Hai, ketemu lagi deh. Terima kasih untuk 220734khageswara atas reviewnya yaa. Chapter kali ini nggak jauh beda sama Chapter Prologue sebelumnya. Masih tentang Midori dan Misaki. Tapi nanti akan ada Character baru lagi. Penasaran ? Silahkan dibaca.
Don't Like, Don't Read
Happy Read
Captain Tsubasa Fanfiction
Genre: Romance, Drama
Rating: K
Pairing: The Couple of Captain Tsubasa
Disclaimer: Captain Tsubasa belongs to Yoichi Takahashi
The Story of Love
Chapter 1
Previous:
Midori Oozora, seorang siswi baru di Prancis yang merupakan adik dari pemilik nama lengkap Tsubasa Oozora. Kini, dia mulai berteman dengan seorang teman sebangkunya yang merupak orang Jepang Juga, Taro Misaki, itu lah namanya. Dan Midori memulai kehidupannya yang baru.
Pada saat pelajaran di mulai, Midori memperlihatkan kepandaiannya dalam bidang akademik. Ia mampu menjawab soal-soal sulit dalam sekejap. Semua siswa di kelas ini merasa kagum pada Midori. Tak terkecuali Misaki. Dia sangat mengagumi kecerdasan dan kecakapan Miodri. Namun, ada yang mengganjal di hatinya. Ia merasa ada sesuatu dalam diri Midori. Seperti ada daya tarik khusus yang di miliki oleh Midori. Dan lagi nama keluarga Oozara yang disandang oleh Midori mengingatkannya pada Tsubasa Oozora dan baginya bukan hal yang tidak mungkin bahwa Midori ada hubungannya dengan Tsubasa. Dia semakin yakin mengenai hal itu saat mengingat bahwa tadi Midori menuliskan namanya dengan kanji Jepang, dan huruf kanji Oozora yang di tulis Midori sama dengan huruf kanji Oozora pada nama Tsubasa Oozora.
Tanpa terasa bel istirahat berbunyi. Guru yang mengajar mereka pun segera keluar dari kelas dan di sambut oleh kegembiraan oleh siswa di kelas tersebut. Begitu juga Midori dan Misaki, mereka merapikan kembali buku-buku pelajarannya. Misaki sudah memutuskan untuk bertanya langsung menganai siapa sebenarnya Midori ini, karena ia merasa bahawa Midori seperti tidak asing lagi baginya.
" umm, ano, Midori aku... " Misaki mencoba memulai pembicaraan seusai merapikan bukunya.
" ehh? " Midori sedikit bingung dengan Misaki tingkah polah Misaki yang sedikit aneh, namun ia tetap saja berusaha untuk bersikap santai. " Ya. Ada apa Misaki ? " tanya Midori balik untuk memperjelas apa yang ingin di bicarakan oleh Misaki
" hmmm, apa kaui orang Jepang ? " tanya Misaki balik
" Ya. Kau juga orang Jepang ? " jawab Midori
" Ya. Hei, jika kau ini orang Jepang apa kau tahu tentang Tsubasa Oozora? Yah, mengingat marga mu juga Oozora, ku pikir kau ada hubungannya dengan Tsubasa " tanya Misaki panjang lebar
" ehh, Ya. Kau kenal dengan nii-chan ? " tanya Midori balik
" nii-chan ? Kau saudaranya Tsubasa ? "
Belum sempat Midori menjawab, Misaki kembali berucap " ehh, tapi bukannya Tsubasa itu anak tunggal ya ? "
" ohh, mungkin orangnya beda. Aku punya foto nii-chan, siapa tahu Tsubasa yang kau kenal beda dengan Tsubasa nii- " jelas Midori sambil menyodorkan foto Tsubasa yang ia simpan.
" ini...? "
" beda kan ? "
" tidak, ini sama. Tapi, bagaimana bisa ? "
" bagaimana apanya ? "
" yahh, bagaimana orangnya bisa sama. Tsubasa kan anak tunggal "
" mana aku tahu ? tanya saja pada orangnya langsung "
" maka dari itu aku tanya padamu "
" heh ? aku ? tanya pada orang yang bernama Tsubasa yang kau kenal itu saja "
" ahh " ada ada saja, masa aku harus tanya pada Tsubasa. Tsubasa kan ada di Jepang. Bagaimana caranya bertanya pada Tsubasa. Pikir Misaki dalam hati.
" apanya yang 'ahh' ? kau tinggal hubungi dia dan bertanya saja kan "
" ohh "
" ehh, tadi bilang ahh sekarang ohh, aneh. Aku pergi saja. Malas bicara denganmu " ucap Midori dan lantas ingin berlalu begitu saja
" hey, tunggu dulu, jika aku akan bertanya pada Tsubasa, bukankah sebaiknya kau juga bicara dengannya. Bagimanapun masih ada kemungkinan kalau Tsubasa yang ku maksud sama dengan kakakmu "
" hmm, entlahlah. Terserah saja. Aku tidak mau ambil pusing, lagi pula- "
Lalu tiba tiba
" Misaki..." teriak seseorang yang tidak asing lagi baginya. Suara seorang gadis yang sangat aktif. Yap, siapa lagi kalau bukan Azumi Hayakawa dan dia sedang menuju meja Misaki sekarang.
" ehh, Azumi ? ada apa ? "
" hehehe, umm, tidak ada "
" hah ? "
Midori hanya bisa bingung melihat hal ini. Bagaimanapun juga orang yang di kenalnya di kelas bahkan di sekolah ini baru Misaki seorang
" hey, Midori kenalkan ini Azumi " Misaki mencoba membuat Midori bisa berbaur dengannya
" ehh, umm salam kenal, Midori "
" umm. Salam kenal juga Hayakawa. Panggil Midori saja " sahut Midori
" ehh, baiklah Midori. Umm, ano, panggil aku Azumi saja yah, aneh rasanya kalau memanggilku dengan sebutan Hayakawa "
" baiklah, Azumi "
Dan mereka semua mulai bercengkrama lau tiba-tiba
" hey, Misaki "
Fisher tiba-tiba saja masuk ke kelas Misaki dengan terengah-engah
" Misaki, apa dia masuk ke kelas in-" Fisher terdiam saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Siswi baru yang tadi di ceritakannya pada Misaki ternyata satu kelas dengan Misaki di tambah lagi mereka duduk bersebelahan. Di sana juga tampak Azumi yang tengah asyik berbicara denagn siswi baru itu.
" ahh Fisher, kau mengagetkan ku saja. Tiba-tiba datang dan teriak-teriak dari luar seperti orang gila. Memangnya ada masalah apa, sampai kau berlari tidak karuan seperti itu? " tanya Azumi panjang lebar
Misaki hanya diam karena tahu benar apa yang sebenarnya sedang di pikirkan oleh Fisher sekarang. Fisher memulai langkahnya menghampiri meja Misaki, dia berusaha setenang mungkin agar tidak memberikan citra yang buruk di hadapan seorang siswi baru. " Bisa-bisa imeg buruk itu malah melekat selamanya pada pemikiran siswi baru itu. Aku tidak mau hal itu terjadi " ucap Fisher dalam hati
" nah, ada apa? " Misaki memulai pembicaraan karena dia pikir Fisher tidak tahu bagaimana cara memulai pembicaraan di saat seperti ini
" hmm, apa yaa? " ucap Fisher sambil mencari-cari alasan, tidak mungkinkan dia bilang bahwa dia ingin menanyakan tentang siswi baru yang notabene ada di hadapannya sekarang, itu sangat memalukan
" haa, jangan bilang kau lupa " ucap Azumi agak sedikit keras
" hoo, aku hanya ingin bertanya saja kok " alasan yang bagus fikirnya. " hey Misaki, sudah kau pikirkan belum untuk bergabung di Ekskul Sepak Bola, secara kau mahir dalam bidang itu kan? "
Sontak pertanyaan itu membuat Misaki bingung. Sudah beberapa kali Misaki berfikir untuk masuk dalam Ekskul Sepak Bola, namun ia urungkan karena masih berharap bahwa kelak Ayahnya akan kembali ke Jepang dan melukis Gunung Fuji. Dia masih berharap bisa bergabung di Ekskul Sepak Bola sebagai pemain dari Timnas Jepang setidaknya.
" Misaki bagaimana? Diterima tidak? " tanya Azumi penasaran. Dia juga cukup menggemari Olahraga yang berbau Sepak Bola
" Ku rasa tidak " jawab Misaki lemah
" hee, aduh , kau ini bagaimana sih. Memang ini sudah tawaran yang ke berapa haa? Kau yakin tidak akan menyesal? Jarang-jarang lho Ekskul yang mencari anggotanya? Secara selama ini anggotanya yang mencari dan mendaftarkan diri sebagai anggota Ekskul. Tapi kau? Sudah di tawari oleh pihak Ekskul malah menolak. Payah " ujar Fisher panjang lebar
" hmm, yah, aku yakin. Semoga saja ini keputusan terbaik. Aku masih berharap bisa kembali ke Jepang. Dan saat hari itu tiba aku tidak mau terikat oleh hal apapun yang akan menghambat ku pulang ke Jepang nanti "
" tapi itu kan belum pasti Misaki. Untuk sementara kau ikut saja dalam Ekskul ini " ucap Azumi berusaha meyakinkan Misaki
" yah, jika aku bergabung sekarang, memang ada yang menjamin kalau pihak Ekskul tidak akan menghalangi dan mempersulit ke pulangan ku ke Jepang? Tidak kan "
" memang tidak sih, tapi itu lebih baik dari pada kau menyimpan saja kemampuan mu itu " ujar Fisher mencoba menggoyahkan pendirian Misaki
" pasti ada jalan lain " tiba-tiba saja Midori yang dari tadi diam saja malah mengoceh tidak karuan
" ehhhh " ucap Azumi dan Fisher serempak
" apa maksudmu, hah? " ucap Azumi tidak senang
" yah, pasti ada jalan keluar yang lain. Jika Misaki-san memang suka sepak bola, masih ada jalan keluar lain untuk bermain sepak bola tanpa terikat dengan Ekskul, Klub atau semacamnya " ujar Midori mencoba membela Misaki
" heh, memang bagaiman caranya? " tanya Azumi mulai heran
" bermain dan berlatih bersama dengan teman yang tergabung Ekskul di luar jam Ekskul misalnya " ujar Midori memberi penjelasan
" jika mereka tidak mau bagaimana? " ujar Azumi tidak mau kalah
" aku bisa mencarikan orangnya dan aku jamin Misaki bisa mulai berlatih lusa " ujar Midori yakin
" haa ? " sontak mereka bertiga bingung dengan jawaban Midori. Bagaimana caranya mencari dan meyakinkan orang untuk berlatih dengan Misaki dalam waktu singkat. Itu sungguh tidak masuk akal
" memangnya kau siapa, bisa yakin seperti itu? Baru juga pindah hari ini? " uap Fisher untuk mematahkan keyakinan Midori
" yap, kenalkan. Aku Midori Oozora, 13 tahun " ujar Midori memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya.
Fisher hanya menjabat tangan Midori tanpa berkomentar
" tapi apa kau yakin Midori, bisa mencari orang itu dalam waktu kurang dari dua hari " ujar Azumi
" yakin, kita lihat saja nanti "
" hmm, kalau gagal apa hukumannya? " ujar fisher menoba menantang Midori
" aku ladeni semua keinginan kalian, tapi jika aku baerhasil bagaimana? "
" kami yang ladeni permintaan mu "
" DEAL " tanya midori pada Azumi dan Fisher
" DEAL " jawab Azumi dan Fisher kompak
" Aduh, aku malah jadi ajang taruhan. Sial sekali nasibku. Berusaha membantu Fisher, malah kena batunya. SIAL ". Ujar Misaki dalam hati. Sebenarnya tadi Midori mau bilang apa yaa? Hmm, baiklah nanti akan ku tanyakan saja langsung pada orangnya.
" lalu? " tiba-tiba saja Azumi memulai topik pembicaran baru sambil menatap tajam ke arah Fisher
" lalu apa? " jawab Fiser dongkol melihat tingkah polah temannya yang sering menggantungkan kalimatnya jika berbicara
" lalu untuk apa kau menyandang tas kelas orang lain seperti orang gila, haa? "
" ehh ", Fisher baru menyadari apa yang sebenarnya ingin ia katakan pada Misaki tadi, yah selain menanyakan siswi baru tadi tentunya.
" apanya yang ehh? " Midori turut ambil bagian melihat gelagat orang yang ada di hadapannya sekarang ini yang seperti orang aneh dimatanya
" ohhh, ini " ucapnya sambil menunjuk tas yang sedang di sandangnya " aku sebenarnya kesini untuk memberi kabar bagus untuk kalian " ucapnya PD abis
" hah? kabar bagus apanya " padahal tadi dia menjadikan aku barang taruhan, apanya yang bagus, runtuk Misaki dalam hati
" hehehe, aku..."
" ya "
" pindah ke kelas kalian "
" ha ? " sontak mereka terkejut. Terlebih Midori yang hanya bisa cengo mendengar kata-kata itu
" kok bisa? "
" ya bisa lah "
" ya kenapa? Bagaimana caranya kau bisa pindah ke kelas ini, haaa? " tegas Misaki
" yah, ada deh, kalian mau tau aja "
" hey, niat jawab nggak sih "
" hmm, nggak tuh " Fisher masih ingin mempermainkan temannya yang satu ini
" ayolah Fisher " Azumi tampak sudah mulai putus asa, namun Fisher masih belum menunjukkan tampang iba nya
Midori yang kasihan dengan Azumi yang tampak masih penasaran namun masih di permainkan oleh Fisher. Ia pun turut angkat bicara " Jawab atau ku pukul " ucap Midori geram. Namun, apa jadinya dengan Fisher, ia sama sekali tidak takut. Dia malah tertawa
" haa? Memangnya kau bisa ap- " ucap Fisher meremehkan
DUAAGH
Sebuah pukulan yang cukup keras mendarat dengan cantik di perut Fisher. Untung saja kelas dalam keadaan sepi karena para siswanya sedang sibuk di luar kelas menikmati jam istirahat yang singkat dengan tenang
" haa, itu hukuman untuk mu "
" aduuh " rintih Fisher
" Midori di lawan, rasakan " ucap Midori senang
" hey Fisher kau tak apa? " tanya Misaki, sedang Azumi hanya bisa cengo dan nggak ngeh dengan kejadian yang di lihatnya
" kau ini laki-laki atau perempuan sih? main pukul seenaknya " rintih Fisher
" ya perempuan lah, lagian tadi kan aku sudah peringatkan " jawab Midori enteng
" sudah-sudah lebih baik kau berikan saja alasannya dari pada kau yang sakit sendiri " usul Azumi
" yah, kalian kan tau sendiri, kelas kalian itu masih kekurangan lima orang siswa lagi, walaupun sekarang sudah ada Midori kelas ini masih kekurangan empat siswa, karena banyak yang pindah " Fisher memulai penjelasannya " sedang di kelas ku kelebihan seorang siswa, makanya aku di pindahkan ke kelas ini supaya imbang "
" imbang gimana, kalaupun nambah sama kamu kita masih kekurangan tiga siswa lagi loh " ucap Misaki
" tapi, tadi saat masih di ruang guru aku dengar ada tiga orang siswa pindahan dari Jepang " Midori berbicara dengan polosnya
" haa, dari jepang lagi "
" yup, benar sekali "
" wah, teman baru lagi nih Miski " goda Fisher " apa mungkin siswi cantik lagi yah "
" hus, kamu ini "
" maaf, maaf "
" dia kelas berapa Midori ? " Misaki mulai tertarik dengan pembicaraaan ini
" entahlah, aku hanya tidak sengaja mendengarnya saat mau keluar dari ruang Guru "
" yaaahhh "
" hehehe, tapi yang kudengar mereka masuk mulai hari ini, sama denganku, jadi mungkin nanti di jam pelajaran berikutnya mereka sudah masuk "
" memang kau yakin dia akan masuk kelas ini "
" tidak juga sih, tapi jika tidak masuk kelas ini berarti mungkin mereka bukan siswa kelas 8 "
" benar juga, karena kelas 8 yang masih membutuhkan siswa baru di kelasnya hanya kelas ini " Misaki kembali angkat bicara
Dan sementara itu bel masukpun berbunyi. Seperti dugaan mereka tiga orang murid baru masuk ke kelas mereka.
" baiklah anak-anak, kita kedatangan anggota baru di kelas ini, silahkan masuk " ucap sang Guru dan ke tiga murid baru itu masuk.
" Shina, itu Shina " ucap Midori berbisik pada Misaki
" Kamu kenal mereka " tanya Misaki
" tidak, hanya yang paling kanan, itu teman SD ku, namanya Shina "jawab Midori
" ohhh "
Seperti halnya Midori, mereka menuliskan nama mereka dengan kanji Jepang dan bahasa Prancis setelahnya lalu mulai memperkenalkan diri masing-masing
" Nama saya Shina Matsuyama, 13 tahun, senang berkenalan dengan kalian semua "
" Nama saya Ai Misugi, 13 tahun, senang bertemu denganmu "
" Nama saya Kenda Misugi, 13 tahun, senang berkenalan denganmu "
" baiklah, silahkan duduk di bangku yang kosong " lanjut Guru mereka lalu ketiganyapun memilih bangkunya masing-masing. Shina duduk di samping Fisher lalu Ai dan Kenda duduk berdampingan disamping kanan Shina
" baiklah, mari kita mulai pelajarannya "
SKIP TIME
ooooo
Bel pulang berbunyi dan semua murid berhamburan pulang, begitu juga dengan kelas 8-E
" baiklah anak-anak, sekian untuk hari ini "
SREETTT, terdengar seretan bangku dari tiap meja. Setiap siswa sudah beranjak dari duduknya dan membereskan perlengkapan masing-masing dan sesaat Shina akan beranjak pergi, tiba-tiba saja Fisher memulai untuk menyapa Shina yang mau tak mau, Shina harus berhenti dan mendengarkan Fisher
" aku harus bisa " ucap Fisher semangat dalm hati
" umm, kenalkan aku- " namun, tiba-tiba saja Midori berhambur dan memeluk Shina seketika
" Shina~ sudah lama sekali kita tidak bertemu " ucap Midori
" ahh, Midori, ternyata kamu masih ingat saja denganku. Ku kira kamu sudah lupa " jawab Shina
" heee, enak saja, masa aku lupa, tidak mungkin "
" habis, kamu sama sekali tidak menyapaku tadi "
" hoooo, maaf, tadi aku sibuk meladeni anak yang satu ini nih " elak Midori sambil menunjuk Misaki, yang di tunjuk jelas merasa terganggu
" ada apa, haa ? " ucapnya
" ehh, tunggu, aku yakin mengenalnya. Kamu ini orang Jepang kan? "
" yaa- " Misaki sengaja menggatungkan kalimatnya karena ingin tahu bagaimana reaksinya
" haa, apa kamu itu ikut dalam pertandingan Nasional tingkat SD waktu di Jepang? "
" yaa- "
" hee, berarti kamu itu Taro Misaki dari keseblasan Nankatsu FC yaa? "
" yaa- "
" hoi, dari tadi jawabannya yaa- saja " sanggah Azumi cepat saat tiba di dekat mereka
" habis mau jawab apa lagi "
" hei tunggu dulu, aku belum selesai " ucap Shina selanjutnya " lalu sebelumnya kamu pernah bergabung dengan Klub Furano FC kan? " tanya nya lagi antusias
" yaa- " Misaki kembali menjawab seperti tadi yang jelas membuat temannya dongkol kecuali Shina
" hee? Hei jika bicara tentang Furano FC apa yang pertama kali muncul dikepalamu? " lama-lama pertanyaan Shina semakin aneh
" haa? Apa yah? Ummm, Klub sepak bola kurasa "
" yaa, lalu? "
" umm, para pemain hebat yang lolos menjadi anggota Furano FC yang mewakili Hokaido "
" terus? "
" hmm "
" misalnya salah seorang saja "
" Matsuyama Hikaru "
" hey, sebenarnya mereka ini kenapa sih " tanya Azumi pada Fisher
" entahlah " yang di tanya hanya menjawab dengan santai
" shhhh, lalu? Kalau ingat Matsuyama apa lagi setelahnya? "
" umm, kurasa Yoshiko Fujisawa yang merupakan menejer Klub sekaligus orang yang dekat dengan Matsuyama dan juga~ "
" dan juga~? "
" hey, kau in adiknya Matsuyama kan? " ucap Misaki tiba-tiba
" haaa, kau ingat juga rupanya "
" dasar kau ini, membuatku pusing saja, dengan pertanyaan-pertanyaan aneh. Jika Mastuyama ada disini kau sudah di jewernya mungkin " ucap Misaki kesal
" heee, kamu mau saja di jewer oleh nii-chan mu Shina. Kalau aku jadi kamu, jika nii-chan berani seperti itu aku akan menghukum nii-chan tentunya "
" huuu, enak saja, jika nii-chan berani menjewerku, aku akan balas menguhukumya, dan jika tidak mau aku akan hajar dengan Akaido "
" waah, kalian berdua parah " ucap Fisher
" hee? " Shina menatap dengan tatapan aneh dan bingung
" ahh, kenalkan aku Fisher "
" dan aku Azumi "
Setelah mereka mulai saling memperkenalkan diri mereka mulai berbaur dan bercengkrama bersama sementara di sisi lain
" Ai, sudah selesai? "
" yup, kita bisa pulang sekarang " ucapnya lantsng seraya bersiap untuk beranjak dari kelas, namun tanpa ba-bi-bu Midori langsung saja mencegat dua bersaudara ini
" hey, mau kemana "
" mau pulanglah, minggir " jawab Kenda kasar
" hee, sebelum itu kenalkan dulu, Aku Midori Oozora, 13 tahun. Aku juga murid baru yang pindah hari ini. Umm, aku juga orang Jepang lho "
" huh, peduli apa aku "
" uhh, ya sudah setidaknya aku sudah memperkenalkan diri "
" umm, aku Ai Misugi, salam kenal Midori "
" hey Ai, apa aku bilang soal tidak boleh dekat-dekat dengan orang asing " sahut Kenda kesal
" tapi dia bukan orang asing, dia juga dari Jepang " jawab Ai dengan polosnya
" haah, terserah, aku mau pulang "
" kalian ini saudara bukan sih, sifatnya berkebalikan sekali. Yang satu baik dan ramah, tapi yang satu lagi ketusnya minta ampun " celoteh Midori
" heeh, apa urusanmu "
" tidak ada, akkku hanya berpedapat saja, salah "
" tentu saja "
" Midori kau ini mau cari masalah, yaa " lerai Misaki
" siapa bilang, tidak kok. Aku hanya mencoba untuk berkenalan saja, tapi dia malah ketus jawabannya. Salah minum obat, atau memang kehabisan obat "
" haaa, enak saja kau "
" sudahlah, tolong maafkan dia " ucap Shina mencoba membantu
" hn, tapi jika lain kali kau cari masalah denganku, aku tak akan segan-segan "
" huu, siapa yang takut "
" kami juga minta maaf yaa " ucap Ai
" uhmm " ucap mereka serempak
" oh, kenalkan, aku Shina Matsuyama "
" aku, Azumi Hayakawa "
" aku Fisher Shutamura "
" aku Taro Misaki " mereka mulai saling brkenalandan bercengkrama, namun untuk Midori dan Kenda masih saja perang dingin. Setelah puas bercengkrama mereka pulang bersama, karena kebetulan rumah mereka searah. Selama perjalanan mereka berbincang tentang berbagai hal. Namun, topik utamanya adalah sepak bola
" aku duluan, yaa " ucap Azumi
" aku juga belok sini, kalau begitu sampai jumpa besok. Dan untukmu Midori, jangan lupa. LUSA " ucap Fisher lantas segera berlalu
" huuh, tenang saja. Umm, tapi mau di cari dimana yaa? " ucapnya dalam hati
" kami belok sini " ucap Kenda
" Kami duluan yaa "
" ehh, aku juga, aku duluan, yaa. hey kalian, tunggu " ucap Shina
Dan tinggalah Midori berdua saja dengan Misaki sekarang. Keduanya merasa sama-sama canggung untuk memulai
" ahh, anoo, Midori " Misaki mencoba untuk mengawali berbicara
" yaa "
" umm, rumahmu dimana? " tanya Misaki "yuup, permulaan yang cukup bagus" fikirnya
" ohh itu, aku tinggal di sekitar sini. Itu rumah yang itu, aku disewakan rumah yang itu oleh pihak asosiasi Jepang yang ada di prancis ini " jawab Midori sambil menunjuk sebuah rumah yang cukup sederhana
" hee, yang itu, berarti kita tetangga dong. Rumahku yang ini " jawab Misaki
" waah, bagus. Lain kali main ketempatku yaa " pinta Midori
" boleh saja. Hey mau mampir dulu tidak ? "
" ummm, memang boleh ? "
" tentu saja "
" terimakasih "
" jadi ? "
" asal tidak merepotkan "
" tentu saja, ayo " ajak Misaki "
" Aku pulang " ucap Misaki
" Selamat Siang " Midori memberikan salam
Mereka masuk bersamaan ke dalam rumah, tapi Midori merasa ada yang aneh dengan rumah Misaki ini, Kira-kira apa yaa?
End of Chapter 1
Akhirnya Chapter pertama selesai. Gimana? Bagus nggak? Udah lebih mendingan kan di banding yang Prologue kan. Nah, di chapter berikut di usahakan untuk memperlihatkan konfliknya. Untuk bocoran, di chapter depan Misaki dan Midori akan menjadi lebih akrab lagi, dan mereka akan di gosipin pacaran. Penasaran kan ?
Tunggu Chapter berikutnya yaa
Jangan lupa, review nya please ^_^.
Saran, kritik dan masukan untuk saya akan sangat membantu.
See you
