My little Byunie

Author: BaekToYou
rated: SU

Warn: FF YAOI. Y-A-O-I. Wai-ei-o-ai. BL. Be-El. Mohon maaf jika ada kesamaan ide ._.

Chapter 2

...0o0o...

"Yeollie!"

Chanyeol menepuk telinganya. Berharap dengungan lebah atau lalat di telinganya hilang. Jujur, ia merasa familiar dengan bisikan ini..

"YA! PARK CHANYEOL!"

"LALAT MACAM APA—NEO?"

Chapter 2

Chanyeol menatap penuh arti anak kecil di hadapannya yang sedang menjilati sendok berlumuran coklat itu. Entah ia menginginkan es teler itu atau sedang heran, apakah anak ini tidak pernah makan es sebelumnya?

"Apa?" tanyanya ketus saat melihat satu sendok penuh es teler itu di hadapan mulutnya. "Buka mulutmu yeollie. Aku tahu kau menginginkannya." Ucap baekhyun. Chanyeol terdiam sejenak hingga nafsunya akan es yang meleleh itu lebih besar dari gengsinya.

"Eotte?"

Chanyeol menelannya. "Tidak enak." Baekhyun mengerucutkan bibirnya yang belepotan coklat. Ia menatap gelas besar itu heran. Jadi, apa yang kurang dari es teler menggiurkan ini? Ia mengaduk-aduk hingga cipratan es tersebut mengenai bajunya.

"Ck! Es teler itu di makan, bukan di obok-obok!" gerutu chanyeol seraya berdiri dan berjongkok di hadapan baekhyun. Dikeluarkannya sapu tangan yang tadi di kembalikan baekhyun dan mulai mengusap bibir baekhyun lembut. Anak kecil itu menatap chanyeol dengan mata sipitnya yang bening. Chanyeol terlihat seperti ibunya. Penuh perhatian dan...

"Wajahmu memerah. Kenapa? Apa otakmu beku karna makan es?" oke, itu nggak ada hubungannya.

Dan...apa? baekhyun tidak tahu kelanjutannya. Tapi ia ingin tahu apa itu. apa? Apa? APA?

Usapan chanyeol turun hingga sweater yang baekhyun kenakan. Baekhyun masih menatapnya. Masih mencari kata apa yang pas untuk melanjutkan deksripsinya tentang pemuda yang dengan lembut membersihkan bajunya.

Mungkin bukan baekhyun tidak tahu, tapi ia hanya belum tahu apa kelanjutannya.

"Sudah ah, aku mau kembali ke kelas." chanyeol menoleh, jasnya ditarik. "Apa?"

"Baekhyun tersesat~"

"Lalu? apa peduliku?" ia berbalik, kali ini ada sesuatu yang menggelayut di pahanya.

"ANTARKAAN BAEKHYUN~!"

"APA IBUMU SUKA BERTERIAK? HHH.. Bicara pelan juga aku masih dengar. Oke, aku antar!"

Dan di ruang guru, eunhyuk bersin di tengah rapat.

Sebuah mobil alphard hitam berhenti. Ketika pintu mobil itu terbuka, sebuah kaki beralaskan high heels merah turun dan melangkah penuh percaya diri memasuki rumah mewah itu. Mewah ada singkatannya. MEpet saWAH. Apaan coba.

"Good afternoon..." sapanya ketika masuk ke dalam.

"Good aft—Kim Yejin? Long time no see.. How are you dear?" mereka berpelukan hangat. Salah satunya mengusap rambut yejin sayang. "I'm fine Minnie ahjumma, and you?" Yejin melihat sekeliling. "Eum..where's everyone?"

Sungmin tersenyum. "Kyuhyun di kantor dan chanyeol masih di kampus. Wanna eat cake?" Yejin mengangguk senang. Terbayang di otaknya bagaimana nanti chanyeol akan terpesona akan dirinya setelah sekian lama mereka berpisah *eaa* oke, Yejin pindah ke amerika saat dia dan chanyeol lulus smp. Jadi, apakah chanyeol tumbuh menjadi pria tampan? Pikir yejin.

Tampan? Hellooo~ pesanku, jangan pingsan kalau ketemu chanyeol.

Sekian. Author nyempil bentar. Oke lanjut ke cerita. Jadi sekarang chanyeol tengah mengendarai mobilnya karena ternyata ibunya baekhyun yang sangat baik, bijaksana dan penuh tanggung jawab itu lupa bahwa anaknya yang imut, lucu, dan pendiam ini masih teronggok di kampus chanyeol. Pendiam? Tolong di coret.

"Jadi yang benar itu belok kiri apa kanan?" tanya chanyeol.

"Eum.. kiri."

Dan ketika mobil sudah belok ke kiri, baekhyun menginterupsi. "Eh, kanan! Tadi harusnya belok kanan!"

Atau seperti ini..

"Tadi itu harusnya belok, ayo mundur lagi!" chanyeol pun memundurkan mobilnya. "Maju lagi.." mobil kembali maju. "Mundur lagi.." mundur. "Nah, bentar ya. baekhyun mau pipis dulu."

Dan kejadian itu terjadi berulang-ulang kali. Mari kita berdoa akan keselamatan baekhyun, semoga chanyeol tidak membuangnya ke kali terdekat.

Si mata bulat berjalan dengan tergesa-gesa. Di tangannya ada sebuah headband yang ia rajut semalaman. Padahal besoknya ulangan sejarah. Maaf ya, curhat bentar. Besok hime ulangan sejarah ._.

Karna ngga ada yang peduli akhirnya cerita kembali ke si mata bulat. Ia berhenti di ambang pintu lapangan indoor basket. Tepat saat itu Kai melintas sambil mendribble bola dengan kerennya—menurut si mata bulat. Dan ketika waktu istirahat tiba, si mata bulat berjalan menjauh. Namun sayang, gerombolan fans kai datang seperti unjuk rasa, membuat si mata bulat terjatuh.

"Mana headbandku..?" gumamnya mencari-cari.

"Oppa~ terima ini!"

"Headband yang bagus.." kai menerimanya. Seharusnya si mata bulat—oke, hime capek nulis si mata bulat—sebut aja dia kyungsoo tengah menahan air matanya agar tidak jatuh. Itu headbandnya..tapi kenapa perempuan itu…dan kyungsoo langsung berlari dari situ.

"RUMAHMU DIMANA SIH?"

Baekhyun terlihat berpikir sebentar. Ia mengemut jari telunjuknya—pose berpikir. Chanyeol menarik jari itu tapi baekhyun memasukkannya lagi. Tarik, masuk, tarik, masuk. Chanyeol menghela nafasnya. Mau di turunkan di jalan juga kasihan. Ia masih punya hati. Anggap saja ini ujian dunia akhirat.

"Byun baekhyun hyung yang manis, rumahmu dimana?" tanyanya lembut. Chanyeol tersenyum 100 watt.

"Di dekat kampus, belok kiri sedikit, sampai."

Chanyeol kembali tersenyum. Kemudian ia menginjak gas dan langsung ke gigi 5. Senyum di wajahnya menghilang. "BILANG DARI TADI KEK!" dan mobil itu langsung melaju cepat berbalik arah setelah berjam-jam mereka berputar-putar.

"HYAAAAAAAAA!"

"Baekhyun? Gwaenchana?"tanya eunhyuk yang melihat baekhyun pulang dengan wajah pucat bin kapok. Baekhyun hanya mengangguk lalu memeluk pinggang sang empunya surga erat. Terlepas dari apakah eunhyuk adalah seorang ibu yang bertanggung jawab atau tidak.

"Umma…"

"Ne?" eunhyuk mengusap rambut baekhyun lembut.

"….Jantung baekhyun berdebar-debar. Dug dug..dug dug..dug dug.. begitu bunyinya. Wajah baekhyun juga rasanya panas..baekhyun rasanya…" adunya pada eunhyuk. Baekhyun yakin, bukan karena es teler atau kecepatan mobil chanyeol yang di atas rata-rata tadi. Tapi karena….

"suka."

"Suka?" baekhyun mendongak. Menampakan wajahnya yang menuntut penjelasan. Eunhyuk mengangguk lalu mensejajarkan tubuhnya dengan baekhyun. Diusapnya pipi chubby anaknya itu dan mencubitnya pelan. "Iya, suka itu merasa nyaman dengan orang. Merasa senang ketika bersamanya. Merindukannya jika orang itu tidak ada."

Baekhyun mengingat kejadian tadi siang. Oke, dia memang nyaman. Apalagi saat chanyeol dengan lembut mengusap ujung bibirnya dan bajunya yang kotor. Centang.

Senang ketika bersamanya? Jujur, ketika dirinya dan chanyeol berputar-putar di jalanan kota seoul. Baekhyun senang. Teramat malah. Jadi, centang.

Merindukannya? Entahlah.

"Aku pulang.." chanyeol menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu. Insiden dengan baekhyun tadi sempat membuat naik darahnya. But, itu menyenangkan. Sangat. Dan chanyeol menginginkan itu. ia merasa….entahlah, katakan saja ia nyaman bersama baekhyun. Centang. Well, 'jalan-jalan' tadi juga tidak buruk, kan? Apa tadi sudah dikatakan bahwa itu menyenangkan? Oke, centang.

Sejujurnya, ada pertanyaan , sepatu punya siapa di depan pintu? Terlihat bukan sepatu ibunya, atau ayahnya? Please deh, itu high heels.

"Chanyeol.. wassup?" sebuah suara asing menyapa pendengaran chanyeol. Ia menoleh dan mendapati Yejin tengah berdiri di hadapannya. Mengangkat alisnya, "Nugu?" Yejin mendekat, ia menoyor dahi lelaki tinggi itu pelan. "Lupa padaku, eoh? Aku Yejin! Kim yejin!"

Chanyeol mengerutkan alisnya dan tak berapa lama senyumnya merekah. Ia memeluk Yejin sekilas lalu menatapnya moru buteo balkkeut kajji (dari atas sampe bawah) *sok korean* "Sudah lama tidak bertemu. Apa kabarmu? Kenapa ada disini?"

"Aku baik, gomawo. Aku disini karena—"

"Oh chanyeol, Ini Yejin. Calon tunanganmu." Itu suara sungmin yang kekuatan tiap dengungnya merambat seperti kekuatan D.O pada MV MAMA; gempa atau seperti chen; petir.

"Tu-tunangan? Ta-tapi.."

"Woaa..chanyeol, kau sudah bertemu Yejin? Jadi, sampai dimana? Ayo kita lanjutkan sambil makan malam." kyuhyun datang. Membuat chanyeol gelisah. Tunangan katanya. Wtf is going on. Ia tidak mau. Ever. Demi psp dan kawan-kawan. Chanyeol butuh pencerahan.

"Umma..?"

Di waktu yang sama namun berbeda tempat, eunhyuk dan sungmin mendekat dan duduk di tepi ranjang anaknya masing-masing.

"Kenapa jantungku berdebar-debar, ya?"

Eunhyuk berpikir, teringat akan cerita anaknya tadi, "Es teler?" sementara sungmin juga berpikir, "Kim Yejin?"

"Bukan.."

"Lalu?" tanya sungmin dan eunhyuk bersamaan. Oke, beda tempat loh ya.

"Entahlah.."

Dan rasa rindu itu datang.

TBC

maaf kalau mengecewakan ;_; untuk sesuatu yang lebih baik, kasih saya kritik dan saran coba ._. makasih :****