Ctak
Sebuah jentikan jari terdengar.
"Selamat datang, di Malam parade seribu monsterku…" ucap Naruto.
Viser membelalakan mata, ketika puluhan makluk supranatural dari berbagai ras tiba-tiba saja muncul di belakang Naruto. Iblis, malaikat jatuh, yokai dan makhluk supranatural lain kini berdiri bersama di belakang pemuda pirang itu.
"A-apa ini?"
"Night paradeku, aku mengumpulkan para makluk supranatural yang bermasalah dan membuat mereka hidup untukku…" Naruto tersenyum simpul. "Sama sepertimu, sebagian dari mereka juga pernah mendapatkan penolakan dari rasnya…"
Viser masih terdiam. Ia tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Tapi yang jelas ia yakin, jika pemuda pirang di depannya adalah orang yang dapat di percaya.
"A-apa kau tidak masalah dengan makhluk yang kotor sepertiku?" Viseer sedikit bergetar saat berkata.
"Huumm~ Aku akan membuatmu kembali bersih, Viser-san…" ucap Naruto sembari tersenyum.
Untuk beberapa saat Viser masih terdiam, tidak ada jawaban dari gadis itu.
"Jadi? Apa kau mau bergabung denganku?"
Viser mengangguk dengan pelan, lalu tersenyum simpul pada naruto.
"Night Parade of Thousand Monsters, kembali mendapat makhluk bermasalah lain…"
Crossover :
Naruto x HighSchool DxD
Disclaimer :
Naruto Mashashi Kishimoto
Highschool Dxd Ichie Ishibumi
Genre : Fantasy,Drama,Action,Slice of life
Rated : M
Warning : OOC, GenderBend, StrongNaru, CoolNaru
Chapter 1 :
Shaman clans Part I
Naruto duduk bersila di lantai gudang tua yang dingin itu sembari menopang dagunya. Menatap Viser yang terlihat setengah canggung berada di antara Naruto dan puluhan makhluk supranatural di sekitar mereka.
Greb
Sebuah pelukan kasar mendarat di pundak naruto, membuat pemuda pirang itu sedikit terhuyung ke depan.
"Whoaa Naruto-sama! Kau membawa perempuan lain lagi…" ucap seorang gadis yang tengah bergelayut manja pada pundak Naruto.
Nartuo tampak sedikit terganggu dengan kelakuan salah satu anggotanya yang satu ini.
"Ghhh, berhentilah melakukan itu Haku!" ucap naruto
"Ara araa, ternyata isu bahwa kau memiliki fetish pada gadis monster itu benar ya, Naruto-sama~" kini giliran seorang wanita bersurai merah darah yang menucapkannya. sembari bersender pada Sembilan ekor yang menopang tubuhnya, wanita itu mengengguk sebotol sake dengan elegan.
Nauto melirikan matanya. memasang wajah cemberut sembari menatap wanita tadi. "ada yang bisa jelaskan kenapa rubah betina ini berada di sini?"
Tap
Kurama menapakan kaki beralaskan bakyaknya, lalu berjalan menuju naurto sembari menenteng botol sake
Grab
Sekali lagi naruto menadapat pelukan kasar.
"Ahhhh jahatnya dirimu naruto-sama! Disaat kau sedang bersenang-senang dengan wanita lain, kau menyuruhku berjaga rumah dengan orang menyebalkan yang bahkan tidak bisa membuat lelucon itu?" Kurama berucap dengan manja.
"Hachiiihh….sepertinya seseorang tengah memebicarakanku~"
Sembari terduduk dengan bosan, pria bersurai pirang pucat itu mengusap hidungnya yang terasa gatal.
"Hishamaru sialan, dia malah pergi ke tempat tuan muda…" gumam pria itu sembari menatap langis malam.
Plok
Plok
Plok
"Cukup cukup, kalian tidak seharusnya memperlakukan Tuan muda seperti itu,Kurama Haku! Naah sekarang lepaskan…" Pria dewasa dengan suara menenangkan berucap dengan halus sembari menepukan tangannya pada pundak dua yokai yang tadi memeluk Naruto.
"heeehh, kau selalu merusak suasana Sai-san~"
"Haaah kau benar benar pria yang tidak dapat membuat wanita senang ya Sai~"
Haku dan kurama berucap sembari cemberut. Lalu melepas pelukan mereka dan menjauh dari naruto.
"Terima kasih atas bantuan mu sai~"
Sai tersenyum ramah sembari mendekati naruto, wajah ramahnya tiba tiba berubah menjadi panic. Menatap naruto lalu memegang pumdak Tuannya itu.
"Tuan muda! kau baik baik saja? Apa dua jalang keparat tadi menyakitimu? Tulangmu tidak patah kan? Kau tidak terkena flu kan?"
Grebb
Dua orang Yokai menarik tubuh sai menjauh dari naruto yang saat ini terlihat tengah menutup telinga.
"Ahh , aku lupa kalau diantara mereka Sailah yang paling cerewet…." Ucap naruto.
"TUAN MUDA! katakana saja jika anda sakit, saya akan langsung membawa anda kedokter!" sai masih berteriak saat dua yokai tadi memegangnya.
"Siapapun tolong bungkam mulutnya…" ucap naruto sedikit berteriaksembari menutup telinga dengan kuat.
"Tuan muda! asajddjhabcdycoakaopoapoa"
Naruto menghela nafas. "Itu lebih baik…"
Direksi pandangnnya kembari tertuju pada viser, ia bangkit dari posisi duduk lalu berjalan mendekati gadis di depannya itu.
Sementara itu viser terlihat masih sedikit terpaku dengan apa yang baru saja ia lihat. Manusia sangat akrab dengan makhluk supranatural? Itu hal yang jarang sekali viser lihat selama ini. yang dia tahu, manusia selalu takut pada makhluk supranatural sepertinya. Bahkan bagi mereka, manusia yang memiliki kekuatan. Makhluk supranatural merupakan musuh bagi mereka.
Tapi malam ini semua presepsinya tentang semua itu, telah di patahkan oleh pemuda pirang di depannya.
"Oke Viser…"
Viser menatap naruto.
"Ya? Apa ada sesuatu naruto…-sama?"
Naruto menggaruk tengkuknya. "Aku tidak memaksamu memakai embel embel -sama loh, jadi panggil saja senyaman mungkin…"
Viser mengangguk. Naruto mengalihkan pandangan, menatap lantai kosong yang berada di bawahnya.
"ahh, bagaimana ya~ apa kau bisa melakukan seuatu pada tubuh bagian bawahmu itu?"
Viser menatap tubuh bagian bawahnya, lalu menatap naruto. "A-ah benar juga ya, wujud menyeramkan seperti ini pasti akan membuatmu terganggu bukan?"
Naruto kembali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Tidak tidak bukan seperti itu~ hanya saja pasti kau akan kesulitan untuk masuk ke Compound jika dalam wujud itu…"
Wajah viser sedikit merona, dia merasa malu karena dia sangat salah dengan apa yang di pikirkan si kuning ini.
"U-umm Maafkan aku,aku salah mengira soal itu! Jika soal ini, kau tidak perlu khawatir aku bisa berubah wujud menjadi manusia sepenuhnya kok.."
Viser memejamkan mataya, cahaya hijau menyelimuti tubuhnya. Dan beberapa saat kemudai Viser merubah wujudnya menjadi bentuk manusia sepenuhnya yang saat ini terlihat masih tertutup jaket tebal milik naruto.
"Nah sudah…" Viser tersenyum sembari merentangkan tangannya.
Naruto menaikan sudut bibirnya. "Terima kasih.."
Kliringg
Whuoosh
Suara dentingan logam, disertai suara kepakan sayap besar tiba tiba saja terdengar. Semua mata tertuju pada asal suara itu, beberapa bulu gagak jatuh dari asal suara. Dan si ikuti dengan munculnya seorang pria bersurai hitam dengan sayap gagak di punggungnya. Di tangan kanannya ia membawa sebuah tongkat besi, dengan ujung tongkat tadi terdapat logam berbentuk lingkaran. Sementara di tangan kirinya, ia membawa sebuah tas gendong berwarna coklat.
Naruto kembali tersenyum. "Kau terlambat Itachi…"
Pria yang di panggil itachi itu menundukan kepalanya lalu berlutut di depan naruto.
"Maaf atas keterlambatan saya, Tuan muda…" ucap itachi dengan formal.
Naruto mengibas kibaskan tangannya di depan wajah. "Sudahlah, tidak perlu terlalu formal begitu Itachi.."
"Maafkan aku, Tuan muda …"
"Ah yang lebih penting apa kau membawanya?"
Itachi menatap naruto lalu tersenyum simpul, ia mengankat tangan kirinya yang meneteng tas.
"Sesuai permintaan…."
Naruto semakin menaikan sudut bibirnya. Lalu merentangkan kedua tangannya.
"Kita mulai upacaranya disini.."
Haku yang sedari tadi diam kini mendekati naruto, dan memakaikan sebuah Yukata orange yang entah ia dapat dari mana.
Setelah mengenakan Yukatanya, naruto duduk pada lantai lalu menggerakan jari telunjuknya pada Viser, mengisyaratkan pada gadis itu untuk duduk di depannya.
Mengikuti isyarat naruto, viser duduk di depan pemuda itu.
Clik
Itachi meletakan sebuah botol sake dan sebuah cangkir berbentuk mangkok di antara naruto dan Viser.
Lalu seorang gadis bersurai pirang pucat duduk di dekat naruto, mengambil botol sake tadi dan menuangkan sake kedalam cangkir.
Naruto tesenyum. "Terima kasih, Shion~"
Shion mengangguk sembari tesenyum.
Sementara itu Viser terlihat masih sedikit bingung dengan apa yang tib tiba terjadi.
"Viser, malam ini~ Di tempat ini, kita akan melakukan Sakazuki! Dan melakukan upacara dimana kau akan dengan resmi menjadi anggota Parade malamku…"
Viser mengangguk, tidak tahu harus berskspresi seperti apa saat ini.
Naruto mengambil cangkir sakazukinya dan menengguk beberapa kali sakenya. Meletakan kembali cangkir tadi di lantai lalu memberi isyarat pada Viser untuk meminum sisa sakenya.
Dengan jemari lentiknya viser mengangkat cangkir itu, mendekatkan ke bibirnya dan menengguk sampai habis.
Clik
Gadis itu meletakan cangkir kosong di lantai dan menatap naruto yang terlihat tersenyum.
"Mulai hari ini, kau anggota resmi parade malamku…."
Viser melihat naruto dan para anggota parade malamnya yang terssenyum pada dirinya.
"Terima kasih atas sambutanmu…"
Upacara sakazuki, adalah hal yang paling naruto sukai. Dimana ia mendapat anggota baru, dan dimana ia dapat membantu para makhluk bermasalah lain. Bagi naruto, parade malamnya merupakan salah satu hal palingberharga dalam hidupnya. Tidak masalah dari ras apa mereka, selama mereka mau bertobat naruto akan menampung mereka.
"Oke, kita pulang sekarang! Ucapkan selamat datang pada anggota baru kita."
"Yeaaaahh!" teriakan penuh semanhat dari anggotanya membuat suasana hati naruto semakin cerah
Tap
Naruto menapakan kakinya di depan gerbang uzumaki Compound, ia mengalaihkan dieski pandangan pada Kurama yang baru saja membawanya kemari.
"Terima kasih Kurama.."
Tap
Tap
Di ikuti dengan para anggota lain yang terlihat tengah mendarat di depan gerbang dengan symbol pusaran itu.
Pemuda pirang itu membalikan badannya, menatap Paradenya. Lalu mengisyaratkan pada Viser untuk mendekat ke depannya.
Mengikuti isyarat naruto,Viser maju dan menatap Tuan barunya.
"Selamat datang di rumah barumu, Viser~"
Viser tersenyum smebari menganguk.
"Kurama suruh kakugyouki untuk membuka gerbang…" ucap naruto sembari menatap kurama.
Wanita rubah itu mengangguk dan menatap kearah gerbang.
"Ibaraki! Buka gerbangnya!"
Greeeeeeettt
Beberapa saat kemudian gerbang besar itu terbuka dengan perlahan dan menampakan seorang pria bersurai pirang pucat yang hanya memiliki satu lengan, membuka gerbang besar itu dengan mudah
"Tidak perlu berteriak, rubah sialan! Dan panggil aku Kakugyouki!"
Pria itu berucap dengan lantang sembari menatap Kurama dengan kesal. Lalu direksi pandangannya berubah pada naruto. dia menaikan sudut bibirnya.
"Selamat datang kembali, tuan muda!" Kakugoyuki berucap.
Dibalas anggukan singkat serta sebuah senyuman simpul dari pemuda itu. naruto kembali menatap Viser.
"Nah, mulai hari ini kau akan tinggal di tempat ini…" ucap Naruto.
Ctak
Pemuda itu kembali menjentkan jarinya."Shion tolong kemari sebentar!"
Gadis bersurai pirang yang naruto panggil Shion tadi muncul dari kerumunan paradenya. Lalu menatap tuannya dengan sedikit bingung.
"Apa ada yang bisa ku lakukan? Naruto-sama?" Tanya Shion.
"Nah Shion, aku ingin mulai hari ini kau tinggal bersama viser…lagi pula masih ada kamar kosong di rumah nomor 26 bukan?"
Shion mengusap dagunya. "Hmm kurasa itu ide yang bagus, sebagai malaikat jatuh aku sangat ingin tinggal serumah dengan Iblis…khukhukhu!"
Naruto menghela nafas. "jangan lakukan hal yang aneh aneh oke?"
"Huumm kau bisa percaya padaku, naruto-sama!"
Occult Oberve room
"Jadi kau telah mengurus Iblis liar itu,Uzumaki-kun?" tanya gadis bersurai merah. Sembari merebahkan dirinya di sofa, gadis itu menatap naruto dengan penuh rasa penasaran.
"Yaa, begitulah~ apa ada hal lain yang kau butuhkan, Rias?"
Sembari mengusap dagu, rias menyilangkan kedua jenjangnya . "Hmmmm, kurasa tidak ada hal lain untuk saat ini.."
Naruto menghela nafas, lalu memejamkan manik sapphienya untuk sejenak.
"Kau sudah mentransfer pembayarannya kan?"
"Ah, tentu saja sudah! Aku tidak akan membuat kesalahan soal bisnis…" ucap rias yang mulai menegakan tubuhnya.
"Oke, bisnis selesai~ kalau begitu aku akan pergi sekarang!" ucap naruto datar sembari berbalik dan hendak meninggalkan ruangan itu.
"uzumaki-kun.."
Clek
Naruto mengurungkan niatnya untuk membuka pintu. Menolehkan wajahnya dan melirik rias dari ekor matanya.
"Apa ada hal lain?"
Rias menyatukann tangan di depan wajah, sehingga membuat wajah bagian bawahnya tertutup. Dengan pandangan serius gadis itu menatap naruto.
"Belakangan ini, pergerakan malaikat jatuh di Kota terasa meningkat… apa kau tahu sesuatu?"
Naruto menaikan sebelah alis. "Malaikat jatuh?"
"Ya, sepertinya sebagian kelompok kecil dari malaikat yang jatuh telah melakukan kegiatan yang mencurigakan…"
Pemuda pirang itu membalikan badannya. Menenteng tangan kirinya di pingganglalu menatap Rias.
"Aku belum dengar apa apa soal itu, jadi aku tidak terlalu paham situasinya.."
Rias kembali bersender pada sofa. "Hmm, begitu ya…"
Gadis itu mengalihkan pandangannya pada langit langit ruangan sembari jemari kecilnya bermain dengan surai merah khasnya.
"Apa itu mengganggumu?" tanya naruto.
Gadis itu menatap naruto dengan cepat. "Yang jelas kejadian yang menimpa Issei tempo hari sangat menggangguku…"
"Akan ku cari tahu sesuatu mengenai hal itu, lagi pula jika terjadi suatu ketidak stabilan akan jadi masalah besar buatku nanti.." ucap naruto sembari mengelus tengkuknya. "Dan itu sangat merepotkan…" lanjutnya.
Rias menaikann sudut bibirnya."Terima kasih untuk itu, uzumaki-kun~ aku juga akan mencari sesuatu soal ini…"
Naruto mengangguk singkat lalu berjalan keluar meinggalkan ruangan rias.
Berjalan dengan tenang, sembari menenteng tas sekolahnya di sertai Kilauan Cahya senja menyelimuti tubuh pemuda itu.
Dengan tangan kananya di kedalam saku, naruto menatap langit yang terlihat memerah.
Kakinya melangkah ke sebuah kursi yang berada di pinggir jalan. Mendudukan tubuhnya lalu memejamkan mata untuk sejenak. Menikmati aura senja yang selalu membuat darahnya mengalir lebih deras.
Pemuda itu menghela nafas ringan, lalu mengambil sebatang rokok dari saku dan menyalakannya. Menyesap rokok itu lalu menghembuskan asap dari mulutnya. Sembari duduk denga rilex, ia menikmati rokoknya dengan tenang.
Tangan kananya merogoh saku lalu mengambil sebuah ponsel berwarna hitam. Menatap layar ponselnya sekilas lalu kembali memasukan ponselnya ke saku.
"Ahhh,seprtinya sebentar lagi gelap~ akan lebih baik jika aku segera pulang ke compound…"
Ucapnya sembari bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan menuju ke Compoundnya. Sesekali ia menyesap rokok miliknya, hingga tanpa sadar rokok tersebut sudah mulai habis. Jemarinya Membuang putung rokok itu lalu menginjak bara yang masih menyala.
Diingggg
Diiingg
Diiiingg
Dentingan suara dentingan logam yang datang entah dari mana membuat naruto menghentikan langkahnya. Sedikit menolehkan wajah dan melirik ke belakang dengan ekor matanya.
Sreeeettss
Dua buah jarum yang cukup melesat dengan cepat tepat ke wajah pemuda itu.
Traang
Sebuah rantai yang muncul entah darimana tiba tiba muncul dam melindungi naruto. menahan dua jarum yang tadi melesat kearahnya.
"Yoo, Lama tak bertemu Uzumaki…" ucap seorang gadis yang saat ini telah berdiri di belakangnya.
Naruto menaikan sebelah alis, lalu membalikan badannya. Menghadap pada gadis bersurai indigo dengan manik lavender yang tajam. Mengenakan hotpants putih keunguan dan sebuah jaket ungu yang dibuka. Menampakan dalaman gadis itu yang berbentuk jaring jaring.
"Hyuuga Hinata?"
Gadis itu berjalan mendekati naruto, sedikit tiupan membuat surai indigonya berkibar.
"Hmmm, masih megingatku ya!" ucap hinata yang berdiri tak jauh dari naruto. Gadis itu membenarkan poninya yang sedikit menghalangi pandangan matanya. "Ku kira kemampuan uzumaku melemah~" Lanjut gadis itu.
Naruto memutar matanya malas, jujur dia tidak terlalu suka dengan clan Hyuuga.
"Jangan mengada ada…" balas naruto sembari mengibaskan tangannya di depan wajah. Naruto menghentikan ucapannya sejenak, mengambil rokok dari saku untuk yang ke dua kalinya. Menyalakan rokok itu, lalu menatap Gadis hyuuga di depannya.
"…kemampuan uzumaki tak akan menumpul!" lanjut naruto , di ikuti dengan hembusan asap rokoknya.
Hinata menaikan sudut bibirnya. "Hooo… jadi apa yang bisa di lakukan clan yang hanya berisi seorang bocah 17 tahun bersama dengan parade konyolnya?" sebuah sindiran kasar terucap dari mulut gadis itu.
Naruto menghela nafas ringan. Memang beberapa tetua dan beberapa clan Onmyouji menentang perbuatannya yang mengumpulkan para makhluk bermasalah. Mereka berpikir jika manusia dan makhluk supranatural seperti yokai dan iblis tidak akan dapat bersatu. Sebuah pemikiran yang terlalu sempit menurut naruto.
Bagi para tetua clan yang menentang naruto, makhluk bermasalah seperti mereka seharusnya di basmi dari muka bumi, tanpa ada pengecualian.
Tapi sebagai seorang penerus clan yang tetap berada pada pihak neral, naruto memiliki hak untuk menetukan makhluk yang harus di basmi dan yang masih dapat diselamatkan dari kesesatan.
Dan karena hal itu, clan uzumaki –tidak tepanya dirinya sebagai Naruto Uzumaki mendapat pengawasan yang ketat dari pusat persatuan Onymouji dan Exorcist.
Sebelum pembantaian terjadi, clan uzumakilah yang berkewajiban dalam mengawasi tiap gerak gerik onmyouji yang berada di jepang. Karena mengatur keseimbangan dan kestabilan alam adalah tugas dari clan uzumaki.
Tapi semenjak pembantaian terjadi, pengawasanpun mustahil di lakukan. Dan sebagai gantinya pusat persatuan onmyoujilah yang menggantikannya.
Lalu keadaan menjadi terbalik saat naruto mengambil alih kepala clan uzumaki. Kebiasaannya yang terlau sering mengampuni yokai dan makhluk lain membuatnya di curigai oleh persatuan.
Clan yang berisi seroang onmyouji dengan puluhan makhluk supranatural bermasalah peliharaannya, menjadi sebuah anomaly dalam dunia per onmyoujian.
"Dengar ya, Hyuuga~ jujur saja aku tidak suka jika ada orang yang mengejek parade malamku…"
"Hoo, lalu apa yang kau lakukan jika seseorang itu tetap mengejek parade konyomu?"
Naruto terdiam sesaat semabari menyesap rokoknya, lalu menghembuskan asap dari mulutnya.
Wajah stoicnya menatap hinata dengan bosan. "Bukan aku yang akan melakukan hal buruk…" pemuda itu menghentikan ucapannya. Lalu mengangkat tangan kanannya yang tengah memegang rokok.
Seolah memberi isyarat untuk tidak melakukan apapun.
"…Tapi mereka yang akan melakukan hal buruk padamu!"
Detik berikutnya mata hinata melebar dengan sempurna, saat dirinya merasakan hawa membunuh yang begitu besar memanca dari segala arah. Entah kenapa kakinya terasa melemas, bulu kuduknya berdiri dan kepalanya menjadi sedikit pusing.
Saat gadis itu mengedarkan pandanganya, dapat ia lihat puluhan Yokai dan makhluk supranatural lain telah menatapnya dengan intens, dengan hawa membunuh yang sangat pekat.
"A-apa apaan ini?" ucap hinata dengan Suara yang bergetar.
Plok
Plok
Plok
"Oke okeee, cukup untuk tatapan menyeramkan itu~" naruto berucap sembari menepuk tangannya 3 kali. "Lihat kalian menakutinya…" lanjut pemuda itu.
Puluhan makhluk supranatural medekat dan berdiri di belakang naruto.
Dua dari mereka maju dan memposisikan diri mereka di samping sang tuan. Dua pengawal khusus naruto , tangan kanan dan tangan kirinya. Hishamaru dan Kakugyoukinya.
Ibaraki Douji sang Oni berlengan satu, dan Kurama sang siluman rubah berekor Sembilan.
"Hyuuga…"
Hinata yang telah tesadar dari keterkejutannya, dengan reflek menatap pada naruto. Saphhiere pemuda itu menatap nya dengan tajam.
"Biar ku tegas kan sekali lagi…."
Hinata menengguk ludah saat naruto menggantungkan kalimatnya.
"…tergantung presepsimu pada mereka!Mereka akan membawa angin kebajikan jika kau berperilaku baik~ sebaliknya , mereka akan membawa petaka jika kau berperilaku buruk! jadi tolong jaga ucapanmu, didepan kumpulan energy negative ini…" ucap naruto sembari merentangkan kedua tanganya.
Hinata tak bisa berkata apa-apa, ia mencoba menarik sudut bibirnya. Tapi entah kenapa wajahnya terasa sangat kaku. Aura pemuda di depannya benarbenar berbeda dari aura Onmyouji lain, bahkan onmyouji kuat sekelas ayah dan pamannya. Gelap, terang , merah, biru, semua seakan menjadi satu pada tubuh pria di depannya itu. Bahkan negatif dan positif, semua bercampur aduk dalam satu wadah.
Dalam pikiran nya ia berpikir 'inikah uzumaki? Atau inikah Naruto?' dia tidak yakin dengan aura yg di rasakanya entah itu dari gen Uzumaki atau dari naruto sendiri.
Rasanya pemuda di depannya bukanlah onmyouji yang hanya dapat mengusir dan membasmi iblis layaknya onmyouji pada yang di pancarkan pemuda itu memang rasanya menjadi daya Tarik tersendiri bagi para makhluk supranatural.
"H-heh,Kau memang Onmyouji yang aneh, uzumaki Naruto!"
Naruto menaikan sudut bibirnya. "Kuanggap itu sebuah pujian…" balas naruto sembari membungkuk ddngan tangan kanan yg merentang. ia kembali menyesap rokoknya lalu memejamkan manik sapphierenya.
Setelah hembusan asap keluar dari mulutnya, pemuda itu kembali menatap Hinata.
"Jadi apa tujuanmu datang ke sini?"
Hinata mengambil sebuah gulunga dari balik jaketnya, lalu melemparkannya pada naruto.
Dengan sigap pemuda itu menangkap gulungan tadi, menaikan sebelah alisnya lalu menatap hinata dengan pandangan bingung.
"Sebuah undangan pertemuan antar ketua Clan! Sebagai ketua clan uzumaki, kau wajib untuk datang"
Pemuda itu membuka gulungan tadi, dan membaca isi surat yang hinata berikan.
Matanya bergerak perlahan mengikuti alur dari aksara yan tertulis di gulungan tadi.
Sekitar 5 mnit naruto membaca dan memahami isi gulungan yang hinata bawa.
Sreeet
Pemuda itu menutup gulungan tadi ,lalu memberikannya pada Kurama yang berada di sisi kirinya.
Kini pandangannya kembali terfokus pada Hinata. Mentap gadis itu dengan pandangan penuh rasa penasaran.
"Para tetua merencanakan sesuatu yg menarik ya"
Hinata memejamkan mata lalu mengangkat bahu dengan acuh.
"Entahlah, aku hanya menyampaikan pesan dari pusat saja~". Ujar Hinata.
Naruto mengangguk beberapa kali sembari mengelus dagu. Sedikit berpikir dengan apa yang akan terjadi di pertemuan nanti. Helaan nafas keluar dari mulut pemuda pirang itu.
"kurasa pertemuan ini akan menjadi hal yang menyusahkan.." ucap Naruto sembari menundukan kepala.
"kalau begitu berjuanglah, urusanku di sini sudah selesai!" ucap hinata sembari berbalik dan mengangkat sebelah tangannya.
Naruto menaikan wajahnya, memandang hinata yang telah berbalik.
"Eh? tidak mau mampir ke compound dulu?"
Hinata menolehkan wajahnya, melirik pemuda Uzumaki itu dari sudut matanya. lalu menarik sudut bibirnya.
"Terima kasih atas tawarannya, uzumaki! Tapi aura yokai yang berlebihan tidak baik untukku…" hinata kembali meluruskan pandangannya. Membelakangi naruto dan paradenya.
Sembari melangkah dengan perlahan gadis itu menutup mata untuk sesaat.
'Onmyouji dengan aura yang mengundang makhluk supranatural, kau memang anomaly Uzumaki Naruto' batin hinata dengan sebuah senyum simpul di Wajahnya.
Uzumaki Compound
Terlihat naruto tengah terduduk di atas pohon sakura yang cukup besar, sembari menenteng sebuah minuman kaleng pemuda itu memandang bulan yang redup.
"Apa ada yang menggaggu pikiranmu,Tuan muda?"
Naruto mengalihkan direksi pandangannya pada asal suara yang mengintrupsi indra pendengarnya.
"Ah,Kakugyouki~ Tidak, aku hanya sedikit kepikiran saja soal undangan itu.."
kakugyouki mengangguk pelan, lalu mendudukan dirinya di akar pohon sakura yang sedang naruto naiki.
"Tidak perlu khawatir soal itu tuan muda! jika terjadi sesuatu, aku dan hishamaru pasti akan melindungimu! "
Naruto tersenyum. "Aku mengandalkan kalian" ucap pemuda itu yang kemdian menengguk minuman kalengnya lalu menyenderkan tubuhnya di batang pohon sakura itu.
Unknown place
"Jadi apa semu berjalan sesuai rencana? " sebuah suara berat terdengar menggema di ruangan dengan penerangan minim itu.
Terlihat siluet pria yang tengah terduduk di sebuah kursi, sembari menyilangkan kaki dan menopang dagunya dengan tangan kiri sisi kursi itu.
Manik coklatnya menatap seorang pemuda bersurai hitam bermanik lavender yang terlihat kosong. Pemuda bermank lavender itu menundukan kepalanya sembari membungkuk di depan pria tadi
"Ya, kami telah memenuhi semua syaratnya tuan!" pria yang tengah berlutut itu berkata.
Tok
Tok
Tok
Jemari di tangan kanan pria yang terduduk tadi mengetok sisi lain dari kursi. Untuk sejenak mereka terdiam.
"Hmm, kalau begitu mulai oprasi tahap 1!" ucap pria tadi sembari menarik sudut bibirnya
To be Continued…
Maaf karena lama update, author masih sibuk bgt sama kerjaan (_ _)
btw segini dulu ya, blm masuk main plot sih~ baru awal dari arc pertama~
Jadi maaf klo nggak menarik dan terkesan banyak dekripsi yang bosenin
ohya sedikit bocoran, itachi di sini bukan fallen angel ya dan Sai itu manusia loh~ soal kakugyouki sendiri saya ambil konsep dari Tokyo raven, nnti author jelasin siap kakugyouki/ibaraki douji di sini~ kedepannya mungkin author bakal deskripsikan anggota parade naruto dengan lebih spesifik
Dan akhir kata Author sangat ber terima kasih sekali buat para rader yang udah baca, review ,follow dan fav…
Oke see ya di next chap
Silahkan tulis kritik dan saran di kolom Review reader sekalian
HizaChin
