Chapter : 2

Yooo minna-san

Lama gak muncul :v

Gomen baru ada sekarang T.T

Hiatusnya kelamaan : (

Sekarang Chery udah kelas

3 SMA _

Jadinya sibuk banget T.T

Harap di maklumin yah minna-san : D

Hontou ni sumimasen minna-san

Buat nunggu lama X'D

Hontou ni arigatou gozaimasu minna-san

Buat nunggu lama XD

Yosh langsung ke cerita nya : D

Dari kejauhan telah terlihat seorang pemuda yang sedang berlari. Dia tengah mengelilingi lapangan yang diawasi oleh seorang pria paruh baya yang tengah duduk santai sambil meminum teh nya pagi ini. Sudah hampir satu tahun mereka telah mengenal satu sama lain. Yang berarti Sasuke Uchiha akan segera menggapai harapannya itu.

*CheryUchiha*

"Oi raven, jangan letoi begitu seperti kambing!. Keluarkan semangat apimu... Horra.. Horra.. Horraaaaa... " Ucap Papi. J menyemangati pemuda raven itu.

"Haa... Haa... Haa... Yosh ganbatte yooooo" Balas Sasuke setelah lesu sekarang telah semangat kembali karena ucapan Papi. J sambil mengangkat tangan keatas sambil menambah kecepatan kemudian.

Papi. J tersenyum simpul melihat semangat api pemuda raven itu. Saat dia ingin memejamkan matanya sejenak terdengar suara pintu yang diketok.

Papi. J melenggang pergi menuju sumber suara.

"Aahhh.. Baru saja aku mau menyebrang kedunia mimpi malah ada yang ganggu.. Aahh.."

Papi. J membuka pintu nya dan saat dibuka ternyata ada Naruto Uzumaki.

" Yoo pak tua Ohayou.. Apa kabar lama tak jumpa dattebayo" Naruto tersenyum lima jari

"Woooo Naruto aku baik-baik saja waahh.. Lama sekali yah" Papi. J menepuk pundak Naruto lalu bertos ria ala mereka berdua tentunya.

"Naruto ayo masuk. Anak itu tengah berlatih di lapangan. Kau pasti penasaran bukan? Ayo kita kesana" Ajak Papi. J pada Naruto.

"Baiklah. Ayo pak tua" Balas Naruto semangat.

*CheryUchiha*

"Aku harus lebih kuat lagi. Aku tidak ingin mengecewakan mereka berdua. Papi. J dan Naruto. Yosh ganbatte Sasuke... " Kata Sasuke menyemangati dirinya sendiri.

Sasuke telah berlari sebanyak sembilan puluh sembilan putaran. Dia sekarang tidak merasakan kelelahan yang berarti. Sangat berbeda jauh dengan awal dia berlatih di tempat ini. Bahkan baru dua puluh tiga dia berlari, dia langsung pingsan ditempat. Kemudian dia menyadari bahwa Papi. J telah kembali. Oh tunggu! Dia juga menyadari bahwa ada orang lain di sebelah nya.

"Hei hei hei hei hei tunggu hei itu bukannya hei itu oh shit itu Naruto...! Yosh lebih semangat lagi.. Ayo.. Ayo.. Ayo" Sekarang Sasuke telah mendapat semangat ekstra super setelah menyadari keberadaan Naruto.

*CheryUchiha*

Sasuke telah mencapai putaran terakhirnya. Disaat yang tepat Naruto langsung berlari menuju Sasuke sambil melambaikan tangannya.

"Oooooiii... Sasuke apa kabar"

"Baik bagaimana dengan mu Naruto? " Balas Sasuke sambil tersenyum

"Seperti yang kau lihat sobat" Di jawab oleh Naruto sambil berputar.

"Ya ya ya reuni yang mengharukan. Dan yah Naruto seperti yang kita bicarakan tadi. Sampaikanlah kepada Sasuke" Papi. J menengah sambil memutar mata lalu menyilangkan tangan di dada nya.

"Ok baiklah. Begini Sasuke, sekarang sudah hampir setahun. Waktunya sebentar lagi. Kau tahu artinya bukan? " Tanya Naruto dengan raut muka serius.

"Ya. Aku tahu Naruto" Balas Sasuke

"Sekarang aku datang kesini untuk melihat hasil latihan mu selama ini. Satu bulan lagi genap setahun sudah kau latihan disini. Dua hari setelah itu, kita akan berangkat menuju istana kerajaan. Kau siap sobat?" Jelas Naruto pada Sasuke.

"Aku siap" Jawab Sasuke mantap.

*CheryUchiha*

Matahari sebentar lagi akan beristirahat. Waktu nya untuk bulan menampakkan dirinya. Di tempat latihan sekarang ada Sasuke dan Naruto yang tengah adu pedang.

"Heeaaa... Terima ini " Teriak Sasuke pada Naruto.

"Cih, jangan besar kepala bocah! " Jawab Naruto dengan nada merendahkan.

"Kau lebih dari yang kuharapkan nak, kau istimewa" Ucap Papi. J yang tengah berdiri di samping arena sambil menonton adu pedang Naruto dan Sasuke.

"Nah, cukup sekarang ayo istirahat" Titah Papi. J pada dua pemuda itu.

Mereka berdua berhenti lalu mendekat ke arah Papi. J dan sesekali saling menjahili satu sama lain.

*CheryUchiha*

"Waaahh.. Tenaga ku cukup terkuras oleh mu junior. Kau hebat" Puji Naruto pada Sasuke

"Kau mengejek ku lagi.. Lagi! " Balas Sasuke kesal.

"Hmmm. Sasu-chan sedang marah yah.. Hahaha.. " Naruto tak bisa menahan ledakan ketawanya.

"Sudah Naruto cukup menggodanya. Ngomong-ngomong umur kalian cuma berbeda 2 tahun bukan? " Papi. J memulai topik baru.

"Yah kau benar pak tua, sekarang aku berusia sembilan belas tahun dan Sasuke berusia tujuh belas tahun" Balas Naruto dengan cengiran.

"Bagaimana bisa kalian jadi akrab?. Apa kalian bersaudara? Tapi, tidak mungkin dari mata dan rambut saja berbeda.. "

"Tidak. Kami tidak bersaudara" Potong Sasuke cepat.

"Yah dia benar. Nama keluarga kami pun sudah jelas menunjukkan kalau kami bukan saudara. Tetapi kami dulu adalah tetangga, saat aku masih disini. Aku sudah seperti kakak baginya" Naruto tersenyum lembut di akhir katanya sambil mengenang masa lalu mereka.

"Oh, begitu. Baiklah sekarang beristirahatlah, Naruto kau siapkan keperluan kita tidur, perlengkapan tidur di tempat yang sama seperti dulu, dan kau raven, siapkan makan malam" Perintah Papi. J sambil menunjuk muka mereka berdua.

"Siap Papi. J/pak tua" Jawab Naruto dan Sasuke.

*CheryUchiha*

Sasuke dan Naruto memang bertetangga dulu. Sekarang tidak lagi semenjak Naruto di panggil dari istana bahwa Naruto akan menjadi pengawal pribadi pangeran yang memiliki undangan khusus kerajaan. Tidak sembarang orang yang bisa mendapatkan undangan khusus kerajaan tersebut. Memang ini adalah salah satu kebijakan dari sepuluh kebijakan dari Pangeran yang diberikan oleh Raja yang bertujuan membuat Pangeran belajar membuat kebijakan nanti saat menjadi Raja kelak dan menjadi tradisi sejak dulu kala. Nama kebijakan tersebut adalah "Sepuluh Permintaan Pangeran" Yang mana undangan khusus adalah SPP nomor tujuh yang berbunyi " Pengawal pribadi Pangeran akan di pilih secara khusus melalui undangan khusus. Bagi yang menolak haruslah memberikan alasan kuat". Naruto mendapat undangan khusus tersebut memang tidak heran karena dia adalah anak paling berbakat dalam masalah 'perang'. Dia juga mempunyai otak yang cerdas. Ayahnya Minato Namikaze adalah pengawal pribadi Pangeran sebelumnya yakni Raja saat ini. Naruto mendapat undangan khusus saat ia berumur empat belas tahun. Dia juga dilatih oleh Papi. J termasuk ayahnya. Sasuke kehilangan kedua orangtuanya saat Naruto baru enam bulan berlatih di tempat Papi. J.

*CheryUchiha*

Pada malam hari nya mereka telah berkumpul sambil menyantap makan malam mereka.

"Waah enak, kau memang koki hebat Sasu-chan, jadi istri ku saja yah... Hahahaha... "

Lagi Naruto menggoda Sasuke.

"Aku bukan homo seperti kau, cih menyebalkan" Sambut Sasuke dengan muka merengut.

"Dasar kau Naruto, dia itu istri ku, hahahaha... " Ditambah lagi oleh Papi. J

"Najis sama Naruto aja sana Papi. J, ngomong-ngomong Naruto, apakah aku akan langsung mendapat pekerjaan itu jika latihan ini selesai? " Sasuke menatap jijik Papi. J lalu menoleh ke arah Naruto dengan raut muka serius.

"Tentu saja tidak bodoh, kau akan di tes terlebih dahulu. Dan aku lah yang akan mengetes mu di tahap pertama dan selanjutnya akan langsung di tes oleh Pangeran. Maka dari itu aku disini. Jadi bersiap lah, jika kau dikategorikan bagus. Kau akan dengan mudah meloloskan dirimu" Jelas Naruto pada Sasuke.

"Oh seperti itu, siap mohon kerja samanya Naruto dan Papi. J" Ucap Sasuke sambil menundukkan kepalanya.

"Baiklah dattebayo" Balas Naruto

"Baiklah raven" Balas Papi. J

*CheryUchiha*

Setelah makan malam mereka berbincang sebentar lalu sibuk masing-masing. Papi. J sedang menulis sesuatu entah apa itu, Naruto sedang memperhatikan peta dan seperti berpikir sesuatu mengenai itu. Sedangkan Sasuke sendiri duduk di luar sambil memandang langit yang seperti lautan bintang. Malam yang indah bagi Sasuke.

"Sebentar lagi, ya sebentar lagi" Sasuke mengucapkan nya dengan penuh keyakinan hati. Bersiaplah Sasuke ini baru saja dimulai.

*CheryUchiha*

Hari demi hari Sasuke selalu berusaha sekuat tenaganya untuk menjadi semakin kuat dan semakin hebat. Naruto semakin melihat kehebatan dari Sasuke maupun Papi. J sendiri. Memang dari awal Papi. J juga telah melihat ada bakat yang tengah tertidur dalam dirinya.

Sekarang sudah satu bulan berakhir. Yang berarti sati tahun sudah Sasuke berlatih di tempat ini saatnya menanti jawaban dari Naruto. Mereka sekarang tengah berada di tempat ruang yang biasa di pakai untuk berlatih adu pedang. Naruto dan Papi. J duduk bersebelahan sedangkan Sasuke didepan mereka dengan jarak sekitar lima belas meter.

"Hari ini adalah hari keputusan. Kau akan dinyatakan layak atau tidak layak oleh Naruto. Sebagai gurumu aku berharap kau lolos" Ucap Papi. J memulai pembicaraan.

"Baiklah, aku Naruto Uzumaki pengawal pribadi Pangeran kerajaan ini menyatakan bahwa Sasuke Uchiha dinyatakan... " Naruto berhenti sejenak yang membuat wajah Sasuke semakin tegang.

"Maaf sasuke.. " Naruto melanjutkan, yang membuat Sasuke menjadi seketika lemas.

Naruto lalu berdiri dan berjalan mengarah ke sasuke. Sasuke sudah menahan air matanya, apakah sudah berakhir? Apa perjuangan nya sia-sia? Apa dia masih sangat jauh? Apakah ini adil?. Banyak pertanyaan muncul di kepalanya membuatnya tak tenang lagi.

Seketika Sasuke terkejut ternyata tangan seseorang ada diatas kepalanya lalu berkata..

"Maaf kau akan kubawa ke Kerajaan Sasuke. Karena sebentar lagi kau akan meninggalkan tempat ini. Kau orang yang layak" Ucap Naruto.

Sasuke mendongak lalu berkata

"Benarkah? Apa aku bermimpi? "

"Tidak raven, kau tidak bermimpi" Balas Papi. J.

T

B

C