Warning: Typo (s), Boy's Love, Gore, Bloody Scene, Death Chara.
Disclaimer: SMEnt
.
.
Dare Yori
-More Than Anyone-
' A Thriller Fanfiction'
:: Nakazawa Ayumu's Present ::
.
.
.
"WOOKIE-AH!" Jaejoong berlari menghampiri sosok sahabatnya yang bersimbah darah.
Yunho menatap teman-temannya yang lain. "Ambulans! Cepat panggil Ambulans!" serunya. Kyuhyun segera merogoh saku celananya, mencoba menghubungi sesuatu "Tidak ada sinyal"
Hangeng, Siwon dan Kangin ikut mengambil handphone Mereka. "Sial! Benar-benar tidak ada sinyal!" Hangeng menggeram kesal. Dipeluknya tubuh Heechul yang masih gemetar.
Hangeng berdiri. "Aku akan cari pertolongan di luar. Heechul-ah… Aku pergi dulu, Kau di sini bersama yang lain." Katanya perlahan. Heechul tak bergeming.
"Aku ikut Hyung!" pinta Siwon sedikit memaksa. Hangeng mengangguk dan kemudian Ia bergegas pergi bersama Siwon.
"Terlambat.. Wookie- Wo..Wookie sudah…"Jaejoong tak lagi menahan air matanya. Yunho mencoba menenangkan kekasihnya.
Semua masih terdiam, mendalami pikiran masing-masing. Bagaimana ini bisa terjadi? Tidak ada yang berbicara. Begitu sepi sampai ada suara langkah kaki mendekat.
"Kalian sedang apa berkumpul di sana?" Leeteuk menoleh. Eunhyuk dengan baju olah raga seraya membawa tas ransel.
"Kalian kenapa?"
Leeteuk dengan cepat memeluknya, Ia menangis.."Hyukkie.. Wookie.. Dia.." Eunhyuk akhirnya mengetahuinya. "Ba..Bagai.. bagaimana? Ke.. kenapa?" bulir air mata kini menggantung di sudut matanya.
Kangin menggeleng pelan. "Kenapa pakai baju olah raga, Hyuk? Mana seragammu?"
Eunhyuk menatapnya, "Eh? Ini.. tadi lapar dan mencoba melihat kantin. Di sana Aku ketumpahan bahan makanan.. jad karena itu seragamku kotor.. iya! Karena itu!" jawabnya gugup. Ia kembali melirik grand piano di ruang musik tersebut.
"Hyukkie! Maaf Aku baru datang!" Donghae berhenti dari kegiatan larinya. Nafasnya tersenggal. Ia menatap janggal pada semua siswa yang tengah terdiam.
"Huh? Ada ap-.." sepertinya Ia sudah mengerti. Rahangnya mengeras.
Kembali ke awal. Suasana hening.
Kyuhyun melepaskan dekapannya pada Sungmin saat dirasanya Sungmin sudah cukup tenang. Sungmin mengusap wajahnya. "Yesung-hyung?"
"Kalian ini! Aku cari di kelas tapi tidak ada!" gerutu pemuda tampan yang baru saja ikut berkumpul.
"Kenapa Kalian berwajah seperti itu? Ada yang salah denganku?" tanyanya. Karena tidak ada yang menjawab, Ia putuskan ikut melihat apa yang ada di dalam ruang musik.
Matanya terpaku pada apa yang tengah Ia lihat. Seseorang yang Ia kenal begitu baik. Wajahnya yang terkejut kembali datar tak ada perubahan. Semua yang ada di sana merasa bingung dengan sifatnya. Kenapa ia bertingkah biasa-biasa saja?.
"Kemana Hangeng dan Siwon?" tanya seorang murid bernama Minho yang baru sadar akan keterlambatan Hyung Mereka.
"Lebih baik Kita menyusul Mereka. Jangan ada yang menyentuh Wookie sampai ada pihak kepolisian yang datang." Tegas Kangin. Semuanya mengangguk.
Mereka semua lalu menyusul ke pintu keluar. Tidak ada siapa-siapa.
"Pintu ini dikunci?" Taemin menyambar salah satu gembok. Kangin yang kesal segera mencoba mendrobak kasar dan hasilny-pun nihil. Pintu dari besi itu tak kunjung bergeser. "Sial!" Kangin mengumpat.
Kyuhyun ingin ikut membantu. Namun ketika Ia mengambil ancang-ancang lankah mundur, kakinya menginjak sesuatu yang licin.
"Aduh! Apa sih, ini?" Sungmin menoleh ke bawah kaki kekasihnya. Cairan merah kental? Sungmin tau ini apa..tapi di saat seperti ini Ia berusaha untuk tidak tau. Ia terlalu takut untuk mengetahui apa yang tengah terjadi hingga cairan ini ada di dekatnya.
Tatapan Sungmin kembali menelusuri jejak tetesan itu. Ia berjalan lumayan jauh meninggalkan teman-temannya yang lain. Cairan merah itu berhenti di sini. Tak ada jejaknya lagi tapi malah menetes bertambah banyak.
Tunggu. 'menetes'? Jantungnya berdegup keras. Dengan takut dan perlahan, Sungmin mulai menengadahkan kepalanya.
Tubuh itu… tubuh tegap lengkap dengan seragam, menggantung di langit-langit dengan kepala yang sepertinya menembus triplek kayu diatasnya hingga tak terlihat. Cairan pekat itu terus mengalir dari pergelangan tangan kanan yang terpanggal.
Sungmin tak bergerak. Ia kenal tubuh ini.. Siapa pemilik tubuh ini. Ia kenal dari sebuah jam bermerk yang di pakai di sebelah kiri tangan itu, lalu badge emas yang tersemat di bagian dada kemejanya.
Ia tahu tubuh siapa yang kini tidak bernyawa di depannya. Sungmin tahu karena Ia mengenal baik orang ini. Orang yang selalu dipujanya dalam hati, Orang yang membuatnya bertepuk sebelah tangan…
Sungmin menangkupkan telapak tangannya untuk menutupi wajahnya yang basah. Basah karena air mata yang tak henti mengalir di sisi wajah manisnya, "Siwon… Siwon-ah…"
.
To be Continued…
.
Bales Review…
Someone: Hai 'seseorang' :) haha! Kita sama rupanya. Daebak! Liat di chapter berikut y.. makasih udh review..
Ika UzumakiTeukHyukkie: Annyeong :) alurnya agak melenceng dari DB kok (geplaked). Ayo! Ayo! Nonton! Seru lho pembunuhannya, walau gg sekejam SAW.. makasih y, udah review..
Pipit-SungminniELFishy: hehehe.. maksih –senyamsenyum gaje-. Eh? Kamu udah nebak Yesung sama Siwon? Hm.. ada bnernya.. ada salahnya.. –rajam- makasih udh review!
LittleLiappe: masih ada lagi lho yang mati.. –senyum psikopat-. Makasih udah review :)
7yol: suka juga ya? Ini inspirasinya dari dua-duanya.. DB 1 menurutku lebih seru dengan soal-soal yang menantang. DB 2 aku ambil karena motif pembunuhannya 'pembalasan dendam gitu deh..' eh? Dua-duanya sama deng.. makasih udah review..
Diidactorlove: iya.. nanti oppadeul bkal Aku paksain mati di sini.. –dituntut soo man- makasih udah review..
Kanna Ayasaki: Makasih udah review.. Ayo coba nonton DB 1! Menurutku sih DB 1 lebih seru dari sekuelnya..
rHeitawoo: Maaf ya.. nanti masih banyak yang Saya matiin di sini –injeked- makasih buat reviewnya :)
Nikwon: Makasih reviewnya.. ini udah aku apdet.. maaf kalau pendek :(
rYaoi Shippe: DB dua-duanya kok.. yesung ke toilet mungkin karena panggilan alam atau mungkin memang ada maksud lain.. tunggu aja! Makasih udah review!
A/N: Di Chapter depan mungkin bakal Uru tampilin pembunuhannya.. lagi nunggu Psikopat mode: ON-nya nih..
Semoga hari kalian menyenangkan, Chingudeul!
RnR, Onegai?
