Tsukiuta © Tsukino Talent Production
.
.
Kegiatan Fuduki Kai pagi ini sama seperti sebelumnya. Kai akan bangun pagi-pagi buta disaat anggota Procella maupun Six Gravity belum terbangun, lalu ia pasti akan melanjutkannya dengan lari pagi dengan Iku.
Pagi yang normal—setidaknya, itu pagi yang normal jika saja Kai tidak harus membangunkan leader mereka.
.
.
Kamar Shimotsuki Shun adalah kamar yang paling dihindari oleh semua orang, kecuali Kai. Kai bisa saja masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu, lalu ia akan membangunkan Shun dengan berbagai cara—mulai dari normal sampai abnormal.
Nah, masalahnya, Kai sedang kehilangan ide bagaimana cara untuk membangunkan Shun hari ini. Menyeretnya? Percuma. Menyiram muka sang maou-sama dengan air? Shun tidak akan peduli.
… Eh, ada satu cara lain, sih, tapi kayaknya Kai ogah buat mencobanya.
"Shun! Shun…! Ayo bangun!" Kai menguncang-guncangkan tubuh Shun. "… Shun, ayolah, yang lain sudah siap untuk sarapan. Tinggal kau yang masih di sini."
"… kau harus membangunkan sang putri tidur dengan ciuman, Kai." Shun berujar, masih dengan mata yang tertutup. "Ciuman, dibibir."
"Shun—"
"Cium dulu."
Kai menghela napas, berdebat dengan Shun tidak akan selesai jikalau dirinya tidak mengalah. Didekatkannya wajah Kai dengan Shun, lalu mencium bibir sang Maou-sama dengan singkat.
"Nah, sudah, kan? Kalau gitu, kutunggu di bawah." Seru Kai sambil berjalan keluar kamar Shun.
(Omong-omong sang pemilik kamar, sudah sadar dan melongo kaget dengan wajah yang merah.)
.
.
Fanfic satu ini sempat di publish di oa TsukiPro di Line.
