The Struggle And Loves
Naruto ingin memperbaiki kesalahan masa lalunya. Namun Dia malah terjebak dalam sesuatu yang rumit. Bagaimanakah kisahnya selanjutnya.
Naruto milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Drama and Friendship
Author POV
Konoha merupakan salah satu kota besar di Provinsi Shizuoka. Letaknya yang strategis menjadikan Konoha sebagai Pusat Industri. Banyak Perusahaan besar milik beberapa klan berdiri disana. Umumnya setiap klan merajai bisnis di bidang masing - masing. Misalnya klan Haruno yang merajai bisnis Properti, Klan Hyuga yang menguasai bisnis Otomotif dan klan Senju yang menguasai bidang Pendidikan dan kesehatan.
Dari sekian banyak klan yang ada di Konoha, Tiga klan tersebut yang dianggap sebagai klan terhormat di Konoha. Sehingga ketiga klan tersebut bisa dikatakan sebagai Penguasa Konoha. Itulah gambaran singkat tentang kota Konoha.
Author POV End
...
Malam ini di salah satu jalanan Konoha melaju sebuah mobil mewah yang dikendarai dua orang gadia cantik. Jika dilihat dari penampilannya, kedua gadis tersebut berasal dari klan ternama. Ya kedua gadis tersebut adalah Haruno Sakura dan Yamanaka Ino. Haruno Sakura gadis cantik bersurai pink dengan manik emeral indahnya merupakan putri tunggal dari keluarga Haruno, Sedang Yamanaka Ino gadis cantik bersurai pirang pucat bermanik kebiruan adalah putri tunggal keluarga Yamanaka.
Tampaknya kedua gadis tersebut baru saja selesai shoping jika dilihat dari banyaknya tas besar di jok belakang mobil. Mungkin saking asyiknya berbelanja membuat mereka jadi lupa waktu. Jalanan yang cukup lenggang menandakan bahwa malam telah cukup larut.
"Ini semua salahmu Pig, Kita jadi pulang kemalaman." Sakura tampak kesal kepada temannya.
"Hehehe...iya -iya maaf deh Forehead. Habisnya tadi banyak diskon, Kan sayang kalau dilewatkan."
"Kau selalu begitu kalau sedang shoping pasti lupa waktu. Pokoknya lain kali Aku tidak mau menemanimu shoping lagi!"
"Jangan gitu dong Forehead, Aku janji lain kali tak begini lagi. Jika kau tak menemaniku, Lalu siapa yang mau? Apa kau tega membiarkan temenmu yang cantik ini shoping sendirian ?"
"Huhh...ajak saja Shikamaru. Pasti Dia mau Pig !"
"Apaaa...Mana mungkin Si Rusa pemalas itu mau melakukan hal yang menurutnya merepotkan."
"Tapi kan dia kekasihmu, Paksa saja Dia ! Nanti juga mau walau terpaksa. Dia kan sangat mencintaimu ."
"Huhh... Andai kau tahu betapa sulitnya membujuknya, Kau pasti takkan ngomong begitu."
"Sudahlah terserah kau pig! Pokoknya kau harus bantu ngejelasin ke Tou-San dan Kaa-San ku alasan kita pulang terlambat !"
"Iya-iya calon dokter, Aku pasti bertanggung jawab."
Keduanya terdiam sejenak, Namun tiba-tiba Ino membuka obrolan lagi.
"Ne Forehead, kalau boleh tahu Apa alasanmu ingin jadi Dokter. Bukannya Seharusnya kau meneruskan usaha keluargamu ?"
"Ii...itu gimana ya ngejelasinnya?"
'Eh ...kenapa wajahmu tiba-tiba merona forehead ? Apa jangan - jangan alasanmu jadi Dokter karena seorang cowok ne ?"
"Aa...apaan sih sok tahu banget !"
"Lalu kenapa kau sampai merona begitu? Perasaan kau tak pernah merona bahkan saat Sasori Senpai menembakmu kau biasa saja ?"
"Aku memang tidak memiliki perasaan apa-apa sama Sasori Senpai. Tapi..."
"Jadi apa alasanmu sebenarnya ingin jadi Dokter ? Ceritain dong ?"
"Baiklah, Tapi janji ya kau tak akan membocorkan kepada orang lain !"
"Ok ...Aku janji. Jadi cepat cerirain !"
"Sebenarnya alasanku ingin jadi Dokter adalah..."
Flashback On
Seorang gadis cilik bersurai pink tampak menangis di tengah kerumuman anak laki-laki seusianya. Tampaknya gadis cilik itu adalah korban pembullyan anak -anak tersebut.
"Hiks...hiks...kenapa kalian menggangguku ? Apa salahku pada kalian ?"
"Haha kau tak salah sih, Tapi jidatmu itu yang salah !"
"Iya coba lihat ,jidatnya selebar lapangan cocok buat main bola ..hahahaha..."
"HAHAHAHA..." Anak -anak lainnya ikut menertawakan gadis cilik tersebut. Mereka tak peduli terhadap tangisan gadis cilik tersebut. Bahkan diantara mereka ada yang mengambil pita merah yang menghiasi rambut gadis tersebut.
"Hiks...kembalikan pitaku. Itu hadiah dari kaa-chan ku. Hiks..hiks.."
"Apa kembalikan katamu. Kalau mau pita ini kembali kau harus bersujud dulu di hadapan kami !"
HAHAHAHAHA
"Hiks..hiks ...ku mohon kembalikan pitaku."
Anak-anak tersebut tak memedulikan rengekan gadis tersebut. Mereka terus saja menjahili gadis tersebut. Tiba-tiba datang seorang anak laki-laki ke arah mereka.ee
"HENTIKAAAN ! Kenapa kalian mengganggu gadis itu ?"
"Hei tak usah ikut campur urusan kami !"
"Iya kau mengganggu kesenangan kami ."
"Kalian payah dattebayo. Seharusnya kalian tak mengganggu anak gadis. Kata Tou-chan ku laki-laki harus melindungi perempuan dattebayo !"
"Aaahh...banyak omong, Ayo teman-teman kita hajar Dia !"
"Ayo kita beri Dia pelajaran !"
Kemudian mereka langsung mengeroyok Anak laki-laki tersebut. Karena jumlah yang tidak seimbang, Anak laki-laki tadi menjadi bulan-bulanan mereka. Dia tergeletak tak berdaya dengan tubuh penuh luka. Untungnya ada Seseorang yang menghentikan aksi mereka.
"BERHENTIII"
Mendengar ada orang yang datang mereka segera melarikan diri. Kemudian orang tersebut menghampiri anak laki-laki yang pingsan tadi.
"Kenapa bisa seperti ini ?"
"Anak itu tadi menolongku dari mereka. Taa..tapi mereka malah menghajarnya. Hiks..ini semua salahku Oji-San."
"Oh jadi seperti itu. Tenang gadis manis , Ini semua bukan salahmu."
"Taa...tapi Dia terluka gara-gara Aku hiks...hiks..."
"Itu tidak benar, Sekarang kau pulanglah ! Biar Paman yang membawanya ke Rumah Sakit."
"Ta...tapi Dia tidak apa -apa kan Oji-San?"
"Tak usah khawatir Dia hanya pingsan. Baiklah Paman akan membawanya ke Rumah Sakit. Dan kau sebaiknya pulang , Mungkin Orang tuamu sedang mencarimu. "
"Haik Oji-San ."
Kemudian Orang tersebut pergi sambil menggendong bocah lelaki yang sedang pingsan tadi. Gadis cilik tersebut terus memperhatikan punggung orang itu hingga menghilang di tikungan. Gadis itu tampak sedih karena tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada anak laki-laki yang menolongnya tadi.
"Arigato, " Ucap gadis itu dalam hati.
Flashback Off
"Jadi anak itu adalah alasanmu ingin menjadi Dokter, Forehead ?"
"Uummm...Entah mengapa Aku meresa tak berguna ketika tidak bisa mengobati anak tersebut.
"Dan kau berharap saat jadi Dokter, Kau bisa menyembuhkannya. Bilang saja kau ingin bertemu dengannya lagi Forehead ."
"Mungkin kau benar Pig, Bagaimanapun juga Aku ingin mengucapkan terima kasih padanya."
"Apa kau yakin akan bertemu dengannya lagi. Kau saja tak tahu namanya kan ?"
"Iya sih, tapi hal yang paling ku ingat darinya adalah rambut pirang dan mata birunya yang indah."
"Hem..Aku jadi penasaran sama Pahlawanmu Forehead. Kalau dari ciri-ciri yang kau katakan, Pasti sekarang Dia setampan Pangeran di film-film ."
"Apaan sih kau ini. Ingat kau sudah punya Shikamaru Pig."
"Tapi kalau Dia setampan itu , Aku tidak janji deh Forehead hehehe..."
"Terserah kau saja Pig!"
"Oh ...Ayolah Akun cuma bercanda Forehead. Mana mungkin Aku merebut Pangeran hatimu."
"Huhh...Diamlah Pig ," Sakura salah tingkah mendengar godaan Ino. Rona merah memenuhi kedua pipinya. Dia tampak membayangkan sosok yang selama ini berada dalam ingatannya. Tak bisa dipungkiri, Dia ingin sekali bertemu dengan sosok tersebut. Saking asyiknya dengan pikirannya sendiri, Sakura tak menyadari kalau di depannya ada orang yang sedang menyeberang jalan. Teriakan Ino menyadarkannya.
"Forehead Awaaasss..."
"Eehh..."
CKIIIIT
BRUUKKK
Orang yang menyeberang tadi sukses di cium oleh bemper depaan mobil Sakura. Beruntung Sakura sempat mengerem ,jadi tabrakannya tidak terlalu keras.
"Forehead apa yang kau lakukan? Kau menabraknya ."
"Aaa...aku tahu Pig ! Ini semua gara-gara kau terus menggodaku. Jadinya Aku tak fokus menyetir."
"Iya deh maaf. Tapi sudahlah sebaiknya kita lihat kondisinya."
Sakura mengangguk , lalu mereka berdua keluar dari mobil. Di depan mobilnya terdapat seorang Pemuda yang jatuh terduduk di jalanan. Memang kondisinya tidak terlalu parah, Tapi tetap saja ada beberapa luka di tubuhnya.
"Aa..anoo...Maaf Aku tidak sengaja menabrakmu. Bagaimana kondisimu ? Kau baik - baik saj..."
Sakura tidak melanjutkan pertanyaannya ketika Pemuda itu mendongak dan menatapnya.
DEG
Jantungnya berdetak sangat cepat ketika emeraldnya menatap saphire cerah yang sangat indah. "Tunggu dulu rambut pirang dan mata biru , jangan -jangan ?" batin Sakura.
"Kalian tenang saja, Aku baik - baik saja . Tapi lain kali kalian harus hati- hati di jalanan."
"Uhm maaf kan temanku , Dia sungguh tak sengaja , benar kan Forehead ?"
"..."
"Baiklah kalau begitu , Aku permisi dulu," Pemuda itu segera berdiri Dia sempat tersenyum singkat sebelum berbalik dan meninggalkan kedua gadis tersebut. Sakura masih terpaku pada sosok Pemida tadi, Manik emeraldnya tak pernah lepas dari sosok Pemuda yang mulai menjauh sampai menghilang di sebuah belokan.
"Forehead kau baik-baik saja, Dari tadi kau tampak selalu memperhatikan Pemuda tadi. Apa kau mengenalnya ?"
"Di...dia ada di sini pig !"
"Eh...Siapa yang kau maksud Forehead ?"
"Pemuda tadi adalah orang yang ku ceritakan i Pig ."
"Benarkah , Apa kau yakin Forehead ?"
"Aku sangat yakin Ino, Aku tak mungkin lupa dengan rambut pirang dan mata birunya yang indah di tambah lagi tiga goresan di kedua pipinya. Itu pasti Dia Piig ."
"Hmm... Syukurlah kalau begitu , berarti Dia ada di Kota ini. Ada kemungkinan kau bisa bertemu dengannya lagi Forehead."
"Kau benar Pig, Aku tak menyangka bisa bertemu dengannya lagi. Tapi kira- kira dimana Dia tinggal ya ?"
"Kalau menurutku sih , Dia tinggal di Daerah sekitar sini. Kalau lihat sendiri kan tadi Dia jalan kaki."
"Benar juga ya, itu berarti Dia tinggal di dekat sini. Besok sepulang Sekolah temani Aku mencarinya Pig."
"Tenang saja Aku pasti membantumu Forehead , Sekarang lebih baik kita pulang."
"Umm...besok hari pertama kita Sekolah. Jadi kita tak boleh terlambat bangun."
Lalu kedua gadis tersebut segera masuk mobil dan pulang ke Rumah. Dalam perjalanan Sakura terus tersenyum. Dia senang akhirnya bisa bertemu lagi dengan Pahlawannya itu. "Arigato Kammi Sama , Engkau telah mempertemukan kami kembali."
...
Sementara itu seorang Pemuda berjalan menuju ke sebuah Flat sederhana. Pemuda tersebut adalah Namikase Naruto. Dia baru saja pulang dari bekerja sambilan. Yah Dia menolak uang bulanan yang diberikan Orang tuanya dengan alasan supaya lebih mandiri, Jadi untuk memenuhi kebutuhannya Dia mengambil kerja sambilan di sebuah kedai Ramen yang bernama kedai Ichiraku. Setiap hari Dia bekerja mulai pukul lima sore sampai pukul sebelas malam, kecuali Hari Minggu karena Pemilik kedai memberinya waktu libur.
Sesampainya di Flat yang disewanya, Dia segera masuk dan mengunci pintu. Dia segera membersihkan lukanya dengan kapas lalu menutupnya menggunakan plester. Yah ketika akan menyeberang tadi tiba-tiba ada mobil yang menabraknya. Beruntung tabrakan tadi tidak terlalu keras sehingga Dia hanya mengalami luka ringan saja.
"Uuhhh...Sial sekali Aku Hari ini. Untung tadi tidak terlalu keras. Tapi lumayan sakit juga sih. Sebaiknya Aku segera tidur, Besok Hari pertama Aku Sekolah. Semoga tidak ada kesialan lagi menimpaku."
Setelah membersihkan diri di kamar mandi, Naruto segera tidur karena tidak ingin terlambat di Hari pertamanya Sekolah. Dia tidak tahu bahwa Hari- Hari yang merepotkan baginya akan dimulai dari sekarang.
TBC
Yo Minna jumpa lagi nih. Oh ya terima kasih kepada yang sudah mau mampir dan meninggalkan Reviewnya. Author harap bisa menghibur semuanya dengan cerita ini. Mohon maaf kalau masih banyak kesalahan, Maklum Author masih belajar bikin fict. Saran dan kritik membangun selalu saya tunggu. Dan akhir kata Sampai jumpa di next chapter.
