Peace

Cast:

Kim JongHyun| Hwang MinHyun

Kang Daniel| Ong SeongWoo

WANNA ONE

NUES'T

Genre: Fiction, Romance, Sci-Fi,AU

Warning: BL, Mpreg

Summary: Dunia masih belum sepenuhnya damai bagi penghuninya. Perjuangan mutant dan manusia dalam mewujudkan 'damai' yang sama masih berlanjut di setiap belahan dunia.

Cerita ini memakai konsep X-Men dan layaknya spin off dari cerita tersebut dengan latar tempat Koriyah dan pemeran idol. Cerita kemungkinan diselingi dengan flashback dan perlu perhatian pada tanggal kejadian ya.

Pemeran hanya milik Tuhan dan diri masing-masing, Xmen milik Stan Lee dan Jack Kirby, Author hanya memiliki alur cerita.

Chapter 2

7 Agustus 2016 11.00 KST

Taman kampus di Universitas Siul ini terlihat cukup sepi. Hanya beberapa orang yang duduk di bangku yang terletak di sekitar taman dan lainnya berlalu lalang sekedar jalan – jalan atau lewat.

Minhyun kembali menyesap minuman dinginnya sambil memegang handphone di tangan lainnya. Ia membaca chat dari sahabatnya dan terkekeh melihat balasan yang heboh. Dia menyilangkan kedua kakinya dan duduk santai di salah satu bangku dekat kolam.

Merasa ada yang memperhatikan, Minhyun menoleh ke samping kirinya. Matanya bertemu pandang dengan seseorang pria tampan dengan setelan jas yang duduk di bangku taman yang tak jauh darinya. Dari penampilan dan postur wajahnya yang tegas memberikan kesan yang kharismatik. Mereka saling memandang untuk beberapa saat, seakan tidak mau melepaskan satu sama lain.

Ping

Bunyi notifikasi dari handphonenya membuat Minhyun menghentikan acara saling tatap tersebut dan membaca chat yang masuk. Dengan sedikit salah tingkah, Minhyun bergegas berdiri dari duduknya dan tanpa sengaja menabrak pria yang berjalan di depannya.

Pria yang ditabrak tersebut terkejut, kedua tangannya masing-masing memegang cup minuman. Minuman yang berada pada tangan yang ditabrak Minhyun tumpah. Yang membuat pria yang ditabrak makin terkejut adalah minuman yang seharusnya mengenai kemeja putihnya, tertahan di udara dan terjatuh langsung ke tanah mengenai sedikit sepatunya.

Tidak sempat melihat wajah sang penabrak yang sudah kabur duluan, pria tersebut menghampiri temannya yang duduk di bangku tidak jauh dari lokasi insiden.

"Jonghyun Hyung, maaf lama menunggu. Aku sempat tersesat tadi dan juga minuman mu tinggal setengah, soalnya ada yang menabrak ku tadi"

"Tidak apa-apa Daniel. Terima kasih minumannya" Daniel menyerahkan cup minuman bening yang isinya tinggal setengah tersebut ke Jonghyun dan duduk di sebelahnya.

"Anehnya minuman tersebut tidak mengenai kemejaku Hyung"

"Bagus kan, kemejamu tidak kotor" Jonghyun mengucapnya santai sambil menyesap Hot Choconya. Iya ini siang, musim panas, dan Hyungnya ini minum minuman panas. Daniel tidak habis pikir dengan teman merangkap atasannya di kantor ini.

"Ini aneh Hyung, aku merasa seolah – olah air itu ditahan dan dikendalikan Hyung" Daniel masih berusaha meyakinkan Jonghyun.

"Ah Daniel, ada kotoran di dahimu" tangan Jonghyun sudah bergerak ke arah dahi Daniel dan untuk beberapa detik menutup pandangan Daniel.

Daniel mengerjapkan matanya beberapa kali, dan melihat kesamping, Hyungnya sedang menyesap minumannya.

"Hyung, mulutmu vacuum cleaner ya? Cepat sekali habisnya" Daniel memandang minuman Jong Hyun yang tinggal seperempat cup dan minumannya yang masih penuh di tangannya.

"Ah ini, kamu terlalu terpesona dengan orang yang di duduk di bangku depan kita tadi. Sehingga kamu belum sempat meminum punyamu"

"Oh iya, sayang dia udah pergi" Daniel menyesap minumannya dan melihat ke bangku depannya yang sudah kosong- seharusnya memang kosong.

Iya reader-nim Daniel lupa ingatan- sesaat doang kok.

v-^-^-v

Minhyun membuka pintu kafe yang masih berada di kawasan universitas. Matanya bergerak lincah mencari sosok yang telah ditunggunya dari tadi. Setelah melihat seseorang yang duduk paling pojok membelakanginya dan dengan cardigan yang menutup kepalanya, Minhyun menghampiri orang tersebut.

Minhyun menepuk pundak orang tersebut, dan dengan senyumannya menyapa orang didepannya. Orang tersbut cukup terkejut, namun setelah melihat orang yang menepuk bahunya senyuman lebar terpatri di wajahnya. Tanpa menunggu lagi orang tersebut mengangkat salah satu tangannya sambil berteriak

"ONG"

"HWANG"

"CROSS"

Iya reader-nim, inilah salam perjumpaan duo serigala coret macan ini.

Pengunjung yang berada di kafe ini memandang pasangan sahabat yang masih cengengesan tersebut, memang keduanya manis tapi perilakunya ituloh. Bobrok emang. Untung pengunjung sedikit, untung author sabar. Eaaa

Minhyun menarik kursi di depan Seongwoo dan mengambil buku menu yang ada di meja. Dia melihat menu yang paling mahal. Kapan lagi kan ya ditraktir sahabatnya ini.

"Yak Minhyun-ie, kenapa kamu tidak mau bertemu denganku belakangan ini hah?"

"Siapa bilang tidak mau Ong-ie, aku tidak bisa. Kamu minta ketemuan di jam sekolah. Aku kan harus ngajar dan mengawas, saat weekend aku ajak malah kamu yang sibuk syuting" ucap Minhyun, dia memberikan pesanan ke pelayang yang telah menunggu di ujung meja yang lain "dan lepas kacamata hitammu itu, kau terlihat seperti psiko"

Minhyun merupakan seorang guru konseling di sebuah SMA elit swasta di Seoul. Selain itu dia tidak jarang menjadi guru pengganti di kelas apabila guru yang yang bersangkutan tidak dapat hadir.

"Tidak mau, nanti orang-orang mengenaliku wajah tampan ku ini Hwang. Aku saja sudah kesulitan tadi di gerbang depan ini salahmu karena menyuruhku kesini"

"Ya kalau tidak di sini bakalan sulit lagi bertemu dengan sahabatku ini, kebetulan aku mau mengurus beberapa berkas dan lokasi syutingmu juga berada di dekat sini"

Yap Seongwoo ini merupakan entertainer yang cukup terkenal di Korea. Dia merupakan all around entertainer dengan paket lengkap, tampang aktor, badan model, suara merdu, sayang tingkah bobrok. Tapi ini juga yang menyebabkan banyak orang yang menyukainya.

Mereka bertukar cerita untuk beberapa menit sambil menikmati hidangan di meja mereka. Pintu kafe kembali terbuka dan dua orang pria masuk ke dalam kafe.

Karena posisi duduk Minhyun yang berhadapan dengan pintu masuk, Ia tidak sengaja bertemu pandang dengan pria tampan yang di taman tadi. Minhyun melepaskan kontak mata dengan pria tersebut dan kembali fokus pada makanan dan ucapan Seongwoo.

Minhyun tidak mau keGR-an, mungkin pria tersebut memandangi patung pancoran yang ada di dekat bangkunya di taman tadi bukan ke Minhyun.

"Bolehkah kami bergabung disini?" suara seorang pria membuyarkan sesi obrolan Minhyun dan Seongwoo. Mereka memandang dua pria yang berdiri di dekat meja mereka. Memang di meja mereka masih ada dua bangku kosong, tapi di meja lainnya juga masih banyak yang kosong.

"Ah kami disini juga ingin sedikit berbincang dengan kalian hanya tentang kampus ini kok. Kebetulan kami bukan mahasiswa sini dan sedang ada tugas ke sini" ujar seorang pria yang lebih pendek ke mereka.

"Oh, silahkan. Duduk saja" Minhyun mempersilahkan kedua orang tersebut untuk duduk.

"Perkenalkan namaku Jonghyun dan temanku ini Daniel" pria pendek coret-sesuai standar, Minhyun yang ketinggian- tersebut memperkenalkan dirinya dan menyamankan posisi duduknya di sebelah Minhyun.

"Aku Minhyun dan pria aneh didepanku ini Seungwoo"

"Yak siapa yang kau panggil aneh" Seungwoo memukul tangan Minhyun yang dimeja dengan sendoknya.

"Ha ha lucu sekali" mendengar kekehan tersebut, Seungwoo memandang ke pria yang duduk di sebelahnya. "Kau menertawaiku?"

Bukannya berhenti orang tersebut semakin melebarkan senyumnya dan membuat matanya semakin menyipit. Kesal dengan pria-yang didengarnya bernama Daniel, Seungwoo melepas kaca mata hitamnya dan menajamkan matanya ke arah Daniel.

"AH bukankah kau Ong Seungwoo, pelawak itu?" Daniel tiba-tiba berseru dan Seungwoo memajukan jarinya ke depan bibir Daniel agar menyuruhnya diam. Untung lagi, pengunjung sepi reader-san.

"Lagipula aku ini bukan pelawak, aku aktor, bodoh. Aku kebetulan mendapatkan karakter yang melawak" ujar Seungwoo membela diri. Daniel masih belum bisa kelur dari mode ketawanya reader-san. Senyum lebar masih terpatri di bibirnya, Ia mencoba menahan tawanya ketika melihat adegan lucu Seungwoo di drama atau film yang pernah ditontonnya.

Minhyun hanya menghela napas melihat jawaban pintar sahabatnya ini 'dasar Gob- Ah sudahlah' pikirnya.

'Jangan begitu, dia kan sahabatmu' Minhyun menoleh ke depan dan kesamping mendengar suara tersebut. Namun sepertinya tidak ada yang mengajaknya bicara.

'Dan aku di taman tadi memperhatikanmu, bukan patung' suara itu muncul lagi di pikiran Minhyun. 'Kau siapa?'

'Aku? Jonghyun, pria disampingmu' Minhyun langsung menoleh kesamping memperhatikan Jonghyun yang sedang mengambil pesanannya dari pelayan. Ia menoleh ke Minhyun dan tersenyum.

'Kau kenapa bisa?'

'Kau punya hadiah, begitupun aku'

'Kau bisa telepati? Dan apakah temanmu itu juga mutant?'

'Ya, kau pengendali air benar? Daniel bukan mutant, aku sudah mengganti ingatannya tadi tentangmu. Jadi kau tenang saja'

Jonghyun masih berkutat dengan hidangannya dan menanyakan perihal kampus ini. Dan hanya dijawab Seungwoo, Minhyun masih berkutat dengan pikirannya.

'Bolehkah aku meminta nomor handphonemu?'

'Kenapa kau tidak hubungi aku melewati telepati ini saja?'

'Lebih baik cara yang biasa saja manis, aku tidak ingin selalu berada di pikiran orang lain '

'Aku tidak manis' Minhyun tersipu malu diapun memberikan nomor handphonenya-menyebutkan dipikirannya- dan Jonghyun mengetik nomor tersebut di handphonenya.

'Wajahmu memerah' Minhyun pun tidak mampu menahan senyum tercipta di wajah yang memerahnya. Jonghyun pun ikut tersenyum sambil memegang handphonenya.

"Kenapa kalian tersenyum tidak jelas? Apa kalian juga terserang virus gila sepertinya" Seungwoo bertanya kepada kedua orang yang senyam senyum didepannya sambil menunjuk Daniel yang –masih- belum berhenti tersenyum dari tadi.

TTBBCC

Yuhuu reader-nim, akhirnya bisa update juga. Update-annya menjelaskan pertemuan dua main couple cerita ini. Scene ONGHWANGCROSS terinpirasi dari Scene di FF Minhyunbin Family milik HexxArmy, cek juga ceritanya so sweet dan lucu banget.

Terimakasih buat yang udah fav/follow/review cerita ini, mudah2an bisa cepat update dan tidak terserang virus mager ya.