Suasana kantor teramat ramai, justru mendekati kata ricuh, nampaknya mereka semua tengah disibuk kan oleh tugas masing masing. Bahkan beberapa diantara mereka harus rela bolak-balik membawa beberapa kertas untuk mengcopy. Masing masing bilik, terdapat sebuah meja dilengkapi dengan satu perangkat komputer serta keperluan kantor lainnya.
Hampir semua meja terisi dengan satu orang pegawai. Namun, jika kita melihat bilik paling ujung—mendekati dinding kaca kantor, meja itu nampak masih bersih belum ada yang menepati seorang pun disana. Sepertinya sang pemilik meja tersebut belum datang atau memang ia tidak datang. Entahlah..
'Brakk'
Suara bantingan daun pintu yang teramat malang itu terdengar begitu keras, hingga mampu mengejutkan semua pegawai yang tengah disibuk kan tadi. Seketika semua pandangan tertuju pada daun pintu berwarna coklat tersebut.
Disana berdiri seorang namja dengan yang tidak terlalu tinggi namun tidak bisa juga dikatakan pendek. Seketika semua pegawai yang berada di ruangan tersebut segera berdiri dan membungkuk 90 derajat.
"Selamat pagi Lee sajangnim" tukas mereka serempak. Masih berdiri – menunggu Lee sajangnim memerintahkan mereka untuk duduk. Bagaimanapun mereka adalah bawahan dari Lee sajangnim
Lee sajangnim tidak menjawab sapaan dari para pegawainya dan lebih memilih untuk melirik bilik di ujung yang masih kosong itu, lagi lagi ia berdecak kesal "mana Cho Kyuhyun?" tanyanya kesal.
Seorang yeoja berperawakan tinggi dengan kulit putih halusnya pun memberanikan diri untuk menjawab "sejak tadi Cho Kyuhyun-ssi belum datang Lee sajangnim" ujarnya seraya menunduk.
Lee sajangnim menatap para pegawainya dengan tatapan menusuk 'aishh bocah itu' batinnya kesal.
'cklek'
'blam'
Semua pandangan kini beralih pada sebuah pintu yang berada tak jauh dari meja kosong itu. Terlihat seorang namja jangkung berkulit pucat dengan raut wajah yang terlihat berantakan dan juga rambut ikal coklatnya yang berantakan.
Namja yang diketahui bernama Cho Kyuhyun itu hanya bisa menatap seisi ruangan dengan raut bingungnya—seakan bertanya 'ada apa' yang tersirat dari matanya.
Lee sajangnim pun kini ikut menatap Kyuhyun yang ketahuan terlambat dari jadwal yang ditentukan. "Cho Kyuhyun-ssi segera keruangan ku" tukas Lee sajangnim dingin dan kembali memasuki ruangannya—meninggalkan Cho Kyuhyun dan para pegawai lainnya yang menatap iba akan Kyuhyun.
.:.
^^Step To Love You^^
By :: Zebri JOY ©
.
Pair :: KyuMin Always
.
Its all about Kyumin
.
Cast ::
Cho Kyuhyun |Lee Sungmin | Kim Yongra | Chizuru Hana
.
Length : Chaptered
Rate :: T+
.
Warning : YAOI/Boys Love/Shounen-ai, bahasa tak sesuai EYD, abal pake sumpah, Typo's, pasaran, fic ini hanya untuk mengisi kekosongan, tidak ada maksud untuk menyindir :D
.
Disclaimer : Cho Kyuhyun milik Lee Sungmin, begitupun sebaliknya, tetapi Fic ini real milik saya ^.^v
Dont like dont read please no plagiat okeyy and no siders no bash
This is for fun (y)
This is for all our reader
you guys rock!
.
^^Step To Love You^^
::
.
"Cho Kyuhyun bukankah sudah kukatakan berkali kali untuk tidak datang terlambat" teriak Lee sajangnim pada namja jangkung yang sedang menunduk dihadapannya.
Namja bernama Kyuhyun itu masih terus menunduk—sungguh ia ingin sekali mengutuk bus sialan yang membuatnya terlambat karena harus mogok di tengah jalan. "mianhae sajangnim, saya tidak akan mengulanginya kembali" tukas Kyuhyun masih dengan kepala tertunduk.
Lee sajangnim yang mulanya menatap kesal pegawainya yang satu ini kini beralih menjadi tatapan iba "Kyuhyun-ah kapan kau berubah eoh?" Tanya Lee sajangnim –mampu membuat Kyuhyun yang sedari tadi tertunduk kini balas menatapnya.
"apa maksudmu hyung?"
Lee sajangnim a.k.a Lee Donghae—sahabat sekaligus direktur utama di perusahaan tempat Kyuhyun bekerja."tidak kah kau sadar Kyu, kau berubah semenjak menikahinya—"
"hyung bisakah kau tak melibatkan Yongra untuk hal ini?" selak Kyuhyun yang kini menatap Donghae kesal.
Donghae berdecih saat mendengar pembelaan Kyuhyun untuk sang istri yang tengah asik disana. "tapi aku tak pernah melihatmu selemah ini Kyu? Aku ingin Kyuhyun yang dulu, yang tidak lemah hanya karena seorang wanita. Bahkan kau terlihat kurus Kyu. Apakah istrimu itu tidak pernah mengurusimu? Bahkan kau jatuh miskin karenanya Kyu" Donghae tersadar akan ucapannya—kini ia menatap Kyuhyun menyesal "mianhae Kyu aku tak bermaksud—"
"gwaenchana hyung" tukas Kyuhyun yang kini kembali menunduk.
Donghae menatap sahabatnya iba, ia sungguh menyesal dengan kalimat ucapannya itu "ah guerae, maaf kan aku, kembalilah.. kerjakan proposalmu lalu berikan padaku secepatnya dan besok kau akan mengikuti rapat bersamaku. Arasseo?" jelas Donghae yang masih menatap Kyuhyun lekat.
"nde sajangnim" tukasnya—membungkuk 90 derajat dan berlanjut untuk segera keluar dari ruangan direkturnya ini.
.
.
Kona Beans Cafe
Nampaknya ke dua sahabat yang baru dipertemukan kembali ini tak bosan untuk menghabiskan waktu di cafe. mengingat mereka sudah tak bertemu selama 5 tahun. Mereka adalah - Yongra dan Sungmin.
"oppa bagaimana kabar ahjumma dan ahjussi?" Tanya yeoja berpenampilan modis itu pada namja yang akrab dipanggil Sungmin.
Sungmin yang sedang sibuk dengan sarapan menjelang makan siangnya itu kini terpaksa menatap sahabatnya. Meletakan sepasang sumpit di samping piring sarapannya. "ehm kurasa mereka baik baik saja, waeyo?" jelasnya.
Yongra tersenyum lebar "aku merindukan mereka, kau tahu kan oppa Lee ahjumma sudah seperti umma ku sendiri" ujarnya dengan raut sedih mengingat kenyataan pahit hidupnya ini.
Sungmin yang sadar sesuatu—kini kembali menatap Yongra dengan wajah tak enak "mianhae Yongra, aku turut berduka atas kematian kedua orang tuamu" Sungmin menatap Yongra yang kini tengah menunduk "aku memang bukan sahabat yang baik, tak menemanimu dikala sulit waktu itu. Maaf kan aku Yongra" lanjut Sungmin.
Yongra mengusap kasar air matanya yang tengah mengalir dipipi entah sejak kapan "gwaenchanayeo oppa" Yongra tersenyum paksa dengan segera mengambil segelas orange juice – keduanya.
Sementara Sungmin hanya dapat menatap sedih sahabatnya ini. Sungguh ia merasa bodoh.
.
.
"Kyu bagaimana? Apa yang dilakukan sajangnim? Dia tak akan memecatmu bukan Kyu?" cerocos seorang namja yang identik dengan gummy smilenya kini tengah mendesak Kyuhyun yang terlihat murung sehabis keluar dari ruangan sang direktur.
Kyuhyun terduduk di kursinya yang masih bersih tak berbedu itu "aniya, gwaenchanayeo" jawabnya seraya tersenyum "apa kau memang mendoakanku untuk dipecat Eunhyuk-ah?" Tanya Kyuhyun dengan tatapan menginterogasi.
Namja yang dipanggil Eunhyuk itu, kini tengah terbelalak kala mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu "aniya mana mungkin aku mendoakanmu seburuk itu" jelas Eunhyuk namja bernama lengkap Lee Hyukjae. Eunhyuk nampak teringat sesuatu dan segera mengambil tas kerjanya – mencari sesuatu disana.
"ini" sebuah kantong plastik berwarna putih kini tergantung dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan tatapannya pada Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum lebar "ambilah, aku tahu kau hanya sarapan selembar roti panggang berwarna hitam bukan?" Eunhyuk terus menyodorkan plastik putih itu "kebetulan sekali aku melihat kedai jajangmyeon. Ayolah Kyu terima! Bukankah kau menyukai ini? Cepatlah tanganku sudah mulai pegal. Dan juga aku harus menyelesaikan proposal untuk esok" gerutunya ketika melihat Kyuhyun yang hanya menatapnya tanpa berniat menerima jajangmyeon yang sudah susah susah ia beli hanya untuk sahabatnya ini.
Kyuhyun tersenyum dan menerima plastik berisi sebungkus jajangmyeon itu "Gomawo Hyuk" tukasnya.
Eunhyuk tersenyum "cheonmaneyeo" jawabnya dan kembali berlari ke mejanya yang berada tepat disamping bilik Kyuhyun.
.
.
Tokyo-Jepang, 1 Januari 2009
"onni –tan onni-tan" panggil seorang gadis kecil yang terus menarik narik ujung kaos terlapisi kemeja berwarna pink putih. Sementara namja pemilik ah tidak, lebih tepatnya yang tengah mengenakan kemeja serta kaos tersebut masih sibuk membaca buku atau apa.
Namja bernama Sungmin itu segera menoleh pada gadis kecil dihadapannya—masih membiarkan buku yang terbalik itu menutupi setengah wajahnya, hanya memperlhatkan kedua mata foxy nya untuk manatap gadis kecil ini.
Gadis kecil itu terpaksa harus berjinjit untuk menggapai telinga kelinci onni-tan nya ini "sebental lagi onni-tan akan di kejal-kejal gadis gadis genit" jelasnya dengan nada monoton.
Sungmin terbelalak mendengar penjelasan gadis kecil ini—mengabaikan buku yang sedari tadi melindungi wajahnya dari kejaran yeoja yeoja seantero kampus ini. Mengingat ia termasuk namja popular dikalangan kampus dan juga hari ini adalah hari ulang tahunnya.
'kyaa ternyata benar itu Sungmin senpai'
'kyaa aku ingin memberinya hadiah'
'Sungmin senpai aku mencintaimu'
'Sungmin senpai nikahi aku'
Kira kira seperti itulah teriakan yeoja yeoja histeris yang kini tengah menatapannya seakan siap menelannya hidup-hidup. Sungmin menelah salivanya kelu—kembali menatap gadis kecil dihadapannya ini.
"Hana-chan kau bisa kembali sendiri bukan?" Tanya Sungmin panik, bagaimanapun ia harus mengambil ancang ancang untuk berlari menghindari yeoja yeoja histeris itu.
Hana mengangguk imut "ya, onni-tan cepatlah bellali ! sebelum meleka benal benal memakan onni-tan" nasihat Hana.
Sungmin mengacak halus surai lembut milik Hana, sebelum berlari kencang untuk mencari tempat persembunyian barunya hari ini.
"kyaa Sungmin senpai pergi, ayo kejar" teriak yeoja yeoja histeris itu. Seketika para yeoja tersebut berlari mengikuti Sungmin namun terhalangi oleh tubuh mungil yang sedang membentangkan kedua lengannya itu.
Hana—lah pelakunya, ia menatap yeoja yeoja itu dengan tatapan sinis ala anak kecil. "onni-tan semua jangan pelnah mendekati Sungmin onni-tan" tukasnya garang.
Yeoja yeoja itu hanya menatap hana dengan tatapan mengejek. "hei bocah, kau pikir kau ini siapanya hah?" teriak seorang yeoja berambut ikal sebahu—yang mengaku sebagai fans Sungmin.
Hana mengerucutkan bibirnya kesal, kini ia tengah berpikir untuk mencari alasan yang tepat untuk melindungi onni-tan kesayangannya "belhentilah mengejal ngejal Sungmin onni-tan. Sampai kapanpun Sungmin onni-tan tidak akan pelnah melilik (melirik) kalian, kalena Sungmin onni-tan itu seolang gay" ujarnya dengan senyum miring yang entah ia pelajari dari mana.
"nani?" teriak para yeoja itu bersamaan yang mampu membuat para mahasiswa maupun siswi tercengang mendengarnya.
.
.
Kona Beans Cafe
Sungmin berdiri dari kursinya "baiklah Yongra, kurasa aku harus pulang" ujarnya seraya mengelap mulutnya dengan tissue yang tersedia di atas meja.
Yongra ikut berdiri, tak lupa membawa tas jinjingnya "ne oppa, datanglah ke apartemenku dan jangan lupa untuk memebawa hadiah pernikahan ne" tukasnya dengan tawa kecilnya itu.
Sungmin tersenyum jahil "aishh kau ini tetap saja tak berubah eoh ck ck" balas Sungmin seraya mengacak rambut yeoja sahabatnya ini.
Yongra merengut saat melihat lengan putih itu mengacak rambutnya yang sudah ia tata serapih mungkin hanya untuk bertemu dengan namja yang sedang mengacak rambutnya ini "oppa… berhenti mengacak rambut bagus ku ini" ujarnya dengan nada merajuk.
Sungmin tertawa kecil—ahh ia terlihat semakin manis. "rambutmu ini masih kalah bagus dari Hana" protesnya diiringi kikik kan geli.
Yongra mendengar nama asing yang terlontar dari bibir Sungmin itu, kini menatap Sungmin dengan tatapan menuntut. Sungmin yang merasa adanya tatapan aneh berasal dari sahabatnya ini. Segera bertanya.
"waeyo?" tanyanya bingung.
Yongra masih menatap sahabat namja nya ini "Hana? Nuguya?" tanyanya penasaran.
Sungmin tersenyum jahil "hanya seorang gadis yang kusayangi" jawabnya.
Mendengar jawaban itu membuat Yongra terbelalak dan semakin penasaran dengan gadis bernama Hana itu.
"oppa ya.. nuguya?" tuntutnya lagi, seraya mengoyang goyangkan tubuh mungil sahabatnya ini.
Sungmin menatap wajah cantik Yongra "perlukah aku menjawabnya?" bukannya menjawab Sungmin kini malah balik bertanya.
"aishh oppa"
.
.
Tokyo-Jepang, 1 Januari 2009
"hoam.." seorang namja baru saja terbangun dari tidur panjangnya kini tengah menguap seraya menggeliat untuk menghilangkan pegal ditubuhnya, mengingat posisi tidurnya ah tidak mungkin tempat tidurnya yang tak patut itu. Diatas dahan pohon.
Selesai dengan acara menggeliatnya, kini namja pemilik nama Sungmin itu tengah menatap sekeliling nya "haah kurasa yeoja yeoja gila itu sudah pulang" gumamnya.
Ia melirik jam tangan berwarna pink yang melingkar di tangan berkulit putih kirinya. Matanya terbelalak –tanda terkejut "omo, berapa lama aku tidur. Pantas saja kampus ini terlihat sepi" lanjutnya.
Sungmin sedang berancang ancang untuk turun dari pohon—tempat persembunyian barunya dari yeoja yeoja histeris itu. Kini namja mungil itu tengah menuruni pohon dengan hati hati tanpa memperhatikan kakinya yang kini terpeleset.
"huwaa…" teriaknya saat genggaman tangannya lepas dari dahan pohon tua itu.
'brukk'
'arrggghh' Sungmin merengutkan keningnya bingung 'kenapa aku tidak merasakan sakit sama sekali? Omo, apa aku sudah mati?' batinnya menggila.
"argghhh" teriak sebuah suara yang berasal dari bawah tubuh Sungmin. Sungmin mengerutkan keningnya ketika mendengar sebuah suara yang ia yakini bukanlah suaranya.
"arrgghhh, bisakah kau beranjak dari tubuhku"
Sungmin terbelalak mendengar pernyataan itu, ia menoleh ke bawah. Disana ya disana ada tubuh seseorang yang tengah didudukinya. Dengan segera Sungmin beranjak dari tubuh itu dan segera membungkuk 90 derajat guna meminta maaf.
"Gomen nasai kumohon maafkan aku, aku …..aku tak sengaja. Kumohon maafkan aku" ujar Sungmin masih dengan membungkuk berkali kali, membuat surai hitamnya ini menari terkena terpaan angin.
Sungmin kini membungkuk, membuat poni panjangnya menutupi setangah wajahnya. Sungmin mengintip dari sela sela poni panjangnya itu. Dari sini ia dapat mengintip namja yang tadi tanpa sengaja ditindihnya itu tengah beranjak membenarkan duduknya.
Sungmin meringis ketika melihat namja itu nampak menahan sakit. Walau ia tak tahu bagaimana rasanya tertindih, tapi dengan melihat wajah namja dihadapannya ini ia dapat menilai seberapa sakitnya itu.
Masih menunduk "gomen nasai" lirih Sungmin lagi.
Namja yang tadi ditindihnya itu, kini kembali membaca buku. Melirik dirinya dengan tatapan yang amat tajam, namun seketika namja yang baru saja ditindihnya itu tersenyum tulus.
"tak apa, aku tahu kau terpeleset" namja itu memberi jeda sejenak "Dan untuk lain kali, jangan pernah tertidur di dahan pohon. Itu bahaya jika kau terjatuh dan menimpa seseorang yang tak bersalah itu" nasihat namja itu walau ada beberapa kata yang menyindirnya.
Sungmin terperangah kala menatap senyum tulus namja itu dari sela sela poninya. "sekali lagi kumohon maafkan aku" ujarnya lagi seakan tak bosan mengucapkan kalimat itu berkali kali.
Namja yang sedang membaca buku itu tersenyum "baiklah kali ini kumaafkan" jawab namja itu.
Sungmin membungkuk sekali lagi "arigatou gozaimasu" tukasnya.
.
.
.
.
.
TBC or Delete?
kicauan zee...
huwow ^^ aku tak menyangka akan ada respon untuk ff abal ku ini T^T *terharu
mian for typo's
aku tahu chap ini sangat amat banget membosankan T^T maafkan aku T^T. aku udah berusaha buat sebaik mungkin T^T *mianhae.
oh iya, Yongra disini OC yaa chingu, kok pada benci ama Yongra sih? kan Yongra itu cantik chingu *plak. aku terlalu malas untuk memakai seo/vic karena menurutku mereka terlalu baik untuk menjadi peran yongra kkk. tapi yongra ga jahat kok *lah siapa yang nanya?
namja berbuku? aku gak tau siapa *plak
makasih yang udah review :D kalian baik sekali ^^
beberapa balasan review :D
satry fadia : makasih chingu, sip review lagi yaak
winecouple : aku gak tau chingu hehe :D thanks to RnR, revew again yaa
Guest : semoga hehe thank to RnR, RnR again ya
Guest 2 : semoga heh thank to RnR, RnR agan ya
Guest (itapurnamawati30) : iya kyu penyabar kkk,iya chingu tebakan chingu betul ini memang terinpirasi dari sinema pintu tobat, gak chingu bakal beda, soalnya aku aja gak nonto sinema itu sama sekali hehe, thanks udah RnR, jangan lupa RnR lagi ya :D
sissy : yeay chingu lagiii XD...sipp thank to RnR chingu, RnR lagi yaa:D
Ria : hai juga, selamat datang :D. iya kyu udah nikah tapi kyu cinta chingu. yongra suka ming? ehm aku tak tau kkk... kk hana emang polos chingu kkk maklum masih kecil kkk. thank to RnR, jangan lupa RnR lagi yaa.
Guest 3: sepertinya, kkk doakan saja untuk kyu. tau yongra kkk sipp ini udah lanjut RnR lagi ya chingu :D
imsml : ini udah lanjut, ya tau tuh yongra kkk RnR lagi ya chingu thanks sebelumnya :D
kittymee : chingu yakin banget namja berbuku itu kyu kkk. makasih udah RnR jgn lupa RnR lagii yoo :*
untuk yang punya akun aku membalasnya lewat PM silahkan di buka PM nya chingu monggo :D
And then HUG and CHU :
Satry fadia, Fishy kece, winecouple, Guest 1, Guest 2, deviyanti137, Guest(itapurnamawati30), sissy, sitapumpkinelf, pumpkinsparkyumin, Cho Na Na, abilhikmah, 1307, epildedo, joyerlovely137, kinderJOY, KMSelalu, Pirates Of The Moon, sissy (Guest), .136, Ria, olive1315, Guest 3, imsml, nuora, hapsarikyuku, cho hyo woon, KobayashiAde, My Name Is JC, kittymee, lenycloud, Minnie kyumin, kyoKMS26
terimakasih :D aku tak berarti tanpa kalian :')
Credit by :
Cho Pristi Lee a.k.a Zebri Joy (new penname)
Thanks to RnR
Don't Forget Leave you review ! hihi
R
E
V
I
E
W
YAAKK... hihi
Aku berterimakasih banget sama kalian yang menyempatkan untuk membaca dan juga mengreview atau fav or follow terimakasihh :D *mending ada? *moga moga ada kkk
Saranghae reviewers :*
