chapter kedua ini selesai juga. Maaf banget kalo updatenya kelamaan, minggu-minggu kemarin lagi sibuk banget. Dan juga ada satu dan lain hal yang membuat aku nggak bisa menyelesaikan fic ini sesuai keinginanku. Sebelum mulai chapter kedua aku ingin mengucapkan terimakasih buat yang udah review, arigato gozaimasu.
Go To Kirigakure
K2, yang akan menuju ke Kirigakure, tengah beristirahat di tengah hutan sambil memikirkan cara tercepat untuk sampai ke desa tujuannya mereka.
"Kisame, kau kan dari Kirigakure, jadi kau saja yang tentukan akan lewat mana, yang penting cepat sampai, atau utangmu yang kemarin itu kutambah lagi bunganya?" kata Kakuzu mengancam.
"Baiklah, tapi kau tak perlu mengancamku begitu kan? Walau tidak kau suruh aku tetap akan pakai jalan tercepat kok! Nggak tahan jalan bareng kamu..." gumam Kisame kalimat yang belakangan itu diucapkannya dengan pelan, hanya gumaman yang tak jelas bagi Kakuzu.
"Yah, terserah saja. Sebaiknya kita jalan lagi sekarang, aku ingin cepat-cepat mendapatkan imbalannya!" kata Kakuzu sambil memamerkan seringai menyebalkan dan dengan mata berbinar-binar membayangkan uang yang akan diterimanya kalau menyerahkan buronan itu.
Mereka berduapun kembali berjalan (berlari) menuju ke Lembah Akhir. Menurut rencana, mereka akan melalui Konohagakure lalu menyeberang ke Namigakure, dan kemudian ke Kirigakure. Itu hanya rencana... Mungkin saja mereka menyimpang ditengah jalan entah karena apa 'kan?
Selama perjalanan itu, mereka berdua hanya diam. Kakuzu sibuk memikirkan rencananya dengan uang yang akan didapatnya, sedang Kisame berpikir lebih baik diam, daripada utangnya ditambah lagi...
Sesampainya di Lembah Akhir, tidak ada yang berubah dengan wilayah tersebut. Patung Hokage dan Madara masih saling berhadapan seperti biasanya. Kalaupun ada yang berubah, pasti kedua anggota Akatsuki itu tidak memperhatikannya, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Mereka langsung menuju ke Konohagakure.
Konahagakure, masih juga seperti biasa. Kisame ngotot untuk makan dulu, karena ia sangat lapar. Lagipula, saat itu sudah mulai gelap. Kisame merasa sebaiknya mereka istirahat dulu. Akhirnya, dengan sangat... sangat enggan, Kakuzu duduk di Ichiraku Ramen dan memesan dua porsi ramen. Ia merasa itu suatu pemborosan!
Mereka berdua sedang menikmati ramen dengan caranya masing-masing. Kisame merasa sangat senang, karena cacing di perutnya yang udah ribut dari tadi bisa ia sumpal dengan ramen itu. Tapi, ia juga sedikit was-was. 'Kenapa Kakuzu bisa mengeluarkan uang semudah itu? Jangan-jangan entar tagihannya dimasukin ke daftar utangku lagi. Gawat nih..' begitulah pikir Kisame dalam hatinya.
"Kakashi-sensei sudah janji akan mentraktirku ramen kan?" seru seseorang diluar sana.
"Ya..."
Kisame yang mendengar suara yang terakhir itu teringat lagi akan masa lalunya, ketika ia dipermalukan orang itu, "Kakashi brengsek..." desisnya. Tangannya langsung memegang Samehada, pedang raksasa kesayangannya. Ia sudah hendak segera menghambur keluar ketika Kakuzu menghentikannya.
"Kisame, apa yang kau pikirkan?"
"Aku akan balas dendam pada si Peniru sialan itu, jangan halangi aku!"
"...bukan itu. Maksudku, memangnya kau pikir aku akan membiarkanmu menghamburkan uangku yang berharga hanya untuk dibeginikan?" geram Kakuzu sambil menunjuk mangkuk ramen Kisame yang masih terisi setengahnya.
"Heh?" geram Kisame tak sabar.
"Kau tahu, semuanya ini dibeli dengan uang, jadi pokoknya kau tidak boleh sembarangan membuangnya. Ck, padahal aku sudah baik hati mau mengeluarkan uang untuk kita makan ramen. Kau mau menghamburkannya?..." sewot Kakuzu, yang terakhir itu diiringi dengan tatapan mata mengancam. Kisame sudah tahu, bahkan hafal, apa kelanjutannya dan segera menjawab tanpa perlu menunggu hal itu dilisankan oleh Kakuzu.
"Baiklah, akan kuhabiskan dulu ramennya." Kisame menjawab sambil duduk kembali dan meneruskan makan ramennya dengan brutal.
"Paman, aku mau ramen bawang, cepat ya aku sudah lapar..." teriak seorang bocah berambut pirang dengan tanda di kedua pipinya sambil duduk di bangku yang kosong, "Hari ini Kakashi-sensei yang akan mentraktirku."
Tak berapa lama setelah bocah berambut pirang itu masuk, ikut masuk pula seorang gadis remaja berambut pink, bocah berambut ayam, dan terakhir tentu saja si ninja peniru Kakashi kan?
Melihat Kakashi datang, sebenernya Kisame udah mau ngelabrak dia aja, tapi dia ga' berani ninggalin ramennya yang masih bersisa. Kakuzu sendiri malah tenang-tenang aja nyantai ngabisin ramennya sendiri.
Kakashi yang melihat jubah hitam bercorak awan merah langsung mengenali pemakainya sebagai Akatsuki. Ditambah pedang Samehada yang terlalu besar buat pemiliknya, ia mengenali salah satu dari keduanya. "Ah, Kisame Hoshigaki dan... Itachi...? (Kakashi taunya Kisame patnernya Itachi, lagian Kisame n Kakuzu pakai topi jerami yang tentu saja menyembunyikan kepala mereka.) Apa yang kalian berdua lakukan di Konoha?"
Sasuke mendengar nama saudara sedarahnya disebut-sebut langsung timbul kebencian. Mukanya berubah sangar. Dan ia bersiap menyerang orang yang disebut Kakashi sebagai Itachi itu.
"Ah, maaf Kakashi. Tampaknya kau salah paham. Dia memang Kisame, namun aku bukan Itachi. Kenalkan aku Kakuzu." Kata Kakuzu sambil menatap Kakashi.
"Huh, begitu ya? Lalu, dimana Itachi Uchiha, si keriput, itu berada? Ia sudah mati?" kata Kakashi sinis.
"Kalau itu harapanmu, aku minta maaf karena harapan itu tidak terkabul. Itachi sehat-sehat saja hanya sedikit – sibuk." Jawab Kakuzu sambil menyeruput ramennya. dalam mangkuknya kini sudah tak bersisa walau hanya setetes kuah ramen. Benar-benar sampai tetes terakhir. Lalu, ia duduk dan mengamati ketiga bocah yang bersama Kakashi. "Ah, kau – Jinchuuriki Kyuubi!" serunya saat matanya menangkap sosok bocah berambut pirang yang makan ramen dengan lahapnya.
"Kalian jangan coba-coba ganggu Naruto. Seperti yang kalian tahu, ini wilayah Konohagakure. Shinobi kami bisa saja menghabisi kalian berdua kalau mengganggunya," kata Kakashi tegas dan mengancam.
"Ah, tenanglah ninja peniru, saat ini kami sedang mengejar buruan lain. Kami tak akan mengganggu Kyuubi ini sekarang, tapi entah nanti ya..." kata Kakuzu seenak jidatnya, "Cepatlah sdikit, Kisame. Ayo segera pergi dari tempat ini. Aku ingin segera sampai–"
"Baiklah, aku sudah selesai," kata Kisame sambil menelan suapan terakhir ramen miliknya, "Tapi, aku punya sedikit hutang yang harus segera kubayarkan."
"Kalau kau memang punya uang untuk itu, lebih baik kau lunasi dulu hutangmu padaku," kata Kakuzu yang hiper sensitive kalau mendengar kata hutang.
"Bukan itu maksudnya! Aku harus mengalahkan, bahkan menghabisi jika perlu, si Peniru brengsek Kakashi itu!" teriak Kisame tak sabar lagi.
"Tenanglah. Itu bisa kapan-kapan, sekarang kita lanjutkan perjalanan," perintah Kakuzu sambil menyeret Kisame keluar dari kedai itu. Setelah mengambil uang kembalian yang cuma beberapa ryo saja tentunya.
"Akh! Kakuzu sialan kau. Cepat lepaskan aku!" begitulah teriak kemarahan Kisame sepanjang jalan hingga hampir mencapai Namigakure, di depan jembatan besar Naruto tepatnya. Kakuzu melepaskan tangannya dari jubah Kisame yang semenjak keluar Ramen Ichiraku ditariknya. Kisamepun jatuh dengan suksesnya. Menimpa Samehada
"Cepat bangun dan jalanlah. Aku tidak peduli kau mau mengoceh sampai kapan. Yang penting adalah mendapatkan buronan (uang) itu." Perintah Kakuzu.
Kisame, masih dengan mengomel tak jelas –entah kenapa pita suaranya ga' rusak setelah teriak-teriak sepanjang jalan Ramen Ichiraku – jembatan besar Naruto (mungkin tenggorokan Hiu emang beda ya, lebih kuat... JEDUK Author dipukul pake Samehada)– hanya bisa menuruti perintah sang Rentenir. Menyeberangi jembatan itu. Merekapun sampai di Namigakure.
"Kakuzu, please, aku capek, istirahat sebentar deh."
Kakuzupun capek. Mereka beristirahat di tepian jembatan. Setelah itu, mereka memutuskan akan ke Kirigakure dengan naik kapal. Sehingga mereka meneruskan perjalanan dan beristirahat di kapal.
Setelah perjalanan yang cukup singkat, akhirnya mereka sampai di Kirigakure. Kisame yang berasal dari Kirigakure tidak berkomentar atau bereaksi apapun walau kembali ke tempat asalnya itu.
"Wah, kukira kau akan menangis terharu melihat desamu dulu," kata Kakuzu berkelakar.
Kisame hanya melirik Kakuzu tajam sebagai jawaban.
Mereka berdua langsung mencari di mana buronan itu berada kiranya. Selang beberapa jam, mereka mendapat info bahwa buronan yang mereka cari ada di pantai Kirigakure yang berada di sebelah utara pulau. Kakuzu memutuskan (memaksa) untuk langsung menyerbu saja buronan yang dijuluki Kelompok Bajak Laut Topi Jerami itu. Menuju Pantai Utara.
Chapter 2 selesai juga. Chapter ini, jujur saja, amat sangat tidak jelas dan melompat-lompat. Tolong maklumi dan maafkan hal ini, karena, yah chapter ini sebenarnya tidak masuk ke alam imajinasiku. Aku langsung mengimajinasikan chapter ketiganya, tapi kurasa sedikit aneh kalau ceritanya melompat begitu cepat. Makanya, aku buat chapter 2 ini. Sekali lagi maafkanlah... ku tak bis... BUAK! Author digebuk Kisame lagi.
Kisame : Malah nyanyi ga' jelas gitu.
Sora : Ye, itu kan hak Sora, mulut-mulutnya Sora kok!
Kisame: Suaramu tuh fals! Bikin orang sakit telinga!
Sora : ... T.T hiks hiks
Maaf lagi, malah jadi tanya jawab ama Kisame. Di chapter ketiga nanti, akhirnya pertempuran antara K2 and Kelompok Bajak Laut Topi Jerami. Tahu kan? Kelompoknya Luffy cs dari One Piece itu lho...! Pokoknya baca, mengerti, hayati, n REVIEW ya!
Buat yang udah ngereview, ini balesannya:
Eu9eNiE
Wah, selamat, kamu reviewer pertama fic pertamaku XP.
Eh, Kakuzu itu oom-mu? (o.o)
Mungkin kalo bisa ngedapetin uang banyak oom-mu itu akan beralih profesi, jadi saingannya T2 bareng Kisame.
raichan as rhodes
Wah, maap ya di chapter ini Itachi ga dimunculin. Cuma disebut doang...
Yozora Ageha
Hm, Sasori ya? Juga ga muncul...
K0rin
Wah, ada penggemar fic kacau ni? Tapi kayaknya, chapter 2 ini bukan kaco tapi ancur lebur... hiks hiks...
AeroRange Uzumaki
Selamat, tebakanmu bener. Hadiahnya... ni, kukasih buah berry XP.
Soal seru enggaknya terserah kamu setelah baca ini ya..
Sora Aburame
Hahaha, bukan Kakuzu namanya kalo ga mata duitan (Author udah tengok kanan-kiri buat mastiin Kakuzu ga disekitarnya, takut utangnya nambah—).
Kalo tentang kelanjutannya... baca sendiri ya??
P.S : Bukan maniak Kingdom Hearts. Sora dari nama chara fav.ku di anime Digimon pas masih kecil... Kenapa semua orang menanyakan hal yang sama sih?? Bosan. Eh, tapi jangan jadi bosen ama fic-ku ya?
naruchu-chan
Memang itu mottonya. Tambah lagi lirik kesukaannya "Ada uang jadi teman... ga' ada uang mampus aje..."
PinkBlue Moonlight
Coba inget-inget lagi deh, kalo ga' inget juga, coba inget lagi! Tapi, kalo dah baca chapter ini, pastinya dah inget kan?
rEd-Ew-fallinl0vewith-ya0i
Wah, ini juga bener ni... Hadiahnya juga buah berry aja ya?
Eh, sorry buah berrynya abiz sama AeroRange Uzumaki XP
Entahlah entar siapa lawan siapa XP, anggota lain juga...
Pokonya tunggu aja kelanjutan fic ini ya??
Uchiha Yuki-chan
Saya cukup demen akatsuki si...
Fic lain? Tunggu aja tanggal mainnya. Tapi, ide fic konyol tentang akatsuki itu mungkin akan terpakai...
