Disclaimer : I own nothing. Suju and all chara belong to their self and God. Cerita ini terinspirasi dari Manhwa yang judulnya Idol Love Story. Ingat hanya terinspirasi!
Main chara : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Warning : YAOI, AU, typo(s), etc. So, don't like, don't read!
.
.
.
Chapter 1
"Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida." Sungmin tersenyum sambil membungkukkan badannya,.
"Annyeonghaseyo Sungmin shi, Park Jungso Imnida. Mulai hari ini aku adalah wali kelasmu." Kata Park Jungso sambil tersenyum ramah menampakan dua lesung pipit kecil disudut bibirnya.
"Ne seonsaengnim, mohon bantuannya." Kata Sungmin tersenyum manis dan kembali membungkukkan badannya hormat.
Apa kalian bingung melihat perubahan sikap Sungmin yang bisa dengan cepat kembali ceria. Oh ayolah, kalian tidak akan berpikir bahwa Sungmin akan merutuki nasibnya sepanjang hari, bukan? Apa lagi ini adalah hari pertamanya di sekolah, Sungmin ingin hari ini menjadi awal yang menyenangkan disekolah barunya. Dia akan mencoba untuk menjadi anak yang membanggakan bagi keluarganya, dan dia akan membuktikan itu pada Heechul.
"Baiklah, Sungmin shi. Mari kita segera kekelas."
"Ne seonsaengnim."
.
.
.
"Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida. Bangapsumnida."
Sungmin tersenyum sambil sedikit membungkukkan badannya, memperkenalkan diri didepan orang-orang yang ia harap bisa menjadi temannya nanti. Sungmin ingin mempunyai banyak teman disini, setidaknya mungkin dengan cara itu dia bisa melupakan sejenak semua masalah yang ia alami dirumah. Yah, itupun kalau dia masih pantas menyebut tempat itu sebagai rumahnya.
"Seonsaengnim?" Seorang yeoja cantik berambut ikal panjang sepinggang berwarna dark brown mengangkat tangannya.
"Ne, Krystal shi. Ada apa?" tanya seonsaengnim.
"Ada yang ingin saya tanyakan pada Sungmin shi, seonsaengnim." Sungmin yang namanya disebut menoleh kearah yeoja bernama Krystal itu.
"Silahkan." Kata seonsaengnim. Krystal langsung mengalihkan pandangannya pada Sungmin.
"Emm.. Sungmin shi, apa benar kau adiknya Donghae sunbae?" Tanya yeoja bernama Krystal itu penuh selidik.
"Eh.. n.. nee.. aku adalah namdongsaeng Donghae hyung." Ucap sungmin agak ragu.
Seketika kelas menjadi penuh dengan euforia , sampai-sampai Park seonsaengnim kesulitan meredakan keadaan kelas yang berubah menjadi ricuh itu. Salahkanlah popularitas Donghae, siapa yeoja yang tidak tertarik melihat kepintaran, ketampanan dan kekayaan namja satu ini, bahkan namja sekalipun akan berusaha untuk mendekati Donghae, berharap bisa mendapat sedikit kepopuleran yang ia miliki jika berhasil berteman dengannya. Dan sekarang, didepan mereka berdiri seorang namja yang merupakan namdongsaeng Donghae, Lee Sungmin. Oh! Ini benar-benar berita hebat. Lalu, apakah dengan menjadi adik seorang Lee Donghae akan membuat Sungmin menjadi ikut populer juga?
"Sungmin shi!" seru seorang namja kekar berwajah arogan yang duduk dipojok belakang kelas. Tanpa memberi kesempatan Sugmin untuk berbicara, namja itu langsung mengajukan sebuah pertanyaan.
"Apa benar kau anak angkat?" Sungmin tampak terkejut, itu terbukti dari ekspresi yang ia tunjukkan. Mata bening nan indahnya membulat dan bibir plumpnya tak bisa terkatup. Seisi kelas menjadi hening, menunggu jawaban dari Sungmin. Park seonsaengnim yang menyadari situasi canggung ini segera berusaha untuk mencairkan suasana.
"Sudahlah Taecyon shi. Sebaiknya kita segera memulai pelajaran. Nah Sungmin shi.."
"Tidak apa-apa seonsaengnim." Sungmin tidak membiarkan Park seonsaengnim untuk menyelesaikan perkataannya. Sungmin tahu, Park seonsaengnim hanya berusaha untuk 'menyelamatkan' dirinya dari pertanyaan itu. Tapi tidak ada gunanyakan menutupi hal ini, lama kelamaan hal itu juga akan segera diketahui oleh mereka. Sungmin tersenyum kepada Park seonsaengnim, mencoba meyakinkannya bahwa ia baik-baik saja. Sungmin tampak menghela nafas sejenak. Aku harus kuat. Itulah pikiran Sungmin.
"Benar.. aku memang anak angkat."
.
.
.
*Toilet*
"Hey apa kau tahu, ada gosip baru!" yeoja itu tampak antusias menyampaikan Top Hot Issue saat ini kepada temannya. Dia berdiri didepan cermin besar, mencuci tanganya di westafel dan mengambil bedak dari saku jas sekolahnya.
"Benarkah, tentang apa?" Tanya seorang yeoja yang baru saja selesai memoles lipstick dibibir tipisnya.
"Kau tahu, ada anak baru di kelas 1 yang bernama Lee Sungmin. Dia adalah namdongsaeng Donghae. Dan kau tahu, dia adalah anak angkat." Ucap yeoja itu sambil berbisik.
*Perpustakaan*
"MWO!" teriak seorang namja dan tanpa sadar berdiri dari duduknya.
"Ssssttttttt..."
"Ya, pabbo. Pelankan suaramu. Apa kau tidak sadar dimana sekarang kita berada." Ucap namja yang satu lagi sambil setengah berbisik.
"Mianhe.. mianhe.. maap semuanya.." namja itu meminta maaf sambil membungkuk kepada semua orang yang saat ini sedang menatap risih kearahnya.
"kau benar-benar pabbo." Kedua namja itu kini berbicara sambil berbisik. Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.
"Akukan sudah minta maaf. Jadi, apakah itu benar? Apa benar dia anak angkat?"
"Begitulah gosip yang kudengar."
.
.
.
"Apa kau sudah dengar, namdongsaeng namja sialan itu sekarang bersekolah disini."
"Hmm.. benarkah?
"Ya begitulah, tapi dari kabar yang kudengar dia itu cuma anak angkat."
Menyeringai.
"Siapa namanya?"
"Si anak angkat itu? Kalau tidak salah namanya.. emm.. Lee.. Sungmin.. iya Lee Sungmin."
"Lee Sungmin? Sepertinya ini akan menarik."
"Berhentilah mengeluarkan seringaian iblismu itu!"
"Aku punya rencana, Apa kalian akan membantuku, hyung?"
"Apapun rencanamu yang berhubungan dengan namja sialan itu, aku pasti ikut!"
"Kau hyung?"
"Aku rasa aku tidak mempunyai kewenangan apapun untuk menolak."
Menyeringai.
"Sepertinya menjadi namdongsaeng Lee Donghae akan membuatmu menyesal seumur hidup, Lee Sungmin."
.
.
.
Bel istirahat berbunyi, Sungmin tampak termenung dikelasnya. Tidak ada satu pun dikelas ini yang mau mengajaknya bicara. Sebenarnya mereka merasa iri pada Sungmin, lihatlah betapa beruntungnya si anak pungut itu, begitulah pemikiran mereka. Dari kabar yang mereka dengar Tuan Lee memungut Sungmin dari pinggir jalan dan langsung mengadopsinya menjadi anak angkat sejak Sungmin berumur 6 tahun. Bayangkan, sudah 10 tahun lamanya Sungmin yang semula tidak punya apa-apa menikmati harta kekayaan keluarga Lee, dan parahnya sudah 10 tahun lamanya Sungmin tinggal seatap dengan Donghae. Fakta inilah yang membuat mereka menyimpan rasa iri dan dengki pada Sungmin. Betapa bahagianya si anak pungut itu? Mereka memang sungguh naif, bahkan mereka tidak tahu semua penderitaan yang Sungmin alami sampai saat ini.
"Hai." Tiba-tiba Sungmin merasa ada yang menepuk bahu kanannya. Sungmin refleks menoleh kearah orang tersebut.
"n..nee.." jawab Sungmin sambil terbata-bata.
"Hai, aku Hyukjae. Kau bisa memanggilku Hyukie. Dan ini Ryeowook." Sapa namja manis berambut blonde dengan gummy smilenya.
"Hai. Aku Ryeowook kau bisa memanggilku Wookie." Sapa namja yang satunya lagi, ia tak kalah manis dari namja bernama Hyukjae itu, pipinya yang tirus dan tubuhnya yang mungil pasti membuat semua orang salah mengira bahwa ia adalah seorang yeoja.
"Hai, aku Sungmin. Emm.. kalian bisa memanggilku minnie." Sungmin tersenyum manis. Sungmin benar-benar senang. Akhirnya ada juga orang yang mau menyapanya, semoga setelah ini mereka bisa berteman, begitulah angan Sungmin. Namun, tak dapat dipungkiri kini banyak pandangan sinis dan menusuk yang dilayangkan kepadanya.
"Sudahlah, kau tidak usah memperdulikan mereka. Apa kau mau kekantin bersama kami?" ajak Hyukjae.
"Emm.. aku.. emm.. tentu aku mau." Jawab Sungmin sambil tersenyum.
.
.
.
DUAGHHH!
Pintu kelas 1-G itu ditendang sangat keras. Semua mata langsung tertuju kearah sumber suara. Disana terlihat tiga orang namja. Yang satu tampak sangat pendiam dan kalem namun tampan disaat yang bersamaan, kacamata tipis yang bertengger dihidung mancungnya sama sekali tidak dapat menghilangkan pesona namja tersebut, dia adalah Kim Kibum, The Snow White. Disebelah kanannya, berdiri namja dengan mata sipit, rambut hitam berantakan dengan kepala besar. Jas sekolahnya ia tenteng di bahu kanannya, kancing kemeja yang tak terkancing rapi dan baju yang tidak dimasukkan, ya dia adalah Kim yesung. Dan namja yang tadi menendang pintu dan menjadi pusat perhatian adalah tentu saja Cho Kyuhyun, namja tampan dengan sejuta pesona dan perangaian buruk. Rambut coklat ikal, mata yang tajam, kulit yang putih pucat menambah kesan dingin pada dirinya. Mereka bertiga adalah geng yang paling ditakuti di Shinki High School.
"Siapa diantara kalian yang bernama Lee Sungmin!" bentak Kyuhyun. Tidak ada yang berani menjawab. Sebenarnya saat ini mereka ingin sekali melempar Sungmin hidup-hidup kehadapan Cho Kyuhyun, namun sayang mereka tidak tahu dimana keberadaan Sungmin sekarang.
DUAGHHH!
Lagi-lagi Kyuhyun menendang pintu yang tidak berdosa itu. Sudah bukan rahasia lagi kalau Cho Kyuhyun dan Lee Donghae adalah musuh abadi. Semua berawal ketika tahun ajaran murid baru tahun lalu. Saat itu Donghae dan Kyuhyun baru saja diterima di Shinki High School. Cho Kyuhyun selalu menganggap Donghae sebagai rivalnya, walaupun kenyataannya Donghae tidak terlalu perduli tentang hal itu. Cho Kyuhyun adalah anak Cho Kangin, orang terkaya nomer 5 se-Korea. Dia selalu mendapatkan segalanya, dan dia selalu menjadi nomer satu ditambah dengan perangaiannya yang buruk sejak kecil membuatnya tidak pernah mengenal kata kalah. Permusuhan ini bermula ketika Donghae berada di peringkat pertama saat ujian masuk di Shinki High School, dan Kyuhyun berada diposisi kedua. Tentu saja Kyuhyun tidak terima, semenjak saat itu Kyuhyun selalu menjadi nomer dua dan Donghae nomer satu. Dan sifat mereka berdua yang saling bertolak belakang membuat tembok permusuhan itu semakin tebal. Sepele memang, tapi itulah hidup. Banyak hal sepele yang dapat berdampak besar bagi hidup seseorang.
"Apa kalian tuli, hah!" Kyuhyun kembali membentak, mata tajamnya mengintimidasi semua orang yang ada disana. Kyuhyun menyeringai.
"Tidak mau bicara? Baik, aku akan hitung sampai tiga, kalau kalian tidak menjawab. Aku akan menghabisi kalian semua!."
Kyuhyun mulai menghitung.
"Satu.."
Hening.
"Dua.."
Lebih hening.
"Ti.."
BRUKK
"Ah.. mianhe.."
"Sunbae! Itu Sungmin!"
SUNGMIN POV
Akhirnya aku mendapatkan teman baru. Ya, temanku adalah hyukie dan wookie, mereka sangat baik padaku. Walaupun baru sebentar bertemu, tapi aku sudah merasa nyaman dengan mereka. Beberapa menit yang lalu aku mendengar bel berbunyi. Sepertinya aku sudah terlambat masuk kelas. Aku segera keluar dari toilet dan bergegas sampai dikelas. Tadi aku menyuruh Wookie dan Hyukie untuk kembali kekelas duluan karna bel masuk sebentar lagi berbunyi, dan benar saja tak lama setelah aku didalam toilet bel masukpun berbunyi. Sekarang aku mulai berlari kecil karena koridor sekolah sudah sangat sepi, aku takut dihukum dihari pertamaku disekolah. Kalau sampai umma tahu aku bisa habis.
AUTHOR POV
Sungmin mulai mempercepat langkahnya, sekarang dia mulai berlari. Ruang kelas 1-G sudah semakin dekat, namun tiba-tiba...
BRUKK
"Ah.. mianhe.."
Sungmin buru-buru minta maaf, ia baru saja menabrak punggung seseorang, untung ia bisa menjaga keseimbangan sehingga tidak jatuh tersungkur dilantai.
"Sunbae! Itu Sungmin!"
Sungmin tampak terkejut ketika teman-teman sekelasnya berteriak sambil menunjuknya, seolah-olah Sungmin adalah maling yang tertangkap basah ketika sedang mencoba untuk kabur. Kyuhyun menyeringai dan menghampiri Sungmin. Sungmin tampakya tidak paham dengan situasi yang sedang mengancamnya, sedangkan Wookie dan Hyukie tampak cemas ketika melihat Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin.
"Kau Lee Sungmin." Kata Kyuhyun datar. entahlah itu sebuah pertanyaan atau pernyataan.
"n..nee.. nugu?" tanya Sungmin polos. Kyuhyun terkesiap, sedangkan Yesung dan Kibum tampak terkekeh melihat tingkah polos Sungmin.
"Kau tidak mengenalku?" Sungmin hanya menggeleng pelan. Kyuhyun menatap Sungmin tajam, dan dalam sekali hentak Kyuhyun mendorong bahu Sungmin hingga punggungnya menghantam pintu cukup keras.
BRAKK
"Arrghh.." Sungmin mengerang lirih. Punggungnya benar-benar terasa sakit. Belum sempat Sungmin mencoba untuk bangkit, Kyuhyun segera menahan bahu Sungmin dengan kedua tangannya hingga membuat punggung Sungmin kembali menatap pintu. Semua mata tampak terbelalak, suasana menjadi tegang. Kira-kira apa yang akan dilakukan Cho Kyuhyun kepada Lee Sungmin. Dan kembali Cho Kyuhyun menyeringai. Ia mendekatkan wajahnya pada Sungmin dan berucap datar.
"Kau namdongsaeng Donghae?" Wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengan wajah Sungmin dan tatapan mata Kyuhyun yang mengintimidasi membuat tubuh Sungmin menegang. Lidahnya menjadi kelu, tiba-tiba ia tidak bisa berkata apa-apa. Lagi-lagi dan lagi Kyuhyun menyeringai. Yesung dan Kibum kembali terkekeh melihat Kyuhyun yang tampak begitu semangat menggoda Sungmin. Kini Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya keceruk leher Sungmin, menghirup wangi tubuh Sungmin. Semua orang yang ada disana tampak menarik nafas, menunggu apa yang akan dilakukan Kyuhyun selanjutnya.
"Hmm.. tubuhmu wangi." Ucap Kyuhyun ditelinga Sungmin dengan suara bassnya.
BLUSH
Sungmin menundukkan kepalanya, mencoba menyembunyikan semburat merah yang mulai menjalar di wajahnya.
"Hmm.. kenapa kau diam saja manis. Apa kau bisu sampai tidak bisa menjawab pertanyaanku." Kyuhyun semakin semangat menggoda Sungmin, sekarang ia tengah menggesekkan hidung mancungnya dileher Sungmin, membuat tubuh Sungmin menjadi panas akibat terpaan nafas hangat Kyuhyun yang menggelitik indra perabanya.
"He.. henti.. kan.. hentikan.." ucap Sungmin lirih.
"Jadi apa benar kau adik namja berengsek itu?" Tanya Kyuhyun sambil mengamati wajah Sungmin yang tampak memerah.
"Dia bukan namja brengsek." Kata Sungmin mantap sambil menatap wajah Kyuhyun. Ia tidak rela jika hyung yang sangat ia kagumi dan sayangi dihina oleh orang lain, sungguh Sungmin tidak akan pernah rela.
"Benarkah?" kata Kyuhyun sambil memasang mimik pura-pura terkejut.
"Baiklah kalau begitu, kudoakan semoga harimu menyenangkan manis." Kyuhyun tersenyum meremehkan, menatap tubuh Sungmin dari bawah keatas kemudian menyeringai. Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari Sungmin.
"Kalian semua dengarkan aku!" ucap Kyuhyun lantang pada semua orang yang ada disana.
"Aku peringatkan pada kalian semua. Jangan pernah berbicara pada Lee Sungmin. Tidak ada satupun orang yang boleh membantunya. Tidak ada satupun yang boleh berteman dengannya. Kalau kalian berani melanggar perintahku. Kalian tahu sendiri akibatnya!"
"Apa maksudmu?" tanya Sungmin tidak terima.
"Kau adalah targetku." Ucap Kyuhyun serius.
.
.
.
*Parkiran*
"Aku punya sepupu di kelas 1-G. Dia bilang tadi siang Cho Kyuhyun mendatangi kelasnya untuk mencari Lee Sungmin."
"Lee Sungmin namdongsaeng Donghae?"
"Ne.. ku dengar dia cuma anak angkat."
"Ya, semua penghuni Shinki sudah tahu mengenai berita itu. Lalu, apa yang dilakukan Kyuhyun disana?"
"Dia mengumumkan target baru."
*Lapangan Basket*
"Benarkah?"
"Ne, dan aku yakin hidup Lee Sungmin di Shinki tidak akan aman."
"Ne, kau benar. Semua orang tahu Donghae dan Kyuhyun adalah musuh."
"Apa menurutmu Donghae akan turun tangan langsung?"
"Entahlah."
"Ruang Osis*
"Benar-benar kekanakkan."
"Hae, apa kau tidak berniat untuk membantunya. Walau bagaimana pun Sungmin adalah namdongsaengmu."
"Siwon hyung, berhentilah menyebutnya namdongsaengku. Dia bukan namdongsaengku dan aku tidak peduli sama sekali tentang masalah ini." Ucap Donghae emosi.
"Baiklah, terserah kau saja."
.
.
.
"Hyukie.. Wookie.. ada apa dengan kalian? Apa aku telah berbuat salah? Kenapa kalian mendiamiku seperti ini?" Tanya Sungmin dengan mata yang memerah menahan tangis.
"Maafkan kami Minnie. Kami hanya tidak ingin berurusan dengan Cho Kyuhyun. Kami ingin bersekolah dengan tenang disini. Mianhe minnie." Ucap Ryeowook sambil menggenggam tangan Sungmin, ia tidak tega melihat Sungmin yang hampir menangis seperti ini.
"Minnie maafkan kami." Kata Hyukjae penuh penyesalan. Sungmin terdiam, ia tidak mungkin membuat teman-temannya ikut terjerumus kedalam masalahnya. Ia tidak boleh egois.
"Ne.. aku mengerti.." Sungmin mengangguk lemah namun senyum itu tidak pernah hilang dari bibirnya.
"Maafkan kami."
.
.
.
Sungmin menyeret langkahnya melewati koridor sekolah, bel pulang sudah berbunyi dari tadi, namun Sungmin baru beranjak pergi ketika sekolahan sudah mulai sepi. Perkataan Ryeowook dan Hyukjae tadi masih terngiang-ngiang diotaknya.
'Maafkan kami Minnie. Kami hanya tidak ingin berurusan dengan Cho Kyuhyun. Kami ingin bersekolah dengan tenang disini. Mianhe minnie.'
'Maafkan kami.'
"Mereka pasti tak ingin terlibat masalah hanya karna berdekatkan dengaku. Aku memang pembawa masalah."
SROOOKKK
"Astaga, maaf ya aku tak sengaja.. hahaa.."
SUNGMIN POV
'Maafkan kami Minnie. Kami hanya tidak ingin berurusan dengan Cho Kyuhyun. Kami ingin bersekolah dengan tenang disini. Mianhe minnie.'
'Maafkan kami.'
"Mereka pasti tak ingin terlibat masalah jika berdekatkan dengaku. Aku memang pembawa masalah."
SROOOKKK
"Astaga, maaf ya aku tak sengaja.. hahaa.."
Sampah? Apa-apaan ini? Mereka sengaja menyiramku dengan sampah? Astaga? Apa semua ini juga karena Cho Kyuhyun?
"Ya! Apa yang kalian lakukan!" bentak Sungmin pada sekumpulan yeoja yang baru saja menyiramnya dengan sampah.
"Hae. Bukankah dia namdongsaengmu?"
DEG
Astaga, itu Hae hyung. Kenapa dia bisa ada disini? Ini memalukan. Apa yang dipikirkan Hae hyung ketika melihat keadaanku yang seperti ini?
"Ya ampun Hae. Lihatlah. Dia penuh dengan sampah."
Aku menunduk. Tidak sanggup melihat pandangan risih Hae hyung padaku. Aku semakin menenggelamkan kepalaku ketika Hae hyung dan beberapa temannya itu melewatiku.
.
.
.
Suasana diruang makan kini hening, Hangeng belum kembali dari London dan Heechul siang tadi berangkat ke Jepang untuk menjadi relawan bencana tsunami disana. Donghae tampak dengan khitmat menikmati makan malam yang sudah tersaji di meja makan. Sungmin yang baru saja selesai dari ritual pembersihan dirinya selama berjam-jam segera menyusul ke meja makan.
"Jangan mempermalukan aku." Kata Donghae datar.
"ne hyung?" tanya Sungmin bingung.
"Bukankah umma sudah pernah bilang padamu. Jangan membuatku malu disekolah."
"Mianhae.." Sungmin menunduk, jantungnya berdetak cepat, matanya mulai memanas. Makanan yang semula terlihat lezat dihadapannya kini menjadi terasa hambar.
"Nari ahjuma, tolong bawakan makanan penutupnya kekamarku. Aku kehilangan selera makan disini." Cibir Donghae.
"Ne.. tuan muda." Nari ahjuma segera membawa makanan penutup Donghae kekamarnya.
Sungmin takut, ia takut Donghae akan membencinya setelah ini, dan tidak akan mau melihatnya lagi. Sungmin berlari menghampiri Donghae dan menggenggam erat tangannya dengan mata memerah berkaca-kaca.
"Hyung.. jebal.. jangan seperti ini.. jangan membenciku.." Donghae mendengus dan mengempaskan tangan Sungmin kasar.
"Tsk, bau sampah. Menjijikkan."
"hiks.. hyung.."
.
.
.
A/N : Annyeong.. terimakasih bagi readers yang telah membaca dan mereview fict ini^^
Ini adalah fict debut saya :D
Saya sadar fict ini bener bener ancur. Untuk itu saya menerima segala macam kritikan, saran, flame, bash dan sejenisnya dengan lapang dada. Karna chap prolog reviewnya lebih dari 20 sesuai janji saya akhirnya melanjutkan fict ini.
Di chap ini saya sudah ngeluarin Donghae chagi sama Kyu oppa ^/^
Pseudohilar itu gabungang dari 2 kata. Pseudo dan Hilar (Hilarios). Pseudo itu artinya palsu dan Hilarios artinya kebahagiaan. Jadi kalo digabungin artinya Kebahagiaan palsu (?)
Entah mengapa saya merasa chap ini kekurangan unsur penyiksaan untuk Sungmin. Bagaimana tanggapan readers ?
Silahkan review~
Gamsahamnida *Deep Bow*
\(0.0\) (/0.0)/
Special thanks to:
EvilBungsu KyuminBaby137, EvilKyung , diitactorlove, Secret BlackHeart, aegyo lee, Han ri chan, kyurin minnie, Choi Hyo Joon, Cha SungminWife, dincubie, Lil-larry, yolyol, Dina LuvKyumin, JyooraCecevi, Anchovy3424
