kuroko no basuke by fujimaki tadatoshi

(no profit gained from this ff)

warning: ooc, typo(s), etc.

ENJOY!

.x.

Begini posisinya; Kuroko berbaring di ranjang, tubuh sudah telanjang, badan gemetar dan merinding merasakan dingin AC yang menyapa.

Akashi tentu saja ada di sana. Ia sedang menindih tubuh Kuroko. Katanya tak ingin melepaskan. Apalagi beranjak, boro-boro. Sudah kepalang basah, katanya kemudian. Lanjutkan saja lalu berikan tanda check pada daftar goals.

Kuroko gemetaran—bukan karena Akashi yang menyeringai. Tapi karena melihat benda yang sibuk dipilah-pilih oleh Akashi. Tali-temali berwarna-warni. Mengingatkan dirinya dengan teman-teman seperjuangan yang bagaikan pelangi. Mereka pendukung LGBTQ? Ah, kenapa jadinya membahas teman-teman Kuroko yang bahkan tak ikut serta dalam cerita ini, tak diketahui juga identitas diri.

"Tetsuya suka warna apa?" Ditanya sang pujaan hati.

"Sei-kun kan tahu. Kenapa bertanya lagi?" Kuroko manyun.

"Cuma mau basa-basi saja. Cukup kejantanan yang tegang, situasi dan kondisi tak boleh ikut serta." Akashi berdehem kemudian. Kemesuman yang luar biasa. Kuroko ingin sekali menonjok mukanya.

Diambil tali berwarna biru muda. Jangan ditanya di mana Akashi mendapatkannya! Jika itu Akashi, Jepang pun bisa diubahnya menjadi pelangi. Kenapa kita membahas pelangi lagi?

"Sei-kun, jangan macam-macam ya!" Ancaman dilancarkan. Muka tembok dipasang. Hati kalut dan perasaan takut, siapa yang tahu?

"Aku kan cuma menagih janji saja, Tetsuya. Jika Tetsuya tak mau, maka hutangnya menjadi 10 kali lipat. Semuanya sesuai janji. Janji adalah hutang. Hutang harus dibayar. Tetsuya mau kuburannya jadi sempit?" Akashi mulai bersilat lidah. Sok bijak! Bilang saja kejantanan sudah sesak.

Aksi dilancarkan. Kuroko bereaksi, memberontak sambil menendang. Akashi tak mau kalah. Ditahan kaki pakai kaki. Ditahan badan pakai badan. Lumayan, pikir Akashi cengengesan.

Dipegang tangan sebelah kiri. Tali mulai disimpulkan. Tarik sana, tarik sini. Tangan kanan dapat giliran. Selesai!

Akashi menyeringai. Kuroko takut juga pada akhirnya. Tangan digerakkan, pergerakan terhalang. Kuat juga ikatan si raja setan. Bercucuran keringat kemudian. Keringat dingin tentu saja. Keringat dingin dari Tetsuya, begitu Akashi memanggil namanya.

"Nah, Tetsuya sayang! Mari kita 'mengikat' janji sehidup semati." Memang benar-benar janji sehidup semati. Akashi hidup, Kuroko mau mati. Menyesal Kuroko berjanji cuma gara-gara membujuk Akashi yang ngambek karena Kuroko lebih sayang vanilla milkshake daripada sang pujaan hati.

Chapter 2 FIN

p.s: sebelumnya author mau menjelaskan, setiap chapter di ff ini langsung tamat karena ff ini merupakan kumpulan drabble. jadi antara satu chapter dengan chapter yang lain tidak ada hubungan alur. oke? Big Love, Nara Y.