"kwaenchanayo?" Seorang pria tinggi tampan terlihat mendatangi tubuh Sungmin yang tergeletak di atas aspal.
"ohh.. ohh... kwaen... nan... nan kwaen... nan kwaenchana.. Kyuhyun ahh" kata Sungmin tergagap.
"apa kau lebih tua dariku nona? Kau tidak memakai bahasa formal." Tanya Kyuhyun sedikit bingung.
"ya.. ya.. Aku lebih tua 2 tahun darimu..." jawab Sungmin masih gagap.
Sungmin terbengong melihat Kyuhyun. Mimpinya selama ini menjadi nyata.
"nona? Apa kau bisa berdiri?" tanya Kyuhyun yang bingung melihat Sungmin terbengong diatas aspal.
Sungmin segera berdiri, namun ia terjatuh lagi, tak sanggup untuk berdiri. Kyuhyun yang melihat itu langsung berjongkok dan meraih kaki wanita itu. Melihat pergelangan kakinya yang terkilir.
"Kakimu membiru nona. Pasti terkilir. Lebih baik diobati agar lebih baik ya." Perlahan Kyuhyun menggendongnya ala bride style dan meninggalkan kerumunan yang berteriak histeris melihat adegan itu.
"Oppa... Mengapa kau menggendong wanita tidak waras itu?" terdengar suara salah satu SparKyu.
"oppa... kajima. Jangan mempedulikannya. Dia pasti sudah gila. Tak bisakah kau lihat pakaian kumuh itu?" seorang fans lain juga ikut berteriak.
Kyuhyun tak bergeming. Ia sedang fokus menggendong Sungmin. Dibawanya Sungmin ke mobilnya. Kerumunan fangirl itu semakin berteriak histeris.
Sedangkan Sungmin? Ia hanya dapat tertunduk malu di dada Kyuhyun. Malu karena ia dipikir orang gila. Tapi tak apalah baginya... Ia sudah mulai terbiasa. Sudah kebal. Malah mungkin "gila" adalah nama belakang yang tepat untuknya.
Dibalik kebahagiaan mereka yang ada di depan sana... Seorang pria putih terlihat mematung di tengah kerumunan itu. Ia hanya dapat melihat punggung Kyuhyun yang tengah menggendong Sungmin.
Dengan gontai ku melangkah... Menjauhi pemandangan menyesakkan itu.
Ia bahagia. Rona pipi berseri. Memerah.
Senyum terlukis di kedua sudut bibir mungilnya.
Aku lah si bodoh.
Dengan bodoh membiarkannya dipelukan orang lain
Orang yang tak akan dapat kutandingi
Peluhku berjatuhan. Menyesali semua tindakan bodoh ini
Sementara itu di rumah sakit..
Sungmin Pov
Aku... aku ingin pingsan. Aku... hari ini sangat bahagia. Aku bersama lelaki yang begitu kucintai. Aku melihat nyata dirinya. Aku dapat merasakan sentuhan tangannya. Oohhh Tuhan. Aku bernafas di tempat yang sama dengannya. Apa aku sedang bermimpi? Atau ini hanya khayalanku saja? Atau kini aku hanya melihat bayangan ilusi? Jawab aku Tuhan. Aku mematung di atas tempat tidur pasien ini. Hanya dapat memandang wajahnya. Begitu tampan... dengan hidung mancung sempurna. Tubuh tinggi dan bibir yang indah. Ia menatapku. Aku merasa sesuatu hangat keluar dari hidungku.
"nona, hidungmu..." kata Kyuhyun yang bingung melihatku.
"apa?" aku heran. Perlahan ku meraih hidungku. Dan kini turun ke bibirku. Aku merasa suatu cairan di tanganku.
Ya Tuhan, aku malu sekali. Kini aku menyadari aku mimisan. Mimisan di depan seseorang yang kucintai. Ahh, aku malu setengah mati. Kutundukkan kepalaku. Tiba tiba kurasakan ia menaikkan daguku. Menatapku pelan. Ohh Tuhan, apa yang akan ia lakukan? Jantungku mulai berdegup kencang. Kututup kedua mataku yang takut melihat dirinya. Aku merasa ada suatu kain menyentuh bagian bawah hidungku.
Srrrt...
Kubuka mataku. Kulihat ia tersenyum geli melihat ekspresiku. Ia mengelap darah mimisan itu dengan sapu tangan biru miliknya. Mengusapnya pelan. Sungguh pelan. Lembut. Aku merasa ia mengusapnya dengan sangat lembut. Ia sangat baik, padahal yang kulihat di internet selama ini ia adalah seorang "evil". Ia melepaskan usapannya dan tersenyum indah padaku. Jantungku bergemuruh. Tak tahu harus bagaimana. Aku terdiam dan memandang kembali wajahnya. Terlebih bibir tebal itu. Ahh, ingin rasanya menggigit bibir itu
"kau... kau tinggal dimana nona?" katanya lembut.
"poppo" kujawab
"eoh?" katanya terkejut dan memegang bibirnya.
"ahhh, anieyoo... maksudku Mokpo, aku salah bilang. Mianhae, jeongmal mianhae " jawabku termalu.
"ahhh, kwaenchanayo. Hahaha, kau manis sekali nona" Katanya sambil tertawa.
"hey, jangan memanggilku nona. Aku punya nama. Perkenalkan, namaku Lee Sungmin." aku memperkenalkan diri dengan sopan sambil menyodorkan tanganku
"joneun Cho Kyuhyun imnida" ia menyalam tanganku dengan sopan pula.
Normal Pov
"jadi, kau akan pergi berapa hari lagi?" tanya Kyuhyun serius.
"seminggu lagi aku akan pergi. Aku kesini hanya ingin melihatmu oppa... ahh, aku lupa."
Sungmin mengambil tas diatas meja disamping tempat duduknya. Ia menyodorkan sebuah kertas dan pulpen pada idolanya itu.
"oppa... aku sangat mengagumimu. Ahhh tidak! Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." Kata Sungmin dengan muka memerah dan menundukkan kepalanya.
Kyuhyun mengambil kertas itu dan memberikan tanda tangan.
"perlukah kita berfoto bersama?" kata Kyuhyun.
"bolehkah?" jawab Sungmin dengan senyum kegirangan. Ia mengeluarkan Handphone nya dan berfoto bersama.
Kyuhyun pun malah ikut mengambil HandPhone nya dan berfoto bersama Sungmin. Dan tak diduga, KYUHYUN BERBAGI NOMOR DENGAN SUNGMIN! Ahhh... Betapa bahagia Sungmin saat ini... ia diminta foto dengan idolanya sendiri, dan mendapat nomornya! Hatinya semakin berbunga. Berbagai spekulasi muncul di benak Sungmin saat ini.
"apa jangan jangan Kyuhyun menyukaiku saat pandangan pertama yaa? Ahh, tidak mungkin. Aku kan jelek, mana mungkin ia menyukai wanita gila." Kata Sungmin dalam hati.
Drrrttt... drrrttt...drrrttt...
Tiba tiba Ponsel Kyuhyun berbunyi. Mengagetkan Sungmin yang sedang melamun itu. Kyuhyun mengangkatnya dan pergi ke toilet.
"jeongmalyo hyung? Secepat itu beritanya keluar? Dia... dia hanya fans biasa yang banyak kutemui di jalan... kakinya terluka jadi aku mengantarnya ke rumah sakit. lagi pula ia akan pergi satu minggu lagi. Ayolah, tak usah direpotkan dengan berita itu. Ia hanya fans cantik biasa. Tenang saja hyung, aku akan segera kesana." Kata Kyuhyun dan segera keluar dari kamar mandi. Namun ia terkejut seketika...
"ahhh... kau mau pergi... sebelumnya, terimakasih. Telah mengantarku ke rumah sakit, terima kasih. Kau pasti sibuk. lebih baik aku pulang ke hotel. Aku kan hanya fans yang oppa temukan di jalan. Hahaha... lagian aku yang terlalu kegirangan. Tak mungkin kau menyukai gadis gila sepertiku. Tagihan rumah sakit juga biar aku yang bayar. Terimakasih." Sungmin membungkuk sedikit, dan berlari keluar dari rumah sakit. Tak menghiraukan kakinya yang terkilir. Tak menghiraukan pandangan pasien dan suster rumah sakit yang melihat aneh dirinya.
Namun naas. Diluar telah banyak fans yang melihatnya.
"Itu diaa! Dasar pelacur! Jauhi oppa kami! Kau bukan siapa siapa, dasar gadis gila! GATAL! Tak tau diri !" teriak seorang fans.
"Lihat tampangmu! Tak bisakah kau sedikit berkaca? Bahkan anjingku jauh lebih cantik darimu.." teriak fans lainnya.
"dasar buruk rupa! Kau sama sekali tidak cocok dengan uri oppa. Pergi saja sana, cari pasangan yang lain! Cari saja orang gila, Rakyat Jelata!" fans lainnya lagi ikut berteriak.
"Ayo! Lempar diaaa!"
Sungmin terkejut mendengarnya... terlebih ketika mereka mulai melempari Sungmin dengan telur. Ia terduduk dan menangis. Mereka semua menertawainya dan mulai mengambil foto dirinya yang menyedihkan.
Srrrttt... Seketika tubuh Sungmin serasa diangkat. Seseorang kini berada disampingnya, memapahnya, dan menutupinya dengan jaket yang ia bawa. Sungmin bersandar pada dada orang itu. Ia tak berani menatap keatas. Ia hanya menuruti pria itu yang membawanya dengan taxi.
.
-...KyuMin i'm Joyer...-
.
"gomawo Kyu... jeongmal gomawo..." kata Sungmin ketika mereka dalam taksi.
Lelaki itu tidak menjawab. Matanya menghadap keluar jendela.
Sungmin mulai melihat lelaki itu.
DEG~
"Hen... Henry oppa"? Sungmin tertegun dan merasa bersalah.
"eotthokkae? kau, gimana oppa bisa kesini? Mianhaeyo oppa..."
"..." tak ada jawaban sama sekali.
"oppa.. apa kau marah eoh? Mianhae..." Sungmin semakin merasa bersalah.
"kwaenchana, kau sudah kembali dengan selamat pun sudah tak apa bagiku" jawab Henry dengan nada kecewa.
Sungmin hanya diam menatap Henry. Bagaimana tidak, ia tahu selama ini kalau Henry menyukainya. Dan kini ia melukai seseorang yang sangat baik padanya. Yang menyayanginya dengan setulus hati. Ia menyesal...
Di Hotel
Sungmin segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya yang mengenaskan dengan bau telur itu. Setelah itu mereka (Henry dan Sungmin) makan di restoran yang tersedia di hotel tersebut. Karena merasa sangat sedih atas kejadian siang itu, Sungmin pun memutuskan untuk karaoke dan mengajak Henry. Yaa, saat ini hanya Henry lah yang mungkin dapat menemaninya.
.
Di tempat sebuah tempat karaoke murah~
.
Seorang lelaki putih dan wanita terlihat hanya diam ditempat duduknya. Lagu yang diputar hanya dibiarkan mengalun dengan sendirinya.
What if geudaeganal, saranghal geotman gata.
Jogeum gidarimyeon, naege eol geotman gattasseo...
Ireon gidaero naneun geudae tteonal su eopjyo
Geureohkae shigani ssahyeo apheumi toeneun geol
Jal algo isseumyeonseo... oh girl
*Bagaimana jika kau berpikir untuk mencintaiku?
Aku pikir kau akan datang padaku jika aku menunggumu meskipun sebentar saja
Harapan seperti inilah yang membuatku tidak dapat meninggalkanmu
Meskipun aku begitu tahu masa masa itulah yang paling menyakitkan... oh girl*
Sungmin meminum banyak sekali gelas wine... Sedangkan Henry bergumam pelan menyanyikan lagu itu. Lagu yang saat ini dapat menggambarkan perasaannya. Lagu yang sangat suka. Ia terdiam dalam lamunan...
"Sungmin sshhii... Aku ingin bicara... Saranghae... Selama ini aku memendam kata itu dalam hatiku... Tapi aku mungkin tak sanggup menyimpannya lebih lama lagi." Tiba tiba Henry membuka suara.
"..." tak ada jawaban untuk beberapa menit
"Aku juga mencintaimu..." terdengar suara lirih Sungmin sambil memegang botol wine di tangannya.
Henry kini terkejut. Jantungnya berdegup sangat kencang. Perlahan Ia mendekati Sungmin, menciumnya lembut, Sungmin yang tak sadar akibat pengaruh wine itu hanya bisa diam saja. Hingga akhirnya Sungmin sadar dan mengerjapkan matanya berulang kali.
"apa yang kau lakukan oppa? Mengapa kau berbuat begitu?" tanya Sungmin terkejut.
"ani... kau mengatakan kalau kau mencintaiku tadi..." jawab Henry salah tingkah
"maaf... aku rasa aku mabuk" Sungmin bergegas meninggalkan ruang karaoke itu dan berjalan tak tentu arah. Kakinya masih sedikit sakit. Tapi ia biarkan saja. Berjalan seolah kuat. Ia tak ingin menuju hotel. Pikirannya kini kacau.
"kring... kring... kring"
Sungmin mengangkat Hanphone nya yang tiba tiba berdering di tengah pelariannya (?)
"yeobo...seo?" tanya Sungmin tanpa melihat nama yang menelponnya itu.
"Sungmin sshi... ini benar dirimu? Aku... Aku Kyuhyun . kan tadi kita sudah tukar nomor telepon." jawab orang di seberang sana.
DEG
Sungmin terdiam sebentar. Menetralkan degupan jantungnya... Lalu bersikap biasa.
"ada apa Kyu?" jawabnya enteng.
"bisakah kita bertemu sekarang? Aku akan menjelaskan semuanya."
.
.
-...KyuMin i'm Joyer...-
.
.
-Sapphire Blue Ocean Cafe-
Dua orang sedang duduk dan merenung. Tampak si lelaki sedang bingung mencari kata kata. Dan si perempuan hanya duduk melamun sambil menikmati indahnya akuarium yang ada di sudut cafe itu. Sedangkan minuman yang mereka pesan belum tersentuh sama sekali. Tak ada yang berani bergerak dari kursinya. Canggung... Mungkin itulah kata yang tepat ssaat ini.
"Maafkan aku..." tiba tiba Kyuhyun memecahkan keheningan diantara mereka.
"..."
"Aku mencintaimu..." kata Kyuhyun berbisik, namun masih bisa didengar Sungmin
"Mwo?" Sungmin menatap tak percaya pada Kyuhyun. Seketika itu rasa mabuknya menghilang dan ia sadar sepenuhnya.
"aku tahu kita baru bertemu... Tapi sungguh. Aku mengagumimu. Kau adalah fans yang tercantik yang pernah kutemui. Mata foxy itu... Bibir shape M mu itu... Pipi chubby dan bentuk tubuhmu, aku menyukainya."
"ak... aku tak percaya kau mengatakan itu Kyuhyun ah. Apa kau bercanda eoh?"
"ania.. aku jujur. Sangat jujur. Jika kau berdandan sedikit saja... kau sangat manis, cantik, dan sexy. Kau memiliki itu semua..." jawab Kyuhyun dengan nada serius
"..." tak ada jawaban untuk beberapa menit.
"hiks... hiks.." Sungmin yang tadinya diam itu tiba tiba menangis.
Kyuhyun POV.
"Aku mengatakan semua isi hatiku. Sungguh, aku tak mengada ada. Semua terjadi begitu saja. Ini kah namanya jatuh cinta? Jantungku berdegup kencang. Dan sekarang, setelah aku mengatakannya, namun ia menangis. Hey, dia kenapa? Apa aku menyakitinya? Apa ia membenciku?" kata Kyuhyun dalam hati.
"kau kenapa sungmin sshi?" aku bertanya dengan sedikit heran.
"hiks... tidak ada. Dasar bodoh!" ia menjawab sambil masih terisak.
"apa kau tak menyukaiku?" aku bertanya lagi.
Normal POV-
Sungmin berlari keluar kafe. Ia tak sanggup menahan air mata "kebahagiaannya". Ia duduk di taman belakang cafe itu. Dibalik rimbun pohon. Tempat ini sepi, yaa. Siapa yang ingin duduk di taman ini seraya angin menghantui malam itu? Sungmin tak mempedulikan rasa dingin yang merambat ke kulitnya. Ia hanya ingin menenangkan diri saat ini.
"tidak. Aku sangat... sangat menyukaimu. Bertahun tahun aku menyukaimu. Kau tahu rasanya? Setiap hari... setiap hari aku mengoleksi setiap fotomu. Menghabiskan keseharianku dengan menghadap komputerku, mencari permberitahuan baru akan dirimu. Aku sangat bahagia walau hanya melihat foto dirimu, dan aku juga menderita! Menderita karena rasa 'cinta' yang kupendam selama ini tak tersampaikan... selama ini seperti orang gila menciumi setiap poster ataupun fotomu..." sungmin bergumam sendiri dalam isak tangisnya.
Tiba tiba ia melihat tak jelas seorang lelaki membungkukkan badannya. menghadapnya. Mengangkat pelan dagunya. Mendekatkan bibirnnya...
CHU~
Lelaki itu perlahan melumat bibir shape M itu. Ia dapat merasakan air mata yang turun dari mata Sungmin. Kyuhyun melahap bibir itu dengan lembut... Sungmin hanya dapat terdiam dalam tangisnya. Ia merasakan bibir itu. Bibir tebal menciumnya dengan sangat lembut. Ia tak melihat jelas siapa lelaki itu, mengingat sekarang ia berada di taman belakang cafe tanpa seberkas cahaya. Hanya sinar bulan yang menerangi. Dan hanya bulan yang menjadi saksi. Hanya bulan...
Angin malam memburu. Namun tak terasa dingin sama sekali. Keduanya dapat merasakan hangat nafas setiap pasangan. Memberikan kehangatan lewat ciuman di tengah dinginnya cuaca. Lelaki itu perlahan melepas ciumannya.
"sekarang... kau tak boleh mencium poster itu. Kau hanya boleh menciumku." Bisik lelaki itu di telinga Sungmin sambil mencium sekilas telinganya.
Sungmin mengenal suara itu. Kyuhyun! Ia kembali terdiam. Pipinya memerah walau tak ada yang dapat melihatnya. Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membawanya ke mobilnya. Sungmin hanya mengikuti Kyuhyun.
.
-...KyuMin i'm Joyer...-
.
Keduanya terdiam dalam lamunan masing masing.
"apa kau menyukai wine Sungmin sshi?"Kyuhyun membuka suara.
"eoo ohh? i.. iya.. darimana kau tahu?" Sungmin tergagap karena gugup.
"aku mengetahuinya saat mencium bibirmu tadi."
DEG~
Sungmin kembali memerah. Jantungnya berdegup sangat kencang. Mungkin Kyuhyun dapat mendengar degupan itu.
"kau gugup Sungmin sshi?" Kyuhyun mendekatkan wajahnya lagi persis didepan wajah Sungmin.
"yaa! A... aku tak gugup sama sekali!"jawab Sungmin masih dengan gelagapan.
Kyuhyun mendekatkan telinganya pada dada Sungmin.
"aa... apa yang kau lakukan?!" sungmin semakin gugup.
"hahaha... kau gugup sekali Sungmin shhi! Jantungmu berdetak kencang sekali" Kyuhyun menggodanya lagi kali ini. (author yakin Kyu hanya modus biar bisa meraba sedikit dada Ming -.- #Lupakan ini)
Lalu menjauh dan duduk seperti posisi semula.
"kau ini!" sungmin mulai emosi dengan tingkah Kyuhyun.
"hehehe... mianhaeyo Sungmin sshi" jawab Kyuhyun terkekeh.
"jadi? Kemana kita akan pergi chagiyaa?" kata Kyuhyun enteng.
"mwo? Cha... chagi?" Sungmin tak percaya.
"ne. Kau kan sekarang yeojachinguku, Minnie chagi." Jawab Kyuhyun merasa tak berdosa.
"maaf Kyu... Mungkin kita lebih baik tidak bersama... Aku takut kau akan kehilangan fans mu. Dan aku takut, aku akan tersakiti oleh mereka yang membenciku. Lebih baik kita bersahabat Kyu..." Sungmin berkata dengan mata sayu.
Sebenarnya Sungmin sangat ingin menjadi lebih dari sahabat di mata Kyuhyun. Tapi Ia mengingat saat ini Kyu adalah artis yang naik daun ia mengurungkan keinginannya itu. Ia takut orang yang dicintainya ini akan menghadapi masa masa yang sulit jika mereka bersama.
"tenanglah, kau akan diterima oleh mereka. Lihat saja nanti. Aku dapat melakukan semua yang kumau." jawab Kyuhyun enteng.
"..." Sungmin tak bergeming. Ia masih tak bisa mempercayai Kyuhyun. Semua memang enteng di mulut. Namun pasti sulit dilakukan.
"huft... terserahmulah chagi. Sekarang kau mau kemana?" tanya Kyuhyun sambil mengedipkan kedua mata berkali kali.
"sok cute! Kau tak cute sama sekali :p." Jawab Sungmin dengan nada mengejek.
"yaak! Aku serius sekarang. Sudah tiga kali aku bertanya kau tak menjawabnya!" Kyuhyun mulai emosi.
"arasseo.. mianhae. Aku tak tahu harus kemana kyu. Aku sedang bertengkar dengan seseorang yang kukenal dan yang membawaku kemari." Jawab Sungmin.
"jangan bilang lelaki yang tadi mengantarmu saat dilempari telur itu?"
"neo, eottheokae arasseo?" tanya Sungmin tak percaya.
"haha... aku mengendap endap mengikutimu saat itu. Aku berniat mengangkatmu dari tempat itu, tapi dia yang duluan. Ahh iya, maafkan aku ya." Jawab Kyuhyun.
"untuk?" Sungmin bingung dengan permintaan maaf itu.
"mianhae... nattemeunae. Karna aku, kau diperlakukan seperti itu oleh fansku. Mereka bertingkah seolah aku miliknya. Aku akui aku memang membutuhkan mereka. Namun aku kadang membenci mereka yang seolah tau segalanya tentangku dan cemburu pada siapa saja yang ada di dekatku." Jawab Kyuhyun.
"yak! Aku tau apa perasaan mereka. Karna aku juga salah satu fans beratmu. Mereka... mereka hanya cemburu padaku yang dapat bersamamu. Mereka tak ingin kau meninggalkan mereka demi aku. Mereka tak mau kau jadi turun pamor karna aku. Semua salahku. Aku yang harus meminta maaf pada mereka... dan juga padamu. Mereka takut, jika aku berada lebih lama denganmu, kau akan meninggalkan mereka. Fans mu akan berkurang, Kyuhyun ah. Apa yang akan kita lakukan jika itu terjadi hah?"
"tenang saja. Aku telah memikirkan segalanya. Semua akan baik baik saja. Tapi aku ingin tahu, Kau tinggal di hotel mana dan bersama siapa?"
"aku... bersama laki laki yang kau bilang tadi." jawab Sungmin sedikit malu.
"mwo? Tinggal se kamar bersama dia? Apa kau masih perawan?!"
.
.
END OR TBC?
.
.
.
Duhh... Akhirnya aneh yaa -.- Hahaha... Tapi aku udah berusaha semampuku. Chapter berikutnya lebih seru dan so sweet loh. Kyuhyun akan...
ahh, lihat aja nanti :p. Bagaimanapun, terimakasih bagi yang telah me review, eonni, saeng, dll. ^^ makasih juga bagi yang telah memberi saran yaa. Aku menerimana dengan lapang dada kok #eakkk.
Bagi yang mau lanjutin, bilang yaa (baca: Review) hahaha :D. Sampai jumpa di chapter berikutnyaaaa... ^^
