Shade
Pair: Jellal x Erza
Genre: Romance
.
Requested by Azusa Vermillion
.
Chapter 2
Sebelumnya di Chapter 1
"hei, kau baru saja memasang wajah ketakutan tadi. Sekarang, kau akan melawannya. Kau aneh tau gak."ucap Jellal
"aneh apanya? Tadi aku hanya takut karena orang ini menguntitku selama seminggu, tapi ternyata aku mengenalnya."ucap Erza, orang ini menyeringai licik
"lalu siapa orang ini?"tanya Jellal
"orang yang kejam, licik dan terlalu pandai untuk mencari solusi agar bisa membunuh orang disekitarnya."jawab Erza dengan senyum kemenangan
...
"jadi, siapa orang yang kau maksud?"tanya Jellal
"untuk saat ini kau tak perlu mengetahuinya, tapi waktu akan memberitahumu."jawab Erza
"kenapa? Kau takut? Kau takut jika dia mengetahui siapa aku sebenarnya, dia akan kubunuh?"tanya orang ini, Jellal tersentak
"h-hei, a-aku bahkan tak tau siapa kau. Ke-kenapa kau mau membunuhku?"tanya Jellal
"karena, siapapun yang akan mengenal orang ini akan mati terbunuh di tangannya."jawab Erza, Jellal mendelik
"Ya, sama seperti kedua orang tuamu dan teman-temanmu itu. Aku membunuhnya karena mereka sudah mengetahui identitasku dan organisasiku."ucap orang ini
Jellal menatap Erza yang tak menampakkan ekspresi kaget ataupun marah, 'berarti dia sudah mengetahuinya, kalau orang tuanya dibunuh oleh orang itu.'batin Jellal
Jellal terdiam sebentar lalu tersentak, "hei, Erzakan sudah mengetahui identitasmu, berarti apa kau juga akan membunuhnya?"tanya Jellal, orang ini menyeringai
"kau sangat pandai."puji orang ini lalu menyiapkan pedangnya, Jellal kembali tersentak
"oh begitu, jadi selama ini kau menguntitku hanya untuk membunuhku? Kenapa tak langsung dibunuh saja? Kenapa harus menguntit?"tanya Erza
"aku akan melakukan itu jika organisasiku tidak melarangnya."jawab orang ini
Jellal yang mendengarkan pembicaraan Erza dan orang asing ini hanya bisa mengeluarkan tanda tanya yang besar, ia sama sekali tak mengerti apa yang dibicarakan kedua orang ini
...
"kok sepi? Erza belum pulang ya?"tanya Lucy saat membuka pintu rumah
"lho, bukannya dia pulang duluan ya? Kok masih belum pulang sih?"tanya Gray, tiba-tiba saja tatapan Lucy dan Natsu menajam
"aku mencium bau kejahatan disini."ucap Natsu
"ambil shade kalian, kita akan menjemput Erza."perintah Lucy, Natsu dan Gray mengangguk lalu melaksanakan perintah Lucy
"apa Erza diserang? Sial! Jika, itu benar-benar terjadi ini akan menjadi sangat gawat."gumam Lucy mengambil Shade miliknya dan Shade milik Erza dan pergi keluar (Author: Lucy, dikunci rumahnya. Nanti ada yang masuk lho. Lucy: halah, paling-paling author yang masuk buat nonton sinema kesukaan author. Author: ketahuan deh...)
...
"Za, kapan baliknya nih? Kitakan punya tugas Fisika."tanya Jellal
"eh, bener juga. Tapi, orang ini gak mau minggir sih, jadikan gak bisa balik."keluh Erza
"kerjain disini aja deh, daripada nanti aku begadang."ucap Jellal mengeluarkan buku Fisikanya dan mulai mengerjakan soal-soal itu
"Jellal, kok masih sempet-sempetnya sih ngerjain tugas? Kan ada orang aneh yang mau berbuat jahat sama kita!"tanya Erza kesal
"iya sih, tapi aku males begadang. Apalagi, besok pelajarannya Laxus-sensei, bisa-bisa aku kena hukuman gara-gara tidur di kelas."jawab Jellal
"lho, terus tugas Kimia sama Sejarah itu dikerjain sama siapa? Waktu itu kamu bilang kamu begadang kan. Kamu bohong ya?"tanya Erza
"nggak kok, aku begadang. Tapi, tugasnya dibantuin sama guru les, jadi masih bisa tidur lama."jawab Jellal
"begadang sampe jam berapa?"tanya Erza, Jellal meletakkan tangannya di dagunya
"kira-kira sampe jam 10 malem."jawab Jellal
"kok gak dibantuin sama guru les?"tanya Erza
"hari ini aku kosong, gak ada les."jawab Jellal
"ya udah deh, aku juga ngerjain tugasnya."ucap Erza duduk di samping Jellal dan mulai mengerjakan tugas Fisika mereka
Sedangkan orang jahat yang dimaksud hanya bisa berdiri tanpa ada yang menghiraukannya, muncul 4 siku-siku di kepala orang ini
"kalian... Bersiaplah untuk mati!"ucap orang ini membuka pedangnya dan menyerang Erza dan Jellal, Erza yang melihat itu langsung menggandeng Jellal lalu melompat guna menghindari serangan orang ini
"hua! Hey, kenapa kau tiba-tiba menyerang sih?!"tanya Jellal kesal yang sudah sampai ke bumi kembali(?)
"diamlah! Sekarang serahkan dirimu, atau dia akan kupotong-potong!"ancam orang ini marah sambil menunjuk Jellal, Erza tersentak
'sial! Nyawa Jellal dalam bahaya, aku harus lakukan sesuatu!'batin Erza
"hey manusia jelek, rasakan ini!"ucap Natsu menyerang orang asing ini dengan shade miliknya, orang ini berhasil menghindar
"Erza! Je-Jellal?!"ucap Lucy kaget melihat Jellal, lalu berlari mendekati Erza dan Jellal
"kenapa kau ada disini?"tanya Lucy pada Jellal
"ha? Aku? Aku nggak tau, tiba-tiba aja waktu mau ke rumah Erza, aku sama Erza udah ada disini."jawab Jellal, Lucy mengangguk mengerti
Bugh! Erza memukul Jellal hingga tak sadarkan diri, "maafkan aku Jellal, tapi kau tak perlu mengetahui siapa orang ini... Dan juga siapa aku sebenarnya."ucap Erza menidurkan Jellal di samping Erza berdiri
"ne Lucy, apa kau membawa shade milikku bersamamu?"tanya Erza, Lucy mengangguk lalu menyerahkannya pada Erza
"lepaskan jubah itu, identitasmu sudah diketahui... Kagura Mikazuchi."ucap Erza tajam, orang asing ini atau lebih tepatnya Kagura tersenyum licik lalu melepas jubah miliknya
"hoo... Kagura Mikazuchi, orang dari Organisasi Gelap Sabertooth sekaligus pemegang Shade Kegelapan."ucap Gray, Kagura tersenyum
"Ya, dan tujuanku kemari adalah merebutmu, Erza Scarlet atau bisa kubilang Erza Rogers?"ucap Kagura, Erza menatap Kagura tajam
"aku tak menyukai pertumpahan darah, jadi aku tak berminat untuk melawanmu. Lagipula, shade milik kita tak bisa dipertemukan kembali."ucap Erza
"apa kau takut? Apa kau takut untuk mengulang kembali sejarah, hah?"tanya Kagura
"aku melepas segel shade milikku dan milikmu agar kedamaian dunia dapat dikabulkan, ternyata aku salah. Aku malah mengundang kehancuran ke dunia ini."ucap Erza, Kagura menaikkan sebelah alisnya
"jadi, bisa kau memberikan shade milikmu agar bisa kusegel kembali?"tanya Erza
"HAHAHAHAHA! Apa katamu? Memberikan shade milikku? Kau gila! Mana mungkin aku menyerahkannya! HAHAHA!"
"kau terlalu keras kepala, Kagura. Ini juga demi kebaikan kakakmu, Simon."ucap Erza, Kagura terkejut
"kakakmu terbunuh karena shade bukan? Bukankah lebih baik kalau kita menghapus shade dari dunia ini agar kejadian yang menimpa kakakmu tak terulang kembali?"jelas Erza, Kagura terdiam
"kau... Kau tak pantas untuk berbicara seperti itu!"seru Kagura lalu menyerang Erza dengan shade miliknya
DUAR! Ledakan terjadi ketika shade milik Kagura bertemu dengan shade milik Erza, "Lucy, bawa Jellal menjauh dari sini. Nyawanya bisa terancam bila dia tetap disini."perintah Erza
"tapi, kau bagaimana?"tanya Lucy
"aku akan kembali, tenang saja. Sekarang, bawa Jellal pergi!"suruh Erza, Lucy mengangguk lalu menggendong Jellal untuk menjauhi Erza
"Natsu, Gray, kita harus lari."ucap Lucy
"apa?! La-lalu bagaimana dengan Erza?"tanya Gray
"dia akan melawan Kagura, kita harus lari."jawab Lucy
"apa katamu Luce?! Tak akan, aku tak akan meninggalkan Erza sendirian!"bantah Natsu
"Natsu, sekarang kita tak bisa berbuat apa-apa. Kita hanya bisa percaya pada Erza."ucap Lucy, Natsu terdiam sejenak
"ayo, kita harus mengamankan Jellal dari sini."ucap Lucy pergi meninggalkan Erza dan Kagura
"kau ingat bukan, kalau kakakmu mati dibunuh oleh seseorang yang memegang shade 4 tahun yang lalu?"tanya Erza, Kagura menatap Erza tajam
"jangan sebut nama kakakku!"teriak Kagura lalu menyerang Erza
"dan kau tau siapa yang membunuh kakakmu?"tanya Erza, Kagura menatap Erza tajam
"kau sendiri, kau sendiri yang membunuhnya. Kau yang telah membunuh kakakmu dengan shade yang kau pegang sekarang."ucap Erza
"diam kau!"
DUAR!
Erza berhasil menghindar dari serangan Kagura, "dengar, jika aku menyegel shade milik kita berdua dan menyegel seluruh shade yang ada di dunia ini, kejadian yang dialami Simon tak mungkin terjadi kembali. Kau menginginkannya bukan? Kau menginginkan kedamaian bukan?"tanya Erza
"dan kau pikir itu akan mengubah dunia ini?! Tidak! Kau tak akan bisa mengubah sifat manusia yang selalu menginginkan kekuasaan! Meskipun kau menyegel shade ini, pasti masih ada orang yang akan mencari shade ini dan menggunakannya untuk menguasai dunia ini! Kau tak akan pernah bisa mengubah sejarah bahwa manusia adalah sosok yang paling jahat di muka bumi ini!"ucap Kagura
"kalau begitu, kita hancurkan saja shade ini. Bukankah kau bilang jika menyegelnya tak akan mengubah apapun?"ucap Erza, Kagura mendelik
"jangan pikir aku akan menurutinya!"ucap Kagura lalu menyerang Erza dengan kekuatan penuh
TBC
.
Wah, gimana sama nasib Erza tuh? Apa Erza bakal mati? Penasaran kan?
Author: Haduh, fic-nya Gaje banget kan? Gara-gara diganggu sama kamu ceritanya Gaje tau! #nunjuk orang di sebelah author alias temen
Temen Author: Salah sendiri-
Happy: readers, kalian penasaran kan? Kalau penasaran baca terus dan reviews terus ya! soalnya tanpa reviews author bakal mundung terus... #ditabok pake panci sama author
Dua kata deh buat Readers, Reviews please!
Oke, dan ini adalah balasan dari reviews kalian :D
Himiki-chan
aye, makasih buat reviewsnya. Keep Reviews!
Rhikame
Sip! :D
Azusa Vermillion
Iya, gak apa-apa kok. Iya! makasih buat semangatnya sama reviewsnya! Reviews terus! ._.V
