author : BaekhyunFan

cast : member exo,dll

genre : supranatural,horror,family,romance,drama,dll

pairing : chanbaek,hunbaek,hunhan

rate : T

summary : baekhyun berusia 15 tahun dan ingin sekali menjadi anak normal. sayang nya, kebetulan baekhyun adalah necromancer dengan gen termodifikasi yang bisa membangkitkan orang mati, berusaha melarikan diri dari organisasi jahat bersama teman-temannya yang berbakat (atau "terkutuk") sementara baekhyun bergulat dengan perasaannya pada sehun atau? kepada chanyeol? sang manusia serigala

serius ini bukan karya saya,saya cuma ngeremake

ini asli cerita dari KELLEY ARMSTRONG

salah satu novel terbaik

happy reading...

chap kemarin

Jadi,hantu itu mengarahkanku ke loteng gelap dan seram? Bukan Cuma aku yang sudah terlalu banyak menonton film horror.

Aku mengikuti dia menaiki tangga. Tangga itu berujung disebuah bukaan dengan dua pintu. Aku berhenti. Satu tangan muncul menembus pintu didepanku, member isyarat. Aku menyiapkan diri selama sedetik. Tidak peduli segelap apapun disini, jangan sampai dia melihat rasa takutku.

Begitu aku siap, aku menggenggam gagang pintu dan-

Terkunci. Aku memutar gagangnya, lalu pintu itu mengeklik terbuka. Kutarik napas dalam-dalam lagi, menyiapkan diri lagi, lalu kudorong pintu itu dan melangkah masuk-

Embusan angin dingin mendorongku mundur. Aku mengerjap. Didepanku kabut berpusar.

Pintu dengan gagang kunci bundar diloteng,baek?

Tidak, aku berdiri di atap.

bab (2)

aku berputar ketika pintu diayun menutup di belakangku. kutangkap pinggirnya, tapi pintu itu dipukul keras-keras, lalu dibanting menutup. kusambar pegangannya ketika baut pintu itu berbunyi klang ditutup. aku memutar kenop itu, tadi aku pasti salah dengar.

"sudah mau pergi?" kata hantu itu. "tidak sopan sekali."

aku menunduk memandangi pegangan pintu. hanya satu jenis hantu sangat langka yang bisa menggerakkan benda di dunia hidup.

"setengah iblis agito," aku berbisik.

"agito?" dia mengucapkan kata itu dengan menghina.

"aku berada di peringkat atas, sayang. aku volo."

entah apa itu, aku hanya bisa menebak itu jenis agito yang lebih kuat. saat hidup, setengah iblis telekinetis bisa menggerakkan benda secara mental. saat mati, mereka bisa menggerakkan benda secara fisik. poltergeist.

aku mundur selangkah dengan hati-hati. kayu berderak dibawah kakiku. mengingatkanku bahwa sekarang aku berada di atap. aku langsung berhenti dan melihat ke sekelilingku. aku berada di atas semacam jalan yang ditinggikan mengelilingi lantai tiga-loteng, dugaanku.

dikananku ada bagian yang hampir rata. tempat itu disampahi oleh tutup-tutup botol berkarat dan kaleng-kaleng bir, seperti ada orang yang menggunakannya sebagai pekarangan dadakan. aku jadi tenang. aku tidak terdampar di atap, cuma balkon. menjengkelkan, tapi cukup aman.

aku mengetuk pintu, pelan-pelan, tidak benar-benar ingin membuat siapa pun bangun, tapi berharap chanyeol sadar.

"tidak ada orang yang akan dengar," kata hantu itu.

"kita sendirian. seperi yang aku mau."

kuangkat tanganku untuk menggedor pintu, lalu berhenti. dad selalu berkata cara terbaik untuk berhadapan dengan penindas adalah tidak membiarkannya tahu bahwa kita takut. saat teringat ayahku, tenggorokanku sesak. apakah dad masih mencariku? tentu saja, dan tidak ada yang bisa kulakukan.

nasihat dad tentang para penindas ampuh terhadap anak-anak yang mengejek gagapku-mereka menyerah ketika aku tidak bereaksi apa-apa. jadi, aku menarik napas dalam-dalam dan melanjutkan dengan sikap menyerang.

"tadi katamu kau tahu sesuatu tentang grup Edison dan eksperimen mereka," ujarku. "kau dulu subjeknya?"

"bosan. kta bicara tentang kau saja. punya pacar? pasti punya. wanita imut seperti kau, bergaul dengan dua pria. sekarang kau pasti sudah tidur dengan salah satunya. nah yang mana?" dia tertawa. "pertanyaan bodoh. wanita imut pasti dapat pria imut. si sipit."

maksudnya sehun, yah dia memang memiliki wajah imut khas orang korea kebanyakkan,beda dengan chanyeol yang memiliki mata bulat, mereka bukan saudara kandung. dia sedang memancingku, ingin tahu apakah aku akan membela sehun dan membuktikan bahwa sehun kekasihku. sehun bukan kekasihku. yah, belum, meskipun sepertinya kami mengarah ke situ.

"kalau kau ingin aku tetap di sini dan berbicara, aku ingin kau menjawab pertanyaanku dulu," kataku.

dia tertawa. "yeah? kau kelihatan akan pergi kemana-mana."

kurenggut kenop pintu lagi. sebuah tutup botol menabrak pipiku tepat di bawah mata. aku melotot ke arahnya.

"itu baru peringatan necro kecil." suaranya diwarnai nada jahat. "di sini kita main permainanku dengan aturanku. nah, ceritakan tentang kekasihmu kepadaku."

"aku tidak punya kekasih. kalau memang tahu sesuatu tentang eksperimen Genesis, berarti kau tahu kami tidak sedang bertamasyah di sini. kami sedang melarikan diri, tidak punya waktu untuk berpacaran."

"jangan berbicara kasar kepadaku."

aku menggedor pintu. tutup botol berikutnya mengenai mataku. mataku terasa disengat.

"kau sedang dalam bahaya,gadis kecil. kau tidak peduli?" suaranya direndahkan ke telingaku. "sekarang ini, akulah sahabatmu. jadi sebaiknya kau bersikap baik padaku. kalau baru saja dijebak masuk perangkap dan cuma aku yang bisa mengeluarkanmu dari sini."

"dijebak? oleh siapa? pria yang membawa kami ke sini-"

aku mengarang nama palsu suho dengan cepat. "charles?"

"bukan, oleh orang tak dikenal, dan charles kebetulan saja membawa kalian ke sini. kebetulan sekali."

"tapi kata charles, dia tidak berkerja untuk grup Edison lagi. dulu dia dokter mereka-"

"masih."

"dia ? dokter yang mereka bicarakan di lab?"

"tidak salah lagi."

"kau yakin?"

"aku tidak lupa wajah itu."

"hah, yah, itu aneh. namanya bukan charles. kedua, dia bukan dokter. ketiga, aku kenal . itu tanteku, dan pria yang tidur di lantai bawah itu sama sekali tidak mirip tanteku."

tiba-tiba, aku dipukul dari belakang... lutut belakangku dihantam keras-keras. kedua kakiku tertekuk dan aku jatuh merangkak

"jangan bermain-main denganku, necro kecil."

ketika aku berusaha bangun, dia memukulku dengan papan kayu tua yang diayun seperti pemukul bisbol. aku berusaha mengeliat menyingkir, tapi dia menangkap bahuku dan menubrukku ke pagar. terdengar derak, lalu pagar itu patah. aku roboh, dan selama sesaat, yang hanya bisa kulihat hanyalah pekarangan beton dua lantai dibawah sana.

kutangkap bagian pagar lainnya. pagar itu bertahan dan aku menyeimbangkan diri ketika papan kayu diayun langsung ketanganku. aku melepaskan pagar dan bergerak cepat ke jalan yang ditinggikan ketika papan itu mengenai pagar begitu keras, sehingga bagian atas pagarnya patah. serpihan-serpihan kayu busuk pun terbang.

aku berlari kebagian atap yang rata. dia mencambukkan papan patah itu kepadaku. aku tersandung ke belakangku, menabrak pagar lagi.

aku menyeimbangkan diri lalu celingukan. tidak ada tanda-tanda dirinya. tidak ada tanda-tanda apa pun yang bergerak. tapi, aku tahu dia ada disana, menunggu apa yang akan kulakukan berikutnya.

aku berlari ke pintu, lalu bergerak pura-pura ke arah bagian atap yang rata. pecahan-pecahan kaca meledak di depanku dan hantu itu muncul sambil mengangkat botol pecah. aku mundur.

benar, ide yang bagus. terus saja mundur ke pagar, kita lihat pagar itu akan bertahan berapa lama.

aku berhenti. aku tidak bisa lari kemana-mana. aku pertimbangkan untuk berteriak. aku selalu benci kalau para tokoh wanita di film berteriak minta tolong ketika terpojok. tapi sekarang, terjepit antara poltergeist yang memegang botol pecah atau jatuh dua lantai, aku sanggup menahan malu agar selamat. masalahnya, tidak ada orang yang bisa sampai di sini tepat waktu.

jadi... apa yang akan kau lakukan? necromancer super kuat melawan poltergeist penindas?

itu benar. aku punya kemampuan bertahan, setidaknya melawan hantu.

kusentuh liontinku, kalung itu diberikan ibuku. kata mom, kalung ini bisa menangkis bogeymen yang kulihat waktu kecil-hantu, sekarang aku tahu. sepertinya kalung ini tidak semanjur itu, tapi aku bisa berkonsentrasi dengan lebih baik kalau menggenggamnya, bisa fokus.

kubayangkan diriku mendorong hantu itu.

"jangan coba-coba, wanita kecil. kau cuma akan membuatku kesal dan-"

aku menutup mata dan mendorongnya secara mental keras-keras.

hening.

aku menunggu, mendengarkan, yakin bahwa ketika aku membuka mata, hantu itu ada di sana. setelah sejenak, aku mengintip dan hanya melihat langit kelabu. tetap saja, aku mencekeram pagar erat-erat, siap menghadapi pukulan botol pecah terbang ke kepalaku.

"baekhyun!"

lututku gemetar mendengar teriakan itu. langkah kaki bergedebuk menyebrangi atap. hantu tidak terdengar langkah kakinya.

"jangan bergerak."

aku menoleh kebelakang dan melihat chanyeol.

tbc

tinggalkan review bila menurut kalian ff ini mau di next

jangan bash

terima kasih yaa buat yang review

tulisn yang warna hitam kaya ini baekhyun berarti itu kata batinnya baekhyun

dan ini semuanya baekhyun pov

maaf ya aku ubah sedikit biar agak nyambung ama member exo,hehehehehe

semoga memuaskan