Disclaimer : Naruto punya Masashi Kishimoto

Pairing : SasuSaku

Warning(s) : AU, OOC, Typo(s), dll.

Rate : K

'Siapa tadi yang berbisik padaku?' tanyaku seraya mencari asal suara itu.

"Ada apa Sasuke?" Tanya managerku.

"Tidak… tidak ada apa-apa,"

-Beloved Rival-

Aku pun duduk di salah satu kursi di café itu, managerku pun segera memesankan minuman untukku dan kami mulai bersantai sebelum melanjutkan syuting selanjutnya. Tidak beberapa lama kemudian kami pun selesai dan hendak pergi.

Prraangg…

"Hei kalau jalan hati-hati! Dasar rambut pantat ayam," teriak seorang pemuda aneh yang bertopi dan berkacamata hitam serta mengenakan celana hitam dan jaket hitam sedikit menutupi seragam sekolahnya dan juga mengenakan kalung yang cukup unik itu sambil memungut gelasnya yang pecah.

Kekesalanku pun terpancing tapi masih bisa kutahan.

"maafkan kami, minuman anda akan kami ganti," ucap menagerku yang seorang pemuda berkulit putih pucat dengan tersenyum pada pemuda itu.

Setelah itu managerku mendekat padaku dan berkata,

"Sepertinya kau harus mengganti pakaianmu."

"Kenapa?"

"Bajumu basah tersiram minuman pemuda tadi," jawab managerku sambil mengelap bajuku yang basah itu.

Akhirnya aku pun pergi ke toilet bersama managerku untuk berganti pakaian. toilet itu sepi karena hanya digunakan oleh para artis saja. Dan ketika aku membuka bajuku…

Bbraakkk…

"Onee-chan… apa kau ada didalam?" Tanya seorang gadis berambut merah muda sebahu mengenakan seragam sekolah yang masuk begitu saja.

Aku pun memperhatikan gadis itu, sedangkan managerku hanya diam dan tersenyum. Sepertinya gadis itu tidak menyadari keberadaan kami dan hanya melirik kesetiap pintu kamar mandi.

"Hm… tidak ada, hei.. apa kau ta….." ucapan gadis itu terhenti ketika ingin bertanya padaku dan melihatku bertelanjang dada.

"KKyyyaaa….. ada orang mesum di kamar mandi wan…." Teriak gadis itu begitu kencang yang terhenti karena mulutnya segera di bekap oleh menagerku.

"Maaf nona, kami bukan orang mesum dan sepertinya andalah yang salah. Ini kamar mandi pria, bukan wanita. Jadi saya harap nona tidak berteriak lagi, mengerti? " Tanya managerku yang segera di tanggapi dengan anggukkan kepala gadis itu.

"Bagus," ucap managerku yang segera melepas bekapannya.

"A… aku benar-benar minta maaf… permisi…" ucap gadis itu yang kemudian berlari dengan wajah yang memerah.

Aku dan managerku pun tak bisa berkomentar apa-apa. Setelah cukup lama berganti pakaian, aku dan managerku segera memasuki lift yang entah mengapa saat itu cukup penuh. Kemudian tiba-tiba seorang pria yang hendak keluar lift terjatuh dan mendorong semua orang yang ada di dalam lift hingga terjatuh juga.

Gyyuutt…

Aku merasakan tangan kananku menyentuh sesuatu yang empuk dan kenyal. Dan ketika ku buka mataku untuk melihat apa yang kupegang itu.

Plaakk….

"Dasar mesum!" teriak seorang wanita mengenakan jas hitam yang menutupi kemeja dan hanya menampilkan kerah kemejanya dan rok pendek selutut setelah menamparku dengan tasnya.

Semua orang pun menatapku. Hancur sudah reputasiku dalam beberapa detik.

"Maaf nona… aku tak.."

"Kau 'kan Uchiha Sasuke, tidak kusangka ternyata kau itu mesum…" ucap wanita itu dan pergi begitu saja meningalkan kesalahpahaman.

Aku hanya bisa berdiri diam dan merasakan tatapan-tatapan negatif kearahku.

"Ih… ganteng-ganteng kok mesum…"

"ternyata dia itu mesum"

"Duh… aku tak menyangka.."

Aku pun merasa marah tercampur malu dan heran. Kenapa hari ini banyak sekali orang aneh, dan rasanya ada yang aneh dengan orang-orang ini, tapi yang paling terburuk adalah di bilang mesum dua kali dalam selang waktu yang cukup singkat.

"Sasuke kita abaikan saja mereka, kita harus segera ke lokasi syuting atau kita akan terlambat," jelas managerku.

Aku hanya bisa menghela nafas. 'Sepertinya hari ini akan menjadi hari terburuk yang pernah ku alami.' Pikirku.

Tidak beberapa lama kemudian aku pun sudah sampai dilokasi syuting untuk wawancara sebuah majalah. Kukira ketika sampai disini, hari-hariku akan kembali tenang. Tapi ternyata dugaanku salah.

"Ah… kau si mesum di lift tadi 'kan?"

Benar, aku bertemu lagi dengan wanita yang tadi menamparku. Dan yang lebih parah lagi, wanita inilah yang akan mewawancaraiku.

"Maaf nona tadi itu aku benar-ben…"

"Mesum tetap saja me-sum.." ucap wanita dengan nada sedikit meninggi hingga membuat para kru yang lain menoleh kearahku.

Aku hanya bisa menahan diri mendengarkan wanita itu bicara. Wanita itu pun melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar dan kemudian menoleh ke arahku.

"Hei paman mesum, awas saja kalau kau mengikutiku," ucapnya dengan mengepalkan tangan kanannya dan segera keluar dan menutup pintu.

'Tapi ada yang terasa ganjil… apa, ya?' pikirku.

Ketika aku sedang sibuk berpikir entah mengapa wanita itu sudah menghilang begitu saja.

"Hei, mana wanita yang akan mewawancaraiku tadi?" tanyaku pada salah seorang kru.

"Hm… tadi katanya ia ke kamar mandi sebentar,"

Ckkleekk…

Mendengar suara pintu terbuka aku langsung memperhatikan siapa yang masuk dan ternyata wanita itu yang masuk. Dengan langkah cepat aku menuju wanita itu,

"Sebenarnya apa maksudmu?" tanyaku dengan mencengkram tangannya.

"Kyyaa… apa maksud anda, aku tak mengerti?" Tanya wanita itu dengan wajah memerah karena kupandangi.

"Apa maksudmu kau tidak mengerti?" tanyaku.

"Maaf, tapi apa anda bisa berhenti memandangiku seperti itu… aku malu… oh ya dan satu lagi, apa aku boleh minta tanda tanganmu karena aku salah satu penggemar beratmu," ucap gadis itu mengambil sebuah buku kecil dari dalam tas-nya.

'Kenapa dengan wanita ini? Sikapnya berbeda sekali dengan yang tadi,' pikirku.

"Hm… kenapa baru minta tanda tangan sekarang? Kenapa tidak dari semula saat kita bertemu," ucapku.

"A… apa maksud anda? A… aku tidak mengerti. Sejak tadi aku hanya duduk-duduk bersama dengan temanku dan baru bertemu dengan anda saat ini," jawab wanita itu dengan malu-malu.

Kemudian dengan cepat aku memperhatikan kerah baju wanita itu.

'Tidak ada… noda coklah dikerah baju wanita ini tidak ada? Atau jangan-jangan…'

"Sasuke, kita harus segera mulai syuting," ucap managerku tiba-tiba.

'jadi siapa wanita tadi.'

Tbc

Apa ceritanya bagus? Atau makin buruk?

Tapi tetap kuucapkan terimakasih untuk yang membaca…

Review please ^^….

Pintu terbuka lebar juga untuk kritik & saran yang membangun… ^,^