Choose Me!
MikasaxPetra (Mikaetra), MikasaxAnnie (Mikaannie), HanjixMikasa (Hanjikasa)
Shingeki no Kyojin by Hajime Isayama.
Choose Me! by Yaoi and Yuri Lovers
GIRL X GIRL
DLDR! Sudah diperingatkan
~Selamat membaca~
—OoO—
Terkadang hidup memang tak sesuai dengan ekspetasi. Sebut saja nama gadis itu Mikasa Ackerman. Gadis dengan wajah oriental, tubuh perkasa, serta sikapnya yang baik hanya ingin menikmati hidup dengan tenang. Namun ia harus mengubur keinginannya hidup-hidup. Semua berubah ketika tiga wanita secara bersamaan menembak dirinya. Bukan menembak mati, tapi menembak agar Mikasa mau menjadi kekasih mereka.
Sebut saja tiga gadis itu Petra Ral, Annie Leonhardt, dan Hanji Zoe. Mereka bertiga bahkan rela melakukan apapun demi mendapatkan hati seorang Mikasa. Termasuk perhatian yang berlebihan.
Hari itu, Mikasa bersama dengan Eren dan Armin tengah berjalan menuju loker masing-masing. Ketika Mikasa membuka loker, ternyata banyak makanan serta susu untuk gadis itu. Eren dan Armin terlihat kaget.
"Woaahhh Mikasa, siapa yang memberikanmu makanan sebanyak ini?!" ucap Eren heboh. Mikasa masih menampakkan raut datar.
Armin melihat sebuah kertas dalam loker, dibukanya kemudian dibaca isinya.
'Untuk Mikasa,
Aku tahu kau lelah sehabis latihan basket. Dimakan ya makanan nya! Oh iya, jangan lupa diminum susunya! :D
Dari, Annie Leonhardt.'
"Wahhh... tak kusangka Annie baik sekali memberikanmu makanan sebanyak ini." ucap Armin.
Eren mengangguk setuju. "Benar, biasanya dia terlihat sangat jutek dan judes. Tak kusangka dia begitu perhatian padamu."
Mikasa terlihat tersenyum tipis.
'Gagal sudah dietku.'
"Ah, Mikasa lihat. Ada surat lagi dari Annie." ucap Armin. Mikasa kemudian membacanya.
'Jangan khawatir tentang dietmu, Mikasa. Aku membelikan obat diet untukmu. Jadi, makanlah sepuasnya.'
Mikasa lalu membuka bungkus obat diet pemberian Annie. Gadis oriental itu tersenyum simpul.
"Terima kasih, Annie."
—OoO—
Lain Annie, lain pula dengan Hanji. Gadis berkacamata itu dengan terang-terangan memberikan Mikasa sebuah kotak bekal.
"Untuk gadis yang sangat aku cintai."
Hanji memeluk Mikasa erat, sampai-sampai gadis berkulit putih pucat itu sesak napas. "H-hanji-san... sesak—"
"Haha, maafkan aku Mika-chan." ucap Hanji lalu melepaskan pelukannya pada Mikasa.
Gadis Ackerman terlihat datar. Menatap gadis penggila sejarah Titan dengan tatapan serius. "Kau tahu, Hanji-san? Padahal niatnya hari ini aku ingin diet."
Hanji melebarkan mata, "JANGAN DIET, AKU LEBIH SUKA KAU GEMBUL MIKA-CHAN!"
Mikasa menutup telinganya. Teriakan Hanji memang sangat membahana. Orang-orang di lorong menatap mereka berdua. Duh, Mikasa jadi salting diliatin. Sedangkan Hanji? Tidak usah ditanya, wanita dengan tingkah ajaibnya itu malah semakin melebarkan bibir. Tertawa sekeras-kerasnya. Sampai akhirnya dirinya ditarik paksa oleh guru Pixis untuk masuk kedalam ruang kepala sekolah.
Suaranya membuat orang pening.
Mikasa membuka kotak bekal pemberian Hanji. Dilihatnya sebuah daging serta nasi hangat. Mikasa tersenyum tipis.
'Terima kasih, Hanji-san.'
—OoO—
Setelah latihan boxing bersama Reiner Braun, Mikasa berjalan menuju loker. Tubuh atletisnya berkeringat. Terlihat sangat seksi dengan kotak-kotak di tengahnya. Rambut hitam sebahu dibiarkan digerai begitu saja. Connie Springer yang berada di sebelahnya hanya mendunduk, ia malu karena kalah macho oleh gadis oriental di sebelahnya.
Ymir sampai harus menutup mata Historia—karena gadis berambut pirang panjang itu terlihat mimisan ketika menatap perut sixpack Mikasa. Ya, pesona gadis Ackerman itu memang tidak bisa ditolak.
Ketika ia sampai di loker. Mata hitamnya menangkap basah sosok gadis berambut karamel sebahu tengah menaruh sesuatu dalam lokernya. "Hei, kau sedang apa?"
Gadis itu terkejut. Ia menoleh menatap Mikasa yang tengah berdiri dengan celana di atas lutut serta miniset dan memperlihatkan perut atletisnya. "Petra-san?"
Petra tersenyum kaku. Wajahnya merah padam. Ia malu, sudah tertangkap basah dan juga melihat tubuh atletis sang gadis Ackerman. Uh, ia benar-benar malu sekarang.
Mikasa berjalan mendekati kakak kelasnya. Menatap lokernya yang terbuka. Ia melihat sebuah bekal didalam sana. "Bekal?"
"M-maafkan aku jika terlalu lancang. Semoga kau menyukai bekal buatanku, Mikasa-san." ucap Petra gugup.
"Ah, tak usah memanggilku seperti itu. Kau lebih tua dariku, Petra-san. Dan, terima kasih bekalnya." ucap Mikasa terdengar lembut. Wajah datar itu masih terlihat tak berekspresi.
Namun Petra tak memusingkan hal itu, sudah sangat bersyukur Mikasa menerima bekal buatannya. "Ah, sama-sama." ucap Petra.
Keduanya terdiam. Tak ada yang memulai percakapan. Petra yang masih malu dan Mikasa yang masih setia menatap kotak bekal.
"K-kalau begitu aku permisi. Aku harus mengerjakan tugas bersama Levi." ucap Petra.
"Levi? Tadi kakak bilang ingin pergi bersama Eren hari ini." ucap Mikasa datar.
Oke, Petra semakin malu sekarang. Ketahuan berbohong.
Gadis berambut oranye itu berlarian keluar. Meninggalkan Mikasa sendirian diarea loker. Namun, gadis oriental itu tersenyum tipis.
"Sangat lucu."
—OoO—
To be continued
—OoO—
Author's note:
Semoga chapter ini tidak membosankan. Karena sebenarnya saya lagi gak ada ide.
Terima kasih yang sudah membaca dan mampir ke ff ini. Saya akan berusaha lebih keras dalam menulis cerita. TATAKAE!
Dengan cinta,
Yaoi and Yuri Lovers.
