Chapter 2

.

.

Author: fabztbh

.

.

Cast: EXO members

.

.

Pairing: TaoRis

.

.

Length: Chaptered

.

.

Rating: T

.

.

Genre: Romance, Family, Fantasy (a bit)

.

.

Disclaimer: I only own the fanfiction

.

.

NOTES: '...' is Tao's part with his Sign Language

.

.

NO BASH. DON'T LIKE? DON'T WASTE YOUR TIME TO READ MY FANFIC BECAUSE NO ONE SAID YOU HAD TO LOVE IT.

=== WEREWOLF ===

Kicauan dan siulan burung sudah menjadi weker alami untuk Tao. Intensitas sinar matahari yang mengintip dan menerpa wajahnya juga semakin meningkat. Dengan malas Tao membuka kelopak matanya dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah suaminya yang sedang merapikan pakaiannya.

"Kau sudah bangun?"

Tao tidak membalas perkataan Wufan. Menaklukkan Wufan? Bocah ingusanpun dapat melakukannya, jadi jangan menyuruhnya untuk membuang maksudku memamerkan tehnik wushunya.

Tao bangun dari tidurnya dan kembali mencari kesadarannya yang sempat hilang. Merenggangkan seluruh otot tubuhnya dan menguap lebar tanpa menatap suaminya itu sama sekali.

"Aku pergi" Wufan pun keluar dari kamarnya dan melangkahkan kaki jenjangnya menuju bilik timur Kerajaan Qingdao

Mari ku jelaskan Kerajaan Qingdao memiliki 6 bilik yaitu bilik utara, bilik timur, bilik timur laut, bilik selatan, bilik barat daya, dan bilik barat. Bilik utara atau yang biasa mereka sebut dengan sebutan bilik utama adalah bilik milik Raja dari Kerajaan Qingdao, dibilik tersebut biasa akan dilakukan rapat dengan para perdana menteri dan penasehat-penasehat kerajaan.

Yang kedua adalah bilik timur. Bilik timur adalah bilik milik Ibu Ratu. Di bilik ini kerap kita jumpai kegiatan rutin yang dilakukan oleh semua keluarga pada umumnya, makan bersama dan berbagai macam kegiatan 'keibuan' lainnya. Bilik timur juga menjadi tempat peristirahatan Yang Mulia Raja.

Bilik timur laut adalah bilik yang dimiliki oleh sang putra mahkota, Wufan. Di bilik ini, tidak ada fungsi mencolok yang dapat dilihat, sama halnya dengan bilik utama, bilik ini hanya digunakan sebagai tempat penyelesaian masalah pemerintahan kerajaan. Oh! Dan di bilik ini juga dapat ditemui ruang arsip kerajaan.

Yang keempat adalah bilik selatan atau bilik yang dimiliki oleh istri dari putra mahkota. Sama seperti sang raja, seorang putra mahkota juga harus beristirahat di bilik milik istrinya.

Bilik barat daya adalah bilik kekuasaan para pelayan yang juga terdapat gudang untuk persediaan makanan serta dapur.

Dan bilik barat sendiri adalah taman kerajaan yang biasa digunakan putra mahkota untuk melatih kemampuan memanah dan menembaknya.

Apakah sekarang kalian berpikir bahwa Kerajaan Qingdao ternyata sangat sempit? Nah buang jauh-jauh pemikiran itu, yang baru saja ku jelaskan hanyalah garis besarnya saja.

=== WEREWOLF ===

Tao merapikan pakaiannya sebelum menyisir rambutnya perlahan. Dia sudah sangat tampan! Oh dan jangan khawatir seluruh anggota kerajaan sudah mengetahui bahwa Tao adalah seorang pangeran dan dia memiliki keterbatasan untuk berbicara— okay, untuk yang satu itu mungkin Wufan belum mengetahuinya.

Tao melangkahkan kakinya keluar dari kamar yang lebih dia anggap sebagai penjara dan melihat koridor istana yang sangat sepi 'Apa yang harus kulakukan?' batinnya.

Beberapa detik kemudian seseorang tampak berjalan mendekati Tao dan membungkuk sembilan puluh derajat sebelum berbicara dengan sang putri "Selamat pagi tuan putri. Yang Mulia, ibu ratu, dan putra mahkota sudah menunggu anda di bilik timur" ucap orang itu

Tao mengganggukkan kepalanya dan berusaha berbicara dengan orang itu dengan bahasa tangannya 'Bisa kah kau menunjukkan jalan ke bilik timur?'

Orang itu tersenyum tipis dan mengganggukkan kepalanya, seakan mengerti dengan maksud Tao "Mari ikuti saya, tuan putri"

Tao hanya diam lalu mengikuti orang itu.

=== WEREWOLF ===

Orang okay, kurasa sebutan 'pelayan' lebih pantas disandangkan kepada orang itu. Pelayan itu menghentikan langkahnya di depan sebuah gerbang yang memiliki papan gantung yang bertuliskan "WEST AREA" dan berbalik untuk berbicara dengan tuan putrinya. "Silahkan masuk tuan putri" ucapnya tak lupa membungkukkan badannya memberi hormat

Tao melihat pelayan itu dengan tatapan bingungnya 'Tidak bisakah kau mengantarku sampai kedalam?'

Pelayan itu menggelengkan kepalanya "Tidak tuan putri, setiap bilik atau area memiliki pelayannya masing-masing dan kami tidak dapat memasuki daerah yang bukan wilayah kami tanpa izin dari kepala pelayan"

'Ah aku mengerti, terima kasih! Tapi, apa kau mengerti dengan bahasa tangan?'

"Ya tuan putri" pelayan itu tersenyum "Karena adikku juga tidak dapat berbicara seperti anda. Saya memohon maaf atas kelancangan saya"

Tao tersenyum 'Tak masalah, aku permisi' dan melanjutkan penelusurannya. Dia menghentikan langkahnya tepat di sebuah ruangan yang terlihat seperti pusat dari area timur itu. Dia mengepalkan tangannya hendak mengetuk pintu tetapi dikejutkan oleh seorang pelayan wanita.

"Selamat pagi tuan putri. Yang Mulia, ibu ratu, dan putra mahkota sudah menunggu anda di dalam"

Tao hanya tersenyum kecil lalu mengetuk pintu ruangan utama itu dan membukanya perlahan.

Setelah pintu terbuka dia sedikit tercengang melihat keadan ruangan yang sangat hening, hanya ada Mr dan Mrs Wu dan juga suaminya. Oh, dan jangan lupakan seorang wanita paru baya yang sedang berdiri di pojok ruangan.

"Selamat pagi Taozi, apakah tidurmu nyenyak?" sapa Mrs. Huang

Tao mengangguk dan tersenyum hangat sebelum duduk di salah satu bangku kosong yang berada disebelah suaminya

"Peraturan pertama, tuan putri sudah harus tiba di bilik timur dan mengawasi para pelayan yang menyiapkan makanan sebelum Yang Mulia, ibu ratu, dan putra mahkota tiba"

Tao menengokkan kepalanya, kearah wanita paruh baya yang sendari tadi menarik perhatiannya. Dan tak lama setelah itu tawa Mr. Wu pun meledak

"Hahahaha bibi, jangan terlalu dingin dengan Tao, dia hanya masih belum terbiasa dengan peraturan di kerajaan ini" ucap Mr. Wu

Wanita paruh baya yang dipanggil 'bibi' oleh Mr. Wu itu adalah kepala pelayan Kerajaan Qingdao yang sudah mengabdi selama lebih dari 40 tahun, dan dia juga menggangap Mr. Wu sebagai anaknya.

"Tapi Yang Mulia Baiklah, aku akan mengajarkan anak ini secara perlahan"

Mr. Wu hanya tersenyum dan kembali melanjutkan makannya. Dan selama beberapa menit kemudian suasana sarapan pada pagi hari ini menjadi hening seperti biasa.

"Hari ini aku akan mengunjungi Kerajaan Yinchuan Yang Mulia" interupsi Wufan yang memecahkan keheningan diantara mereka. Sontak, Mr. dan Mrs. Wu menghentikan acara makannya "Apa yang ingin kau lakukan putra mahkota?" tanya Mrs. Wu

"Mengunjungi Kerajaan Yinchuan dan mengemasi barang tuan putri, ibu ratu" jawab Wufan

Ya, Wufan memang berencana mengunjungi Kerajaan Yinchuan dan mengemasi barang istrinya. Sesuai dengan adat Kerajaan Qingdao, jika sang putra mahkota menikah dengan seorang wanita atau 'wanita' maka pihak wanita ataupun 'wanita' itu wajiib untuk pindah dan tinggal di Kerajaan Qingdao.

Tao yang sendari tadi juga menikmati sarapan pagi juga ikut menghentikan makannya dan menatap suaminya itu dengan tatapan penuh tanya.

Mr. Wu yang sendari tadi hanya menatap anak dan istrinya pun juga ikut membuka suaranya "Baiklah, kami akan mengizinkanmu, tapi berapa lama kau akan menetap disana?"

"Satu minggu Yang Mulia"

Tao berteriak dengan kencang di dalam hatinya. Hey, dia sudah sangat sangat merindukan rumahnya dan terutama kakaknya yang pendek itu. Dan kesempatan ini tidak akan pernah disia-siakan olehnya. Sepertinya dia harus berterima kasih kepada suaminya itu.

"Aku sudah menyuruh para dayang istana untuk menyiapkan segala keperluan kami" lanjutnya

Mr. Wu hanya dapat menggangguk. Seorang Wu Yi Fan memang selalu menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. Benar-benar calon penerus yang dapat diandalkan.

=== WEREWOLF ===

Seperti yang sudah dikatakan oleh Wufan segala sesuatunya memang sudah di persiapkan, mulai dari pakaian hingga transportasi yang akan mereka gunakan. Wufan dan Tao hanya menunggu para pelayan yang akan memanggil mereka ketika segala sesuatunya sudah siap.

Perjalanan menuju Yinchuan tidak memakan waktu yang sangat lama, mereka sudah dapat mencapai Yinchuan dalam waktu kurang lebih 4 jam dengan kereta yang biasa digunakan untuk mengangkut para petinggi negara, sedangkan untuk mencapai pusat Kota Yinchuan sendiri mereka harus menempuh 30 menit perjalanan dari pebatasan kota.

Dan seperti yang sudah kita bayangkan, selama 4 jam 30 menit berada di dalam kereta mereka tidak saling berbicara satu sama lain. Apakan semuanya sangat sulit untuk mereka?

=== WEREWOLF ===

Kedatangan Tao dan Wufan disambut dengan hangat oleh para anggota Kerajaan Yinchuan, walaupun persiapan mereka yang juga berlum terlalu maksimal. Selain kunjungan yang tiba-tiba, kunjungan ini juga merupakan kunjungan pertama putra mahkota Kerajaan Qingdao. Tetapi sayangnya Mr. dan Mrs. Huang tidak dapat menyambut mereka karena sedang menghadiri rapat dengan para petinggi negara

"TAOZIIIIIIII" pemuda bermata bulat itu langsung menubrukkan badannya ke pelukan Tao tanpa memperdulikan tatapan aneh dari orang sekitarnya, terutama namja dengan tinggi diatas rata-rata yang berada disebelah adiknya itu. Hey, who cares? Tao adalah adiknya jadi dia juga mempunyai hak untuk memeluknya bukan?

Tao hanya tersenyum sebelum menepuk punggu gegenya itu lembut.

"Aku tau kau merindukanku Taozi~" goda pemuda bermata bulat itu sambil tersenyum lebar dan melepaskan pelukannya dan kemudian hanya dibalas anggukkan oleh Tao

"See! Kim Jongin dia merindukanku" menolehkan kepalanya untuk mejulurkan lidahnya kepada sang pemuda yang dipanggilnya Kim Jongin itu

"Tao hanya berusaha menghiburmu babysoo, kau pasti tahu kan bahwa adikmu ini tidak pernah bisa menyakiti hati seseorang" Kim Jongin, pemuda itu lalu menghampiri sang pemuda bermata bulat lalu menepuk kepalanya pelan

"Ishh Kim Jongin, don't play hard!"

"I ain't play hard baby, that's the truth"

Tao hanya tertawa kecil melihat perkelahian pasangan yang berada didepannya ini. Tao tahu bahwa calon kakak iparnya ini menghabiskan masa hidupnya di Amerika tapi apakah mereka tidak dapat menggunakan bahasa China saja? Okay, untuk bahasa inggris mungkin Tao lebih memilih untuk tidak pernah mengetahui bahasa yang menurutnya sangat rumit itu.

Pemuda bermata bulat itu menghentakkan kakinya keras "Kim Jongin, we're over okay!" rajuknya, yang hanya dibalas oleh tawa keras dari pemuda bernama Kim Jongin itu "I'll keep chasing you no matter what then baby" ucapnya yang diiringi dengan smirk nakalnya itu

"Shut the-"

"EHEM" Wufan yang sedikit risih dengan perkelahian didepannya ini sengaja memberi kode kepada pasangan ini. Jujur saja perjalanan yang kurang lebih mereka tempuh selama 4 jam sudah membuat kepalanya sangat penat, dan pemandangan perkelahian dua orang aneh didepannya ini membuat kepalanya serasa ingin meledak

Pemuda bermata bulat itu kemudian menghentikan perkataannya dan berlari berlindung dibalik punggung pemuda yang bernama Jongin itu. Sejujurnya dia takut, kau tahu kan pria di hadapannya ini saaaaaaaaangat tinggi dibandingnya.

"Hey man, aku tahu bahwa kau ini putra mahkota tapi kau tidak seharusnya membuat wanitaku ketakutan" Kim Jongin pemuda dengan tinggin diatas 180 cm ini menepuk pundak pria yang sedikit lebih tinggi darinya ini

Pemuda bermata bulat itu memukul lengan Jongin pelan seakan menyuruhnya untuk bersikap sopan pada pria tinggi itu "Jonginnie" tegurnya pelan

Kalian pasti tahukan bagaimana pergaulan para remaja di Amerika. Jongin terbawa suasana mungkin, sehingga lupa pada jabatannya sebagai calon penerus Kerajaan Yinchuan dan memanggil seorang Wu Yi Fan dengan sebutan "man". Tch bagi Wufan ini dapat dianggap sebagai penghinaan

"Aku Wu Yifan. And I'm not your man" balasnya dingin. Okay sebelumnya perlu ku beritahukan bahwa Wu Yifan sangat fasih berbahasa inggris karena berhubung dia pernah tinggal dan menetap lama di Vancouver

Pemuda bermata bulat itu membungkukkan badannya, mewakili Jongin yang harga dirinya selangit itu untuk meminta maaf "Maafkan dia pangeran, dan karena anda terlihat sangat lelah maka pelayan kami akan dengan segera mengantar anda ke kamar anda pangeran"

Pemuda bermata bulat itu kemudian memanggil beberapa pelayan untuk mengatar Tao dan suaminya itu ke kamar yang telah mereka siapkan.

"Hey Kim Kyungsoo, kenapa kau harus meminta maaf kepadanya?" tanya Jongin kesal ketika para rombongan Kerajaan Qingdao dan Tao sudah meninggalkan mereka berdua sendirian

Pemuda bermata bulat yang adalah Kyungsoo kakak dari Huang Zi Tao ini hanya diam dan memeluk pangerannya ini "Kim Jongin dia adalah calon penerus Kerajaan Qingdao, jadi bersikap sopanlah padanya"

"Apa peduliku? Argh sial, kalau saja pemuda itu bukan suami dari Tao maka dia sudah hancur ditanganku. Dan kita lihat saja nasib malang Taozi nanti tch"

Kyungsoo hanya tersenyum tipis. Pangerannya ini tidak akan pernah bisa mengendalikan amarahnya, apakah itu mungkin pengaruh dari pergaulannya di Amerika?

=== WEREWOLF ===

Kini mereka Wufan dan Tao sudah berada dikamar peristirahatan mereka. Lebih tepatnya itu adalah kamar yang dulunya adalah milik Tao, tenggelam dalam keheningan dan pikirannya masing-masing sampai pria itu akhirnya memutuskan untuk memecahkan atmosphere awkward yang mereka ciptakan "Kenapa kau tidak pernah berbicara?" tanya Wufan

Tao mengangkat kepalanya dan menatap suaminya itu tanpa berkata apa-apa.

"Apakah kau bisu?" tanyanya lagi

Dan sekali lagi, tidak ada balasan apa-apa dari Tao. Pertanyaan yang baru saja dilontarkan pemuda sandy blonde dihadapannya ini membuatnya sedikit shock.

"Atau kau hanya berpura-pura bisu agar aku mengasihanimu?"

Oh okay pertanyaan terakhir dari Wu Yifan sepertinya sedikit diluar batas kewajaran dan Tao, yang baru saja mendengar itu sontak kaget. Hey apakah seorang putra mahkota pantas untuk berkata seperti itu kepada istrinya? Setidaknya suaminya itu harus menghargainya sebagai manusia, walaupun ia tahu mungkin dirinya sudah merenggut kebahagiaan pemuda dihadapannya ini.

Sekarang aku bertanya padamu, apa kau ingin dijodohkan? Apa kau ingin dijodohkan dengan sesama jenismu? Dan apa kau ingin dijodohkan dengan calong pasangan hidup yang bisu? Tidak kan? Jadi Tao merasa pantas untuk menyalahkan dirinya.

Memikirkan masa lalunya yang ceria dan penuh warna sebelum kejadian itu terjadi meloloskan tangis yang sendari tadi ditahannya. Walaupun semua orang menyayanginya tapi dia tidak pernah merasa dicintai dan tetap merasa kesepian. Aneh bukan?

Andai saja kau berada diposisinya.

Apa kau pernah merasa bahwa kau sudah tidak sanggup untuk mengetahui apa yang terjadi disekitarmu? Seperti kau yang berusaha untuk tidak peduli. Kehilangan motivasi untuk melakukan segala sesuatunya. Bingung dengan perasaanmu sendiri dan tidak dapat menjelaskan apa yang kau rasakan. Adanya perasaan hampa yang memenuhimu dan perasaan yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang ada untukmu dan tidak dapat mengerti akan dirimu.

Tao merasakannya. Dan semuanya ditanggungnya sendirian.

Wufan yang sendari tadi menunggu jawaban dari Tao merasa kesal karena sang lawan hanya menatapnya kosong dan tunggu— apa dia baru saja melihat air mata disudut mata pandanya itu? Dia beranjak dari tempat duduknya dan memutuskan untuk mencari udara segar. Demi Tuhan, dia tidak pernah berpikir bahwa semuanya akan menjadi awkward dan sulit seperti saat ini.

=== WEREWOLF ===

Wufan yang pada akhirnya menghentikan langkahnya di taman yang dipenuhi edelweiss ini menghela nafasnya panjang.

"Calm down" suara itu menginterupsi Wufan dari kegiatan menghela nafasnya dan pria itu duduk disebuah bangku kosong yang sengaja dipasang di taman itu

"Diam lah, Kim Jongin"

Pemuda itu Kim Jongin sedikit kaget karena pemuda dihadapannya ini masih mengingat namanya tetapi kemudian tertawa keras "Hey hey, kau seperti seorang wanita yang sedang mengalami menstruasi" ejeknya

Wufan yang sedang penat ini memutuskan untuk tidak membalas ejekan Jongin "Hey aku ingin bertanya" ucapnya masih diposisi yang sama, membelakangi sang pemuda tan itu

"Silahkan pangeran"

"Istriku"

"Tao maksudmu?"

"Ya, Tao. Dia bisu?"

Jongin tidak memberi respond yang berarti. See, lihat saja betapa malangnya nasib Taozinya itu. Suaminya saja tidak mengetahui namanya. "Ya, dia bisu. Kau tidak tahu?"

Wufan terdiam dan memaki dirinya didalam hati "Damn Wufan apa yang tadi kau lakukan, shit". Okay sekarang dia merasa sangat sangat sangat bersalah karena sudah berburuk sangka pada istrinya yang bernama Tao, ya, Tao itu.

"Hey Pangeran Wufan. Taoziku itu tidak seburuk apa yang ada diotak picikmu itu"

Dan inilah sisi Kim Jongin yang sangat disukai oleh tuan putrinya itu Jongin adalah pria yang bijak walaupun terkadang emosinya sangat mudah dipancing. "Dan kupikir dia sangat pantas untuk mendampingi pria kejam sepertimu. Kau tahu dia adalah anak paling menggemaskan yang perna kutemui, yah walau tentu saja Kyungsoo lah yang paling menggemaskan"

Sekali lagi, Wufan tidak membalas perkataan Jongin.

Jongin menutup matanya pelan, menikmati sejuknya tiupan angin yang menggelitik wajah tampannya itu sambil menceritakan kejadian yang menyebabkan seorang Zitao tidak pernah mau lagi mengeluarkan suara indahnya.

=== WEREWOLF ===

Matahari terlalu mencintai bulan sehingga ia membiarkan dirinya mati untuk membuat sang bulan tetap bernafas dan malampun menjemput sang bulan.

Saat ini ruang perjamuan Kerajaan Yinchuan sedang ramai dengan lalu-lalang para pelayan yang menyiapkan acara makan malam penyambutan sang pengantin baru— maksudku pangeran mereka yang baru saja dipinang oleh kerajaan sebelah.

Mr. dan Mrs. Huang pun sudah berkumpul bersama dengan Kyungsoo, Jongin, dan jangan lupakan baby panda kita.

"Yah Taozi, kenapa matamu semakin parah saja?" tanya Kyungsoo yang melihat ke anehan yang terjadi pada mata bengkak sang adik.

Tao hanya tersenyum 'Tidak terjadi apa-apa ge, tenang saja'

Kyungsoo menaikkan alisnya penuh selidik "Kau yakin?"

Dan sekali lagi Tao hanya menggangguk 'Iya, apakah gege tidak mempercayaiku?'

Mr. dan Mrs. Huang yang terus mengamati interaksi kedua anaknya ini hanya tersenyum. Ah sepertinya 1 minggu akan berlalu dengan sangat cepat.

Perhatian yang semula ditujukan pada Tao teralih oleh aura maskulin yang dipancarkan oleh Wufan, pria yang baru saja datang keruang perjamuan. Membungkukkan badannya memberi salam kepada sang ayah dan ibu mertua sebelum duduk di sebelah Tao.

Kyungsoo yang mengamati pasangan ini dengan intens sekarang yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan pasangan ini.

.

.

.

.

.

To be continue

BUNCHES THANKS AND SMOOCHES TO:

Kirei Thelittlethieves | DahsyatNyaff | KT in the house | Yaskhun | dhiraad | Aurlyssi | Maple Fujoshi2309 | Huang Lee | Ochaken | peachpetals | anodecano | junghyema | chikarikaori | Xyln | kts | Dark Shine | Guest | jameela | Guest | Jung Yeon Jae | eve91 | TTy T.T |

Reviews reply (author's chit and chat lol)

Yashkhun & Aurlynssi :

HAHAHAHHAHA author masih polos buat NC sih yaaa. Makasihhhh but semangatnyaa 3

Maple fujoshi2309 :

Iya, kasihan si sehun.

Gimana yaaaa haha nungggu chap selanjutnya ya

Pengennya sih kuno, tapi takutnya si author ntar jenuh sendiri

anodecano :

Ini udah termasuk panjang ngga? ;D

junghyema :

Author re-read and I found bunches of typos. sorry banget.

Blame my lazybutt yaa, malas buat ngedit akunyaa #slapped

Iya tao bisu. Kris? Ngga janji ahh~ hahaha

Jung Yeon Jae :

Pada dasarnya malam pertama mereka dilewatkan dengan bobo doang sih yaaa kan baru kenal

Manggil apa ajah bolehhh ;D

TTy T.T :

Wahhh itu kejem ya? Maaf haha author ngga janji, tapi yang pasti happy end lah!

Thanks for the lovelies reviews and I'll try to imrpoveeee for taoris #okno

As always, reviews juseyongg

P.S: Thanks for those Guest(s) I do appreciate you guys. :)