Reflection I

Author: Park Hyesung

Pairing: YeWook, slight KyuWook, MinWook, TeukWook, and HaeWook

Genre: Romance, Tragedy

Rate: T

Summary: Rencana Ryeowook yang diajukannya diterima oleh Tuhan dan para malaikat. Tapi dia harus mengorbankan sesuatu, yang mungkin membuatnya harus menderita untuk sementara.

Warning: GenderSwitch, Typos, EYD tidak sesuai. Terinspirasi dari VCR SS4 Osaka untuk lagu Storm. Hanya saja, alur yang berbeda.

Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka untuk kepentingan cerita. Tak suka dengan pairing ini? Tinggal keluar dari halaman ini kok ^^


Namja berambut hitam ini masih tertidur di tempat tidurnya tanpa memperdulikan bunyi jam wekernya yang berbunyi. Namja itu bernama Kim Yesung. Dia hanya tinggal di dunia ini sendirian. Kedua orang tuanya sudah meninggal akibat kecelakaan saat ia berumur lima tahun. Sebagai gantinya, sang samchon mengasuhnya sampai ia sekolah menengah pertama kelas sembilan. Tapi setelah ia meranjak ke kelas sepuluh, samchon-nya tewas di bunuh karena melakukan suatu kesalahan. Sekarang ia masih kelas sebelas di sekolah SM High School dengan tinggal di apartemen sederhana. Sekolah yang cukup dengan bayaran mahal. Dia mendapatkan beasiswa disana, jadi ia masih bias tenang untuk bersekolah. Sedangkan untuk makan, ia mencari nafkah sebagai penyanyi café. Menyedihkan bukan?

Dengan kasar, Yesung mematikan jam wekernya dengan mata yang masih setengah terbuka itu. Dan mendengus kecil. "Aish, aku benci di bangunkan lewat jam weker." Dengusnya kesal. "Biasanya yang selalu membangunkan aku kan, Wookie Chagi" lanjutnya lagi sambil terbayang akan masa lalunya bersama Ryeowook dia atas tempat tidur.

"Eh, Sekarang jam berapa?" ia menengok kearah jam weker. "Omo! Jam setengah delapan! Setengah jam lagi kelas dimulai! Mati aku!" dia bergegas bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.

Dengan cepat ia melajukan mobil yang dulunya punya samchon-nya. Karena terburu-buru takut terlambat masuk sekolah, dia tidak terlalu konsentrasi mengemudikan mobil. Ketika saat ada lampu merah, ia terus melaju mobilnya. Dan seseorang kebetulan menyebrangi jalan saat itu. Saat menyadari ada orang yang akan menyebrang jalan, Yesung segera mengerem secara mendadak.

"Untung saja." Syukurnya sambil mengelus dada.

"Yak! Apa kau mau menabrakku?!" seruan marah terdengar dari orang yang hamper ia tabrak. Yesung yang tak bisa melihat dengan jelas siapa orang itu karena kaca mobil berwarna hitam, segera ia membuka kaca. Matanya yang sipit tiba-tiba terbelalak.

"Wae? Kenapa kau melihat aku seperti itu?" orang itu bertanya bingung.

"Ryeowook?" gumam Yesung. Ia segera keluar dan mencengkram bahu orang itu. Dia seorang gadis mungil dan berambut panjang. Mirip dengan penampilan Kim Ryeowook.

"Hah? Kau tahu dari mana namaku?" ucap gadis itu."Ah ya, pasti kau lihat name tag di bajuku. Sekarang aku mau protes. Kenapa kau mengebut seperti itu? Kalau kau beneran nabrak seseorang gimana?!" protes gadis itu.

Yesung terdiam mendengar protesan gadis itu. Suara gadis itu begitu mirip dengan Ryeowook. Tapi kenapa gadis itu membentaknya? Apakah itu bukan Ryeowook?

"Kau Ryeowook kan? Kim Ryeowook kan?" Tanya Yesung sedikit keras.

Gadis itu mengerutkan kening. "Aku memang Ryeowook, tapi aku ini Tan Ryeowook! Bukan Kim Ryeowook, wahai kepala besar! Sudahlah! Aku tak mau berurusan denganmu. Gara-gara kau, hari pertama sekolahku aku sudah telat!" yeoja bernama Tan Ryeowook pun menghempaskan tangan Yesung yang sedari tadi mencengkram bahunya dengan keras dan berlari terburu-buru meninggalkan Yesung begitu saja.

Yesung terdiam di tempat. Tan Ryeowook? Bukan Kim Ryeowook? Padahal tubuhnya yang mungil, suara seperti malaikat dan pipi tirus itu hanya dimiliki oleh Kim Ryeowook. Tapi kenapa sekarang ada Tan Ryeowook? Bahkan nama mereka sama. Apa sebenarnya rencana Tuhan?

"YA! Kau mau sampai kapan bediri disana! Sudah lampu hijau tahu!" teriak bapak separuh baya di belakang sana. Dia menunggu dalam mobilnya. Yesung langsung membungkuk maaf ketika menyadari ia sedari tadi hanya melamun. Dan kemudian menjalankan mobilnya menuju kesekolah

School

"ajusshi! Tolong buka gerbangnya! Saya benar-benar sudah telat!" rujuk Yesung sambil memukul gerbang sekolah.

"Tapi kau sudah telat setengah jam. Harusnya sudah ada Kwon seongsaenim disini. Tapi kemana guru BK itu?" Tanya Satpam sekolah yang bernama Shindong

"Tapi Dong Ajusshi, nanti saya saja yang ke ruang BK untuk mengambil surat ijin masuk kelas. Kalau seperti ini saya sama saja telat banget. Nanti ajusshi yang tanggung jawab ne kalau saya dihukum berdiri di lapangan," ancam Yesung

karena bosan mendengar Yesung tak berhenti mengoceh, Shindong pun dengan terpaksa membuka gerbang sekolah. "Gomawo, Ajusshi. Nanti saat istirahat, Ajusshi ke kantin saja. Aku bayarin ajusshi makan deh untuk hari ini." Yesung langsung lari ke ruang BK untuk meminta surat ijin masuk kelas. Tanpa itu, dia tak akan bisa masuk ke kelas.

"Permisi, Kwon seongsaenim" salam Yesung hati-hati kepada seongsaenim-nya. Kwon seongsaenim dikenal sebagai guru yang tegas, disiplin dan galak. Sudah diperkirakan bukan nasib Yesung selanjutnya?

"Cepat masuk dan tutup pintunya!" bentak Kwon seongsaenim secara mendadak mampu membuat jantung Yesung hampir meloncat keluar.

"ada masalah apa kau? Terlambat?" interogasi Kwon seongsaenim sudah dimulai. "Ne, seongsaenim." Jawab Yesung sambil menundukkan kepalanya.

Kwon seongsaenim melempar selembar kertas. "Itu surat ijinmu. Untung saja saya hari ini sedang senang kalau tidak saya sudah hokum kamu. Kau selamat kali ini, jadi jangan pernah mengulanginya lagi!" tegas Kwon seongsaenim membuat Yesung menciut.

"Ne, Seongsaenim. Saya permisi dulu." Yesung segera pergi dari ruangan itu. "Akh, sial! Gara-gara aku bangun telat hari ini. Tapi aku tak menyesal. Karena keamrin aku berhasil bertemu Ryeowook." Ia tersenyum kecut mengingat pertemuannya dengan arwah Kim Ryeowook.

Tok! Tok! Tok!

Yesung mengetuk pintu kelas dan menyembulkan kepala lewat celah pintu yang telah ia buka tadi. "Permisi seongsaenim. Saya terlambat." Ucapnya sambil menatap Park Seongsaenim.

"Tak apa. kau sudah mengambil surat ijin masuk?" Yesung mengangguk. "kalau begitu kau boleh masuk."

Yesung berjalan menuju tempat duduknya. Matanya terbelalak lagi. 'Tan Ryeowook? Kenapa ia disini?' batin Yesung kemudian duduk ditempatnya. *A/N:: meja sekolah itu seperti meja saat SD. Jadi meja itu dapat di gunakan oleh dua orang*

"Apa?" Ryeowook menatap tajam Yesung. Dia menyadari kalau namja disebelahnya memerhatikannya terus. Yesung spontan menggeleng. Kemudian pandangan yeoja itu ke arah papan tulis.

'sebenarnya dia Ryeowook bukan?' batin Yesung lagi. Dia yakin kalau itu Kim Ryeowook. Bukan Tan Ryeowook. Tapi dia ragu ketika melihat sifat yeoja ini. Begitu ketus, dan cuek. Dan sedikit tomboy. Berbeda sekali dengan kekasihnya Ryeowook. Kim Ryeowook adalah seorang yeoja polos, innocent dan periang.

Ryeowook merasa kesal. Yesung masih tetap memerhatikannya selama pelajaran Park seongsaenim. Pergantian pelajaran pun sudah tiba. Yesung masih saja bergulat dengan pikirannya. Apa yeoja di depannya ini adalah kekasihnya?

"Ya! Kau ini kenapa? Daritadi melihatku terus?!" ketus Ryeowook dengan wajah imutnya. Ia melipat tangan di dadanya. Terliaht sekali dia sedang marah.

"Ani. Kau hanya mengingatkanku dengan kekasihku yang sudah meninggal." Jawab Yesung pelan namun Ryeowook masih bisa mendengar. Air muka Ryeowook langsung berubah, bagaimana tidak? Itu membuat Ryeowook serba salah.

"Mian, aku tak tahu." Ryeowook menundukkan kepalanya.

'dia… mirip sekali dengan Ryeowook-ku' batin Yesung. Memang jika Kim Ryeowook kalau merasa bersalah pasti menundukkan kepalanya.

"Gwaenchanayo." Yesung menepuk kepala Ryeowook pelan. Secepat kilat, Ryeowook mendongkak kan kepalanya menatap wajah Yesung. Lebih tepatnya, kedua mata bulan sabit milik Yesung.

Mata sendu Yesung membuat perasaan aneh muncul di hati Ryeowook. "Aku akan pergi ke kantin dulu. Oh ya, untuk yang dijalan tadi. Aku minta maaf ne? pay pay" pamit Yesung begitu saja.

Ryeowook terdiam menatap punggung Yesung yang makin lama sudah menghilang. "Kau kenapa, Wookie?" Tanya seorang yeoja. "Aku tak tahu, Minnie. Siapa namja yang bersamaku tadi?" yeoja itu bernama Henry. Henry Lau, yeoja ini teman satu gereja Ryeowook.

"Namja yang tadi? Ah, itu Kim Yesung. Dia itu namja bersuara emas. Bahkan dia mengangkat nama sekolah kita dengan suaranya itu." Jelas Sungmin menatap heran Ryeowook.

"Eh, aku sudah bilang padamu belum?" Tanya Henry tiba-tiba. "Bilang apa?" Tanya balik Ryeowook.

"Kau itu mirip dengan mantan murid sekolah ini. Namanya Kim Ryeowook. Dia itu kelas sepuluh dulunya. Dia juga kekasihnya Yesung. Tak kusangka kalian bisa mirip. Dari penampilan sampai suara maupun nama. Hanya berbeda pada marganya saja. Pantas saja dari tadi Yesung memerhatikanmu terus." Jelas Henry sedangkan Ryeowook mengangguk paham maksudnya. Jadi Yesung menganggapnya sebagai mantan kekasihnya kan?

~YeWook Forever~

Jam pulang sekolah pun tiba. Ryeowook langsung pulang setelah berpamitan dengan sahabatnya, Henry. Ia segera pergi ke minimarket untuk membeli bahan membuat cokelat. Ternyata yeoja tomboy nan cuek ini suka memasak. Sesuatu yang langka juga.

Ryeowook yang sedang menunggu di halte bis untuk pergi ke minimarket yang dekat rumahnya itu sedikit mendengus kesal. Ia menerima sebuah pesan masuk.

'Wookie-ah, tolong belikan Eomma daging, brokoli, sawi putih, tomat, udan dan ikan ne? eomma tahu kau akan pergi ke minimarket sekarang. Pakai uangmu dulu, nanti eomma ganti setelah kau pulang' begitulah pesan yang di terima Ryeowook.

"Aish, eomma jahat. Aku kan tidak mau bawa barang yang berat dengan tas seberat ini juga. Nanti kalau tubuhku tambah kecil, memangnya eomma mau tanggung jawab?" ucapnya pada diri sendiri membuat ia di lihat aneh oleh orang-orang disekitarnya.

Tin! Tin!

Suara klakson mobil mengagetkan semua orang yang sedang menunggu di halte bis. Begitu juga Ryeowook.

"Siapa sih yang bikin kaget begini?" dengusnya. Perlahan kaca mobil itu terbuka. "Ryeowook-sshi, mau ikut tidak?" tawar namja itu.

"Yesung?" gumamnya tak percaya. Yesung hanya tersenyum tipis. "Kau mau tidak? Kalau tak aku akan pulang duluan." Entah dorongan apa, Ryeowook langsung masuk ke mobil Yesung.

"Hwaa~ ku kira kau tak mau masuk." Goda Yesung sambil melajukan mobilnya. "Heh?" sepertinya Ryeowook baru sadar akan apa yang dilakukannya dan memukul pelan kepalanya sendiri sambil berbisik kata 'pabboya'

"Apanya yang pabbo?" Tanya Yesung heran sambil menghentikan pukulan Ryeowook. Tangannya memegang tangan Ryeowook begitu erat, seperti takut akan kehilangan Ryeowook lagi.

Ryeowook jadi salah tingkah, begitu juga dengan Yesung. Yesung melepas genggamannya. "Mianhae, aku tak sengaja." Ucap Yesung.

Suasana jadi hening, tak ada yang berbicara. Hanya terdengar perkelahian mesin mobil yang berjalan di atas jalan. "Kau mau kemana?" Tanya Yesung pada akhirnya.

"Aku mau ke minimarket dekat rumahku. Di jalan Yeonsu." Jawab Ryeowook seadanya.

Yesung pun segera melajukan mobilnya dengan cepat. "Sudah sampai. Mau ke temani?" tawar Yesung ketika Ryeowook sudah turun. "Sepertinya tak usah. Kalau kau menemaniku juga tak apa" Ryeowook tersenyum manis. Membuat Yesung ingin mencium bibir itu tapi ia menepis pikiran itu. Dia bukanlah Kim Ryeowook tapi dia adalah Tan Ryeowook.

Yesung kemudian mengikuti langkah pendek Ryeowook yang masuk ke dalam minimarket itu. Pertama ia mencari daging dan beberapa pesanan eomma-nya. Yesung yang hanya mengikutinya sedikit bingung.

"Ryeowook-sshi, kau bisa memasak?" Yesung sedikit ragu karena sifat Ryeowook ini agak cenderung ke namja.

"Ne. aku suka memasak." Jawab Ryeowook tanpa melihat Yesung karena sibuk memilih ikan

"Kalau begitu, kau sama dengan kekasihku." Ucap Yesung pelan. Lagi-lagi Ryeowook merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya. Sesuatu yang dia rindukan.

"Kau tak membeli apa-apa?" Tanya Ryeowook untuk mengalihkan perasaannya dan berjalan menuju rak untuk membuat bahan cokelat di susul Yesung.

"aku hanya ingin membeli cokelat saja. Itu makanan kesukaanku." Yesung tersenyum manis sambil melihat-lihat cokelat yang sudah dijual jadi.

DEG!

Rasanya ada yang menusuk hati Ryeowook. Kenapa dia tiba-tiba merasakan suatu kerinduan yang besar? Ada apa ini sebenarnya?

"Kau kenapa?" rupanya Yesung yang membangunkan Ryeowook dari lamunannya. Ryeowook menggeleng pelan dan melankutkan berbelanja.

Saat mau membayar dikasir, seorang namja berambut ikal masuk minimarket itu. Kebetulan kasir di dekat pintu.

"Ryeowook?" gumam namja itu. Ryeowook dan Yesung yang mendengar gumaman itu segera menolehkan kepala.

"Kyuhyun? Sedang apa disini?" Tanya Yesung. Sedangkan Ryeowook sepertinya merasa mengenal orang ini.

"Yesung? Kau kenapa bersama yeodongsaeng-ku?" hardik Kyuhyun.

"heh? Ini Tan Ryeowook, bukan Kim Ryeowook." Yesung yang mengatakan itu juga memasang wajah sedihnya. Ia juga berharap bahwa ini adalah kekasihnya. Bukan orang lain

"Kau jangan berbohong! Dia ini Kim Ryeowook! Dia juga belum mati!" seru Kyuhyun kesal. Orang-orang sekitar memerhatikan mereka bingung.

Kyuhyun menatap wajah Ryeowook "Benarkan kataku? Kau yeodongsaeng-ku? Kau yeodongsaeng-ku yang manis kan? Benarkan?" sambil sedikit mengguncang bahu milik Ryeowook, Kyuhyun dengan sedikit emosi mengucapkan itu.

Ryeowook terdiam. Rasanya juga dia pernah menatap wajah Kyuhyun.

"Kau juga pernah berpesan kan padaku? Dan kau juga bilang padaku 'Sampai jumpa. Ingat kataku, sampai jumpa bukan selamat tinggal' saat kau bilang itu kemarin. Ditempat padang rumpu ilalang kesukaanmu kan?" Kyuhyun dengan masih emosi berbicara itu.

Nyut~!

Rasanya kepala Ryeowook mendadak sakit. Seperti di tusuk pisau mungkin. "Argh!" Ryeowook memegang kepalanya sakit.

"kau kenapa? Gwaenchana?" Kyuhyun khawatir. Seketiak tubuh Ryeowook lemas dan terjatuh pingsan di pelukan Kyuhyun. "Wookie-ah! Wookie-ah! Ireona!" Kyuhyun memukul sedikit keras pipi Ryeowook agar bangun. Tapi tak ada reaksi apapun.

"Kyuhyun-ah! Cepat bawa kerumah sakit!" Yesung menggendong Ryeowook ala bridak style menuju mobilnya dan segera melajukan mobilnya ke Rumah Sakit. Kyuhyun juga dengan cepat menyusul.

Hospital

Kyuhyun dan Yesung menunggu dengan cemas di depan ruang pemeriksaan. Suasana hening menyelimuti keduanya.

"Kyuhyun-ah" panggil Yesung lemas. Dia sejak tadi tak berhenti meghela nafas dalam duduknya.

"Ne?" Kyuhyun sejak tadi mondar-mandir tak jelas akhirnya berhenti karena panggilan Yesung

"Kau kemarin juga bertemu Ryeowook?" Tanya Yesung pelan. "Diberi pesan juga dengan dia?" lanjut Yesung

"Ne. aku bertemu dengannya kemarin. Di padan rumput ilalang" jawab Kyuhyun

"Aku juga bertemu dengannya. Di rumahku." Ujar Yesung. Kyuhyun jadi terasa mengingat sesuatu.

"Yesung-ah, jangan-jangan yang dimaksud Ryeowook adalah kau."

"Maksudnya?"

"Kemarin dia bilang. 'Aku ingin bertemu dengan orang yang kucintai' sepertinya itu kau" ucap Kyuhyun

tiba-tiba uisanim keluar. "Uisanim, bagaimana keadaan Ryeowook?" Kyuhyun langsung bertanya

"Tak ada apa-apa. Sepertinya dia hanya pingsan karena lelah." Ujar Uisanim. "Saya permisi dulu. Kalian sudah boleh menjenguknya."

Kyuhyun segera masuk disusul Yesung. Mereka berdua dapat melihat terbaring lemahnya Ryeowook diatas tempat tidur putih itu.

"Nggh.." lenguh Ryeowook. Mereka berdua segera mendekat kepada Ryeowook. "Kau sudah sadar?" cemas Yesung. Ryeowook hanya mengangguk.

"Dimana aku?" Tanya Ryeowook lemah.

"Kau ada di rumah sakit." Jawab Kyuhyun. "MWO?" Ryeowook tergelonjak kaget.

"Bawa aku keluar aku dari tempat ini! Ppali!" Ryeowook seketika itu berteriak histeris.

"Ryeowook! Tenanglah!" Yesung memeluk Ryeowook erat. Menyalurkan ketenangan yang berlimpah pada Ryeowook.

Seketika Ryeowook terdiam, ia membalas pelukan itu. 'hangat' batinnya. 'aku rindu pelukan ini. tapi mengapa?' batinnya lagi

The End

Or

To Be Continue?


Update kilat tingkat dewa! Mianhae kalau ini pendek banget! pendek nggak sih sebenarnya? ._. mianhae ini FF pertama saya jadi agak kacau, walaupun prolognya keren. Ceritanya tetep kacau -_- maaf ya FF ini sempet kehapus oleh admin FFn