Jagaimo Biskuit

Summary: hidupku memang sekelam langit malam yang mendung . Aku hanya bisa bertahan karena ada Dia . Dialah matahariku . Membuat hidupku sedikit berarti .Aku mencintainya tapi ekspresiku sama sekali tidak terlihat seperti itu .Biskuit kentang tolong jaga dia|first fic

Warning: OOC, AU, Typo, EYD berantakan( sudah berusaha semaksimal mungkin agar tidak berantakan), dan hal-hal lain nya

Disclaimer: semua karakter di naruto bukan punya saya tapi punya pembantu saya Mashashi Kishimoto #digampar tapi cerita ini punya saya (IG) .

~AigiaNH4 fic~

Bisakah Aku tegar? menghadapi semua kenangan kelam yang selalu ada di otakku?

Apakah aku ada di jalan yang benar?

Bukankah kita semua hidup untuk mencari jawaban atas segala kesalahan yang kita perbuat?

"Kau harus kuat, Hinata Kau bukan gadis lemah! Kau itu kuat!"

Aku akan kuat jika aku bersamamu. Adalah hal yang paling indah jika melihatmu didekatku.

Bukankah di dunia ini lebih banyak kebencian dibandingkan cinta?

Jagaimo biskuit, Apakah aku harus menjadi diriku yang dulu?

~AigiaNH4 fic~

"Hinata sudah Kaa-chan katakan! pergi dari rumah ini!" teriak wanita paruh baya berambut indigo itu dengan wajah frustasi.

"T-tapi Kaa-chan?" jawab anak berumur 15 tahun itu sambil menangis.

"Pergi dari sini!" bentaknya, ia mendekati anaknya dan mendekapnya.

"Kau tahukan? kalau kau tidak akan selamat disini? kalau kau terus disini kau akan mati! Tou-san akan membunuhmu! sekarang, pergi ke rumah sepupumu! kaa-chan sudah menitipkanmu padanya, cepat Hinata!" bentaknya lagi, kali ini wajahnya sudah dibasahi air mata.

"A-aku tidak ingin Kaa-chan ma-mati karena melindungiku! Kaa-chan juga harus ikut lari bersamaku!" jawab Hinata tegas walaupun air matanya mengalir semakin deras.

"Kaa-chan tidak akan mati Hinata... Kaa-chan akan baik-baik saja disini." Katanya lembut diiringi senyum.

"Apanya? apanya yang ba—"

DOORRR!

Kata-kata Hinata terhenti ketika mendengar suara tembakan yang mengenai pintu kamarnya. Menyebabkan bekas berupa kebolongan di bagian kanan pintunya. Ibunya terlihat panik.

DOOOOOORRR! DOR! DOR!

"Cepat lari! Lari Hinata! cepat!"

"T-tapi Kaa-chan, hk"

"Lewat sini! cepat!" jawabnya sambil membukakan jendela kamarnya.

"K-kaa-chan," lagi-lagi Hinata hanya bisa menangis.

"Jadilah anak yang tidak menyusahkan siapapun Hinata, berjanjilah kau tidak akan pernah kesini lagi. Kau harus langsung berlari setelah kau dibawah. Hiraukan apapun yang kau dengar. Kaa-chan akan baik-baik saja, Kau mengerti? sekarang cepat pergi!"

Kata-kata yang terdengar seperti ucapan selamat tinggal itu hanya bisa Hinata jawab dengan anggukan. Walaupun ia tau apa yang dikatakan Kaa-chan nya adalah kebohongan. Setelah memeluk Kaa-channya ia segera melompat kebawah. Ke arah semak-semak yang telah dibuat oleh Kaa-channya. Setelah itu ia menatap ke atas, kearah jendela kamar tempat Kaa-channya berada. perlahan-lahan kaca jendela itu tertutup menghilangkan sosok orang yang paling dia sayangi di dunia. Lalu kejadian selanjutnya adalah...

DOORRRR!

AAAHHHH!

Hinata mendengar lagi suara senapan, kali ini diikuti dengan suara teriakan keras. Menangis. yah, itulah yang bisa Hinata lakukan sekarang. Dengan susah payah ia bangkit berdiri dan mencoba berlari, berusaha sekuat tenaga menjalankan apa ya ng diamanahkan oleh Kaa-channya. Dia berusaha lebih cepat berlari, sambil menutup kuping nya Hinata mencoba menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang bisa membuatnya pingsan saat itu juga.

~AigiaNH4 fic~

Sudah 20 menit Hinata berlari tak tentu arah. hanya satu yang ada di pikirannya. Selamat. Dirinya tidak mau pengorbanan Kaa-channya menjadi sia-sia. Entah sudah berapa jauhnya ia berlari. Rasanya sangat lelah, lelah sekali. Kakinya tidak mau melagkah lagi. Meskipun sudah dipaksakan kakinya tidak mau bergerak. Apalagi hujan sudah dari tadi mengguyur tubuhnya. Tubuhnya sangat lemas. Tidak ada lagi tenaga yang menyertainya. Dia memutuskan untuk menyandar di depan toko buku itu. Pandangannya mengabur. Semuanya gelap

Bruuk

Hinata jatuh terduduk. Hidungnya mengeluarkan darah.

"Huh! sialan! dasar kakashi-sensei sialan! untuk apa aku disuruh membeli buku pelajaran memasak? apa gunanya tata boga? aku kan ingin jadi pengusaha!" umpat seorang anak berambut matahari sambil menenteng kantung berisi buku bejudul 'cara membuat puding dalam waktu 15 menit'.

"Sial! kenapa harus hujan! sial sial!" umpatnya lagi.

Ia memandang sekeliing, dan betapa terkejutnya ia melihat seorang gadis duduk di depan toko yang tadi ia singgahi dengan muka dipenuhi oleh darah. dan parahnya tidak ada seorang pun yang mencoba menolongnya. Ia segera berlari menuju gadis itu, melihat wajahnya. Wajah yang tidak asing baginya.

"H-hinata?"

Naruto menutup mulutnya. Dia terkejut. Bagaimana tidak? Orang yang dikabarkan sudah meninggal 5 bulan yang lalu. Sekarang ada di depan matanya! Ia memegang pergelangan tangan Hinata mengecek apakah Ia masih hidup atau tidak. Dan dugaannya benar Hinata masih hidup.

Naruto segera bangkit dan berlari menuju toko yang tadi sempat ia tinggalkan.

"Tolong Pakkun! pinjamkan aku jas hujan dan kapas, bantu aku! temanku di luar, dia pingsan dan hidungnya mimisan!" Kata naruto setengah berteriak kapada Pakkun sang pemilik toko.

"Apa?"

"Pinjamkan aku jas hujan dan kapas! cepat," teriak Naruto lagi.

"Aku tidak ada jas hujan tapi kalau kapas aku ada. Ini," jawab Pakkun santai sambil mengeluarkan kaleng yang berisi 3 lembar kapas.

"Baiklah! tidak papa, terimakasih Pakkun"

Naruto segera melesat keluar dan menghampiri Hinata. Menyumbat kedua lubang hidung Hinata Dan membawanya menuju motor sportnya.

~AigiaNH4 fic~

Hinata POV:

Aku dimana?

"Naruto cepat bawa handuk kecil dan air hangat!"

"Baik Kaa-san!"
N-naruto? naruto-kun? apa aku sudah mati?

Aku mencoba membuka mataku, aku melihat seorang wanita berambut merah menatap sendu kearahku.

"H-hei Naruto! lihat dia sudah sadar," teriaknya sumringah.

Aku mengerjapkan mataku berulang kali. Aku dimana?

"Kau pasti bingung, hei anak manis, ini di rumah temanmu Naruto. Tadi dia bilang kau pingsan di depan toko buku jadi dia membawamu kesini," jawabnya diiringi cengiran seakan tau apa yang aku katakan dalam hati.

Aku mendengar derap langkah kaki seseorang.

"Okaa-san! ini airnya!" katanya tergesa-gesa begitu sampai di depan pintu.

"sudah tidak perlu Naruto. Lihat? dia sudah sadar," jawabnya lembut.

"Benarkah? coba kulihat?" Kata Naruto sambil mendorong pelan punggung Okaa-sannya.

Dia tersenyum kearahku yang masih terbaring. membuat jantungku ingin meledak saat itu juga. yah, dari dulu Aku sangat menyukai Naruto. Oh bukan, bukan suka tapi cinta. Karena senyumnya itulah membuatku sejenak melupakan kejadian yang tadi kualami.

Dia duduk di samping ranjang tempatku terbaring, dan menatap Okaa-sannya.

"kaa-san, bisa tinggalkan aku dan Hinata?" katanya pelan.

"Hemm baiklah sayang," jawabnya diiringi senyum simpul.

setelah pintu tertutup. Tinggalah kami berdua di dalam kamar.

"Tadi aku menelepon Neji, satu jam lagi dia akan datang menjemputmu. Kau tidak apa-apa kan Hinata?" tanyanya katanya sambil tersenyum.

Aku mencoba bangun. Dia membantuku.

"Hati-hati" Katanya.

Dia menatap mataku. Sekali lagi membuat otakku berhenti memutar rekaman pahit yang tadi kualami.

"Bisa kau ceritakan apa yang terjadi denganmu? Hinata?"

Aku menunduk. tidak bisa menatapnta lebih dalam. Kenangan itu kembali berputar dalam otakku.

"Oh, tidak apa-apa Hinata hehehe aku memang terlalu lancang ya? kau baru sadar aku sudah bertanya yang tidak-tidak," katanya disertai kekehan.

Aku tidak menjawab apapun kubiarkan keheningan menyelimuti kami. rasanya wajahku sudah tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun juga. Ku dongakkan wajahku. Kulihat dia tersenyum kearahku. Aku menatapnya lagi.

"Baiklah, istirahatlah. Kau tau Hinata saat ku dengar kau meninggal 5 bulan lalu,entah mengapa aku tidak sedih. Karena aku percaya kalau kau masih hidup. Aku—"

"Terimakasih," Aku terpaksa memotong ucapannya Aku ingin mengatakannya dari tadi tapi mulutku baru bisa mengucapkannya sekarang.

"Sama-sama," jawabnya lagi-lagi diiringi senyum Dia menarik napas sebelum melanjutkan perkataannya.

"Hei Hinata, Aku memang tidak tahu apa masalahmu. di dunia ini memang banyak sekali kebencian. tetapi masih ada cinta yang bisa membawamu kepada jawaban. Apa kau tau? kita semua hidup untuk mencari jawaban? Jawaban atas segala kesalahan kita, jadi berusahalah dan belajarlah mencintai seseorang."

Aku menatapnya dalam-dalam perkataannya barusan seperti dia mengetahui apapun yang aku rasakan sekarang.

"Jadi... Apa kau mencintaiku? karena Aku mencintaimu."

Mataku membulat. Sebenarnya ada di mana aku sekarang? Di dunia mimpikah?

~AigiaNH4 fic~

normal POV:

"H-hinata? hei?" seorang laki-laki berambut panjang menggoyang-goyangkan punggung sepupunya yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan hampa. Membuat lamunan Hinata tentang pernyataan cinta Naruto dua tahun yang lalu menghilang begitu saja.

"Kau kenapa?" tanya Neji. Yang hanya dibalas gelengan dari Hinata

"Kenapa kau pulang ke rumah ini? Kenapa tidak kerumahku?" tanyanya lagi.

"Aku ingin disini," jawab Hinata pelan.

"Ayo pulang, Si Naruto itu, kenapa dia memulangkanmu kesini?"

"Aku rindu Kaa-chan ku" gumam Hinata.

"Kau bilang apa?"

"Naruto-kun tahu, Hari ini adalah Hari dimana Kaa-chan meninggal. Aku ingin Disini nii-san," jawab Hinata pelan.

"Huh, Aku tahu Hiashi-sama sudah bunuh diri tetapi aku masih cemas. Bagaimana kalau adikmu yang gila itu datang? dan berbuat hal-hal gila?" Tanya Neji sambil duduk di sebelah Hinata.

"Tidak papa aku punya ini," Jawab Hinata sambil mengambil sesuatu dari tasnya.

"Biskuit kentang? pasti Naruto lagi kan? aku tidak tahu jalan pikiranmu. Tapi terserahlah. Kalau ada apa-apa segera telepon aku oke?" Kata Neji lagi yang di balas dengan anggukan dari Hinata.

~AigiaNH4 fic~

Hinata POV:

"Terimakasih Naruto telah menyelamatkan sepupuku," sekarang aku sudah ada di samping nii-san ku. Neji. Dia adalah teman Naruto-kun di klub permainan bowling Naruto bilang karena marga kita sama-sama Hyuuga jadi dia mencoba menelepon kak Neji, dan ternyata benar,saat itu Neji-nii sedang mencari-cari aku. sedangkan aku sendiri dulu pernah sekelas dengan Naruto-kun.

"Oh tidak masalah, lagi pula sepupumu itu sudah jadi pacarku sekarang! hahaha" Aku menunduk ekspresiku tetap datar tetapi aku tahu kalau mukaku sudah merah sekarang.

"Apa? sejak kapan? apa benar Hinata?" Kata Kak Neji kaget sambil memandang kearahku.

"Tentu saja benar! Dia tidak perlu menjawab dengan kata-kata. Karena tatapannya sudah menunjukkan kesetujuan," jawab naruto santai

Mukaku semakin memerah. Aku hanya bisa menunduk.

"Hei Neji! kupinjam Hinata sebentar ya?" Naruto berlari kearahku. Menarik tangankudan membawaku ke halaman rumahnya.

"Hinata. Ini untukmu," Kata Naruto sambil mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

Biskuit kentang?

"Kau itu seperti Jagaimo biskuit. Biskuit yang sering dilupakan oleh orang banyak. Mereka bilang biskuit ini sudah punah. Tetapi bagiku tidak. Aku tidak pernah percaya mereka sudah punah dan ternyata benar. Mereka datang lagi menemuiku. Kau harus berjanji padaku! Kau akan memakannya nanti. Dan rasakan perubahan saat kau memakannya," Kata Naruto bersemangat.

Aku mengangguk. Dia memelukku. Membuat aku ingin pingsan saat itu juga.

"sekarang, temuilah nii-san mu dan ingat ya, mulai ini kau itu pacarku," katanya lagi lalu dia mengeluarkan cengiran khasnya.

Aku berlari kearah Neji-nii, entah bagaimana ekspresiku sekarang. Yang jelas hatiku sangat senang.

Jagaimo biskuit, Apa kau bisa merubah hidupku?

-TBC (penyakit ya?) #plakk-

A/N: sebelumnya IG mau ngucapin terimakasih banyakkk banget buat yang mau ripiu fic IG ^^ ya ampuunnnnnnn! ripiu kalian sangat berharga ya Allah! #lebai yak IG emang buta banget ama yang namanya EYD makannya fic pertama IG itu fic collab sama temen IG yang ngerti EYD. oh iya makasih juga buat silent reader sekali" ripiu kek fic IG .yak c nekat yang smakin lama smakin gaje ini emang gak bisa lepas dr typo. pasti ada typo deh. oh iya ngomong" baca fic collab ku dong di akun CODOT BERSAUDARA *timpuk* . Belum siap menerima flame tapi kalo kritik yang membangun boleh bgt! ^^

Balasan ripiu buat sasuhina-caem:

Hinata itu karakter favoritku di naruto hhhaaaaaaa *balesan ngaco*

yak ini udah update makasih udah ripiu fic nekatku dan udah ripiu juga fic collab gila ku.

yang loin udah ku balas lewat PM hohoho

akhir kata...

^^Mind to review?^^