My Name is 'Mr. Wrong'

.

Author: Oh AiLu © 2015

Main Cast: Oh Sehun, Lu Han, etc.

Genre: Romance, fluffy.

-Genderswitch-

.

- AiLu -

.

Summary:

Bagi Luhan, Sehun selalu salah di matanya.

.

- AiLu -

.

Balasan Review!

niasw3ty: Yoi, brow. Pumpung lagi males mikir tentang konflik yang berat-berat guanya. Kip ripiuuu

Baby Kim: Setting-nya masih sama. Masih kisah cinta HunHan di masa SMA. Kip ripiu atuh

selukr: Luhan belum suka. Karna dia udah sugestiin di pikirannya kalo Sehun itu cuma cowo pengganggu. Iya, btw gua suka banget karakter Kyungsoo yang begini. Kip ripiuu

Erliyana: Oke, aku juga gemes liat kamu #eh? Ini udah dilanjut. Kip ripiuu

rikha-chan: Yoi brow, Sehun berjuang dengan sabar menghadapi rusa yang belum jinak macem Luhan. Ini udah di next. Kip ripiu chingu.

han-tu: Kaget pas baca penname-mu XD Keren dah pokoknya XD Ini udah update, kip ripiu ya hantu XD Sekalian ajak temen-temenmu review juga yaaa

Frozen Peony: Makasiiiiiih. Padahal kata kakak aku ff ini biasa aja lo. Kip ripiu yaaa

himekaruLI: Oke, mungkin memang ada konfliknya, tapi emang yang kecil-kecil kayak idung Jongin XD. Ini udah dilanjutttt. Semangat juga untuk review lagi :D

doremifaseul: Haha, siap ma brow. Tenang aja, orang ketigaga ada, tapi orang kelima ada XD Becanda. Kip ripiuuu

HUNsayHAN: Macih dilanjut kok! Setiap chap settingnya sama kok, cuma beda konflik aja. Kip ripiuu

Hohoho61: Udah..

luhannieka: I'M NOT KIDDING YOU! Ini sampe Sehun dan Luhan nikah kok#mungkin tenang aja! Dan Sehun.. dia selalu cinta kok sama Luhan, cuma dia emang rada licik disini, dia punya banyak cara dan siasat setan. HAHAHA, makasih ma brow. Ini udah di lanjut, yang laen, masih pending. Kip ripiu, jangan lupa!

SELUsin: Haha, apanya yang selusin mbak? Haduh pennamemu.. Gilak, malem-malem begini dibuat ngakak cuma gara-gara baca penname semacem ini. Dan untuk kamu selusin XD ini masih ada lanjutannya dan settingnya masih sama, oke? Jadi kip ripiuu

puffexo: Iya, belum, masih belum. Tapi bentar lagi udah #maksudnyaapa?. Yang penting chap besok ato besoknya lagi ato besoknya lagi udah suka kok dia. Ato mungkin di chap ini? Kip ripiuu

3678fans - EXO: OKEEEEE siap kapten XD Itu Soulmate udah dilanjut pan? Topeng sang putri... nanti deh gua nanya kakak gua dulu. Sabar kawaaan. Kip ripiuuu

SA SA763: Hahaha. Kip ripiu

Guest 1: Iya, engga ada konflik yang berarti #ceilah. Ahak, aku tunggu absensitas(?) mu yaaaa. Iya, ini short fic bersambung. Tapi setiap chap konfliknya beda-beda. Haha, Lulu sudah di takdirkan jahat disini HAHAHAHA-uhuk. Udah dilanjuttt

fifioluluge: Haha, ga papa mbak brow. Makasih komentarrr-nyaaaa. Kip ripiuu

noeno-rosita: Haha, iya, yang dulu-dulu pasti di'nongolin' kok. Kyungsoo emang takdirnya jadi kayak gitu. Tapi kadang saya miris juga mikirinnya. Kasian Kyungsoo. Kip ripiuu

SasmithaArtha: Udah. Sanmith(?) juga pokoknya review! #maksabalik. Iya kok, happily ever after before longer deh XD. Kip ripiuu

xslbc'cdtks: Bro~w, mian, belum dapet idenyaaaaa. Haduh, gini nih yang gak berpengalaman(?) Tapi masih mau review kan?

chenma: Itu perasaan Luhan ato kamuuuuu. Ngaku loooo. Hahaha. Kip ripiuuu

Guest 2: Thanks. Kip ripiuuu

Oh Juna93: Gak, gak jadi begitu hehehe. Pokoknya Sehun selalu cinta. Tapi emang dianya aja yang jago akting dan punya siasat setan, jadi nanti mereka sempet putus #aduhkeceplosan. Kip ripiuuu

XD: Iyaaaaa, ini happy ending ever after deh pokoknya. Konflik aman. Jadi, review lagi yoooo

.

- AiLu -

.

Ini hari yang sangat cerah. Secerah wajah seorang gadis yang sedang melangkah riang menuju kelasnya. Ya, walaupun dia hampir terlambat tadi, dia masih bisa menikmati setiap langkah kakinya yang riang. Kenapa bisa sebegitu gembira? Karna, Baekhyun mengabarinya semalam bahwa hari ini mereka bebas pada saat jam matematika dan dia tak perlu mengerjakan soal yang sulitnya keterlaluan.

Tapi, seseorang tampaknya sedang mengusik harinya. Seseorang atau mungkin beberapa orang pemuda di kelas XII sebelah kelasnya, tampak menatapinya sambil tersenyum penuh arti dan beberapa kali mengucapkan sebuah nama.

Sehun.

Luhan menghela nafas, oh, hancur hari cerahnya. Hanya dengan beberapa teman konyol Sehun yang semena-mena memanggilnya dengan sebutan 'Sehun'. Dan parahnya lagi, Sehun yang duduk di antara mereka hanya senyum-senyum tak jelas.

"Yak, Oh Sehun. Kau tak lihat bawaan kekasihmu banyak sekali. Ayo bantu dia.." sahut salah satu temannya. Sehun hanya tersenyum dan perlahan beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Luhan yang sudah berusaha untuk melangkah lebih cepat. Tapi, Sehun masih bisa mengejarnya.

"Sini, aku bawakan." kata Sehun ingin meraih buku gambar A3 yang berada di tangan Luhan, sebelum gadis itu menepis tangannya dan menatapnya tajam.

"Aku. Tak suka. Dengan. Teman-temanmu!" kata Luhan dengan penekanan di setiap katanya.

"Bukankah aku sudah bilang bahwa hubungan kita tak perlu dipublikasikan ke orang-orang?" tanya Luhan ketus.

"Ya... Itu karna Jongin yang tak sengaja membaca pesanku dan mengumumkannya ke teman-teman yang lain." kata Sehun santai.

"Aku tak perlu penjelasanmu. Pokoknya, katakan pada teman-temanmu itu, jangan membuatku malu." kata Luhan dan segera beranjak memasuki kelasnya.

Sehun terdiam di tempatnya sambil memandangi kepergian Luhan. Dia sebenarnya tahu, gadis itu tak pernah mencintainya.

Sehun hanya tersenyum miris dan kembali ke kelasnya.

.

- AiLu -

.

Ini sudah jam pergantian pelajaran, yang berarti surga dunia bagi anak-anak kelas X, termasuk Luhan. Mereka sudah menyiapkan kegiatan masing-masing karna ketidak hadiran guru yang bersangkutan.

Seperti Luhan, dia bahkan baru memposting status di salah satu akun jejaring sosialnya yang berisi; 'Rambut cepak? Manly~'

Sementara Baekhyun, dia sudah mendapat posisi nyamannya diatas meja dan asyik bertelponan dengan kekasih tuanya.

Kyungsoo? Jangan tanya dia, dia sedang berbicara sendiri. Katanya sih, dia punya sahabat selain Luhan dan Baekhyun. Dari dunia imajinasinya.

Semua tampak baik-baik saja dan bersahaja, sebelum Jongdae, ketua kelas mereka, berlari terburu-buru memasuki kelas dan berteriak nyaring,

"Pak Han sudah berada di kantor guru!"

Luntur kembali surga dunia Luhan untuk hari ini.

Tapi ada satu yang mengganjal di benak mereka.

Mereka kompakan tak membuat tugas untuk hari ini!

"Tugas!" teriak seisi kelas.

"Minta bantuan kelas XII!" pandu Jongdae sebagai ketua yang baik. Mereka pun berbondong-bondong memasuki kelas XII sebelah kelas mereka yang memang sering bebas karna sudah mendekati ujian akhir.

Yang mereka tahu sih, Changmin yang paling pintar di kelas itu, jadi mereka langsung mengerubutinya seperti semut bertemu gula.

Melihat peluang untuk mendapatkan jawaban dari Changmin semakin sedikit, terlihat dari betapa banyaknya orang yang mengantri disana, Luhan beriniatif untuk meminta bantuan sunbae yang lain. Dan ketika dia berbalik, dia malah bertemu pandang dengan Sehun yang sedang melambai kecil kearahnya. Tapi, Luhan malah segera berbalik dan pandangannya tertuju kepada Jongin yang sedang memperhatikan kerumunan anak kelas satu sambil mengorek hidungnya.

"Jongin sunbae!" teriak Luhan lalu segera menghampiri Jongin.

"Aku minta tolong kerjakan untukku. Ya ya ya?" tanya Luhan dengan mata berbinarnya. Sontak Jongin hanya mengangguk berkali-kali dan membaca buku tulis Luhan.

Sementara Jongin sedang sibuk dengan bukunya, Luhan mengedarkan pandangannya dan menemukan Baekhyun sedang tarik-tarikan dengan diva kelas mereka. Dan... dia tak menemukan Kyungsoo!

Dia pun segera beranjak menuju kelasnya, tapi Sehun terlebih dahulu mencegatnya di depan pintu.

"Tugasmu belum siap?" tanya Sehun. Luhan hanya mengangguk dengan wajah datarnya.

"Kenapa tidak kau bilang kepadaku." tuntut Sehun. Luhan hanya mengangkat bahunya.

"Lagian, Jongin sunbae juga sedang mengerjakannya kok." kata Luhan lalu pergi meninggalkan Sehun disana.

Ketika sampai di kelas.

Memang benar dugaannya. Kyungsoo tetap ada di kelas, tetap duduk di bangkunya dan tetap menunduk seakan dirinya sebuah patung. Tak bergerak sama sekali.

"Kyung? Tugasmu sudah selesai?" tanya Luhan dari ambang pintu.

Kyungsoo menoleh perlahan dan mengangguk lalu kembali menunduk.

"Dari satu tahun yang lalu." lanjutnya.

Whats?

Oke, jangan tanyakan kenapa Kyungsoo bisa menyelesaikan tugas matematikanya dari satu tahun yang lalu. Itu sudah diluar nalar manusia normal.

Luhan hanya tersenyum paksa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu memilih untuk kembali menuju kelas XII. Dan ketika dia sampai, dia hanya melihat Jongin kembali pada aktifitas awalnya. Memandangi kerumunan orang sambil mengorek hidungnya.

"Sunbae, bagaimana, sudah selelsai?" tanya Luhan. Jongin menoleh dan menunjuk buku tulis Luhan dengan dagunya.

"Waa, terimakasih sunbae-nim." kata Luhan lalu membungkuk beberapa kali. Setelah itu, dia memilih kembali ke kelas, untuk menemani Kyungsoo. Kau serius?

.

- AiLu -

.

Luhan berjingkrak senang selepas kepergian guru mata pelajaran matematika mereka beberapa saat lalu. Bukan karna ini sudah memasuki jam istirahat pertama, tapi karna tugas matematikanya mendapat nilai sempurna. Dan lebih menakjubkannya lagi, hanya dia dan tentu saja Kyungsoo yang mendapatkan nilai sempurna tersebut.

Semua gara-gara Jongin. Ingatkan dia untuk berterima kasih setelah ini.

.

- AiLu -

.

Luhan menghela nafasnya untuk kesekian kalinya. Memang benar, kesenangan dan kesakitan selalu datang bebarengan. Lihatlah dia, tadi di sekolah dia mendapatkan nilai sempurna di pelajaran matematika. Tapi sekarang, dia malah kesakitan karna maag-nya kambuh. Dan lebih sempurnanya lagi, dia tidak bisa ikut latihan dance hari ini.

Dia ingin meminta tolong membelikan obat kepada Sehun, tapi dia segan. Nanti pemuda itu berfikir bahwa Luhan bergantung padanya, dan Luhan tidak suka itu.

Akhirnya, Luhan pun memutuskan untuk meminta tolong kepada Jongin untuk membelikan obat untuknya. Dan mungkin satu cup bubble tea.

Dia pun segera mendial nomor Jongin. Dan langsung diangkat.

"Halo?"

"Ah, Jongin sunbae!" kata Luhan senang. Tapi Luhan menyernyit ketika mendengar suara kresek-kresek dari sebrang sana.

"Jongin sunbae lagi dimana? Kok berisik sekali?" tanya Luhan.

"Aku? Seperti biasa, latihan basket." kata Jongin lalu suara kresek aneh itu lambat laun tak terdengar.

"Boleh aku minta tolong?" tanya Luhan.

"Ya. Ada apa?"

"Ini, aku sedang sakit-"

"Apa?!"

"Sunbae? Ini sunbae kan?" tanya Luhan tak yakin.

"Hehe, iya. Kamu sakit? Sakit apa?" tanya Jongin dari sebrang.

"Maag-ku kambuh. Jadi aku ingin minta tolong untuk membelikanku obat maag dan satu cup bubble tea. Boleh?" tanya Luhan.

"Tentu saja. Aku akan segera datang." kata Jongin dan Luhan langsung mengakhiri panggilannya.

Begitulah beruntungnya mendapatkan pacar yang mempunyai sahabat yang baik seperti Jongin. Eh? Beruntung? Tidak tidak.

Tak lama.

"Luu! Temanmu datang menitipkan barang!" teriak mamanya dari lantai satu. Luhan langsung melesat menuju lantai satu dan hanya menemukan mamanya sedang membongkar paper bag di tangannya.

"Eh? Mana dia?" tanya Luhan sambil melihat keluar rumah.

"Dia langsung pergi. Katanya buru-buru. Ini dia menitipkan ini." kata Heechul-mama Luhan sambil menyodorkan paper bag itu. Luhan menerimanya dan mengecek isinya. Satu bungkus obat maag dan satu cup bubble tea rasa taro.

"Waah, kenapa Jongin sunbae tahu kalau aku suka rasa taro?" tanya Luhan pada dirinya sendiri.

"Daebak!" katanya lalu berlari ke kamarnya.

.

- AiLu -

.

Keesokan harinya, Luhan sudah merasa lebih segaran. Seperti biasa, dia melangkah ceria menuju kelasnya. Sampai tiba-tiba seorang pemuda tampan menghadangnya.

Luhan berubah jadi bad mood.

"Apa?" tanya Luhan ketus ketika menyadari jika orang yang ada di depannya adalah Sehun.

"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu kepadaku?" tanya Sehun sambil menyisirkan jari-jari tangannya ke rambut barunya. Rambut baru? Pantasan Sehun terlihat berbeda tadi. Lebih segar dan sangat manly, dibanding dengan rambut poninya dulu. Sekarang alis tajamnya semakin terlihat dan menimbulkan kesan seksi di wajah dinginnya.

"Kau... rambut baru?" terka Luhan. Sehun mengangguk sambil tersenyum kecil.

"Bagaimana?" tanya Sehun.

Luhan yang awalnya menatap Sehun seakan terpesona, langsung mengubah ekspresi wajahnya.

"Jelek. Aku tak suka." kata Luhan ketus. Sehun mendadak lemas.

"Tapi, kau bilang, kau suka pemuda dengan rambut cepak." kata Sehun.

"Kapan?"

"Di status jejaring sosialmu."

Luhan terdiam menyadari kebodohannya. Tapi dia masih mencoba mengelak.

"Aku tidak bilang aku suka, hanya saja pemuda yang berambut cepat terlihat manly. Hanya itu." jelas Luhan.

"Dan kau tidak suka?" tanya Sehun dengan suara pelan. Luhan hanya mengangguk mantap.

"Baiklah, aku pergi dulu." kata Sehun sambil tersenyum kecil.

"Belajar yang baik, ara?" katanya dan hendak mengacak rambut Luhan, tapi gadis itu lebih cepat mengelak, membuat tangan Sehun menggantung di udara.

Sekali lagi, Sehun tersenyum kecil dan berbalik menuju kelasnya. Begitu juga Luhan yang kembali melangkahkan kakinya menuju kelasnya.

.

- AiLu -

.

Luhan baru selesai mengikat tali sepatunya ketika mendengar klakson motor dari luar rumah.

"Jongin sunbae?" tanyanya ketika menemukan Jongin sedang duduk diatas motornya di depan rumah Luhan.

"Sunbae menjemputku?" tanya Luhan tak percaya.

"Ya, aku kebetulan lewat sini. Jadi, sekalian saja. Ayo naik." kata Jongin sambil memberikan sebuah helm kepada Luhan.

"Tidak tidak, aku pakai helm keberuntunganku saja. Sebentar." kata Luhan lalu berbalik masuk ke dalam rumah. Dan ketika kembali, helm bercorak hello kitty sudah terpasang apik di kepalanya.

"Helm keberuntungan?" tanya Jongin sambil terkekeh pelan. Luhan pun segera naik ke motor Jongin.

"Go go!" teriak Luhan sambil memukul-mukul pundak Jongin.

"Kekanakan." gumam Jongin lalu melajukan motornya.

.

- AiLu -

.

Luhan mendudukkan dirinya di sebelah Baekhyun yang sedang meminum air mineralnya. Mereka sudah melakukan latihan selama 1 jam penuh dan sekarang sedang istirahat.

"Baek, minum." kata Luhan sambil menatap Baekhyun. Baekhyun yang ingin memberikan minumnya segera terhenti ketika sebuah tangan hitam lebih cepat menyodorkan satu cup bubble tea ke depan wajah Luhan.

"Waaah, bubble tea!" seru Luhan dan Baekhyun bebarengan.

"Eit, ini untuk Luhan, bebek." kata Jongin selaku orang yang menyodorkan bubble tea dan langsung memeberikan bubble tea itu kepada Luhan.

"Keja~m." senandung Baekhyun dengan wajah drama queen miliknya.

"Terserah." gumam Jongin lalu kembali membuka bungkusan yang dibawanya. Mengambil sebuah mangkuk yang di balut oleh plastik bening.

"Waah, jajangmyeon!" teriak Luhan dan segera mengambil mangkuk itu dari tangan Jongin.

"Sunbae sangat tahu kesukaanku." kata Luhan sambil menyantap jajangmyeonnya.

"Sunbae sampai tahu rasa bubble tea kesukaanku." kata Luhan sambil menggoyangkan cup bubble tea-nya.

Sedangkan Jongin hanya tersenyum manis sambil sesekali mengelus rambut Luhan sayang. Membuat Baekhyun di sebrang sana menutup mulutnya yang menganga lebar.

"Mereka main belakang!" katanya menyimpulkan keadaan yang terjadi.

Baekhyun segera mengambil ponselnya dan mendial nomor Kyungsoo.

"Halo Kyungsoo, Luhan dan Jongin sunbae ternyata main belakang!" bisik Baekhyun yang lebih terdengar seperti teriakan.

Krik krik

Mungkin keputusannya menelpon Kyungsoo membuat penyesalan tersendiri buatnya. Karna, Kyungsoo bahkan tak berbicara apapun.

"Baiklah. Aku matikan." kata Baekhyun. Baekhyun kembali berfikir, jadi kepada siapa berita hot ini akan dia umbar untuk pertama kalinya? Sedangkan sisi ratu gosipnya sudah bangun dari tadi.

"Ah, Sehun sunbae!" katanya lalu mendial nomor Sehun.

"Halo? Sunbae, kau tahu? Luhan dan Jongin sepertinya main belakang sekarang!" katanya semangat, sementara yang berada di sebrang sana hanya terdiam.

"Sunbae? Ih, gak asik ya menggosip sama sunbae." kata Baekhyun. "Ya sudah aku matikan." kata Baekhyun santai lalu mematikan sambungan. Tak menyadari orang yang barusan di telpon-nya adalah kekasih dari gadis yang sedang digosipkannya.

.

- AiLu -

.

Keesokan harinya.

Hari ini ada pelajaran olahraga, dan tak beruntungnya Luhan, karna dia lupa membawa baju olahraganya. Membuatnya dihukum scotjam di pinggir lapangan oleh guru olahraga mereka.

"Ya Tuhan, aku lelah." seru Luhan sambil tetap menaik turunkan badannya.

"Ini, pakai baju olahragaku."

Sebuah tangan kekar dengan urat-urat yang sedikit menimbul tiba-tiba menyodorkan sebuah baju olahraga ke depan wajahnya. Luhan berhenti sebentar. Itu Sehun.

"Tidak usah." kata Luhan datar sambil terus melanjutkan scotjamnya.

"Pakailah. Daripada kau lelah scotjam terus." paksa Sehun. Luhan berhenti sebentar dan menatap Sehun sengit.

"Bukankah aku sudah bilang tidak mau?! Aku tidak butuh baju olahraga bodohmu itu Oh Sehun!" kata Luhan ketus.

"Lalu aku harus apa? Menontonmu dihukum, begitu?" tanya Sehun yang mulai emosi.

"Tidak, sebaiknya kau pergi dari sini!" teriak Luhan dan berbalik membelakangi Sehun.

Sehun menghela nafasnya kasar dan pergi darisana.

"Menyebalkan." gumamnya ketika dia menurunkan badannya.

"Tak tahu diri." gumamnya lagi ketika dia menurunkan badannya.

"Tak-"

"Ini pakai baju olah ragaku."

Luhan berhenti dan mendongakkan kepalanya. Terlihat Jongin memandangnya dingin sambil menyodorkan baju olahraga di tangannya.

"Ah, sunbae! Benar, apa tak apa?" tanya Luhan sambil mengambil baju itu dari tangan Jongin.

"Em." kata Jongin sambil mengangguk singkat lalu kembali masuk ke dalam kelasnya.

Luhan senang bukan main. Dia segera mengganti baju yang anehnya pas di tubuhnya dan bergabung dengan teman-temannya.

.

- AiLu -

.

Luhan memilih duduk di bangku penonton ketika teman-temannya sedang bermain volly di lapangan. Pandangannya kosong dan bahunya turun. Mungkin energinya telah habis hanya karna scotjam-nya tadi.

Tapi Luhan seakan tersadar ketika seseorang memanggil nama... Sehun. Dia segera menyebarkan pandangannya keseluruh penjuru dan menemukan seorang gadis yang sedang berjalan di koridor dekat lapangan diikuti Sehun di belakangnya. Hah, untuk apa Sehun mengikuti gadis itu?

Luhan yang awalnya bingung, seketinya merasakan Organ hepar-nya berdenyutan cepat dan terasa menakutkan-seperti kata Kyungsoo, ketika Sehun dengan cepat mengejar gadis itu lalu langsung memeluk pinggangnya dari belakang dan membawanya pergi.

Luhan menganga untuk beberapa saat. Nafasnya berubah memburu, dan matanya lambat laun jadi perih begitu saja.

Luhan memukul pahanya sendiri dengan cukup keras, melampiaskan kekesalannya. Dia pun memilih untuk beranjak dari bangku penonton dan ikut bergabung dengan teman-temannya. Tapi, volly mungkin bukan olahraga yang cocok dengannya. Karna belum sampai satu menit dia berada di tengah lapangan, kepalanya sudah terhantam bola volly yang keras dan membuatnya tersungkur ke lantai. Dan tak sadarkan diri.

.

- AiLu -

.

Perlahan, Luhan mulai membuka matanya dan menyadari dirinya sedang berbaring di ranjang empuk dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.

Luhan mulai menyebarkan pandangannya dan yang pertama di lihatnya adalah Baekhyun yang beridi di ujung ranjang menatapnya khawatir dan Kyungsoo yang membelakanginya. Dia tahu, Kyungsoo membelakanginya karna dia takut dengan orang sakit. Itu katanya.

Dia kembali menyebarkan pandangannya dan langsung bertemu pandang dengan Jongin yang tersenyum kecil. Lalu dia menoleh kearah kanan dan menemukan Sehun menatapnya sendu disana.

Seketika, perasaan kesal yang masih melekat kuat di hatinya membuatnya meneteskan air matanya dan membuat tangannya terangkat dan memberikan pukulan-pukulan tak berdaya kepada Sehun.

"Kau jahat! Tak berguna! Kau bajingan kurang ajar!" kata Luhan dengan suara seraknya. Sedangkan Sehun hanya terdiam dan masih menatapnya sendu.

Melihat Luhan yang hendak bangkit dan memukul Sehun lebih brutal membuat Jongin bergerak cepat menahan Luhan.

"Lu, sudah! Kau kenapa, hah?!" bentak Jongin. Sementara Luhan masih berusaha meraih Sehun masih terdiam di tempatnya.

"Kau bedebaaaah!" teriak Luhan.

"LU!" bentak Jongin lagi membuat Luhan terdiam lalu beringsut mundur dan bersender ke dinding sambil menutup wajahnya yang basah oleh air mata.

"Baek, bawa Kyungsoo keluar. Kalian masuk ke kelas saja." kata Jongin. Baekhyun mengangguk patuh dan membawa Kyungsoo keluar ruang UKS.

"Kau kenapa sih? Bangun-bangun langsung memukuli Sehun." tanya Jongin.

"Tanya saja padanya!" kata Luhan ketus.

"Apa?" tanya Sehun bingung.

"Tak usah berlagak bingung, Sehun. Aku lihat kok, kau sedang kejar-kejaran dengan gadis simpananmu. Dan sebelum kalian ketahuan olehku, kau membawanya pergi, iyakan?!" tanya Luhan. Sehun mengerutkan dahinya, bingung.

"Apa maksudmu? Simpanan?" tanya Sehun.

"Sudah, jangan mengelak lagi." kata Luhan ketus.

"Tak kusangka perasaanku benar tentangmu. Kau cuma pemuda tak tahu diri! Kau bahkan tahu aku tak mencintaimu, bukannya membuatku mencintaimu, kau malah menginjak-injak harga diriku dengan menyimpan gadis lain. Tak tahukan kau Oh Sehun? Kau masih dalam masa percobaan denganku, dan sekarang kau bahkan sudah berani-berani bermain-main dengan gadis lain. Kau memang biadab!" kata Luhan dengan nafas tersenggal.

"Kau bahkan tak tahu aku sakit, kan? Oh atau kau sebenarnya tahu, tapi tak peduli dan memilih bersenang-senang dengan gadis itu? Seharusnya kau berguru kepada Jongin sunbae. Dia baik, pengertian, dan tak memalukan seperti dirimu-"

"CUKUP!"

Jongin menatap Sehun dan Luhan dengan pandangan sengit.

"Aku muak jadi perantara kalian lagi!" serunya.

"Gila! Kalian yang berhubungan, aku yang sakit kepala!" rutuknya sambil mengacak kepalanya.

"Dan kau Luhan," kata Jongin sambil menunjuk Luhan tepat di wajahnya. "Aku tak menyangka kau gadis yang seperti ini. Tak berperasaan, keterlaluan!"

"Kau Sehun, aku tahu kau ingin yang terbaik untuk gadismu. Tapi kau sudah terlalu bodoh! Benar kata Luhan, kau memalukan!"

Jongin masih terus menatap kedua sejoli itu dengan nafas satu-satu. Sedangkan yang ditatap hanya terdiam.

Seketika Jongin menghela nafasnya, menyadari bahwa perilakunya tadi membuat satu-satunya gadis di ruangan itu menjadi ketakutan.

"Lu, kau bilang Sehun tak perhatian kepadamu, tak peduli jika kau sakit. Aku mau tanya, apa pernah kau mengatakan padanya jika kau sakit? Jika kau sedang susah? Tidak kan? Dia tidak tahu! Jadi maumu, dia harus selalu tahu isi hatimu dan menurutinya? Dia bukan Tuhan, Lu. Dan sadarlah, apa perhatian Sehun belum cukup untukmu selama ini?"

"Dan Sehun, maaf aku harus membongkar ini. Aku sudah muak dipuji atas perhatianmu." lanjut Jongin membuat Luhan mengernyit.

"Yang mengerjakan tugas matematikamu, yang mengantar obat dan bubble tea ke rumahmu, yang menyuruhku untuk menjemput dan mengontrol makananmu selama latihan, yang juga menyuruhku untuk memberikan baju si nenek lampir Krystal untukmu adalah Sehun." kata Jongin membuat Luhan terdiam dengan mata membola.

"Dia yang mengetahui rasa bubble tea kesukaanmu, dia yang khawatir padamu maka dari itu menyuruhku untuk menjagamu, dia yang mengatur semuanya. Kenapa dia menyuruhku? Karna satu hal, dia takut kau tidak akan menerimanya jika dia yang melakukan semuanya. Dan itu semua karnamu."

Sehun menghela nafasnya, antara lega dan merasa bersalah.

"Dan soal kejadian kejar-kejaran yang membuatmu cemburu setengah mati itu, aku yakin ketika Krystal tahu bajunya dipinjamkan padamu, dia tak terima dan mencoba memintanya padamu. Dan syukurlah Sehun masih bisa menangkapnya sebelum dia benar-benar menelanjangimu di lapangan."

"Dan untuk infromasimu saja, Krystal mengidap brother complex." kata Jongin. Dan ketika tak mendapatkan respon yang baik dari keduanya, Jongin memilih pamit untuk memberikan waktu kepada mereka berdua.

"Kalau begitu, aku pergi sekarang." kata Jongin dan langsung keluar dari ruangan tersebut.

Meninggalkan Sehun dan Luhan yang saling berdiam diri.

"Lu.." panggil Sehun setelah sekian lama diam.

Seakan tersadar, Luhan kembali masuk ke dalam selimutnya dan membelakangi Sehun.

"Baiklah. Aku tahu kau ingin sendiri. Istirahatlah." kata Sehun.

Sepeninggalan Sehun, Luhan kembali menangis akan kebenaran yang selama ini tak diketahuinya.

Sehun selalu baik padanya, Sehun selalu perhatian padanya, Sehun selalu dan hanya mencintainya.

Dia sadar dirinya sudah sangat jahat selama ini.

Dengan tangan bergetar, Luhan menggapai ponselnya di nakas dan mengetik sesuatu disana.

'Sepulang sekolah. Temui aku di lapangan basket.'

.

- AiLu -

.

Sehun berlari kecil menuju lapangan basket tepat setelah bel pulang berbunyi. Hatinya dilingkupi rasa takut. Apakah Luhan ingin bertemu dengannya hanya untuk memutuskan hubungan mereka? Atau Luhan ingin menampar Sehun atas kebohongannya selama ini?

Jarak yang kian menipis membuat firasat-firasat buruk semakin berkembang biak di kepalanya. Dan ketika kakinya sudah menapak di lapangan basket dan menangkap sosok mungil yang membelakanginya, semua rasa khawatirnya sirna sudah, berganti dengan rasa lega yang menyesakkan.

"Luh.." panggilnya dengan nafas yang masih memburu.

Gadis yang dipangil sejenak tersentak kecil sebelum membalikkan badannya. Awalnya gadis itu hanya menatap Sehun sendu, tapi setelahnya, gadis itu malah berlari kencang dan menubruk badan Sehun dan membuatnya sedikit oleng.

"Lu.." lirih Sehun ketika mendapati Luhan tengah memeluknya erat sambil menangis sesenggukan.

"Kau bodoh!" kata Luhan ketus.

"Kenapa kau melakukan itu dan membuatku lebih membencimu, hah?!" bentaknya.

"Because... I'm a Mr. Wrong, right? Your Mr. Wrong."

"Ya. Kau salah dan akan selalu salah." kata Luhan tanpa melepas pelukannya.

"Lalu?"

"Aku minta maaf?" kata Luhan ragu.

"Permintaan maaf diterima." kata Sehun sambil tersenyum lebar dengan kedua tangan yang terkepal kuat-menahan gejolak bahagia-di masing-masing sisi tubuhnya.

"Dan... kau tak ada niatan untuk membalas pelukanku?" tanya Luhan sambil melepaskan pelukannya dan menatap Sehun lucu.

Sehun terkekeh pelan dan langsung membawa Luhan ke dalam pelukannya.

Ini adalah pelukan pertama Luhan dengan lawan jenisnya, dan ternyata rasanya hangat sekali. Apa karna dia berpelukan dengan Sehun, ya?

"Oiya," kata Sehun membuka pembicaraan setelah lama saling diam. "Jadi Luhanku ini jika cemburu menakutkan sekali ya?"

Puk

Luhan menepuk dada Sehun pelan.

"Dia bahkan cemburu kepada sepupuku?"

"Aku akan selalu cemburu jika itu menyangkut Krystal." jawab Luhan.

"Kenapa?"

"Dia centil sih."

"Dia adikku lo. Kau menghina adikku."

"Biarkan. Aku tahu kok, kau akan selalu memilihku dibanding dia."

"Tentu saja." katanya dan perlahan menempelkan bibirnya di telinga Luhan. Membuatnya bergidik geli.

"Saranghae, Luhan-ah." bisiknya.

"Em, ya. Aku tahu."

END

Chap 2 nongoool!

Gimana? Kayaknya tugas Sehun sedikit lebih mudah sekarang. Luhan sudah sedikit jinak XD

Dan gua mau nanya..

Siapa yang nangis denger kabar bang temsek?

GUAAAAAAA

Itu bener gak sih, belum percaya gua, dan sebenernya ga mau percaya. Coba aja deh bayangin. Kai, dancing machine kita, yang selalu tampil mempesona diatas panggung, tersenyum dengan smirk andalannya, tiba-tiba harus dirawat di rumah sakit dan gimana kalo nanti difonis gak bisa nge-dance lagi? Kan, nangis lagi guaaaa

Udah segitu aja, mau borong tisue di toko sebelah dulu.

Ingat, reviewnya!

Big Thanks to:

niasw3ty, Baby Kim, selukr, Erliyana, rikha-chan, han-tu, Frozen Peony, himekaruLI, doremifaseul, HUNsayHAN, HOhoho61, luhannieka, SELUsin, puffexo, 3678fans - EXO, SA SA763, Guest 1, fifioluluge, noeno-rosita, SasmithaArtha, xslbc'cdtks, chenma, Guest 2, Oh Juna93, XD.