Tittle :
Just Lovin' Me
Author : BlaueFee
Part : 2/?
Pairing : Yunjae
Other Cast : Yoochun, Junsu, Changmin and Others
Rate : T
Genre : Romance, Little Angst, Family, BrotherShip
Warning : Yaoi, Boys Love, BoyXBoy, M-Preg, Typos.
Disclaimer : Their not Mine. But, This story real mine.
Summary : No Summary
.
.
.
Pesta pernikahan Yunho dan Jaejoong di gelar dengan sangat meriah. Hal yang wajar mengingat latar belakang keluarga Yunho. Seminggu berlalu semenjak kejadian meninggalnya Yoojung. Empat hari kemudian pernikahan Yunho dan Jaejoong di gelar di Belanda. Karena disana salah satu negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Sedangkan hari ini, setelah sehari sebelumnya kembali dari Belanda, resepsi pernikahan di gelar dengan sangat mewah. Walau berita pernikahan Yunho yang tidak 'wajar' ini cukup menggemparkan. Namun, banyak dari mereka tutup mulut. Karena sedikit saja mulut mereka berkata buruk tentang anggota keluarga Jung, sudah di pastikan hidup mereka akan sengsara.
Jaejoong sedari tadi sibuk dengan dunianya. Jaejoong tidak mengenal satupun dari tamu undangan. Karena memang Ia tak mengundang siapa-siapa. Selain karena tidak mempunyai satupun keluarga, Jaejoong juga tidak memiliki teman. Jaejoong adalah tipe manusia anti sosial. Dalam hidupnya dulu hanya ada noona nya saja. Makanya semenjak Yunho meninggalkannya karena sibuk menyambut tamu, Jaejoong cuma berdiri di sudut ruangan dengan segelas minuman ditangannya. Memperhatikan bagaimana kalangan atas berpesta. Ia takut untuk bergabung, karena Jaejoong tahu Ia tak akan bisa sama seperti mereka.
"Jaejoong-ah.." Seseorang menepuk bahu Jaejoong pelan. Membuat Jaejoong menoleh cepat dan melihat seorang pemuda berambut pirang yang tersenyum manis padanya. "Kau sendirian?" Tanyanya lagi. Jaejoong hanya mengangguk kikuk. "Kenapa tidak bergabung?"
"A-aku tidak terlalu suka pesta.." Kilah Jaejoong. Sedangkan pria tadi tersenyum dengan suara khasnya. Mengundang kerutan di dahi Jaejoong.
"Oh, ya ampun. Maafkan aku.." Pemuda tersebut merasa tak enak karena tertawa. Ia juga heran, sebenarnya tak ada yang lucu dari ucapan Jaejoong. Tapi seketika tawanya keluar. " Kau mengenalku?" Tanyanya lagi. Jaejoong menggeleng.
"Ya ampun. Yunho sudah mengenalkanku padamu saat di Belanda.." Jaejoong mencoba mengingat lagi. "Jangan bilang jika kau juga tidak tahu bahwa aku ikut menghadiri pernikahanmu dan Yunho di Belanda.." Sebagai jawaban Jaejoong hanya cengengesan merasa ucapan pemuda tadi benar.
"Kim Junsu, namaku.." Ucap pemuda tadi mengulurkan tangan. Jaejoong menyambut uluran tangan tersebut.
"Kim Jaejoong.."
"Aku tahu" Jawab Junsu tersenyum. "Ah, aku ini sahabat Yunho sedari kami SD. Sebenarnya ada seorang lagi, namanya Park Yoochun. Tapi sepertinya tadi Ia berbincang dengan Yunho dan Changmin.." Jaejoong mengangguk walau tidak ingat siapa itu Yoochun. Yang Jaejoong ingat hanya pria bernama Changmin, karena sebelumnya mertua Jaejoong mengenalkan Jaejoong pada seluruh keluarga besar mereka. Dan Changmin adalah sepupu Yunho yang lebih muda dua tahun dari Yunho.
"Kau tidak terlalu suka pesta kan? Bagaimana jika kita ke lantai atas? Sedikit mengobrol, atau mungkin kau ingin tahu lebih banyak mengenai suamimu.." Junsu mengerling nakal pada wajah Jaejoong yang sedikit bersemu. Entah kenapa mendengar kata 'suami' Jaejoong sedikit tersipu.
Sedangkan Junsu dan Jaejoong menaiki tangga menuju lantai atas kediaman Jung, Yunho dan Yoochun beserta Changmin yang memperhatikan mereka sedari tadi mulai bicara.
"Hyung,menurutku Jaejoong tidak buruk juga.." Ucap Yoochun yang sedari pernikahan Yunho di Belanda memperhatikan Jaejoong dengan seksama.
"Hem, aku tahu. Jaejoong itu tidak jelek. Dia tampan dan cenderung cantik. Tapi, dia laki-laki Yoochun-ah.."
"Aku tahu, hyung. Tapi sekarang Jaejoong adalah pasangan hidupmu. Mau tak mau kau harus menerimanya dan memperlakukannya sebagai pasanganmu.." Nasehat Yoochun.
"Tapi aku mempunyai pasangan seorang laki-laki. Laki-laki harus bersama dengan perempuan. Itu kodratnya.." Ucap Yunho lagi. Sedangkan Changmin hanya mendengarkan kedua hyungnya tersebut berdebat. Ia tidak mau menyela, karena sekali-kali menyela terkadang ucapannya dapat membuat orang emosi.
"Ada beberapa pasangan sesama jenis yang hidup dalam pernikahan hyung. Lagipula, ini permintaan eommonim. Jangan sampai eommonim merasa bersalah seumur hidupnya karena tidak bisa memenuhi permintaan kakak Jaejoong.."
"Yoochun hyung benar. Tapi hyung.." Sela Changmin. Yunho dan Yoochun menoleh pada Changmin yang sejak tadi diam sekarang bicara sesuatu.
"…Jaejong itu laki-laki. Dia tidak bisa memberikanmu keturunan. Sedangkan kau adalah anak satu-satunya. Apa tidak apa-apa jika keluarga kalian tidak punya penerus?" Ucapan Changmin seakan menyadarkan Yunho dan Yoochun. Itu benar, bagaimana dengan anak? Apa nanti Yunho bahkan tidak bisa menggendong seorang anak.
"Ahh, molla!" Ucap Yunho frustasi. Sedangkan Yoochun dan Changmin hanya melihat Yunho dengan tampang kasihan.
Yunjae
Pesta pernikahan sudah berakhir sejam yang lalu. Sekarang Jaejoong terduduk gelisah di kamar yang di tempatinya bersama Yunho. Dulu kamar ini adalah kamar Yunho, sekarang Yunho berbagi kamar dengan Jaejoong. Jaejoong terus-terusan memperhatikan pintu kamar mandi. Jaejoong menanti Yunho dengan gugup. Apa beberapa saat lagi ia akan melakukan 'malam pertama' bersama Yunho?
Jaejoong meremat kedua tangannya yang berkeringat. Jujur, Jaejoong belum siap sama sekali. Tapi Ia harus mengerti bahwa sekarang Ia sudah menjadi pasangan seseorang. Dan dalam hal ini ia sadar, bahwa kedudukannya adalah sebagai seorang isteri dari Yunho.
"Kau kenapa?" Jaejoong terkejut dengan suara Yunho yang tiba-tiba terdengar di gendang telinganya. Jaejoong mengerjabkan matanya pelan saat tersadar ternyata Yunho sudah berada di depannya. Dan wajahnya memerah melihat Yunho hanya memakai kaus singlet dan celana pendek. Yunho memegang sebuah handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
"Istirahatlah, kau pasti lelah.." Ucap Yunho tanpa menoleh pada Jaejoong. Ia menuju cermin dan mulai mengeringkan rambutnya. Melalui pantulan cermin yang cukup besar itu, Yunho melihat Jaejoong yang merebahkan tubuhnya dengan gugup. Yunho tersenyum tipis, Jaejoong seperti tegang jika berdekatan dengannya.
Tidak ingin berlama-lama, Yunho menyimpan handuk kecil tersebut dan melangkah menuju tempat tidur. Ia menuju sisi tempat tidur sebelah kiri yang kosong. Sedangkan spot kanan sudah terisi oleh Jaejoong. Yunho masuk ke dalam selimut. Sedangkan Jaejoong yang tersadar akan kehadiran Yunho tersentak. Ia memang menghadap pada sisi yang di tempati Yunho. Menyadari reaksi Jaejoong, Yunho menoleh pada Jaejoong. Ia menggeser badannya sehingga Ia dan Jaejoong sekarang berhadap-hadapan.
"Kenapa?" Tanya Yunho penasaran. Menyadari posisi mereka yang terlalu dekat, Jaejoong memundurkan tubuhnya. Wajahnya memerah seketika. Sedangkan Yunho yang menyadari perubahan wajah Jaejoong tercenung sejenak. Jaejoong terlihat semakin cantik dengan warna peach yang menyebar di pipinya tersebut. Dengan susah payah Yunho menahan keinginan untuk mencium kedua pipi tersebut.
"Ti-tidurlah. Kau butuh istirahat.." Ucap Yunho mencoba terlihat tidak gugup. Sedangkan Jaejoong hanya mengangguk singkat. Melihat Jaejoong mengangguk, Yunho berbalik memunggungi Jaejoong. Yunho memegang dada kirinya yang berdetak cepat. Ia teringat dengan wajah merah Jaejoong. Wajah imut Jaejoong yang mengangguk gugup dengan surai hitam yang menjuntai di keningnya.
'Ya Tuhan, jangan bilang jika aku mulai menyukainya..'
Yunjae
Yunho dan Jaejoong turun bersamaan dari lantai atas menuju ruang makan. Yunho berjalan santai, sedangkan Jaejoong tidak berhenti merutuk. Bagaimana bisa Ia bangun setelat ini dan tidak menyiapkan apa-apa untuk sarapan. Dirumahnya, Ia terbiasa menyiapkan sarapan untuk dirinya dan noonanya.
"Sayang, kalian baru bangun.." Ibu Yunho menyambut kedatangan Yunho dan Jaejoong dengan senyuman. Ia langsung menyuruh beberapa pelayan untuk menghidangkan makanan untuk Yunho dan Jaejoong.
"Eommonim, maaf aku tidak membantu menyiapkan sarapan.." Jaejoong berucap dengan nada bersalah. Sedangkan Ibu Yunho hanya tersenyum tipis.
"Tidak apa-apa. Kau tidak perlu menyiapkan sarapan atau memasak Jae. Disini ada pelayan yang melakukan pekerjaan itu.."
"Aku tidak boleh me—masak?" Tanya Jaejoong khawatir. Matanya membulat dan menatap Ibu Yunho memastikan. Ditatap seperti itu membuat ibu rumah tangga tersebut menjadi salah tingkah.
"Bu-bukan begitu. Disini sudah ada pelayan yang membantu. Memangnya kau bisa masak?" Tanya Ibu Yunho tanpa maksud meremehkan Jaejoong.
"Tentu saja. Aku yang sering memasak dirumah dari pada noona.." Ucap Jaejoong lantang. Yunho yang mendengarnya sejenak berhenti menyuapkan makanan dalam mulutnya. Beberapa saat kemudian baru Ia memulai makan lagi. Changmin yang sedari tadi memang berada disana bersama Ibu Yunho tersenyum jahil.
"Jae~" Panggil Changmin dengan suara melambai. Yunho yang mendengarnya menatap Changmin dengan pandangan membunuh.
"Nde, hyung?" Tanya Jaejoong.
"Sepertinya Yunho hyung ingin memakan masakanmu. Sebaiknya besok kau bangun pagi-pagi memasak sarapan untuk suami mu tercinta. Hoho.." Yunho tersedak makanannya. Sedangkan Changmin dan Ibu Yunho sudah tertawa dengan reaksi Yunho. Beda lagi dengan Jaejoong yang menatap Yunho penasaran.
"Kenapa?" Tanya Yunho pada Jaejoong yang menatapnya lama. Jaejoong hanya menggeleng. "Kalau tidak mau memasak juga tidak apa-apa.." Ucap Yunho tenang sambil meneruskan sarapannya. Padahal ia gugup bicara seperti itu pada Jaejoong.
"Eh.. Iya, besok aku akan memasak untuk Yunho hyung.." Tersadar dari ucapan Yunho, Jaejoong spontan menjawab seperti itu. Lagipula tidak ada salahnya memasak untuk suami sendiri. Sedangkan Yunho sudah tersenyum diam-diam.
Changmin dan Ibu Yunho yang melihat hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan pasangan baru ini yang masih malu-malu.
.
.
.
TBC
.
.
.
