Terima kasih buat yang udah review ya.
Karena lagi ga ada kerjaan jadi saya lanjutkan aja fic nya sekarang.
Desclaimer © Masashi Kishimoto
Hilang © Phouthrye Mitarashi15
Pairing : Kakashi - Sakura
Warning: gaje, abal, EYD berantakan, typo berserakan (?), alur kecepetan, dll.
.
.
.
-HILANG-
.
.
.
PLAAAK..
"Keterlaluan !" dengan nada tinggi Aya menampar keras pipi kanan Kakashi yang pulang tanpa membawa Sakura dan seenaknya saja bilang bahwa ia meninggalkan Sakura dijalan depan restorant mereka makan.
PLAAAK..
"Keterlaluan kauuu.. !" sekarang pipi kiri Kakashi menjadi sasaran tamparan sang ibu, kemarahan benar-benar terlihat dari wajah cantiknya.
Sedangkan Kakashi? Jangan ditanya, ia hanya diam sambil memasang wajah datar, tak ada rasa bersalah tergambar diwajah nya.
Karena sudah tak kuat untuk berteriak dengan lemas Aya meraih ponselnya yang berada dimeja, ia pun menghubungi supir keluarga yang pasti sedang berada dikamarnya (baca: beristirahat).
"Yamamoto (author ngarang –lagi-), tolong ke ruang keluarga, antarkan aku pergi mencari Sakura.."
Setelah menelpon Aya langsung duduk dan memijit keningnya yang terasa pening, sedangkan Kakashi hanya berdiri didepan ibunya dengan memasang tampang yang tak terbaca.
Tak lama sang supir datang.
"Kita cari Sakura.." Aya langsung bangkit dan menarik Kakashi.
-HILANG-
.
.
Disebuah klinik
"Ayah, kira-kira siapa gadis itu?" tanya seorang laki-laki berusia 16tahun pada sang ayah.
"Ayah juga tak tahu Lee, ayah hanya menemukan kalung ini di lehernya tadi.."
Anak yang bernama Lee itu mengambil kalung yang disodorkan ayahnya.
"Sakura?" kata Lee sambil menatap ayahnya.
"Yah, mungkin itu namanya.." ujar sang ayah.
"Mobil yang tadi dikejarnya.." Lee menggantung omongannya, Gai menatap Lee.
"Apa benar keluarga nya? tadi dia meneriakinya kakak kan? tapi kenapa dia ditinggal?" tanya Lee bingung.
"Ayah juga tak tahu Lee, ya sudah kita tunggu saja, nanti kalau dia sudah sadar kita bisa bertanya langsung padanya." Jawab sang ayah.
Tak lama dokter keluar dari ruangan.
"Maaf apa anda keluarga dari gadis tersebut?" tanya sang dokter.
"Bukan dok, kami hanya pesulap jalanan yang kebetulan menolong gadis tersebut." Jawab Gai.
Dokter cantik tersebut terlihat kaget dan menghela nafas sejenak.
"Begini.." ujar sang dokter, Gai dan Lee memperhatikannya.
"Berarti akan susah nanti mencari keluarganya.."
Gai dan Lee mengernyitkan alis tebal mereka.
"Maksud dokter?" tanya Lee
"Dia.. hilang ingatan.." kata sang dokter
.
Mobil limousin hitam berjalan meluncur dengan agak cepat, waktu menunjukan pukul 10 malam.
Setelah puas memarahi Kakashi sepanjang perjalanan Aya mulai menangis, sungguh ia benar-benar merasa kecewa pada anak sulungnya yang tega meninggalkan adiknya begitu saja dijalan.
Sakura tak tahu jalan, ia tak pernah kemana-mana sendirian, jadi wajar kalau Aya sangat khawatir pada anak bungsunya apa lagi ini sudah sangat malam.
Bagaimana kalau dia diculik? atau yang lebih parah lagi, bagaimana kalau dia diperkosa..
Ahh.. Aya mencoba membuang pikiran negative nya itu.
Kakashi tak berani menatap ibunya, ia hanya menatap jendela, selama ini ia tak pernah melihat ibunya semarah ini, sekelumit perasaan bersalah pun menjalar dihatinya.
Sedangkan sang supir yang sedari tadi bertanya-tanya kenapa majikan kecilnya hilang ternyata sudah mendapatkan jawabannya setelah mendengar amarah majikan besarnya.
Akhirnya mereka tiba di depan restorant tadi, setelah memarkirkan Limousin nya mereka bertiga langsung turun dari mobil dan berpencar mencari Sakura disekitar jalanan.
Aya berfikir Sakura masih mengingat nasihatnya waktu itu.
"Jika kau tiba-tiba sendirian dan tak tahu jalan atau tersesat, jangan kemana-mana, tetap disana maka ibu akan menemukan mu, karena kalau kau mencoba berjalan sendiri, maka akan makin tersesat.."
"Sakura, dimana kau nak?" gumam Aya sambil terisak.
Kakashi berjalan pelan dan berhenti tepat di tengah jalan, pikirannya memflashback lagi kejadian saat makan malam tadi.
Kreeek..
Merasa menginjak sesuatu, ia pun menunduk untuk melihat apa yang dia injak.
Matanya seketika membelalak, serpihan kaca dan darah yang banyak berceceran disana. Perasaan tak enak langsung menjalar dihatinya pasalnya tempat yang ia pijak ini adalah tempat dimana tadi Sakura mengejarnya.
Ia melihat sekeliling, jalanan sudah mulai sepi, hanya ada satu pedagang kaki lima yang berada jauh dari restorant, ia pun langsung lari menghampiri sang pedagang, Ibu dan supir yang melihat Kakashi berlari langsung mengikutinya.
"Maaf dik, toko ini sudah tutup.." ujar sang ibu yang kira usianya separuh abad.
"Bukan bi, saya bukan ingin membeli.." Kakashi menggantung kalimatnya.
"Apa benar disini terjadi kecelakaan? aku melihat serpihan kaca dan darah di tengah jalan itu." Kakashi menunjuk jalanan yang ia pijak tadi.
"Iya benar, tadi ada gadis yang tertabrak truk barang karena sebelumnya ia berlari mengejar sebuah mobil di tengah jalan, namun aku tak tahu siapa yang membawanya kerumah sakit." kata si ibu penjual.
DEG.. mata Kakashi membelalak.
BRUGGH..
"Nyonyaaa.. !" Yamamoto berteriak karena tiba-tiba Aya pingsan dengan sigap ia langsung menangkap sang majikan sebelum tubuhnya membentur lantai toko.
.
Angin malam semakin dingin, berbekal uang hasil atraksi jalanannya tadi Gai dan Lee membayar ongkos klinik dan sekarang menyewa taksi.
Biarlah uangnya untuk mereka makan besok habis, yang penting mereka bisa membawa gadis yang belum sadarkan diri ini pulang secepatnya, begitu yang ada dipikiran Gai.
Pulang? yah, karena mereka tak punya banyak uang maka Gai dan Lee memutuskan untuk membawa gadis ini pulang untuk dirawat seadanya dirumahnya.
"Apa ia akan baik-baik saja yah?" tanya Lee yang duduk berada di depan melihat Sakura yang tidur dipangkuan Gai dibangku belakang.
"Iya, dokter bilang luka dalamnya tak parah.." jawab Gai.
1 jam kemudian mereka sampai dirumah kecil nan sempit mereka, Gai langsung membopong gadis tersebut ke Futon tipis milik Lee.
Lee langsung mengambil baskom berisi air dan handuk kecil untuk mengompres Sakura, sedangkan Gai memijiti kaki Sakura.
.
-HILANG-
.
.
10 tahun kemudian
Pagi sekitar jam 6, sebuah Ferrari merah dengan kap terbuka nampak meluncur kencang dijalanan yang masih agak sepi.
Dengan setelan jas abu-abu dan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, Kakashi makin melajukan mobilnya dengan kencang. Tangan kanannya terlihat memegang sandwich.
Nampaknya ia akan pergi bekerja, tapi kenapa sepagi ini? bukankah GM seperti dia bisa datang kapanpun yang ia mau –seperti yang biasa ia lakukan-, dan lagi pula ini hari sabtu kantornya sedang libur.
Matanya tampak menerawang jalanan (baca: melamun), tiba-tiba ia dikaget kan oleh seseorang yang hendak menyebrang jalan.
CKIIIIIT..
Dengan cepat Kakashi mengerem mobilnya, si penyebrang yang melihat kaget dan reflek melempar semua belanjaannya dan menutup matanya dengan kedua tangannya.
Mobilpun berhenti tepat didepan orang tersebut.
"Fiuh, tepat waktu." gumam Kakashi dengan raut muka lega, orang sekitar yang melihat pun hampir dibuat jantungan.
Si penyebrang membuka matanya, ia meraba-raba seluruh tubuhnya, "Aku selamat.. aku selamat.." katanya sumringah, "Hampir saja.." gumamnya.
"Hei, kau tak apa-apa?" tanya Kakashi masih tetap didalam mobil.
Si penyebrang tiba-tiba memasang raut muka kesal, "Turun kau.." katanya marah.
Kakashi pun turun, ia meneliti orang itu dari atas kebawah merasa tak ada yang terluka ia pun masuk lagi ke mobilnya namun orang tersebut menahannya.
"Hei, enak saja sudah menabrak ku mau kabur begitu saja!" teriaknya.
Kakashi berbalik, "Kau kan tak apa-apa.." katanya.
"aku memang tak apa-apa, tapi belanjaan adik ku jadi jatuh dan rusak semua tahu, ganti rugi!" kata orang tersebut sambil menggerakan tangannya (baca: meminta), Kakashi pun menghampirinya dan mengeluarkan sepuluh lembar uang dengan nilai paling besar dan langsung menaruhnya ditangan orang tersebut.
Orang tersebut bengong beberapa saat, namun setelah sadar..
"Hei ini kebanya-, eh?" dia bengong karena orang kaya tersebut dan mobil Ferrarinya sudah hilang dari pandangannya.
Kakashi memarkirkan mobilnya disebuah pemakaman umum elit, dengan langkah cool ia menuruni mobilnya dan berjalan menuju makam.
Tak lama ia menemukan makam yang dimaksud ia langsung berjongkok di depan makam tersebut sambil meletakkan bunga yang ia beli sebelumnya di jalan.
Dia berdoa sejenak.
Terdapat dua nama disatu makam tersebut, "HATAKE SAKUMO dan HATAKE AYA".
Yah sang ibu menyusul ayahnya pergi setahun yang lalu karena sakit keras dan depresi, semenjak Sakura hilang kesehatan ibunya menurun drastis, perusahaannya dulu juga hampir bangkrut kalau saja Kakashi tak ikut membantu ibunya bekerja karena Aya jadi tak bisa tepatnya tak mau bekerja lagi.
Sang ibu juga jadi jarang makan dan sering bolak-balik masuk rumah sakit karena berkali-kali ia harus diopname.
9 tahun seperti itu membuatnya harus pergi meninggalkan dunia sebelum ia sempat melihat Sakura.
Selama ini pun Kakashi mencoba untuk menemukan Sakura walaupun hasilnya masih nihil.
Lagu Lee Seung Gi – Losing My Mind terdengar dari ponselnya.
"Moshi-moshi.."
"ahh.. aku mengerti, iya terus cari, ada atau tidaknya kabari aku lagi.." itulah yang terdengar dari pembicaraan Kakashi.
Ia menghela nafas sejenak, "Maaf bu, yah.. aku belum mendapatkan informasi tentang keberadaan Sakura.."
"Tadaima." Kata Lee sambil membuka sendalnya.
"Okaeri" ucap seorang gadis cantik berumur 23 tahun sambil berlari menghampiri Lee dengan muka penuh terigu dan celemek masih menempel pada dirinya.
"Hmmpt.." Lee menahan tawanya.
"Kenapa kak?" tanya si adik yang bingung melihat Kakaknya tertawa
"Kau ini lucu sekali Sakura.." ujar Lee sambil menghapus jejak terigu di pipi Sakura.
"Eh?" Sakura membelalakan matanya.
"hehehe" lanjutnya dengan tawa canggung.
Mereka pun berjalan menuju dapur mereka yang sempit.
"Kau ini lama sekali kak, memangnya kau beli dimana?" tanya Sakura manyun.
"Maaf..maaf, sebenarnya aku sudah pulang dari tadi kalau saja seseorang tidak menabrak ku.." kata Lee
Gai yang kebetulan menuju dapur langsung lari menghampiri Lee dan mengguncang-guncang tubuh Lee, "HAH, kau tertabrak nak? mana.. mana yang luka? mana yang luka Lee.." tanya Gai panik, Sakura yang melihat hanya bisa bersweatdrop ria.
"A-ayah.." Sakura mencoba menghentikan guncangan nya pada Lee karena melihat sang kakak sudah mulai kejang-kejang.
"Eh?" Gai yang melihat Lee seperti itu langsung melepaskan guncangannya dan tertawa canggung sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
"Maaf Lee.."
"Uhuk..Uhuk, ayah mau membunuh ku ya?" ujar Lee
"Maaf habisnya ayah kaget karena kau bilang kau ditabrak tadi.."
"Tidak, aku tak sampai ditabrak kok, tapi gara-gara dia aku jadi menjatuhkan barang belanjaan pesanan Sakura, tapi sudah ku ganti yang baru karena dia mengganti rugi dengan uang sebanyak ini." kata Lee sambil mengeluarkan uang sisa belanja, Sakura dan Gai melotot.
"Huaaa, uang ini sama saja dengan uang makan kita selama 2 minggu." kata Sakura sumringah.
"Iya, aku juga kaget, tapi pas aku mau mengembalikan uangnya dia sudah pergi mungkin karena aku kaget melihat uang itu jadi tak sadar kalau dia sudah pergi." kata Lee sambil cengar-cengir.
"Apa dia orang kaya Lee?" tanya Gai.
"Iya yah, mobilnya saja Ferrari.." ujar Lee dengan mata berbinar-binar.
"Ya sudah uangnya sebaiknya kita tabung, ini yah.." Sakura menyodorkan uang yang sebelumnya ia rebut dari tangan Gai.
Gai dan Lee pun membantu Sakura membuat kue untuk dititipkan ke toko-toko kecil untuk dijual.
.
Malam hari
Sebuah mobil Limousin berjalan pelan, sudah 3 jam sang supir menuruti majikannya yang berjalan tak tentu arah, sang majikan yang duduk dibelakang hanya diam sambil mendengarkan lagu dari headsetnya.
Jalanan sudah mulai sepi hanya terdapat 1 atau 2 mobil yang lewat jadi sang supir melajukan mobilnya dengan santai tanpa harus diklakson kendaraan lain.
Setengah jam kemudian mobil pun melewati restorant tempat dulu Kakashi meninggalkan Sakura.
Kakashi menerawang keluar jendela.
"berhenti Kotetsu.." ujar Kakashi pada sang supir, mobil tersebut pun berhenti di seberang restorant, mata Kakashi tampak berkaca-kaca.
Kakashi membuka kaca jendela, ia melihat kerumunan di samping restorant tersebut.
Walaupun ia tak bisa melihat ke dalam kerumunan itu namun ia tahu apa yang ada disana.
"Pesulap jalanan.." gumamnya mengingatkan peristiwa 10 tahun yang lalu saat ia meninggalkan Sakura.
10 menit berlalu mobil Limousin tersebut masih betah terparkir disana, Kakashi masih tetap menatap kerumunan tersebut, ia memegang pegangan pintu mobil –hendak keluar-, namun entah kenapa segera diurungkan.
"Kita pulang Kotetsu.." ujar Kakashi tiba-tiba.
"Baik tuan.."
Mobil pun melaju pelan meninggalkan restoran.
Sakura yang sedang berkeliling meminta uang pada penonton yang menyaksikan atraksi Gai dan Lee melihat sebuah Limousin dari celah kerumunan itu.
Ia bisa melihat dengan jelas ada seorang laki-laki tampan berada di dalam mobil tersebut karena kaca mobilnya belum ditutup, ia nampak melamun sejenak sambil terus memperhatikan mobil yang melaju pelan hampir melewatinya.
"Sakura.." panggil Lee sambil menepuk pundak Sakura.
"Eh?" ujar Sakura yang tersadar dari lamunannya.
"Kau kenapa?" tanya Lee.
"Tidak, aku tak apa-apa kak.. tadi aku hanya melamun." Jawab Sakura yang langsung melanjutkan kegiatannya yang tadi tertunda -meminta uang pada kerumunan penonton-.
Disaat Sakura mengalihkan pandangannya dari mobil tersebut, Kakashi menoleh lagi kearah kerumunan tadi sambil menutup kaca mobil.
.
TBC
Selesai juga chap kedua, sekali lagi maaf banget kalau ga bagus.
Oh iya untuk Lagu Lee Seung Gi yang judulnya Losing My Mind, itu adalah soundtrack drama korea (My girlfriend is a gumiho), kalau yang suka drama korea pasti tahu deh.. #sotoy..
Dramanya juga lagi tayang loh di salah satu channel televisi (pasti tahu deh channel mana yang suka nayangin drama2 korea), nonton ya? Senin s/d Jumat jam setengah 2 siang.
Eh? kok promosi.. #digampar berjamaah
Okeh deh, saya mohon reviewnya ya semua.. #Puppy eyes.
Terima kasih sebelumnya.
R
E
V
I
E
W
231011
