Light and dark guardian vongola

Disclaimer: yang punya KHR itu Amano Akira sensei

Rate: T

Warning: OOC, OC, gaje, typo yang bertebaran, tidak sesuai EYD, bahasa terlalu baku.

Genre: friendship, romance, supernatural, adventure

Aku lupa bilang sebelumnya kalau setting waktu di kisah ini setelah kejadian di Kokuyo land. Mohon maaf atas ketidaksadaran author. Kalian dapat memanggilku Juli.

Chapter 2 : perkenalan dan banyaknya rahasia yang terungkap.

~~~~~~~~Julianto merry~~~~~~~~

Di kedai Yamamoto

Tsuna, Reborn, dan 2 orang yang ada di meja itu memulai pembicaraan mereka

"Kalian siapa ? Kenapa kalian tahu namaku ?" tanya Tsuna dalam keadaan serius

"Oh, ya. Aku hampir lupa. Perkenalkan. Namaku Julianti. Aku kesini karena perintah Reborn. Dan yang ini( nunjuk ke orang yang di sebelahnya) namanya Nisman. Dia ini temanku. Aku ngajak dia juga karena perintah Reborn." Ujar sang cewek memperkenalkan dirinya dan temannya.

"Kalian berasal dari mana ? Dan kalian kelas berapa ?" tanya Tsuna sambil melihat sang cewek dan cowok bergantian.

"Kami berasal dari Indonesia. Kami baru kelas 1 SMP." Ujar si cowok yang namanya Nisman

"Apa kalian sudah selesai mengurusi segala hal yang kalian perlukan untuk tinggal di sini ?" tanya Reborn sambil melompat ke bahu Nisman

"Sudah kok Reborn-san. Itu semua telah disiapkan setelah kau datang 3 bulan yang lalu." Kata Julianti

"Kalau begitu mulai besok kalian mulai bersekolah di Namimori chogakku dan di kelas Tsuna." Kata reborn sambil tersenyum kecil dan tangan kanannya memainkan topinya

"Emangnya persiapan sekolah mereka dan rumah mereka sudah siap ?" Tanya Tsuna dengan mata yang terbuka lebar.

"Kalau urusan Sekolah sudah kuurus, sedangkan urusan rumah, mereka tinggal dengan kita dan kamu jangan protes, dame-Tsuna" kata Reborn sambil melihat Tsuna yang sudah pucat.

"Ya sudahlah. Huh, lagipula aku tidak bisa menolak hal ini kan, Reborn?" kata Tsuna sambil menghela nafas.

"Hm. Dan kalian berdua mulai nanti akan menjadi guardiannya Tsuna." ujar sang sun arcobaleno yang sukses membuat mereka kaget dan bingung.

"Hieeeeeee?! Kok begitu bukannya semua guardian sudah terkumpul? Kenapa mereka menjadi guardianku?" kata Tsuna

"Iya, Reborn-san. Emangnya kalau kami jadi guardiannya Sawada kami memiliki unsur apa? Padahal kami sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun." jelas Nisman dengan panjang lebar.

"Atau jangan-jangan apa yang kau bilang waktu itu adalah kebenaran dan menjadikan alasan kenapa Reborn-san menyuruh kami ke Namimori ?" tanya Julianti yang sukses mendapat senyuman( dibaca:seringaian) dari Reborn dan tatapan bingung dari dua orang lainnya.

"Apa maksudmu, Juli? Kenapa kamu tidak memberitahuku hal itu ?" kata Nisman dengan nada sedikit kesal.

"Soalnya Reborn-san sendiri yang memberitahuku ketika beberapa saat sebelum dia berangkat ke Jepang. Dia juga bilang kalau harus merahasiakan ini hingga bertemu lagi dengannya. Ketika itu kamu lagi sakit jadi tidak bisa mengantarkan kepergiannya. Jadi karena itu aku merahasiakannya dari siapapun, termasuk kamu, Kak Nisman." jelas si cewek satu-satunya yang ada di situ ke cowok di sebelahnya.

"Bisa kamu ulang apa yang ku katakan waktu itu, Juli?" kata(dibaca: perintah) Reborn.

"Seingatku yang Reborn bilang ada 2 unsur lainnya yaitu cahaya dan kegelapan. Kegelapan memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa, tetapi tidak bisa tanpa cahaya yang menenangkan. Cahaya sendiri merupakan kekuatan penenang dari seluruh unsur, tetapi tidak bisa tanpa kegelapan yang melindunginya. Dan kami berdua memiliki kekuatan tersebut. Tapi aku masih belum tahu, Reborn-san, siapa yang cahaya dan siapa yang kegelapan dan tahu darimana kami dapat membedakan pengguna cahaya dan kegelapan ?" penjelasan sekaligus pertanyaan Julianti yang ditujukan ke Reborn.

"Kalau siapa mungkin aku tak perlu memberi tahu. Tetapi jika darimana mengetahuinya, aku melihat dari segi kehidupan dan segi perasaan yang sering menyelimuti hati orang itu." jawab sang hitman. Dan kelihatannya Julianti mendapatkan jawabannya, tetapi dia tidak ingin memberitahukannya. 'Biarlah waktu yang menjawabnya' batin Juli.

Tiba-tiba suasana hening sejenak. Reborn maupun yang lain tidak berbicara apapun hingga...

"Kapan kita ke rumah Sawada?" tanya Nisman

Dengan pertanyaan itu saja membuat mereka tersadar bahwa hari sudah mulai sore.

"Ah, iya. Karena pembicaraan kita serius, sampai kita lupa waktu." ujar Julianti yang disertai dengan anggukan yang lainnya.

"Kalau begitu, aku bayar sushinya dulu ya?" ujar Nisman sambil ke tempat ayahnya Takeshi .

Beberapa saat kemudian

"Ayo, kita pergi. Lagipula kita belum istirahat kan, Juli?" kata Nisman sambil melihat Juli.

"Ayo, Sawada-san. Terima kasih, oji-san." ajak Juli dan berterima kasih ke ayahnya Yamamoto

"Baiklah." kata Tsuna. Setelah itu, dia menghela nafas. Reborn kini melompat ke atas kepala Tsuna.

"Ayo, dame-Tsuna. Cepat. Nanti mama khawatir." ujar sang sun arcobaleno

"Ha'i, ha'i." kata Tsuna dengan nada malas

Lalu mereka pun pulang. Selama di perjalanan, tiada satupun percakapan yang terjadi diantara mereka. Dan akhirnya mereka pun sampai.

"Ayo, masuk. Biar aku dapat mengenalkan kalian ke ibuku." ujar Tsuna sambil berjalan masuk kedalam rumah.

"Tadaima, kaa-san." salam dari Tsuna

"Okaeri, Tsu-kun, Reborn-san. Ara, siapa yang di belakangmu itu, Tsu-kun?" sambut ibunya Tsuna yang bernama Sawada Nana.

"Konichiwa, oba-san. Kami temannya Sawada Tsunayoshi. Nama saya Julianti, panggil saya Juli, dan ini teman saya, Nisman. Panggil saja dia iman." kata Juli sambil menunduk, lalu menunjuk orang yang di sebelahnya, sementara yang ditunjuk baru menunduk.

"Mama, mulai hari ini mereka tinggal di sini, bolehkan? Soalnya saya nggak punya ide untuk menentukan dimana mereka tinggal." kata Reborn dengan nada sedih yang dibuat-buat

"Kalian boleh kok tinggal di sini. Kalian juga boleh memanggilku mama." kata Nana dengan nada senang

"Kalau begitu, terima kasih, mama." kata Nisman sambil tersenyum

"Mama, mereka tidur di kamar mana ?" tanya Tsuna

"Kalau Iman-kun tidur di kamar Tsu-kun. Kalau Juli-chan tidur di kamar lain. Tsu-kun tunjukin kamarnya ya ? Dan cepat mandi. Makan malam hampir siap." kata( dibaca menyuruh) Nana yang di jawab mereka dengan anggukan.

"Kalau begitu, ayo." ajak Tsuna sambil naik ke lantai dua.

"Baiklah, Sawada-san." kata Juli dan Nisman bersamaan.

"Dan, mulai besok kalian harus memanggilku Tsuna. Jangan memanggilku dengan "Sawada". Lagipula kalian sudah termasuk dalam vongola famiglia." kata Tsuna sambil tersenyum lembut.

'Kawai' batin Nisman dan Juli ketika melihat senyumannya Tsuna

"Baiklah. Terima kasih." kata mereka bersamaan.

"Kalau begitu, ya sudah. Sudah sampai. Ini(sambil menjunjuk ke arah kiri) kamarmu, Juli-san, dan ini(menunjuk ke sebelah kanan) kamarku. Ayo, Iman-san." ujar sang brunette.

"Baiklah. Arigatou, Tsuna-kun. Aku masuk ke kamar dulu ya?" Kata Juli seraya masuk ke kamar yang telah di tunjuk Tsuna.

"Ha'i, Juli-san. Ayo, Iman-san." ajak Tsuna sambil masuk ke kamarnya

"Baiklah." kata Nisman sambil mengikuti Tsuna.

Time skip

Pagi hari di ruang makan

"Ohayou, Tsuna-kun. Apa kau nyenyak tidur?" sapa Juli yang melihat Tsuna menuju meja makan.

"Ohayou, Juli-san. Tidurku nyenak kok." kata Tsuna.

"Lagipula cara bangunnya Tsuna-san tidak berlaku untukku berhubung aku bangun lebih awal dibanding dia dan Reborn. Ketika aku bangun aku melihat Reborn yang baru bangun dan Tsuna yang masih tidur dengan pulasnya." kata Nisman sambil mengingat apa yang dilakukan dan apa yang dia lihat.

"Iman-san jangan berkata begitu dong." kata Tsuna yang diiringi dengan mukanya yang memerah gara-gara malu.

"Hahaha, ternyata lucu juga menggoda Tsuna-san." kata Nisman sambil ketawa ringan.

"Kamu kejam, Iman-san." kata Tsuna sambil mengembungkan pipinya.

"Iya, iya, maaf." Nisman meminta maaf kepada Tsuna. 'Tsuna begitu kelihatannya makin imut. Hei, apa yang kau pikirkan, Nisman. Jangan terlalu tergoda akan keimutan Tsuna.' batinnya sambil menggerutu.

"Jujur, Nisman. Aku pun setuju dengan apa yang kamu pikirkan. Oleh karena itu aku betah dengannya." kata Reborn yang sukses membuat Juli dan Tsuna bingung.

"Reborn-san jangan seenaknya membaca pikiran orang dong. Lagipula kalau begitu apa kamu mau memilikinya jika kamu sudah terlepas dari kutukan itu?" kata Nisman dengan nada sedikit kesal dan bingung.

"Kalau seandainya bisa, boleh saja." kata Reborn yang semakin membuat Juli dan Tsuna bingung.

"Ya, ampun, Reborn-san. Tapi, kalau begitu, aku akan berusaha membantumu." kata Nisman dengan nada sedikit jahil

"Terserah kamu saja." kata Reborn sambil mendengus kecil.

Sedangkan yang menjadi target pembicaraan itu juga bingung maksud mereka apa.

"Sudah,sudah. Lebih baik kita segera makan atau kita terlambat." kata Juli sambil makan.

"Baiklah." kata Nisman.

"Ittadakimas." kata mereka semua.

Time skip

"Kami pergi dulu, kaa-san." pamit Tsuna sambil keluar yang diikuti oleh Julianti dan Nisman.

"Hati-hati di jalan, ya, Tsu-kun, Juli-chan, Iman-kun." kata Nana sambil melambaikan tangannya.

"Iya." kata mereka bertiga bersamaan.

Lalu mereka pun berangkat di sekolah. Di perempatan, mereka bertemu dengan Yamamoto, Gokudera, Ryohei, dan Kyoko.

"Ohayou, minna." sapa Tsuna ke teman-temannya.

"Ohayou, Tsuna/Sawada/jyuudaime/Tsuna-kun." kata mereka bersamaan.

"Ah, kalian berdua yang kemarin di kedai kan?" kata Yamamoto sambil menunjuk 2 orang yang ada di belakang Tsuna.

"Iya, Yamamoto-san. Saya sangat berterima kasih karena sempat menemani kami sebentar." kata Juli dengan membungkukkan badannya 45°.

"Tidak perlu berterima kasih. Lagipula dengan itu kita berkenalan, kan, Juli-chan, Nisman-san ?" kata Yamamoto dengan senyuman khasnya.

"Iya, Yamamoto-san." kata Nisman yang sekaligus merupakan jawaban untuk Yamamoto

"Ayo kita berbicara sambil berjalan." kata Tsuna yang sudah mulai berjalan.

"Ayo." kemudian mereka pun mulai perjalanan.

"Perkenalkan. Yang ini(sambil menunjuk Juli) namanya Juli. Sedangkan yang ini(sambil menunjuk Nisman) namanya Nisman." kata Tsuna memperkenalkan mereka.

"Yoroshiku, minna" kata mereka berdua serempak.

"Dan yang rambutnya abu-abu namanya Gokudera Hayato." kata Tsuna sambil menunjuk Gokudera.

"Tch. Yoroshiku, Juli-san, Nisman-san." ujar sang smoking boom dengan ketus.

"Dan yang rambutnya putih dan hidungnya berplester namanya Sasagawa Ryohei." kata Tsuna sambil menunjuk Ryohei.

"EXTREME. NAMA SAYA SASAGAWA RYOHEI. KALIAN BOLEH MEMANGGILKU ," kata(dibaca: teriak) Ryohei. Yang lain menutum telinga mereka, kecuali Juli.

"Juli-san, kok kamu tidak tutup telingamu?" tanya Tsuna setelah Ryohei selesai berteriak

"Ah, soalnya aku tidak menggunakan ini tadi." kata Juli sambil memakai alat bantu dengar yang sempat di lepasnya.

"Eh, kok aku nggak melihat benda itu ya?" kata Tsuna dengan mata yang menunjukkan kebingungan.

"Soalnya ini ukurannya kecil. Jadi nggak terlihat. Dan ini namanya alat bantu dengar." jelas Juli. "Jadi ketika Ryohei-senpai ingin berteriak, aku mematikannya sebentar, jadi aku mendengar suara senpai dengan suara yang kecil."

"Oh, begitu. Dan ini Sasagawa Kyoko."

"Yoroshiku, Juli-chan." sapa Kyoko dengan senyum.

"Ah, kita sudah sampai. Kalau begitu, aku dan Nisman pergi ke ruang kepala sekolah dulu, ya, minna." kata Juli sambil menarik tangannya Nisman. Yang ditarik hanya mengikuti kemana sang penarik tuju. Sedangkan yang lain hanya melihat mereka dengan pandangan bingung. Beberapa saat kemudian, mereka pun menuju ke kelas mereka, untuk pengecualian Ryohei yang merupakan kakak kelas.

Lalu, belpun berbunyi. Lapangan sekolah pun sepi, dan beberapa menit kemudian Gurupun masuk ke kelas.

"Kelas kita ada 2 murid baru, murid baru, silahkan masuk." kata guru tersebut. Setelah guru itu mengatakannya, pintu geser terbuka dan menampilkan 2 orang berbeda gender. Dua orang itu pun masuk.

"Ohayou, minna. Watashi wa Julianti, yoroshiku." kata Julianti dangan nada semangat

"Ohayou. Watashi ga Nisman. Yoroshiku." kata Nisman dengan nada yang sedikit datar

"Ohayou." kata semua murid. 'Mereka sifatnya beda banget' batin semua murid kecuali Tsuna dkk.

"Nisman duduk dibelakang Sawada dan Juli duduk di belakang Yamamoto. Yamamoto dan Sawada, angkat tangan kalian." perintah guru tersebut.

Sedangkan yang dipanggilpun mengangkat tangan mereka. Lalu Juli dan Nisman menuju ke meja masing-masing. Setelah itu, kelas pun dimulai.

Lalu, bel istirahatpun berbunyi. Sawada dan kawan-kawan, termasuk Juli dan Nisman, kecuali Kyoko dan Hana berada di atap sambil memakan bekal mereka. Di tengah makan siang mereka, mereka merencanakan sesuatu.

"Reborn-san, kapan kami mulai latihannya ? Jujur, untuk penggunaan senjata kami belum bisa, tapi untuk mempertahankan diri dalam pertarungan jarak dekat kami bisa. Tetapi sebelum itu, saya akan memperkenalkan kami berdua." tanya Juli ke Reborn dan memberikan penjelasan tentang mereka.

"Bukannya kalian sudah memperkenalkan diri kalian? " kata Tsuna dengan nada bingung

"Maksudku, memperkenalkan beberapa status yang kami belum beritahu dan teman saya belum benar-benar tahu." kata Juli dengan nada serius.

"Heh ? Apa itu ?" kata mereka semua, bahkan Nisman juga bingung.

"Apa boleh ku kasih tahu sekarang, Reborn-san?" tanya Juli meminta restu ke Reborn.

"Silahkan." kata Reborn dengan senyuman kecil di wajahnya.

"Dia, Nisman, adalah guardian of light, sedangkan aku, Julianti, adalah guardian of dark. Dan aku merupakan agen mata-mata Vongola dengan codename Merry10. Kemampuan bela diriku lebih lincah dan membunuh targetku jika itu adalah perintah. Reborn-san adalah guru yang mengajarkanku menjadi agen rahasia sekaligus hitman no.2 di seluruh mafioso. Tolong, selain kalian, jangan ada yang membeberkan rahasia ini, oke ?" ujar sang gadis penjaga cincin kegelapan Vongola dengan keadaan yang serius yang di akhiri dengan nada yang lembut.

"HIIIIEEEEEEEEEEE! Apa yang terjadi di sini? Kenapa statusnya sangat berbahaya di dunia mafia ?" jerit Tsuna yang untungnya tidak kedengaran sampai lantai bawah mereka.

"Boleh ku ceritakan, Reborn-san?" tanya Juli sambil melihat Reborn.

"Lebih baik itu tetap jadi rahasia saja, Juli." kata Reborn sambil memainkan topi fedoranya.

"Baiklah kalau begitu. Maaf, minna. Tapi aku tidak bisa beritahu kalian tentang hal ini karena aku takut untuk menceritakannya. Tapi kalau kau mau tahu kapan aku jadi agen di Vongola, tanya saja Vongola Nono, Dino Cavallone, atau partner kerjaku, Hibari Kyoya dengan codename Mori18." kata Juli dengan nada sedikit berat.

"Heh? Hibari Kyoya adalah agen Vongola!? Kok bisa sih?" teriak Tsuna dengan nada depresi.

"Menjadi agen vongola adalah jabatan keturunan milik keluarga kami. Kemampuan kami juga bisa melebihi agen-agen rahasia lainnya. Memangnya salah ?" kata hibari dengan nada yang datar. "Tapi tak kusangka kalau agen Merry10 adalah gadis yang pandai menyembunyikan diri. Dan lagi, kamu adalah penjaga kegelapan."

"Itu ya terserah aku, Kyoya-kun. Lagipula dengan ini aku tidak memiliki banyak masalah dan aku dapat menyesuaikan diri dengan misiku." kata Juli dengan pipi yang mengembung.

"Ya, ya, ya. Itu urusanmu." kata Kyoya cuek.

"Huh, dasar, Kyoya aneh." kata Juli sambil mendengus.

"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa banyak sekali informasi rahasia yang kami dengarkan ?" kata Tsuna setengah berteriak yang diikuti dengan temannya yang juga kaget.

"Iya juga ya. Hahaha. Ini benar-benar kejutan." kata Yamamoto dengan cengiran khasnya.

Ding dong ding dong (benar nggak bunyi belnya?)

"Kalian cepat masuk atau kamikorosu." kata Kyoya dengan dingin.

"Hieeee! Baiklah Hibari-san. Minna, ayo." kata Tsuna sambil buru-buru membereskan bekalnya dan buru-buru ke kelas.

"Ha'i" kata yang lainnya serempak, kecuali Kyoya dan Nisman.

Kira-kira apa lagi ya yang akan terjadi berikutnya?

TBC

Terima kasih buat koro-kun dan profe fest yang memberikan saran nya . Terima kasih banyak. Mungkin ini bukan cerita yang bagus. Tetapi aku telah berusaha membuat ff ini.

Dan aku akan memberikan identitas dan ciri-ciri karakter OC ini.

Juli

Nama: Julianti ( nama lengkap : Kurokuma Julianti)

Umur: 15 tahun

Tanggal lahir: 16 Mei

Warna mata: biru safir

Warna rambut: hitam

Tinggi tubuh: 152 cm

Hobi: bernyanyi, mendengarkan musik

Status: siswa Namimori chogakuen, agen vongola codename Merry10, dark of guardian vongolanya Tsuna

Jenis flame : kegelapan

Alat bertarung: apapun tergantung jenis alat yang dipakai musuh.

Nisman

Nama: Nisman(nama lengkap: Shiroto Nisman)

Umur: 15 tahun

Tanggal lahir: 17 Januari

Warna mata: merah

Warna rambut: hitam

Tinggi tubuh: 154 cm

Hobi: menggambar, membuat cerita

Status: siswa Namimori chogakuen dan light of guardian Vongolanya Tsuna

Jenis flame: cahaya

Alat bertarung: belum diketahui

Hanya ini yang dapat kuberitahu. Status yang lainnya akan berkembang seiring waktu. Dan akan aku tambahkan status yang lainnya di next chapter. So, wait for sometime. Dan saya berterima kasih lagi.

Tertanda

Julianto Merry

Atau

Juliant o Merry go