My Editor
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Main Cast : U. Naruto & U. Sasuke (NaruxSasu)
Rate: M (for dirty talk and Mature contens)
Genre: Romance, Humor
Warnings: Yaoi, OOC, typo bertebaran.
Sumarry: Uzumaki Naruto seorang penulis novel icha-icha paradise series sering membuat ulah dan pusing sang pimpinan redaksi serta kepala editor dari tempat percetakan karna memecat editor pilihan dengan alasan yang konyol. Bisakah pihak percetakan menemukan editor yang sesuai dengan selera sang penulis?
Dont like dont reading
And klik close in your dekstop or tab...
Please enjoy in my story..
Happy reading minna-san
Chapter: 2
"Moshi-moshi, Iruka-san." Kalimat sapaan terdengar dari seorang pria bermasker berambut perak dibalik meja kerjanya yang sedang memegang ganggang telpon.
"Ya, ada apa kakashi-san?" Tanya iruka
"Bisa kau keruanganku." Ucap kakashi yang terdengar seperti kalimat perintah mutlak ditelinga Iruka. "Ahh... jangan lupa bawa berkas-berkas orang yang kau sarankan untuk menjadi editor pribadi Uzumaki-san." Lanjutnya lagi.
"Baiklah kakashi-san. Apa kau mau aku bawakan kopi?" Tanya Iruka lagi.
"Tidak usah Iruka-san. Aku sedang tidak ingin kopi." 'karna yang aku inginkan sekarang adalah kau, Iruka-chan.' Lanjut Kakashi dalam hati disertai dengan seringai dibalik maskernya. Tiba-tiba saja Iruka bergidik dikursinya, seperti merasakan seringai yang ditujukan kakashi padanya.
"Ba-baiklah Kakashi-san aku akan segera kesana." Ucap Iruka ragu, lalu menutup telpon dari sang atasan dan segera mengumpulkan berkas yang tadi ia baca. 'ntah kenapa perasaanku tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu padaku' Innernya. Iruka lalu berdiri menuju ruangan kakashi yang tidak jauh dari ruangannya sendiri. Ia berjalan sambil mengeleng-gelengkan kepalanya mencoba menepis firasat yang mengganggunya tadi. Setelah sampai didepan ruangan atasannya Iruka membuka pintu tanpa meminta izin terlebih dahulu, salah satu kebiasaan Iruka.
"Selamat siang, Kakashi-san." Sapa Iruka membungkuk sopan setelah ia masuk keruangan sang pimpinan redaksi.
"Kemarilah Iruka." Titah Kakashi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang ada didepannya. Tanpa bertanya lagi Iruka melangkahkan kakinya kesamping meja Kakashi.
"Ini berkas-berkas yang anda minta tadi kakashi-san." Ucap Iruka seraya meletakkan berkas-berkas yang ada di tangannya keatas meja. Kakashi masih belum menatap wakil dari pimpinan redaksi merangkap sebagai kepala editor serta kekasih yang berdiri disampingnya, ia masih menatap dan mengerjakan sesuatu dilaptopnya. Merasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi, Iruka berniat mengundurkan diri. Belum sempat ia mengutarakan niatnya, kata-katanya tertahan diujung lidah setelah ia merasakan jari-jarinya digenggam erat. Ia menunduk dan melihat Kakashi yang sedang menatapnya dengan tatapan..err lapar. Tiba-tiba firasat aneh tadi kembali merayapi tubuhnya. Ia tahu betul arti dari tatapan itu. 'Sial! Aku tidak akan selamat hari ini. Ternyata ini arti dari firasatku tadi, aku akan diterkam.' Inner Iruka.
"A-ada ap-apa Kakashi-san? Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Iruka ragu. 'Oww.. Aku salah mengeluarkan pertanyaan, tentu saja ia sedang membutuhkan bantuan.' Iruka kembali membatin setelah ia tanpa sengaja melirik celana Kakashi. Ia menampilkan raut ketakutan, walaupun hanya sesaat tapi masih tertangkap oleh iris milik Kakashi, Kakashi menampilkan seringai tipis dibalik maskernya.
"Ya.. Aku sedang membutuhkanmu Iruka." Jawab Kakashi dengan nada rendah. Tanpa ba-bi-bu lagi, Kakashi menarik tangan Iruka hingga membuat laki-laki tersebut jatuh kepangkuan Kakashi. Iruka bergerak-gerak tak nyaman diatas pangkuan Kakashi setelah merasakan sesuatu yang keras dibawah pantatnya ditambah tangan-tangan Kakashi yang mulai mengerayangi punggung dan kepalanya yang berada didada Iruka. Ia bisa merasakan Kakashi sedang mengecup Nipple-nya dari balik masker, meski terhalang oleh masker dan kemeja yang ia pakai Iruka masih bisa merasakan sensasinya.
"Ahnn..." Iruka menahan desahan dengan menggigit bibirnya. Tanpa sengaja Iruka sedikit meremas lengan Kakashi.
"Jangan ditahan Iruka, keluarkan desahan indahmu." Ucap Kakashi seraya menatap wajah sang kekasih yang sudah memerah sepenuhnya. Kakashi semakin gencar mengecup dan sesekali menggigit nipple Iruka dibalik maskernya. Tangan Kakashi mulai turun kearah resleting celana Iruka, membukanya dengan gerakan kilat. Tangan Kakashi mulai mengenggam kejantanan Iruka dari balik celana dalamnya.
"Ahhn... Kaka... ssshhh.. aahhh... shi... stop...ahh..sshh.." Iruka mencoba menahan tangan Kakashi yang sedang meremas bagian privatnya. Meskipun dia sangat ingin melakukannya, tapi dia masih ingat tempat. Dia takut nanti ada yang mas-
BRRRRAAAKKK
"KAKASHI-SAN! NARUTO BENAR-BENAR MENYEB-" Teriakan dari wanita bermata aquamarine sang pelaku pendobrak pintu terdiam melihat adegan didepannya sekarang. Dia melihat sang pimpinan direksi dan ketua editor-nya sedang 'melakukan hal' yang seharusnya dilakukan ditempat lebih privat lagi. "Ooohhh... maafkan aku. Aku akan keluar dan kembali beberapa menit atau beberapa jam lagi." Ucapnya lalu berjalan keluar dengan terburu-buru, menutup pintu dengan perlahan meninggalkan kedua insan yang sampai sekarang masih terdiam ditempat semula.
"Keparaatt Ino. Datang disaat yang tidak tepat." Umpat Kakashi saat acaranya diganggu oleh makhluk bernama wanita itu. Dia mengalihkan pandangannya pada Iruka yang ada dipangkuannya. Dia dapat melihat badan Iruka bergetar, Kakashi berniat menyentuh pundaknya namun terhenti sebelum-
PLLAAK
Lima jari Iruka sudah memukul wajahnya dengan keras hingga kepalanya terdorong kebelakang. Iruka buru-buru turun dari pangkuan kekasihnya, merapikan pakaiannya. Sedangkan Kakashi sedang mengelus wajahnya yang terkena cap lima jari dari Iruka.
"TAK. ADA. JATAH. UNTUK. MU. SELAMA. SATU. BULAN. INI." Ucapan Iruka yang penuh penekanan membuat Kakashi terdiam dan menatap horror kearah sang kekasih.
"A-Apa?" Tanya Kakashi memastikan ucapan Iruka, dia berharap telinganya bermasalah dan mendengar Iruka berkata hal seperti 'Kita lanjutkan ditempat lain saja'. Namun keterdiaman Iruka membuat dia mulai merasa ragu. Kakashi mencoba berdiri untuk meraih tangan Iruka, namun terlambat. Iruka sudah berjalan meninggalkan Kakashi yang kelabakan.
"Hey. Hey. Sayang. Maafkan aku oke?" Kakashi mencoba menenangkan Iruka yang sudah dalam mode mengamuknya.
"Lepaskan. Aku." Lagi. Kata penekanan keluar dari bibir Iruka. Kakashi meratapi nasibnya. Jika Iruka sudah mengeluarkan kata penekanan lebih sari 1 kali maka tak ada yang bisa dilakukannya kecuali menuruti ucapan sang kekasih tercinta.
"Tapi, bagaimana dengan nasib masa depanku?" Tanya Kakashi sambil melihat keselangkangannya lalu melihat Iruka yang sudah berlalu dari hadapannya. Terpaksa, sabun dikamar mandi menjadi pelariannya. Lagi. Okeeehhh... kita tinggalkan ratapan nasib Kakashi.
Jauh dari kota Konoha tepatnya berada dipinggiran kota. Terlihat seorang pemuda berambut kuning jabrik dengan kulit tannya yang sexy sedang terdiam mematung dipinggir danau, memandang seseorang lainnya yang sedang berbaring diantara akar pohon. Pemuda pirang jabrik tertegun melihat pemandangan didepannya. Naruto Uzumaki sang novelis Icha-Icha Paradise yang ngakunya straight sedang terpesona oleh seseorang yang mempunyai harta karun yang sama diselangkangannya. Tubuh putih yang terbalut kemeja hitam itu bergerak membuka matanya yang tadi tertutup dengan damai. Mata berwarna sehitam malam tanpa bintang menampakan keindahannya, membuat mata sebiru langit yang sejak tadi memandangnya kembali terpesona.
"Cantik." Kata-kata tadi keluar dari mulut sang Uzumaki tanpa sadar, meskipun tidak kencang tapi mampu didengar oleh sang pemilik onix. Membuat sang onix mengalihkan pandangannya kearah Uzumaki. Naruto membelalakan matanya karena tertangkap basah sedang memandangi sang onix. Sang onix juga melakukan hal yang sama, terkejut melihat sang jabrik didepannya. Naruto yang gelagapan ingin berbalik arah, dia terlalu malu untuk berdiri didepan sang onix, tanpa sadar dia salah memijakkan kakinya. Alhasil Naruto kembali berbalik jatuh kedalam air danau yang sejuk. Membuat air menyebar kemana-mana, sang onix yang berada didekat pinggir danau juga terkena cipratan air. Sang onix berdiri dengan cepat saat dirasa setengah badan didekat pinggir danau terkena air.
"Brengsek. Dasar dobe!" Hardiknya sambil melihat baju dan celananya yang basah. Sedangkan Naruto sedang berusaha keluar dari dalam air. 'Sialan. Ternyata dia hanya cantik saat tertidur, tapi saat bangun dia sangat menyebalkan.' Inner Naruto.
"Teme! Apa kau bilang?" Balas Naruto.
"Dobe." Jawabnya santai. Sang onix berambut pantat ayam (dicidori Sasuke) berwarna sama persis dengan matanya itu memandang remeh kearah Naruto. Sedangkan Naruto sibuk mengusak rambut pirangnya yang basah, kemeja putihnya yang basah membuat lekuk tubuh sang Uzumaki tercetak dengan jelas. Uchiha Sasuke pemilik mata onix yang dari tadi memandang Naruto remeh tertegun melihat pemandangan yang ada didepannya. Detak jantungnya tiba-tiba saja berdetak lebih cepat. 'Ke-keren'.Innernya mengagumi tubuh atletis Naruto, terbesit rasa iri dihatinya melihat bagaimana idealnya tubuh Naruto.
"Senang dengan pemandangan dihadapanmu ini, Teme?" Pertanyaan Naruto membuat Sasuke mengalihkan pandangannya kesamping. Semburat merah dipipi Sasuke tak luput dari pandangan shappire Naruto, hal itu membuat Naruto gemas ingin mengecup pipi sang onix.
"Cih. Apa yang harus aku lihat dari tubuh jelek mu itu, Dobe." Ucap Sasuke saat dia sudah berhasil menetralkan detak jantungnya.
"Ck. Dasar tsundere." Gumam Naruto pelan, namun masih bisa didengar Sasuke. Sasuke diam saja, terlalu malas meladeni si pirang tampan itu. 'Cih, apa aku baru saja menyebutnya tampan?' Inner Sasuke. Tak memperdulikan sang pirang yang masih mendumel tak jelas, Sasuke berbalik pergi dari hadapan Naruto. Tubuhnya setengah basah, bisa-bisa dia masuk angin kalau lama-lama menggunakan baju basah seperti ini.
"Oy..oy...oy... Kau mau kemana, Teme?" Tanya Naruto saat melihat Sasuke pergi menjauhinya.
"Hn." Jawab Sasuke tanpa memandang Naruto.
"Hey, setidaknya beri tahu aku namamu." Teriak Naruto. Sasuke sempat berhenti mengayunkan kakinya saat mendengar teriakan Naruto. Tapi, kembali berjalan menghiraukan teriakan Naruto yang terus meminta untuk memberi tahu namanya.
"Dia tak berubah sama sekali. Tetap bodoh dan pelupa seperti biasanya. Bahkan dia juga melupakanku." Gumam Sasuke tersenyum miris.
"Cih, sombong sekali si teme pantat ayam itu." Gerutu Naruto sambil menggosokan tangannya ketubuh yang basah. "Dingin. Aku bisa masuk angin kalau lama-lama disini." Lanjutnya. Naruto mulai beranjak pulang ke masionnya. Kepalanya sudah dingin saat masuk kedalam air tadi, ditambah dia bertemu dengan sicantik bermulut pedas itu. Meskipun dia tidak tau namanya. Naruto berjalan dengan pelan mengingat bagaimana pertemuannya tadi serta tingkah bodohnya. Tanpa sadar Naruto cekikikan sendiri selama perjalanan pulang. Membuat orang-orang yang melewatinya memilih menghindar. Tampan sih, tapi kalau gila siapa juga yang mau mendekat. Pikir orang-orang itu. Bagaimana tidak, dalam keadaan basah kuyup, Naruto tersenyum-senyum dan cekikikan sendiri, ditambah Naruto tak sadar kalau benda diantara selangkangannya mulai menyembul. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pirang mesum itu.
"Hoii, Naru-hentai." Lamunan Naruto tentang si onix teme pantat ayam tiba-tiba saja buyar saat mendengar teriakan dari sampingnya. Dia bisa melihat kepala bersurai red orange terang menyembul dari dalam mobil sport yang digunakannya. Mata yang senada dengan rambutnya itu memandang Naruto dari bawah sampai atas, lalu melihat kearah langit. Naruto juga melihat keatas, melakukan hal yang sama dengan sang kakak. "Kau kehujanan dimana gaki?" Tanya sisurai red orange aka Uzumaki Kyuubi -kakak dari Uzumaki Naruto- saat sudah memastikan bahwa langit masih cerah tak ada tanda sudah turun hujan. Entah maksudnya ingin mengejek sang adik atau benar-benar bertanya, tapi pertanyaan dari sang kakak membuat Naruto jengkel.
"Cih. Aku tercebur danau, dan juga bisakah kau tidak berteriak sambil menambahkan kata hentai dibelakang namaku." Jawab Naruto kesal.
"Kau kan memang hentai." Balas Kyuubi masih setia menjulurkan kepalanya.
"Apa katamu, kuso aniki.?" Teriak Naruto sengit.
"Kau memang hentai. Lagian mana ada orang berjalan basah kuyub ditambah ada yang menonjol diantara selangkannya disebut NORMAL, baka gaki." Balas Kyuubi lalu dengan santainya menunjuk kearah selangkangan Naruto yang menonjol. Naruto mengikuti arah telunjuk kakaknya dan terkejut melihat selangkangannya yang menggembung. 'Sial. Sejak kapan sijunor bangun. Pantas saja orang-orang memandangku aneh sejak tadi!' Jerit Naruto dalam hati. Dengan cepat dia menutup selangkangannya lalu berlari kearah pintu samping mobil kakaknya, membukanya dengan cepat lalu masuk. Mengabaikan tatapan mengerikan dari sang kakak. Beruntunglah ia karena mobil kakaknya tidak terkunci. Harga dirinya lebih penting dibandingankan tatapan maut dari sang kakak.
"Hoi..hoi.. kenapa kau masuk kedalam mobilku. Cepat keluar!" Teriak Kyuubi sambil mendorong badan sang adik yang basah. Dia tak rela mobil kesayangannya ikut-ikutan basah. Biarlah dia disebut kakak yang kejam, asalkan mobilnya selamat.
"Cih, kau tega sekali Kyuu-ni. Selamatkan harga diri adikmu ini." Ucap Naruto sambil memelas. Bukannya iba, Kyuubi malah tambah bernafsu untuk menendang sang adik keluar dari mobilnya.
"Sialan. Apa-apaan dengan wajahmu itu. Tak ada imut-imutnya. Malah terlihat amit-amit. Keluar kau." Kyuubi masih setia mendorong-dorong sang adik malah lebih brutal dari yang tadi. Naruto tak tinggal diam dia balas mendorong-dorong tangan Kyuubi. Perang dorong-dorong didalam mobil sport red orange masih terjadi membuat mobil bergoyang-goyang. Orang-orang yang melewatinya memandang aneh kearah mobil yang sedang terparkir dipinggir jalan itu. Hingga polisi yang sedang berpatroli dengan sepedanya berhenti tak jauh dari mobil Kyuubi, dia memarkirkan sepedanya ditiang listrik didekatnya berhenti tadi. Dua kakak beradik berbeda surai itu masih perang didalam mobil, Kyuubi tetap bernafsu mengeluarkan Naruto dan Naruto bersikukuh bertahan didalam mobil. Hingga ide cemerlang yang sedikit gila terlintas diotak mesum Naruto. Dengan cepat Naruto menangkap tangan Kyuubi, menahannya membuat Kyuubi bingung, dia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman sang adik, namun terlambat. Naruto menarik Kyuubi kearahnya.
CUP
Naruto menempelkan bibirnya ke bibir sang kakak. Hanya menempelkan namun kelakuan Naruto mampu membuat Kyuubi terdiam dan membelalakkan matanya, Naruto tersenyum senang saat melihat tak ada pergerakan dari sang kakak. Polisi yang tadi berniat melihat kedalam mobil dibuat terkejut saat mendapatkan pemandangan absurd didalam mobil. Kebetulan Kyuubi lupa menutup kaca jendela mobil yang tadi digunakan untuk menjulurkan kepalanya. Pemandangan itu terlihat jelas dimata sang polisi. Dia hanya bisa terdiam melihat pemandangan itu, begitu juga dengan orang-orang yang penasaran melihat polisi itu terdiam didepan mobil yang dari bergerak-gerak.
PLAAKK DUUK
Tiba-tiba saja mereka terkejut saat melihat sisurai red orange –Kyuubi- mendorong serta memukul dengan kencang wajah pemilik surai kuning cerah -Naruto- menyebabkan bunyi yang sangat kencang.
"ITTAII. APA YANG KAU LAKUKAN KUSO ANIKI." Teriak Naruto sambil mengelus kepalanya yang terbentur kaca mobil dan wajah tampannya yang dipukul Kyuubi. Dia menutup matanya meringis merasakan sakit yang luar biasa di tempat yang berbeda. Lagi-lagi orang terkejut mendengar teriakan dari Naruto.
"SEHARUSNYA AKU YANG BERKATA SEPERTI ITU KUSO GAKI." Balas Kyuubi tak kalah kencang sambil memegang bibirnya yang dicium Naruto. Astaga Capslok Ken jebooolll.
Mereka berdua masih belum sadar kalau sejak tadi ada yang melihat tingkah absurd mereka. Hingga Naruto membuka matanya, dan melotot horror melihat pemandangan dibelakang sang kakak. Tampaknya Kyuubi masih belum sadar, dia masih menggoskkan bibirnya kasar. Kyuubi menatap Naruto heran saat melihat sang adik terdiam sambil memandang kearah belakang punggungnya, dia menolehkan kepalanya mengikuti arah pandangan sang adik dan terkejut saat banyak melihat orang-orang memandang kearah mereka berdua dengan tatapan yang berbeda. Ada yang terkejut, terkekeh, jijik dan ngeri.
Tanpa pikir panjang dia menaikkan kaca mobilnya, menghidupkan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat. Tak memperdulikan Naruto yang basah kuyub sedang ada dimobilnya dan teriakan protes dari Naruto karena kepalanya kembali terbentur. Kali ini pelipisnya yang terbentur dashboard, posisi yang duduk menyamping dan belum memakai seatbelt. Dia akan membuat perhitungan pada sang adik karena membuat harga dirinya jatuh dan juga membasahi mobil kesayangannya. Oh... Naruto yang malang. Hari ini benar-benar menjadi hari yang paling sial dari yang sial dalam hidupmu, kecuali bertemu dengan malaikat didanau tadi.
Sementara itu jauh dari tempat Naruto dan Kyuubi, terlihat seorang pemuda berambut hitam gelap sedang duduk termenung didepan jendela kamarnya. Uchiha Sasuke, memandang jauh kearah danau yang masih bisa terlihat dari apartemen sederhanannya. Bayangan masa lalu melintas saat melihat menatap luasnya lapangan hijau didekat danau. Pandangannya beralih pada selembar foto yang sejak tadi ada digenggamannya. Dia mengusap foto itu, tatapannya melembut melihat gambar 2 orang dengan surai berbeda warna. Sisurai pirang tersenyum lebar sambil menggigit stik eskrim dan merangkul sisurai hitam yang sedang menggigit eskrimnya sambil menatap sisurai pirang.
"Kau benar-benar tak berubah." Ucapnya lembut. "Tapi, kenapa kau melupakanku dengan mudahnya. Sedangkan aku berusaha untuk tidak melupakanmu, Naru." Lanjutnya dengan nada sendu yang sangat kentara.
...
...
...
= = =TBC= = =
Yuhuuuuu... Ken kembali...
Masih menunggu lanjutan My Editor, kan? Gimana sama chap ini? Masih ada yang kurang kah? Masih membosankan kah?
Semoga kalian sedikit puas ya dengan tulisan absurd Ken, hehehehe
Makasih udah mau menunggu Ken update...
Jangan lupa buat Review ya... Review dari kalian buat Ken nambah semangat buat nulis... Yang minta scene KakaIru udah Ken masukkin meskipun cuma dikit, sengaja mau buat Kakashi menderita dulu, wkwkwkwk... Rating asupannya perlu ditambah lebih tinggi lagi kah? Atau udah cukup sampe sini?
Ken bakal tunggu saran dan masukkan lainnya dari kalian semua...
Sampai jumpa dichap berikutnya...
BYE...BYE...
