Last Story : Alice seorang siswi SMA yang tidak pernah jatuh cinta mendadak jatuh cinta kepada guru tampan yang baru saja datang ke sekolahnya, ia berusaha mendekati guru tampannya tersebut dengan memakai media social kakaknya, zero. Apakah alice berhasil mendekati guru tampannya? ataukah malah membuatnya semakin jauh dengan guru tersebut?

Kuran Kaname As Kuran Schoeppner

Alice Mikkelson (Own Character)

Zero Kiryuu as Zero Vikander

SILAHKAN MEMBACA ^^

….CHAPTER-2…

"benar..seperti itu. pakai f* zero kakakmu, kalau berkedok laki-laki dia akan menerima pertemanan. Hahahaha." Bisik setan tertawa terbahak-bahak. "lanjutkan!"

Dan setan pun menghilang

DRAT

"add! Okeh... tinggal menunggu hasil. Hahahaha." Alice tertawa terbahak-bahak dari bangkunya

PLATAKK

"auwwww..." teriak alice refleks mengusap dahinya

"apa yang sedang kau tertawakan mikkelson?" tanya pak guru mencurigai alice

"ah tidak..tidak apa-apa sensei." Jawab alice

"apa kau tidak ingin seperti kakakmu, zero? Tampan dan pintar. Sekarang mengajar di universitas ternama. Apakah kau tidak ingin seperti dia, alice mikkelson?" tanya pak guru mengejek

"apa dia ingin mengatakan kalau aku si itik buruk rupa?" benak alice jengkel

BRAKK

"aku tidak mau mengikuti pelajaran." Kata alice tiba-tiba berdiri dari bangkunya lalu ngambek pergi keluar kelas

"ckckckck...ada-ada saja kalau kelas ini alasan membolosnya." Pak guru menggeleng-gelengkan kepalanya

"kalau kelas ini tidak perlu heran, sensei. Hohohoho." Sambung odete

Keluarlah alice dihantui perasaan kesal memegang smartphonenya di tangan kanannya, dia paling tidak suka orang-orang membandingkannya dengan zero mikkelson kakaknya, sambil membaca bb*nya alice berjalan tanpa melihat arah tak sengaja menabrak kuran yang keluar dari pintu ruangan kantornya membuat smartphonenya terjatuh ke lantai dan alice marah besar, tetapi amarahnya langsung menghilang karena yang menabraknya adalah kuran.

"maaf, aku tidak sengaja." Kata kuran hendak memungut ponsel alice

"ah tidak. Tidak usah sensei. Biar aku saja yang ambil." Kata alice tersenyum malu lalu mengambil ponselnya di lantai. "anda tidak perlu minta maaf, ini salah saya."

"ah baiklah terima kasih kalau begitu." Jawab kuran membalas senyuman alice. "apa yang sedang kau lakukan? Kau membolos?"

"bolos?"

"iya bolos. Aku tidak suka murid perempuan membolos, mereka seperti hama parasit sekolah."

"hama? Parasit? Di sekolah? Arghhh...kenapa kata-kata pria tampan ini seperti silet?! Alice berteriak histeris

"ahahaha mana mungkin aku membolos sensei." Alice tersenyum meyakinkan. "gadis secantik aku tidak level melakukan perbuatan dosa seperti itu."

"baguslah kalau begitu." Jawab kuran datar beranjak pergi

Alice tersenyum terpaksa melihat punggung kuran semakin jauh dari matanya, dia menunggu punggung kuran menghilang. Setelah punggung kuran menghilang alice dengan emosinya membanting smartphonenya ke lantai sekuat tenaga.

"kurang ajar! Kau terlalu meremehkanku orang tampan." Kata elice jengkel

DRET DRETT

Smartphone alice bergetar, alice secepat kilat mengambil smartphonenya, ada pemberitahuan dari facebo**. Alice langsung mengklik pemberitahuannya dan tanpa disangka-sangka pemberitahuan tentang kuran yang menerima permintaan pertemanan alice yang menggunakan facebo** zero kakaknya.

"yahooo..." alice melompat bahagia.

"terima kasih, kuran sayangku. Muachh." Alice mencium lalu memeluk smartphonenya di dadanya

Alice kembali ke kelasnya mengikuti pelajaran sainsnya lagi membuat seluruh orang di kelas terheran-heran kebingungan. Hatinya sangat berbunga-bunga saat itu sampai jam pelajaran terakhir berakhir.

Sepulang sekolah seluruh supir kelas F sudah menunggu memenuhi halaman sekolah, mereka bagaikan anggota kerajaan yang berada di kerumunan rakyat jelata. Saat ingin keluar pintu utama sekolah alice berpapasan dengan kuran dan mereka berjalan berdua keluar gedung sekolah, alice berdebar-debar setengah mati.

"fiuhhhh...aku harus rileks..." kata alice dalam hati

"alice.." panggil kuran sambil berjalan

"huaaaa...dia mengingat namaku." Alice menangis terharu dalam hati

"iya sensei..." jawab alice tersenyum

"kelas F itu kelas anak pengusaha besar semua, ya?" tanya kuran melirik mobil-mobil mewah di halaman sekolah

"eh?" alice tebengong

"kelas yang terkenal dengan kekayaannya dan kemalasannya. Dijemput dengan supir. Hmm...sekumpulan orang bodoh." Jelas kuran

CETARRR

"Sekumpulan orang bodoh? Seperti aku maksudnya?!" benak alice

"kau seperti itu alice? Kau kan murid kelas F?" kuran tersenyum menoleh ke alice di sampingnya

"hah? Tidak-tidak seperti itu. ohohoho." Alice tertawa membela diri

"nona..." panggil supir alice dari mobil

"grrrrr...kenapa disaat-saat seperti ini?" alice memejamkan matanya sambil berjalan

"nona aliceeee...!" teriak sopir berlari mengejar alice

"aduh...siapa, ya?" alice berbalik arah pura-pura tidak mengenal. "anda salah orang paman."

"nona..ini saya. Supir pribadi anda sejak anda masih anak-anak. Masa nona lupa?" supir alice mencoba meyakinkan

"aduh..maaf paman. Saya dari kecil tidak pernah diantar pakai mobil. Anda salah orang." Ucap alice tersenyum kesal ke sopirnya

"ah iya... maaf. maaf saya salah orang hahahah." Jawab supir tersenyum mencari alasan

Kuran hanya tersenyum melihat tingkah aneh alice serta supir pribadi alice di depan matanya. Kemudian supir pribadi alice segera kembali ke mobilnya, sedangkan alice melanjutkan berjalan bersama kuran guru yang sangat disukainya. didalam hatinya alice sangat senang sekali bagai terbang di atas langit biru dihembus angin sepoi-sepoi. namun, kebahagiannya tidak berlangsung lama, kuran memerintahkan alice berjalan diluan sementara kuran menaiki mobilnya pulang ke rumahnya melewati alice yang sedang berjalan di depan gerbang pintu sekolah.

"d dia?" alice terperanjat bagai terkena serangan jantung. "hah?"

"tidak..aku tidak boleh kalah. Ini cobaan. Ya cobaan cinta." Alice menarika nafas dalam-dalam menurunkan emosinya

Dengan tergesah-gesah alice mengeluarkan smartphonenya dari tasnya menelpon supir pribadinya.

"aku di depan gerbang sekolah. Cepat kesini!" Perintah alice kesal

Tak berapa lama datanglah mobil jemputannya, alice cepat-cepat masuk ke mobilnya. Di dalam mobil alice mencoba menetralisir emosinya dengan kipasnya.

TNIT TNIT TNIT

Alice menghubungi kakaknya zero meminta smartphone baru sebab smartphonenya yang ini sudah dibantingnya.

"pulang dari perusahaan jangan lupa bawa ke rumah." perintah alice

"baiklah." Jawab zero

TLIT

Alice menutup teleponnya, dia melihat keramaian jalanan dari dalam kaca mobilnya. Tiba-tiba muncul sesuatu dalam pikirannya, dia langsung membuka facebo** menuliskan sesuatu di dinding facebo** kuran.

"fiuhh...deg degkan sekali." Alice menggigit gemas kipasnya

DRAT

"oh..oh balasan." Alice kaget secepat kilat membuka facebo**nya

"kyaa...kuran sensei sayangku.." alice refleks berbaring bahagia di mobil mendekap smartphonenya di dadanya

Sejak saat itu melalui facebo** alice semakin dekat dengan kuran senseinya. Kuran tidak tahu kalau yang memakai facebo** zero adalah alice, dalam pikiran kuran itu adalah zero mikkelson sang proffesor sekalian pengusaha muda terkenal yang sering dibicarakan di media masa dan elektronik.

2 MINGGU KEMUDIAN...

BRAKK

"kau ini saja tidak bisa?" kuran heran dengan lembar jawaban tes alice

"i iya, sensei." Alice menunduk malu

"aku tidak menyangka kalau zero san punya adik bodoh seperti ini." keluh kuran memandang alice sinis

"hah bodoh? Apa itu sejenis makanan ringan?!" alice mengangkat kepalanya melihat kuran duduk di depan matanya

"apakah kau tidak sadar? Semua guru di sekolah ini mengatakan kalau kau adalah murid terbodoh di kelas 3F." Jelas kuran kesal

"murid terbodoh?" alice tidak bisa percaya

"iya murid terbodoh. Dan aku benci dengan murid perempuan kaya juga bodoh." tambah kuran

"baiklah kalau begitu akan ku tunjukkan pada anda kalau aku juga bisa pintar." Kata alice menunjuk kuran.

Kuran terdiam kaget duduk di tempat duduknya

"aku akan mendapatkan nilai bagus di tes kedua minggu ini. sebagai gantinya kau kuran sensei harus berkencan denganku." Kata alice kesal

"hmm..tantangan, ya? boleh juga." Kuran tersenyum menurunkan telunjuk alice yang menunjuknya. "aku terima tantanganmu."

"yoshh..kau lihat saja." kata alice beranjak keluar kantor kuran

TAP TAP TAP TAP TAP

CKLIK

Keluarlah alice dari kantor kuran, dia berjalan cepat sekali menjauhi kantor kuran sampai-sampai orang-orang melihat aneh ke arahnya. sesudah agak jauh dari kantor kuran muncullah senyuman lebar di bibir alice

"yessss..." alice meloncat kesenangan.

"hahahah tidak ku sangka modus dari tuan goog** ini berhasil. Ahahahaha." Alice tertawa terbahak-bahak sepanjang jalan

TOBE CONTINUED