GHOST!

Summary : Hei, aku ingin menanyakan satu hal pada kalian. Apa kalian percaya HANTU? Well –ada yang menjawab iya ataupun tidak sama sekali. Tapi aku ingin mengatakan satu hal yang penting –menurutku, hal itu adalah AKU BISA MELIHAT HANTU! –Taehyung. /BTS fic. VJin/JinV inside. RnR please! :)

Cast : BTS member.

Warning : Typho(s), Sho-ai, Other.

-000-

.

/

.

"Hoy, V!" Taehyung yang kaget langsung menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Dan itu adalah Jimin.

"Kau kenapa? Tidak biasanya diam seperti itu," Taehyung menggelengkan kepalanya pelan –tidak tahu. "Entahlah, aku juga tidak tahu. Hari ini rasanya malas sekali untuk bergerak, apalagi menjahili yang lain."

Mendengar jawaban Taehyung, Jimin mengerutkan dahinya –bingung. Benar-benar bukan Taehyung sekali. Jimin menempatkan kedua tangannya di pundak Taehyung lalu, "KEMBALIKAN TAEHYUNGKU YANG DULUU!"

Teriakan spontan Jimin membuat semua member termasuk make-up artist mereka menoleh ke arah Jimin juga Taehyung yang memasang wajah BlankTae-nya.

"Apa yang kau bicarakan, Hyung?!" Jung Kook bertanya pada Jimin. Ia tidak mengerti sama sekali dengan teriakan Jimin. Dengan perlahan Jimin menghampiri Jung Kook lalu berkata, "Salah satu Partner in crime kita berubah Jung Kook-ie!"

Jung Kook masih tidak mengerti. "Apa maksudmu Hyung?" Jimin berdecak kesal, "Masih tidak mengerti juga?" Jung Kook menggeleng.

"Hah, maksudku, uri Taehyungie sudah tiada. Yang ada hanya Kim Taehyung yang diam dan pemalas," Taehyung yang mendengarnya langsung berkata, "Apa maksudmu? Aku masih Kim Taehyung! Asli! Limited Edision!"

Member Bangtan yang ada disana –kecuali Maknae Line, hanya memasang wajah tidak peduli. Untuk apa mengurus tiga maknae gila itu? –kecuali untuk Jung Kook mungkin, karna yah, dia masih polos.

"Ish! Apa yang kalian ributkan? Kita sebentar lagi tampil! Dan Taehyung, jangan loyo seperti itu! Kau itu masih muda!" Mendengar ceramah Suga, senyum jahil Taehyung terlihat. Ck, sepertinya Taehyung asli sudah kembali -_-.

"Jadi, kau mengaku kalau kau sudah tua, Hyung?" Suga yang mendengarnya langsung menjitak kepala Taehyung. "Lebih baik kau diam saja seperti tadi, Tae. Kalau sudah kembali kau akan berubah menjadi little evil, kau tahu?"

"Aku lebih nyaman menjadi Kim Taehyung yang seperti ini, Yoongi Hyung…" Suga hanya memutar bola matanya malas.

"Bangtan! 5 menit lagi kalian tampil! Bersiap-siaplah!" Mendengar intruksi, semua member Bangtan kembali bersiap-siap dan melupakan kejadian aneh-dan-tidak-penting dari Maknae Line.

.

Aksi panggung mereka dapat membuat para penggemar berteriak histeris. Ya, BTS sukses untuk menjadi salah satu pembuka acara di sebuah konser musik. Dengan berjalannya waktu, mereka menyudahi performance mereka diiringi dengan riuh tepuk tangan meriah. Mereka pun kembali ke backstage dan menunggu di salah satu ruangan tersedia bertuliskan –BTS Room.

"Hey! Jangan acak-acak rambutku! Aduh! Kau ini kenapa, sih?!"

"Ya! Taehyung! Kembalikan kacamata hitamku, wey!"

"Park Jimin! Jangan menyetel lagu keras-keras! Kau tidak lihat kami semua lelah?!"

"Hyung! Bagi makananmu padaku! Aish! Aku lapar, Hyung!"

"Hey! Ini minum punya siapa? Aku habiskan ya!"

"Ada yang membawa penutup telinga? Kenapa disini berisik sekali!"

Yah, seperti itulah keramaian di BTS Room. Lebih baik kita skip saja, oke? Ini tidak baik untuk ditiru ya! #dibuangNamjoon.

+BTS+

-At BTS Dorm-

Terlihat tiga orang namja yang duduk melingkar di atas karpet di ruang tengah. Mereka –atau lebih tepatnya dua orang namja disana melihat dengan intens namja yang satu lagi. Mereka adalah J-Hope dan Jimin. Sedangkan yang tatap adalah Taehyung.

"Jadi, ceritakan pada kami apa penyebab kau jadi pendiam dan tidak bertingkah?" Jimin mengangguk setuju dengan pertanyaan J-Hope. Taehyung menghela napasnya –haruskah ia mengingat kejadian kemarin malam? Sebenarnya ia ingin bercerita, tapi entah kenapa seperti ada yang menolak agar Taehyung tetap diam. Mungkinkah hantu itu? Tapi-

"Hey! Kenapa kau malah melamun sendiri? Jawab pertanyaan Hoseok Hyung tadi!" Jimin berseru tidak sabar. Well, sepertinya Jimin benar-benar penasaran.

Ah, sepertinya Taehyung kembali melamun. "Baiklah jadi ak-" Belum sempat menyelesaikan ceritanya, Taehyung kembali melihat hantu wanita itu sedang menatapnya tajam. Dengan perlahan hantu itu mendekat ke tengah-tengah J-Hope dan Jimin.

Taehyung yang melihatnya melongo. Ke-kenapa wa-wanita itu kembali lagi? A-apa ia penunggu dorm ini? –Pikirnya.

"Err… Hyung, kau merasa dingin tidak?" Jimin bertanya sambil mengusap tengkuknya yang secara tiba-tiba dingin. Yah, tangan hantu itu menyentuh tengkuk Jimin –walaupun tembus pandang, tapi Jimin bisa merasakannya.

"Kau benar, kenapa tiba-tiba bulu kudukku berdiri semua, ya?" Taehyung yang melihat itu semua ingin rasanya berteriak HANTU ITU ADA DI TENGAH-TENGAH KALIAN! –Tapi, kenapa rasanya suaranya mendadak susah sekali untuk keluar. Dan kelopak matanya yang berair karena tidak bisa berkedip.

"Taehyung, kau merasa merinding tidak?" J-Hope bertanya pada Taehyung yang terlihat melongo. Jimin tiba-tiba bangkit dan berkata, "Di sini dingin sekali! Aku ke kamar saja. Aku duluan, ne!" Jimin pun pergi meninggalkan Taehyung, J-Hope, dan… hantu itu.

"Taehyung? Hey! Kau tidak apa-apa?" J-Hope menggucang-guncangkan bahu Taehyung. Dan Taehyung tetap melihat pada satu arah –wanita itu.

"H-hyung…"

"Apa? Jangan membuatku takut Taehyung-ah!" J-Hope mulai dilanda kepanikan. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Yang lain sedang pergi keluar untuk membeli bahan makanan, dan yang ada di dorm hanya ia, Jimin, Taehyung, dan -oh! Jin tidak ikut belanja, 'kan?

"Jin Hyung! Kemarilah! Cepat!"

Jin yang sedang membereskan dapur mendengar teriakan J-Hope yang memanggil namanya panik. Dengan segera Jin membersihkan tangannya lalu mengelapnya dan bergegas ke ruang tengah.

"Ada ap-?" Tidak. Tidak lagi. Jin tidak melanjutkan ucapannya saat melihat kondisi Taehyung yang fokus melihat ke satu arah dan wajahnya tampak pucat. Ini seperti kemarin malam –Pikirnya.

"Hoseok, kau ke kamar saja temani Jimin. Biar aku yang mengatasi Taehyung,"

"Kau yakin Hyung?" Jin menganggukan kepalanya. "Baiklah, aku percayakan padamu."

J-Hope melenggang pergi dan hanya ada Jin juga Taehyung. Dan jangan lupakan Hantu wanita itu yang sejak tadi terus melihat Taehyung dengan tatapan tajamnya. Jin melangkahkan kakinya mendekat ke arah Taehyung dan duduk di hadapannya –tanpa tahu ia sudah membelakangi hantu wanita itu.

"Taehyung-ah," Tetap diam.

"Taehyung kau mendengarku?" Tetap tidak merespon. Jin melihat kelopak mata Taehyung yang berair. Ia tidak berkedip? Pikirnya.

"Taehyunng-ah, berkediplah," Taehyung tetap diam mematung. Bagaimana caranya agar dia bisa kembali sadar? Jin mengingat-ngingat dan –Apakah ia harus menciumnya seperti waktu itu? Ah tidak! Itu hanya ketidaksengajaan. Tapi, kalau itu berhasil, apa boleh buat?

Dengan pikirannya yang berkecamuk, Jin mulai mendekatkan wajahnya pada Taehyung yang tetap diam mematung. Perlahan, bibirnya bersentuhan dengan Taehyung dan ia mulai melumatnya lembut. Taehyung yang perlahan-lahan mulai kembali sadar langsung melotot kaget dengan apa yang dilihatnya. Wajah Jin yang sangat dekat dan memandangnya lembut, serta bibirnya yang dilumat oleh bibir Jin… ini di luar pikiran Taehyung. Well, tidak pernah terpikirkan oleh Taehyung mereka dapat berciuman dengan lembut seperti ini. Karna matanya terasa perih, Taehyung menutup kelopak matanya seolah-olah ia menikmati ciuman lembut itu. Atau memang ia menikmatinya?

Jin yang melihat Taehyung kembali sadar mulai melepaskan ciuman itu. Taehyung yang merasakan bibir Jin menjauh terus mendekati Jin. Taehyung… ingin melakukannya lagi. Ya, melakukan ciuman yang seperti tadi. Jin yang melihat Taehyung terus mendekat dan ingin mendapatkan bibirnya, ia langsung menjauhkan wajahnya dan menatap Taehyung intens.

"Dengar Taehyung-ah," Taehyung mendongakkan wajahnya dan tatapan mereka bertemu kembali.

"Jawab pertanyaanku, apa yang sebenarnya kau lihat?" Taehyung menggelengkan kepalanya –tidak mau. Tidak. Ia tidak mau bercerita karna… seperti kejadian tadi, Taehyung bisa menyimpulkan tatapan tajam dari sang hantu. Ya, tatapannya mengatakan bahwa, ia tidak boleh bercerita. Kecuali, kalau orang itu bisa melihat hantu itu seperti dirinya.

"Kenapa tidak mau? Tidak senang bila aku mengetahui ceritamu?" Jin bertanya –penasaran. Ia benar-benar penasaran.

"Bu-bukan begitu, Hyung. Ta-tapi…" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Jin kembali mengecup bibirnya singkat lalu berkata, "Baiklah, tak apa bila kau tidak mau. Tapi, kalau kau ingin bercerita, datanglah padaku, ne?"

Taehyung mengangguk mengerti. Jin pun tersenyum lembut lalu mengusap kepala Taehyung. "Sudahlah, jangan dipikirkan. Kau pergi saja ke kamar, karna aku akan kembali ke dapur. Aku tidak mau kau sendirian dan mengalami yang seperti tadi."

Taehyung kembali mengangguk lalu pergi –tapi sebelum itu, "Jin Hyung…"

"Waeyo?" Taehyung tersenyum manis pada Jin. "Terimakasih untuk yang tadi," Ucap Taehyung malu-malu lalu langsung pergi ke kamar mereka. Jin yang melihatnya membalas pelan, "Sama-sama Taehyung-ie,"

.

/

.

-000-

TBC

Hai~ Ini next chapnya. Maaf pendek ya, soalnya saya lagi sibuk buat persiapan UN, jadi… yah, begitulah :D

Chap berikutnya pasti lebih panjang kok :)

Dan untuk chapter sebelumnya, SAYA LUPA TULIS TBC!#plaked

Huhu, maaf ya.. otak saya penuh dengan segala macam materi pelajaran jadi… begitulah. Intinya Fic ini masih Lanjut :)

Dan WAW, senang sekali ternyata banyak dapet review dari kalian~ Terimakasih banyak.. semoga chap ini tidak mengecewakan :)

BIG THANKS TO :

Thisismyself1999; VKookJin 3; suyanq; Jisaid; Jung Sara; suzy. ; evilhun; Drizzle mato; Phunny08; KimmyDJHS.

Maaf ga bisa bales satu-satu ya, saya juga megang laptop sembunyi-sembunyi dari ortu#jangan ditiru. Jadi ga bisa lama-lama+panjang-panjang(?)

Mohon Review lagi ya~ :)

Terimakasih,

-Kay-