Warning: Typo(s), EYD, OOC etc.

Don't Like, Don't Read

Lima menit lalu Minhyun sudah pergi meningggalkan Seongwoo dan Daniel, sedangkan keduanya memilih untuk membolos. Jangan ditiru yang kayak gini dekat ujian malah bolos.

Daniel membuka genggaman tangannya yang tadi diselipin sesuatu sama Minhyun. Plester luka. Daniel mikir sebentar sebelum ia sadar dan melihat punggung tangan kanan Seongwoo yang emang ada luka disana.

"Hyung!"

"Hm"

"Tangan!"

"Buat apa?"

"Lama ah"

Daniel meraih tangan kanan Seongwoo dan memperhatiin lukanya.

"Kenapa nggak di bersihin dulu sih tadi" Ujar Daniel. Masih terlihat bekas darahnya di luka itu.

"Tadi buru-buru makanya nggak sempet bersihin. Luka kecil doang kok" Seongwoo cuman mehatiin Daniel bingung.

"Tapi kan tetep aja." Daniel ngambil botol air mineral yang juga dibeli seongwoo bareng susu pisang yang mereka minum tadi. Dengan pelan Daniel basuh lukanya, dia juga ngeluarin sapu tangan di saku celananya buat negringin tangan Seongwoo.

Seongwoo senyum-senyum gaje liat perlakuan Daniel. Habis selesai dipakein plester Seongwoo liatin tangannya itu.

"Makasih ya" Ujar Seongwoo dengan senyum gantengnya. Daniel? Dia diem karena dia ngerasa ambyar dikit.

Habis itu Seongwoo ngeluarin sesuatu dari plastik yang masih ada sebotol susu pisang itu, dia ngeluarin bungkusan kertas yang ternyata sebuah burger.

"Hyung beli burger? Kapan?"

"Tadi pas Jonghyun manggil dia minta temenin keluar. Beli deh."

"Satu aja nih?"

"Iya. Kenapa? Kamu mau?"

Daniel nggak ngangguk nggak geleng tapi dia liatin Seongwoo dengan muka berharap. Seongwoo ngeliatin Daniel dan Burgernya bergantian.

Hap! Seongwoo makan Burgernya.

"Hehe maaf ya Niel. Tapi Hyung laper banget tadi pagi nggak sempet makan" Ujar Seongwoo dengan watadosnya.

Daniel? Muka nya berubah datar. 'Enaknya didorong dari sini? Apa pukul aja mukanya biar keselek sekalian? Kalo nggak mau ngasih kenapa nawarin coba' Pikir Daniel.

"Serah!" –Daniel

Seongwoo asyik sama bugernya, Daniel ngambil sisa satu susu pisang terus diminum.

"Hyung!"

"Seongwoo Hyung!"

"Apa sih Niel kalo mau ngomong ya ngomong aja, hyung dengerin kok"

Danielnya malah nusuk-nusuk pipi tirus Seongwoo yang lagi ngunyah burger dengan jari telunjuknya.

"AAAAA Sakit Hyung!"

"Siapa suruh jahil banget. Orang lagi makan juga. Kenapa Sih?"

Danielnya cuman misuh-misuh sambil ngusapin jari telunjuknya yang habis digigit sama Seongwoo ke baju si pelaku.

"Hyung minjem ponselnya dong"

"Mau ngapain?" Seongwoo yang tadi asyik makan liatin Daniel.

"Mau main, bosen" Daniel udah nadahin tangannya didepan Seongwoo.

Seongwoo tanpa curiga sedikitpun ngasihin ponselnya ke daniel dan disambut dengan senang hati sama Daniel. Seongwoo balik lagi makan. Tapi setelah selesai sama kegiatan makannya dia merhatiin Daniel yang dari tadi senyap sambil main ponselnya. Seongwoo baru kepikiran apa yang mungkin dilakuin sama Daniel.

"Lah kok diambil hyung?" Protes Daniel waktu Seongwoo merebut ponselnya kembali.

"Tuh kan bener kamu mau ngapus foto itu." Ujar Seongwoo setelah sadar Wallpaper ponselnya telah berganti menjadi foto Daniel yang berpose sok ganteng. Seongwoo megang ponselnya di tangan kiri sedangkan tangan kanan nya nahan muka daniel yang mau ngambil ponselnya lagi.

"Hyung nyimpen fotonya dimana sih kok nggak ada. Dan kenapa itu sampe dijadiin wallpaper segala kalo ada yang liat gimana? Siniin ponselnya ih" Daniel kekeh mau ngambil ponsel ditangan Seongwoo tapi mukanya yang ditahan sama tangan panjang Seongwoo cuman bisa ngegapai kepala seongwoo dan akhirnya di pukulin lah itu muka sama kepalanya sama Daniel. Absurd memang.

"Untung masih ada" Ujar Seongwoo setelah berusaha keras membuka ponselnya sambil mukanya yang di tepukin sama Daniel.

Daniel nggak mau nyerah buat nyelamatin muka gantengnya dari foto nista itu berhasil ngegapai lengan kiri seongwoo dan...

Tuk Wiiingg /apa ini -,-

"Eh?"

"Ups"

Mereka berdua diam setelah benda persegi itu berhasil terjun bebas dari atas atap gedung berlantai dua itu karena terlepas dari genggaman Seongwoo.

Daniel yang sadar sama situasi melepaskan dirinya dari Seongwoo dan bangkit perlahan.

"KANG DANIEL! AWAS YAAA!"

"MAAF HYUNGG! NGGAK SENGAJA!"

Danielnya udah lari dari lokasi kejadian perkara dan menghilang dibalik pintu atap, sedangkan Seongwoo masih terdiam meratapi nasib malang ponselnya.

TBC

Halo kembali bersama saya dan cerita gaje saya ini

campur aduk ini bahasanya aduh -,- karena wanna be belum bisa di update dalam waktu dekat karena aku lagi ada kerjaan ini aja nyempetin ngetik bentar mungkin habis lebaran nanti jadi ini aja update duluan semoga aja ya

adegannya pas akhir chapter 6 wanna be ya

makasih udah mau baca, review, fav, follow dll ku sayang kalian pokoknya

ok makasih dan sampai ketemu di chap selanjutnya