Warning
halo fict pertama saya di fandom ini jadi harap maklum atas typo,gaje,OOC,gak ada POV warning,alur yang gak jelas,genre mungkin setiap chapter berbeda,dan senang hati menerima kritik dan saran kalian
not like, Don't read Its Simple?
Len: author lu bukannya persiapan masuk sekolah dan sekarang lu semester 2 kan?
Author: yoi
Miku: masih sempet bikin fict ini? *sambil sweatdrop*
Author: masih dong kan masih ada pelajaran TIK jadi bisa ngelanjutin fict ini di sekolah hahahahah *tertawa ala iblis*
Miku+Len: *sweatdrop*
Author: Rin tolong ya bacain disclaim nya ya… *dengan kitty eyes punya author*
Rin: imbalannya?!
Author: ntar aku bikinin fict Rin X Len deh..
Rin: *mata berbinar binar*
Disclaimer
Vocaloid bukan punya author yang malas itu
Tapi cerita yang gaje ini punya si author pemalas itu
Chapter 2: pandangan kedua
Summary
Kata orang cinta itu dari mata turun kehati tapi apa mungkin presepsi orang orang tersebut berlaku bagi len dan miku
Dan bagaimana perjalanan hidup len yang selalu jadi korban kejahilan kakaknya
Dan tanpa basa basi lagi silahkan di baca #summary gatot
'len kau payah masa tidak mengenali aku, teman masa kecil mu', gumam seorang gadis di dalam kamarnya yang gelap sambil melihat foto len dengan dia sewaktu mereka berumur 5 tahun
"mungkin kau sudah membuang jauh jauh ingatan mu tentang aku ya len?"air matanya sudah menmbasahi matanya yang indah seindah malam yang bertabur bintang bintang
"len kau benar benar payah" air matanya pun mengalir membasahi pipinya, karena kelopak matanya sudah tidak mampu menahan rasa sedih dan kecewa yang amat besar pada hati gadis itu
"kenapa? Kenapa? Aku menangis?" gadis itu pun hanya bisa menahan rasa sakit hati dan kecewa kembali dan menguburnya kembali
[SENIN PAGI DI KEDIAMAN KAGAMINE]
"len…! Ayo bangun, buatkan sarapan aku tidak mau terlambat" ujar rin sambil membangunkan len dari tidurnya yang nyenyak
"ehm, sebentar lagi, 5 menit lagi kak" jawab len dengan nada yang lemas, sambil menunjukkan angka 5 dengan tangannya
"yasudah. Kalau begitu, kaka akan berangkat tanpa sarapan. Dan kalau aku kenapa-kenapa di jalan atau di sekolah kau yag harus merawatku"
Setelah mendengar perkataan ri tadi len dengan sigap bangun, menyeret rin keluar kamarnya, dan langsung mandi. Dengan kecepatan yang sama dengan shinkansen len pun langsung turun kebawah lebih tepatnya ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk mereka berdua. Dalam waktu 30 menit sarapan sudah siap di atas meja makan
[SKIP TIME]
Len berjalan kesekolah bersama rin dengan tenang tiba tiba ada suara yang memanggil mereka berdua, secara otomatis mereka menoleh kearah asal suara tersebut. Ternyata kaito dan kaiko sedang berusaha mengejar len dan rin. "len, rin, tunggu kami dong" teriak kaito yang masih mengejar kami berdua yang berjalan santai. "ayolah kalian jangan berlebihan begitu, kau kan sudah berjarak 2 meter dari kami, jadi kenapa kami harus menuggu mu", "eh benar juga"jawab kaito sambil menggaruk leher belakang nya yang tidak gatal
"se-selamat pagi le-len" ujar seorang gadis berambut biru seperti kaito, sambil menundukkan kepala nya
"ehm, selamat pagi kaiko," jawab len sambil menunjukkan senyuman mautnya kepada kaiko, dan pipi kaiko lebih merah dari sebelum megucapkan selamat pagi,
"hei len kita akan terlambat kesekolah nih!,"
"iya iya, ayo kaito, kaiko kita berangkat bareng. Kan semakin ramai semakin menyenangkan bukan?,"
Dan akhirnya Len,Rin,Kaito,dan Kaiko berangkat kesekolah bersama dan kebetulan mereka masuk pada kelas yang sama. Mereka berempat itu adalah para idola sekolah len melangkah masuk ke depan gerbang sekolah VocaSeniorHighschool para fans nya sudah menunggu untuk kedatangan mereka, mereka berempat cuman bersweatdrop melihat tingkah laku para murid ini dan yang ada di pikiran para idol ini juga berbeda
Pikiran kaito : "yaampun mereka ini menyusahkan untuk masuk kekelas tahu!"
Pikiran Rin : "ah masa bodoh dengan sikap mereka semua"
Pikiran Kaiko : "apa mereka tidak lelah ya setiap hari dan setiap kami datang pasti seperti ini"
Pikiran Len : "ayolah, hari ini aku ada pr yang belum dikerjakan, aku ingin masuk kelas dengan cepat untuk menyalin PR"
Ya pada akhir nya mereka berhasil menorobos kerumunan orang orang aneh di gerbang sampai di depan kelas mereka. Mereka berjalan ke arah bangku masing masing len menempati bangku yang paling belakang dekat jedela
"Yo len sepertinya fans mu makin meggila ya?" sapa seseorang berambut putih
"ya. Hei pikyo kau sudah mengerjakan PR dari wali kelas tidak?"
"udah dong kan aku anak rajin, baik hati, rajin beribadah, rajin menabung, dan tidak sombong" jawab pikyo sambil membusungkan dada nya
"aku lihat punya mu dong" dengan kitty eyes len andalan nya
"eh mau lihat punya ku" jawab piko dengan malu malu. Mungkin yang ada di pikiran nya pikyo ini berbeda dengan yang di minta len tadi
"iya punya mu"
" tapi jangan disini karena banyak orang" ujar pikyo dengan malu malu, mendengar hal ini len berfikir keras untuk mencerna perkataan terakhir pikyo tadi
"tapi pikyo aku bukan maksud melihat punya mu yang itu, tapi PR dari wali kelas" jawab len sambil bersweatdrop stadium akhir
"ka-kalu begitu bilang dong dari tadi len" jawab pikyo yang wajah nya sudah memerah
"kau saja yang berfikir yang aneh aneh, tidak mungkin aku melihat itu-nya cowok"
"LEN… kau bilang apa yang terakhir tadi?!" ujar pikyo dengan death glare+dark aura
'ga-gawat' "eng-enggak kok pikyo" jawab len sambil tergagap gagap
TING TENG TONG
"yah bel masuk lagi, mana aku belum gerjain pr dari guru killer itu, lagi"
"sabar ya len" sambung pikyo sambil memberikan puk-puk gratis
"selamat pagi semua nya" teriak seorang guru dari depan kelas sambil membawa buku buku tebal
"selamat pagi.."
"yap hari ini ada kabar bagus bagi kalian, karena hari ini kita kedatangan murid pindahan dari Indonesia" setelah sensei mengatakan hal tersebut kelas menjadi ribut, siswa pun banyak yang berbicara tentang Indonesia
"wah indonesia"
"wah negara yang kata nya kaya raya"
"negara yang korupsinya di pelihara"
"semuanya tenang…!. Silah kan masuk " setelah sensei bilang masuk, pintu kelas terbuka dan masuk lah seorang gadis berambut twintail yang berwarna hijau tosca, dengan almamater sekolah yang ia kenakan terlihat sangat cocok, para siswa melihat siswi pindahan itu dengan tatapan berbinar binar, sedangkan siswi lainnya cuman bengong dengan kecantikan yang dimiliki siswi pindahan itu.
"silahkan perkenalkan dirimu"
"ehm…, namaku hatsune miku, aku sebetulnya orang jepang yang sudah lama tinggal di indonesia. Mohon kerjasama nya" miku pn menunduk setelah itu
"ya tempat duduk mu ada di…."
"sensei apa meja di samping kagamine kosong?" tanya miku kepada sensei
"sepertinya kosong. Kagamine tolong acungkan tangan mu!"ujar guru yang memakai kacamata dan berambut coklat dan berparas tampan, len yang disuruh mengacungkan tangan nya dengan takut takut len mengacungkan tangan nya
"yap, kursi mu di sebelah kagamine, hatsune" mendengar hal ini len pun kaget dan hampir terjatuh kebelakang, tanpa melihat wajah miku
Miku berjalan kearah kursi yang kosong di sebelah len, setelah itu miku duduk dan menyapa len
"mohon bantuan nya lagi ya len" miku membuka pembicaraan
"ehm iya iya, eh?tunggu kau tadi bilang apa?" tanya len
"mohon bantuannya lagi ya,len" ulang miku, len yang agak resah kepada miku pun penasaran dengan wajah nya. Dengan berat len menoleh kan kepala nya ke sosok yang ada disampingnya, "mohon bantuannya lagi len" miku sambil tersenyum kepada len, dan mengingatkan len kepada teman masa kecil nya yang pidah ke negara orang, len pun ingin menghilangkan ingatan pahit yang dialaminya pada 12 tahun yang lalu, tapi melihat wajah miku dan mengingat nama nya malah yang teringat di pikiran len hanya kejadian minggu siang di taman,
"hee.. jadi kau pindahan dari mana hatsune?" tanya len
"…"miku tidak merespon panggilan len
"hatsune…"
"…"masih tidak merespon
"miku" panggil len
"iya kenapa len?" jawab miku
"kau pindahan dari mana?"
"aku, aku pindahan dari Indonesia" mendengar indonesia len mengingat teman masa kecil nya yang sangat dia cintai dan pergi meniggalkan nya
[FLASHBACK MODE: ON]
Pada saat miku dan len berumur 5 tahun dan mereka bersahabat dari umur satu setengah tahun, diamana ada len pasti ada miku begitu juga sebalik nya, pada saat berada di taman kanak kanak len dan miku bermain bersama dan pada saat itu juga len membuat janji kepada miku untuk selalu bersamanya sampai seumur hidup nya, dan len pun memberikan gantungan kunci berbentuk negi sebagai janji nya kepada miku "kau bisa menyimpan nya miku –chan", "wah… terimakasih len kun", dengan mata yang berbinar binar melihat gantungan kuci berbentuk negi tersebut, dan ketika len kerumah miku keesokan harinya miku dan keluarganya dan pindah ke indonesia
[FLASHBACK MODE: OFF]
TENG TONG TENG TONG
[BEL ISTIRAHAT]
"len?" tanya miku
"eh enggak kok cuman mengingat pengalaman buruk ku"
"eh maaf len" jawab miku sambil menundukan kepalanya
"eh gak apa apa kok, lagi pula orang yang aku ingat juga tidak akan pernah kembali lagi kesini, tapi wajah hatsune mirip sekali dengan wajah teman masa kecil ku"
Miku pun kaget dan mendadak gugup "ma-maaf, karena aku kau jadi begini" gumam miku dan masih bisa len mendengar gumaman miku
"eh kenapa kau minta maaf?" tanya len dengan tampang polosnya
"enggak kok len maaf karena aku telah mengingatnya lagi len"
"tidak harusnya aku yang berterima kasih kepada mu hatsune"
"eh? Kenapa berterima kasih?" tanya miku yang bingung
"berkat kamu guru kiler tadi tidak mengumpulkan PR yang aku belum kerjakan, sebagai rasa terima kasih ku, aku teraktir deh,"
"tapi…"
"tapi kenapa hatsune?" putus len
"tapi aku sudah membawa bekal" jawab miku dengan senyum yang manis semanis sakarin[1]
"jadi aku harus membalas budi dengan apa hatsune?"
"dengan tidak memanggil ku dengan nama Hatsune" masih dengan tersenyum
"baiklah, cuman itu saja miku?"
"tidak ada" jawab miku padahal di dalam hatinya ada keinginan lebih dari len, untuk menutupi kesedihan nya, miku cuman tersenyum, walaupun miku murah senyum len merasa aneh terhadap sikap miku kepada nya
"hei miku mau makan siang bersama kami?" ajak len
"apa boleh?" tanya miku lagi
"tentu saja boleh hatsune-san" jawab kaiko
"tentu saja, siapa yang menolak kalau yang dia ajak gadis manis ini" sambung kaito, dan disambut dengan jitakkan di kepalanya kaito dari len
"hei miku itu buat aku. Jadi jangan macam macam kepada miku kaito" bisik len kepada kaito,
"eh?" respon aneh kaito dengan tampang bodoh nya
"iya iya aku ngerti kok len, lagi pula disini ada rin kan?" tanya kaito yang sempat melirik rin yang sedang berbincang bincang dengan miku dan kaiko
"iya aku juga ngerti kaito"
"hahahha begitu dong len" kaito langsung memeluk seperti sedang mesra mesraan di kelas
Para fans kaito dan len yang melihat ini langsung mengambil handphone mereka dan memotret kaito yang sedang memeluk len
"ne, rin apa len punya seseorang yang begitu akrabnya dengan len, sejak aku pindah ke indonesia?" tanya miku penasaran fengan berbisik kepada rin
"hmm…, entahlah aku juga tidak tahu, mungkin kami saja yang akrab dengan nya" jawab rin sambil mengunyah makan siangnya
"memang benar benar tidak berubah sikapnya dari dulu" sambung miku, dan sayangnya perkataan terakhir miku ucapkan terdengar oleh kaiko, dan dengan saat yang sama kaiko langsung tersedak, dan miku pun dengan sigap memberi kaiko minum. Dengan segera kaiko meminum minuman yang diberi miku
"hatsune-san memang sudah beberapa lama kamu mengenal len?" tanya kaiko penasaran
"kurang lebih 11 tahun" jawab miku dengan tersenyum
"tapi kenapa len sepertinya tidak mengenal mu hatsune-san?" dengan pertanyaan kaiko yang tadi cukup membuat butiran air mata mengumpul di pelupuk mata miku.
TENG TONG TENG TONG
[BEL MASUK]
Sekarang adalah mata pelajaran biologi, dan gurunya adalah guru yang paling baik di sekolah yang elit ini.
SREEEKK [BUNYI PINTU YANG DI GESER]
"semuanya harap duduk ketempat masing masing! Dan ketua kelas tolong ambil kan gelas saya dan sake saya di meja saya" ujar meiko sensei
Dan semua murid di kelas pun dengan senang hati menerima kegilaan guru aneh itu kecuali miku yang dari tadi sweatdrop di meja nya setelah mendengar kata sake dari mulut seorang guru, dan keadaan kelas pun sudah tak terkendali lagi bahkan ada siswa yang minum bersama dengan meiko sensei
"miku mau keatap? Bersama yang lain?" ajak len
"boleh?"
"tentu saja miku"
[DIATAP SEKOLAH]
"mungkin ini agak aneh di indonesia dan disekolah lainnya yang menerima guru yang kegilaannya itu, hatsune-chan" ujar kaito
"ano.., apa tidak apa apa kita tidak masuk kekelas? Lagi pula nanti absennya bagaimana?" tanya miku panik
"tidak apa apa kok miku malah kalau guru itu masuk kita malah kesini untuk mencari angin segar" jawab rin dengan kalem
"tapi absen nya?"
"tenang saja hatsune san kalau guru itu sudah mabuk pasti absensi murid di tulis nihil" jawab kaiko
"huh, syukurlah" miku menghembuskan nafas lega
"hei ada yang haus tidak aku dan kaito ingin kebawah membeli minum?" tanya Len
"aku ingin jus jeruk yang di tambah cinta oleh len" jawab rin dengan kedipan sebelah matanya, dan yang lainnya kecuali miku dan len sweatdrop, karena miku tahu kalau rin itu serung menjahili len sejak kecil
"aku sama yang di beli kakak kaito saja" jawab kaiko
"aku ingin jus ne-" jawab miku
"jus negi dengan ukuran XL?" putus len
"hei len kenapa kau tau selera miku?" tanya kaito
"mungkin hubungan batin yang kami miliki" jawab len dengan menjulurkan lidahnya kepada kaito
Sambil menggunakan headset warna putih polos len mendengarkan lagu dari handphone nya dengan volume yang keras dan len memilih lagu yang bergenre rock supaya kalau ada guru yayng memanggil nya dia tidak bisa mendengarkan panggilan dari guru tersebut, setelah mengambill pesanan teman teman nya len segera menuju atap
"yo semuanya. Kelamaan ya?"
"enggak kok" jawab miku
"enggak juga kok len" jawab kaiko sambil tersenyum
"kau lama sekali len, kan aku jadi kangen dengan mu," jawab rin sambil memeluk adik kembar satu-satunya dan adik kesayangannya
"hei, ka-kakak a-aku tid-dak bisa ber-nafas"
" he maaf kan aku ya, len" sembil mengedipkan sebelah matanya
"ne, miku kau ada waktu senggang?, aku ingin berbicara dengan mu berdua" ujar len sambil mengenggam tangan miku
"ada kok" jawab miku dengan wajah memerah nya, len pun membawanya pergi ke halaman belakan sekolah
dan apakah yang dibicarakan oleh kedua sohib yang terpisah antara laut china selatan ini? tunggu kelanjutan kisah nya minggu depan(mudah mudahan kalau tidak ada urusan yang lain)
R&R Please
