Ok… Kembali lagi di fic ini. Sorry banget kalau menunggu lama. Coz, sudah mulai sekolah lagi dan… Paling utamanya, kami susah mendapat inspirasi. Hohoho… Ok, kita bahas fic dulu ya…
Hm… Ok, ini balasan reviewnya! Gomen kalau review chap 1 ini tidak dibales lewat PM (untuk yang login). Ok balesan dimulai!
Ciel L. Chisai Rokujo: Makasih XD hhe XD. Hehehe… Gomen, lagi demen-demennya IchiHitsu. Tadinya saya mau bikin ini jadi ByakuHitsu. Tapi, gak jadi deh. Coz, gak ada inspirasinya. Demen ama Ichi sih aku... hehehe XD. Ichi disini jadi tukang makan ya ==" Haduh... Haduh... Jawaban anda akan ditemukan disini! Hehehe XD Ok... Terima kasih dan selamat menikmati XD
Kokoro Yumeko:Yup... Hitsu jadi Ciel dan Hyorin menjadi Sebas-chan *dilempar Sebastian ama Ciel*. Hehehe… Makasih Yume-san ^^ Hm… *manggut-manggut janggut* Nampaknya jawaban anda bener semua. Selain rakus, Ichigo mempunyai kemampuan untuk menjadi maling! *dilempar Ichigo*. Ok, santai saja XD Kami terima review apa aja kok. Hehehe… Ok, Thank`s dan selamat menikmati ya! XD
BlackGrayWhite: Waha… Anda tahu mas Rutherford ternyata! Hahaha… Saya pas ngetik Chap 1, sama sekali reflek menulis nama itu. Mikir, "Haduh… Siapa ya nama bangsawan yang kira-kira bagus?". Eh, dipikiran terlintas inspirasi gara-gara mengingat kimia bab 1 kemarin. *CRING* „AH! Rutherford aja!" Hehehe XD. Mungkin Hitsu disini adalah keturunan Mas Rutherford ya... *menyeringai ala Ichimaru*. Walah... Aneh ya... Itu memang POV pertama saya... Saya bingung kalau menulis POV bagaimana... Hiks... Hiks... Gomen... Nanti dicoba dibetulkan deh XD. Ok, makasih udah review dan selamat membaca!
4869fans-nikazemaru: Hehehe… XDkasian Hyorin nya… cep cep cep… Hehehe XD. Makasih ^^, gak sengaja ini kebuat jadi OOC Hyorinnya. Makasih udah nge review ya ^^ juga, selamat menikmati XD
Dina Shuuya Hitsugaya: Santai saja XD Hehehe XD. Iya donk XD setara ama Sebas-chan kekerenan Hyourin *plak*. Karena, dibelakang rumah Hitsu, Hyorin merawat 'phantera' gede. Kadang-kadang suka main di taman depan mansion. Hehehe XD. Aku juga ikut sedih nulisnya *plak*. Hehehe XD Makasih sudah review dan selamat menikmati XD
Kurochi Agitohana: Makasih ^^ Mari kita lihat perkembangannya XD hhe XD. Siip XD Makasih udah me review dan selamat menikmati XD
Cui-cui: ini sebenarnya dapet pas saya dan Hana jalan dari kliningan ke tempat sate itu. Pas jalan, ngobrolin tentang pairing yang cocok ama Hitsu. Nah, kita terlintas mikir, "Ah, gimana kalau Byakuya jadi butler Hitsu?". Hana setuju. Tetapi, pas lagi nunggu sate dibakar, kita diskusi lagi. „Ah, jangan deh... Kasian Byaku turun pangkat! Bagaimana kalau Hyorin saja? Tapi ujung2nya IchiHitsu! Gimana?". Hana setuju dan dibuatlah fic ini. Awalnya sih judulnya ‚Aoishitsuji' tapi asa gak enak, jadinya ‚Ryushitsuji'. Di tukang sate itu cengengesan, sampai-sampai diketawain mang-mang satenya. Hiks.. Hiks... Ok, skrng sudah apdet! Makasih udah review dan... Selamat menikmati!
Ok, bahas review udah (terima kasih semua!)… Sekarang, mari kita baca chap 2 dari fic ini! Ok… Selamat menikmati!
Disclamer: Kubo Tite-sensei
inspirasi: dari anime Kuroshitsuji dan Hana, adik kelasku.
Ryushitsuji
CHAPTER 2
„HYORINMARU-SAN! AWAS!"
Hyorin tidak mendengarkan dan tetap panik membawa masternya. Ichigo kesal, mendorong jatuh Hyorin. Yang Ichigo lakukan tepat waktu! Sesaat setelah Ichigo mendorong Hyorin, kaca yang berada disebelah mereka tiba-tiba pecah.
PRANG!
Hyorin kaget, "Tu… Tuan Ichigo… A… Apa yang terjadi?"
Ichigo menjawabnya dengan napas ngos-ngosan, "Hh… Hh… E… Entah… Tadi ada yang membidik Tuan Hitsugaya!"
"Bidik?"
Ichigo mengangguk, "A~ Aku punya firasat kalau Tuan Hitsugaya akan ditembak dan, firasatku benar! Hh… Hh…"
Hyorin tersenyum dan tertawa, "Hahaha… Tuan Ichigo! Anda tenang saja! Coz, pelayan disini hebat-hebat!"
Ichigo mengangkat alisnya, "Hah? Hebat? Maksudnya?"
"Ya… Mereka… Pelayan terbaik yang saya rekut bersama Tuan Ichimaru sewaktu dia masih hidup. Mereka sudah melayani keluarga Rutherford ini sebelum Tuan Muda lahir…"
Raut mata Hyorin saat itu sangat tajam dan serius. Ichigo mengetahui kalau tidak ada kebohongan saat pembicaraan mereka tadi. Saat Ichigo mau berbicara, suara teriakan seseorang dan jatuh terdengar.
"Hyorinmaru-san… Itu…"
Hyorin tertunduk, "A~ Salah satu pelayan kita sudah bergerak!"
Tiba-tiba, dari remang-remang cahaya matahari sore, muncul seorang maid cewek dengan rambut pendek dan pakaian maidnya yang panjang dari atas hingga bawah. Matanya besar berwarna violet, "Konbawa! Hyorinmaru-san!"
Hyorin menjawab, "A~ Konbawa, Rukia! Kau sudah pulang dari liburanmu?"
"Ya, maaf atas ketelatan saya datang! Terima kasih, anda sudah memberikan kami liburan!" Senyum maid bernama Rukia itu.
"Ya… Beruntung kau datang tepat waktu (Walau tuan muda nyaris tertembak)! Oh ya, ini penghuni baru disini! Namanya Ichigo!"
Rukia tersenyum dan berjabat tangan dengan Ichigo, "Saya Rukia! Maid disini… Salam kenal!" Senyumnya.
Ichigo membalas jabat tangannya dengan malu-malu, "A… Eh… Saya Ichigo… Salam kenal!"
Rukia tersenyum dan menggendong Hitsugaya. Ichigo kaget, badan sekecil Rukia bisa menggendong tubuh Hitsugaya. Ichigo berbisik, "Hyorinmaru-san… Umur Rukia-san berapa?"
Hyorin tertawa, "Hahaha… Kenapa? Kamu aneh kalau dia bisa menggendong tuan muda? Hahaha… Ok, umurnya… 23 tahun!"
Ichigo kaget, "WHAT! Umurku aja 18 tahun!"
Hyorin kaget karena ucapan Ichigo, "Tuan Ichigo… Anda… Mengetahui umur anda?"
Ichigo kaget dan menutup mulutnya, "HE? A… Aku reflek!"
Hyorin tersenyum, "Baguslah! Sedikit-sedikit, memori anda sudah kembali dikit… Hehe"
Ichigo tertunduk dan tersenyum, "A~ Syukurlah…"
Hyorin membawa Hitsugaya ke kasurnya dan memberikan pertolongan pertama, "Rukia, tolong ambilkan baskom dan air. Ichigo, tolong kau bawa kompresan!"
Rukia dan Ichigo keluar dari kamar sang tuan muda. Selama di perjalanan menuju dapur, Ichigo mengajak bicara Rukia.
"Rukia-san… Kau sudah kerja disini berapa tahun?"
Rukia memandangi Ichigo, "Ichigo-sama… Panggil saya Rukia saja cukup."
Ichigo mengangguk, "A… I… Iya… Rukia… Kau sudah kerja disini berapa lama? Kudengar sebelum Tuan Hitsugaya lahir ya?"
Rukia mengangguk, „Ya... Saya sudah berkerja disini sekitar 14 tahun..."
„Li... Lima belas? Berarti... Pas umur 9 tahun donk?"
Rukia tersenyum. Sambil memebuka pintu dapur dan mengambil barang-barang yang dibutuhkan, Rukia bercerita…
"Dulu… Sewaktu saya masih berumur 9 tahun, saya dan kakak saya kehilangan orang tua kami gara-gara kecelakaan. Tuan Ichimaru dan Hyorinmaru-san menemukan kami di puing-puing rumah yang sudah reot. Dengan senyumnya, Tuan Ichimaru menawarkan kami untuk datang ke mansion ini."
"Ayo... Saya akan membuat hidup anda lebih baik!"
Rukia Flashback
Rukia POV
Saya dan kakak saya yang bernama Hisana, bertemu orang itu. Orang yang mirip dengan rubah tatapannya dan yang satu lagi bagaikan naga dingin.
"Ayo… Saya akan membuat hidup anda lebih baik!" Ucap pria mirip Rubah itu.
Saya dan kakak saya saling memandangi. Saya dan kakak saya akhirnya memutuskan untuk ikut dengan orang itu yang diketahui mempunyai nama Ichimaru Gin.
Saat sampai disana, saya disambut oleh seorang perempuan cantik dan berdada besar, Matsumoto Rangiku. Diperutnya terlihat membesar. Nampaknya dia sedang hamil.
"Ah… Perkenalkan, dia istriku, Matsumoto Rangiku! Dia sedang mengandung anak pertama kami!" Ucap Tuan Gin sambil mengelus-eluskan perut nyonya besar.
Saya dan kakak saya memerah saat itu karena kemanjaan majikan saya yang baru. Kebetulan, kakak ingin menjadi dokter. Tuan Ichimaru yang mengetahuinya langsung berkata, „Kau ingin menjadi dokter? Bisakah kau yang membantu kelahiran anak pertama kami, Hisana-chan?"
Kakak saya kaget, tawaran yang ia denger dari orang yang baru ia dengar. Dia memang sedang sekolah di sekolah kedokteran. Tetapi, karena ketidakmampuan kami membayar uang sekolah kakak yang sangat mahal. Dia mengurungkan niatnya menjadi dokter. Sekarang, Tuan Ichimaru tersenyum...
„Saya akan membantu anda untuk menyelesaikan study anda... Tapi, biayanya... Anda membantu persalinan istri saya! OK?"
Kakak tersenyum dan nangis terharu. "Te… Terima kasih… Tuan Ichimaru!"
Saya tersenyum dan saya disuruh menjadi maid. Selain menjadi maid, saya diajar menulis, membaca dan pertahanan diri. 3 tahun kemudian setelah Tuan muda Hitsugaya lahir, Tuan Ichimaru diberi tugas untuk berperang. Saya dan kakak saya menjaga mansion dari orang-orang tidak bertanggung jawab. Setelah perang selesai, Hyorinmaru-san datang membawa Tuan muda Hitsugaya yang saat itu masih berumur 3 tahun.
Saya bertanya, „Hyorinmaru-san... Tuan Ichimaru mana?"
Hyorinmaru-san hanya menunduk sambil memeluk erat Tuan Muda Hitsugaya yang sedang tertidur. Saya dan kakak saya kaget, "Ja… Jangan-jangan…"
Rukia Flashback /END/
Rukia POV /END/
Keadaan dapur saat itu sunyi senyap. Ichigo menundukan kepalanya, "Lalu… Kakakmu dimana sekarang?"
Rukia mendesah, "Dia menikah dengan bangsawan dari keluarga Kuchiki dan dia tinggal disana. Tapi, dia masih tetap berkerja sebagai dokter kok..." Senyumnya.
Ichigo tersenyum. Setelah baskom penuh dengan air, Rukia membawanya menuju kamar Hitsugaya. Ichigo juga membawa setumpuk handuk serta kompresan. Ichigo menyuruh Rukia untuk berhati-hati. Saat Rukia menoleh dan tersenyum, tidak sengaja Rukia kesandung. Beruntung dia berhasil ditangkap oleh Ichigo. Pinggang Rukia dipegang oleh Ichigo.
„A... I... Ichigo-sama!" Malu Rukia.
„Ichigo saja cukup!" Jawab Ichigo dengan tatapan tajamnya.
Rukia mengangguk, "Ba… Baik… Tapi… Bisakah anda melepaskan tangan anda?"
Ichigo panik dan malu. Dia pun melepaskan tangannya. Tiba-tiba ada suara ‚ehem' dari balik tiang. „Pantesan kalian lama! Ternyata... Lagi romantisan di sini ya?" Sindir Hyorinmaru.
Rukia ngamuk, „Bu... BUKAN! Ta... Tadi saya hampir ja..."
Hyorinmaru mengangkat tangannya, "Iya… Iyaa… Saya tahu! Sudah! Cepat bawa itu ke ruang tuan muda!"
Rukia dan Ichigo mengangguk. Lalu bersama Hyorinmaru dia membawa baskom dan kompresan. Sesampai di kamar tuan muda mereka, mereka langsung berbagi tugas.
„Rukia, kau siapkan kompresan basahnya! Ichigo, bantu saya untuk membenarkan posisi tidur tuan muda!" Suruh Hyorinmaru.
Ichigo mengangguk dan Rukia mengambil handuk untuk dibasahkan. Ichigo memperhatikan tangan-tangan Hyorinmaru yang dengan cekatannya merawat tuan mudanya. Rambut Hitsugaya saat itu menurun dan basah karena keringat. Selain karena panas tinggi, dia kambuh asmanya. Ichigo heran dan mulai bertanya pada Hyorinmaru…
"Nee… Hyorinmaru… Tuan Hi…"
Hyorinmaru memotong perkataan Ichigo. "Tuan muda mempunyai tubuh yang lemah seperti ayahnya. Tuan Ichimaru mempunyai penyakit turunan dan ternyata menurun pada anak semata wayangnya ini. Penyakit itu adalah asma. Sebenarnya jarang tuan muda terkena asma kecuali saat dia kecapean. Saya sudah biasa merawat Tuan Ichimaru saat sakit, jadi mengurus anaknya sudah lumayan. Tapi, ujung-ujungnya saya memanggil Hisana-san juga sih… Oh ya, ngomong-ngomong tentang Hisana-san, Rukia!"
Rukia melihat Hyorinmaru karena namanya disebut, "Ada apa Hyorinmaru-san?"
"Tolong panggil kakakmu kemari! Biar kakakmu yang meriksa tuan muda!"
Rukia mengangguk dan keluarlah dia menuju ruang tengah untuk menelepon kakaknya. Sekarang yang di kamar Hitsugaya hanya Hyorinmaru, Ichigo dan sang pemilik kamar. Napas Hitsugaya masih menggebu-gebu dan keringat terus keluar dari tubuhnya. Hyorinmaru merasa ada seseorang tidak dikenal mendekati kamar itu. Tiba-tiba suara tembakan menembus jendela dibelakang Hyorinmaru. Ichigo membalikkan tubuhnya dan melihat tembakan itu. Dengan cepatnya, Hyorinmaru mengambil nampan besi yang dipakai Ichigo membawa handuk tadi. Peluru yang ditembakan langsung mantul kembali karena tangkisan Hyorinmaru itu.
Ichigo cengo dan Hyorinmaru melihat Ichigo sambil membuka dasinya dan mengikat kuat rambutnya. „Ichigo-sama... Lindungi tuan muda dengan taruhan nyawa anda!"
Ichigo heran dan ditambah heran lagi karena Hyorinmaru berlari keluar lewat jendela dan menghilang dari semak-semak pohon. Ichigo bengong tetapi, dia langsung sadar kalau dia sudah dipercaya oleh Hyorinmaru untuk menjaga Hitsugaya. „Aku harus menjaga Tuan Hitsugaya!"
Ichigo menutup matanya. Tiba-tiba sebuah aura muncul dari sekitar tubuhnya. Di pikirannya, dia mendengar seseorang berjalan mendekati jendela. Tiba-tiba, seseorang menyerang Ichigo dengan sebuah pisau dapur. Ichigo dengan cepatnya berbalik dan menarik tangan orang yang menyerangnya. Dibantinglah orang itu hingga terjatuh.
BRRAAAKKK
„Sudah kuduga... Ada yang mau menyerang Tuan Hitsugaya ya? Ok, kamu sudah masuk areaku... Kau tidak akan bisa keluar dengan selamat!" Tatap tajam Ichigo dan dia pun menyerang orang itu.
Hyorinmaru yang telah selesai dengan urusannya diluar, bertemu Rukia yang rok maidnya sudah dilipat keatas. „Hyorinmaru-san!"
„Rukia-san! Kau sudah selesai?" Tanya Hyorinmaru.
„Ya! Di dalam sudah complete!" Jawab Rukia.
Hyorinmaru mengangguk, "Ok… Sekarang mari kita jaga tuan muda!"
Rukia mengangguk dan masuklah mereka ke dalam mansion.
Sesampai di dalam kamar tuan muda mereka, mereka dikagetkan karena Ichigo sudah berdiri disamping kasur Hitsugaya. Orang yang berada dibawahnya pingsan dan penuh dengan darah dari pukulan Ichigo. Aura tajam dan menusuk keluar dari tubuh Ichigo. Hyorinmaru berteriak nama Ichigo. Ichigo membalik dan kini tatapannya sudah berubah menjadi lebih jahat. Hyorinmaru datang menghampiri tapi, Ichigo tetap menatap Hyorinmaru dengan tatapan yang ingin membunuhnya. Matanya berubah menjadi emas seperti vampire. Tiba-tiba, dari ranjang sang tuan muda, terdengar rintihan, „I... Ichigo... He... Hentikan!"
Ichigo langsung terbelak-lak dan matanya yang berwarna emas itu kembali menjadi coklat. Dia melihat Hitsugaya yang saat itu menggenggam kemeja Ichigo. „He... Hentikan... Ja... Jangan bunuh Hyorinmaru! Kumohon..."
Hitsugaya membuka matanya perlahan dan menggegam kemeja Ichigo dengan kuat. Ichigo memegang tangannya Hitsugaya dan menatapnya dengan kasihan. Hitsugaya menutup kembali matanya dan Ichigo pingsan tepat disebelah Hitsugaya tertidur. Rukia langsung mendekati Ichigo dan membawanya ke sofa dekat kasur Hitsugaya. Hyorinmaru hanya bisa tertunduk dan mengepalkan tangannya.
„Ma... Mata emas... Jangan-jangan..."
Disebuah istana gelap, seorang wanita jalan dengan hak 8 cm nya. Dia memakai rok mini dan kemeja yang pas dengan tubuhnya. Dia memasuki sebuah ruangan. Suara seorang pria muncul, „Ok... Laporkan apa saja perkembangannya!"
Wanita itu menunduk, "BAIK!"
"Tuan muda telah berhasil sampai di tempat tujuan kita! Lalu, para bawahan kita sudah menyerang mansion itu!"
Pria itu menahan dagunya dengan tangannya, "Lalu?"
"Orang itu sudah berhasil melepas kekuatannya!"
"Ho… Baguslah… Kita tunggu sampai kekuatannya keluar maksimal. Baru kita hancurkan keluarga itu!"
Sang wanita menunduk dan keluar dari ruangan itu. Sedangkan, tuan besarnya menyeringai. „Akan kubuat kau menghilang dari dunia ini selama-lamanya... Rutherford von Ichimaru Gin..."
„Ayah!"
„AYAH! IBU!"
Hitsugaya terus berlari mengikuti bayangan kedua orang tuanya dari kejauhan. Tetapi, tangannya tidak bisa menggapainya walau dia sudah lari mengikutinya sejauh mungkin. Air mata sudah memenuhi -tiba ada tirai hitam yang muncul didepan matanya. Hitsugaya kaget dan sedikit mengurangi kecepatannya.
„AYAH! IBU!"
Tiba-tiba, seseorang menarik tubuh Hitsugaya dengan cara menutup matanya dan menutup mulutnya. Disenderkanlah dia pada dada orang itu.
"I'll be with you… Forever…"
"Mr. Toushirou Hitsugaya…"
Remang-remang cahaya matahari menembus gorden kamar Hitsugaya. Dengan perlahan, Hitsugaya membuka matanya. Napasnya sudah kembali normal dan panasnya sudah turun. "Ah… Apa yang terjadi?".
Hitsugaya merasa napas seseorang disebelahnya. Saat dia menengok, ternyata malam tadi dia sudah tidur dengan…
"!"
"GGGGGGGGYYYYYYYYAAAAAA!"
Hyorinmaru yang mendengar jeritan masternya itu langsung berlari menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamar itu, „ADA APA TUAN MU..."
BRRAAAKK!
Hyorinmaru cengo karena kelakuan masternya yang sudah melempar Ichigo hingga menabrak tembok dan membuat lubang besar. Hyorinmaru merinding melihat tembok sebelahnya yang sudah bolong. „Tu... Tuan..."
Hitsugaya ngos-ngosan karena dia telah melempar Ichigo. Ok, kita lihat apa yang terjadi sebelum ini di kamar Hitsugaya…
HItsugaya membuka matanya dan menengok kesebelahnya. Ternyata, ditemukan seseorang yang sudah merangkul lehernya Hitsugaya. Dia tidur dengan nyamannya dengan wajah menghadap ke wajah Hitsugaya. Hitsugaya bingung dan panik. Kenapa ada ICHIGO disebelahnya? Apa yang dia lakukan tadi malam? Jangan-jangan dia sudah me-ra** dirinya? Semua pertanyaan itu terlintas dibenak Hitsugaya. Tiba-tiba, Ichigo menarik leher Hitsugaya hingga wajah Hitsugaya menyentuh dadanya yang saat itu kerahnya kebuka. Hitsugaya yang ngamuk langsung menendang Ichigo dan terdorong hingga membentur tembok.
BRRAAAKK!
Hyorinmaru langsung menangkap Hitsugaya yang berlari menuju arahnya. Hitsugaya berhenti dan menggegam keras coat Hyorinmaru. Hyorinmaru mengelus-eluskan rambut Hitsugaya. "Ke… Kenapa master?"
"A… Aku… Aku sudah tidak suci lagi!" Nangis Hitsugaya.
Hyorinmaru sweatdrop, "E?"
Hitsugaya makin menjadi-jadi tangisnya, "I… ICHIGO SUDAH ME-RA** KU! Hiks… Hiks.."
Hyorinmaru memasang raut muka tanpa expressi. "A… Master… Anda salah paham!"
Hitsugaya mengangkat wajahnya yang penuh dengan air mata, "Eh~?"
Hyorinmaru menunduk dan menghapus air mata Hitsugaya dengan sapu tangannya, "Itu tidak benar! Kalau bener Tuan Ichigo sudah me-ra** anda, harusnya Tuan Ichigo tidur disatu selimut dengan anda. Nah, ini tidak kan? Justru, Tuan Ichigo tidur diatas selimut anda dan menganggap anda sebagai guling. Benar kan?"
Hitsugaya mendorong ingusnya menuju saputangan Hyorinmaru, SRRUUUKKK!
„OMG... Sapu tangan satu-satunya punya gue..."
Hitsugaya mengerutkan alisnya dan matanya sudah tidak mengeluarkan air mata lagi. Hitsugaya mengangguk setelah kepalanya dielus-elus oleh Hyorinmaru. Tiba-tiba Hitsugaya bersin. HACHI!
Hyorinmaru terkejut, dan Hitsugaya menatap tajam butlernya itu. "OI… Hyorinmaru!"
"I… Iya…"
"Kamu habis main dengan kucing ya?"
"Hah? Ti… Tidak benar kok! Ohohoho…"
"Gawat… Ketahuan euy!"
"Lalu… Kenapa tadi saya bisa bersin?"
"Mu… Mungkin ada debu!"
"Kamu tahu kan kalau saya itu… ALERGI DENGAN KUCING, YOU KNOW? HYORINMA… HACHIT!"
Hyorinmaru sudah memelas karena rahasianya ketahuan dan menangis didalam nuraninya. "OMG… Habislah gue…"
"AH! GANTI BAJU LOE SANA! BANYAK BULU KUCING! GANTI! GANTI!"
Hyorinmaru langsung hormat. Tetapi, suara keroncongan perut Hitsugaya berbunyi.
Grrrruuu~
Muka Hitsugaya memerah dan menoleh. Dia melihat Hyorinmaru sudah menahan tawanya. „Hmpff..."
Hitsugaya malu dan menutup secara keras pintu kamarnya. BRAAAKKK
Hyorinmaru langsung mengambil ranting dari saku coatnya dan *poke* Ichigo. „Oi... Kamu gak apa?"
Ichigo menjawab dengan lemas, „Aje gile... Kepala guwe bocor..."
Hyorinmaru langsung membangunkan Ichigo dan melihat sudah ada ‚pohon kelapa' merah yang keluar dari jidatnya. „GYAAAAAA! Tuan Ichigo! Saya akan menolong anda!"
Hitsugaya yang saat itu memerah mukanya, langsung pergi menuju kamar mandi untuk mandi. Sedangkan, dari pintu belakang, muncul seseorang dengan pakaian memakai topi, tas kecil, kaos santai dan celana pantai serta sandal jepit. Rukia yang sedang berada di dapur, terkejut.
„Ah... Ternyata kau sudah datang dari bolosmu ya?" Senyum Rukia.
Orang bertopi itu tersenyum, „A... Kudengar ada orang baru disini? Aku ingin melihat seperti apa?"
Rukia menutup matanya dan melanjutkan mencuci piringnya, „Nanti juga kau akan melihatnya sendiri!"
Orang bertopi itu menutup pintu dan duduk disebuah kursi belakang Rukia. „Ho... Ok! Kutunggu di..."
Sebelum melanjutkan, Dia terkejut dengan seseorang yang telah membuka pintu. „AH! Kau sudah datang ya?"
Orang itu berdiri dan menundukan kepalanya, „YA! Terima kasih anda sudah memberi kami libur! Hyorinmaru-san!"
Hyorinmaru tersenyum, „Ya... Ya! Ya sudah, ayo siapkan sarapan untuk tuan muda! Dia sudah kelaparan!"
Rukia mengangguk dan mengambil piring yang baru dicucinya itu. Cowok yang baru datang itu mempunyai otot yang mungkin... bisa disetarakan dengan Ade Rai (Tunggu... Kegedean... Kurangin dikit! OK?). Rambutnya diiket model nanas tetapi warnanya merah. Dia berjalan mendekati Ichigo yang berdiri dibelakang Hyorinmaru. Dia melihat wajah Ichigo dari... (1, 2, 3, 4 Ngitung dulu XD) 4 Sisi yang berbeda sambil manggut-manggut janggutnya yang tidak ada sehelai pun. Ichigo sweatdrop, „Ma... Maaf..."
Cowok rambut merah itu menepukan tangannya, „OH! Ya… Saya ingat! Kau itu… Pemeran jeruk dalam iklan Nutri***I itu kan?"
„Please?" Heran Ichigo.
„Ya! Kau adalah pemeran jeruk di..."
Sebelum selesai ngomong, Renji dipukul dengan nampan besi oleh Rukia. „BERISIK! JANGAN BERLAKU GAK SOPAN PADA ICHIGO-SAMA!"
Ichigo hanya bisa sweatdrop melihat tingkah laku mereka. Hyorinmaru mendekati Ichigo setelah pergi untuk mengganti bajunya. „Dia adalah penjaga kebun disini, Renji Abarai! Silahkan!"
Ichigo mengangguk dan bersalaman dengan Renji. „Saya Ichigo! Salam kenal!, Abarai-san!"
Renji tersenyum dan membalas salam Ichigo itu, "Renji saja cukup! Ichigo!"
Ichigo mengangguk, "YA! Salam kenal… Renji!"
Tangan mereka saling berjabat. Kesenangan menyelimuti ruangan dapur kecil itu. Tiba-tiba ada suara yang tidak asing berasal dari pintu, "Ehm… "
Hyorinmaru langsung keringat dingin melihat orang itu yang ternyata masternya. Ternyata, Hitsugaya sudah kelaperan dan pergi ke dapur sendiri. Ternyata, yang dia temukan adalah, "Ho… Ada yang pacaran disini?" Sinis Hitsugaya.
Semua memandangi tangan Renji dan Ichigo yang saling menggenggam. Dengan cepatnya, Ichigo melepaskan tangannya itu. Hitsugaya tersenyum, "Tenang! Gak bakalan guwe kasih tahu kok! Oh ya, hari ini sarapannya apa?"
"O… OI! Tuan Hitsugaya! Jangan salah paham dulu donk!"
Hyorinmaru menjawab, "Kita sedang mempersiapkan garlic bread, dengan nasi goreng margarine ditambah dengan salad!"
"OI! Waro guwe donk!"
Hitsugaya mengangguk, "OK! Siip... Oh ya, mulai hari ini dan seterusnya, kita harus menghemat pengeluaran kita! Ok? Jatah makanan memang gakkan dikurang. Tapi kita akan pindah ke makanan sederhana. Sekali-sekali saja kita makan mewah, OK? Perkerjaan saya belum teralu menjanjikan penghasilannya."
„OI! OI!"
Semua (kec. Ichigo) mengangguk paham, „BAIK!"
Hitsugaya tersenyum dan membalikan badannya sehingga ia berjalan menuju ruang makan. „Ayo semua! Kita makan bersama!"
Semua mengangguk (kec. Ichigo) dan mengikuti kearah Hitsugaya pergi. Sedangkan Ichigo, „WARO GUE NAPA!"
-To Be Continued-
Ran: Krrr... Krr... Kaki gue… Nyeri… *meluk boneka sapi*
Hana: GYaaa… Bonekanya lucu! *rebut dari Ran*
Ran: OI! Boneka sapi dari ayah gue! *ngejar Hana*
Hitsu: *Sweatdrop* Ya ampun... Mereka itu kenapa sih...
Ichigo: *geleng-geleng*
Renji: Ho... Muncul gue ya?
Rukia: *angguk-angguk* He euh…
Hyorin: *nengok kearah Ran* GYA! RAN! KAU HABIS HISAP DARAH?
Ran: URUSAI! Gue baru minum Beet root. Hiyyy... Asa gimana gitu dimulut… Hiyy… *merinding*
Semua: SA-BAR EA!
Ran: *pundung*
Hana: Ok, maaf ya atas ketelatan mengaplot fic ini, minna-san! Saya dan Ran-chan akan berusaha sebaik-baiknya untuk meneruskan fic Ryushitsuji ini. Maaf banget ketelatan mengaplot ini fic. Bukan karena kenapa-kenapa… Tapi, selain inspirasinya kosong, kami disibukan karena sudah masuk sekolah. Kemarin saja, PR Ekonomi saya menunggu dan PR Matematika satu bab Ran-chan juga. Hiks… Ini beruntung banget hari Jum`at tanggal 24 September 2010 (Tanggal menulis cerita ini) ini kita libur. Katanya sih, gurunya ada silahturahmi dengan wali kota.
Teriakan para murid: ASIIIKKK! Akhirnya, wali kota bisa melihat betapa 'luasnya' sekolah kita!
Hana: Ok, kita jangan anggap teriakan murid-murid disana. Memang sih, untuk ukuran SMA, sekolah kami tergolong ‚luas'. Tapi, walau sekolah ‚luas'... Kami masih bisa menikmati masa SMA kami! Masa SMA adalah masa terbaik bukan? Hehehe XD . Oh ya... Maaf, kok jadi curhat begini... *nunduk + Sweatdrop* Haduh... Haduh... Ehm... Ok, terima kasih yang sudah mereview, follow, like, membaca, dan lain-lain (emang ada apa lagi ya?). Diluar dugaan, ternyata dukungan untuk fic Ryushitsuji ini banyak ya... (melihat visitor dan hits). IIhhh… Bukan maksud apa-apa… Tapi, fic ini memang susah banget dicari inspirasinya. Jadinya ngadat ama telat terus! Hiks… Hiks…
Hitsu: *nepuk pundak Hana*
Ran: Ya, sekarang giliran gue yang pidatonya! *muncul tiba-tiba* *Buka contekan* Hm… Tadi teh… Sampe… NGGIIIKKK! Bagian gue dah dibabat?
*Ran memberikan deathglare pada Hana*
Ichigo: Hh… Sudahlah! Ayo kita tutup Ryushitsuji chapter 2! Bisa-bisa keburu tidur readernya!
All: *Mengangguk*
Ok... Terima kasih sudah membaca! Kami tunggu reviewnya ya! Dan maaf kalau lanjutannya akan telat aplot! (apalagi yang IchiReToRu). Ok... JA'MATA!
Ran: Gyaa! Stiker batre lappie gue lepas!
Ichigo: Gak usah waro si Ran! Ayo kita nari!
All: *Tari Hare-hare Yukai*
