BLEACHMEGAPLEX
DISCLAIMER: BLEACH bukan punya saya, tapi punya Tite Kubo-san yang mirip dengan Ian Kasela, vokalisnya boyband Radja. *Kali ini Tite Kubo-san tidak berniat menggampar saya karena dia sudah mengakui kalau diri nya ternyata mirip dengan Ian Kasela.*
This story is collab by me and my younger sister. :D
Warning: OOC!
Thankyou banget buat yang udah nge review chapter 1! Saya seneng banget ternyata readers terhibur dengan fanfic yang saya bikin ini. :D
*Readers: Aah! Udah deh, cepet mulai aja! Udah pengen tau kelanjutannya!*
*Shab: Iya, iyaa! Sabar napa, woyy..*
Masih di Hueco Mundo..
Ulquiorra, Grimmjow dan Nel masih berpusing-pusing ria dengan proposal yang harus di buat untuk membangun Bleachmegaplex.
"Aduuhh.. Apa lagi sih yang harus aku tulis untuk melengkapi proposal ini?" Tanya Ulquiorra sambil menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
Padahal yang ditulis itu baru latar belakang dan tujuan saja. Latar belakang juga agak nggak jelas.
"Aku sendiri tidak tahu, Ulquiorra. Aku kan tidak pernah bikin yang begituan" jawab Grimmjow.
"Lagian kau aneh-aneh aja sih, Ulquiorra." Sambung Nel.
"Berisik, ah. Niat bantu nggak, sih?" kata Ulquiorra sedikit kesal.
"Iya, Ulqui! Tapi aku sendiri nggak tau apa yang harus ditulis dalam proposal!" jawab Grimmjow, dengan nada yang ikut-ikutan kesal.
"Hei kalian bertiga, sedang apa di sini? Pegang ballpoint dan kertas, lagi." Sapa Espada nomor 3, Halibel.
"Yo, Halibel. Kenapa kau ada di sini?" Tanya Nel.
Nel dan Halibel bersahabat baik, karena cuman mereka yang merupakan Espada wanita (fraksi tidak di hitung, loh!).
"Aizen-sama memintaku untuk membantu kalian. Jadi aku ke sini. Tapi Aizen-sama tidak memberitahu aku untuk membantu apa. Kalian sedang bikin apa, sih?"
"Di suruh bikin proposal, tapi karena aku sendiri belum pernah bikin yang begituan, aku tidak tahu apa saja yang harus aku tulis di dalam proposal ini." Jawab Ulquiorra dengan wajah kusut minta di setrika.
"Oh, proposal." Kata Halibel singkat.
"Memangnya kau tahu, Halibel?" Tanya Grimmjow dengan senyum mengejeknya, memperlihatkan gigi-gigi nya yang bersinar. Yang ngeliat pasti iri karena nggak ada yang bisa menyaingi putihnya gigi Grimmjow.
"Sedikit. Setahuku, di dalam proposal itu ada anggaran dana, bahan dan alat, serta segala macamnya. Setelah itu tidak tahu lagi." Jawab Halibel, ingin membalas senyuman ejekan dari Grimmjow, tapi tidak bisa.
Pada akhirnya, ke sepuluh Espada pun berkumpul di tempat Grimmjow untuk membahas proposal yang akan dibuat Ulquiorra. Seperti yang terjadi pada Grimmjow, Nel dan Aizen, ke tujuh Espada lainnya pun tertawa ketika mendengar Ulquiorra ingin membangun bioskop. Wajah Ulquiorra makin kusut. Nel udah menyiapkan setrika untuk merapikan wajah Ulquiorra biar nggak tambah kusut.
Untuk menyelesaikan satu proposal saja, membutuhkan waktu setengah hari. Maklum, tidak ada Espada yang pernah membuat proposal. Mereka cuma pernah mendengar saja.
"Thankyou banget teman-teman Espadaku! Tanpa kalian, proposal ini tidak akan pernah selesai!" kata Ulquiorra, lalu sebuah senyum tulus mengembang dari wajah datarnya.
Seperti yang sudah diduga, reaksi terkejut terpancar dari wajah ke sembilan Espada yang lain.
Starrk, Nel dan Halibel sweatdrop gede-gede.
Nnoitra, Grimmjow dan Zommari jantungan.
Szayel, Arronierro dan Yammy langsung lemes, ga bisa bangun.
"He.. Hei.. Kalian semua kenapa?" Tanya Ulquiorra bingung.
"TENTU SAJA KAMI TERKEJUT MELIHAT SENYUMMU, ULQUIORRA! SELAMA INI KAMI KAN TIDAK PERNAH MELIHATNYA!" jawab ke sembilan Espada yang lain bersamaan.
Bukannya ngerti, Ulquiorra malah senyum lagi.
Kali ini temen-temen Espada nya pingsan semua.
Ulquiorra cuma bisa cengo dan bingung kenapa temen-temennya pingsan semua.
~~SHIN~~
Meanwhile, di Seireitei, Soul Society..
Soutaichou, S.G. Yamamoto mengumpulkan para komandan untuk membahas masalah kekosongan wakil komandan di batalion 13.
Tapi, sebelum para komandan berhasil di kumpul kan di hadapan Soutaichou, ada sedikit masalah di setiap batalion.
Di batalion 2.
"Taichou! Bukankah Soutaichou memanggil para taichou untuk menghadap Soutaichou?" teriak Oomaeda pada komandannya, Soi Fon.
Soi Fon ketahuan sedang berduaan dengan Ggio di taman batalion 2.
Lalu Soi Fon melirik jam tangannya.
"AH! Gawat! Aku hampir saja terlambat! Ggio, aku pergi dulu, ya! Besok saja kita lanjutkan!" kata Soi Fon lalu berdiri dan bersiap untuk bershunpo menuju tempat Soutaichou.
"Oke!" balas arrancar mungil itu lalu membuka lubang garganta untuk kembali ke alamnya, Hueco Mundo.
'Sekarang taichou agak berubah sejak dekat dengan arrancar kecil bernama Ggio Vega itu.' Batin Oomaeda.
Batalion 3
"ICHIGO TAICHOU! Bangun!" teriak Kira, sang wakil komandan pada komandan yang memiliki rambut setengah duren setengah jeruk (?).
"Hem? Kira? Ada apa? Aku ngantuk sekali, nih!" jawab Ichigo mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.
"Soutaichou memanggil seluruh taichou untuk menghadap dia, kan?"
Ichigo melirik jam yang tergantung di dinding kantor batalion 3.
"Hweee! Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Aku hampir terlambat!"
"Taichou susah sekali di bangunkan, tidurnya udah kayak kebo nih!"
"Ah, kau ini. Sudah ya, aku pergi dulu!"
Ichigo langsung shunpo (ato sonido, ya?) ke tempat Soutaichou.
Batalion 4
Hampir nggak ada masalah karena Unohana adalah orang yang tepat waktu..
Batalion 5
Hinamori bingung karena sang komandan, Abarai Renji, tidak dapat di temukan di batalion 5. Di tanya kemana pun, tidak ada yang tahu. Ia mencoba untuk mencarinya di Rukongai.
Dan ternyata Hinamori menemukan sang komandan di Rukongai. Lagi asyik minum es cendol (?) di warung pinggiran sambil ngobrol dengan rakyat sekitar. Emang dasar Renji nya yang ga bisa melupakan kenangan masa kecilnya, dia adem ayem aja di sana.
"Astaga naga Renji-Taichou.. Aku mencarimu kemana-mana, ternyata kau ada di sini! Ada rapat taichou, kan?" kata Hinamori terengah-engah.
"Hi.. Hinamori-kun? Emang hari ini hari apa?"
"Hari Kamis! Kau mau jabatanmu di cabut karena tidak datang ke rapat taichou?"
"Gawat! Aku lupa!"
Lalu Renji segera menghabiskan dan membayar cendolnya, dan pergi untuk menghadiri rapat komandan.
Hinamori cuma bisa menghela nafas.
'Duh, Taichou gw gak bener nih' katanya dalam hati.
Batalion 6
"Nii-sama" panggil Rukia pada kakak semata wayangnya yang sedang bersantai menatap bunga cherry blossom yang sedang berguguran.
"Ya, Rukia? Ada apa?" jawab kakaknya yang cool nan tampan itu, Byakuya Kuchiki.
"Ada rapat taichou, kan? Kau tidak pergi ke sana?" Tanya Rukia.
Byakuya sedikit tersentak.
"Haduh, aku lupa! Thankyou Rukia udah mengingatkan! Aku akan merestui hubunganmu dengan si rambut duren itu!" jawab Byakuya lalu mengacak rambut Rukia singkat.
Rukia cengo. Rambut duren? Ichigo, maksudnya?
'Rupanya Nii-sama tidak berkaca dulu, ya? Dia kan juga duren –duda keren-' batin Rukia.
Batalion 7
Keadaan aman-aman saja karena Komamura hampir tidak pernah melupakan jadwal pertemuan taichou.
Batalion 8
Kyouraku Taichou lagi dikuliahi oleh fuku-taichounya, Nanao, karena mabuk di saat penting seperti ini. Tapi akhirnya Kyouraku berhasil sadar dari mabuknya dan berpamitan pada Nanao untuk menghadiri rapat taichou.
'Daripada gw dikuliahi terus sama anak gw ini, mending gw kabur ke rapat taichou deh' batin Kyouraku.
Batalion 9
"Hisagi-taichou, ada baiknya anda berhenti sejenak dalam menulis puisi untuk Nanao fuku-taichou, karena ada rapat Taichou.." kata laki-laki botak yang sekarang menjabat menjadi fuku-taichou batalion 9, Madarame.
Hisagi melirik jam yang ada di meja kerja nya.
"Uhm.. Kau benar, Madarame. Aku pergi dulu ya!"
Hisagi langsung bershunpo ke tempat Soutaichou.
Batalion 10
Kantor batalion 10 sepi , kayak kuburan. Krik.. Krik.. Krik..
Ada apa gerangan? Apakah tidak ada orang disana?
TIDAK! Ternyata taichou serta fuku-taichounya lagi sibuk ngerjain paperwork yang agak terlambat di selesai kan.
Kalau taichou nya, Hitsugaya Toushiro, sih, udah wajar kalau dia sedang mengerjakan paperwork. Tapi kalau sang fuku-taichou, Matsumoto Rangiku?
IYA, bener! Matsumoto jadi rajin ngerjain paperworknya! Lho?
Selidik punya selidik, ternyata Matsumoto punya janji sama komandannya, Hitsugaya. Matsumoto berjanji kalau Winter War berakhir, ia akan rajin mengerjakan paperworknya. Semudah itu kah? Tidak juga. Mengubah sikap seseorang memang sulit. Apalagi orang itu bangsa nya Matsumoto. Yang kalo di suruh ngerjain sesuatu itu susah banget. Dada Hitsugaya yang udah agak sixpack itu jadi rata lagi karena ia sering mengelus dada untuk menghadapi wakil komandannya yang bawel binti cerewet binti heboh itu.
Hitsugaya melirik jam dinding.
"Matsumoto" panggilnya pada wakilnya yang udah setengah mengantuk di depan paperworknya.
"Yo, taichou?" jawab Matsumoto lalu menguap.
"Aku pergi dulu ya, untuk menghadiri rapat taichou. Kau istirahat saja, sana. Ntar kalau kau sakit, aku juga yang repot"
Duh, perhatian bener nih Hitsugaya sama wakilnya.
"Huah~ Baiklah taichou.."
Dan Hitsugaya pergi ke tempat Soutaichou.
Batalion 11
Kenpachi lagi tidur siang di kantornya.
Yachiru pergi maen entah kemana.
Pintu kantor batalion 11 dibuka, Kreeet, Kreeett…
Ya ampun, ternyata pintu nya udah minta di ganti karena terlalu sering di banting.
Ternyata yang masuk adalah Yumichika Ayasegawa, laki-laki 'cantik' yang sekarang merupakan 3rd seat dari batalion 11.
"Kenpachi taichou.." panggilnya.
Ngga ada reaksi. Kenpachi masih aja di alam mimpinya.
"KENPACHI TAICHOUU~~~" kali ini Ayasegawa sedikit berteriak.
"EH vampir, eh mak lampir, eh kunti, eh.." Kenpachi kaget, ia segera bangun dari tidurnya dan sifat latahnya pun muncul.
Ayasegawa sweatdrop dan membatin, 'Wah, taichou berniat meledek gw, ya?"
"Hemm, Ayasegawa, ada apa?" Tanya Kenpachi setelah ia sadar sepenuhnya.
"Kau tidak lupa kan kalau hari ini ada rapat taichou?" pertanyaan di jawab juga dengan pertanyaan oleh Ayasegawa.
"Oh iyaa~ Aku lupaa! Hehehehe.. Baiklah aku segera ke tempat kakek tua itu sekarang. Dan, kau tolong cari Yachiru ya. Aku tidak melihatnya sejak tadi."
"Oke."
Kenpachi segera berlari ke tempat Soutaichou.
Batalion 12
Mayuri sibuk ngutak-ngutik computer super besarnya, meneliti sesuatu.
"Mayuri-sama.." panggil suara datar milik wakilnya, Kurotsuchi Nemu.
"Shut up, Nemu. I'm busy now.." jawab Mayuri sok bahasa inggris, padahal bahasa inggrisnya pas-pasan
"Ta.. Tapi.. Mayuri-sama.."
"Huh, kau ini berisik sekali, Nemu.. Ada apa?" Mayuri mengalihkan perhatiannya pada Nemu.
"Rapat taichou.."
"O ya, terima kasih sudah mengingatkan, Nemu."
"Hai"
Mayuri pergi ke tempat soutaichou.
Batalion 13
Ukitake lagi sakit.
Tapi dia ngotot pergi walau di larang oleh Sentaro dan Kiyone. Masalahnya, ini kan menyangkut batalion mereka juga.
Sebagai officer, Sentaro dan Kiyone nggak bisa ngomong apa-apa.
~~SHIN~~
Pada akhirnya, para komandan *yang hampir semua bermasalah ketika akan menghadiri rapat komandan* berhasil dikumpulkan di tempat Soutaichou.
"Baiklah, para taichou dari setiap batalion sudah berkumpul, kan? Sekarang aku ingin kita membahas masalah kekosongan fuku-taichou batalion 13." Kata Soutaichou membuka rapat.
Emang dasar nya Seireitei agak nggak modal, rapat aja berdiri. Yang duduk cuman Soutaichou aja.
"Tapi kalau kulihat, Soutaichou, tidak ada yang memenuhi syarat lagi untuk menjabat sebagai fuku-taichou." Jawab Soi Fon.
"Jangan begitu, Soi Fon. Kau bisa mempertimbangkan Sentaro dan Kiyone untuk menjadi fuku-taichou." Sela Unohana menanggapi perkataan Soi Fon.
"Tapi apakah boleh seorang taichou memiliki 2 fuku-taichou?" Tanya Byakuya, tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Unohana.
"Kesehatan Ukitake tidak bagus. Mungkin untuk batalion 13 adalah pengecualian." Sanggah Unohana.
Yang di perdebatkan, Ukitake, malah diem aja. Nggak bisa ngomong apa-apa.
"Hei kalian, sudah, sudah! Diam lah dulu, aku sudah mempertimbangkan beberapa hal. Sebenarnya aku juga sudah mempertimbangkan Sentaro dan Kiyone untuk menjadi fuku-taichou dari batalion 13." Kata Soutaichou agak keras.
Yah, perdebatan yang panjang dan alot (Shab udah males nulisnya. Hehehe) terjadi di ruangan itu. Lama banget, deh.
Pada akhirnya, diputuskanlah yang akan menjadi wakil komandan batalion 13 adalah Sentaro dan Kiyone. Banyak sekali pertimbangan sebelum mereka di putuskan untuk menjadi wakil komandan batalion 13.
Surat dikirim pada Sentaro dan Kiyone, mengabarkan bahwa mereka naik 1 level jadi wakil komandan.
Sentaro dan Kiyone melompat-lompat senang layaknya seorang anak kecil yang baru dibelikan mainan baru. Lalu mereka berpelukan layaknya teletubbies.
Isane, wakil komandan dari batalion 4, yang merupakan kakak dari Kiyone langsung bershunpo ke batalion 13, hanya untuk memberikan selamat pada adiknya tersayang.
~~SHIN~~
Back to Hueco Mundo..
Ggio, yang baru balik dari tempatnya Soi Fon, langsung di interogasi sama temen-temennya, Ulquiorra, Grimmjow dan Nel.
"Dari mana saja kau, Ggio?" Tanya Grimmjow sambil memamerkan giginya yang membuat orang iri.
"Tidak biasanya kau pergi selama ini.." sambung Nel dengan tatapan death glare lv 1000.
"Kenapa kau pergi tidak bilang-bilang dulu, hah? Nanti kalau kau di culik dan di jual, bagaimana? Kau mau jadi TKI di Arab sana? Ntar kau di siksa setiap hari di sana! Udah gitu nggak di kasih makan, nggak di gaji, tidur Cuma 4 jam sehari, mau kau?" sambung Ulquiorra dengan wajah khawatir (?).
"Ehh.. Ehh.. Aku.." Ggio nggak bisa jawab saking grogi nya.
***To be continued***
Yeeeyyy! Akhirnya selesai juga chapter 2 nyaa!
Chapter 2 ini lebih panjang dari chapter 1 nya.. :D
Terus terang, sekali lagi, Shab seneng karena para readers merasa terhibur.
Lalu, beberapa ada yang nanya, 'Gin pergi ke mana?'
Sejujurnya Shab juga ga tau (belum terpikir, tepatnya) dia pergi ke mana.
Yang jelas dia nggak suka karena Hueco Mundo baikan sama Soul Society, dan dia juga nggak suka karena Hitsugaya makin lengket sama Rangiku (well, I'm sorry, HitsuHina fans!). Tapi kedekatan mereka tidak terlalu di sorot kok, di sini! :D
Oke deh~ Penutupnya segitu aja!
Review ya, please! Siapa tau Shab bisa dapet inspirasi lagi dari review kalian.. :D
Dan maaf ya kalo agak mengecewakan..
Arigatou.. ^^
