Woaa Ada yang review ternyata (T v T) Suatu kebahagia(?) bagi saya yang baru dalam fandom Fairy Tail ini, -Iie, yang baru dalam dunia tulis menulis ini. Hontou ni Arigatou Gozaimasu! Saya putuskan untuk melanjutkan fic ini.
Hope you like it, ampunilah imajinasi yang jarang jarang muncul tapi sekali munculnya gaje mulu ini (_ _ )
Reply nya di bawah nanti ya ^^
Soredemo Suki dayo! (Walaupun Begitu Aku Suka Padamu!) Chapter 02!
By YGHYGH
Fairy Tail is owned by Hiro Mashima-sensei
A/N : May be OOC..
Enjoy + RnR pls!
Hari Kedua...
!TENG TENG TENG TENG!
Suara lonceng yang sungguh tak enak didengar memasuki telingaku di pagi yang tenang ini, "Ergh, Ada apa siihh!?", Aku berteriak dan keluar kamar.
Shadpw Gear pun sudah terlihat di depan kamar mereka masing-masing.
Pandangan kami menuju asal suara lonceng yang mengganggu tadi.
Yap, Kobe... Membangunkan di pagi yang sunyi ini.
"Nanda yo... Kenapa harus dibangunkan sepagi ini", ucap Droy masih terlihat mengantuk.
"Hari ini ada event lagi~ Dan peserta diharapkan datang lebih awal.", jawab Kobe.
Sebenarnya dari mana Ia mendapatkan informasi untuk event event setiap harinya, Aku pun memikirkannya.
"Sekarang bersiap siaplah, Kalian harus siap dalam 20 menit!", Tegas Kobe.
Kami semua bersiap-siap.
Setelah 20 menit...
Kami sudah siap dan mulai memasuki mobil milik Kobe.
Dan dengan itu hari kedua kami dimulai.
Ah, Aku Gajeel Redfox. -Sebenarnya aku tak malas menjadi narasi sama sekali tapi apa boleh buat, kuasa author!-
Aku sedang dalam misi kecil berhadiah besar bersama Team Shadow Gear ini! ~pyon! (?)
Sekitar 45 menit kemudian...
Kami sampai di tempat event akan dilaksanakan.
"Festival?", Tanya Levy mengamati tempat sekitar
"Yap, Hari ini diselenggarakan semacam event cosplay atau fashion show di festival ini siang nanti.", jawab Kobe.
"Festival ya? Tampaknya menyenangkan!", Kata Jet.
"Yaa... Sungguh lezat...", kata Droy membayangkan berbagai makanan tersaji di stand stand di festival nantinya.
"Kau hanya memikirkan makanan, ya, Droy? Haha..", Levy berkata sambil tertawa kecil.
"Tidak~ Aku selalu memikirkanmu juga, Levy-chaan!", ucap Droy belaga keren. Hah! Kau sungguh tak keren sama sekali!
Beberapa waktu kemudian, Event hampir dimulai.
Kobe memberi kami kostum yang akan kami kenakan... Kali ini kostum tradisional. Ya bagus, Tak ada lagi Gajeel-pyon!
Aku yang pertama keluar dari ruang ganti. Lalu Jet dan Droy dan terakhir Levy.
Baru kali ini aku melihatnya mengenakan pakaian tradisional... D-Dia... Not Bad!
Atau harus kukatakan dia memang cantik. Apakah biasanya dia selalu secantik ini!?
Event dimulai dan berjalan seperti biasa, tak ada hal khusus, dan tak ada ejekan aneh dari para tikus, Levy, maupun penonton. Huft~
"Malam hampir tiba, festival mulai semakin ramai, untuk hari ini aku akan mengijinkan kalian bersenang senang! Silahkan berkeliling, kembali lagi ke tempat ini(ruangan khusus event tadi) Sebelum pukul 9 malam!", ucap Kobe menegaskan.
"Hai!", Menandakan kami mengerti
Shadwow Gear bergegas menuju festival, Apalagi Jet dan Droy yang sangat bersmangat.
"AKU LAPAR!", teriak Droy.
"Kau tak ikut?", Levy bertanya padaku.
"Hanya festival kecil tak berguna.", aku membalasnya sambil mencoba untuk tidur.
"B-Begitu ya...", Anak kecil itu berkata sambil terlihat ada kecewa.
Pada Akhirnya aku pun ikut dengan mereka.
Cih ada apa lah, aku sungguh ditaklukkan oleh wajah sok imutnya tersebut.
DI FESTIVAL
Tempat ini sungguh ramai...
Berbagai stand, berbagai orang dari berbagai kota berada di sini.
Tiba-tiba Team Natsu muncul.
"Hey Gajeel!", Teriak Natsu memanggilku.
"Levy-chan!", Lucy memanggil Levy.
"Ah Lu-chan! Erza, Natsu, Gray, dan Happy juga!", balas Levy.
"Apa yang kalian lakukan disini?", tanya Gray.
"Ya, kukira kalian sedang dalam misi, Apa yang kalian lakukan berdua ber-lovey-dovey di festival seperti ini.", ucap Erza menggoda.
"Kami memang sedang dalam misi!", balasku kesal meluruskan permasalahan.
"Y-Ya, lagipula Jet dan Dro-", ucapan Levy terhenti.
Kami melihat sekitar kami, Jet dan Droy sudah tak bersama kami.
AAAH Mereka berduaa!
Jet sedang menggoda gadis gadis cantik di festival tersebut sementara Droy berkeliling mencicipi berbagai makanan di festival.
"Hun? Jet dan Droy kenapa? Kalian suruh pulang agar tak mengganggu?", ucap Lucy lanjut menggoda GaLe.
"L-Lu-chan!", Levy dengan muka semerah tomat mengomeli Lucy.
Lucy hanya memberinya peace sign dan pergi menyusul Natsu yang berkeliaran di festival.
Gray mulai mendekat, "Jadi ini tipemu, hah..", ucap Gray sambil meringis.
"Hah?", Aku berkata kebingungan.
"Jangan hiraukan, lupakan saja. Hahaha! Bersenang senanglah, Jaa~ Natsu! Tunggu aku! ", Gray pergi menyusul Natsu dan Lucy.
"Semoga beruntung!", Erza pun pergi.
"He lllllllllllllllllllllllllllikesss herrrrr. Pfffttt", Happy berkata sambil menutupi mulutnya serta menahan tawa, Terlihat gambar hati yang digambarnya di tanah.
Levy mencoba mengejar Happy tapi Happy sudah keburu terbang dan menghilang.
"Hah...", Levy menghela napas, "Kalau begitu kita jalan jalan saja yuk."
Aku hanya mengikutinya.
Kami melihat stand yang menjual topeng.
Levy mengambil salah satu topeng tersebut dan memasangkannya padaku.
Topeng tersebut adalah topeng yang bisa dibilang menyeramkan.
Levy tertawa tawa melihat diriku dengan topeng tersebut.
"Apanya yang lucu hah..", tanyaku.
"Maaf maaf, tak ada apa apa, sungguh.", Levy menjawab dan menlanjutkan tawanya.
Selanjutnya kami menuju ke stand es krim.
Kami membeli 2 es krim. Dalam sekejap es krimku sudah habis.
Aku hanya memandang Levy yang menjilati es krimnya.
Levy menghadap ke arahku dan aku langsung menghadap ke arah lain.
Kami duduk di suatu kursi di dekat stand tersebut. Levy masih menikmati es krimnya.
Seluruh tubuhku bergerak dengan sendirinya, bagian atas badanku mulai mendekatinya.
Kepalaku mulai mengarah turun dan menjilati sedikit bagian es krim yang dipegang Levy.
Tiba-tiba Levy yang kaget tak sengaja melempar es krimnya ke wajahku.
"Kyaah, Ah maaf Gajeel...", Levy minta maaf sambil mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan wajahku.
Karna masih lengket kami pergi ke toilet untuk membersihkannya.
Aku masuk ke toilet dan membersihkan wajahku.
Lalu keluar dari toilet menemui Levy, "Apa apaan itu?", Aku bertanya padanya.
"Maaf! Lagipula apa yang kau lakukan.. Menjilati es krimku... Jika kau mau es krim lagi kita bisa membelinya!", Levy menjawab dengan warna merah muda muncul di permukaan wajahnya.
"E-Es krimmu mulai meleleh!", Aku membalas dengan gugup.
"Ah Kenapa juga ya tadi Aku dengan sendirinya melakukan hal itu", Aku berpikir menutupi area sekitar mulutku.
"Sudah jam 8, Sepertinya kita harus mulai berjalan kembali... Kobe-san akan marah jika kita tak kembali tepat waktu..", Levy memecahkan suasana yang membeku sesaat itu.
Aku mengangguk dan berjalan bersamanya.
[Levy POV]
(Saat Gajeel di toilet membersihkan wajahnya)
DHEG DHEG DHEG
Ada apa ini jantungku terus berdetak kencang sampai aku pikir orang di luar pun bisa mendengarnya.
Wajahku mulai terasa memanas.
AAAHH Apa yang dipikirkan Gajeel tadi!
Tiba-tiba Gajeel keluar dari toilet.
Aku segera kembali ke normal menyembunyikan emosi ku barusan.
"Apa apaan itu?", Gajeel mulai bertanya.
"Maaf! Lagipula apa yang kau lakukan.. Menjilati es krimku... Jika kau mau es krim lagi kita bisa membelinya!", Aku menjawab gugup dan panas di wajahku mulai terasa kembali.
"E-Es krimmu mulai meleleh!", Gajeel membalas terlihat gugup.
"Sudah jam 8, Sepertinya kita harus mulai berjalan kembali... Kobe-san akan marah jika kita tak kembali tepat waktu..", Aku berkata memecahkan suasana yang membeku sesaat itu.
Gajeel hanya mengangguk dan kami berjalan bersama.
Setelah 5 menit berjalan...
Aku merasakan sesuatu yang hangat di belakangku, "Gajeel!?", Aku kaget melihat Gajeel tiba-tiba memelukku dari belakang.
"Aku... Suka padamu..."
"G-Gajeel apa kau baik baik saja?", Sepertinya wajahku sudah mulai berwarna merah terang.
"Apa kau tak dengar? AKU SUKA PADAMU, BODOH!"
"Gajeel... A-Ada banyak orang disini.."
Gajeel terlihat tak mempedulikan kata kataku, "Siapa peduli."
"Tak mungkin Gajeel menyukaiku..", Aku berbisik pelan, "Aku bukannya cantik ataupun lucu, bahkan mungkin baginya Aku sering terkesan menyebalkan."
Gajeel mendengarkan bisikanku walau aku sudah membuatnya sepelan mungkin.
"Benar, kau hanya anak kecill yang menjengkelkan, menyebalkan, mengganggu, Kau juga bukan orang yang populer, Palingan hanya untuk 2 tikus itu... Selain itu dadamu pun rata, tak ber-feromon sama sekali..."
Gajeel menatap mataku sambil tersenyum meringis.
"E...cchi..", Kuucapkan padanya dengan mataku mulai berair dan wajahku masih merah.
"Soredemo, Suki dayo!", Gajeel melanjutkan serius.
Kami saling menatap dan tubuh kami dengan sendirinya mulai mendekat.
Dahi kami saling bersentuhan...
DABOOOMM!
Tiba-tiba terdengar suara ledakan.
Kami kembali ke posisi normal dan pergi menuju arah suara ledakan tersebut.
Asalnya ternyata berasal dari bagian ujung festival dimana ada beberapa stand kosong.
Suasana yang biasanya sepi disana sekarang ramai dikelilingi orang.
Kami menerobos orang-orang dan mencari sumber utama suara tadi.
Saat kami tiba kami melihat Jet dan Droy tergeletak di tanah dengan beberapa kayu dari stand kosong tersebut di atas mereka.
Di sana sudah ada Erza yang menghampiri mereka, memeriksa kondisi mereka yang ternyata hanya luka ringan.
Erza segera membubarkan para pengunjung yang berkumpul di sana.
"Ada apa?", Aku bertanya khawatir.
"...Mage Hunter..", Jawab Erza.
"Pemburu Penyihir ya...", bisik Lucy dengan wajah murung.
"Mage Hunter? Benda apa itu? Apakah itu makanan? Apakah enak?", Tanya Natsu dengan air liurnya mengalir dari mulutnya.
"Dasar bodoh", ucap Gray.
Erza menoleh ke arahku dan Gajeel, "Levy, Gajeel. Kami akan menetap sementara bersama kalian. Aku akan bicara pada Kobe-san.", Kata Erza.
"Ya..." Seperti yang diduga dari Titania, sungguh profesional. Ia bahkan sudah mengenal Kobe-san...
Kami kembali ke tempat Kobe dan menceritakan kejadian sebelumnya.
"Aku mengerti"
Dan dengan begitu kami semua pulang ke rumah Kobe bersama-sama.
Kami memutuskan untuk menetap disana semalam.
Erza menyarankan agar kami membatalkan misi dan kembali ke Magnolia besok, Jadi kami hanya menurut.
Dan dengan begitu, Hari ini berakhir...
Aku berbaring di tempat tidurku, mengingat kejadian-kejadian hari ini.
"Apa Jet dan Droy akan baik baik saja...", Aku berpikir.
Tiba-tiba teringat di kepalaku kejadian bersama Gajeel tadi di festival, mukaku memerah dan
"BAKAA!", adalah yang keluar dari mulutku sebelum aku menutup wajahku dengan guling yang sedang berada di sampingku.
"L-Levy chan... Ada apa!?", Tanya Lu-chan.
Ah Aku lupa, orang ini, "Lucy Heartfilia" atau yang biasa kupanggil "Lu-chan" malam ini tidur sekamar denganku.
"A-Ah bukan apa apa!", Aku langsung membalas.
"Mukamu merah...", Lu-chan menyeringai, "Gajeel?"
"E-Eh? G-Gajeel? Kenapa?"
"Nandemonai~~ Oyasuminasai~", Lu-chan kembali tidur dengan senyum di mulutnya.
Mou, Lu-chan!
Kejadian mengejutkan bisa terjadi kapan saja, Tak akan ada yang tahu.
Aku hanya bisa berharap hal yang baik
Oyasuminasai.
TO BE CONTINUED!
That's Chapter 2! XD
Nnatsuki-san: Salam kenal :) Tolong bimbingannya senpai ^o^9 Makasih buat kritik OOCnya haha :3 Gajeel dengan kostumnya, wkwkwk kawaii-ssu yo xD Makasih udah baca .
RyuKazekawa-san : Haha iya tiba-tiba pengen nulis GaLe aja :p Bukan cuman baru di fandom FT, baru di dunia tulis menulis malahan . Makasih buat kritiknya. Kalau bisa pasti tak kurangin OOCnya. Makasih banyak udah mau baca fic ini!
Sekali lagi Hontou ni Arigatou Gozaimasu! Buat yang udah nyempatin baca fic ini!
Kalo bisa ikutin terus ya hehe. Ganbarimasu!
Kalo bisa di review ya :)
Sekali lagi, Terima kasih banyak!
~YGHYGH~
