Chapter 2

Sejak pagi itu Tao selalu tidak ada di rumah ketika Kris pertama kali membuka mata. Dan jawaban yang diberikan Tao selalu sama setiap harinya, yaitu untuk membeli makanan yang ia Kris mulai terbiasa dengan itu, terbiasa bangun dengan sendirinya di pagi hari, menyiapkan sendiri air untuk mandi, juga memilih sendiri pakaiannya.

Krispun tak lagi mempermasalahkan hal itu, toh ia rasa kepergian Tao di pagi hari itu ada alasanya dan merupakan hal yang wajar.

.

.

.

Jarum jam telah menunjukkan pukul setengah sembilan malam ketika Kris pulang, namun keadaan rumahnya tak sedikitpun berubah dari saat ia pergi pagi tadi. Hal itu tentu saja mengundang rasa curiga Kris karena biasanya saat ia pulang rumah sudah dalam keadaan rapi, lengkap dengan makan malam yang tersaji di atas meja makan.

Penasaran, Kris mencari Tao ke seluruh sudut ruangan yang ada di rumahnya sambil terus meneriakan nama istrinya itu. Namun sama sekali tak ada sahutan. Yang terdengar hanyalah suara jarum jam yang terus berputar seiring berjalannya waktu.

Kris sudah hampir menghubungi ponsel Tao ketika ia melihat sebuah smartphone tergeletak di atas ranjang mereka yang sama sekali belum dibenahi sedari tadi. Tao pergi tanpa membawa ponselnya.

.

.

.

Seorang namja dengan tinggi badan pas-pasan dan kulit putih. Itulah yang dilihat Tao pertama kali ketika ia berhasil membuka mata, menahan rasa sakit yang sangat pada kepalanya. Seingatnya ia sedang berbelanja di pasar, membeli jeruk, tapi kenapa kini ia berada disini?

"Aku dimana?"

"Tenang, tenang. Kamu ada di rumahku," jawab namja di hadapa Tao.

"Kamu siapa?"

"Ah, iya, kita belum berkenalan." Namja itu mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur dimana Tao berbaring. "Namaku Kim Joon Myeon tapi kamu bisa memanggilku Suho saja. Namamu?"

"Tao."

"Kemarin kamu pingsan di pasar lalu kubawa kesini."

.

.

.

Sore ini rencananya Kris akan berkunjung ke restoran Chanyeol, selain untuk mengisi perut, ia berniat mencari Tao disana atau setidaknya menanyakan pada Chanyeol apa namja tinggi tersebut melihat istrinya beberapa hari terakhir ini. Pasalya Kris sudah mencari ke pasar dimana Tao biasa berbelanja tapi tak ada satupun pedagang disana yang mengaku melihat sosok tinggi bermata panda dalam beberapa hari terakhir ini.

Kepergian Tao yang misterius mau tak mau membuat Kris penasaran sekaligus khawatir dibuatnya. Ia menebak-nebak kenapa dan kemana istrinya itu pergi. Apa Tao dibawa alien menuju ke planet lain, diculik hantu genit, diculik orang untuk dijual, diculik untuk diminta tebusan. Ani! Selama ini tidak ada siapapun yang menghubungi Kris meminta tebusan ganti Tao yang diculik, lagipula Tao bukan anak kecil, bahkan ia adalah mantan atlet wushu. Bagaimana bisa ia diculik?

.

TBC

.

.

.

Maafkan saya karena chapter ini lama updatenya + pendek banget...

Pengennya sih update kilat yang panjang, tapi apa daya, sekarang saya sibuk banget (sok sibuk lebih tepatnya), nongkrong di sekolah dari jam setengah delapan sampai jam setengah sepuluh tiap harinya. Kalau dulu bisa ditinggal pulang, sekarang enggak bisa soalnya ada 'magnet' yang bikin pantat saya nempel terus disana nggak bisa pulang terutama kalau hari Senin. Jadilah waktu luang saya semakin sedikit dan semakin susah buat bisa ngetik ff dan mungkin setelah ini saya bakal bikin ff baru dulu (lagi) sebelum update ke chap depan soalnya si 'magnet' itu bikin saya dapet ide buat bikin ff baru.

Sekian, terima kasih.