"Iklanssu iklanssu iklanssu!"

"DIAMLAH KISEEEEEEE"

.

.

.

Lima Alasan

Disclaimer:

Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi-sensei

Warning :

AU, OOC, Typo(s), Aneh, Humor garing. Dan keanehan lainnya yang membuat fanfic ini males dibaca. Yah kalo mau baca sih author bersyukur dengan sangat. Psst, pict bukan punya saya ya:*

NB:

( . Text . ) : Flasback start-flashback end

Happy Reading*kissu*

.

.

.

.

"Terima kasih sudah menunggu, Pemirsa! Nah boleh kita langsung lanjutkan saja, Tetsuya-san?". Gadis interviewer siang ini tersenyum cerah. Ia lalu menatap Tetsuya yang dibalas anggukan olehnya, "Ya, tentu Sayuu-san"

"Lalu bagaimana dengan alasan selanjutnya, Tetsuya-san?"

"Aku suka sifatnya"

"Ah, ya! Tentu saja, menyukai sifat pasangan sudah pasti memang seharusnya kan?"

"Tentu saja, tapi sebenarnya hanya sedikit orang yang menyukai sifatku, Sayuu-san. Ayahku saja menyerah denganku". Seijuuro kini mengganti posisinya. Ia bersandar pada sofa, tangan yang sebelumnya disilangkan beralih pada sandaran sofa Tetsuya. Menarik bahu istrinya pelan, menunjukkan sifat posesif. Tidak lupa dengan senyuman manis yang hanya Ia perlihatkan pada istrinya.

"Benarkah? Aku rasa mereka menyukaimu, mereka selalu melakukan apapun yang Sei-kun suruh"

"Mereka bukan menyukaiku, mereka takut denganku"

"Ah, benar juga"

"Masih saja kau tidak peka, Tetsuya"

"Aku rasa tidak ada yang salah dengan tidak peka"

Satu kecupan dilayangkan. Kecupan singkat, tapi tentu saja sukses membuat wajah istrinya memerah. Yah, walaupun kelihatannya masih datar-datar saja.

"A-Ano..."

Dua sejoli yang selalu kasmaran itu sama sama mengalihkan pandang. Raut wajah Seijuurou kembali mengintimidasi-hey, siapa yang tidak suka diganggu?

"M-Maaf Sayuu-san". Sayuu menggeleng cepat. Cukup cepat sampai Seijuurou menghilangkan tatapan intimidasi luar biasa miliknya. "T-Tidak masalah, Tetsuya-san. N-Nah, a-apa yang spesial dari sifat Seijuurou-san? Menurut Tetsuya-san tentunya"

Seijurou menyeringai menang. Senang membuat lawan bicara gemetaran

"Hmm, aku akan mengatakan kalau Sei-kun itu modus"

.

"Akashi-kun"

"Kuroko"

"Bekalmu mana?". Iris biru dipaksa memperhatikan sekitar meja kapten basketnya. Surai merah pun menggeleng pelan. "Tidak bawa"

Tetsuya menghela nafas. Ini sudah yang kesekian kali dalam sebulan Ia tidak membawa bekal. Memangnya dia tidak kelaparan?

"Kau bisa sakit", lanjutnya. Seringai muncul dari bibir pemilik surai crimson. Ide yang tentu saja dengan indahnya melesat ke otak jeniusnya memaksanya bersikap demikian. Dan untuk yang kesekian kali Tetsuya harus bergidik ngeri. Tapi bukan Tetsuya namanya jika tidak terlihat datar seperti biasanya.

Dagu ditopang oleh tangan kiri Seijuurou, membuatnya secara langsung menghadap Tetsuya. Tatapan manik ruby nya seakan siap menggoda Tetsuya habis-habisan. "Kuroko"

"Y-Ya, Akashi-kun?". Oke, ini aneh

"Kau tidak mau aku sakit?"

"Tentu saja, nanti siapa yang mengatur anak-anak ketika latihan?". Salah? Tidak. Tapi kenapa seringainya semakin mengerikan?

"Kalau begitu, suapi aku"

Heh? Apa tidak salah dengar? Seingatnya dia sudah merawatnya dengan baik. Rasanya tidak mungkin kalau dia malah tuli. Perlu ke THT?

"Maaf Akashi-kun, mungkin telingaku sedikit bermasalah. Boleh diulangi?"

"Suapi aku, Kuroko". Oke dia tidak salah dengar. Akashi bodoh atau apa?

"Dan aku tidak bodoh, Kuroko". Ups

"Maaf, Akashi-kun"

"Kau menyuruhku makan, tapi kau melihat sibuknya aku mengurus data OSIS ini Kuroko. Tapi kau juga tidak mau aku sakit, dan kau tidak mau menyuapiku? Yang benar saja, maumu apa?". Surai biru bungkam. Seijuurou tidak terlihat marah memang, kesal iya. Kapan sih Tetsuya nya peka?

Dua tiga menit berlalu. Tetsuya masih bergeming. Tidak ada niatan juga menyuapi Seijuurou. Bukannya dia sibuk? Kenapa malah main tatap-tatapan seperti ini?

"Akashi-kun, katanya sibuk"

"Aku lapar Kuroko"

"Yasudah ayo kekantin beli makan"

"Aku mau bekalmu"

"Lalu aku makan apa?"

"Bagi saja"

Helaan nafas terdengar lagi dari mulut Tetsuya. Begini caranya, jam istirahat bisa habis dengan debatan saja. Sekali lagi, surai crimson menyeringai lebar. Tetsuya pun menggeser kotak bekalnya ketengah. Sudah dibilangkan? Tidak ada niatan menyuapi Seijuurou. Dan sekali tidak tetap tidak. Tapi bukan Akashi Seijuurou namanya kalau perintahnya dibantah kan?

"Aaaa"

Seijuurou membuka mulutnya pelan. Manik ruby nya bergerak diantara Tetsuya dan bekalnya, isyarat menyuapinya. Dan alis Tetsuya sukses bertaut. Salah apa lagi sih dia? Sudah dengan tidak ikhlas berbagi bekal, minta disuapi lagi? Dasar bocah tengil tukang sur—!

"Kuroko, aku bukan bocah. Dan tidak tengil. Kau mau latihanmu kutambah? Dengan senang hati"

"Jangan baca pikiran orang, Akashi-kun. Tidak sopan"

"Oh? Jadi benar? Aku rasa mengali latihanmu beberapa kali lipat bisa menambah staminamu. Akan aku atur ulang"

"Tidak, terima kasih. Sini Akashi-kun, buka mulutnya aaaaa"

"Sebentar Kuroko". Apalagi sih?

"Besok besok bawakan aku bekal buatanmu ya". Bagus, semakin hari semakin bertambah saja tugasnya

"Hai'"

Dan Seijuurou kembali menang—walau dipaksakan

.

"Sei-kun tidak sabaran". Iris biru mengkilat tajam. Mungkin alasan yang ini malah terlampau banyak hidup di memori otaknya. Seperti, tidak sabaran diatas ranjang?—maaf, coret kalimat tadi.

.

"Kuroko oh ayolah". Iris ruby menyipit. Ia tidak suka menunggu, tidak terkecuali jika alasannya adalah makhluk bersurai baby blue yang tidak kunjung melaksanakan perintahnya.

"Sabar dong, Akashi-kun". Suara menggema nyaring didalam ruang shower sekolah. Kalimatnya yang ambigu membuat mau tidak mau empat kepala berbeda warna menguping diluar. Untungnya belum ketahuan oleh si cenayang bersurai crimson

"Kuroko aku sudah tidak tahan! Keluar sekarang juga!"

"Tidak mau! Masih enak! Didalam sini hangat"

'Heh? Aku tidak menyangka kalau Akashi itu uke', batin empat kepala diluar ruang shower tertangkap oleh Seijuurou. Selamat? Tentu saja tidak

"Kalian? Menguping?". Pintu terbuka, sosok dengan tinggi terbatas itu dengan tegapnya menghadap empat kepala berbeda warna. Parahnya mereka tidak bisa bergeming!

Senyum manis nan palsu dikeluarkan. "Aku senang jika kalian pergi dari sini. Sekarang. Juga". Oh, Tuhan ternyata masih menyayangi mereka. Seijuurou akan melepaskan mereka yang ketahuan menguping? Saatnya pergi!

"Oh, jangan lupa untuk latihan sesuai jadwal yang baru kuserahkan pada Momoi ya!"

"Oh yaampun Kuroko! Aku sudah kebelet!"

.

"Aomine-kun? Kalian kenapa?". Tetsuya mencolek-colek lengan Daiki yang terlentang di lapangan gym. Nyawa imajiner melayang dari mulutnya

"Akashi teme! Ini latihan manusia atau setan?!"

"Ah, terlalu berat? Aku rasa kalian perlu latihan itu agar etika kalian tumbuh. Supaya tidak menguping"

.

"Sei-kun tidak pegertian, egois, tukang perintah, selalu abso—"

"Tetsuya"

"Hn?"

"Dari tadi kenapa sifatku yang tidak bagus semua?"

"Eh?". Iris biru mengerjap beberapa kali. Yaampun, benar juga!

"Tapi itu yang aku suka dari Sei-kun. Bagaimana lagi dong?". Kepala dimiringkan. Dan tolong Seijuurou tidak tahan dengan manisnya istrinya ini!

"Kyaaaa. Tetsuya-san, anda manis sekali ya ampun!"

Dan dengan tidak elitnya. Acara tersebut terpaksa iklan lagi

To be continued

Selamat hari selasa semuanya! Maaf atas keterlambatan updatenya fanfiction ini ya. Jujur, saya merasa kurang puas dichapter ini. Serasa masih banyak yang kurang. Maaf jika tidak memenuhi ekspektasi. Jujur, tidak ada ide signifikan di chapter ini. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin—mungkin jika saya bisa dapat cerita yang lebih baik untuk chapter ini, saya akan reupload. Semoga saya dapet cerita lebih baik lagi nantinya ya!

Reply for reviews on previous chapter-

Daisy Uchiha-san: terimakasih atas sarannya, membantu sekali! Jangan sungkan untuk memberikan saran membangun lainnya ya!*bow*

Rizky-san: haha saya juga gemes. Maaf ya kalau chapter ini kurang greget. Ada yang salah dengan pola fikir saya di fanfiction ini. Dan semoga saya bisa memperbaikinya di chapter depan! Terima kasih!

Sofi Asat-san: ini sudah update yaaa, terima kasih! XD

Nyanko Kawaii-san: kyaaa terima kasih! Ini sudah update yaa, maaf kalo banyak yg kurang di chapter ini hiks

Akakurolove-san: ini sudah update yaJmaaf kalau kelamaan-ssu:"

Kureha Sei-san: ada doong, ini si keluarga cebol-ckris-tapi ganteng. Sayangnya sudah nikah hiks

Zizie-akakuro-san: hihi, terimakasih yaa! Sekarang saya tambah pesimis karna dichapter ini saya kurang puas hiks. Sudah dilanjut yaaJ

Akasuna no Yumi-san: sudah dilanjutin yaJdan Kise-kun selalu sabar kok! Hihi

Naruhina Sri Alwas-san: sudah dilanjut yaaaJ

Terimakasih dan special thanks for:

AkaKuro-nanodayo, AkagamiShimura27, Akashi Ryuuna, Akatsuki Akane, Ariska, Bakai Yamato, Daisy Uchiha, Jaen R, KakaknyaKurokoTetsuya, Nanas RabbitFox, Naruhina Sri Alwas, Nyanko Kawaii, Pudding Tubby, Ryuuhi Akira, Shiota Narisae, Xi-hime, , hikarusherizawa, jeyminnie, kureha sei, miyuki94-411, , taecbae, zizie-akakuro, Akiko Daisy, , Celestial Aika Rynka, ChintyaRosita, Ice Scarlet, Kiria-Akai11, Lisette Lykouleon, OrangeCaramell, Qwin, YuuRein, ZENny Park, hunhandeep, siscarilia