The Next Trio Bangsat
Author :Jeonoona
Rating :M (Untuk adegan kekerasan)
Genre : Drama, action, romance
Chapter 1 of /?
Saya sudah edit prolog kemarin :") maapkan saya readers. Saya gatau tulisannya bakalan nyatu kaya begitu hehe ;(
Selamat membaca :"v
Seorang pria kurus melangkahkan kakinya dilorong sekolahan menuju kelasnya. Tiap langkah yang dia ambil pasti bisik bisik itu terdengar.
"Hey, dia kembali bersekolah?"
"Punya nyawa berapa dia sehingga berani menginjakkan kakinya disekolah ini?"
"Apa dia tidak lelah?"
"Aku kasihan kepadanya"
Dan kurang lebih seperti itu bisik-bisik untuk pria kurus itu setiap harinya. Dia mempercepat langkahnya agar cepat sampai menuju kelasnya. Tapi sebelum dia mencapai kelasnya seseorang membuat kakinya tersandung dan akhirnya dia jatuh terjerembab tepat di depan pintu kelasnya.
"Lihat, Dia berjalan dengan menunduk tapi dia bahkan tidak bisa melihat kakiku ini dengan baik" setelah mengatakan itu , siswa berwajah rupawan itupun mendekati si kurus kemudian mengangkat kerah bajunya.
"Hey kau baik-baik saja? Hm?" Dia tersenyum miring kemudian menjatuhkan kembali tubuh si kurus.
"AKHHHH"
Prok prok prok.
Tiba-tiba saja seseorang bertepuk tangan melihat kejadian mengenaskan itu.
"Bagus, kau hanya bersenang-senang sendirian Jihoon? Tidak berniat mengajakku dan Sungwoo?"
"Daniel hyung. Aku hanya bermain-main saja dengannya. Kkkk coba kau lihat? Dia meringkuk ketakutan seperti bayi saja. Dasar idiot." Seseorang yang bernama Jihoon itu memandang remeh kepada pria kurus tadi.
"Bolehkah aku bersenang-senang juga dengannya?" Daniel meminta izin kepada Jihoon yang langsung diacungi jempol oleh Jihoon.
BUGH
BUGH
BUGH
Daniel mendekati pria kurus tadi kemudian meninjunya dibagian wajah dan perut secara bergantian.
"AKHHHH.. A-aku mohon hh-hentikan.." Pria kurus itu memegang pergelangan tangan Daniel yang sedang mencengkram lehernya. Dia berbicara dengan napas yang tersenggal.
"Berhenti? WHOA Aku harus berhenti? Hey Jihoon!" Daniel berteriak memanggil Jihoon yang langsung dibalas tatapan heran Jihoon.
"Apa aku harus berhenti? Lihatlah dia memohon dengan sangat manis kkk."
Jihoon tertawa sangat keras , kemudian dia mengangkat kedua bahunya.
"Terserah padamu saja Niel hyung, kali ini mangsaku aku berikan kepadamu."
Daniel menyeringai menyeramkan kemudian kembali mengangkat tubuh pria kurus itu agar wajah pria itu sejajar dengan wajahnya.
"Kau dengar itu keparat? Aku bebas melakukan apapun kepadamu. Tapi maaf saja aku tidak bisa berhenti untuk kali ini."
"ENYAHLAH KAU BAE JINYOUNG!!!" setelah mengatakan itu Daniel langsung meninju kembali wajah Jinyoung dengan sangat keras, setelah itu dia membanting tubuh Jinyoung kelantai lalu menendang perutnya.
"AKHHHHH" Jinyoung memegang perutnya yang berdenyut nyeri. Kepalanya sedikit mengeluarkan darah karena terbentur.
Daniel mendekati tubuh Jinyoung yang sedang meringis kemudian dia mengangkat wajah Jinyoung.
"Kuperingatkan kepadamu, Kepindahanmulah sebagai murid baru yang menjadi kesalahan. Seharusnya sebelum kau mendaftarkan diri ke sekolah ini kau harus mendengar rumor yang tersebar terlebih dahulu. Rumor bahwa disini kita mempunyai sebuah tradisi, tradisi 'selamat datang' dari Kingka sekolah kita. Jadi... "
Daniel tersenyum kecil kemudian melanjutkan perkataannya.
"Welcome to SM Highchool, Bae Jinyoung."
DUAGH.
Daniel meninju sekali lagi wajah Jinyoung kemudian meninggalkannya meringkuk kesakitan. Jihoon hanya tertawa melihat keadaan Jinyoung kemudian mengikuti Daniel pergi, sedangkan Sungwoo yang hanya menonton sedaritadi hanya merotasikan bola matanya malas dan ikut meninggalkan Jinyoung sendirian.
Sebuah mobil sport berwarna merah terlihat memasuki sekolah. Ketika mobil itu sudah sampai di parkiran dapat kita teriakan yang sangat keras dari gadis gadis yang senantiasa berbaris menunggu seseorang yang ada di dalam mobil sport itu.
"PARK WOOJIN!"
" PARK WOOJIN!"
" PARK WOOJIN!"
" PARK WOOJIN!"
Seseorang keluar dari mobil sport tersebut kemudian membuka kacamata hitamnya lalu tersenyum tampan. Apa yang baru saja dia lakukan sontak membuat jeritan para gadis semakin kencang.
Tiba-tiba saja seseorang menarik tangan Woojin kemudian tersenyum canggung kepada fans Woojin.
"A-ah maaf semuanya Woojin harus ke kelas, maaf ya hehe. Kami permisi dulu ya." Setelah mengatakan itu Orang yang tersenyum canggung tadipun langsung menarik Woojin agar cepat cepat menuju kelas mereka.
"Ah pangeranku sudah pergi. Semuanya ayo kita kembali ke kelas saja" ucap salah satu gadis yang ada disana. Satu persatu dari mereka meninggalkan parkiran.
" Kenapa kau selalu saja mengganggu pagi hariku yang indah ini Hyunmin? Kau tidak tau saja aku sedang memberikan fanservice kepada mereka. Prince Woojin sedang menyapa rakyatnya. Kau bersikaplah yang sopan wahai pelayan, hahaha." Ucap Woojin yang langsung dihadiahi jitakan oleh Hyunmin.
"Berisik kau sialan, sekarang kita harus cepat cepat pergi ke kelas karena pelajaran pertama hari ini adalah Kim Songsaenim. Kau tau sendirikan dia itu guru matematika, bukan pengurus bank. Kenapa setiap pelajarannya kita harus ikut menghitung kekayaannya? " Hyunmin berubah menjadi muram ketika dia harus membayangkan pelajaran nanti.
" Sudahlah Hyunmin."Woojin menepuk punk Hyunmin dua kali kemudian berjalan meninggalkan Hyunmin dibelakangnya.
"Dasar menyebalkan kau Park."
Hyunmin yang berjalan dibelakang Woojin terpaksa harus menabrak punggung Woojin karena tiba-tiba saja Woojin memberhentikan langkahnya.
"Hey ada apa keparat? Kenapa kau ber..."
Hyunmin tidak melanjutkan pertanyaannya karena matanya melebar ketika melihat seseorang tengah meringkuk ditengah lorong dengan darah dimana-mana.
"ASTAGA! WOOJIN AYO CEPAT BAWA DIA KE UKS." Hyunmin menepuk Woojin dengan keras kemudian berlari panik menuju pria tadi dan mencoba mengangkatnya. Woojin yang mulai tersadarpun membantu Hyunmin mengangkat pria tadi ke uks.
"SUNGHYUK! YEHYUN! YAK CEPAT CEPAT INI ADA ORANG YANG SEKARAT!" Yehyun yang sedang tertidur langsung membuka matanya kaget ketika membuka matanya dia melihat Hyunmin dan Woojin membawa seseorang yang bersimpuh darah.
Sunghyuk yang sedang mengobati Haknyeon ikut terhenti ketika melihat keadaan seseorang yang dibawa Hyunmin dan Woojin. Haknyeon yang tidak tau apa-apa hanya menatap bingung kearah mereka.
"Cepat baringkan dia, aku akan memanggil Dokter Yoon. Sunghyuk kau cobalah membersihkan darahnya dan untuk kalian berdua, coba diantara kalian bawalah seragam cadangan kalian untuknya." Setelah mengatakan itu Yehyunpun langsung pergi dengan seribu langkahnya untuk memanggil dokter.
"Dasar si Yehyun itu, seenaknya saja memberi perintah. Baiklah, Haknyeon kau tidak apa-apa kan? Aku akan mengurus anak itu, sepertinya dia terluka sangat parah."
Haknyeon menganggukkan kepalanya dan memberi tanda kalau dia tidak apa-apa.
"Aku akan membawa baju gantiku. Woojin kau jaga anak itu oke?" Hyunmin juga ikut menghilang dibalik pintu uks.
Sekarang tinggal Sunghyuk,Woojin, Haknyeon, dan seseorang yang belum diketahui identitasnya itu di dalam uks.
Sunghyuk mulai membersihkan wajah seseorang itu yang banyak dipenuhi darah dan lebam. Ketika wajah orang itu sudah bersih dari darah Sunghyuk menyadari sesuatu.
"Ini..."
"Dia pasti Bae Jinyoung, pantas saja aku tidak menemukannya. Dia pasti sudah dipermainkan oleh Jihoon dan yang lainnya."
"Apa kau yakin? Mereka hanya memberi pelajaran hanya kepada anak baru kan?" Haknyeon yang sedari tadi membungkam mulutnya tiba-tiba saja ikut berbicara.
"Iya aku yakin. Meskipun sekarang wajahnya penuh lebam, tapi aku sangat yakin kalau dia Jinyoung. Aku ingat wajahnya sama dengan yang ada di foto. Harusnya aku tidak ceroboh dan menunggunya di gerbang saja." Sunghyuk adalah seorang ketua Osis, jadi wajar saja dia tau tentang informasi murid baru.
"Apakah dia terluka parah?" Woojin mulai mendekati Sunghyuk dan Jinyoung.
"Kupikir iya, banyak sekali darah yang keluar. Seharusnya kau dan Hyunmin membawanya ke rumah sakit bukan ke Uks bodoh. Tapi mau bagaimana lagi? Sekarang kita hanya perlu menunggu dokter Yoon saja."
"Haknyeon kenapa kau bisa disini? Apa yang sakit? Hey kukira kau tidak bisa terluka man." Canda Woojin yang dibalas delikan dari Haknyeon.
"Aku terluka ketika tanding basket dengan tim Minhyun hyung tadi. Kakiku tak sengaja keseleo dan kepalaku sedikit terbentur." Woojin menganggukkan kepalanya ketika mendengar penjelasan dari Haknyeon.
"Itu mengerikan. Aku juga masih ingat ketika mereka memberi ucapan 'selamat datang' kepadaku ketika aku baru saja pindah kesini." Haknyeon tiba-tiba saja membuka suaranya.
"Ya, mereka memang sangatlah bodoh. Hanya kekurangan didikan orang tua bisa menjadi seorang pembangkang seperti mereka."
"Aku pernah sekali melihat keluarga Jihoon, dia-"
~I'm feelin' so energetic~
Haknyeon tidak melanjutkan perkataannya karena seseorang tengah menelponnya.
'Eomma is calling'
"Halo, ya ada apa eomma?"
"Haknyeon... Appamu ditangkap polisi. Sekarang eomma ada di kantor polisi, bisa kau datang kemari?"
Haknyeon hanya terdiam kaku. Lalu detik berikutnya dia berlari sangat kencang mengabaikan kakinya yang berdenyut nyeri. Kepergian Haknyeon mengundang tanda tanya besar di kepala Woojin dan Sunghyuk.
"Tidak, Appa."
To Be Continue.
Yang punya akun wattpad bisa follow saya?;( @Jeonoona17
