhyun yang sedang mencari-cari saklar lampu. Jadi, meraba-raba dinding. Dan, saat dirinya menemukan tombol yang ia cari segeralah ia pencet. CLIK.
"GYAAAA...AKU JATUUUHH, AKKHHH." Teriak Kyuhyun saat dirinya merosot kebawah tanah saat memencet tombol. Kyuhyun terus turun dan turun kebawah. Hingga, akhirnya pantat itu menyentuh lantai yang dingin.
Buagghh...
"Aish...pantat kuuu," Adu Kyuhyun sambil mengusap-usap pantatnya.
"Eh...sepertinya aku pernah mengalaminya." Ingat Kyuhyun, tapi semakin dirinya mengingat. Kyuhyun tetap saja tidak ingat. Obat yang diberikan oleh kakeknya Yonghwa sepertinya sangat ampuh. Terbukti Kyuhyun tidak bisa mengingat, walaupun dirinya mencoba mengingat secara paksa.
"Ini laboratorium milik kakek Yonghwa."
Yah...Kyuhyun kembali ketempat dimana waktu dirinya berumur lima tahun jatuh seperti tadi dan sekarang dirinya untuk kedua kalinya datang ke Laboratorium milik mendiang sang kakek. Ditelusurinya sisi-sisi ruangan Laboratorium dengan mata kagum. Dejavu. Itulah yang Kyuhyun lakukan sekarang. Apa yang ia lakukan sama persis ketika berusia lima tahun lalu.
CLIK. Kyuhyun menyalakan saklar listrik dan membuat lampu-lampu yang berada di Laboratorium menyala dan mengaktifkan beberapa komputer yang ada.
"Aku baru tahu kakek Yonghwa punya laboratorium rahasia. Pasti ada sesuatu disini." Guman Kyuhyun saat melihat buku-buku yang terbuka sudah sangat usang dan menguning. Bahkan gambar yang berada dibuku sudah tidak begitu jelas. Perlahan mata Kyuhyun bergerak-gerak membaca tiap bait kalimat yang berada didalam buku itu.
"Yesung ? Siapa itu Yesung." Tanya Kyuhyun saat membaca kalimat-kalimat dibuku sang Kakek, begitu banyak kata 'Yesung' disetiap halamannya. Dan, ada kalimat yang membuat Kyuhyun tertarik yaitu...
'Yesung...maaf sepertinya aku tidak bisa menjaga mu.
Seandainya, Kyuhyun ada disini.
Tapi, aku tidak bisa membuat hidup Kyuhyun hancur dengan menjadi ilmuan seperti ku.'.
Kyuhyun menjadi penasaran. Kenapa dibuku sang kakek ada nama dirinya dibawa-bawa dan nama Yesung juga. Dan, kenapa kakeknya itu meminta maaf karena tidak bisa menjaga Yesung. Memang siapa itu Yesung. Pertanyaan-pertanyaan muncul dibenak Kyuhyun.
.
.
Thanatos and Ker
Part 2
.
.
(Bagian Kutub Utara)
"Jadi disini lokasinya." Tanya salah satu Dewa dengan masih bertengger di naganya sambil menunjuk titik dibawah target berada. Cuaca disini sangat dingin, membuat beberapa Dewa lainnya menjadi kedinginan dan memilih berada di naga Dewa Fly Kris. Kecuali Dewa Frost Xiumin yang memang kekuatannya adalah es dan Dewa Fire Chanyeol yang kekuatannya adalah api yang akan selalu membuat dirinya hangat.
"Iya, tepat dibawah sini dia berada." Jawab salah satu Dewa yang sudah siap dengan kekuataannya.
"DO kau mau membuat dunia terguncangnya. Cepat naik ke naga Dewa Fly. Aku akan mengirim kita semua langsung kebawah dengan Teleport ku." Dan, tanpa berpikir panjang. Dewa Earth DO ikut bergabung di punggung naga Dewa Fly Kris. Dan, hanya dengan menjentikkan jari Dewa Teleportatio Kai , kini mereka semua sudah berada di dalam Goa bawah lapisan es.
"Aku sudah tidak sabar untuk menghabisi Dewa kematian itu" Ucap salah satu Dewa yang sedang memainkan bola api ditangannya. Semakin ia emosi mengingat jiwa temannya Dewa Healing Lay sudah dimakan oleh Dewa Kematian membuat bola api ditanganny semakin besar dan...Sshh..Bola api itu tiba-tiba menjadi beku.
"Yak! Dewa Frost apa yang kau lakukan." Kesal Dewa Fire Chanyeol. Karena, bola api di gengamannya sudah berubah wujud jadi gumpalan salju akibat ulah Dewa Frost Xiumin.
"Sudah hentikan. Kalian ini bertengkar saja. Cepat sebentar lagi kita akan sampai. Jangan buang tenaga kalian untuk hal yang tidak berguna. Kalian ingat dia mempunyai kekuatan..." Dewa Droplet Suho sengaja menjeda ucapannya. Hatinya benar-benar sakit, untuk menyebut nama kekasihnya saja sangat sulit apa lagi mengingat betapa kejamnya Dewa Kematian Ker membunuh dan mengambil jiwa kekasihnya itu.
"Benar yang dikatakan Dewa Droplet Suho, Dewa kematian itu bisa menyembuhkan lukanya dengan cepat. Karena, kekuatan dari Dewa Healing Lay. Jadi, waktu kita hanya 10 detik saat dirinya kita buat terluka, dan saat dia memulihkan lukanya disitulah kita tusuk jantungnya dengan belati Dewa ini."
Mendengar ucapan Dewa Light Baekhyun, semua Dewa mengganguk setuju. Benar yang dikatakan Dewa Light, lawan yang akan mereka musnahkan adalah sesama Dewa dengan kekuatan yang ia miliki sangatlah kuat, ditambah dengan kekuatan tambahan yang sudah ia miliki. Jangan sampai mereka menjadi korbannya dan membuat sang target bertambah kuat. Ini akan semakin gawat buat negerinya dan juga dunia manusia. Keseimbangan negeri Dewa dan bumi akan hancur.
"Hei...kata Raja disini kan. Tapi, kenapa tidak ada." Tanya Dewa Wind Sehun dengan ekspressi bingungnya saat melihat kolam yang mereka tuju sudah tidak ada apa-apa. Dewa Kematian yang terkurung es yang seharusnya berada dihadapan mereka sekarang sudah tidak ada. Didepan mereka kini hanya danau biasa.
"Kemana perginya dia! Sialaaaan!." Geram Dewa Time Controller Tao saat mengetahui buruan mereka sudah terlepas.
"Tunggu...ada yang aneh disini. " Tegas Dewa Telekinesis Luhan saaat merasakan ada keanehan disini.
"Ada apa Dewa Luhan ?." Tanya Dewa Time Controller Tao
"Sekarang masih sore. Dan, dia akan bebas tepat ketika matahari tenggelam. Benarkan ?. " Jelas Dewa Telekinesis Luhan.
"Kau benar Dewa Telekinesis Luhan. Apa dia memaksakan diri untuk bebas. Jika ia Kita tidak bisa melacak keberadaannya." Timpal Dewa Thunder Chen, dan semua anggota mengganguk setuju benar yang dikatakan Chen. Dewa Kematian adalah Dewa yang berada di tingkat atas kekuatan Dewa elemen. Kekuatannya sangat tinggi, tidaklah mudah menemukan hawa keberadaannya. Mengingat Dewa Kematian bisa menekan hawa keberadaannya seperti manusia.
"Kita bisa merasakan hawa keberadaannya dengan melacak jiwa dari Dewa Healing Lay yang sudah ia makan atau bisa juga saat dia menggunakan kekuatan dari Dewa Healing Lay, itulah titik dimana dia , mengenai kebebasannya..." Dewa Telekinesis Luhan, menjeda analisanya.
"Berarti..." Tanya Dewa Fly Kris dengan sengaja menjeda kalimatnya sama dengan Dewa Telekinesis Luhan dan menatap semua Dewa yang berada di hadapannya dengan wajah serius.
"Dia belum bebas." Jawab serempak 11 Dewa.
"Kita harus segera menemukannya." Perintah Dewa Droplet Suho dan detik kemudian mereka semua berpencar ke seluruh penjuru bumi untuk menemukan dimana Dewa Kematian berada.
.
.
-Kyuhyun Side-
"Apa isi di dalam tabung besar ini ya." Tanya Kyuhyun yang kini sedang menatap tabung berukuran besar yang ditutupi lempengan besi berwarna abu-abu. Benda itu meanrik perhatian Kyuhyun dari tadi. Tabung ini terasa sangat familiar bagi Kyuhyun
"Bagimana cara membukannya." Dengan memasang pose berpikir, Kyuhyun menautkan kedua alisnya. Mencari cara bagaimana membuka tabung yang berada dihadapannya ini.
"OPEN." Ucap Kyuhyun saat membaca salah satu tombol yang berada di meja samping tabung. Ragu, sangat ragu. Kyuhyun takut ketika nanti dia buka apa yang ia takutkan adalah benar.
"Pasti di dalam ada mayat ?." Perkataan Kyuhyun lagi-lagi diucapkan kembali, dirinya saat ini dan dirinya saat masih kecil dulu. Seperti sebuah rekaman masa lalu yang terulang kembali disaat dirinya sudah dewasa.
"Atau binatang aneh ? atau jangan-jangan kakek meneliti Alien ?" Entah apa yang ada dipikiran Kyuhyun saat ini, Kyuhyun mengambil kesimpulan jawaban paling terakhir yaitu 'Alien'.
Jika apa yang Kyuhyun pikirkan benar Alien,Kyuhyun akan bersorak gembira. Dia akan memamerkan hasil temuannya kepada publik. Dan, menjadi orang terkenal, masuk koran dan TV. Karena, menggemparkan seluruh dunia. Bahwa Cho Kyuhyun telah menemukan Alien yang selama ini membuat manusia penasaran. Memikirkannya saja sudah membuat Kyuhyun tersenyum jahat. CLIK.
Nguuung...Perlahan lempengan besi dihadapannya terbuka. Pertama menampilkan setetes air dan sosok yang mulai dari ujung kaki...
"Ah...lama sekali terbukanya." Ucap Kyuhyun tidak sabaran, reaksinya sangat berbeda ketika dirinyanya masih kecil dulu. Jemari kaki yang sudah terlihat, kini makin naik...mesin itu terus perlahan naik keatas, hingga menampilkan sebuah betis yang kecil dan mulus.
"Hah...kaki manusia! Jangan-jangaaan..." Khawatir Kyuhyun saat melihat sepasang kaki sampai pinggang sudah ia lihat.
"Tuh kan bener! Maaa-mayatkan ?." Kali ini Kyuhyun sudah merasa takut. Bayangan-bayangan akan Alien musnah sudah. Kini berganti menjadi bayang-bayangan pada opini pertama dia yaitu mayat.
"Mayat yang telah diteliti dilaboratorium biasanya sangat menggerikan." Gumam Kyuhyun, saat menerawang bagaimana rupa mayat yang dijadikan bahan penelitian yang Kyuhyun sering lihat di film-film.
"Tapi...Tunggu, kenapa pakai baju." Kali ini Kyuhyun menjadi bingung, kenapa mayat dihadapannya pakai celana dan baju. Seharusnya kan full naked. Yah...minimal setengah badannya naked begitu.
"Hahahahah..." Tawa Kyuhyun yang tahu bahwa dirinya sedang berpikir mesum , lalu dipukulnya kepalanya sendiri dengan tangan agar tersadar dari pikiran mesumnya. TUING. Terdengar suara mesin sudah berhenti.
"Caaa-Cantiknya." Tawa Kyuhyun langsung berhenti seketika saat melihat mayat. Ah...ralat, manusia atau...apapun itu yang jelas dihadapnya sekarang sangat cantik dan berkilau.
"Hihihihi...Reaksi mu sama ketika pertama kali kita bertemu." Kyuhyun mendengar suara yang sama. Dan, kali ini suaranya memenuhi ruangan. Kyuhyun bingung sosok didepannya tidak menggerakkan bibirnya dan matanya juga tertutup.
"Siapa yang berbicara ?." Tanya Kyuhyun yang suaranya menggema diruangan itu juga.
"Aku..."
"Aku ? Siapa ? Yak! Jangan menakut-nakuti Cho Kyuhyun."
"Aku didepan mu. Kau tidak ingat ? ."
Perlahan bongkahan es yang berisi sosok cantik itu mencair. Membuat Kyuhyun menjadi sedikit agak takut. Bukan takut karena sosok didepannya. Kyuhyun takut apakah ia salah pencet tadi. Kalau Ayah dan Momy-nya tahu, Kyuhyun melakukan hal yang salah lagi. Matilah dia. Apalagi dia menyentuh barang-barang mendiang Kakeknya dan mengacaukannya.
"Aish...tombol mana yang bisa menghentikan supaya dia tidak mencair." Bingung Kyuhyun dengan menekan berbagai tombol yang ada dimeja. Bahkan, dia membuka-buka buku sang Kakek berharap ada tulisan -bagaimana menghentikan pencairan-
"Tunggu aku akan menghentikan pen...cair...an...mu." Kedua kaki Kyuhyun menjadi lemas sekarang. Sosok didalam tabung itu sudah sepenuhnya mencair. Kini tubuh itu melayang diudara dengan masih menutup kedua matanya. Kyuhyun berusaha untuk berdiri, berjalan dengan perlahan sambil matanya terus menatap sosok didepannya tanpa berkedip.
"Ke-kenapa kau menutup mata mu ?."
"..."
"Mata mu pasti sangat...iii...ind..indah." Betapa terkagumnya Kyuhyun saat melihat kedua mata 'sosok itu' terbuka. Mata dengan warna hijau muda, indah. Itulah satu kata Kyuhyun ucapkan.
DUAAAR...kaca-kaca tabung beserta komputer yang berada di dalam Laboratorium pecah dan lebur jadi satu saat kedua sayap beda warna keluar dari punggungnya dan menghempaskan kibasan sayapnya. Kyuhyun yang langsung menundukkan kepalanya dan bersembunyi dibawah meja langsung berlindung.
"Yak! Kau...kau merusak Lab kakek ku." Teriak Kyuhyun dibawah meja sambil memeluk kedua lututnya, dari bawah meja Kyuhyun dapat melihat bahwa 'sosok itu' melayang turun tanpa mau menyentuh lantai. Melayang berjalan kearah meja dimana Kyuhyun bersembunyi.
"Keluarlah Kyu..."
DHEG...suara ini, suara 'sosok' itu sama dengan yang ada didalam mimpinya dan suara yang terus memanggil-manggil dirinya untuk minta tolong. Pertama Kyuhyun hanya memajukkan kepalanya saja yang keluar dari meja dan saat melihat keatas. 'sosok itu' sedang tersenyum sangat manis terhadap dirinya.
GLEG...' Manis sekali senyumannya. Tidak pernah kulihat senyuman semanis itu.' Batin Kyuhyun. Dan, kini Kyuhyun sudah berdiri tepat dihadapan 'sosok itu'. Memandangnya dari bawah hingga atas.
'Kemana sayapnya ? bukan kah tadi dia memiliki sayap.' Tanya Kyuhyun dalam hati, saat melihat dipunggung 'sosok itu' sayap yang berbeda warna sudah tidak ada dipunggungnya. Dan, 'sosok itu' masih bisa melayang tanpa sayap.
"Kau tidak ingat ?." Tanya 'sosok itu' pada Kyuhyun.
"Ingat ? memang kita pernah bertemu ?." Tanya balik Kyuhyun kepada 'sosok itu'.
"Jadi, benar Professor Cho telah menghapus ingatan mu." Kali ini Kyuhyun memiringkan kepalanya bingung.
"Professor Cho ? Maksudnya kakek ku." Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, 'sosok itu' perlahan melayang maju mendekati tubuh Kyuhyun. Kyuhyun yang didekati 'sosok itu' bukannya mundur malah diam ditempat. Kyuhyun tidak takut dengan 'sosok itu' dia cantik dan manis jadi untuk apa menghindar.
CHUUU~ sosok itu mencium kening Kyuhyun dan detik kemudian. Kepala Kyuhyun terasa sangat sakit. Kepalanya seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Sakit dan panas.
"Akhh...kepala kuuuu." Rintih Kyuhyun sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan. Badan Kyuhyun terhuyung kesana-kemari, membentur meja dan apapun yang ada di Laboratorium itu. berkali-kali Kyuhyun menjambak rambutnya. Tetap saja terasa sakit, kepala itu semakin nyeri. Dan, Kyuhyun yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang luar biasa itu. Akhirnya, terjatuh kelantai tak berdaya.
.
.
Thanatos and Ker
Part 2
.
.
Seperti sebuah kaset yang sedang berputar ulang, Kyuhyun mendengar dan melihat dirinya yang masih berusia lima tahun. Sangat jelas sekali, Kyuhyun dan kakeknya yang bernama Yonghwa sedang berada di Laboratorium.
"Caaa-Cantiknya."
"Dia sangat cantik kan Kyu."
"Sangat, tapi kenapa tadi kakek bilang menjaganya ? Memangnya dia ini apa ?."
"Nama ? dia tidak punya nama."
"Bagiamana jika namanya Yesung. Aku suka dengan nama itu, Cantik seperti dirinya."
JEEB...Kyuhyun langsung bangun dan membuka kedua matanya. Dan, saat dirinya sadar akan apa yang terjadi. Kyuhyun hanya memegang dada kirinya yang naik turun. Sekarang, Kyuhyun ingat semuanya. 'Sosok itu' adalah sosok yang pernah ia lihat waktu dia masih kecil.
"Yesung." Satu kata yang lolos Kyuhyun ucapkan. Dilihatnya ruangan yang sudah berganti menjadi sebuah kamar yang tadi ia tempati untuk tidur. Seingat Kyuhyun, Kyuhyun tadi merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya dan terjatuh. Dan, sekarang ketika bangun dirinya sudah berada dikamar.
"Apakah tadi mimpi ?."
"Sayangnya bukan." Mendengar balasan dari pertanyaannya, Kyuhyun langsung mengarahkan pandangannya kearah ambang pintu, sosok yang ia baru saja ia temui sedang melayang diudara.
"Kau Yesung." Tanya Kyuhyun sambil menunjuk sosok yang ia yakini adalah ELF yang pernah dibilang oleh Kakeknya.
"Maksud mu Thanatos ?." Tanya Ker yang saat ini mengambil alih sosok Yesung si Thanatos.
"Tha- Apa ?." Ulang Kyuhyun tidak mengerti.
"Thanatos, suadara kembar ku." Kyuhyun yang mendengar jadi semakin bingung. Siapa lagi itu Thanatos, yang Kyuhyun tahu didepannya adalah Yesung. Tapi...Tunggu Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan penampilan sosok didepannya ini. Dan, selama Kyuhyun larut dalam pikirannya, Dewa Kematian yang sudah bebas ini mendekati ranjang Kyuhyun dan duduk tepat dihadapannya.
"Aku adalah Ker. Dan, sosok yang kau lihat di Laboratorium tadi adalah Thanatos saudara kembar ku."
"Tu-tunggu...Kau itu Yesung kan. Ker ? Thanatos ? saudara kembar ? apa maksudnya ?." Berbagai kata yang Kyuhyun tidak mengerti dia lontarkan kembali. Kyuhyun benar-benar tidak mengerti maksud dari perkataan Ker. Sedangkan, Ker yang melihat hanya dapat tertawa keras.
"Manusia di depan ku ini bodoh."
"Ker...dia tidak mengerti."
"Aku tahu Thanatos, tapi kau tidak bisa keluar sekarang. Ini waktu ku."
Thanatos dan Ker saat ini sedang berkomunikasi lewat batin. Sekarang malam hari. Dimana, di dunia manusia adalah waktu Ker yang mengambil alih tubuh. Dan, Thanatos yang Kyuhyun maksud adalah si Yesung tidak bisa keluar.
"Kau akan mengetahuinya saat besok pagi, biar besok saudara ku yang menjelaskan." Tanpa banyak waktu Ker yang saat ini telah mengambil alih tubuhnya, langsung menghilang dari hadapan Kyuhyun yang sedang cengo.
"ARGHH...AKU BENAR-BENAR TIDAK MENGERTI." Teriak Kyuhyun frustasi, hingga akhrinya Kyuhyun tertidur. Karena, lelah otaknya dibuat penasaran oleh kejadian hari ini.
.
.
(Morning, 09:00AM)
"Enngh...moooomy~." Eluh Kyuhyun saat tidurnya diganggu oleh seseorang.
TUK...
TUK...
TUK...Pipi kanan Kyuhyun sekarang sedang ditekan-tekan oleh seseorang, sadar akan hal itu. Kyuhyun akhirnya membuka matanya perlahan dengan berat hati.
"Engh...Malaikat." Gumam Kyuhyun sambil tersenyum antara setengah sadar dan tidur, melihat sosok didepannya.
"Hihihi...bukan, aku Dewa Kematian atau bisa dibilang pencabut nyawa" Mendengar sosok didepannya bersuara, membuat Kyuhyun hanya dapat tersenyum kembali, suaranya sangat indah. Namun, sedetik kemudian saat otaknya berhasil menangkap informasi secara lengkap yang tadi ia dengar...
"APAAAAAA ? DE-DEWA PENCABUT NYAWAAA ?." Teriak Kyuhyun sambil memeluk selimut tidurnya dan menatap Yesung dari bawah hingga atas.
"Tu-tunggu! Ak-aku belum mau mati!." Melihat Kyuhyun ber-ekspresi takut membuat Yesung tertawa. Manusia didepannya ini sangat lucu ketika takut pantas saja Ker suka mengatainya bodoh, memang tampang takut Kyuhyun terlihat sangat bodoh.
"Yak! Apa yang kau tertawakan ?."
"Tenanglah, aku Yesung. Kau tidak ingat ?." Mendengar kata 'Yesung' Kyuhyun langsung teringat kejadian tadi malam.
"Oh ya benar. Tunggu! rambut mu bukan kah semalam berwa-."
"Merah." Jawab Yesung tanpa memberikan Kyuhyun waktu untuk menyelesaikan pertanyaannya.
"Benar, kenapa sekarang berwa-."
"Pink." Jawab Yesung lagi memotong ucapan Kyuhyun se'enaknya. Dan, Kyuhyun hanya memberikan anggukan. Yesung perlahan berjalan mendekati Kyuhyun, membuat Kyuhyun menelan salivanya kasar. Yesung membuat jantung Kyuhyun berdetak tidak normal. Senyuman itu, senyuman yang tadi malam Kyuhyun lihat di Laboratorium. Membuat Kyuhyun menjadi sesak nafas.
"Manusia didepan mu gugup Thanatos."Ucap Ker, mengajak Thanatos berkomunikasi kembali lewat batin.
"Aku tahu...hihihi, lucu sekali dia."Balas Thanatos sambil tetap berjalan memandang Kyuhyun dengan senyuman.
"Kau mengerti dengan kata 'Dua jiwa satu tubuh' kan ?." Tanya Thanatos yang mencoba menjelaskan kepada Kyuhyun dengan ucapan yang mungkin ia mudah terima.
"Maksud mu seperti manusia berkepribadian ganda ?."
"Yah...seperti itu, sosok tadi malam yang berambut merah itu Ker. Dan, sosok didepan mu sekarang aku yang berwarna rambut pink adalah Thanatos." Kyuhyun yang mendengar penjelasan Yesung, menjadi sedikit mengerti.
"Tunggu, intinya Yesung adalah Thanatos dan Ker ?." Tanya Kyuhyun menjetikkan jarinya sok mengerti.
"Bukan...waktu itu kau memberikan nama pada saat aku bersosok Thanatos. Jadi, kau hanya memberi nama pada ku Thanatos. Sedangkan, Ker tidak. Dia tetap Ker." Jelas Yesung.
"Hem...Kalau begitu Ker ku panggil Jeremy saja. Bagaimana ?."
"DHEG...YAK! manusia lemah aku tidak mau diberikan nama oleh mu." Ngamuk Ker didalam diri Yesung si Thanatos saat mendengar Kyuhyun memberikan dia sebuah nama yang menurut Ker sangat jelek dan norak. Thanatos yang mendengar teriakan didalam hatinya hanya tertawa kecil.
"Kau kenapa Yesung ?." Tanya Kyuhyun saat melihat Thanatos tertawa.
"Ah...Itu, Ker tidak suka dengan nama itu."
"YAK! Thanatos bilang pada manusia itu. aku tidak mau diberi nama olehnya!." Lagi-lagi Ker yang berada didalam tubuh Yesung berteriak. Ker, tidak mau merubah namanya. Diberi nama oleh manusia sangatlah tidak cocok untuk style Ker.
"Kenapa tidak suka, padahal nama itu sangat keren ?."
"Kata Ker, dia tidak mau namanya dirubah."
"Begitu, baiklah. Berarti saat malam hari kau akan berubah jadi Ker dan saat matahari bersinar kau akan menjadi Yesung. Lalu,kau ini makhluk apa ?"
Mendengar pertanyaan Kyuhyun yang ingin mengetahui siapa dirinya lebih jauh. Akhirnya Yesung menceritakan bagaimana dia sampai dikurung dan diturunkan ke dunia manusia. Dan, tentunya sedikit kebohongan yang Yesung tambahkan saat bercerita dengan perintah Ker. Hingga, di akhir cerita Yesung berterima kasih pada keluarga Kyuhyun. Karena, leluhurnya dulu membawaYesung dan merawatnya.
Kruuukk...Kryuuuk
"Bunyi apa itu ?." Tanya Yesung saat mendengar bunyi yang berasal dari perut Kyuhyun. Kyuhyun yang malu ketahuan. Langsung bangun dan turun kebawah dengan muka memerah. Meninggalkan Yesung dengan sejuta kebingungan.
(Dapur)
"Apa yang kau makan?." Tanya Kyuhyun kepada Yesung. Saat ini Kyuhyun sibuk mencari-cari makanan didalam dapur, berharap ada makanan kaleng yang tersimpan walaupun sudah dipastikan kadaluarsa.
"Susu dan daging." Jawab Yesung dengan tubuh yang melayang di udara.
"Lalu ?."
"Hanya itu, aku dan Ker hanya bisa makan itu."
"Baiklah...sepertinya tidak ada makanan disini, kita harus ke minimarket." Tanpa canggung, Kyuhyun menyeret pergelangan tangan Yesung.
"Tunggu." Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya ketika tubuh Yesung menahan untuk dibawa pergi, diliriknya Yesung seolah bertanya ' kenapa'. Dan, Yesung menunjukkan ke arah bawah kaki.
"Ah...benar, kau melayang. Tidak bisakah kau jalan ?." Mendengar pertanyaan Kyuhyun, membuat Yesung terkiki geli. Tentu saja Yesung bisa berjalan, hanya saja jalan membuatnya lelah. Yesung lebih suka melayang atau terbang walaupun tidak menggunakan sayap.
Syuuut...Sekarang jemari kaki Yesung menyentuh lantai. Menggerak-gerakkan jemari itu menyesuaikan diri untuk berjalan.
"Hahahaha...Kaku sekali jalan mu." Ledek Kyuhyun pada Yesung yang berjalan seperti robot.
"Itu karna aku sudah 1000 tahun tidak berjalan." Balas Yesung dengan sedikit kesal, karena dirinya ditertawakan oleh Kyuhyun.
Kini Kyuhyun dan Yesung sampai di minimarket yang tidak jauh dari rumah mendiang kakek dan neneknya. Kyuhyun dan Yesung entah kenapa menjadi cepat akrab. Mungkin karena, Yesung alias Thanatos dan Ker sudah tidak asing dengan dunia manusia. Waktu bekerja dulu dirinya dan Ker, turun ke bumi untuk mencabut nyawa-nyawa manusia. Jadi, mereka bisa tahu bagaimana tingkah manusia.
"Thanatos suruh manusia itu beli daging yang banyak." Perintah Ker pada Yesung lewat batin, saat melihat Kyuhyun memasukkan beberapa pack daging dengan jumlah yang sedikit.
"Eh, jangan begitu Ker." Balas Thanatos alias Yesung, walaupun mereka berdua memang sangat lapar. Mengingat sudah 1000 tahun tidak makan, bukan berarti mereka memanfaatkan Kyuhyun untuk mengisi tenaga mereka.
"Kau kenapa Yesung ?." Tanya Kyuhyun saat melihat Yesung hanya diam sambil memandang pack-pack daging yang tersusun rapi dihadapannya.
"Ah...baiklah, kau mau yang ini juga. Bagaimana ? sudah cukup ?."
"..."
"Segini ?."
"..."
"Baiklah...kurasa segini cukup kan."
"Hihihi...Jangan lupakan susunya."
Tanpa sadar Yesung tertawa lagi, membuat Kyuhyun menjadi gemas melihat sosok didepannya. Sama halnya dengan daging, Yesung terus memandangi kardus-kardus susu yang terpajang didepannya dengan mata berbinar. Seolah didepannya adalah surga susu, makanan kesukaan Yesung.
"Hahahah...sama saja kau dengan ku Thanatos." Ledek Ker saat merasakan hasrat lapar yang luar baisa pada tubuhnya juga saat Thanatos menatap susu-susu didepannya.
"Eh, ish...diam kau Ker." Elak Yesung membalas komunikasi batinnya antara dirinya dan Ker. Betapa malunya dia, untung saja hanya Ker yang tahu. Tapi, tanpa Yesung sadari saat Yesung malu Kyuhyun melihatnya.
Bruuk...
"Apa lihat-lihat ? ." Tanya Kyuhyun saat dirinya sibuk memindahkan isi dari Trolli belanjaannya ke meja kasir.
"Ti-tidak tuan." Jawab Kasir yang agak takut, awalnya sang kasir ingin bertanya ketika melihat Trolli yang Kyuhyun keluarkan berisi penuh susu dan daging. Sedangkan, sanck dan cup ramen untuk stock makanan Kyuhyun sendiri hanya bisa dihitung dengan jari.
Well, Sudah lima hari Kyuhyun tinggal dirumah nenek dan kakeknya bersama Yesung sang Dewa kematian. Walaupun singkat Kyuhyun bahkan sudah hafal betul bagaimana sifat Yesung alias Thanatos yang saat matahari terbit dan ketika matahari tenggelam yang merubah Yesung menjadi sosok buruknya si Ker.
"Yak! Ker...sudah kubilang jangan membunuh binatang untuk kau makan!." Marah Kyuhyun pada Ker yang sedang asik makan daging musang yang baru saja ia tangkap. Saat matahari tenggelam Ker langsung menghilang dan pulang dengan membawa daging yang ia buru entah dimana.
"Aku lapar tuan manusia, Aku butuh daging." Jawab Ker santai.
"Aish...Saudara mu begitu menyebalkan Yesung." BRAK...pintu tertutup dengan keras, Kyuhyun kesal pada Ker yang membawa daging hewan untuk dia makan. Padahal, jika Ker mau daging. Kyuhyun bisa membelikan daging untuk Ker tanpa harus membunuh hewan dan memakan dagingnya.
"Ker...kenapa kau melakukan itu. Lihat Kyuhyun marah." Yesung yang saat ini berganti wujud dengan Ker hanya dapat ingin sekali mengejar Kyuhyun. Tapi untuk menggerakkan tubuhnya Yesung tidak bisa. Karena, saat ini Ker sedang mengambil alih tubuh.
"Kita harus mengisi tenaga, setelah dikurung begitu lama...tubuh kita menjadi sangat lemah Thanatos. Setidaknya, aku berharap pemegang elemen itu menyerang kita pada malam hari." Yesung yang mendengar ucapan Ker hanya dapat terdiam. Yesung tahu maksud dari kalimat Ker itu.
"Yak! Yak...Kenapa air mata ku turun sendiri. Thanatos kau menangis ?." Ker kaget saat dirinya mengeluarkan air mata tiba-tiba. Thanatos yang sedih didalam dirinya, membuat air mata itu tanpa sadar jatuh membasahi kedua pipi Ker.
"Maaf Ker, gara-gara aku tidak pandai bertarung."
Yah...Thanatos sang Dewa kematian yang bersisi baik meminta maaf. Karena, dirinya tidak bisa bertarung. Sikap dan jiwanya yang lembut membuat Thanatos lemah jika di medan perang. Berbeda dengan Ker yang sikap dan jiwanya yang sanggar dan kejam, jika dimedan perang dia akan unggul.
"Hahahah...Jangan menangis Thanatos. Karena, aku punya rencana bagus." Mendengar ucapan saudara kembarnya Ker. Yesung jadi diam, membuat air matanya tidak jatuh lagi sekarang.
"Rencana ? Rencana apa itu ?."
"Aku akan merekrut orang-orang yang akan menjaga kita. Jadi, saat pemegang elemen itu menyerang kita pada pagi atau siang hari, kau tidak usah bertarung."
.
.
Kami pergi, terima kasih telah memberikan aku dan Ker makanan.
Jaga dirimu baik-baik. Dan, sebagai hadiah.
Rumah ini sudah kami bersihkan.
"Siaal...Apa dia marah pada ku gara-gara semalam ? Kenapa juga tidak berpamitan pada ku dulu sih." Geram Kyuhyun saat membaca sebuah note kecil yang berada dimeja. Setelah tadi malam Thanatos dan Ker berbicara, ke-esokan paginya mereka langsung pergi untuk mencari manusia-manusia yang bisa membantu mereka. Dewa Kematian tahu, sekuat apapun dirinya tapi dalam jumlah Dewa kematian sangat jauh. Jadi, sebelum pemegang elemen menemukan Yesung. Dewa kematian sudah harus merekrut seorang penjaga (Guardian).
.
.
Thanatos and Ker
Part 2
.
.
(Nohwon, Korea Selatan. 01 Februari 2014)
"Kyu...aku benar-benar tidak menyangka, orang tua mu memberikan uang sebanyak itu. Benarkan Kibum-ah ?"
"Hem..."
"Besok pasti akan menyangkan, yeaahh!."
"Sepertinya hanya kita saja yang senang."
Donghae yang mendengar sindiran Kibum, menoleh ke sosok namja yang kini duduk dibelakang sambil menatap keluar jendela. Saat ini Donghae, Kibum, dan Kyuhyun sedang mengarahkan mobil yang dikemudikan oleh Donghae ke daerah tempat dimana biasanya mereka nongkrong.
Siang ini mereka membeli perlengkapan untuk berlibur ke Seoul besok. Kyuhyun yang berhasil menjalankan misi Heechul yaitu membersihkan rumah mendiang kakek dan neneknya, langsung menerima uang dengan jumlah banyak ketika sampai dirumah.
"Hei...Kyuuu~ Helloooo." Kali ini Donghae bersuara agak keras, melihat sosok Kyuhyun dari spion depannya. Tapi, yang Donghae dapat hanya wajah datar tanpa ekspresi yang sedang memandang keluar jendela.
"Dia melamun lagi." Ucap Kibum tanpa melihat Kyuhyun.
"Sepertinya begitu Kibum-ah." Akhirnya Donghae memfokuskan kejalanan. Membiarkan temannya sibuk dengan pikirannya. Kibum dan Donghae tidak mengerti sejak kepulangan Kyuhyun dua hari lalu, Kyuhyun jadi berubah. Kyuhyun menjadi pendiam. Setiap ditanya, Kyuhyun menjawab tidak ada apa-apa.
.
.
(Other Side)
"AKHHH..." Erang kesakitan terdengar disebuah lorong gang jalan yang sepi. Terlihat sosok namja manis sedang tersungkur ditanah dengan badan yang tertindih oleh batu yang sangat besar. Tidak jauh dari si manis, terlihat segerombolan sosok yang masing-masing memakai topeng dengan simbol yang berbeda.
"Kau telah membunuh teman kami. Jadi rasakan ini Dewa kematian." Kali ini sosok laki-laki dengan simbol Burung Phoniex di topeng mengeluarkan api yang besar dari telapak kanan tangannya.
"Tunggu Dewa Fire, bagaimana kalau kita siksa dia dulu." Usul sosok laki-laki dengan simbol topeng Dragon, mengeluarkan smirk andalannya saat melihat tubuh Dewa Kematian yang terjepit oleh sebuah bongkahan batu besar.
"Sial...Mereka menemukan kita. Thanatos bertahanlah." Ker yang berada didalam tubuh Yesung, tidak bisa berbuat apa-apa. Ini adalah waktu Thanatos keluar, ingat saat tubuh mengambil alih. Tubuh lainnya tidak bisa keluar atau menggerakkan tubuh se'enaknya.
"Akhh...Maaf Ker, gara-gara aku...akkhh." Yesung yang saat ini berada di bawah batu besar, hanya dapat merintih kesakitan. Setelah apa yang dilakukan oleh pemegang elemen itu. Pemegang elemen berhasil menemukan Dewa Kematian, saat Yesung menggunakan kekuatan Dewa Healing Lay untuk menolong seorang anak kecil yang sekarat karena tertabrak mobil.
Jiwa Yesung yang lembut dan tidak tega saat melihat mata anak kecil yang meminta pertolongan, membuat Yesung si Thanatos yang tidak pernah melanggar hukum langit jadi melanggarnya yaitu memulihkan luka anak kecil itu sehingga anak kecil itu yang seharusnya meninggal jadi hidup kembali dengan kekuatan Dewa Healing Lay. Dan, saat itulah para pemegang elemen merasakan hawanya dan dengan secepat kilat para pemegang elemen langsung menemukan Yesung.
"Cepat! Suruh Ker menampakkan wujudnya." Teriak salah satu lelaki dengan nada marah sambil menjambak rambut pink soft milik Thanatos.
"Akhh...TIDAAAKK."
BUUGHH...batu yang tadinya menahan tubuh Yesung, kini terhempas dan menabrak dinding. Yesung bangkit dan berdiri kembali, segerombolan lelaki yang menyerang Yesung terkaget saat melihat tubuh Yesung pulih dan mulus kembali tanpa luka sedikit pun.
CRIING...tiba-tiba cahaya menyilaukan penglihatan pemegang elemen dan saat cahaya itu hilang. Mereka semua melihat Yesung sudah memegang sebuah pisau khas Dewa Kematian. Dimana mata pisau itu berbentuk bulan sabit.
"Aku memang tidak bisa bertarung seperti Ker. Tapi, tubuh ini adalah tubuh Ker juga. Jadi, aku akan melindungi diri ku sendiri. Karena, Jika aku mati jiwa Ker juga akan mati." Dengan posisi ingin menyerang, Yesung mengayunkan pedangnya kedepan.
"Thanatos apa yang kau lakukan ! Bodoooh." Omel Ker, Yesung yang mendengar omelan Ker. Tidak membalas komunikasi batinnya. Yesung menatap pemegang elemen itu dengan serius. Sedangkan, pemegang elemen yang melihat ada perlawan dari musuhnya langsung mengeluarkan senjata-senjatanya. Api,cahaya, petir, batu yang melayang, angin yang berputar kencang, benda-benda tajam yang melayang semua siap diarahkan ke arah Yesung.
"SIALLL! KALAU BEGINI CARANYA KITA AKAN..."
DUAARHH...BUGH, BRAAKK...terdengar suara ledakan menjadi satu. Akibat dari ledakan yang dilempar secara bersamaan dari berbagai elemen, membuat efek asap yang sangat pekat dan banyak menggembul disekitar mereka.
"Dewa Wind, singkirkan asap ini dengan kekuatan mu."
"Baik."
Ssshh...Wuusshh, dengan cepat angin-angin membawa asap yang hitam pekat keatas langit. Menyisahkan sosok laki-laki manis yang sudah babak belur. Bayangkan saja 11 kekuatan elemen dilancarkan langsung ketubuh mu tanpa perisai.
ZEEBB...Dewa Teleportatio Kai langsung berpindah tempat dan mengunci pergelangan Yesung kebelakang.
"Hei...cepat, tubuhnya akan pulih dalam waktu 30detik." Ucap Dewa Teleportatio Kai menyuruh teman-temannya segera membunuh Dewa Kematian. Karena, serangan yang besar-besaran. Tubuh Yesung memerlukan waktu 30detik untuk memulihkan lukanya dari kekuatan Dewa Healing Lay.
"Benar...segera tusuk jantungnya dengan pisau dari Raja." Berjalan dengan smirk yang menggerikan, hari ini adalah hari dimana dia membalaskan dendam untuk kekasihnya yang telah dimakan jiwanya oleh Dewa Kematian.
"THANATOS...SADARLAAAHH! AYOOO...BANGUUUUNN." Teriak Ker didalam diri Yesung. Yesung pingsan akibat serangan tadi, Ker yang memang berada di dalam tubuh, berusaha menyadarkan Yesung agar cepat bangun. Entah kenapa 30 detik itu terasa sangat lama bagi Ker. Ker yang mulai panik karena mendengar langkah kaki pemegang elemen yang semakin mendekat hanya bisa mengumpat kesal.
"YAAAKK! THANAA-."
"Hei...ada apa ini ramai-ramai begini." Ucapan Ker terputus saat dirinya mendengar sebuah suara yang sangat ia kenal. Laki-laki yang dengan santainya masuk ke lorong dan dikuti oleh kedua temannya itu.
"Ada pembunuhan, boleh bergabung." Kali ini laki-laki kedua dengan tatapan dingin menatap segerombolan didepannya dengan tatapan yang sangat menggerikan.
"Sepertinya seru sekali, benarkan teman-teman ?." Lelaki ketiga juga tidak kalah seram memadang segerombolan lelaki yang memakai topeng. Kini dengan berdiri secara sejajar, mereka bertiga manusia biasa. Yah...manusia biasa yang mengeluarkan smirk dan aura andalannya masing-masing. Tanpa tahu siapa yang sedang mereka ajak bicara.
Siapakah mereka ?
apakah mereka yang akan menolong Yesung dan Ker ?
.
.
Thanatos and Ker
Part 2
TBC
.
.
Woaah...gimana part 2 ya ?
Ga bingung kan sama alur ya.
Atau makin bingung XD
Engga bikin ngantuk kan atau ini terlalu panjang cerita ya ?
mungkin akan dikurangi kalau memang kepanjangan ._.
Gimana masih mau baca part 3 ya ?
Thanks To Review chap 1:
Rikarika, Nierin, JustCallMeAzi, CloudSparkyuLove,
Xiansu, I'm the cutest sparkyu, ndadila, oneheartforsuju,
Cloudso4, BabyHimmie, Diansari3424, Reani Clouds, babykyusung,
Yeseong, 32248, YeSan84, Jeremy kim84, Mylovelyyeye,
Cloudskimberly, kyutiesung, AuraKim, Iu cloud'z Kyusungshipper,
Iput thea, deraelf, lisunhae, afifah kuklasnyachangmin, Jy,
Alinzajazky, Ye'Im Clouds, Ajib4ff, cassandraelf, purieCloudsYesungie,
Xxx, Biased, Dor4cloud, Ryani Clouds.
See You Next Story
Kimmie
