Mau berteman dengan BocahLanang di FB?:

BocahLanang HunKai (The Real BocahLanang)

Thanks for all review! Yey!

Thedolphinduck: Iya, animenya si Rea itu cewek, dan ff ini isinya nyeleweng jauh dari animenya soalnya gak mau dibilang copas/bosenin. Cuma ambil tema yang sama aja. Jadi BocahLanang nulisnya inspired, bukan remake, hehe ChanKai? Cuma nyempil-nyempil nih, mian

Ling-ling pandabear: Thanks sudah penasaran, hehe

Kamong Jjong: Sehun disini hidup lo.. dia mati dulu baru jadi zombie buat uri Kai, hehew

Alert09: Kai disini kelainan tingkat stadium akhir, dia masuk psikiater dari kecil aja malah tambah obsesi -_-, oke ini udah lanjut ^_^

HafifahEXO11: Sip!

13VonMorgun: Wah kau terkena virus yadong juga rupanya? Hehe. Disini gak se hot ff laen soalnya ini teen.*buat jaga-jaga BocahLanang label ff ini rate M. Cuma buat jaga-jaga ja, hehe

M Aldianor Alvon Kpopers 11238: Kependekan kata lu? Ni udah aku panjangin 3k+ loh vroh.. :v

Wiwitdyas1: Ini lanjut

Vipbigbang74: Wah ini udah lumayan cepet lo, tiga hari dari ch 1. *wah, kena begal nih

K1mut: Animenya straight. Ceweknya yang jadi zombie, hehe

Junghanbi: Aku lebih tua 5 bulan dari mu, panggil aku Oppa, arra? Hehe. Kita satu hati sepertinya. Sehun disini masih manusia. Jadi Zombienya kalo udah mati, thanks semangatnya

Exofanfic'rae: Itu karena fakta Kai suka gigit jarinya tanpa sadar pas awal-awal debut, tapi karena dimarahin manager, dia udah jarang gigit jadi didepan fans. Padahal cute lo.. jauh banget sama kesan debut MAMA ERA yang sangar. Ini udah lumayan fast update kan? hehe

Mizukami Sakura-chan: Oke sip!

VampireDPS: Peraturannya semua yang repiew wajib panggil BocahLanang pake embel-embel hyung/oppa. Karena BocahLanang ikut-ikutan member EXO yang pengen dipanggil oppa oleh nuna fans (fans yeoja yang lebih tua dari mereka), wkwk

Afranabilacantik; Oke sip! Thanks udah add

Jungdongah: Yang nulis pingsan vroh! Haha Okay! Siap!

Cute: Ada cerita beda yang didahulukannya ini udah akut sukanya yang suka zombie tentang kai *ikut memutarbalikkan kata-kata karena BocahLanangOppa tidak tahu maksudnya

Thiefhanie. Thaa: Thanks ya

Vicky: Makasih, ini udah lanjut

EXO 12-XLKSLBCCDTKS: Iya, Furuya itu kayak ada telinga kucingnya, bagus. BocahLanang males bikin flashback kecil Kai kayak masalalu furuya, jadi asal nyantumin kalo Kai udah obsesi zombie, hehe

Jongin48: Oke sip!

Sayakanoicinoe: Ini udah panjang 3k+ looo.. hehe

Tikha Semuel RyeoLhyun: Udah aku konfirm, thanks for add . Kai dinodai, hehe

Dejong13: Mainpair always HunKai! Merdeka! Iya, kalo dah mati Sehun nanti bakal jadi zombie

SooBabyBee: Kai itu kelewat polos, em, gimana ya.. pokoknya Kai itu buta dunia. Dia taunya cuma zombie-zombie dan zombie, jadi merokok –merusak paru-paru itu salah satu jalannya menjadi zombie, hehe

Miszhanty05: Okay!

KaiNieris: Sehun disini masih manusia e, hehe

Kkamjongie. Kim: Nanti Sehun pas jadi zombie bakal mati rasa, trus badannya busuk gitu, haha *BocahLanang tega banget -_-

Steffany. Elfxoticsbaby: HunKai yey! Gak serem kok, ini comedy romance. Thanks supportnya

Kim. Riany: Kamu nungguin yang mana? Sini biar aku selesain ff yang kamu tungguin, hehe

Myungricho: Gak usah liat animenya juga gapapa, soalnya ff ini mlenceng jauh dari cerita animenya. BocahLanang cuma ambil temanya aja, hehe

Ariee. Evilcuteelf. 9: Wah, mian ne? Jangan pout nanti BocahLanang cium lo.. hehe. Hyung? Kamu cowok? Sip! Ini udah next

Novisaputri09: Novi.. balas hug *balasditoyorNovi*.. castnya HunKai-HanKai-ChanKai. Cuma Kai yang uke pokoknya, hehe. Kamu indigo? Bisa lihat setan apa yang membuat BocahLanang selalu bikin ff rate M enggak? Hehe

Yup! Thanks for all readers! Yey!

Meski kalian lebih tua dari aku ato seumuran, tetep panggil aku Oppa/Hyung ya? Please..

Soalnya aku lebih suka dipanggil BocahLanangHyung/Oppa, hehe

Gomawo!

So this is..

.

.

.

_I Love ZOMBIE_

Inspired by:

AnimeMovie_Sankarea_by_MitsuruHatori

©BocahLanang Present

-HUNKAI-

Warn!

Yaoi│BoyxBoy│BoysLove│Mystic│Horror│Inhumanity│Rate M│Zombie Lover│Tidak copas persis animenya│Irasional│Obsession│Gaje│ZOMBIE!│DirtyTalk│Comedy│Melenceng jauh dari versi aslinya│Absurd tingkat dewa

Ulasan Menarik Sayang jika tidak dibaca :

*BocahLanang Cuma dapet copy_an anime ini ukuran 3gp*serasa liat BlueFilm kualitas ecek-ecek -_-

*Anime SankaRea itu STRAIGHT, not Yaoi. (disini BocahLanang cuma ambil ide aja, bukan bener-bener jiplak animenya, kan kalo jiplak nanti kena pelanggaran UU hak cipta, hehe)

*Dapet anime ini dari kakak perempuan cantik tercinta yang kuliah jurusan psikologi (serasa takut kalo BocahLanang kepergok bikin ff Yaoi secara diam-diam terus malah dianggap dan divonis gay T_T)

*Pas dikasi animenya itu cuma sampai episode Sankarea mati doang, BocahLanang kepo kelanjutannya tapi gak punya kuota buat download episode selanjutnya -_-

*BocahLanang gak pernah baca versi manganya. Katanya versi manganya lebih keren dan ehem-ehem (tapi cuma buka-buka baju kok, katanya banyak comedynya)

*BocahLanang kira Rea itu udah mati dari dulunya karena tubuhnya wuih bagus bener.. putih lagih..

*Awal liat episode perkenalan Rea, agak jijik sama ayahnya yang suka fotoin tubuh telanjang Rea -_- (Beneran lo, silakan download animenya kalo gak percaya, ayahnya gak waras..)

*BocahLanang jadi pengen mati terus makan bunga Hortensia (Hydrangea) biar jadi zombie kayak Rea. Kan ditembak gak sakit tuh, abadi lagih, keren! Hehe

Attention:

Yang gak suka out aja. Jangan bash author pemula seperti saya T_T

Warn:

Typo bertebaran

Awas kesandung Typo

Typo(s) berkilauan menyilaukan mata!Hehe

Oke! Let's Read!

CKLEK..

Kai barusaja keluar dari kamar mandi kos-kosan Luhan. Kopernya sudah rapih dengan sebuah paperbag tambahan berisi seragamnya tadi.

Beberapa makanan ringan berserakan di karpet lantai, dan tangan mainan Zombie tergeletak didepan televisi.

"Jong, yang benar saja kau langsung mau mencari apatermen? Tidak menginap saja dirumah Yura noona dulu?" Chanyeol langsung menghampiri Kai dan melesakkan wajahnya di perpotongan leher Kai. Sensasi tetesan air dari ujung-ujung rambut Kai yang basah mengenai wajahnya membuat imajinasi liarnya lebar seperti telinganya.

"Koleksiku bisa hancur jika terlalu lama terkekang didalam koper, Yeol" Kai menjauhkan wajah tampan yoda itu lalu melemparkan handuk kecil pinjaman Luhan yang sial-beruntung-nya mengenai wajah Luhan.

Membuat sang rusa menyeringai kecil. Wangi tubuh Kai di handuk itu sepertinya akan menemani fap-fap Luhan nanti malam.

"Handuknya jadi milikku!" Chanyeol merebut handuk setengah basah tadi.

"Hei, ini milikku!" Luhan kembali meraih ujung handuknya dan terjadilah tarik-tarikan handuk. Kekanakan.

"Lu, kau bisa bantu aku memasukkan tangan Zombie itu ke paperbag? Aku mau menyisir rambutku dulu" Kai segera kembali kedalam kamar mandi karena ada kaca disana.

"Telinga peri, kau saja sana.. aku mau merapihkan bekas makan kita saja" Luhan mengelak segera meraup asal bungkus-bungkus itu dan pergi keluar.

"Hei! Hei Rusa! Aish! Astaga.. ini seperti asli.. kulitnya lembek sekali dan darahnya bergulir-gulir.. hii" Chanyeol menjinjing tangan mainan itu dengan selembar tisu dan memasukkannya ke paperbag yang ada.

*ILoveZOMBIE*

Kim JongIn atau yang biasa dipanggil Jongie itu akhirnya duduk kesal di ruang tamu berpenghangat sebuah rumah minimalis indah yang penuh karya budaya Jepang sederhana.

Suara televisi tidak Kai indahkan sama sekali. Tentusaja! Bahasanya saja tidak dimengerti! Dia kan orang Korea yang kabur ke Jepang, mana tahu bahasa orang sini, dan, aish.. ini channel lokal semua!

"Bagaimana, Jongie? Rumah Yura noona nyaman kan? Hehe" Chanyeol mendekat membawa sebuah nampan berisi tiga gelas madu hangat. Angin diluar rumah sangat kencang sore ini, menggetarkan pintu-pintu geser yang berluruskan langsung menuju taman tengah.

"Aku sudah bilang aku ingin segera mencari apatermen dan bermain dengan koleksi zombieku! Tahu begini, aku saja tadi yang mengemudi.." Kai meletakkan kepalanya di meja pendek. Kakinya terasa hangat dalam futon meja.

"Ini sudah terlalu larut sayang. Sebaiknya kau menginap disini dan besok siang sepulang sekolah kita mencari apatermennya" Luhan muncul dengan membawa sepiring cookies coklat hangat kesukaan Kai. Membuat namja tan itu mengangguk mengiyakan tanpa pikir panjang.

Tanpa Kai ketahui, kedua namja super pervert itu saling melemparkan seringaian kemenangan.

"Hm.. kalian tidak mau mencoba? Ini enak" Kai menunjuk cookies yang ada didepannya dan dua gelas madu hangat yang masih belum diminum, menawarkannya pada dua namja aneh yang masih betah bediri.

Kini bertambah aneh karena keduanya tersenyum aneh padanya.

"Mungkin nanti malam lebih enak, chagi" Luhan segera beringsut duduk disamping kanan Kai dan menempelkan dagunya di bahu Kai.

Fiuh~

Berusaha menggoda dengan meniup leher jenjang tan itu rupanya.

"Kau bisa menyuapiku dengan bibirmu kalau begitu" Chanyeol ikut merapatkan duduknya disamping kiri Kai.

Chu~ -dan mencuri kecupan di ujung bibir penuh Kai.

"Remah cookiesnya enak, Jongie" Chanyeol tersenyum lebar memperlihatkan gigi-giginya.

Jadi itu yang dimaksud menyuapi dengan bibir? Memakan remah cookies sembari mencicipi ujung bibir Kai.

"Idiot" Kai menatap bosan Chanyeol dan kembali mengamati acara televisi yang ada. Setidaknya, ia bisa belajar bahasa Jepang dari kartun yang ditontonnya sore ini.

*ILoveZOMBIE*

Sekarang bahkan sudah pukul 11 malam lebih, dan ketiganya masih terjaga.

"Jongie, ini sudah malam. Tidakkah kau mengantuk?" Luhan meletakkan wajahnya di meja, mencoba menarik perhatian namja tan itu agar melihat kearahnya.

"Nanti, Lu" Kai masih duduk tenang melihat anime malam.

Yang Kai tahu dari tulisan judulnya tadi hanyalah 'NightSpecialEdition-bla-bla-bla-' dan judul bertulis kanji tak dikenalnya.

Meski Kai tahu bacanya apa, ia tetap tidak tahu maksudnya apa.

Karena ia selalu bolos bersama Luhan dan Chanyeol saat pelajaran bahasa asing di Korea dulu.

Sialnya kedua temannya lebih pintar darinya. Nyatanya Chanyeol bisa lancar berbahasa Jepang dan Luhan tentusaja sangat mahir berbahasa Jepang, terbukti dengan kepala sekolah botak itu yang menjadikannya siswa pertukaran.

"Jongie, kau benar mau menonton tv tengah malam?" Chanyeol menaikkan alisnya. Tangan panjangnya perlahan mencari kesempatan masuk kedalam kaos yang dikenakan Kai dan mengelus kulit halus pinggang ramping tan itu.

"Memangnya kenapa? Meski sudah hampir tengah malam, dari tadi semua channel isinya anime, tidak seperti Korea yang isinya hal-hal mesum yang selalu kalian tonton hingga begadang. Sepertinya aku mulai suka Jepang, filmnya mendidik warganya agar tidak menonton hal-hal vulgar tengah malam begini" Kai menyentak tangan Chanyeol yang hampir saja meraba nipple kirinya.

"Tidak juga, di Korea lebih baik loh.. Lebih.. Realistis.. hehe" Luhan menaik turunkan alisnya menggoda Kai sedangkan tangannya mengelus sensual paha Kai yang masih ditutupi celana jean panjang.

"Justru itu yang tidak aku suka! Kalian kalau sudah terangsang langsung lari kepadaku yang sedang tertidur dan mengotori wajahku dengan sperma kalian! Kalian selalu merusak mimpi zombie terindahku!" Kai juga menyingkirkan tangan Luhan yang hampir menyentuh resleting celananya.

"HAH?! Jadi kau tahu Jongie?!" Chanyeol dan Luhan melotot kaget dan jantungan sekaligus, seolah barusaja tertangkap basah melakukan dosa besar. Tentusaja fap-fap didepan wajah orang tidur sampai menyemburkan sperma di wajah manis Kai merupakan dosa besar.

"Ya aku tahu akhir-akhir ini setelah aku curiga kenapa wajahku selalu bau aneh saat bangun tidur setiap aku menginap diapatermen Luhan maupun dikamarmu Yeol!" Kai akhirnya meluapkan emosinya juga.

"Kukira kau sudah tidur lelap karena tidak mau menonton film porn dan siaran club malam ekslusive tiap jam 00.01 di channel MVN bersama kami" Luhan berkata dengan masih melotot lebar. Begitu pula dengan Chanyeol yang menganga lebar.

"Itu memang alasanku. Aku tidur duluan agar tidak mendengar suara mendesah kalian tiap malam kita menginap bersama! Mengapa kalian selalu mendesahkan namaku saat onani, idiots?!" Kai segera menjewer kedua orang mesum dikanan kirinya yang merintih kesakitan.

"Aw! Sakit Jongie! Kata Luhan kau sudah tidur jadi kami bebas onani meneriakkan namamu. Bahkan berfantasi liar kami memasukimu" Chanyeol berkata cepat bagai rapper handal dan tersenyum lega ketika berhasil lepas dari jeweran panas Kai. Kalau tidak, kupingnya bisa tidak balance besarnya.

"Apa?!" Kai membelalakkan matanya kaget. Kalimat Chanyeol terlalu cepat dan ia tidak begitu mendengar beberapa ucapan terakhir.

Jadi selama ini setiap mereka menginap bersama entah dirumah Chanyeol atau di apatermen Luhan, dua orang pervert itu menonton acara dewasa tengah malam sambil mendesahkan namanya saat fap-fap!

"Aku hanya menyetujui usul gila Chanyeol untuk menyemburkan sperma kami diwajah pasrahmu saat tidur Jongie. Tapi kami segera membersihkan wajahmu dengan tissue kok" Luhan mengelus telinganya yang memerah. Untung Kai sudah melepaskan jeweran mautnya.

"Kalian gila?!" Kai berteriak marah karena ternyata selama ini tissue ukuran ekonomis yang ia sediakan dimeja nakas kamar Chanyeol maupun apatermen Luhan selalu habis untuk itu!

"Tapi lihat Jongie! Wajahmu semakin manis, mulus, kencang, cantik, dan menggoda! mu~mu~mu~" Chanyeol mengarahkan bibirnya dengan gaya seolah ingin mencium ganas pipi Kai.

"Yaa! Berhenti!" Kai makin miring ke kanan dengan menyilangkan tangannya didepan Chanyeol berusaha menghalau raksasa itu menerjangnya.

Grep!

"Kau bergerak kearah yang salah, Sexy Kitty.." Luhan segera mendekap Kai dan berbisik serak.

"KYAAAA!" suara teriakan Kai seolah ia akan diperkosa ajushi-ajushi mesum.

"Angh~ Hanh.. Yeolhh.. cukuph.." Oh iya, dia memang sedang dalam sesi diperkosa ternyata.

*ILoveZOMBIE*

Wow, lihat ruangan ini. Sebelumnya rapih-rapih saja. Tapi kini sebuah kaos biru muda tergeletak-tersangkut-di sudut televisi 32 inch yang masih menyala. Celana jean panjang itu terasing didepan pintu geser.

Luhan tampak memejamkan matanya tertidur pulas. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis seolah bermimpi sangat indah. Rambut pirangnya sedikit basah keringat.

Tak jauh beda dengan Chanyeol. Si Yoda itu tersenyum lebih lebar dan kadang mengigaukan nama Jongin.

Sedangkan Jongin..

"Huee.. mommy.. Jongin kotor! Hwee" Kai mengelap pipi dan dadanya yang basah cairan putih sperma dimana-mana dengan singlet hitam yang dilepaskan tangan lincah rusa tadi.

"Rambutku juga kena, huwee.." Kai memandangi poninya yang tertempeli cairan kental putih itu.

Kai meringkuk menutupi daerah privatnya yang terekspose sambil meratapi nasibnya.

"Tahu begini, harusnya aku yang menyetir!" Kai benar-benar frustasi soal tadi siang. Huh, untung saja dua namja pervert itu hanya menelanjanginya dan onani dihadapannya dan..

"Mommy! Mata Jongie tidak suci lagi! Jongie sudah melihat yang besar-besar! Hueee.." Kai memejamkan matanya dengan semburat pipi merona mengingat dua penis besar berurat yang menyemprotkan banyak sperma di tubuhnya.

"Aku harus segera mandi! Aku tidak mau tahu!" Kai memunguti baju di televisi dan mengambil celana jeannya. Kopernya tertinggal di bagasi mobil yang ada di garasi. Terlalu jauh dan mengerikan untuk telanjang berjalan sampai garasi.. bisa-bisa ada CCTV tersembunyi dirumah ini. Bagaimana nasibnya jika Yura noona melihat rekaman CCTV dirinya yang berkeliaran naked!

"Are? Dimana celana dalamku?" Kai menunduk-nunduk mencari celana dalam hitamnya. Ia merutuki kesalahannya yang memakai celana dalam hitam kesayangannya itu sehingga gelapnya tidak ditemukan di ruangan yang sebenarnya cukup terang ini.

PLAKK!

"Kya!" Kai berjingkat ketika tangan besar Chanyeol menampar butt indahnya.

"Buttmu kenyal sekali, Jongie, ah.. hoam.." Chanyeol mengigau dengan tangan yang mulai meraba juniornya sendiri.

"Mesum sekalii mimpinya.." Kai memalingkan wajahnya enggan melihat belalai gajah yang mulai bangkit.

"Eh, tadi itu-" Kai segera membalikkan tatapannya pada wajah Chanyeol dan-

DUGH!

"Idiot kau menggunakan celana dalamku untuk bandana?!" Kai menjedukkan kepala happy virus itu ke meja. Anehnya mata namja tiang itu masih tertutup tidur.

"Jangan kasar begitu-baby Jongie~ apa kau mau sedikit kekerasan hm? Fuck you hot and hard.. haha" Chanyeol bahkan bisa tertawa dalam tidurnya.

Rusa disampingnya tidur dengan aktif memanjakan penisnya serta mendesahkan nama Kai, tanpa rasa terganggu terusik sedikitpun.

"Aku mandi! Jangan mengintip!" Kai bergegas keluar ruang TV dan mengancam meski ia tahu kedua teman mesumnya itu tertidur pulas dengan mimpi mesum mereka tanpa mendengarkannya sama sekali.

*ILoveZOMBIE*

CUIT.. CUIT..

Bunyi kicauan burung yang bertengger di pohon bonsai taman tengah.

Beberapa ikan koi berenang luwes di kolam.

Pagi yang indah untuk Kai yang baru pertamakali bermalam di Jepang.

Kai menarik nafas menghirup udara segar rumah minimalis tradisional Yura noona.

"Segar sekali udara dirumah ini" Kai tersenyum manis dan jemarinya itu bermain di udara.

GREP!

"Pagi, chagiya!" Chanyeol memeluk pinggang ramping Kai dari belakang. Keduanya sudah berpakaian seragam lengkap. Siap untuk sekolah.

"Pagi juga chann-yak! Jangan menekan buttku dengan benda laknat diselangkanganmu itu, lepas! Channie!" Kai berkelit namun tetap tidak bisa melepas tangan Chanyeol yang lumayan lebih kuat darinya.

"Hei, jangan bermesraan! Cepat kebawah, sudah jam 7. Kita sarapan di kantin saja nanti!" Luhan berteriak dari pintu masuk rumah. Tangannya membawa tas sekolah milik Chanyeol, Kai, dan miliknya sendiri.

"Ne!" Chanyeol langsung menggendong bridal tubuh Kai bak pengantin sedang namja tan itu memukuli pundak lebarnya.

*ILoveZOMBIE*

Entah apa yang terjadi, tapi kini baru pukul 9 pagi dan ketiganya sudah duduk-duduk santai di rooftop seperti kemarin.

"Jongie, kau baru masuk kemarin. Setidaknya harus ada satu saja hari tanpa bolos, baby" Luhan menasehati anak tan yang sedang tiduran dipangkuannya.

"Kau seperti tidak tahu aku saja, Lu" Kai menjawab malas dengan tangannya yang bergerak lincah memainkan game zombie di smartphonenya.

BUGH!

"HEK!" Kai seakan mau muntah padahal ia belum sarapan. Itu semua karena-

"Jongie! Ayo kencan nanti siang!" Chanyeol dengan nistanya menjatuhkan kepalanya di perut Kai.

"Sakit, baka.." Kai menoyor kepala Chanyeol pelan. Tidak tega juga Kai pada temannya yang tinggi dan sedikit tampan itu. Hanya sedikit! Kai masih merasa dialah yang paling tampan di kelompok trio itu.

"Aku belum menyusun laporan study Jepangku.. huft" Luhan menghela nafasnya lesu. Membuat Kai dan Chanyeol yang rebahan itu mengamati wajah Luhan dari bawah.

"Apa perlu aku carikan bantuan seperti dulu, Lu?" Kai menatap Luhan serius.

"Jangan, Jongie. Aku harus membuat laporan study ku sendiri kali ini. Kau sudah terlalu banyak membantuku di Korea dulu.. tidakkah itu berlebihan?" Luhan tersenyum tulus pada Kai. Dan Chanyeol hanya diam karena otaknya tidak bisa membaca situasi didepannya.

"Benar begitu?" Kai bertanya lirih dan jujur Chanyeol melihat semburat merah di pipi Kai.

"Aku akan buktikan, aku akan menjadi pintar dan sukses. Lalu siap menikahimu, yeobo" Luhan mengusak rambut Kai pelan.

"Hei! Kau merusak tatanan rambutku, rusa!" Kai menyingkirkan tangan Luhan. Tersenyum tipis ketika Luhan tertawa.

GREP!

Chanyeol segera mendekap tubuh Kai dalam rengkuhannya. Membiarkan namja tan itu berbantalkan lengannya.

"Yeollie. Kenapa kau suka sekali seenaknya huh?" suara makian Kai teredam di dada bidang Chanyeol.

"Kau yang terbaik, Jong. Terimakasih bersamaku disini" Chanyeol berbisik lirih di telinga Kai, diakhiri kecupan ringan di pelipis yang membuat darah Kai berdesir lebih deras.

*ILoveZOMBIE*

Matahari sudah semakin terbenam.

Luhan sedang memasak di dapur minimalis namun peralatannya cukup memadai.

Ting~

Suara mesin andalan tiga bengal.

Penghasil gelombang mikro yang paling berguna bagi kelangsungan perut dan hidup ketiganya.

Microwave adalah andalan seorang pelajar tentunya.

Chanyeol berkata bahwa semua makanan, minuman, bahkan benda sekalipun bisa matang pada titik sempurna jika dimasukkan kedalam benda persegi magic tersebut.

Dan dua idiot lainnya –HanKai- menyetujui dengan bodohnya, keduanya pernah mematangkan paku untuk dimakan.

Mengingat itu, Luhan jadi tertawa sendiri.

Setidaknya ia kini menjadi yang paling handal memasak dalam gank ini. Meski untuk urusan daging, masakan Chanyeol lebih enak. Tapi si tiang itu tidak pernah bisa, lebih tepatnya tidak pernah mau memasak sup, tumis, dan sebagainya yang berbahan sayur.

"Kai harus makan sayur sekali-kali" Luhan menata sup wortel manis dan tumis ayam brokoli di meja bar pembatas dapur dengan ruang TV. Gila saja bumbunya hanya garam. Tapi ditangan Luhan semuanya terasa lezat. Karena mottonya adalah hidup tanpa minyak-tanpa kolesterol.

Sementara itu.. di sebuah ruangan luas dengan kasur kingsize..

"Chanyeol! Serahkan celana dalamku! Nakal!" Kai melompat-lompat mencoba meraih celana dalam biru miliknya yang secara sepihak barusaja diklaim menjadi milik sang tiang.

"Kau tidak akan bisa mengambilnya, Jongie. Ini akan menjadi penutup mataku saat tidur, haha" Chanyeol mengangkat tinggi-tinggi celana dalam kecil itu sehingga Kai makin tidak sampai meraihnya.

"Ini hanya pemikiranku saja atau memang kau dan Luhan semakin mesum setelah tinggal di Jepang, huh?" Kai masih meloncat-loncat meraih celana dalamnya.

"Karena anime mereka sangat luar biasa, baby" Chanyeol makin tinggi setelah naik berdiri di kasur.

"Kau curang! Mengambil celana dalamku di koper saat aku mandi tadi!" Kai merengut sebal. Beberapa air menetes di wajahnya karena ia belum benar-benar mengeringkan rambutnya.

Saat mandi tadi Chanyeol dengan senang hati menawarkan menata bawaan Kai di koper. Sayangnya si manis ini kurang waspada akan pencurian celana dalam yang dilakukan oleh oknum berstatus sahabat dekatnya itu.

"Kau masih kecil ya?" Chanyeol tersenyum simpul dan Kai mengangguk karena kelelahan. Ia memang selalu lebih kecil-dan pendek- dari Chanyeol sejak dulu.

"Bukan itu, maksudku 'ini'nya" Chanyeol memainkan celana dalam biru itu dan menggembungkan bagian depannya.

"Mesum!" Kai berteriak lalu segera meraih celana dalamnya.

Sip! Celana dalam itu sudah kembali ke tangan pemiliknya!

"Hei Jong! Jangan mendorong! Aku-" Chanyeol langsung oleng karena tadi ia hanya berdiri di pinggir ranjang.

GBRUGH!

Keduanya mengerang sakit meski bed itu sangat empuk.

"Gwenchana, Jongie?" Chanyeol membalik posisi mereka dan bertanya.

Deg-Deg-

Kai merasakan jantungnya berdebar.

Chanyeol yang mengukungnya di kasur.. wajah Chanyeol yang sangat dekat..

Chanyeol hanya sedikit tampan. Ingat itu!

Kai mendoktrin dirinya sendiri.

"Hei kalian buat anak nanti saja. Makan malam sudah siap" Luhan menatap jengah pada keduanya. Dan kembali ke meja duluan.

"Kau menggangguku Lu! Kau harus membayarnya dengan masakan enak" Chanyeol beranjak dan berlari keluar kamar menyusul Luhan. Meninggalkan Kai sendiri.

"Mungkin aku hanya kelelahan" Kai turun dari ranjangnya dan ikut bergabung.

Ketiganya makan dengan lahap. Kai memuji makanan buatan Luhan yang selalu enak dan menyehatkan.

"Apatermenmu lebih nyaman dari apatermen Luhan di Korea dulu" Chanyeol mengamati interior mewah sekelilingnya.

"Karena Jepang sangat canggih" Kai berkata asal tapi itu benar juga sih.

*ILoveZOMBIE*

Kai sudah ada di latar apatermen mewahnya.

Meski hampir tengah malam karena ketiganya asyik cerita mengenai pengalaman mereka selama mereka berpisah.

Kakinya mengetuk-ngetuk di lantai marmer biru yang dipijaknya. Mengeratkan jaket hitamnya.

Menunggu dua namja yang tidak jua masuk kedalam mobil.

"Sungguh Jong, kau mengusir kami?" Chanyeol tidak percaya namja manis didepannya bisa sangat kasar sekali padanya. Ah, padahal biasanya Kai brutal kok. Chanyeolnya saja yang kali ini melankolis.

"Kau tidak membiarkan kami menginap barang semalam? Bukankah Chanyeol membiarkanmu menginap di rumah Yura noona?" Luhan mengungkit kebaikan untuk dibalas kebaikan rupanya. Rusa licik karena kini ia mengerling evil pada kamera(?).

"Dan membiarkan kalian onani saat aku tertidur begitu? Hell no!" Kai menatap tajam keduanya tapi malah terlihat semakin imut.

"Setidaknya beritahu aku password apatermenmu, baby. Aku bisa menyusul malam nanti" Chanyeol menampilkan wajah mesumnya.

"Ani, aku saja, Yeobo. Biar kuhangatkan tubuhmu malam ini" Luhan ikut-ikutan rupanya.

"Tidak-tidak-tidak. Sama sekali tidak. Cepat pulang!" Kai mendorong tubuh keduanya untuk segera masuk.

"Baiklah, hati-hati" Luhan akhirnya duduk di kursi pengemudi. Tentusaja karena Chanyeol menjadi supir handal yang berputar-putar seharian ini, mencari apatermen mewah bagi Kai yang tentusaja dengan keriteria elite dan dekat sekolah.

"Ya. Aku juga merasa sedikit merinding dan tenggorokanku panas setelah makan tadi. Jangan sampai aku flu esoknya" Kai mengeratkan jaketnya dan berjalan masuk setelah berpamitan.

"Hei Lu! Apa benar tidak apa-apa? Kau benar memasukkan obat ke jus jeruk Jongie kan?" Chanyeol sedikit heran pada Luhan yang patuh disuruh pulang. Padahal dua seme itu sudah sepakat memasukkan obat perangsang pada minuman Kai untuk diajak bercinta malam ini.

"Iya, makanya aku bilang hati-hati padanya" Luhan mulai menyalakan mobil Chanyeol. Efeknya mulai sepertinya. Kai tadi berkata tenggorokannya panas.

"Haha.. Apakah nanti kita kembali kesini untuk menghamilinya?" Chanyeol mencoba menebak ide briliant cowok cina paling pintar di ganknya.

"Tidak juga. Aku harus menyelesaikan tugas praktikumku" Luhan mematikan lagi mobil Chanyeol. Karena wajah bodoh itu dekat sekali dengannya. Yoda itu shock dan kecewa. Pencampuran wajah aneh tapi sukses diekspresikan.

"Seriusan? Nanti dia kenapa-kenapa bagaimana? Setidaknya kita harus mengantarnya sampai pintu apatermennya, Rusa-baka" Chanyeol langsung turun dan mengejar Kai. Luhan menyusul karena tak mau ambil resiko Chanyeol duluan yang membobol Kai.

"Itu dia!" Chanyeol menunjuk Kai yang masuk kedalam lift dengan seorang namja berseragam sekolah sama seperti mereka.

"Haish, hampir tertutup!" Luhan mempercepat larinya dan berhasil menyaingi kecepatan lari kaki panjang Chanyeol karena kaki Luhan yang kuat sebagai atlit sepak bola.

"Lu, itu kan sunbae kita!" Chanyeol membesarkan matanya kaget.

"Astaga! Oh Sehun sunbae paling cerdas itu!" Luhan menunjuk namja pucat disamping Kai dan-

GREP! TLING!

Pintu lift tertutup. Membawa keduanya melaju kencang menuju apatermen atas.

"Aku tidak salah lihat kan Lu?" Chanyeol tidak berkedip melihat pintu lift yang beberapa menit tadi tertutup.

"Tidak. Kau benar-benar melihatnya. Aku juga melihatnya" Luhan ikut membeku dengan jarak tiga meter dari lift.

Tadi itu.. Sehun menahan tubuh Kai yang jatuh di pelukannya sepersekian detik sebelum pintu lift tertutup.

"Apa Sehun hyung namja?" Chanyeol bertanya tidak waras.

Tentusaja semua namja akan memperkosa Kai yang menggeliat sexy kepanasan itu!

"Dia punya penis, Yeol. Dan.. Jongie kita.. masih perawan" setelah perkataan Luhan, keduanya menjadi patung lagi.

Jongie sexy mereka benar-benar dalam masalah!

-I Love ZOMBIE-

TBC

Wah! Jongie jatuh dipelukan Sehun! Warning! Warning!

Disini Sehun masih jadi manusia, dia sunbaenya HanKaiYeol.

Yang uke disini cuma Kai, lainnya seme semua, *hidup KaiUkeShipper!

Kai dikasi obat sama Luhan tadi pas makan malam.. hehe

Review ya!

Gomawo sudah baca ff ini, tunggu ch selanjutnya!