Angin kembali berhembus kencang di malam yang dingin itu. Malam yang seharusnya menjadi malam yang indah dengan penuh berkah Tuhan, kini harus menjadi malam mencekam yang penuh dengan pertumpahan darah.
Kyuhyun menatap langit malam yang mulai menurunkan saljunya. Ia lalu menutup matanya perlahan. 'Ada apa ini?'
.
.
.
Warning :
Not for underage. And, harap exit untuk yang tidak suka adegan berdarah-darah. Mungkin ini akan sangat mature.
Terinspirasi dari film Final Destination. Atau mungkin Final Destination modified? Entahlah. Mohon maaf jika ada kesamaan karakterisasi atau mungkin sudah pernah ada yang membuat cerita yang sama dengan ini. Sungguh, ini murni hasil pemikiran saya (:
OOCness, Gajeness, Typo's, AU, Not Bashing Chara, and other. Don't like? Don't read!
.
.
A Super Junior's Fanfiction
Super Junior © Themselves and SM Entertainment
B2ST © Themselves and Cube Entertainment
Final Destination © Their film
.
.
.
Tragedy – Suspense – Supernatural
.
Apakah kamu percaya pada makhluk gaib yang membisikkan kematian?
Di saat kau mempercayainya, di sanalah ajalmu.
..
For Siti Maemunah birthday =) *lupa penname XD*
.
.
.
FBI Headquarter, 11.00 p.m.
Hening.
Tak ada seorangpun yang berani membuka pembicaraan. Semuanya masih terdiam lemas dengan tangan yang menutupi wajah mereka. Kejadian beberapa jam yang lalu masih terus berputar di kepala. Sungguh, sebuah kejadian yang sangat tak disangka-sangka.
Kriiiettt…
Seseorang dengan perawakan yang tinggi tegap berjalan memasuki ruangan yang beraura gelap itu. Tampangnya yang datar, dengan tatapan onyx yang tajam sangat mencirikan bahwa ia adalah seorang polisi yang berwibawa.
Di belakangnya, tiga orang lelaki dengan perawakan yang hampir sama dengannya, berjalan mengikuti langkah sang polisi. Tiga orang itu tidak terlihat seperti polisi, mungkin seorang agen rahasia atau apalah itu yang menangani kasus kriminal.
Merasa ada yang mendekat, Leeteuk pun mendongakkan kepalanya. Rasa bersalah juga ketakutan yang tadi sempat menyelimuti hatinya, kini berangsur-angsur menghilang. Karena percuma saja ia terus terpuruk, hal itu tak akan membuat waktu kembali berputar dan menjadikan semuanya seolah tidak pernah terjadi apapun.
"Ehm," Polisi berperawakan gagah itu berdehem pelan, mencoba mencari perhatian orang-orang penting—yang malang—di sekelilingnya. Raut ketakutan masih terlihat jelas di sana.
"Perkenalkan, saya Inspektur Doojoon, dari kepolisian pusat Amerika. Unit Satu, Divisi Pembunuhan dan Kasus Berat," lanjutnya memperkenalkan diri dengan wajah yang begitu tenang seolah-olah kasus ini bukanlah apa-apa baginya.
Tidak ada yang menjawab. Mereka semua masih membisu dengan pandangan yang sulit diartikan. Antara rasa takut yang tiada berujung dan juga seperti sedang memperhatikan dengan khidmat beberapa orang kepolisian di depannya.
"Setelah melihat lokasi kejadian dan bukti-bukti di lokasi, juga kesaksian dari kalian semua, kami rasa ini adalah murni kecelakaan," sahut salah seorang lelaki tadi yang datang bersama Inspektur Doojoon.
"Benarkah?" Mata Kyuhyun menyipit tak suka. Giginya bergemelutuk pelan menahan emosi. "Sepertinya, semua kejadin tadi sudah direncanakan sebelumnya. Aku bisa merasakannya! Dan aku juga melihatnya!" ucapnya setengah berteriak. Sungmin yang berada di sampingnya hanya bisa mengelus lembut punggung Kyuhyun.
"Kami butuh banyak waktu untuk bisa menerima semuanya," Menghela napas sejenak, Leeteuk lalu melihat wajah rekan-rekannya. "Jadi, apakah kasus ini akan dilanjutkan ke tahap yang lebih tinggi?"
"—dilanjutkan ke tahap penyelidikan atau apalah itu," ucap Siwon masih dengan wajah yang ditutupi oleh kedua telapak tangannya.
"Entahlah. Tapi tak ada satupun bukti yang membuat kami harus melanjutkan penyelidikan," ucap salah seorang lagi.
"Junhyung benar. Mustahil jika ini kriminal yang direncanakan. Tak ada bukti yang mengarah padanya. Inspektur Junhyung dan Gikwang sudah menelusuri lokasi secara detail." Seorang detektif kepolisian turut membenarkan penuturan Junhyung—lelaki yang tadi datang bersama Doojoon.
"Akh! Berlama-lama di sini bisa membuat kita gila! Apakah kita tidak bisa pulang sekarang?" ujar Donghae sarkastik. Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Hampir saja, hampir! Air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya akan kembali terjatuh.
Semuanya diam.
Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Leeteuk yang merasa bertanggung jawab atas kejadian ini, menatap intens rekannya satu persatu.
Di kursi sebelah kanan pojok. Siwon duduk sendiriran dengan mata yang terpejam dan tangan yang mengepal. Ia lebih memilih duduk sendiri agar bisa lebih tenang menghadapi insiden tiba-tiba tadi.
Di kursi dekat pintu. Eunhyuk yang diam membisu serta Donghae dengan tubuh yang bergetar menahan tangis.
Di kursi sebelah kiri pojok. Kyuhyun yang terus menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ditemani oleh Sungmin yang berusaha meyakinkan evil maknae itu bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Dan di kursi sebelah kanan dekat dengan kursi petugas kepolisian. Di sanalah sang leader duduk. Tak jauh darinya, terlihat Yesung yang menyenderkan kepalanya ke tembok dengan mata yang terpejam.
Leeteuk bingung harus bagaimana. Antara sedih, kecewa, marah, dan lain sebagainya. Tapi inilah permainan takdir yang kejam. Ya, sepertinya takdir sedang ingin bermain-main bersama mereka.
Siapa yang menentang takdir, maka kematian adalah balasannya…
Final Destination
.
Bagian 2 : Act 2 : 2 + 4 = 12
.
.
Ini adalah permainan takdir. Salah langkah, maka kau akan terjebak selamanya.
Kau tak bisa mundur sebelum memecahkan kode kematian ini.
2 + 4 = 12
Menurutmu, angka itu merujuk pada siapa?
Karena yang selanjutnya adalah dia yang memiliki angka ini…
Byuuur
Suara guyuran shower terdengar nyaring dari dalam kamar mandi Kyuhyun. Sekitar pukul dua belas malam mereka baru bisa pulang dengan tenang ke hotel dan tidur nyenyak di kasur yang empuk. Dan menganggap bahwa semua yang terjadi malam ini adalah mimpi buruk di malam natal.
Oh ya, natal kali ini adalah natal terburuk sepanjang sejarah mereka hidup di dunia ini. Tak ada kado, tak ada pohon natal, tak ada hiasan, dan lain sebagainya. Yang ada hanyalah darah, jeritan dan tangisan yang begitu mengiris hati.
"Kyu, sudah belum mandinya? Sudah kusiapkan roti panggang dan susu untuk makan malam kita," sahut Sungmin dari dalam dapur yang masih sibuk membuat roti dan susu layaknya seorang 'ibu rumah tangga'.
"Ne," Kyuhyun menyahut pelan dari dalam kamar mandi. Dan tak berapa lama kemudian, sosoknya sudah berada di dapur dan bergegas menghampiri Sungmin yang siap menyantap makanannya.
"Apa kau tidak takut gendut makan malam-malam begini?" sahut Kyuhyun cuek seraya duduk di kursi sebelah kanan Sungmin.
Empat tanda siku-siku muncul di dahi pecinta warna pink tersebut. Bibirnya mengerucut kesal, tanda tak terima pendapat Kyuhyun barusan.
"Daripada kau mati kelaparan, sebaiknya cepat makan!" jawab Sungmin jengkel. Ia kemudian melahap rotinya dengan wajah yang sangat kusut.
"Hahaha… ya sudah cepat habiskan dan tidur," kekeh evil maknae itu plus dengan seringai mengejeknya. Ia tetap bergeming, meskipun Sungmin menatapnya dengan tatapan 'ini-tidak-lucu-Kyu'.
*"*"*"*"*
Matahari sudah bersinar sangat terang saat Leeteuk bersama kawan-kawannya berada di acara pemakaman masal sekaligus acara mengenang mereka yang tewas pada tragedi semalam di Cina Mann Theatre.
Para personil boyband itu hanya tertunduk lemas dengan sesekali menyeka buliran air mata yang keluar dari manik mereka.
Acara itu tidak berlangsung cukup lama. Setelah selesai, mereka kemudian menyimpan setangkai bunga mawar putih di depan foto para korban sebagai bentuk penghargaan terakhirnya.
"Setelah ini… kita harus bagaimana?" ucap Yesung memulai pembicaraan di antara mereka. Iris hitamnya masih terpaku pada foto rekan-rekannya yang tewas dalam kejadian mengerikan semalam.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Sekarang, kita pulang lalu berkumpul di kamarku, ya!" ucap Leeteuk menenangkan teman-temannya. Menghela napas sejenak, ia pun segera berjalan meninggalkan mereka yang masih terpaku.
"Hei, chakkaman!" teriak Siwon lalu berlari mengejar sang leader yang sudah jauh berada di depannya.
Seperti disadarkan dari tidur panjangnya, mereka pun segera berjalan menyusul Leeteuk dan Siwon yang sudah jauh berada di depan mereka.
"Kyu, menurutmu kenapa ini bisa terjadi?" ucap Sungmin pelan dengan wajah imutnya yang menyiratkan rasa keingintahuan yang begitu besar.
Kyuhyun mengedikkan bahunya cuek. "Entahlah. Kuharap kejadian mengerikan itu adalah yang pertama dan terakhir bagi kita."
Namja di sebelahnya hanya mengangguk mengerti. Mereka pun kembali meneruskan langkahnya dalam keheningan.
BUKK
"Hey, kau!" teriak Yesung dengan berang. Serentak, mereka pun melihat ke arah Yesung yang tengah menatap seorang bocah dengan tatapan seolah ingin membunuh.
"S-sorry, Sir," ucap bocah laki-laki itu kemudian berlari bersama kedua temannya yang juga merasa ketakutan dengan aura membunuh yang dikeluarkan Yesung.
"Kau terlalu kejam," sahut Eunhyuk sambil meringis menahan tawa.
"Itu hanya kaleng. Bagaimana jika ada batu besar yang menimpa kepalamu, Hyung?"
Yesung hanya melirik sekilas Donghae yang cekikikan berusaha sekuat mungkin menahan tawanya. Bagaimanapun juga, ia masih punya perasaan untuk tidak tertawa di saat rekan-rekannya sedang berduka.
Sungmin dan Kyuhyun yang berjalan di barisan paling belakang hanya tersenyum geli melihat rekannya. Setidaknya, suasana di antara sudah mulai kembali seperti semula.
Tapi sepertinya tidak untuk Kyuhyun. Evil maknae itu terlihat sedang terfokus pada kaleng minuman yang tadi mengenai kepala Yesung, yang kini berada di dekat sebuah plang bertuliskan '24th Victoria Street'.
"Hm…" gumam Kyuhyun saat menyadari ternyata kaleng tadi adalah sekaleng vodka dengan kadar alkohol yang tidak biasanya, yakni dua puluh empat persen. Ia lantas berpikir, apakah anak sekecil tadi sudah boleh meminum sekaleng vodka dengan kadar alkohol yang cukup tinggi bagi anak-anak?
"Cepatlah sedikit! Sepertinya sebentar lagi salju akan turun," kata Donghae yang ternyata sudah masuk ke dalam mobil mereka.
"Ah, ne!" Maknae itupun tersadar dari lamunannya lalu segera berlari mengejar Sungmin yang juga ternyata sudah beberapa langkah di depannya.
*"*"*"*"*
"Aku ingin pulang, Hyung," sahut Sungmin dengan wajah ditekuk. Sangat mirip dengan anak kecil yang sedang memohon dibelikan mainan pada ayahnya.
"Kau yakin? Waktu kita untuk liburan masih sampai awal tahun nanti."
"Sepertinya seru menghabiskan malam tahun baru di pantai dekat sini. Benarkan, Hyung? Hahaha…" canda Siwon seraya menyesap secangkir teh hijau hangat guna menghilangkan rasa kedinginannya.
"Kau ini. Di pantai pasti ramai sekali," gerutu Donghae yang masih tetap dengan posisinya di dekat jendela dengan memeluk boneka angry birds favoritnya Siwon.
Sesampainya mereka di hotel tempat mereka menginap, dan setelah menyelesaikan urusan masing-masing. Sesuai dengan janji mereka pun segera berkumpul di kamar Leeteuk. Yah, berhubung kamar sang leaderlah yang paling luas.
"Hey, bagaimana jika besok kita berkunjung ke Hollywood Walk Of Fame? Aku penasaran sekali," celetuk Yesung yang sedang terbaring di tempat tidur sambil membaca majalah wisata yang disediakan oleh hotel tempat mereka menginap.
"Kau membaca majalah? Memangnya kau mengerti bahasanya?" ejek Kyuhyun sambil sedikit terkekeh. Diikuti kikikan lucu dari yang lainnya juga.
"Sudah-sudah. Kenapa malah jadi ribut?" ujar Leeteuk menengahi pertengkaran tidak jelas di antara mereka. Namun, jauh di lubuk hatinya ia sangat bersyukur ternyata tragedi kemarin tidak membuat semangat rekan-rekannya yang selamat menghilang.
"Kalau begitu, jadinya kita pulang kapan, Hyuuuung?" kata Sungmin yang semakin mengerucutkan bibirnya kesal.
"Tergantung. Tapi sepertinya usulan Yesung tidak terlalu buruk. Bukankah kita kesini untuk liburan?" jawab Leeteuk dengan senyuman malaikatnya sambil sedikit melirik ke arah Yesung yang wajahnya langsung cerah.
"Hyung, kau penasaran ingin melihat-lihat bangunannya, atau penasaran ingin melihat-lihat artisnya, hm?" Kali ini giliran Eunhyuk yang mengejek Yesung. Wajah yang tadinya secerah mentari pagi itu kini buram seburam awan mendung di pagi hari.
"Hahaha…" Serentak semua yang berada di sana pun tertawa, yang membuat wajah Yesung semakin mendung saja.
"Sudah cukup. Sekarang kalian beres-beres saja dulu di kamar kalian masing-masing," kata Leeteuk bijak sambil sedikit meringis menahan tawa. Tidak etis kelihatannya jika seorang leader juga menertawakan kesalahan anggotanya, dan bukannya meredam kekacauan yang ada.
"Baiklah, sampai jumpa besok!" kata Kyuhyun datar kemudian berjalan meninggalkan teman-temannya.
"Pokoknya, jangan sampai ada yang terlambat. Sekarang bersenang-senanglah!" teriak Leeteuk penuh semangat.
Semuanya pun menjawab serentak. "Ne!"
*"*"*"*"*
"Kyu, mau makan apa?"
"Apa saja. Tega sekali leader kita itu tidak memberikan makanan apapun," dengus Kyuhyun yang masih sibuk mengganti-ganti channel di televisi. "Tidak ada yang seru."
"Kita kan sudah besar. Lagipula, sepertinya Hyung masih terpukul dengan kejadian kemarin, dan pasti butuh banyak tenaga untuk memikirkan masa depan kita nantinya."
"Terserah. Aku lelah, Minnie. Aku ingin cepat tidur."
Namja penyuka warna pink itu menggelengkan kepalanya pasrah. Entah kenapa sejak kejadian itu sang maknae kesayangannya menjadi pendiam dan begitu dingin.
"Eh, Kyu. Coba lihat koran ini," kata Sungmin seraya mendekati Kyuhyun yang sedang duduk santai sambil menyesap segelas kopi panas.
"Mwo?"
"Hm…" Sungmin membolak-balikkan Koran itu dengan serius. Ia kemudian mengangguk-anggukan kepalanya tidak jelas. "Bukankah teka-teki ini menarik?"
"Apanya yang menarik?"
"Dua ditambah empat sama dengan dua belas. Bukankah dua dan empat juga kelipatan dari dua belas? Ayolah, kau kan jenius, Kyu. Masa yang begini saja tidak tahu! Dasar payah!" cibir Minnie kesayangan sang maknae itu yang berhasil membuatnya mengerutkan dahi kesal.
BRAKK
"Eh, apa itu?" ucap Sungmin kaget. Koran yang berada di tangannya jatuh ke lantai. Bagian atas Koran itu memperlihatkan berita yang sebagian halamannya tertekuk.
'The Day After Tomorrow' adalah judul yang menjadi topik dari halaman itu. Film horror yang sangat terkenal ini diberitakan akan membuat sekuel keduanya bulan agustus mendatang.
'24 hours with scream. Coming soon at August 24th 2012'
Kyuhyun tertegun melihat berita itu. Sekelebat bayangan aneh datang begitu saja. Membuat remot yang berada di tangannya terjatuh, yang kini tangannya sudah berada di kepalanya. Dengan sekuat tenaga ia mencengkram tempurung kepalanya, seakan-akan sedang menahan rasa sakit yang teramat.
"Hey, kau kenapa? Tadi hanya suara angin. Aku lupa menutup jendela," sahut Sungmin seraya berlari kecil ke tempat Kyuhyun terduduk setelah menutup jendela yang terbanting angin malam tadi.
"A-anni. Aku hanya kurang tidur," elak Kyuhyun kemudian berjalan menuju tempat tidurnya bersama Sungmin. "Kau makanlah dulu. Aku tidur duluan."
Namja berwajah imut itu hanya berdiri melongo. Karena tanpa basa-basi Kyuhyun sudah mengambil alih tempat tidur mereka dan memejamkan matanya dengan damai. Kini ia hanya sendirian yang hanya ditemani secangkir kopi hangat dan bahan makanan yang belum diolah.
"Awas, kau!"
Dengan cemberut Sungmin pun membereskan kamarnya yang cukup berantakan itu. Setelah selesai, ia pun segera menyusul sang maknae ke alam mimpi.
Tik tik tik
Denting jam begitu jelas terdengar di ruangan yang sunyi itu. Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam waktu setempat. Tapi Kyuhyun masih juga terjaga dari tidurnya. Sebenarnya, ia tadi tidak benar-benamengantuk, sehingga kini ia harus berpura-pura tidur karena tidak mau mendapatkan serangkain pertanyaan dari Sungmin yang pasti akan mengkhawatirkannya.
Sekilas bayangan tentang kejadian kemarin malam terlintas kembali di ingatannya. Di mana seluruh rangkaian kematian yang dilihatnya sungguh sangat mengerikan. Untung saja ia bisa selamat dari tragedi mencekam itu. Tapi entah kenapa perasaannya tidak membaik sedikitpun.
DEG
Kyuhyun melihat sebuah bangunan yang besar menjulang dengan hiasan yang begitu mencolok. Kemudian ia berpindah dengan cepat menuju tempat parkir di mana teman-temannya berada dan…
"AAARRRGGGHHH!" teriaknya yang berhasil membuat Sungmin terbangun.
"Waeyo, Kyu?" ucap Sungmin cemas seraya mengambilkan segelas air putih untuknya.
"Anny. Ha-hanya mimpi," kilah evil maknae itu masih dengan tangan memijat-mijat pelipisnya yang terasa berdenyut pusing. Ia yakin, jika yang dilihatnya barusan bukanlah mimpi, melainkan kejadian yang sepertinya pernah atau mungkin akan ia alami. Itu begitu nyata.
"Kau membuatku cemas," gerutu Sungmin dengan wajah cemberut khasnya. "Sekarang, tidur lagi. Kau sudah baikan, 'kan?"
"Hn."
Sungmin pun menidurkan kembali tubuhnya yang masih terasa lelah untuk bangun semalam ini. Diikuti si evil maknae yang mencoba untuk terlelap meskipun sebentar saja.
*"*"*"*"*
"KYU BANGUN!" teriak Sungmin menyerah. Entah telah keberapa kali dirinya berteriak, tapi si maknae tersayangnya itu masih dengan tenang bergulung dengan selimut yang menyelimutinya.
"Enggh… apa sih? Aku masih ngantuk," gerutu Kyuhyun yang bukannya bangun malah semakin mengeratkan selimutnya.
"Bangun cepat, sudah pagi! Atau ingin kupanggilkan Hyung, eh?" ancam Sungmin dengan raut wajah antara kesal dan geli.
"Baiklah."
Dengan berat hati Kyuhyun membuka matanya. Ia kemudian berdiri dan mulai merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Dan dengan langkah yang diseret, ia memasuki kamar mandinya.
Di samping itu, Sungmin sudah menyeringai lebar menahan tawa. Setidaknya sedikit hatinya berkata bahwa seevil-evilnya makhluk bernama Kyuhyun itu, ia masih tetap takut pada leader mereka yang sebaik malaikat itu.
Cklek
"Eh?"
"Kenapa?" Kyuhyun mengelap rambutnya yang basah dengan wajah kesal. Ia merasa bahwa masih butuh tidur. Pasalnya, tadi malam ia hanya tidur beberapa jam saja karena mengalami 'hal' yang menurutnya gila.
"Cepat sekali mandinya?"
"Ck, sudahlah. Hyung pasti sudah menunggu kita," sahutnya cuek.
Sungmin langsung melongo. Bukankah seharusnya ia yang berbicara seperti itu? Hey, di sini sudah jelas bahwa si maknae itulah yang kesiangan—tapi kenapa ia berkata seolah-olah bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan sama sekali?
Namja imut itu kemudian hanya mendengus pelan. Mengalihkan kembali pandangannya pada televisi. Menunggu Kyuhyun bersiap-siap, setelah itu barulah keduanya menuju kamar Leeteuk.
*"*"*"*"*
"Megah sekaliii!" kata Yesung nyaris berteriak. Sementara itu, teman-temannya hanya menggeleng maklum.
Sebuah bangunan dengan atap yang menjulang tinggi. Kaca yang mengkilap diterpa sinar matahari, serta luasnya yang begitu megah. Menunjukkan bahwa bangunan itu bukanlah sembarang bangunan.
"Sekarang aku tanya, untuk apa kita kesini?" sahut Kyuhyun cuek. Irisnya masih meneliti setiap inci lekukan-lekukan bangunan yang kelewat mewah itu.
Mereka baru saja turun dari mobil yang kurang lebih telah sejam membawa mereka ke tempat ini. Namun kesenangan itu tidak bertahan lama. Mereka mendesah kecewa ketika ternyata sedang banyak perbaikan di sana-sini.
"Yah… bangunan sebagus ini mengapa harus diperbaiki lagi, sih?" gerutu Eunhyuk yang masih mulai berjalan mendekati areal yang jelas-jelas terpampang papan bertuliskan 'No Entire'.
"Heh, mau kemana kau?" teriak Siwon dari belakang badan Leeteuk. "Berhati-hati sedikitlah!"
"Hyukkie! Kau itu seenaknya saja!"
Dengan langkah yang cepat Yesung segera menghampiri Eunhyuk yang tengah serius menatap para pekerja di atasnya.
"Jangan terlalu dekat!" teriak Leeteuk yang masih berjalan dengan santai bersama rekan-rekannya yang lain.
BRAKKK
Sebuah besi terhuyung jatuh tepat di depan Kyuhyun yang berjalan sendirian. Dengan wajah yang kaget ia lalu mendongakkan wajahnya ke atas, dan mendapati seorang pekerja yang sedang meringis meminta maaf.
"Jangan terlalu dekat dengan besi-besi itu, Kyu!" bentak Sungmin sambil berkacak pinggang layaknya seorang ibu yang tengah memarahi anaknya yang nakal.
"Ne, cerewet."
Huuusssh
Angin berhembus dengan kencang. Klontang—sebuah papan penyangga tergeser sedikit oleh angin tadi. Cairan kental berwarna hitam dengan bau yang pekat tumpah membasahi permukaan besi yang menjadi kerangka bangunan itu.
'Aneh.'
"Sepertinya akan dibangun lagi, ya?" seru Donghae dengan pandangan mata menatap sekeliling—di mana peralatan-peralatan berat banyak terdapat di mana-mana.
"Sepertinya begitu," timpal Siwon seraya duduk di kursi taman yang berada agak jauh dari konstruksi bangunan tempat teman-temannya berada—kecuali Donghae dan Leeteuk tentu saja.
"Padahal kurasa bangunan yang lama pun masih bagus."
"Minnie… jangan bergerak. Diam di sana," perintah Kyuhyun dingin sambil berjalan menjauhi Sungmin, dan menyisakan seribu tanda tanya di benaknya.
'6 – 12 again'
"Apa maksudnya?" gumamnya kemudian ketika jaraknya dengan Yesung sudah dekat.
Krak
"Kau kenapa sih?" gerutu Sungmin seraya menggelembungkan pipinya kesal. 'Masa sih makhluk evil itu ingin merusak liburan lagi?'
"Ti-tidak mungkin. Ini…"
"Kyuhyun? Ada apa denganmu?" sahut Eunhyuk dengan tangan dikipas-kipaskan di depan rekannya yang terlihat lebih putih sekarang.
"Yesung AWAS!"
KRAK
TRAANG
BRAAAK
"AAARRRGGGHHH!"
"Eh?"
Semuanya mematung seketika. 'Ada apa ini?' batin mereka hampir bersamaan.
"Uhuk!"
"Kau baik-baik saja?" Eunhyuk yang jaraknya paling dekat, segera menghampiri Yesung yang jatuh tersungkur dengan bibir berdarah—menghindari insiden besi yang terjatuh tadi.
"Ka-kakiku sakit," rintihnya seraya berdiri. Liquid berwarna merah kental dan berbau karat itu tak hanya keluar dari sudut bibirnya, tapi juga dari lengannya yang luka akibat mengenai beberapa buah paku yang tergeletak di bawahnya.
"Kau ceroboh sekali sih!" bentak Leeteuk yang sudah berada di sana bersama Siwon dan Donghae.
"Sudah kubilang, jangan terlalu dekat!"
"Mi-mian—uhuk!"
"Hyung!" Sungmin berlari menghampiri Yesung. Namun belum sempat ia sampai di tempat rekannya itu, tangan kekar si evil maknae sudah membentang—menghalangi aksesnya menemui Yesung.
"Di sini saja."
"Ta-tapi—"
"—HYUNG CEPAT LARI!" teriak Kyuhyun sangat keras.
Menyadari bahwa bahaya akan datang, serentak mereka pun berlari menjauhi tempat Yesung terjatuh.
"Ayo hyung, bangun!" kata Siwon panik seraya membantu Yesung untuk bangun. "Cepat!"
"CEPAT!"
KRAK
Dengan bantuan Siwon, Yesung pun akhirnya bisa berdiri dan berlari menjauh. Setelahnya, sebuah mesin dengan kecepatan tinggi yang hilang kendali melintas di hadapan mereka. Menyisakan desahan napas yang memburu. Hampir saja.
'D-24'
"Heh, hampir saja!" desah Kyuhyun dengan napas yang masih memburu. Wajahnya masih menyiratkan rasa ketegangan yang sarat.
"Kau mau kemana lagi?" bentak Donghae ketika melihat Yesung tergopoh-gopoh menuju kursi yang letaknya lumayan jauh.
"Apa kau ti—"
"—apa?" ketus Yesung. Ia sudah lelah dibuat 'nyaris' sampai dua kali selama kurang dari satu jam.
"Ck!"
NGOOONG
TRAAANG
SYUUUT
BRAKKK
Napas-napas tertahan. Detak jantung mereka berpacu melebihi batas dengan wajah sangat pucat. Keringat dingin bercampur liquid anyir mengalir dengan deras.
"AAARRRGGGHHH!"
Seperti ditampar, mereka pun tersadar dengan keadaan sekeliling.
Hanya dalam hitungan detik. Semuanya. Telah. Berubah.
"Mu-mustahil…"
Seseorang yang 'nyaris' tadi kini bukan sekedar nyaris. Tapi telah telak ia kehilangan senyumnya. Tubuhnya telah dipenuhi cairan kental berbau karat.
Beberapa detik yang lalu.
Mesin yang melaju kencang tadi menghantam sebuah potongan besi yang membuatnya terlempar. Melayang membawa tubuh Yesung sampai menghantam besi di belakangnya. Tidak tanggung-tanggung, bambu runcing yang menyangganya pun turut menusuk tubuh Yesung yang terpental.
"Hyung…"
KRAAAK
BRAAAK
Sepertinya kematian masih belum puas dengan karyanya.
Akibat hantaman keras yang diberikan Yesung, sebuah besi terjatuh lalu menimpanya—dan menghancurkannya tampa ampun, sehingga kepalanya hancur menjadi serpihan. Organ dalamnya berhamburan tak tentu arah.
Bukan karena benturan saja sebenarnya. Cairan oli yang tumpah pun turut memperlancar jalannya besi tadi untuk jatuh dan menimpa tubuh putih porselen di bawahnya.
Mereka sudah terlalu lemas bahkan hanya untuk berteriak. Napas mereka sangat berat, sehingga mereka hanya bisa terdiam menyaksikan proses kematian rekannya yang tercinta.
Untuk kedua kalinya, mereka mengalami tragedi yang aneh ini. Dan sekali lagi. Rekan mereka meregang nyawanya dengan cara yang begitu tragis.
'Siapa lagi?' batin Kyuhyun pasrah. Matanya menatap ngeri seorang Yesung yang sudah tak berbentuk lagi.
Kejadian itu mengatakan
Bahwa kematian bisa datang kapan saja
Pada siapa saja
Dan di mana saja
Tanpa kau tahu prosesnya
Karena hanya dalam hitungan detik
Semuanya lenyap, tak bersisa
Dan kau juga tidak sempat menghitung seberapa banyak dosamu
Karena kematian
Begitu kejam merenggut nyawamu
.
.
.
# To Be Continued #
.
Author's Area!
Halohaihaloooo~ ketemu lagi sama saya~ #bighug
MAAF MAAF MAAF banget telat update, eung kayaknya udah dua bulan saya telantarkan fic ini ya? :3
Ini juga sudah dikebut pasca UN. Tapiii~ karena terhalang oleh berbagai macam test masuk ke SMA, jadilah terbengkalai lagi~ #gigitbesi
Semoga saja nanti hasilnya memuaskan. Semoga saya lulus dengan nilai yang memuaskan, juga nanti bakal diterima di SMA yang saya favoritkan dari duluuu~ doakan saya chinguuu~
Ehm, malah OOT -_-
Oke, special thanks for my sister, Kitsune Diaz isHizuka, yang seperti biasa dialah yang membantu saya 'mendalami' karakter si Yesung itu~ special thanks juga buat Nakazawa Ayumu yang udah ngingetin aku di kotak review XD gomawo chingu~
Kalo gitu, gimana cerita di chapter ini? Gimana thriller-nya? Belom kerasa ya? –' nanti chapter depan masih banyak kejutan yang bikin heboh mereka :D #diinjek
KyuMin hints-nya dikit ya? Apa engga? Ada yang tau apa aja hintsnya? XD
Dan, hehe aku juga nyisipin karakter B2ST. Yah mau bagaimana lagi, saya habis bingung siapa yang mau dijadiin polisinya :p semoga engga pada keberatan, ya!
Oke, sekian. Untuk chapter depan diusahakan apdet dengan cepat dan dengan cerita yang lebih baik lagi. So, kritik dan sarannya ditunggguuuuuu~ XDD
Review's Area!
# chi2 : annyeong haseo :D salam kenal juga^^ Hehe… makasih udah mau mampir di fic aneh ini. hihi… apanya yang bagus coba XP Mati semua ga? Ah, nanti dilihat saja yaa :D surprise deh ceritanyaaa! Gomawo ya sekali lagi udah mau RnR!
# Wonkyurity : hehe… maap ya lama ngupdatenya~ makasih udah suka sama ceritanya. Tapi ini masih belum bagus-bagus amat ko xP gomawo udah review :D
# naichull17 : annyeong :D salam kenal juga! Eum, panggil Ai aja ya XD ini bukan ff pertama ko ._. tapi pertama di akun ini dan di fandom ini~ #dor ada yang kurang ngerti? Apakah itu? Sebutin aja! Biar bisa saya perbaiki lagiii~ makasih juga buat sarannya (: apa di chappie ini Siwonnya masih—ehm? Hihi… amin! Semoga kita lulus dengan nilai yang memuaskan, ya! hwaiting^^ gomawo udah review, dan mianhae updatenya lama~
# MegaKyu : maap lama updateeee~ ah, mati engga ya? yayaya? #dor makanya, ikutin terus ya jalan ceritanyaa~ #ditampol gomawo udah review^^
# kyuminnie05 : maap ya lama. Hehe… makasih doanyaa :D gomawo udah review^^
# cholee kyumin : eum, udah kejawab kan di chappie ini? :D gomawo udah review~
# coklat : iya ini multichapter :D halloo gimana keadaan suamimu? Selamat ga diaa~? #plak gomawo udah review ;)
# Lee DeMin : maap lamaa~ xD hem, menurut kamu sesuai giliran ga? :D terus, kamu tau ga kalo rangkaian kematian yang aslinya gimanaa? #plakplakplak aduh, gimana ya? dibikin tewas engga ya? makanya, simak terus ceritanya! /eaaa daan, makasih doanyaa!
.
# WONKYU SHIPPER FANATIK : halo chingu^^ senengnya bisa ketemu sama anda di kotak review saya (: makasih banget udah cape-cape mau ngasih feedback di fic saya yang jelas-jelas anda engga suka, 'kan? Nah, setau saya loh ya, setelah hampir dua tahun di FFn, semua fic itu pake warning 'kan? Nah, saya tanya. Anda lihat warning dari saya engga? Tuh, gede banget lho :D di bold sama italic lagi~ hihi… saya sih engga masalah ya mau couple apa juga. Terus, gimana chapter ini? Anda masih muak kah? Oke, gapapa (: sekali lagi, makasih ya. Dtolong jangan maki-maki KyuMin lagi ya. Kan, kita udah damai! Sip?^^
Thanks for :
chi2, Wonkyurity, Rima KyuMin Elf, naichull17, MegaKyu, kyuminnie05, Nakazawa Ayumu, Park Nara Quinnevil, WONKYU SHIPPER FANATIK, Park Min Rin, Cho Hyun93, cholee kyumin, coklat, ethereal jasmine, Lee DeMin, and anon.
.
Yang kemarin log in, silakan check PM!
.
.
.
Gomawo udah mampir!
.
.
.
A.K.M
Karawang, 120521
.
Give me feedback please? XD
Note : Maaf atas keterlambatan. Sebenarnya udah mau update beberapa hari yang lalu, tapi karena ada suatu kesalahan, jadi beginilah. hehe XD
