Oke, kayaknya fic ini bakalan di-cross dengan Basara karena fic ini berkaitan dengan fic-ku di fandom itu! Tergantung kalian mau atau tidak! Aku hanya berusaha membuatnya sebisa mungkin, lho! :D

Well, aku akan terus berusaha sebaik mungkin untuk fic ini dan fic lainnya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 1: Emil, Arti 'Iceland', dan Licorice Isi Kecoak


Hari ini adalah hari terdamai di NNG (NihoNime Gakuen) kalau saja tidak ada kabar tentang guru baru.

"Eh, ciyus lu? Guru baru mau ngajar di sini?" tanya Ryeid kepada Dark.

"Ciyus nih gue! Orang gue habis nguping bareng Glasses Trio (1) di ruang guru!" jawab Dark dengan muka stoic ala Germany (?).

"Eh, gurunya dateng tuh!" kata Switch sambil menunjuk ke arah pintu.

Para mulas 9E pun langsung duduk dan seorang pemuda berambut silver pun memasuki kelas.

"Selamat pagi!" sapanya datar.

"Pagi, pak!" balas para mulas 9E.

"Baiklah! Nama bapak Emil Steilsson! Ada pertanyaan?"

"Pak, bapak punya saudara?" tanya Chalice.

"Kagak!" jawab Emil tegas.

"Terus, orang yang sering maksa bapak manggil dia 'Onii-chan' itu siapanya bapak?" tanya Sakazaki.

Webek, webek...

"Kamu tau dari mana?" tanya Emil bingung.

"Saya kan sering ngeliat di ruang guru, lho! Mau saya pratekin?"

Emil belum sempat ngomong apapun saat Sakazaki menarik Dark untuk mempraktekkan kejadian 'paksa Emil panggil Lukas 'Onii-chan' sampai puas'. (Dark: Lukas, Sakazaki: Emil)

"Ayolah, Aisu! Cepat panggil aku 'Onii-chan'!" (Dark)

"Tidak mau!" (Sakazaki)

"Onii-chan!" (D)

"Tidak akan!" (S)

"Onii-chan!" (D)

"Hentikan, Nore!" (S)

Para mulas 9E yang lainnya pun langsung ngakak mendengarnya, sementara Emil hanya bisa facepalm melihat kemiripan adegan kedua anak itu dengan kejadian yang sering dialaminya.


Beberapa menit kemudian...

"Ada pertanyaan lain?" tanya Emil setelah memaksa kedua bocah itu berhenti dan kembali duduk.

"Kalau boleh tau, pak Emil itu dari negara mana?" tanya 3-chan.

"Bapak dari Islandia!" jawab Emil singkat.

"Ejain dong, pak! Saya kagak ngerti!" pinta Hazuki.

"I-eS-eL-A-eN-De-I-A! Kalau dalam English, biasanya disebut 'Iceland'!" jelas Emil datar.

"Tapi pak, dalam kamus saya, 'Iceland' itu artinya 'Eslandia'!" celetuk Hadi.

"DAFUQ?!" pekik Emil shock.


-skip time-


"Gue kagak nyangka bakalan senista ini!" gumam sang Icelandic saat memasuki ruang guru.

Ketika dia sampai di mejanya, Emil melihat sebuah kardus di atasnya.

'Ini siapa yang naruh, coba?' batinnya sweatdrop.

Dia pun membuka kardus itu dan melihat beberapa bungkus licorice di dalamnya.

'Tumben, nih! Kebetulan gue juga laper, kagak ada orang pula! Mending gue makan aja, deh!' batinnya happy.

Saat Emil membuka licorice itu, mukanya langsung pucat dan...

"GYAAAAA! KECOAK, KECOAK!" teriaknya ketakutan.

Saking takutnya, kardusnya pun langsung dilempar ke kelas 9C yang berseberangan dengan ruang guru.

Yeah, memang hari itu kacau banget! Bener, kagak? *plak!*


To Be Continue...


Indeks:

(1): Anggota Glasses Trio adalah Luthfi, Idham, dan Giro-kun. Dipanggil begitu karena ketiganya sama-sama memakai kacamata.


Well, setiap Chapter bakalan beda-beda cerita sama orangnya! Chapter 1, 4, 7, 10, dan seterusnya adalah bagian Iceland, Chapter 2, 5, 8, 11, dan seterusnya adalah bagian Norway, dan Chapter 3, 6, 9, 12, dan seterusnya adalah bagian Denmark.

Review! :D