Mereka tak pernah menyadari, aku pernah hadir ditengah-tengah mereka. Sesuatu yang sudah biasa bagiku dan aku tak mempermasalahkannya...yah.. mungkin, aku juga tak peduli lagi apa yang akan terjadi pada takdirku sendiri. Ah.. aku lupa, Pengembala tak punya takdir.

Tapi.. aku jadi berfikir mengapa juga semua orang harus memiliki takdirnya masing-masing? Kenapa juga manusia harus mendapatkan takdir yang bagus? Apa itu sebuah harapan? Kenapa?.

Saat harapanmu terasa terpenuhi kau akan tertawa dan berkata "Syukurlah, ini memang sesuai harapanku!". Tapi, bagaimana jika kalian gagal? Mungkin kalian akan berkata "Setidaknya aku sudah berusaha!".

Cih... jangan membuatku tertawa apa kalian sadar kalimat itu adalah salah satu dari ribuan cara untuk membohongi dirimu sendiri, kalian enggan mengakui kegagalan kalian. Makanya kalian menggunakan kalimat itu sebagai pelarian untuk menghibur diri. Oh.. kasian juga!

Kuberi tahu, Harapan memang tak akan membohongimu, tapi harapan bisa menghianatimu!

PENGEMBALA KEHIDUPAN

Genre : Fantasy, Romance, Friendship, School, Comedy

Disclaimer : Mashashi Kashimoto

Author : Retsuya02 and Yurika

Seorang pria bermasker bernama Kakashi tampak gelisah menunggu kedatangan Naruto diatap sekolah, sesekali ia mengerang kesal dengan perbuatan seenaknya dari Naruto, Kakashi tak pernah menyadari bahwa Naruto telah bertindak jauh tanpa sepengetahuan dirinya "Apa yang sebenarnya kau inginkan Naruto?" Gumam Kakashi.

"Ada perlu apa kau datang kemari Kakashi?" Suara Naruto dari arah belakang tiba-tiba terdengar dikuping Kakashi dan membuyarkan lamunannya, dengan cepat Kakashi berbalik dan langsung menarik kerah baju Naruto "Kau.. mengapa kau melakukan ini?" Tanya Kakashi geram, sedangkan Naruto hanya tersenyum sinis "Apa maksudmu?" Ucap Naruto mengabaikan pertanyaan Kakashi.

"Aku sudah dengar dari penjaga perpustakaan buku takdir bahwa kau telah mengambil beberapa buku dari sana!" Jawab Kakashi dengan suara yang agak meninggi "Apa yang sebenarnya kau pikirkan Naruto? Apa kau sadar dengan perbuatanmu ini adalah salah?" Lanjut Kakashi sambil mengangkat salah satu tinjunya bersiap memukul wajah Naruto, namun tentu saja Kakashi tidak akan sampai hati bila benar-benar harus memukul Naruto.

"Kenapa Kakashi? tak ingin memukulku? Dasar payah!" Ucap Naruto pelan dan melepaskan cengkraman kakashi dari kerah bajunya. "Aku memang mengambil beberapa buku takdir dari sana, tapi kau jangan takut, aku punya dua aturan hidup, pertama, aku tidak pernah salah, kedua, jika aku salah, kembali keaturan pertama!" Lanjut Naruto tegas sambil berjalan jauh meninggalkan Kakashi yang menatapnya datar.

"Aku punya misiku sendiri Kakashi dan tak akan gagal!"

FLAHS BACK ON

Naruto memasuki sebuah pintu dimensi lain, dimana dimensi tersebut adalah sebuah perpustakaan raksasa yang hanya bisa dimasuki oleh para pengembala kehidupan. Perpustakaan itu sendiri berisikan miliaran buku takdir masa depan dari seluruh manusia dibumi. Dan perpustakaan raksasa itu dijaga oleh seseorang pria berkacamata bernama Kabuto.

"Oh, Hai Naruto, tumben kau datang kesini sendirian biasanya kau bersama Kakashi!" Sapa Kabuto ramah setelah melihat remaja yang dikenalinya mendekat "Yah, dia sedang sibuk mengurusi sesuatu jadi aku datang sendirian saja!" Jawab Naruto sambil tersenyum ramah.

"Oh, begitu yah?" Tanya Kabuto dan Naruto hanya mengangguk.

"Aku mau mengambil beberapa buku!" Ucap Naruto sambil menghadap kearah jutaan rak buku raksasa yang ada disana. "Beberapa?" Ulang Kabuto heran.

"Yah, tak ada masalah kan?" Jawab Naruto bertanya dan Kabuto hanya bisa mengangkat bahu "Bisa saja!"

Naruto kembali fokus menghadap jutaan rak buku raksasa dihadapannya, ia menarik nafas panjang karena ia hanya menginginkan beberapa buku diantara miliyaran buku dihadapannya, Naruto mulai berkonsentrasi demi menemukan buku yang dicarinya "Yosh.. kata kuncinya etto... Uchiha sasuke!" Ucap Naruto pelan dan secara ajaib buku yang tak ada hubungannya dengan Uciha Sasuke tereliminasi dengan sendirinya dan menyisakan ratusan buku yang tersisa dan berbaris secara Horisontal dihadapan Naruto. Itu berarti ratusan buku tersebut memiliki nama yang sama yaitu Uciha Sasuke "Heh.. ternyata pemilik nama Uchiha Sasuke dibumi banyak juga!" Gumam Naruto sambil melirik ratusan buku dihadapannya.

Untuk menemukan buku Uciha Sasuke yang dimaksudnya Naruto harus kembali mengucapkan kata kunci selanjutnya "Hmm.. aku mencari buku milik Uchiha Sasuke yang bersekolah di Konoha High School jepang!" Ucap Naruto.

SREKK...

Dan kembali secara ajaib ratusan buku tereliminasi dengan sendirinya menyisakan satu buku dihadapan Naruto dengan demikian Naruto berhasil menemukan buku pertama yang dia cari. Untuk lebih memastikan lagi, Naruto membuka buku tersebut.

Cahaya putih secara perlahan nampak setelah Naruto membuka halaman buku itu, dan menampilkan garis-garis takdir masa depan dari sipemilik buku Uciha Sasuke. Garis-garis tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam jumlah yang tak terhitung. Mata Naruto terlihat bergerak kesana kemari meneliti isi buku tersebut dengan jeli.

Naruto tersenyum kecil saat melihat salah satu garis takdir sasuke ada yang tidak terhubung dengan garis lainnya dan berwarna merah, itu artinya nantinya takdir masa depan Sasuke juga tak terlalu baik dan harus segera diperbaiki. Dengan jari telunjuknya, Naruto mencoba menyambungkan garis terputus itu dengan project buatan Hinata, dan ternyata garis itu kembali normal dan terhubung dengan garis baik lainnya.

Naruto berhasil menemukan orang pertama yang akan ia masukkan dalam bagian project Hinata, karena butuh beberapa orang lagi, Naruto kembali mencari buku selanjutnya dan memeriksa garis-garis yang rusak dan menyambungkannya dengan project Hinata sama seperti yang Naruto lakukan sebelumnya, namun berkali kali Naruto harus mengembalikan buku-buku dari nama yang sudah disebutkannya karena tak ada yang berubah jika garisnya dihubungkan dengan project Hinata.

Diluar dugaan, Naruto menghabiskan waktu hingga berjam-jam dalam perpustakaan tersebut demi mencari orang yang cocok. Namun hingga saat terakhir Naruto hanya berhasil menemukan 5 buku saja yang cocok. Bukan masalah.. karena itu sudah cukup bagi Naruto.

Buku takdir masa depan yang kini dibawa Naruto adalah milik dari Uciha Sasuke, Sakura Haruno, Ino Yamanaka, Shikamaru Naara dan Temari. Semua nama tersebut akan Naruto ajak untuk bergabung dalam project Hinata. Dengan demikian jika dihitung dengan dirinya dan Hinata total 7 orang, itu jumlah yang sedikit tapi tak masalah.

FLASH BACK OFF

Pulang sekolah...

"Hoi, kenapa kau menahan kami untuk pulang?" Tanya seorang wanita berambut pink (Sakura Haruno) dengan ekspresi malas "Iya, kami kan sudah kelaparan!" Gerutu seorang wanita berambut ponytail (Ino Yamanaka)

"Lagi pula, kau anak baru tapi sudah bertingkah yang aneh seperti ini!" Timpal seorang wanita yang sepertinya sangat suka bermain kipas (Temari). Sementara dua pria yakni Sasuke dan Shikamaru diam saja.

"Hehehe.. sebelumnya maaf telah menahan kalian pulang, tapi aku ingin kalian bergabung dalam project yang telah dibuat oleh Hinata!" Jawab Naruto panjang lebar sambil menyodorkan kertas kearah para lawan bicaranya, sementara Hinata hanya bisa diam sambil bersembunyi dibalik punggung Naruto.

"Project? Maksudmu?" Tanya Sakura bingung.

"soal itu biar Hinata yang menjelaskan!" Sahut Naruto sambil menarik Hinata dari punggungnya agar mau menjelaskan idenya. Hinata pun menurut dan menjelaskan apa yang ada dalam project tersebut.

SKIP SETELAH PENJELASAN

"Nah, bagaimana, kalian tertarik?" Tanya Naruto sambil nyegir lebar

"Entahlah.. tapi sepertinya itu tidak mudah, meski kami mau bergabung kau harus mendapat ijin dari kepala sekolah dulu!" Jawab Ino "Ditambah lagi, itu artinya kita harus membentuk klub juga!" Tambah Sakura sambil duduk dan bertopang dagu.

"Oh begitu ya? Baiklah, anggap saja aku dan Hinata sudah mendapatkan semuanya jadi, mau bergabung?" Tanya Naruto pada semuanya.

"Aku tidak keberatan!" Jawab Sasuke santai

"EHHH?!"

Semuanya terkejut karena tak menyangka Seorang Uciha Sasuke mau bergabung dalam sebuah aktifitas klub mengingat banyak klub yang datang memintanya bergabung namun malah ditolak oleh Sasuke. Apa lagi dia yang menjawab pertama kali.

"Ap-apa alasanmu?" Tanya Naruto cengo karena semula Naruto mengira Sasukelah yang paling sulit diajak bergabung.

"Berisik!" Sahut Sasuke singkat Naruto sweetdrop dibuatnya "Ka-kalau begitu selamat bergabung hehehe!"

"Kalian ba-bagaimana?" Tanya Hinata yang dari tadi diam saja. Semuanya tampak berfikir sejenak untuk menimbang tawaran Hinata.

"Baiklah, aku ikut lagi pula setelah klub tanaman bubar aku tak punya kegiatan klub lagi!" Jawab Ino sambil memberikan alasannya. Naruto tersenyum tipis, berdasarkan buku takdir Ino, Naruto tahu bahwa penyebab masa depan Ino yang tidak terlalu bagus dipicu oleh bubarnya klub tanaman di sekolahnya, namun jika ikut dalam project Hinata maka itu bisa diperbaiki.

"Yosh.. selanjutnya kalian!" Tunjuk Naruto pada 3 orang yang tersisa.

"Ya, kami ikut!" Sahut Sakura dan Temari. Naruto kembali tersenyum karena masa depan mereka bisa jadi baik jika bergabung. Meskipun tak ada penyebabnya tapi dari garis buku keduanya akan ada takdir bagus buat mereka nantinya jika bergabung dalam project ini.

"Dan kau Shikamaru, bagaimana? Kau kan anggota klub karate!" Tanya Temari pada pemuda berwajah malas disampingnya.

"Huh, kau bercanda, aku sudah tidak diklub karate lagi!" Jawab Shikamaru santai dan sedikit malas.

"Hehh.. aku pikir kau hanya istirahat sejenak dari aktifitas klub karate karena cedera luka yang kau alami!" Tanya Temari lagi "Tapi, kukira luka mu sudah sembuh total!" Sahut Sakura juga bertanya.

"Tak ada luka yang bisa sembuh total!" Gumam Shikamaru sambil melihat kearah lain.

Semua yang ada diruangan itu tampak bingung dengan maksud perkataan Shikamaru kecuali Naruto. Yah.. naruto sangat mengerti apa maksud dibalik kalimat barusan.

Dulu, Shikamaru adalah murid klub karate yang hebat, kemampuannya bahkan sudah terkenal dihampir tiap sekolahan jepang, namun karena sifat manusia yang mudah dengki beberapa teman klubnya menghianati Shikamaru dan membuat Shikamaru kalah dalam pertandingan tingkat nasional antar sekolah, tidak cukup sampai disitu Shikamaru menderita cedera lutut yang serius namun justru ia yang disalahkan atas kekalahannya. Sejak saat itu Shikamaru dikeluarkan dari klub karate karena sudah dianggap tak mampu lagi bertanding.

"Hn, memang tak akan ada luka yang bisa sembuh total... tak akan pernah ada!" ucap Naruto dalam hati dan ingatan Naruto kembali berputar pada sosok yang ingin menjemputnya kembali. Naruto hanya bisa tersenyum sinis dengan ingatannya. Yah.. jika boleh jawablah karena ada Satu pertanyaan sederhana untuk kalian...

"apa kalian pernah dengar luka yang bisa sembuh total"?

"BERSAMBUNG"