Disclaimer : I don't own Naruto. Masashi Kishimoto who owns this damn perfect story.

Cinderella isn't mine, it is Walt Disney's

Warning : SEMI DRABBLES, OOC, Misstypo(S), typo(S), different background and pair in every chapter.

Cerra Vige presents

.

.

.

Tales

.

.

2nd Tale : Cinderella

When the big clock rang at 24.00, Cinderella ran in hurry to get out from the palace. But, she dropped her left glass shoe.

.

Ino menyelipkan sebuah pembatas buku ke dalam suatu buku cerita yang sedang dibacanya. Lalu ia menutup dan memperhatikan sampul buku itu dengan seksama. Mata aquamarine nya berkedut tidak senang.

"Kenapa si Cinderella itu meninggalkan sepatu kacanya? Apa ia sengaja?"

Merasa tidak mendengar jawaban dari orang di sebelahnya, ia pun menolehkan kepalanya lalu melongok ke bawah dari sofa ungu yang didudukinya.

"Hei, Kiba!"

Pemuda yang dipanggil Kiba hanya menolehkan kepalanya ke atas, matanya menyiratkan tatapan 'Ada apa?'

Ino menggeram pelan, "Kau mendengar kata-kata ku tidak?"

"Kata-kata yang mana? Kau selalu mengeluarkan banyak kata-kata," jawabnya santai sambil membelai bulu Akamaru.

Ino memutar kedua bola matanya, kesal karena harus mengulangi kata-katanya.

"Kenapa Cinderella itu meninggalkan sepatunya? Apa ia sengaja? Huuuuh baru sepatu seperti itu saja bangga!" ia berceloteh panjang lebar, sedangkan Kiba hanya memperhatikannya sambil mengangguk-angguk malas.

"Sombong sekali dia! Apa niatnya mau pamer? Kalau aku jadi dia, aku pakai louboutin1atau choo2 milikku pun tak akan kutinggalkan. Dia pake sepatu kaca saja sudah pamer!" Ino meneruskan berceloteh sambil berdiri dari sofa dan duduk di samping Kiba.

"Yaaa dan kalau aku jadi pangeran, aku sama sekali tidak berminat untuk mengambil kembali si sepatu kaca, louboutin, ataupun choo itu."

Aquamarine Ino melebar, pertanda heran. "Memangnya kenapa? Bukankah si pangeran itu menyukai Cinderella?" Tanya Ino sambil memangku Akamaru di kedua pahanya.

Kiba mendelik kearah Ino, "Karena sepatu itu pertanda kemewahan dan kesombongan. Dan tentu saja aku tidak mau punya permaisuri seperti itu," jawab Kiba santai.

"Jadi kau maunya seperti apa?"

"Hmmm," Kiba memutar bola matanya keatas, seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Daripada gadis yang memakai sepatu seperti itu, aku lebih memilih gadis sederhana yang memakai converse3," jawab Kiba sambil menyeringai kecil, menyindir gadis di sebelahnya.

Ino memiringkan kepalanya, lalu memajukan bibirnya beberapa senti. Ia mengingat-ingat, sepertinya ia tidak punya converse. Yang ada hanyalah louboutin, choo, prada, dan teman-temannya.

Seketika ia langsung bangkit dan menyambar handbag ungunya, lalu berjalan menuju pintu.

"Hoi kau mau kemana Ino?"

Ino berbalik sejenak, "Membeli converse. Aku akan menjadi Cinderella berconverse untukmu," jawabnya sambil berlalu.

Blam.

Kiba terkekeh pelan setelah mendengar suara pintu yang ditutup.

"Semoga dengan ini ia jadi tidak shopaholic lagi."

Sepertinya kau salah, Kiba. Karena setelah ini lemari Ino akan dipenuhi berpuluh-puluh pasang converse.

FIN

Louboutin : Christian Louboutin. Merek sepatu mahal yang biasa dipakai oleh sosialita.

Choo : Jimmy Choo. Sama seperti Louboutin.

Converse : Sepatu kesayangan para remaj dunia. Kau pasti punya 'kan?

A/N

=_= hmmm…kenapa ini jadi kaya ngomongin sepatu daripada Cinderella? Ah yasudah, lupakan saja. Lalala~

Oh iya, silahkan yang mau request pair atau dongeng apa yang akan dipakai selanjutnya bisa dari review ataupun PM hehe. Ditunggu ya!

Ayoooo yang udah baca langsung Review! :D