Makasih buat yang udah review chapter lalu ya.. ^^

Warning: AU, Crossover, terjadi OOC yang nista pada Killua dan Hitsugaya. :P chara yang lain juga parah sih OOcnya. :P

Rated: T

Disclaimer:

Naruto punya Masashi Kishimoto

Eyeshield21 punya Riichiro inagaki dan Yuusuke murata

HunterXHunter punya Yoshihiro Togashi

Inuyasha punya Takahashi Rumiko

Bleach punya Tite Kubo

Silver family punya saya a.k.a Miamau Kakashi.

Oh iya, saya kan udah ngasih tau pairingnya di awal yaitu, Kakashi/Sakura/Riku.


Silver Family

Chapter 2

By Miamau Kakashi


Sakura memejamkan matanya erat.

Tinggal satu rumah dengan lima orang lelaki ternyata memang berbahaya!

Damdamdam…

Tiba-tiba terdengar ringtone dari sebuah ponsel.

"Ah! Damn! Ganggu aja!" akhirnya Kakashi menjauh dari Sakura saat ia menjawab panggilan dari ponselnya.

Sakura menghela nafas lega.

Sakura tidak berani bergerak. Jadi ia hanya memperhatikan Kakashi yang sedang bicara di telpon..

"Halo? Ya.. Killua? Oh, oke."

Kakashi selesai bicara di telponnya. Tanpa memperdulikan Sakura, ia meninggalkan Sakura di dapur sendirian.

XXX

Sakura berjalan menuju Ruang Keluarga sambil membawa nampan berisi cemilan, roti, dan softdrink.

'Ramai sekali' , Sakura tersenyum sambil memandang kelima bersaudara itu yang sedang menonton TV. Mereka tertawa dan becanda ria. Hanya Hitsugaya yang tetap 'cool' dan Kakashi yang serius membaca sebuah buku kecil bersampul oranye.

"Hei.. tadi aku lihat di Koran, katanya Kagome kembali ke Jepang lusa!" Riku bersorak girang.

"Hore.. mudah-mudahan saja dia mampir kesini. Dan kau, Inuyasha! Bersiap-siaplah.. cieee," Riku tertawa-tawa sambil meninju pelan bahu Inuyasha.

"A-apa sih kau ini!" Inuyasha terlihat kesal. Tapi wajahnya memerah.

"Kagome? Atlit panah nomor 1 Jepang itu? Yang baru saja memenangkan kejuaran di Yunani? Kalian kenal?" Sakura bertanya kagum saat ia tiba di Ruang Keluarga sambil meletakan nampan yang ia bawa.

"Tentu saja Sakura. Dia itu teman kecil kami, dan Inuyasha naksir padanya! Haha.." Riku tertawa keras sebelum ia dilempar bantal oleh Inuyasha.

"Eh? mau kemana tuan Sesshomaru?" Sakura bertanya pada Sesshomaru yang beranjak dari duduknya dan menuju keluar.

"Mau lihat bintang," jawab Sesshomaru singkat.

"Wha? Ikut! Boleh kan tuan?" Sakura lalu ikut keluar setelah Sesshomaru menganggukan kepalanya.

Riku jadi diam.

"Haha.. rasakan kau Riku! Diambil Sessho kan? Haha.." Inuyasha menertawakan Riku dan membuat Kakashi yang dari tadi serius 'membaca' mengangkat wajahnya dari bukumya.

"Memang Riku kenapa dengan Sakura?" Kakashi bertanya tapi wajahnya malah dilempar bantal oleh Inuyasha.

"Bisakan matamu itu nggak ngantuk dan bosan seperti itu? Aku sebal melihatnya!" Inuyasha memalingkan wajahnya dari Kakashi.

"Memangnya kenapa?" Kakashi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Tcih! Memangnya nggak sadar ya kau ini persis mirip dengan ayah?"

"Hhhh.. ayah lagi. Bisakah kalian berhenti bersikap begitu pada Ayah? Hormatilah ia. Bagaimanpun kita bisa tinggal dalam kemewahan dan segala fasilitas ini juga karena Ayah." Kakashi menutup bukunya.

"Hei! Ini semua harta ibu! Ayah hanya mengelolanya!" Inuyasha mulai naik nada bicaranya.

"Kalau ayah tidak -piipp- dengan ibu, kalian tidak akan ada di dunia ini."

Kakashi bangkit dari duduknya dan beranjak dari situ.

"He! Bicaramu itu selalu menjurus ke hal yang -piiip- dasar kau -piiipp- -piiipp- -piiiippp- hmppp…" ucapan Inuyasha yang layak sensor itu terhenti karena Hitsugaya telah menyumpal mulutnya dengan roti karena Inuyasaha tidak akan berhenti jika sudah mengumpat Kakashi.

Kringg…

Ada telpon. Riku yang dari tadi hanya diam mengangkat telpon itu.

"Halo.."

"…."

"Eh? Besok?"

"…."

"Tu-tunggu dulu! He-hei.."

Riku menutup telpon itu.

"Kenapa?" Hitsugaya heran akan wajah Riku yang terlihat pucat.

"besok.. Killua datang.. dan ia minta dijemput dan dibawakan skateboardnya…"

"HUAPAAAA?─hmmpp.." mulut Inuyasha disumpal lagi dengan roti oleh Hitsugaya. Karena roti yang pertama tadi sudah habis ditelan Inuyasha.

"Tcih! Skateboardnya kan sudah kita bakar ramai-ramai. Dengan dramastis lagi," Hitsugaya termenung mengingat saat bulan lalu mereka membakar skateboard itu.

FLASHBACK

"Jaga skateboardku baik-baik ya, ini kenang-kenangan dariku. Aku akan mrindukan kalian," wajah malaikat yang diberikan bocah laki-laki berusia 10 tahun itu, tak mampu membuat empat orang pria berambut perak yang ada di depannya bangun dari posisi telentang mereka.

'Yah bagus. Jangan kembali lagi..' desis Inuyasha.

'Tcih! Semoga pesawat yang membawamu ke Florida jatuh dan tidak pernah bisa ditemukan!' batin Hitsugaya

'Hahhhh.. akhirnya pergi juga makhluk merepotkan ini..' gumam Sesshomaru.

'Hiks.. seragam amefutoku..' Riku terisak.

"Dadah..." bocah yang dari tadi dicaci maki dalam hati empat pria berambut perak itu melambai dan meninggalkan rumah ini.

BRAKKK!

Hitsugaya menendang skateboard yang ditinggalkan bocah itu.

"Melihat ini, seperti melihat Killua saja!"

Bagaimana tidak? Hitsugaya yang bertubuh mungil ini selalu menjadi 'kuda' bocah bernama Killua itu.

Killua adalah Sepupunya yang paling disayang mendiang ibunya. Kalau tidak ingat pesan ibunya untuk selalu membuat Killua senang, Hitsugaya sudah tending killua itu!

Sedangkan Sesshomaru dan Inuyasha, rambut mereka tak pernah lepas dari jambakan dan tarikan Killua yang sangat menyebalkan itu.

Dan Riku.. ia sangat terpukul saat baju seragam amefutonya dijadikan lap skateboardnya Killua.

Seminggu Killua di rumah ini, seminggu empat bersaudara ini jadi budaknya Killua. Karena saat itu Kakashi tidak pulang-pulang, ia tidak tersiksa oleh Killua. Bahkan pembantu saja tidak tahan saat ada Killua disini, sehingga mengundurkan diri dan akhirnya keluarga ini mencari pembantu baru. Yaitu Sakura.

Setelah Killua pulang, empat bersaudara itu mengadakan 'upacara pembakaran' skateboard Killua itu.

END OF FLASHBACK

"Katanya ia tidak akan kembali lagi kesini?" Inuyasha berkata setelah menelan roti yang menyumpal mulutnya tadi.

"Killua bilang ia merindukan kita. Katanya ia sudah memberitahukan kedatangannya lebih dulu pada Kakashi."

"Hahhh.. si mesum itu kenapa nggak bilang? Setidaknya kita kan bisa carikan dulu skateboard baru untuknya yang mirip dengan miliknya dulu!" Hitsugaya menghempaskan dirinya di Sofa.

Sementara Sesshomaru dan Sakura..

"Wah.. cantik banget!" Sakura menatap bintang-bintag di langit dengan takjub.

"Hhh~ kenapa sama persis?" Sesshomaru berkata lirih.

"Apanya?"

"Ucapanmu."

"Sama dengan siapa?"

"Kagome. Hehe.. sudahlah. Disini dingin. Kita sebaiknya kedalam."

Akhirnya mereka meninggalkan taman tempat mereka melihat bintang tadi.

Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Kakashi.

Sakura langsung berlindung dibalik tubuh Sesshomaru.

Kakashi hanya memasang wajah tanpa dosa.

"Hai.." Kakashi menyapa mereka. Tapi itu membuat Sakura berlari meninggalkan Kakashi dengan Sesshomaru.

"Kenapa sih dia?" Kakashi bertanya pada Sesshomaru tanpa melepaskan pandangannya dari buku yang dia baca.

"Harusnya aku yang Tanya begitu! Kau tidak ngapa-ngapain dia kan?" Sesshomaru berkata dengan nada serius.

"Belum kok. Tapi tadi hampir," Kakashi berkata dengan santainya lalu meninggalkan Sesshomaru.

"Kau ini! Jadi sudah ada niat? dasar mesum bodoh!"

XXX

Esok harinya..

"Kyaaa.. apa-apaan ini?" Sakura berteriak saat ia ditarik dari tempat tidurnya oleh Hitsugaya dan Inuyasha.

Inuyasha membuka lemari di kamar Sakura, "Disini? Tidak!"

Hitsugaya menunduk ke kolong tempat tidur Sakura sambil tetap menarik Sakura, "Disini? Tidak."

"AAAAHHH BAGAIMANA INIIII?" Inuyasha dan Hitsugaya berteriak-teriak sambil tetap menarik-narik Sakura.

"LEPASKAAAAAAAAAAAAAAN…!" Akhirnya Sakura berhasil melepaskan diri dari Inuyasha dan Hitsugaya.

"Apa-apaan sih?" Sakura terengah-engah.

"Killua datang!"

"Dia paling suka melihat wanita yang rambutnya panjang!" Hitsugaya berteriak.

"Kau mau dijadikannya 'kuda' , atau rambutmu akan jadi korban seperti rambutku!" Inuyasha berteriak sambil berlari berputar-putar dengan histeris.

"STOOPPP! Memangnya Killua apa?" Sakura berteriak sambil menghentikan Inuyasha yang sedang berlari-lari.

"Dia itu monster! Riku dan Sesshomaru sedang menjemputnya ke Bandara. Dan si bodoh Kakashi malah tidur! Padahal dia yang kebagian tugas nyari skateboard baru!" Hitsugaya yang biasanya cool jdi teriak-teriak hanya karena 'Killua'.

"Monster? Aku nggak ngerti apa yang kalian bicarakan ini!"

"Dia itu kukunya tajam! Bisa mengambil jantung manusia tanpa mengeluarkan darah!"

"Kak Inuyasha… Kak Hitsugayaaa…" terdengar teriakan bocah laki-laki dari arah depan rumah.

"Gawat! Dia dataaaaang!"

"Kak Hitsu─?" seorang bocah imut berambut perak berdiri di hadapan Sakura, Hitsugaya dan Inuyasha.

"Kyaa.. ini Killua? Lucu banget! Apanya yang monster?" Sakura berjongkok di hadapan Killua.

"Wah.. kakak siapa? Cantik sekali. Aku suka! Matanya bagus. Mau tidur sama aku?" ucapan Killua sukses membuat petir datang tiba-tiba di rumah itu.

"Lho? Kok ngomongnya gitu?" Sakura bertanya dengan gugup dan kaget.

"Iya, kata Kak Kakashi, kalau ada wanita cantik itu harus diajak tidur bareng. Kenapa? Kakak nggak mau tidur sama aku?" mata Killua mulai berkaca-kaca.

"Aduh.. gimana ini?" Sakura menatap Riku memohon bantuan.

"Kakak nggak jawab apa-apa? Kata kak Kakashi, kalau nggak jawab apa-apa berarti mau! Ayo…" tiba-tiba Sakura ditarik oleh Killua yang ternyata membawanya ke kamar Kakashi.

Saat sampai di kamar Kakashi, Killua mengguncang-guncang bahu Kakashi yang sedang tidur.

"Kakak! Bangun! Aku mau pinjam Icha-icha punya kakak!"

TBC


Masih layak kah buat dilanjutkan?

Review pleaseeeee…. ^^